
Cerita bermula sebuah keluarga kecil sedang berada di dalam mobil , anwar dan nisa dan seorang buah hatinya yani yang berumur 5 tahun sangat bersemangat hari ini dengan boneka beruang kecil kesayangannya , karna hari ini mereka akan pindah kerumah baru , dan ini menjadi impian anwar sejak awal pernikahannya dengan nisa .
Beberapa tahun nisa menahan sabar dengan segala ujian dan menahan rasa perihnya karna ketidaksukaan mertuanya terhadapnya , karna sejak awal ibu mertuanya tidak begitu merestui pernikahannya dengan anwar , karna ibu mertua sebenarnya sudah memiliki pilihan sendiri untuk anak semata wayangnya itu .
Selama nisa tinggal bersama mertuanya kerap sekali ibu mertuanya membuat hati nisa terisis perih , sakit dan menyayat hati , seolah yang nisa lakukan selalu salah dimata mertuanya itu , dikarenakan anwar anak semata wayang dan ayahnya pun sudah meninggal sebelum menikah dengan nisa , menjadi alasan utama kenapa anwar memilih mengajak nisa untuk tinggal dirumahnya , walau ia tau tidak ada nya kesukaan ibunya terhadap orang yang iya sayanginya .
Tidak ada hari nisa tak menahan air mata , apapun itu selalu salah dimata mertuanya , bu ratna terlihat sangat dingin sekali orangnya terlebih memiliki mata yang sangat menyeramkan dari kebanyakan orang . terlebih jika anwar pergi bekerja dan tidak ada dirumah , apalagi kalau anwar harus bekerja keluar kota selama berhari hari , mertuanya selalu memperlakukan dengan penuh ketidak sukaan dengan nisa meski dihadapan anaknya sekalipun .
Pernah suatu ketika nisa ketika memasakan sayur untuk ibu mertuanya akan tetapi sayur terebut di lempar begitu saja ke badan nisa dan melukai lengan kirinya tanpa sebab dikarenakan nisa memasakannya sedikit asin . Selalu memakinya jika ada debu di sela lemari bahkan tak heran jika bu ratna menampar nisa meski itu dihadapan anaknya sekalipun .
Terkadang bu ratna sengaja menumpahan makananya ke lantai yang membuat ruangan tersebut menjadi kotor dan meminta nisa untuk membersihkannnya . Anwar sebagai anak dan suami tidak bisa berbuat banyak , terlebih anwar hanya anak tunggal dan ayahnya sudah tiada dan tidak ada yang merawat ibunya di hari tuanya kalau bukan anwar dan nisa , akan tetapi anwar hanya terus menguatkan nisa untuk sabar , kelak akan ada waktunya ibunya akan sayang kepadanya . Namun demikan nisa selalu sabar menjalaninya meski harus menahan luka yang amat mendalam dihatinya , hingga anwar membelikan rumah untuk keluarganya agar istri dan anaknya agar lebih bahagia dan ceria di hari harinya mereka jalani .
Setelah melewati persawahan dan kebun karet tibalah mereka disebuah rumah dua lantai yang memiliki halaman di depannya , dan disampingnya terdapat tanah kosong , dan terlihat dari kejauhan ada rumah warga dan Tertmdapat pohon besar di depan rumahnya yang berjarak sekitar 500 meter , cukup lumayan jauh untuk sekedar menyapa atau berkunjung kerumah tetangga . Di hati nisa pun sedikit tersirat rasa tidak enak dalam benaknya karna rumahnya terbilang sangat jauh dari tetangga dan menurutnya terlalu besar untuk keluarga kecilnya , tapi hal itu dia sembunyikan dikarenakan pasti hal ini akan jauh lebih baik ketimbang harus terus tinggal satu atap dengan mertua yang tidak menyukainya .
Merekapun turun dari mobilnya dan melihat halaman sekitar , sekilas rumah ini sangat asri dengan rumput dan pepohonan di halaman rumahnya , dan terlihat ada ayunan tepat si sisi kanan rumah ini , karna rumah ini sudah dipagar keliling membuatku sedikit lega karna yani masih kecil dan harus diawasi dengan baik . Kulihat lagi ada pohon jambu di belakangnya yang menyabung dengan halaman belakang , dan dibalakang rumah ini tanaman tembakau yang menghampar luas .
"Yani kamu suka rumahnya nak ?" kata anwar
" Aku senang pa , besar rumahnya" kata yani sambil menggendong boneka kesayangannya
" Ayo kita masuk" kata anwar sambil menggandeng nisa istri tercintanya , merekapun membuka pintu dan masuk kedalam rumah barunya , ketika mereka masuk terlihat ruang tamu yang menjular tinggi keatas , dan terdapat satu kamar dibawah dengan ruangan yang luas , akan tetapi sudah lengkap dengan segala furniture nya . Ada satu lemari tua dengan jam besar motif kayu jati disampingnya dan beberapa detik nisa memfokuskan menatapnya, dan menghampirinya .
"Jadi sayang , aku beli rumah ini sudah lengkap dengan isinya , dan kenapa aku tertarik dengan rumah ini , disamping rumahnya besar dua lantai dengan halaman luas kita juga sudah dapat se isinya" kata anwar sambil duduk di kursi sofa yang sedikit berdebu yang sepertinya rumah ini sudah lama sekali tidak di huni .
