Kumpulan Cerita Horor

Kumpulan Cerita Horor
Episode 25


__ADS_3

Nama ku aulia , aku hanya gadis biasa profesi ku sebagai penyanyi dangdut , dan hanya penyanyi dangdut jalanan . Terkadang aku di ajak bernyanyi di hajatan atau pesta orang kawin saja , yah lumayan lah walau sedikit bisa membiayai hidup ku yang sebatang kara di kota yang besar ini .


Suatu hari aku kondangan di acara pernikahan teman ku , ku lihat penyanyi dangdut di hajatan teman ku itu tidak lah cantik , suara nya juga biasa saja tapi kenapa para pria sangat bersemangat memberi saweran pada dia .


Hhmmm... apa mungkin dia pakek susuk pikir ku , karna penasaran aku pun menemui dia di belakang pentas dan memberanikan diri untuk bertanya .


"Maaf mbak , boleh kenalan ?" tanya ku


"Boleh , nama ku ami.. siapa nama mu ?" kata mbak ami


"Oh nama saya aulia , saya juga penyanyi dangdut" kata ku


"Oh.. sama donk" jawab mbak ami . Wanita di hadapan ku ini sangat ramah aku jadi segan ingin bertanya hal yang pribadi .


"Kok diam ?" tanya mbak ami membuat lamunan ku buyar .


"Eh , iya mbak ini.. anu.. mbak..." kataku


"Anu apa ?" kata mba ami memotong ucapan ku .


"Kamu pasti penasaran pada ku kan ?" kata mba ami


"Hehe.. kok mbak tau" jawab ku


"Aku menggunakan susuk" kata nya berterus terang


"Apaaa....!!!" teriak ku tanpa sengaja karna sedkit terkejut dengan keterbukaan mbak ami .


"Apa kamu mau seperti ku ?" kata mba ami menawarkan , aku pun terdiam sesaat .


"Tidak mbak.. saya tidak berani" jawab ku


"Ya sudah" kata mba ami sambil berlalu


Aku pun keluar dari kamar rias mba ami sambil berpikir , mana mungkin aku mau pasang susuk seperti mba ami itu . "hah... kagak.. kagak.." pikir ku .


Besok nya aku mendapat kabar bahwa nenek ku meninggal dunia dan nenek ku tidak punya keluarga selain aku . Singkat cerita aku mewarisi harta nenek ku beserta rumah dan isi nya , aku pun berkeliling rumah nenek ku . Di sudut rumah aku melihat satu kamar yang terkunci , aku pun penasaran ingin membuka pintu itu .


Saat ku cari kunci di lemari meja tepat di samping pintu kamar , saat ku buka isi ruangan itu hanya sebuah lemari yang lumayan besar dan isi nya hanya wig . Aku bisa jelas melihat rambut palsu yang berjejejr itu Karna lemari yang besar itu pintu nya terbuat dari kaca , jadi bisa langsung terlihat isi lemari nya . Di samping lemari itu terdapat kaca yang lumayan besar seperti kaca di butik . Kaca itu sangat indah karna pinggiran nya terbuat dari kayu jati . Dan ukiran nya sangat cantik seperti ukiran tempo dulu di kerajaan kerajaan Jawa .


Pertama kali melihat kaca ini aku langsung jatuh cinta . Aku betah berlama lama berdiri di depan kaca besar itu , ku lirik deretan rambut palsu di dalam lemari , ku ambil dan ku pakai salah satu dari deretan rambut palsu itu . Tiba tiba pantulan wajah ku di cermin itu berubah menjadi seseoran gadis cantik yang tak ku kenal , aku pun mengucek mata ku . Ingin ku pastikan yang di cermin itu diriku atau bukan , saat ku kucek lagi masih tetap di pantulan cermin itu bukan lah diriku .


Bayangan di cermin tadi tiba tiba berteriak sangat keras , refleks aku tejongkok sambil menutup telinga ku . Ku lepaskan rambut palsu yang menempel di kepala ku dan ku lemparkan ke cermin itu , "astagfirullah" teriak ku refleks .


Aku sangat terkejut , saat ku lirik lagi ke cermin itu ku lihat di cermin itu adalah diriku . Aku pun berlari ke luar ruangan itu . Saat itu juga aku sangat takut , aku pun berniat menjual rumah nenek ku itu karna tidak mungkin aku menempati rumah besar itu sendirian .


Beberapa bulan kemudian aku pun berhasil menjual rumah nenek ku dan hasil dari jual rumah itu ku beli rumah sederhana di kota , sisa nya ku tabung siapa tau nanti aku butuh pikir ku . Tapi yang membeli rumah nenek ku mengirimkan rambut rambut palsu itu beserta cermin ukiran kayu jati ke rumah baru ku . Aku pun terkejut dan sedikit kesal , aku takut pada cermin itu . Karna aku merasa cermin itu memiliki aura mistis . Ntah kenapa nenek ku mempunyai benda benda itu , aku meletak kan cermin beserta rambut palsu itu di gudang rumah ku .


Suatu hari aku di panggil untuk mengisi acara di sebuah pesta pernikahan , aku bingung bagaimana cara nya agar nanti pas manggung . Setelah berpikir lama tentang penampilan ku nanti malam aku pun memutuskan menggunakan salah satu rambut palsu koleksi nenek ku . Sewaktu di kamar rias , saat ku pakai rambut palsu itu penampilan ku jauh berbeda . Wajah ku bercahaya , aku jauh lebih cantik dan lebih muda . Aku seperti orang lain saja pikir ku , karna saat di cermin wajah ku berbeda .


