
Ku Terima Hinaan Kalian | 28
"Putra ku, kenapa kau menikahi wanita yang tidak menyukaimu. Kau hanya akan membuat nya menderita." Ratu Eliosia memandangi putra nya lembut.
Ia memang menyukai Aalis, ia merasa senang saat bersama gadis itu. Namun, setelah ia perhatikan. Aalis terlihat tidak mencintai Putra nya, bahkan tatapan yang sering di berikan adalah kebencian.
Dan, pagi ini ia memutuskan bertanya pada Putra nya itu. Memastikan sebelum pernikahan dilaksanakan. Putra nya memang tidak pernah meminta apapun padanya ataupun sang Raja.
Putra Mahkota Jackson meraih kedua tangan ibu nya. "Bu, Untuk kali ini aku benar-benar meminta maaf. Aku mencintai nya. Dan aku hanya ingin dia bersama ku seumur hidup nya. Aku berjanji akan berusaha membuatnya bahagia."
Ratu Eliosia mengelus tangan putra nya. Ia merasa kasihan pada Jackson yang jatuh hati pada wanita yang tidak memiliki perasaan apapun pada nya.
"Baiklah, Putra ku. Jika suatu hari nanti kau dan Aalis sama-sama tidak bahagia, jangan meneruskan nya lagi."
"Aku akan mendengar kan mu, ibu. Suatu hari nanti jika aku benar-benar tidak bisa membuat nya bahagia, aku pasti akan melepaskan nya. Saat ini aku hanya ingin membuat dia merasakan cinta yang aku miliki. Aku hanya berharap takdir berpihak pada ku."
Jackson ingin berjuang. Berjuang hingga ia lelah dan tidak sanggup lagi meyakinkan Aalis bahwa ia berhak di cintai dan mencintai.
"Ibu akan mendoakan yang terbaik untuk mu, Jackson. Kau pasti akan bahagia."
Jackson memeluk ibunya. "Terima kasih, Ibu."
Disisi lain.
Kediaman Selir Agung Dhyanda. Saat ini kedua ibu dan anak itu sedang merencanakan pemb*nuhan Putra Mahkota Jackson. Tatapan kebencian begitu terlihat jelas di sorot mata keduanya.
"Setelah pernikahan nya. Aku akan pergi menemui Anson, Bu."
Mendengar penuturan sang Putra, Selir Agung Dhyanda mengerutkan kening heran. Mengapa harus setelah pernikahan? Akan lebih baik mereka segera menjalankan rencana mereka.
__ADS_1
"Mengapa harus setelah mereka menikah, Putra ku?"
"Jika aku tidak ada di pernikahan nya, semua orang akan merasa curiga pada ku, Bu. Dan jika ada masalah yang menimpa mereka, Orang-orang pasti akan menyalahkan ku."
Selir Agung Dhyanda mengulas senyum penuh arti. Kini ia paham apa yang putra nya maksud kan. Tidak apa, hanya butuh beberapa hari lagi ia akan melihat kehancuran orang yang di benci nya.
Dan yang akan paling tersakiti di sini adalah Ratu Eliosia. Dalam lubuk hati nya yang terdalam, ia masih menyimpan dendam pada Ratu Eliosia. Wanita yang memperbolehkan suaminya menjadikan dirinya selir.
Masih teringat jelas dalam ingatan nya, bagaimana dulu Ratu Eliosia merebut Raja Wylus dari nya. Sebenarnya bukan merebut, Selir Agung Dhyanda hanya menaruh hati pada Raja Wylus namun tak pernah ia ungkap kan.
Dulu, Dhyanda dan Eliosia adalah dua sahabat yang begitu dekat. Kemana pun mereka pergi, selalu bersama. Dan apapun yang mereka suka selalu sama.
Eliosia yang merupakan Putri Sulung Perdana Menteri serta cucu dari Jenderal Agung tentu saja hidup mewah dengan bergelimang harta. Berbeda dengan Dhyanda yang merupakan Putri salah satu koki istana.
Tentu saja, kehidupan kediaman perdana menteri dan koki istana berbeda. Dhyanda hidup tak se mewah dan se beruntung Eliosia.
Saat itu juga, Eliosia menerima lamaran dari Putra Mahkota Wylus. Kebencian pada Eliosia di hati Dhyanda dimulai. Ia membenci apa yang Eliosia miliki, ia benci keberuntungan Eliosia karena berasal dari keluarga Perdana Menteri.
Sejak saat itu, Dhyanda mulai memberi jarak antara nya dan Eliosia. Sedangkan Eliosia, ia merasa bersalah karena menerima lamaran itu, dan hubungan nya dengan Dhyanda menjadi renggang.
Karena ingin tetap bersama sang sahabat yang ia anggap benar-benar tulus, satu tahun pernikahan nya ia meminta sang suami untuk menjadikan sahabatnya Selir.
Awalnya Wylus menolak, ia akan mengambil selir jika ia mencintai wanita itu atau dengan pernikahan politik. Dhyanda bukan seseorang yang bisa mendukung posisinya, bukan juga wanita yang ia cintai.
Namun, karena sang permaisuri ingin menjadikan nya adik pada akhirnya Wylus menerima dan memperistri Dhyanda.
Putra Mahkota Wylus pun di angkat menjadi Raja Kerajaan Groft, dan tentu saja Eliosia adalah Ratu-nya. Sedangkan Dhyanda, ia menduduki posisi Selir Agung dan itu pun atas permintaan Eliosia.
Dhyanda semakin merasa terhina, ia benar-benar membenci Eliosia. Ia bersumpah akan memb*nuh Eliosia dengan tangan nya sendiri. Dan kebencian itu masih kuat hingga sekarang dan semakin bertambah karena keberuntungan Putra Mahkota Jackson.
__ADS_1
"Tidak!"
"Ayolah, Aalis. Suapi aku. "
Putra Mahkota Jackson memohon dengan wajah yang di buat se sedih mungkin. Sedangkan Aalis, ia memutar bola mata nya malas.
"Anda punya tangan, Yang Mulia."
"Tapi aku ingin di suapi calon istriku."
"Saya tidak berminat menyuapi anda."
"Ayolah, aku memaksa."
Pada akhirnya dengan kekesalan ia menyuapi Sup bola daging itu untuk pria yang ada di hadapannya.
Sedangkan pria itu, ia tersenyum bahagia dan menerima suapan yang di berikan calon istri nya. Ia bahagia, ternyata seperti ini rasanya jatuh cinta.
Beberapa menit kemudian. Satu mangkuk Sup bola daging itu habis, Aalis pergi meninggalkan Putra Mahkota Jackson begitu saja.
Ia bosan dengan hari nya yang hanya berkeliling paviliun tempat nya tinggal, dan orang yang sering ia temui hanyalah Putra Mahkota Jackson.
Putra Mahkota Jackson menyusul Aalis yang pergi meninggalkan nya. Tanpa mereka sadari, Raja Wylus sendari tadi memperhatikan keduanya.
Ia mengukir senyum yang masih terlihat menawan. Ia senang, akhirnya putra kesayangan nya bisa merasakan apa itu jatuh cinta dan sering tersenyum sejak ada nya Aalis.
"Kau tumbuh terlalu cepat, Putra Mahkota."
Raja Wylus bergumam lirih. Lekas ia beranjak meninggalkan tempat itu, tidak ingin mengganggu kesenangan putra nya.
__ADS_1