"Ini kayunya jati semua mas" kata nisa sambil mengelus ukiran lemari jati itu
"Iya , dan itu kalau beli mahal sekali harganya" jelas anwar , nisa pun terus menatap lemari itu
"Tapi apa kamu ngga terlalu jauh mas jaraknya ke kantor kamu dari sini" tanyaku yang kini sambil memperhatikan jam besarnnya
"Ngga apa apa sayang , aku udah memperhitungkan semua resikonya" jelasnya
"Ayo yani kita lihat kamar kamu diatas" kata anwar sambil menggandeng tangan yani
"Ayo pa" kata yani penuh semangat , merekapun menaiki anak tangga yang sedikit melingkar yang tentunya membuat rumah ini terlihat seperti bangunan lama sekali terlihat dari model tangga dan bangunanya .
Terlihat di lantai dua memiliki dua kamar yang ukurannya cukup lumayan besar , dan memiliki kamar mandi di sisi kamarnya , dan terdapat balkon yang menghadap ke belakang rumah dengan pemandangan kebun tembakau . Sebenarnya kamar ini terlalu besar untuk ukuran ana yang masih tergolong masih kecil , tapi tidak mengapa agar yani bisa leluasa bermain dikamarnya .
Dilantai atas mereka bisa melihat ketengah rumah sera ruang tamu dibawah , cukup terasa megah rumah ini dengan jendela yang besar disetiap sudutnya yang memiliki tralis didalamnya .
Setelah mereka membereskan semua barangnya merekapun mulai membersihkan rumahnya , dikarenakan rumah ini terlalu besar nisa pun berinisiatif melanjutkan esok hari . Malam harinya mereka pun makan malam dengan penuh keceriaan .
"Alhamdulillah sekarang kita sudah punya rumah sendiri ya mas" kata nisa sambil menikmati makan malam nya
"Iya sayang , rumah ini semoga menjadi berkah untuk kita semua ya" kata anwar sambil tersenyum bahagia
"Amin..." kata nisa dan yani
Setelah itu mereka pun beristirahat pada malam itu , keesokan harinya andipun sudah siap dengan pakaian kantornya yang rapih sambil memakai dasi
"Mah , papa pergi kerja dulu ya" teriak anwar
"Iya mas sebentar" nisa pun bergegas menyelesaikan tugasnya didapur
"Kamu hati hati ya mas" kata nisa sambil merapihkan dasi suaminya
"Aku sayang kamu" kata anwar sambil memeluk nisa , dan nisa membalas pelukan hangat dari suaminya itu , dan anwar mencium kening istrinya , yani pun turun dari kamarnya
"Papa mau berangkat kerja ya" kata yani sambil berlari kecil
"Iya princes papa sayang , kamu jangan nakal ya , bantu mama beres beres ya , dan jangan keluar dulu , inget yah sayang , kamu kunci gerbangnya setelah aku pergi , sepulang kerja aku belanja bahan makanan biar aku sekalian keluar , kamu list aja nanti kirim pesan ke aku karna disini kemungkinan agak sedikit jauh kalau mau belanja bahan bahan" pertegas anwar
"Iya mas" jawab nisa lembut , dan anwar pun berangkat kerja , nisa pun langsung mengunci gerbangnya yang terbuat dari besi yang terlihat sudah usang dimakan usia .
Dalam hati nisa , ingin sekali rasanya dia menghampiri tetangganya yang paling dekat dengan rumah nya , tetapi dia mengingat bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dia lakukan dirumahnya , dan mungkin lain waktu untuk berkunjung kerumah tersebut . nisa pun membersihkan kembali rumahnya dan dibantu yani anaknya .
"Yani , bantu mama ya , dan ingat yani ngga boleh keluar rumah walaupun dihalaman tanpa seizin mama" tegas nisa
"Iya ma" kata yani sambil mengangguk kecil , dan merekapun mulai membersihkan rumah . Seisi rumah dia bersihkan tak luput lemari dan jam kayu yang masih berfungsi dan berbunyi setiap jam nya .
Siang hari nya retno memutuskan untuk beristirahat setelah solat duhur , yang sebelumnya menidurkan ana terlebih dahulu .
"Kreekkk.....kreeekkk.... kreekkk..." terdengar suara lemari kayu yang dimainkan , nisa pun terbangun dari tidurnya
"Ana , jangan main main sayang" kata nisa di dalam kamar yang berada di lantai bawah , namun tak ada jawaban
"Kreeekk...kreekkk...krekk..." terdengar lagi suara itu dan membuat nisa sedikit kesal
"Yani mama bilang jangan main main disitu" kata nisa sambil membuka kamar nya , namun kaget ternyata tidak ada siapa siapa disana .
"Yani" kata nisa lirih , untuk memastikan . nisa pun segera ke lantai atas untuk melihat anaknya , dan terlihat yani ternyata sedang tidur dikamarnya sambil memeluk boneka kesayangannya . nisa pun berfikir sejenak , dalam benaknya , siapa yang memainkan lemari kayu tadi , namun nisa berfikiran positif saja mungkin perasaannya saja .
Sampailah malam hari , tepat pukul 7 malam anwar tiba , anwar mmang sering pulang malam karna pekerjaannya yang banyak dikantornya , terlebih jarak rumahnya dengan kantornya saat ini berjarak lebih jauh dari biasanya . Karna anwar membawa kunci gerbang diapun segera membuka gerbangnya dan masuk memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya , nisa dan yani pun menyambut anwar dengan sangat gembira , walau telah terjadi kejanggalan dirumahnya siang tadi tapi dia sembunyikan itu dari anwar , karna menurutnya itu hanya perasaannya dia saja dan tidak mau menjadi pikiran suaminya .