"Ah... tidak apa apa lah yang penting penampilan ku menarik hati semua orang" pikir ku . Ternyata dugaan ku benar , para pria berlomba lomba menyawer diri ku . Saat turun panggung beberapa pria malah ingin berkenalan dan meminta no hp ku , kata mereka penampilan ku sangat menarik dan bentuk tubuh ku sangat **** sewaktu di atas panggung . Padahal menurut ku biasa aja , bahkan ada yang bilang aku memakai susuk . Aku jadi merasa wanita tercantik di dunia ini , aku yakin ini pasti berkat rambut palsu yang ku pakai .


Malam hari nya aku bermimpi di datangi seorang wanita yang sangat cantik , dia bilang kalau aku ingin sukses aku harus menggunakan satu persatu rambut palsu itu . Lalu dia menyuruh ku bercermin di cermin besar milik nenek ku itu , aku pun terbangun dari tidur ku . Aku merasa itu bukan mimpi tapi nyata , ku lirik jam di meja menunjukan pukul 1 malam . Aku pun pergi ke ruangan dimana aku menyimpan rambut rambut itu beserta cermin ukiran kayu jati itu .


Aku pun berdiri di depan cermin menatap pantulan diri ku di sana , saat menatap cermin itulah diriku berbicara padahal aku hanya diam tanpa membuka mulut . Aku terkejut melihat pantulan ku di cermin berbicara ,


"Tidak usah takut karna aku tidak akan menyakitimu" kata pantulan ku


"Apa mau mu ?" kata ku


"Apakah kau menikmati penampilan mu yang sekarang ini ?" kata nya


"I... iii... iya" jawab ku terbata bata .


"Syarat nya sangat gampang , karna rambut palsu itu terbuat dari rambut rambut mayat , dan itu rambut manusia asli . Ada ritual yang harus kau laksanakan , kau harus menambah rambut itu tiap tahun nya agar aura magis nya tidak hilang begitu kau tidak menggunakan nya" kata pantulan diriku itu .


"Kalau kau ingin melaksanakan ritual ini kau harus lanjut sampai ajal menjemput mu , bila kau berhenti di tengah jalan maka nyawa mu akan jadi taruhan nya . Apa kau siap ?" tanya diriku yang di dalam cermin


"Aku siap asal aku bisa menarik dan banyak dapat saweran" kata ku


"Baik lah , sekarang sentuh lah cermin ini" kata nya lagi sembari menyodorkan tangan ke depan . Aku pun menyentuh cermin itu dan wushh.. sosok diriku keluar dari cermin .


Saat ini diriku sudah ada dua , aku pun bingung dan takut . Sesaat setelah dia menyentuh tangan ku aku merasa dia masuk ke dalam tubuh ku . Aku pun tak sadarkan diri . Saat aku terbangun , aku sudah ada di kamar di atas kasur ku , aku memegangi tubuh ku dan semua masih utuh . Apa aku mimpi ? pikir ku dalam hati , ah sudah lah sekarang aku harus bersiap untuk pergi manggung karna hari ini aku ada jadwal manggung , tidak lupa ku bawa rambut palsu dari ruangan itu dan yang sudah pernah ku pakai ku letak kan di lemari . Saat di kamar rias aku mendengar ada suara wanita seperti merintih .


"Kembalikan rambut ku... tolong... kembalikan rambut ku..."


Aku pun mengecek ke sekeliling ku . Tapi tidak ada siapa pun , tiba tiba ada yang meraba kaki ku sebuah tangan yang sangat dingin , saat ku lihat ke bawah meja aku melihat sebuah tangan putih pucat tidak memiliki tubuh . Yah , hanya sepotong tangan yang menempel di kaki ku


"Aaakkkkkk....!!!" aku pun berteriak , saat aku berdiri dari kursi tidak ku dapati apa pun yang memegang kaki ku . Aku merasa merinding... suara itu kmbali ku dengar .


"Kembalikan... tolong kembalikan..." semakin lama suara itu semakin dekat .


Ku lihat dari cermin di meja rias di belakang ku terlihat sosok wanita dengan rambut pendek , wanita itu buncit seperti sedang mengandung . Dia mendekati ku dengan perlahan , wajah nya penuh dengan lumpur dan sangat bau . Aku menutupi wajah ku karna sosok itu semakin dekat dan tangan nya akan memegang pundak ku ,


"Aaawww....!!" aku pun berteriak saat sesuatu menepuk pundak ku .


"Mbak , sudah waktu nya manggung" kata seseorang yang menepuk pundak ku


"i... i... iya... mas saya sudah siap kok" kata ku terbata bata .


Aku pun pergi ke panggung dan mencoba untuk tenang menghadapi situasi barusan , karna jujur aku masih takut tentang pengalaman ku barusan . Selesai manggung aku merapikan semua barang barang ku dan segera pulang . Di perjalanan pulang aku merasa lapar dan aku berhenti di sebuah warung di pinggir jalan , di warung itu ada anak berusia 6 tahun . Saat melihat ku anak itu menangis sambil bilang "buk ada setan... ada setan.. usir setan itu"


"Husss , mana ada setan di sini maaf mba anak saya bersikap seperti itu pada mbak" kata ibu nya


"Iya gak pala kok buk , nama nya juga anak anak" kata ku


Aku heran kenapa anak itu berkata seperti itu pada ku , sampai aku pulang anak itu masih tetap saja menangis . Saat di rumah aku pun memandangi diri ku di cermin kayu jati tersebut dan aku melihat sosok wanita yang sangat cantik , tapi kenapa anak tadi bilang aku ini setan pikir ku . Saat ku lihat wajah ku dengan seksama , mengapa wajah ku berubah menjadi keriput dan seperti nenek tua . Bukan cuma wajah ku , tiba tiba tubuh ku juga ringkih seperti sudah sangat uzur dan membungkuk .


"Ini lah yang akan terjadi pada mu bila kau melanggar pantangan mu , ingat itu" teriak sang nenek di cermin . Aku pun terkejut sampai terduduk , ku ambil sepatu ku dan ku lempar ke cermin itu .


