Ku Terima Hinaan Kalian

Ku Terima Hinaan Kalian
Ku Terima Hinaan Kalian | 29


__ADS_3

Ku Terima Hinaan Kalian | 29


"Selamat siang, Ratu."


Selir Agung Dhyanda menyapa Ratu Eliosia. Keduanya berpapasan di lorong istana, ia memasang senyuman yang penuh kepalsuan. Sedangkan Ratu Eliosia, wanita itu tak menatap lawan bicara nya ia tetap menghadap ke depan.


"Siang, Selir Agung."


"Siang ini begitu cerah. Apa anda tidak ingin berkunjung ke kediaman ku Yang Mulia Ratu?"


"Mungkin lain kali saja, Selir Agung. Aku masih ada beberapa urusan istana. Semoga hari mu menyenangkan."


Kemudian ia melangkah kan kaki nya bersama para pelayan yang ikut bersamanya. Selir Agung Dhyanda mengukir senyum, ia terkekeh menertawakan Ratu Eliosia dalam hati kemudian beranjak pergi bersama para pelayan nya.


Tanpa orang-orang sadari, Ratu Eliosia mengepalkan tangan nya. Ia memejamkan mata nya beberapa saat, awal mula sikap nya acuh pada Selir Agung Dhyanda adalah saat kematian putri pertama nya.


Satu tahun usia Putra Mahkota Jackson, Ratu Eliosia kembali mengandung. Kemudian ia melahirkan seorang putri. Hidup nya bahagia, putra dan putri nya tumbuh bersama.


Namun, sejak usia putri nya tiga tahun. Putri nya menderita penyakit yang sulit untuk di sembuhkan. Ia dan sang Raja sudah melakukan apapun, memanggil tabib terbaik di Kekaisaran Westland.


Tapi, tetap saja. Tidak ada yang berubah, dua tahun putri nya menderita penyakit aneh itu yang sering membuat nya sesak nafas. Di tahun itu, ia kehilangan seseorang yang sangat berarti bagi hidup nya.


Tawa dan senyuman putri kerajaan Groft hilang, putri itu dinyatakan wafat dalam keadaan menyedihkan. Ia tidak bisa bernafas dalam waktu satu jam.

__ADS_1


Masih tercetak jelas dalam ingatan Ratu Eliosia. Wajah pucat putri nya yang menahan kesakitan yang tidak orang lain rasakan. Hati nya teriris, ia meraung tak menerima kematian putri nya.


Ia peluk tubuh putri nya yang sudah kamu, ia menangis tersedu-sedu.


Dua bulan ia tenggelam dalam rasa kehilangan yang membuat nya bagaikan mayat hidup. Ia seperti sudah kehilangan jalan hidupnya, hanya dengan dukungan Dhyanda ia bisa bangkit dari keterpurukan itu.


Namun, kembali lagi hati nya dibuat hancur. Ternyata orang yang selama ini selalu berada di sisi nya, selalu mendukungnya, selalu ada untuk nya dan orang yang ia anggap adik. Adalah orang yang sudah memb*nuh putri nya.


Ia tidak terima, saat itu juga ia ingin menghancurkan kehidupan seseorang tersebut, yang tak lain adalah Selir suaminya, sahabat sekaligus adik nya sendiri.


Marah, kecewa, sedih, hancur semua perasaan itu tercampur aduk. Hingga mulai saat itu, senyuman menawan seorang Ratu Eliosia hilang entah kemana.


Ia lebih memilih menutup diri, bahkan saat bersama suaminya ia tak pernah lagi tersenyum. Bagi nya, tak ada waktu untuk tersenyum pada dunia yang kejam.


Ratu Groft yang terkenal dengan keramab tamahan nya hilang. Tergantikan dengan Ratu Groft yang dingin, tak ada lagi senyuman yang terlihat di wajah cantik nya.


Orang-orang terdekat nya tak bisa berbuat apapun, hingga senyuman yang sudah hilang selama dua puluh tahun itu kini muncul kembali walaupun hanya beberapa saat.


"Apa yang sedang kau lakukan, Putra ku?"


Ia mengerutkan kening nya heran. Melihat putra nya yang sedang duduk di halaman paviliun yang Aalis tempati.


"Ah, Ibu. Calon istri ku sedang marah, dan aku dihukum harus berjemur disini."

__ADS_1


Putra Mahkota Jackson menjawab dengan senyuman di wajah nya. Ratu Eliosia hanya bisa menggelengkan kepala nya, Putra nya benar-benar sudah kehilangan akal sehat nya hingga mau melakukan hal seperti itu.


"Ibunda Ratu."


Suara seorang gadis membuat Ratu Eliosia mendongak kan kepala nya menatap gadis itu. Kemudian ia tersenyum manis.


"Apa putriku sedang sibuk?"


"Tidak. Apa ada yang ibu butuhkan?"


Ia kembali bertanya seraya menghampiri wanita yang ada di halaman paviliun nya ini.


"Tidak ada, tetapi kau harus ikut. Beberapa hari lagi kau akan menikah, dan sudah aturan istana untuk mengikuti pelatihan tatakrama. "


Aalis paham apa yang Ratu Eliosia maksudkan. Tentu saja ia tahu tentang pelatihan itu, karena di Menzel pun seperti itu. Apalagi ia akan menikah dengan Putra Mahkota kerajaan ini, pasti pelatihan nya lebih sulit.


"Oh, baiklah, Bu. "


Aalis mengikuti Ratu Eliosia yang berjalan terlebih dahulu. Ia tidak memperdulikan Jackson yang terus menatap nya seolah ingin ikut.


Ia sudah cukup muak pada pria itu. Selalu membuat nya kesal dan jengkel. Ia juga heran, apa pria itu tidak pernah mengikuti rapat di ruang pemerintahan setiap hari nya? Putra Mahkota macam apa Jackson itu?


Hanya bisa membuat nya kesal dan kesal.

__ADS_1


__ADS_2