"Papa...." sambut yani di depan rumah
"Selamat malam sayang" sapa anwar dan langsung memeluk anaknya
"Malam mah" sapa anwar kepada istrinya dan memeluknya , merekapun lekas masuk dan mengunci rumahnya setelah nisa mengambil beberapa belanjaan pesananya yang ada di dalam mobil , dan merekapun melanjutkan dengan makan malam bersama .
Keesokan harinya anwar melakukan aktifitas seperti biasanya , dan kali ini nisa sibuk dengan urusan rumah tangganya , terdengar olehnya suara tawa yani yang terdengar jauh darinya .
"Yani" panggilnya
"Yani" sekali lagi dia memanggilnya
Namun yani tak kunjung menjawabnya , nisa pun mencari kekamarnya namun tidak ada yani dikamar , lantas dimana ana pikirnya , diapun berlari kebawah dan keluar rumah , dan nisa melihat yani yang sedang bermain di ayunan , lantas mengapa dia tertawa .
"Yani , sedang apa kamu disitu ?" kata nisa sambil menghampiri anaknya
"Ayo masuk" kata nisa sambil menggandeng tangannya , sepintas yani melihat ke ayunan itu , tetapi nisa terus membawanya masuk , dan membawanya ke kamar .
"Yani , mama udah bilang yani jangan keluar rumah kalau tidak seizin mama" kata nisa sambil mendudukan yani di kasurnya
"Tapi aku kan lagi main ma" jawab yani polos
"Mainnya didalam rumah aja ya nak" tegas nisa
"Tapi dia ngajak aku main ma" kata yani
"Dia siapa nak ?" kata nisa sedikit heran
"Yang tadi main sama aku di depan" jawabnya
"Tadi ngga ada siapa siapa disana" jelas nisa
"Ngga ma tadi dia disana" jawabnya tegas , jawaban yani membuat nisa semakin heran
"Udah sekarang yani ngga boleh keluar keluar lagi ya" tegas nisa dan yani pun mengangguk
"Sebelum mama kesini , yani tidak boleh keluar kamar" pinta nisa kepada anaknya
"Iya ma" jawab yani
Nisa pun langsung menutup pintu kamar nya dan dia bergegas keluar kembali mengecek siapa yang mengajak yani bermain diluar rumah , sekeliling rumah nisa cek namun tidak ada siapa siapa disana . Nisa terus gelisah atas apa yang terjadi dengan anaknya dia ingin sekali memberi tahu suaminya atas apa yang terjadi kepada yani barusan , tetapi niat itu dia urungkan dikarenakan takut mengganggu pekerjaan suaminya , dia pun bernisiatif akan memberi tahu suaminya ketika pulang nanti .
Sore hari anwar pun telepon nisa , mengabarkan bahwa dia pulang akan telat dikarenakan harus menyelesaikan laporannya malam ini juga . Ketika malam harinya nisa pun makan malam hanya berdua dengan yani tanpa suaminya anwar .
"Papa ko belum pulang ma" tanya yani sambil menyantap makanan malam nya
"Iya nak , papa sibuk dikantor" kata nisa sambil memperhatikan anaknya makan dengan lahap
"Yani , mama bilang sekali lagi sama yani jangan keluar rumah kaya tadi lagi ya" jelasnya
"Iya ma" jelas yani
Setelah makan malam yani pun langsung dibawa ke kamarnya untuk segera tidur . nisa pun pergi ke kamar nya dengan masih memikirkan perihal anaknya siang tadi . Waktu pukul jam 9 malam namun anwar belum kunjung datang , nisa pun mulai merebahkan badannya kekasur , namun tiba tiba yani teriak di dalam kamarnya , nisa pun bergegas keluar kamar dan berlari keatas menuju kamar yani
__ADS_1
"Yani kamu kenapa nak ?" kata nisa panik dengan anaknya yang sedang menangis diatas kasurnya sambil memeluk boneka kesayangannya
"Aku gak mau main" kata yani sambil menangis
"Main sama siapa , siapa yang ngajak kamu main ?" kata nisa semakin panik dengan tingkah anaknya
"Dia ma , aku udah bilang ngga mau main lagi sama dia , aku mau tidur tapi dianya maksa aku dan rebut boneka aku" jelas yani
"Dia dimana nak ?" tanya nisa penasaran
"Tadi dia disini , terus pergi keluar ma"
Nisa segera berlari keluar kamar nya dan mengecek seluruh ruangan dilantai dua termasuk balkon rumahnya , namun tidak ada siapa siapa disana , nisa pun kembali ke kamarnya yani , dan menenangkan yani yang masih menangis
"Sudah mama disini temenin yani ya , sudah hapus air matanya , yani tidur ya , mama disini temenin yani"
Yani pun tertidur kembali . Tak berselang lama anwar pun datang nisa pun segera membukakan pintu untuk suaminya , dan dia berniat akan memberitahukan kejanggalan yang dialami oleh yani hari ini dirumahnya setelah anwar selesai mandi . Belum sempat nisa memberitahukan apa yang terjadi anwar pun berkata sesuatu kepada istrinya seusai mandi
"Ma, aku ada urusan mendadak harus ke surabaya pagi ini , beberapi hari disurabaya dan aku harus berangkat jam 5 pagi karna pesawatnya pagi pagi" jelas anwar yang mulai merebahkan tubuhnya dikasur , nisa pun mengurungkan niatnya memberitahu suaminya apa terkait hal yani , dan nisa pun mengiyakan walau ada yang mengganjal di dalam hatinya .