Dan pprraanngggg.... cermin itu pecah berantakan , aku pun berlari ke kamar lalu melepaskan rambut palsu itu dan meletakkan nya di atas meja .


Aku seketika sadar apa yang telah aku lakukan ini adalah salah , aku pergi ke ruangan itu dan mengambil semua rambut palsu dan membakar nya di halaman belakang rumah ku . Setelah selesai aku pun kembali tidur , ntah berapa lama aku tidur aku bermimpi di datangi nenek ku . Dia berkata aku harus meneruskan apa yang sudah aku mulai , karna dulu iya juga seperti itu . Kau harus membuat rambut palsu baru setiap tahun , kata nya aku harus menggali kuburan seorang . Dia menyuruh ku menggali kuburan seorang wanita yg rambut nya terawat , misalkan yang rajin ke salon dan sedang mengandung . Lalu dia menyuruh ku menemui dukun nya dulu , tempat nya lumayan jauh sekali .


Singkat cerita aku pun pergi menemui dukun tersebut , dia tinggal di pedalaman hutan . Karna tidak mungkin aku pergi sendiri aku pun membawa teman ku yang dapat ku percaya karna mereka ku iming iming rambut palsu juga . Akhir nya kami pergi bertiga dan semua nya perempuan , di perjalanan kami menemui banyak rintangan .


Misalkan sewaktu di jalan yang berjejejr pohon pohon besar di tepi jalan aku sempat melihat wanita hamil berdiri di pinggir jalan sambil melambaikan tangan memberhenti kan laju mobil kami . Tapi kami terus saja berjalan , setelah sampai di sebuah desa kami parkirkan mobil dan kami lanjutkan dengan berjalan kaki . Kami membayar orang desa untuk memandu kami menuju tempat dukun itu , karna dukun itu lumayan terkenal di desa tersebut .


"Maaf mas , apakah masih jauh tempat nya ?" tanya ku


"Masih mbak.. kita harus naik perahu kecil lagi menuju ke sana" kata nya


"Kenapa dukun itu memilih tinggal di pedalaman hutan seperti ini ?" kata ku


"Karna banyak peliharaan nya di hutan ini mbak" jawab mas yoto


"Aduh.. banyak nyamuk di sini lia . Kapan sih kita sampai nya kok lama banget" kata salah satu teman ku bernama ayu


"Kamu sabar aja , kamu mau cantik dan menarik tidak ?" tanya ku


dia pun hanya menggaguk sambil cemberut . Saat berjalan dari kejauhan kami mendengar suara auman harimau , teman teman ku tiba tiba merapat dan memeluk ku .


"Mas... suara apa itu ?" tanya ku


Kami pun diam mematung mendengarkan suara itu ,


"Gggrrrrhhh... aauummmm..." terdengar suara itu lagi . Aku pun gemetar dan berpikir malam ini pasti kami akan mati di sini semua pikir ku .


Tepat di depan kami berdiri dengan gagah makhluk aneh , dia berkepala manusia tapi bertubuh harimau , dia berdiri 2 meter di depan kami . Teman ku hampir saja pingsan melihat sosok itu , dia hanya diam menatap kami dengan mata nya yang merah . Kami semua hanya diam mematung menyaksikan siluman harimau jadi jadian itu menatap kami .


"Maaf mbah , kami tidak mengagu datang ke sini karna kami cuma numpang lewat" kata mas yang memandu kami .


Akhir nya dengan perlahan pun makhluk itu pergi tanpa berkata apapun ,


"Mas seram banget sih di sini , karna baru ini saya menyaksikan hal seperti itu" kata ku


"Iya mbak , kalau kita sopan kita tidak akan di ganggu" kata mas itu lagi


Kami pun melanjutkan perjalanan kami , hingga kami sampai di sebuah sungai yang lumayan luas , kami pun naik perahu kecil yang sudah terparkir di sana . Dengan perlahan kami mendayung perahu kecil itu , sampai beberapa saat kami di hadang seekor buaya yang sangat besar kira kira panjang nya 8 meter . Aku pun dan teman teman ku gemetar sampai perahu yang kami naiki ikut bergoyang karna kami jadi tak seimbang sebab ketakutan .


"Tenang mbak , jangan takut nanti yang ada kita terjebur ke sungai ini" kata mas yoto


"Tapi kami takut mas ada buaya besar di depan kita , bagaimana kalu buaya itu menerkam kita" kata ku


"Mbak gak usah hawatir" kata mas yoto sambil mengetuk ngetuk perahu kami 3 kali mas yoto berkata "Mohon izin mbah , kami tidak menggagu kami hanya ingin menemui si mbah .

__ADS_1


Tidak berapa lama buaya besar itu pun menghilang ke dalam sungai , setelah itu kami melanjutkan perjalanan kami . Tidak berapa lama akhir nya kami sampai di rumah sang dukun . Rumah itu berbentuk panggung , lumayan tinggi dan tidak jauh dari sungai sekitar 5 meter . Saat di depan pintu belum juga masuk dari dalam rumah terdengar suara ,


"Masuk... lansung saja masuk" kata suara itu . Kami pun masuk ke dalam dan mendapati seseorang tengah duduk bersila di hadapan kami .


Dengan penerangan hanya lampu minyak saja , rumah itu terlihat seram dengan kepala hewan yang terpajang di setiap sudut dinding rumah nya . Itu terlihat jelas karna setiap kepala yang di pajang itu terdapat lampu nya ,


"Saya sudah tau ke datangan kalian ke mari" kata sang dukun .


"Maaf mbah kalau kedatangan kami mengagu mbah .


Belum lagi kami di suruh duduk sang dukun langsung menanyai aku apakah aku sanggup dan serius dengan rambut rambut palsu itu .


