
Ku Terima Hinaan Kalian | 24
"Keputusan mu tidak bisa ditarik lagi, Pangeran Caesar. Tidak akan ada pernikahan antara kau dan Aalis." Raja Wylus menolak permintaan Pangeran Caesar untuk menarik kembali dekrit pernikahan antara Putra Mahkota Jackson dan Aalis.
Setelah melihat penampilan Aalis tadi, Pangeran Caesar tidak bisa merelakan Aalis menikah dengan Putra Mahkota Jackson. Ia telah melakukan kesalahan besar dengan melepaskan Aalis.
"Ayah, aku tidak berpikir dengan baik tadi. Aku tidak ingin membatalkan pertunangan ku dengan Aalis."
Pangeran Caesar masih memohon pada Ayahnya. Satu-satunya yang bisa membantunya saat ini adalah pria yang ada di depannya saat ini.
"Tidak akan ada yang berubah, Pangeran Caesar. Jangan membuat kekacauan yang tidak perlu. Kau sendiri yang meminta pembatalan, jadi jangan bersikap menyesalinya. Bersikaplah layaknya pria sejati!"
"Ayah." Pangeran Caesar bersuara pelan, berharap ayah nya tergerak. Namun, ayah nya bergeming, yang artinya pria itu juga tidak bisa membantu nya.
Tidak mendapatkan apa yang ia inginkan, Pangeran Caesar meninggalkan ruang kerja ayahnya. Ia pergi dengan perasaan kesal dan sedih.
Lalu, tangan kanan Raja Wylus masuk. "Apa yang terjadi?" tanya Raja Wylus pada pria itu.
__ADS_1
"Nona Aalis yang dikabarkan buruk rupa ternyata hanya rumor. Saat ini mungkin tidak ada yang menandingi kecantikan Nona Aalis." Jelas pria yang telah mendengar gosip dari pelayan itu.
Raja Wylus kini mengerti kenapa Pangeran Caesar menarik kembali kata-katanya. Ckck, ini memang kemalangan untuk Pangeran Caesar, tapi itu pilihan Pangeran Caesar sendiri jadi Pangeran Caesar harus menerima nya.
Dan untuk Putra Mahkota Jackson, Putra kesayangan nya itu memang selalu masuk akal. Tidak mungkin memilih Aalis jika Aalis tidak istimewa.
Raja Wylus senang untuk Putra Mahkota Jackson, ia hanya berharap tidak akan terjadi perselisihan antara Putra Mahkota Jackson dan Pangeran Caesar karena seorang Aalis.
Melihat dari sifat Putra Mahkota Jackson, jelas putranya itu tidak akan pernah melepaskan Aalis. Dan Pangeran Caesar, semoga saja Putra nya itu tidak mencari masalah dengan Jackson. Ia tidak ingin berada di tengah-tengah perseteruan dia Putra nya.
Karena lelah, Aalis memutuskan untuk tidur setelah membersihkan diri nya. Namun, seperti sebelum-sebelumnya. Aalis kembali memimpikan dua orang yang saling mencintai tapi terhalang oleh takdir.
Di dalam mimpi itu, Aalis bisa melihat wajah keduanya, tapi setelah ia terjaga ia tidak bisa mengingat wajah dua orang itu.
Mata Aalis terbuka dengan nafas tidak beraturan. Ia memegangi dadanya yang sesak. Kenapa ia harus memimpikan hal-hal indah yang kemudian berujung menyakitkan.
Tragedi cinta yang berakhir dengan kemat*an sang wanita, yang ia yakini itu adalah diri nya.
__ADS_1
Semenjak kedatangan Putra Mahkota Jackson dan Pangeran Caesar ke Menzel. Ia jadi lebih sering memimpikan hal itu, belum hilang mimpinya tentang kematian nya dan kini harus datang mimpi lain.
Mungkinkah ini ada hubungan nya dengan kehidupannya. Aalis menggeleng, tidak mungkin. Melihat bagaimana ia selalu menunjukkan tatapan tidak suka pada Putra Mahkota Jackson ataupun Pangeran Caesar.
Aalis menghela nafas pelan, ia turun dari ranjang nya dan beranjak ke tempat pemandian sekedar untuk membasuh wajahnya agar lebih segar.
Setelah selesai dengan kegiatan nya, ia baru menyadari di kamar nya tidak ada Sadie. Kemana wanita itu pergi.
"Paman penjaga, apakah kau melihat pelayan ku?" Aalis bertanya pada penjaga yang berjaga di pintu halaman paviliun nya.
"Pelayan Sadie pergi ke dapur istana, Nona." Dengan hormat serta senyuman ia menjawab pertanyaan Aalis.
Untuk pertama kalinya, ada yang menyebutkan dengan sebutan paman penjaga. Dan yang menyebutnya adalah calon wanita nomor satu di Groft. Penjaga itu berjanji dalam hatinya akan mengabdi pada Aalis.
"Oh, baiklah. Terimakasih."
Lekas dirinya berjalan menuju dapur istana. Ia bosan, dan ingin mengajak seseorang mengobrol. Dan Sadie adalah orang nya.
__ADS_1