Keesokan paginya anwar pun berangkat pagi pagi sekali setelah subuh . setelah nisa sibuk memasukan barang barangnya ke dalam koper untuk persiapan beberapa hari kedepan disurabaya . Setelah anwar berangkat nisa pun segera membangunkan yani dan segera memandikan dia . Kali ini nisa mendudukan yani di meja makan sambil membawa mainanya , agar dia anteng dan tidak kemana mana lagi , dan nisa bisa memantau anaknya kali ini sambil mengerjakan kerjaannya didapur untuk menyiapkan sarapan untuknya dan anaknya .
Setelah selesai sarapan nisa pun berniat membeli bahan makanan , karna anwar akan beberapa hari di surabaya dan stok mulai habis dan nisa berniat membeli sayuran dan ikan disekitar sini , karna bingung nisa pun berniat untuk bertanya kepada tetangga baru nya itu sekalian untuk berkenalan . nisa menggendong yani dan mengambil kunci gerbang dan nisa pun berjalan menuju rumah tetanganya . Dari depan tampak rumah tua yang terdapat pohon besar di depannya , terlihat sangat sepi sekali rumah ini , tapi kuberanikan diri untuk mengetuknya suapa tau ada orang didalamnya .
"Tok..tok..tok , assalamualaikum" salamnya setelah beberapa kali diketuk keluarlah seorang ibu ibu yang umurnya nisa taksir sekitar umur 60 tahunan
"Waalaikumsalam" jawab ibu itu dari dalam
"Mau cari siapa mbak ?" tanya ibu itu kepada nisa
"Ibu saya nisa yang tinggal dirumah sebelah" jelas retno memperkenalkan dirinya
"Oh iya silahkan masuk" katanya sambil membukakan pintunya dan terlihat jelas sekali rumah tua dengan didalamnya yang memiliki perabotan yang sudah sangat usang dan terlihat dingin sekali rumah ini seperti tidak ada kehangatan didalamnya , nisa pun duduk sofa yang terlihat sudah banyak yang bolong disetiap sudutnya yang menandakan terlihat sudah lama sekali umur sofa ini .
"Sebentar ya saya buatkan minum dulu" kata ibu itu sambil berjalan kedapurnya
"Tidak usah ibu saya hanya mampir sebentar" kata nisa
"Udah tidak apa apa saya buatkan teh dulu" tak lama ibu itupun membawakan dua cangkir teh , dan dia duduk dihadapan nisa
"Perkenalkan saya bu narsih" katanya memperkenalkan dirinya
"Ada yang bisa saya bantu mbak ?" tanyanya
"Oh iya bu saya mau belanja bahan sayuran tapi saya belum tau harus beli dimana disini" jelas nisa
"Oh begitu , kebetulan saya juga belum beli juga , biasanya saya tidak tiap hari membeli sayuran , maklum saya tinggal sendiri disini , suami saya sudah tidak ada , anak saya satu dan ikut suaminya di kota" jelasnya
"Oh begitu bu , kalau disini masih jarang rumah ya bu" kata nisa sambil memegangi yani dipangkuannya
"Iya masih jarang , ada tapi diujung sana ada kampung terakhir lumayan ramai penduduknya , kalau dipinggir jalan ini sangat jarang , tapi sebelum persawahan disana sudah banyak rumah , saya sendiri sudah biasa disini , saya kerja dikebun tembakau dibelakang ini , yah meski punya orang lain" jelasnya yang membuat nisa sedikit iba melihat keadaan bu narsih yang seorang diri
"Berarti sebelum saya kesini ibu sendirian di kampung sini" kata nisa
"Oh iya mbak , ya namanya juga udah terbiasa sendiri" jawabnya
"Dulu rumah saya itu siapa yang punya bu" tanya nisa
"Dulu rumah itu punya pak pati , dia sebenar nya tinggalnya dikota , karna dia punya lahan tembakau yang sangat luas disini , akhirnya dia membuat rumah ini disini yang sekarang menjadi rumah mbak" jelas bu narsih
"Terus sudah berapa lama kosong rumah itu bu" tanya nisa penasaran
"Sekitar sepuluh tahun" jawab bu narsih
"Sudah lama juga ya bu , apa pernah ada yang mengisi rumah itu sebelum saya bu" tanya nisa kembali
"Pernah , tapi hanya satu bulan" jelasnya
"Kenapa bu ?" tanya nisa makin penasaran
"Ya sudah bu ayo kita beli sayuran" ajak nisa dan merekapun berjalan menuju tempat yang berjualan sayur mayur , ternyata jika berjalan kaki cukup jauh , melewati hamparan lahan tembakau dari rumah sekitar 15 menit , dan memang disini lebih banyak rumah warga ketimbang dilingkungan rumah nisa , terbayang oleh nisa tinggal sendiri di sana sebelum aku tiba disini .
Setelah sampai disana terlihat banyak sekali ibu ibu yang sedang berkumpul membeli sayuran , dan seperti kebanyakan ibu ibu lain , pasti membicarakan sesuatu .
"Masa sih bu , itu kan rumah kosong ?" terdengar siup siup pembicaraan mereka
"Bener bu , tanya bu asih , kata bu asih suaminya bilang pas mau berangkat ke pasar subuh subuh ada mobil yang keluar dari rumah itu" jelasnya
Yang membuat retno mengerutkan dahi , sebenarnya siapa yang mereka bicarakan . Jika dilihat dari ciri cirinya seperti membicarakan nisa , tapi nisa berfikiran positif saja , karna tidak mungkin mereka membicarakan nisa , nisa dan keluarganya belum kenal dengan mereka semua .