"Apa kamu yakin melaksanakan ritual nya ?" kata sang dukun


"Saya yakin mbah asal apa yang saya inginkan tercapai"


"Tentu , kan kamu sudah merasakan ke gunakan rambut rambut itu seperti apa karna kamu sudah memakai nya , kamu sama seperti nenek mu dulu" kata si dukun


"Apa nenek saya , apakah nenek saya pernah ke sini ?" tanya ku


" Tentu pernah dan dia sukses setelah datang ke sini , tapi sayang sekali dia terlalu tamak sampai sampai anak nya sendiri jadi korban nya" kata si dukun


"Apa maksud mbah ?" tanya ku


"Ibu mu , dia jadi korban nenek mu . Saat dia bingung mencari mayat untuk di ambil rambut nya Akhir nya ibu mu yang jadi korban , hahaha...." terdengar tawa sang dukun memecah ke sunyian malam .


Tapi aku sedih dan menangis , tidak ku sangka ibu ku mati di tangan nenek ku ,


"Darimana mbah tau hal ini ?" tanya ku


"Karna nenek mu lah yang menyerahkan nama ibu mu pada ku" kata sang dukun


"Sekarang bagaimana ? tanya si dukun , aku pun menghapus air mata dan menyanggupi nya sementara teman teman ku tak bersuara karna mereka takut melihat sang dukun .


"Baik lah ayo ikut aku" kata sang dukun , aku pun mengikuti si dukun menembus malam masuk jauh ke dalam hutan .


Sudah jauh kami berjalan si dukun berhenti tepat di depan batu besar , aku di suruh nya melepas semua pakaian ku . Aku pun melakukan nya , karna hanya kami berdua saja di sana sementara teman teman ku menunggu di rumah sang dukun . Sang dukun menyuruh ku duduk bersila di atas batu ,


"Tunggu lah di sini dan jangan kemana mana , kalau kau bergerak sedikit saja dari batu ini maka ritual mu gagal" kata sang dukun .


Lalu dia meninggalkan aku sendirian di hutan dengan menancapkan beberapa obor di sekitar ku . Jujur aku sangat takut dengan tubuh tanpa sehelai benang pun aku merasa kedinginan , "bisa saja hewan buas akan menyantap ku" pikir ku . Aku pun mulai memejamkan mata di dalam hutan sendirian sambil duduk bersila . Saat Memejamkan mata itu lah ku dengar suara suara hewan malam , aku takut membuka mata ku karna aku takut akan melihat hal hal yang seram .


"Aulia , buka mata mu ini ibu mu nak" kata sebuah suara . Aku tetap memejamkan mata karna aku tau itu pasti jin jahat bukan ibu ku .


"Kenapa kamu melakukan hal ini nak , kamu mengulang dosa dari nenek mu dulu , cari lah uang dengan halal" kata suara itu lagi . Lalu suara itu hilang dan kembali hening .


Lalu beberapa saat kemudian terdengar orang bercakap cakap namun pelan seprti berbisik , "suara siapa ya ?" pikir ku dalam hati , lalu aku pelan pelan membuka mata . Aku hampir tidak percaya atas apa yang aku lihat , tiba tiba aku berada di sebuah pasar yang sangat ramai . Seperti pasar pada umum nya , tapi barang barang yang mereka jual tidak lah seperti barang barang biasa . Misal kan pas aku berjalan menelusuri pasar itu , aku melihat pedagang yang berdagag kepala manusia . Hanya kepala saja , bila ada yang membeli pun dia langsug memakan di tempat . Aku pun mual melihat semua hal itu seprti tidak percaya . Ada juga yang hanya menjual kaki atau tangan saja , bahkan ada juga yang menjual bagian dalam perut saja .


Banyak dari mereka membeli potongan potongan tubuh manusia itu dan setelah di beli langsung di makan di tempat itu juga . Mereka seperti tak pernah makan bertahun tahun , mereka sangat rakus bahkan tak menyisakan tulang tulang manusia itu , mereka menyantap semua nya tanpa tersisa .


Tiba tiba perut ku terasa lapar , aku berjalan terus mencari makanan yang bisa ku makan , tapi tidak ada . Akhir nya aku tiba di depan sebuah rumah dan mengetuk pintu nya , tapi tidak ada yang membuka , ku beranikan mengintip dari jendela . Apa yang ku lihat sangat mengerikan , beberapa orang sedang menyantap tubuh teman teman ku , dan ku lihat aku juga ikut menyantap tubuh mereka . Seketika aku mual dan muntah , lalu saat mendengar aku muntah seseorang keluar dari dalam rumah dan tiba tiba menarik tangan ku masuk .


Aku tidak mau masuk tapi tetap di paksa juga oleh makhluk itu , dia terus saja menarik narik tangan ku sampai aku terjatuh , dia tetap menarik dan menyeret ku . Aku memegangi pintu karna tidak ingin masuk ke rumah itu , tapi tariakan makhluk itu sangat kuat hingga ku lihat di dalam rumah itu sungguh memuakkan perut ku . Bahkan yang mirip dengan aku itu dengan lahap menyantap tubuh tubuh yang berserak di lantai .


"Ayo ikut dengan kami makan besar karna akan ada 3 tumbal yang akan kita makan" kata makhluk itu


"Siapa yang akan jadi tumbal ?" tanya ku


"Tentu saja teman teman mu" kata makhluk itu membuat ku terkejut


"Tidak mungkin" kata ku . Tapi mereka semua serentak tertawa sangat keras .


"Sekarang kau bagian dari kami karna kau sudah mengikuti ritual ini , dan kau akan berakhir seperti tubuh tubuh yang ada di pasar itu . Karna manusia yang menyembah jin atau mahluk seperti kami akan berakhir jadi budak kami atau santapan kami , hahahah..." tawa mereka semua .