"Ekhheeeemmm" dekheman bu narsih membuyarkan obrolan mereka semua
"Eh bi narsih" kata salah satu warga disitu
"Pada beli apa nih ibu ibu ?" tanya bu narsih membuyarkan obrolan mereka
"Biasa bu sayur , sama ikan" jawabnya
"Ini kenalkan tetangga baru saya" kata bu narsih , sontak yang lain seperti terkaget sejenak , dan nisa pun menjulurkan tangan untuk berkenalan
"Saya nisa , salam kenal ya ibu ibu semua" kata nisa sambil tersenyum setelah bersalaman , dan tak lama ibu ibupun lantas langsung membayar dan membuyarkan diri masing masing . Setelah selesai belanja merekapun segera pulang dijalan nisa sempat bertanya kepada bu narsih
"Bu , apa yang dimaksud ibu ibu tadi membicarakan saya ya kan saya baru kenal dengan mereka" jelas nisa
"Ngga ko mbak , biasalah ibu ibu itu suka begitu emang , suka becanda" jelasnya
Nisa pun semakin terheran dengan hal ini , sebenarnya ada apa dengan dia dan kenapa dia dibicarakan ibu ibu disini sedangkan kenal saja belum . Pikiran nisa terus membayangi hal tersebut sambil menggendong yani mereka melangkahkan kaki menuju rumah , dan sesampainya di depan rumah bu narsih retnopun berhenti sejenak dipinggir jalan
"Bu , boleh ngga saya ngundang bu narsih kerumah saya buat makan malam nanti , suami saya lagi keluar kota , sepi rasanya jika makan malam hanya berdua" kata nisa
"Saya takut merepotkan mbak retno" kata bu narsih malu
"Saya justru senang bu" jelas nisa
"Baik kalau begitu setelah magrib saya kerumah mbak nisa" jawab bu narsih
Retnopun tersenyum lega , setidaknya ada orang lain dirumahnya yang membuat hatinya tenang .
Benar saja , setelah magrib bu narsi pun datang , dia memukul mukul gerbang besi depan , dan nisa langsung membukakan pintu gerbangnya .
"Mari bu masuk" sapa nisa sambil menggendong anaknya yang tidak ia lepaskan kemanapun , dan nisa segera mengunci kembali gerbang tersebut .
"Mbak , setelah bertahun tahun saya baru pertama kali masuk kedalam rumah ini" jelas bu narsih sambil melihat semua ruangan
"Berarti bu narsih sebelumnya tidak pernah masuk rumah ini" tanyanya
"Belum mbak sama sekali , sewaktu dulu yang punya rumah ini sangat terutup sekali dengan warga sekitar , kalau ada apapun pasti hanya sampai gerbang saja dan dulu ada pos jaga didepan , dan pos didepan dibongkar sebelum rumah ini ditempati sama orang yang kedua" Kata bi narsih menerangkan sejarah rumah ini sambil berkeliling melihat seisi rumah , dan nisa pun sambil mengikuti kemana langkah bu narsih .
"Bu mari kita makan dulu , sudah saya siapkan di meja" dan mereka pun segera makan , setelah makan nisa pun mengajak bercengkrama mengenai desa ini , dan nisa menyuruh bu narsih untuk menginap saja malam ini .
"Tidak bisa mbak , saya harus memisahkan tembakau yang sudah kering , biar besok pagi bisa diambil" kata bu narsih
"Yah , padahal saya cuma berdua malam ini" kata nisa sedikit kecewa , tapi ya sudahlah tidak apa apa
Setelah bu narsih pulang , nisa segera menidurkan yani , kali ini yani tidur dikamar bawah . nisa pun memberi pesan kepada suaminya sekedar menanyakan kabarnya , namun sudah menunggu balasan beberapa lama tak kunjung dibalas , sepertinya anwar masih sibuk dengan kerjaaannya , dan dia urungkan untuk menelpon katna takut mengganggu suaminya , dan diapun tertidur sambil memeluk yani .
"Kreeek.... Kreeeek... Kreeekk" suara itu terdengar lagi , nisa pun terbangun dan penasaran bercampur kesal dengan siapa dibalik semua ini , nisa melihat jam dikamarnya , tepat pukul 01.00 dia memberanikan dirinya untuk melihat ke luar kamarnya . Dalam hatinya siapa yang bermain main dengannya , ketika dia buka pintunya , sumbernya di lemari jati ini , ternyata benar , lemari ini yang menimbulkan suara , perlahan ia dekati temari tersebut , dengan rasa yang membuat jantungnya berdegup kencang , kini semakin dekat ia dengan lemari dan kini menjulurkan tangannya , lemari itu tetap membuka dan menutup sendiri , kini dia meraih lemari itu , dan pada saat dia buka.........
"Aaaaaaaaaaaaaaaaaarrgggggghhhhhh"
Terlihat sosok anak kecil dengan wajah yang menua dengan mata hitam besar sedang berada di dalam lemari dan seketika dia langsung menatap nisa dengan tatapan tajam penuh dengan amarah . nisa langsung tersungkur jatuh kebawah , seketika sosok itu keluar dengan merangkak . nisa kini berusaha untuk menjauah dengan segera mundur , namun sosok itu mendekat dan semakin mendekat dengan merangkak , nisa benar benar ketakutan dan kali ini dia menjerit lagi .
"Aaarrggghhhhhhhhh..........." seketika nisa teriak dengan kencang
"Brrruuuukkkk......" ada benda jatuh begitu kencang dan seketika nisa terbangun . Ternyata dia hanya bermimpi , tapi itu seperti nyata sekali .
Dia sandarkan tubuhnya dan terduduk lemas dengan apa yang barusan dialaminya yang seperti nyata , dia menutup kedua matanya dengan tangannya , dan tiba...tibaaaaaaaaaa.......
__ADS_1
"Kreeeeekkk.... Kreeeeeekkk... Kreeeekkkk...." seketika jantung dia ingin copot mendengar suara itu , karna apa yang ada didalam mimpinya kini akan menjadi kenyataan . Karna dia baru saja mengalami hal itu , dia takut akan hal yang ada di dalam mimpinya akan menjadi kenyataan . nisa kini memeluk anaknya , dan dari arah jendela sayup sayup terlihat dibalik gorden kamarnya yang membayang dari sinar lampu teras rumahnya , ada sesuatu yang melompat lompat . Kini nisa benar benar memperhatikan dengan seksama dan ia benar benar membuka matanya besar besar , dan benar saja apa yang ada di dalam pikirannya , Benar itu sosok pocong walau hanya bayangan dia tau bentuknya pocong sungguhan .
Gangguan apalagi ini , tak sanggup rasanya dia melihat apa yang dia lihat lemas rasanya diri ini , dan tiba.... tibaaaaaaaaaa.............. Sosok itu menghentikan lompatannya , tepat di tengah jendela dan yang lebih menyeramkan ia menggeser posisinya dan kini........... tepat menghadap kamar nisa . Nisa langsung membaca ayat kursi dan membaca apa yang dia bisa , dia terus memeluk anaknya dan ia pejamkan matanya , ketika ia membuka matanya lagi ternyata sosok itu jelas masih terlihat , nisa langsung menutup badannya dan anaknya dengan selimut , dengan nafas yang terengah engah rasanya sedikit sekali oksigen didalam selimut ini .
Setelah itu nisa seperti merasakan sesuatu di dekatnya entah ini perasaannya saja karna ketakutan atau memang benar adanya . Dia seperti merasakan ada yang menempel dipunggung belakangnya , karna posisi nisa miring sambil memeluk anaknya yani . Nisa tak berani membalikan wajahnya karna takut sesuatu terjadi padanya , tiba... Tibaaa............
"Aaaarrgghh...." lirih namun terdengar jelas suara itu membuat nisa mau tidak mau untuk melihat apa yang ada dibelakangnya . Dia pejamkan matanya terlebih dahulu , dan nisa mulai membalikan badannya dan kini mulai membuka sedikit demi sedikit matanya , dan dia seketika langsung membuka matanya lebar lebar karna apa yang dia lihatnya barusan diluar jendela kini sedang berbaring disampingnya den kini bahkan saling bertatapan lengkap dengan kapas di hidungnya dengan wajah yang menyeramkan dengan kain yang lusuh , seketika nisa pun pingsan .
Keesokan harinya yani membangunkan mamanya dikarenakan yani terlebih dahulu bangunnya dan terlihat hari sudah mulai terang .
"Mama mama bangun mama , mama ayo bangun"
Nisa pun terbangun dengan kondisi kepala yang amat sangat berat sekali , dia sempat terfikirkan bahwa yang terjadi itu hanya mimpi . Tapi jelas sekali bahwa yang dianrasakan itu memang nyata . nisa pun terbangun dari pingsannya yang disadarkan oleh anaknya , dia paksakan bangun walau menahan rasa sakit di kepalanya dan melakukan aktifitas seperti biasa . Dari pagi sampai siang dia terus memikirkan hal semalam , akhirnya tak bisa dia tahan lagi dan segera memberi tau suaminya jika dia merasakan terjadi keganjalan dirumah barunya .
"Mas , maaf aku mengganggu kamu mas" kata nisa dengan nada sedikit panik
"Sayang aku nanti sore telepon balik ya" jawab anwar di ujung telepon
"Mas... mas... mas anwar..." dan telepon pun di tutup
"Ya allah mas , aku sedang butuh kamu" kata nisa sambil memegangi kepalanya dan ia sendekan kepalanya ke sofa ruang tamu , ketika sedang menahan kekesalah dengan suaminya , yani pun teriak dari kamarnya
"Aaaaaargghhhh " teriak yani di dalam kamarnya
"Yani..." teriak nisa dan langsung berlari ke atas
"Kenapa sayang kamu kenapa ?" nisa pun merangkul tubuh yani yang merasa ketakutan hebat
"Aku takut aku takut" kata yani dan terus seperti itu
"Kamu takut apa sayang ?" kata nisa sambil memegangi wajahnya
"Liat mama liat mama" kata nisa sambil menatap mata yani
"Aku takut tadi ada nenek nenek serem" kata yani
"Dimana ana dimana ?" kata nisa penasaran
"Di pojok situ ma" kata yani sambil menunjuk kearah pojok kamar nya disebelah lemari pakaiannya .
"Sudah yani , yani turun aja , selama ngga ada papa yani jangan di kamar ya , yani di kamar mama aja , tidurnya sama mama" jelas nisa dan yani pun menurutinya , dan merekapun lekas turun dari atas .
Ditambah kejadian yani , nisa semakin berat untuk memikirkannya , terlebih suaminya sampai saat ini tidak menghubunginya . Nisa sudah pasrah dengan keadaan , tidak mungkin dirinya pergi dari rumah ini , karna tidak ada kendaraan untuk pergi dan tidak adanya kendaraan umum yang masuk ke desa ini . Ingin rasanya aku mengajak bu narsih menemaniku disini , tapi bu narsih kalau malam sibuk dengan pekerjaannya dan aku tidak memaksakan itu .