Aku pun seketika itu membuka mata ku , yang ada hanya gelap dan suara hewan malam . Lalu sang dukun tiba tiba sudah berada di belakang ku ,


"Bagaimana apakah kau sanggup dengan semua resiko yang akan kau terima , ya seperti yang kau lihat barusan ? kata si dukun


Aku hanya diam dan menjawab dengan terbata bata bahwa aku sanggup , lalu sang dukun menyuruh aku harus meninggalkan teman teman ku di sini bersama nya . Aku pun menyanggupi permintaan si dukun , saat pulang ke rumah si dukun aku pun pamit pada teman teman ku . Aku beralasan akan membeli sesuatu karna si dukun meminta sesuatu pada ku dan akan ku beli , aku berjanji akan kembali lagi untuk menjemput mereka ke sini . Aku pun pergi dan teman teman ku melambaikan tangan kepada ku ,


"Jangan lama lama ya lia , segeralah kembali untuk menjeput kami" kata mereka . Aku hanya mengagukan kepala ku sambil membalas lambaian tangan mereka .


Tak terasa air mata ku menetes di pipi ku , aku pun pergi bersama mas yoto naik perahu kecil menembus hutan yang seram itu . Mas yoto hanya diam di perjalanan kami . Sebenar nya aku merasa sangat sedih karna teman teman ku akan menjadi tumbal , tapi aku harus relakan itu demi keinginan ku .


Aku hanya terdiam dan menangis


"Kenapa mas bilang seperti itu , aku harus gimana mas ? tanya ku kembali pada mas yoto


Mas yoto pun hanya diam sambil mendayung perahu itu , sesampai nya di desa aku segera tancap gas untuk pulang ke rumah . Sampai di rumah pun aku masih terbayang wajah teman teman ku , singkat cerita akhir nya aku pun sukses setelah beberapa bulan memakai rambut palsu itu secara bergantian . Kini aku mempunyai banyak uang dan beberapa rumah mewah , bahkan aku sering di undang ke beberapa stasiun tv untuk bernyanyi dangdut . Setiap hari ku lalui dengan bergelimang harta dan uang , sampai pada suatu hari aku jalan jalan ke mall untuk belanja . Aku ditabrak seseorang saat berbelanja ,


"Eh punya mata gak , liat jalan donk jangan asal nabrak...!!" kata orang itu sambil membentak ku


Alangkah terkejut nya aku saat melihat orang yang menabrak ku itu , dia mirip sekali dengan ayu teman ku yang waktu ku tinggalkan di hutan dulu .


"Apa kamu bahagia saat ini ?" kata orang itu


"Maksud mu apa ? emang aku kenal sama kamu ?" tanya ku


"Kamu bahagia di atas penderitaan kami , apa kamu berpikir apa yang telah kami lalui waktu itu ?" tanya nya lagi


"Aku gak ngerti apa maksud mu" kata ku sambil berlalu pergi meninggalkan orang itu


Aku berpikir apakah itu tadi ayu , apa dia sudah pulang ke mari dan mencari ku . "Tapi kenapa wajah nya sangat pucat seperti mayat hidup yah" pikir ku .


Saat di perjalanan pulang saat aku mengendarai mobil aku melihat ayu duduk di bangku belakang , karna terkejut aku banting stir ke kiri dan aku menabrak trotoar . Aku pun tak ingat apa apa lagi karna aku pingsan , saat pingsan itu lah aku seperti bermimpi di datangi oleh ketiga teman ku itu . Kali ini mereka tidak mempunyai rambut , mereka bertiga botak tanpa sehelai rambut pun yang menpel di kepala mereka .


Ku lihat dalam alam bawah sadar ku teman teman ku duduk di atas sebuah batu dengan tanpa sehelai benang pun . Seperti nya aku mengenali tempat itu , yah... itu tempat ku duduk di tengah hutan beberapa bulan lalu . Teman teman ku duduk di tepat yang berbeda , tangan mereka terikat ke atas menggunakan tali yang tergantung di dahan pohon . Ku lihat dari atas pohon turun mahluk makhluk yang menyeramkan , ada yang lidah nya sangat panjang , ada juga yang kuku nya tajam seperti pisau . Tubuh mereka di cakar cakar oleh mahluk itu sampai mengaga bahkan terlihat tulang tulang mereka dari luka cakaran tersebut .


Aku ingin berlari menolong mereka tapi kaki ku seperti terpaku ke tanah tidak bisa ku gerakkan . Mereka menjerit kesakitan , bahkan mahluk makhluk itu ada yang menjilati dan menyedot darah mereka yang keluar dari luka bekas cakaran mahluk itu . Lalu ku lihat ada mahluk tinggi , hitam dan sangat besar datang membawa parang yang sangat tajam .


"Hai , jangan kau sakiti teman teman ku mahluk jahat...!!!" teriak ku , tapi makhluk itu tidak mendengar ku .


Seketika dia memotong kaki teman teman ku dengan perlahan lahan satu per satu , dan mereka menjerit jerit dan berteriak teriak kesakitan . Aku pun menangis menyaksikan hal itu , tapi mahluk itu malah tertawa cekikikan menyaksikan teman teman ku itu menjerit jerit . Setelah di potong makhluk itu melemparkan potongan tubuh teman teman ku itu kepada makhluk makhluk yang lain , seketika mereka berebutan untuk menyantap nya sampai mereka saling menerkam sesama mereka demi sepotong daging manusia .


Aku pun mual dan muntah seketika aku tersadar dari pingsan ku , aku ternyata masih di dalam mobil . Aku berusaha keluar dari mobil dan merangkak ke tengah jalan berharap ada kendaraan yang melintas dan menolong ku . Aku duduk beberapa saat sampai dari kejauhan ku lihat ada beberapa orang yang mendekat , aku pun berteriak minta tolong . Saat sudah dekat ternyata mereka adalah teman teman ku yang baru saja ku lihat . Saat teman teman ku mendekati ku , aku sempat berpikir kalau mereka itu benar benar teman ku , bukan nya setan seperti yang ku takutkan belakangan ini .