Ketika malam tiba kali ini nisa menutupi gordennya dengan yang lebih gelap agar tidak terlihat apapun di luar sana , dan dia nyalakan lampu malam ini walau dia tidak suka dengan terang jika tertidur , dan terus memeluk yani . Nisa gelisah dan tidak bisa tidur , tepat pukul 9 malam anwar telepon , nisa sempat kesal dengan anwar , tapi rasa kesalnya ia tutupi dan lebih baik tidak membicarakan hal apapun ke suaminya biar kejadian ini dia telan mentah mentah saja berdua dengan yani , yang sedari dulu sudah terbiasa dengan memendam rasa sakit sesakit apapun .
Pengalaman di asa itu menjadikan dia lebih kuat dengan segala rintangan, menurutnya mertuanya lebih menyeramkan ketimbang apa yang sudah ia lihat semalam .
"Iya mas ?" kata nisa lirih
"Maaf aku baru kabarin , tadi aku sibuk sekali" jawab anwar
"Iya gak apa apa mas" jawabnya lirih
"Yani sudah tidur ?" tanyanya
"Sudah mas" jawab nisa tidak bersemangat
"Kamu sakit sayang ?" tanya anwar
"Ngga ko mas aku cuma ngantuk aja" kata nisa menyembunyikan semua dari anwar
"Ya sudah kamu tidur ya , aku besok pulang" katanya
"Iya mas" jawab nisa
Dengan keadaan kecewa dan sudah tidak bersemangat lagi membicarakan hal ini dengan suaminya . Terlebih dulu ketika nisa ketika dimaki ibu ratna mertuanya retno tidak pernah memberitahukan kepada suaminya walau terkadang mertuanya memarahi nisa di hadapan anak dan suaminya , tapi anwar pun tidak bisa apa apa hanya memberikan sebuah kata sabar . Untuk itu lebih baik nisa diam dari pada menambah beban pikiran suaminya .
Disaat nisa termenung suara lemari itupun terdengar lagi dengan suara yang sama , namun kali ini nisa memilih terdiam saja dan mendiamkan hal itu . Semakin lama semakin cepat nisa pun menutup bantalnya dengan telinga , ketika itu terdengar suara
"Pergi...pergii.." lirih namun berat
Nisa melihat dihadapannya berdiri seorang perempuan dengan memakai putih rambutnya panjang sampai kebawah matanya hitam dan dan mentap tajam kearah nisa , sontak nisa terkaget kaget melihatnya , dan seketika nisa menutup mulutnya agar tidak menjerit dan membangunkan anaknya
"Kamu mau apa ?" nisa pun berusaha untuk memberanikan diri walau sebenarnya tak kuat melihat sosok menyeramkan ini
"Pergi.... " katanya dengan nada marah
"Tidak ini rumahku , kamu yang pergi" kata nisa lirih namun tegas agar tidak membangunkan yani
"Pergi...." katanya semakin jelas
Nisa pun membaca ayat ayat kursi dan dia tetap menyuruh pergi dan lama kelamaan sosok itupun hilang , kini nisa mulai berani menghadapi hantu hantu dirumahnya , dan ia pun tertidur tanpa gangguan lagi .
Keesokan harinya yani selalu ada di depan nisa , tak pernah ia tinggalkan , nisa menunggu suaminya . Tetapi anwar mengabarkan bahwa pesawatnya jam 5 dari surabaya yang menandakan bahwa sampai rumah malam hari . Malam harinya selepas nisa dan yani makan malam nisa segera tidur , dia harus segera menidurkan yani agar tidak terjadi sesuatu , cukup nisa yang tau saja anaknya jangan . Ketika dia tertidur juga terdengar seperti suara ledakan kecil , nisa sampai bangun , lalu disusul suara piring yang dimainkan dengan sendok , kini lemari yang seperti biasa dibuka tutup , dan terdengar jelas oleh nisa suara cekikikan kuntilanak yang membuatnya merinding seluruh tubuh ditambah dengan suara
"Pergi..." yang semakin jelas dan begitu menjadi banyak suara tersebut tidak hanya satu aku merasakan puluhan suara bahkan lebih dari itu nisa pun segera mengambil yani tak lupa dia mengbil hp dan kunci gerbang , yani pun mendengar hal itu dia ketakutan dan terus menangis , nisa menggendong yani keluar , ketika aku buka pintu aku terkejut , ketika melihat ratusan sosok berkumpul di lantai bawah rumahnya dan berteriak
"Pergi... Pergi...pergi..."
Nisa berlari menuju pintu namu ada sosok pocong yang ia temui semalam , nisa menjerit sambil menutup mata anaknya dan dia tak perduli lagi , dia buka kunci pintu dengan susah payah dan akhirnya nisa keluar rumah . Pada saat digerbang dia menurunkan yanj dan dia kempit anaknya dengan kedua pahanya , dia segera membuka gemboknya namun sangat sulit sekali , tangan nisa semakin bergetar hebat , terlihat hantu hantu itu keluar rumah seolah mengikuto nisa dan semakin mendekat nisa pun berteriak dan yani terus menangis , pada akhirnya gembok pun terbuka , dia langsung menggendong anaknya dan berlari menuju rumah bu narsih . Nisa terjatuh karna tersandung dan terjatuh yani pun ikut tersungkur dan terjatuh , kembali dia mengambil yani dan terus berlari dengan nafas yang mulai habis .