"Ayu , nia , rahel apakah kalian masih hidup ? kalian ingin menolong ku kan , tolonglah aku teman teman aku sedang kesulitan , aku kecelakaan" kata ku memelas


Tapi mereka hanya diam , lalu tiba tiba mereka mendekati ku . Tapi mereka malah meyeret ku ke pinggir jalan dekat hutan yang sepi . Setelah itu mereka menarik tubuh ku dengan kasar seperti ingin melepas satu per satu tubuh ku . Ada yang menarik kaki ku , ada juga yang menarik tangan ku , bahkan ayu menarik kepala ku dengan memegang rambut ku . Saakitt... terasa sangat sakit perbuatan mereka .


"Apa apa an kalian ini kenapa kalian menarik tubuh ku , sakit... aawww... sakit.. lepaskan aku hentikan..!!" teriak ku


Tapi mereka malah dengan kasar menarik tubuh ku , kepala ku di paksa berputar hingga wajah ku menghadap ke belakang . Sampai terdngar suara seperti tulang patah , "kkrrekk... krekk.." dan hal itu sangat menyakitkan .


"Hal ini belum seberapa di bandingkan yang telah kami rasakan dan kami lewati" kata ayu


"Iya.. kau tega menumbalkan kami bertiga , kami adalah teman mu . Kenpa kau tega aulia , apa salah kami pada mu ?" teriak temanku itu


"Aku tidak bersalah , jangan ganggu aku.. pergi kalian pergiiii...!!" teriak ku sambil menahan sakit


"Ccciiitttt.." suara sebuah mobil berhenti tepat di hadapan ku ,


"Mbak tidak apa apa ? kenapa mbak ada di tengah jalan ?" tanya sebuah suara


"Tolong saya mas.. saya kecelakaan mobil" kata ku dengan lemah karna aku sudah sangat capek .


Singkat cerita saat sadar aku berada di sebuah rumah yang tidak ku kenal , ntah rumah siapa itu .


"Mbak sudah sadar terdengar suara dari belakang ku , mba gak usah hawatir karna Mbak berada di rumah saya"


"Maaf , nama mas siapa dan terimakasih sudah menolong saya" kata ku


"nama saya dika dan saya terpaksa membawa mbak ke rumah saya karna rumah sakit jauh dari sini" kata dika


Ternyata semalaman aku berada di rumah dika . Dika begitu sabar merawat ku , sampai aku sembuh dan bisa beraktifitas sepeti biasa . Dika tinggal bersama adik nya karna orang tua nya sudah lama meninggal , adik dika ber usia 15 tahun dan seorang wanita .


Suatu hari aku meminta pulang karna aku sudah merasa baikan dan sembuh , aku tidak ingin lebih lama merepotkan dika dan adik nya . Karna walau aku memberi uang pada mereka untuk sedikit bertanggung jawab setelah beberapa minggu tinggal dengan mereka tapi dika selalu menolak uang yang ku berikan . Suatu hari dika bertanya pada ku tentang hidup ku


"Apakah kamu mau tau kenapa aku tidak mau menerima uang dari mu ?" tanya dika


"Iya , emang kenapa ?" tanya ku balik


"Itu karna uang yang kamu hasilkan tidak halal , maaf kalau kata kata ku menyinggung perasaan mu" kata dika


Aku hanya terdiam dan sesekali melirik ke arah dika

__ADS_1


"Kamu tau dari mana uang ku ini haram atau bukan ?" tanya ku sedikit kesal pada dika


"Tentu saja aku tau dari rambut palsu yang kamu pakai itu" kata dika membuat ku terkejut


"Kamu memang cantik dan menarik memakai rambut palsu itu . Tapi apakah kamu tidak merasa bahwa itu menjadikan kamu terobsesi pada rambut rambut itu , dan itu membuat mu tega menumbalkan teman teman mu . Masih ada waktu kalau kamu mau tobat" kata dika , seketika kata kata dika itu membuat dada ku panas seperti terbakar .


"Ya sudah kalau ku tidak mau uang ku , tapi jangan menghinaku seperti itu donk" kata ku dengan ketus


"Aku cuma menasehati mu lia , tanpa berniat sedikit pun untuk menghina mu" kata dika.


Entah setan apa yg merasuki ku , tiba tiba pikiran jahat merasuki otak dan jiwa ku , aku takut kalau dika menghentikan niat ku dan aku tidak akan bisa lagi menggunakan rambut rambut palsu itu .


"Apa yang sedang kamu pikir kan ?" tanya dika


"Ah.. bukan apa apa" kata ku


"Sebaik nya kamu buang atau kembalikan cermin dan rambut rambut itu pada pemilik nya" kata dika lagi


"Ttiiddaakkk.. itu tidak akan pernah ku lakukan...!!" teriak ku sambil berlalu ke kamar . Aku pun bersiap siap untuk pergi .


Setelah aku pergi dari rumah dika , setiap hari aku selalu kepikiran dika , setiap makan , tidur bahkan sedang menonton tv . "Aduh aku ini kenapa sih" pikir ku dalam hati , kenapa aku jadi kepikiran dika terus , wajah nya yang tampan dengan hidung mancung serta kulit nya yang kuning langsat . Seperti wajah orang arab , "apa aku jatuh hati pada nya" pikir ku . Saat melamun tiba tiba ponsel ku berbunyi dan saat ku angkat ternyata itu adik dika . Oh iya aku lupa pernah berjanji membantu dia Menyelesaikan tugas sekolah nya . Aku pun segera menjput dia ke sekolah , saat di parkiran ku lihat dia sedang di rundung oleh teman temannya dan dia di bentak bentak lalu di tampar . Melihat itu aku pun menghampiri nya dan marahi teman nya itu .