"Dor...dor...dorr.... Bu narsih , tolong bu..." teriak nisa
Namun tak kunjung dibukakan , nisa pun terus menggedor pintu rumah bu narsih meminta pertolongan , dan pintupun terbuka
"Iya mbak ada apa ?" kata bu narsih
"Tolong saya dan anak saya bu" kata nisa
"Iya ada apa mbak nisa ?" tanya kembali
"Dirumah saya banyak setannya bu , saya minta tolong untuk sementara disini sampai suami saya datang" pinta nisa
"Ya sudah masuk" kata bu narsih , ketika memasuki rumah bu narsih jika malam begitu menyeramkan ditambah penerangan yang begitu minim diluar maupun di dalam , dan setiap kamar nya sangat gelap , ketika nisa sudah duduk di sofa bu narsihpun mengunci pintunya .
"Sebentar saya ambilkan minum" kata bu narsih dan langsung menuju dapur yang gelap , tercium aroma yang asing sekali buat nisa , dan kali ini menusuk sekali dihidungnya . nisa penasaran dicarilah sumber aroma itu , ternyata berasal dari balik kamar bu narsih yang tertutup kain saja , nisa akhirnya memberanikan diri untuk membukanya . Nisa tercengang ketika ada dupa dan kemenyan yang dibakar dan terdapat keris dan yang paling nisa kaget adalah adanya foto yang berukuran besar di depan dupa tersebut , yaitu foto rumahnya tampak depan dengan warna hitam putih .
"Mbak ngapain buka buka kamar saya ?" suara bu narsih mengagetkanku
"Tidak sopan mbak dirumah saya" kata bu narsih dengan nada tinggi
"Itu maksudnya apa ya bu , ko ada dupa dan kemenyan , dan ada foto rumah saya" tanya nisa penasaran
"Tidak ada rumah mu , itu dulu tanahku" kata bu narsih
"Maksudnya apa bu ?" tanyanya
"Yang sekarang menjadi rumahmu , dibawahnya terdapat tanah miliku yang di akui dan dimenangkan pengadilan dulu sampai sampai suamiku jatuh sakit dan meninggal karna memikirkannya . aku tidak terima lalu aku panggil arwah arwah untuk siapa saja yang menempati rumah itu akan terganggu dan pergi dari rumah itu" jelas bu narsih dengan nada tinggi
"Jahat sekali bu narsih dengan keluarga saya" balas nisa
"Kamu tidak tau betapa sedihnya aku ketika kehilangan hak ku dan suamiku" katanya masih dengan nada yang sama
"Aku laporkan tindakan bu narsih ini kepada polisi" ancam nisa , bu narsih pun ketakutan akan hal itu
"Kubunuh kau" kata bu narsih dan gelas yang dia bawa dia layangkan kepada nisa tepat dikepanya , yani pun menangis melihat mamanya kini berlumuran darah . Ketika nisa tersungkur bu narsih pun berusaha meraih yani yang sedang duduk di sofanya , namun kaki bu narsih bisa diraih niaa dan menariknya sehingga bu narsih pun tersungkur jatuh ke lantai
"Bajingan" kata bu narsih yang semakin memarah , lalu bu narsih menendang kepala nisa dan membuat retno semakin kesakitan . Bu narsih kini memegang yani , nisa sekuat tenaga untuk bangkit namun sulit , tapi ia paksakan , bu narsih hendak membawa yani ke kamarnya aku pun segera mengambil pecahan beling yang ada disampingku dan aku gibaskan ke kakinya , membuat bu narsih berdarah dan tersungkur
"Yani pergi..." teriaknya dengan nada berat sekali dan yani berhasil menjauh dari bu narsih dan mendekat ke mamanya dan nisa melindungi anaknya
"Bajingaaaann kamu nisa" bu narsihpun hendak berdiri namun retno menyabetkan pecahan beling itu ke pinggangnya bu narsih dan kini bu narsih mulai kesakitan tapi dia meraih pecahan beling lainnya dan ingin membalas dan menyabetkannya ke wajah nisa , tapi nisa lebih dulu menusukannya ke leher bu narsih , dan bu narsih pun tak berdaya , nisa merasa lega anaknya tidak apa apa , dan dia mendengar yani yang menangis dan tersungkur lemah dilanta dan yani pingsan dan tak sadarkan diri . Tak selang lama hp nisa pun berbunyi dan segera yani meraihnya dari saku mamanya , ternyata anwar yang telepon dia heran kalau gerbang dan rumahnya tidak dkunci dan tidak ada nisa dan yani dirumah . Yani pun mengangkat dan memberitahu papanya bahwa dia berada di rumah sebelah dan mamanya terluka . Anwar pun bergegas kerumah tetangganya dan melihat kondisi istrinya yang penuh dengan luka .
Anwar langsung membawa anak dan istrinya kerumah sakit malam itu juga , beberapa hari kemudian nisa tersadar dan anwar meminta maaf kepada nisa dan berjanji akan menjaga dia dan anaknya mulai saat itu . Dan sejak kejadian itu anwar sering mengundang tetangga untuk selametan durumahnya . Dan seiring berjalannya waktu setan setan itupun pergi dengan sendirinya .
Dan anwar memutuskan untuk menjaga anak dan istrinya dia memilih untuk keluar dari pekerjaannya dan memilih untuk usaha konveksi dirumah , dan anwar mengalami kemajuan pesat dan kini anwar dan istrinya membangun tempat sendiri di halamannya , dan agar rumah itu terasa ramai setiap saat anwar pun membuat sistem shift , agar malam pun tetap ramai dirumahnya yang menghangatkan keluarganya dari gangguan apapun . Kini mereka hidup bahagia tanpa gangguan apapun
__ADS_1