"Apa kalian mau ku laporkan pada kepala sekolah hah , apa apa an kalian ini membuly teman sendiri...!!" bentak ku


Mereka pun pergi setelah ku marah marahi , saat di mobil dewi hanya diam , mungkin dia malas bercerita , tapi aku berusaha untuk memaksa dia bercerita . Dari cerita nya teman nya itu cemburu karna pria yang dia cintai mendekati dewi , padahal dewi tidak mencintai pria itu mereka hanya berteman .


"Apa kamu punya foto teman mu itu ?" tanya ku pada dewi


"Untuk apa kak foto teman ku ?" itu tanya nya


"Kalau ada kakak minta" kata ku


"Ada kok kak nih kebetulan ada di album foto sekolah milik ku" kata dewi


"Kamu tenang saja mulai besok kamu tidak akan di ganggu oleh dia lagi" kata ku


Beberapa hari kemudian dewi menghubhngi ku dan berkata kalau teman nya meninggal karna tertabrak kereta api dan tubuh nya tercecer di sepanjang rel . Aku sudah tau hal itu akan terjadi karna foto itu ku serahkan pada dukun kepercayaan ku . Hari ini dewi mengerjakan tugas nya di rumah ku karna dia perlu laptop ku dan saat selesai mengerjakan tugas aku pun mengantar nya pulang . Saat sampai di rumah dewi aku melihat dika sedang bercengkrama ria dengan seorang wanita . Aku merasa panas melihat hal itu , tapi dewi mengajak aku ke kamar nya , dan ku beranikan bertanya siapa wanita itu . Kata dewi wanita itu teman mas dika , dia suka sama mas dika tapi sayang nya mas dika tidak suka pada nya . Apa lagi setelah calon istri mas dika menghilang entah kemana


"Maksud kamu menghilang gimana wi ?" tanya ku


"Iya kak , menghilang ntah kmna karna beberapa bulan lalu tunangan mas dika pamit ingin mengantar sahabat nya ke pedalaman , walau di larang mas dika tapi tunangan nya itu tetap bersikeras pergi . Sampai akhir nya mas dika mengizinkan asal dia secepat nya pulang karna mereka akan menikah . Tapi sampai sekarang tunangan nya itu tidak pulang" kata dewi


"Kalau boleh tau siapa nama tunangan mas dika wi ?" tanya ku


"Nama nya mbak ayu , dia seorang model di sebuah majalah terkenal mba nih aku ada foto nya di ponsel ku" kata dewi sambil menunjukkan sebuah foto pada ku


Bagai terkena petir diri ku saat melihat foto itu , yah.. ternyata itu foto ayu salah satu sahabat ku yang ku jadikan tumbal pada dukun ku .


"Hayo.. kok malah bengong" tegur dewi yang membuyarkan lamunan ku .


"Sejak saat itu mas dika seperti tidak tertarik pada wanita lain kak , itu maka nya tuh cewek selalu saja merayu mas dika" kata dewi


Aku jadi merasa bersalah atas kelakuan ku ini , tidak hanya pada ayu tapi pada dika juga . Apa arwah ayu sengaja membuat ku celaka tidak jauh dari rumah dika , agar aku merasa semakin bersalah atas semua ulah ku .


"Aku haus , boleh aku ambil minum ?" tanya ku pada dewi


"Oh silahkan kak lgsung aja ke dapur" kata dewi


Sewaktu di dapur aku bertemu teman wanita dika


"Kamu siapa dan sedang apa di sini . Jangan coba coba mendekati dika karna dia gebetan ku" kata wanita itu


Aku hanya tertawa mendengar ucapan nya


"Lebih baik kamu jangan mengancam ku karna kamu akan menyesal" kata ku


Tapi wanita itu malah menampar pipi ku


"Aku tidak takut pada mu , jadi jauhi dika dan adik nya" kata wanita itu lagi


"Kau sudah salah besar dengan mengajak ku ribut" Kata ku sambil berlalu


Aku pun pamit pada dewi untuk permisi pulang , tapi dika mencegah ku untuk pergi . Saat dika memegang tangan ku untuk mencegah ku pergi teman nya itu melihat ku dengan sangat sinis .


"Tunggu dulu lia , kamu temenin kami makan malam yah" pinta dika


"Aku gak mau kalau perempuan itu masih di sini" kata ku


"Gak kok , dia aja mau pergi karna ada acara keluarga , lagian kamu kok marah sih dia kan cuma temen ku" kata dika


"Oke lah , nanti malam aku datang tapi untuk saat ini aku harus pergi karna ada pekerjaan penting" kata ku


"Aku sudah gak sabar untuk pergi ke dukun langganan ku untuk memberi pelajaran pada wanita itu" pikir ku .


Singkat cerita akhir nya aku sampai di rumah dukun tersebut ,


"Aku ingin rambut dari wanita ini" kata ku sambil menyodorkan selembar foto pada si dukun


"Lalu imbalan nya bagaimana ?" tanya si dukun


Ku sodorkan amplop coklat di hadapan sang dukun


"Ini ambil... sisa nya akan ku lunasi setelah perempuan di foto itu mati" kata ku


"Baik lah , tidak ku sangka kau lebih kejam dari nenek mu . Padahal rambut palsu dari hasil tumbal teman temen mu itu sudah cukup sampai 3 tahun ke depan" kata sang dukun


"Mbah tidak usah ikut campur , cukup mbah mengerjakan apa yang aku suruh" kata ku


"Baik lah.." kata si dukun.


Di sisi lain di kediaman teman mas dika itu tepat nya di kos kos an nya , terjadi kejadian yang sangat mengerikan . Dia di datangi makhluk hitam , besar dan membawa parang yqng sangat besar , wanita itu lari ketakutan menaiki tangga menuju atap . Tapi mahluk itu mengikuti nya sembari menyeret parang yang sangat besar itu dan menimbulkan suara "ssrreekkk.. ssrreekkk.." . Tiba saat sampai di atap makhluk itu mencekik leher nya dan mengagkat tubuh nya yang mungil .


"Toloongg.. jangan bunuh aku , apa salah ku pada mu ?" kata wanita itu terbata bata karna merasa sesak .


"Gggrrrrhhh.. hahaha.. nyawa mu sudah jadi milik ku . Tidak penting siapa yang menyuruh ku yang pasti kau harus mati malam ini" kata makhluk itu.


Seketika makhluk itu melemparkan tubuh wanita itu ke bawah , dengan kepala pecah dan otak nya yang berserakan dimana mana .


Besok nya aku pun bersiap siap untuk pergi manggung , sudah beberapa minggu aku tidak manggung . Saat selesai manggung aku di culik beberapa orang yang tidak ku kenal , mereka membekap hidung ku sampai aku pingsan . Saat sadar aku mendapati diri ku sudah ada di sebuah ruangan dengan pakaian pengantin . Ku lihat di ruangan itu tepat di sudut ruangan terdapat cermin besar , seperti nya aku kenal dengan cermin itu . "Bukankah itu cermin milik nenek ku" pikir ku , siapa yang telah membawa cermin ku itu ke sini yah gumam ku .


"Apakah kamu terkejut ?" kata seseorang dari balik pintu sambil membuka pintu ruangan itu


"Siapa kamu , kenapa aku ada di sini dan kenapa aku berpakaian pengantin . Siapa yang akan menikah , aku tidak mau lepaskan aku...!!" teriak ku


"Diam...!!" bentak orang itu .


"Berdiri di depan cermin itu sekarang..!!" teriak orang itu , dan terpaksa aku mengikuti perintah nya karna takut pada orang itu .


Di dalam cermin itu ku lihat salah satu teman ku yang telah mnjadi tumbal dukun kepercayaan ku , dia memakai baju pengantin seperti yang ku pakai . Dia menagis tersedu sedu dan air mata yang keluar dari mata nya itu darah , dia tidak berbicara tapi aku merasakan apa yang akan dia kata kan . Tiba tiba dia menarik ku masuk ke dalam cermin itu , aku melihat keluar cermin aku pun minta tolong agar bisa keluar . Tapi teman ku itu mencekik ku dari belakang .


"Kau harus mati bersama kami , agar kau tau betapa tersiksa nya kami jadi budak setan setan itu" kata nya


"Tiidaakk... aku tidak mau...!!" teriak ku


"Apa kau tau , kami di cambuk di injak injak seperti keset dan kami di iris sedikit demi sedikit untuk di santap" kata nya lagi


"Ttiiddaakkk....!!" teriak ku sampai pada akhir nya sebuah suara membangunkan ku .


"Kamu kenapa ada di sini lia ?" tanya suara itu yang setelah ku lirik itu ternyata dika


Aku melihat sekeliling ku , ternyata aku di dalam mobil dan masih di parkiran tempat manggung ku .


"Kok aku ada di sini , tadi aku di culik mas dan aku memakai baju pengantin tapi kenapa aku ada di sini ?" tanyaku


Saat menyadari mas dika lah yang telah menyelamatkan aku dengan refleks aku memeluk mas dika dengan sangat erat , mas dika hanya diam saja saat ku peluk seperti nya dia mengetahui betul perasaan ku saat ini .


"Terimakasih mas sudah menolong ku , bisa saja aku mati mas kalau mas tidak menolong ku..." teriak ku sambil menangis


"Sudah lah lia , kamu sudah tidak apa apa kok" kata mas dika . "Sekarang kamu aku antar pulang yah" tawar mas dika sambil meminta kunci mobil ku


Aku pun memberi kunci mobil dan mas dika mengemudikan mobil ku , saat di rumah aku berterimakasih pada mas dika yang sudah mengantar ku dan mas dika pun berpamitan pulang . Saat sampai di dalam rumah terdengar suara minta tolong dari ruangan rambut palsu ku , aku pun ke ruangan itu dan masuk ke dalam . Saat ku buka pintu tidak ada siapapun di sana , ku perhatikan rambut rambut palsu koleksi ku itu . Seperti ada yang aneh , semua rambut itu berputar dan menunjukan wajah seseorang , wajah itu menyeringai pada ku .


Kenapa rambut rambut itu memiliki kepala pikir ku , puluhan kepala yang berjejer rapi di lemari itu menyeringai menunjukan gigi gigi tajam nya . Aku pun ketakutan , aku memukul pipi ku dan berharap ini hanya mimpi saja , tapi aku merasa sakit berarti ini bukan mimpi seperti yang ku alami belakangan ini pikir ku .


Seketika cermin ku bercahaya sangat menyilaukan , aku mendekati cermin itu sambil menutupi wajah ku . Tiba tiba aku seperti tersandung sesuatu dan jjlleebb... aku melesat masuk ke dalam cermin . Ku ketuk ketuk cermin dan ku tinju menggunakan tangan ku berharap cermin itu pecah , tapi cermin itu sangat keras sampai dua jari jari ku patah karna memukul cermin itu . Sudah beberapa hari aku terperangkap didalam cermin itu , bahkan aku melihat mas dika dan dewi masuk ke ruangan ku dngan memangil manggil nama ku . Aku berteriak sekuat kuatnya tapi mereka tidak mendengar ku , malah mereka pergi seperti tidak melihat ku di dalam cermin . Aku pun menangis dan menyesali perbuatan ku yang telah bersekutu dengan jin .

__ADS_1


__ADS_2