Kumpulan Cerita Horor

Kumpulan Cerita Horor
Episode 13


__ADS_3

Mayun adalah seorg gadis kecil yang manis dan imut tapi dia sangat pendiam bahkan dia tidak pernah bergaul dgn teman di sekolahnya dan keluarganya pun sangat tertutup . Bahkan dia tidak pernah bergaul dengan teman sebayanya sama sekali . Dan dia juga sering menjadi sasaran buliying di sekolahnya . Pernah suatu ketika dia sedang asyik membaca buku komik . Tiba tiba datang seorang gadis sebaya nya beserta teman temanya


"Hay mayun ,apa yang sedang kamu lakukan ?" kata citra


mayun hanya menjawab dengan gelengan . Citra terkenal anak yang suka membuli teman teman nya .


"Apakah kamu tuli mayun , aku sedang bicara padamu" kata citra dengan perasaan yang sangat marah menarik buku komik yang sedang mayun baca .


"Kembalikan buku ku" pinta mayun


"Hah ? apa kamu bilang ? tolong ucapkan sekali lagi . Hey teman teman si pendiam ini sudah mulai mengeluarkan suara" kata citra


Citra dan ketiga temanya tertawa "hahahaha"


"Buku apa ini . .? apakah ini komik ?" kata citra


Mayun hanya mengangguk


Citra pun melempar komik itu hingga lembaran komik itu beterbangan . Mayun segera memungut lembaran lembaran komik yang berantakan oleh ulah citra . Citra melihat kalung di leher bagian belakang mayun


"Apakah ini kalung anjing ?" Kata citra


Citra pun mencoba menarik kalung yang berada di leher mayun dengan kencang tiba tiba mayun menjerit sekuat kuatnya .


"Aaaaaaaaaaaaaaaa .....aaaaaaaaaaa"


Anak anak yang berada di ruangan itu memperhatikan mayun yang sedang teriak kencang , ada yang menertawakan mayun ada juga yang merasakan kasiahan tapi tidak berani menolong nya . Mayun pun berhenti berteriak , lalu memandangi citra , lalu mayun mendekati citra kemudian menampar muka citra . Mata mayun berubah menjadi hitam semua gigi mayun bertaring , kuku tangan mayun pun tiba tiba memanjang dan berwarna hitam . Hidung dan mulut citra keluar darah segar hanya dengan sekali tamparan . Mayun pun pergi sambil memandangi anak anak yang ada di ruangan itu satu persatu , anak anak ketakutan melihat mayun yang berubah .


"Akan ku balas mereka , tunggu pembalasanku , kalian akan merasakan kematian yang sangat sangat sangat menyakitkan dan mengenaskan" kata mayun


Ke esokan harinya mayun seperti biasa masuk ke sekolah tapi sebelum dia masuk ke kelas , tiba tiba wali kelas mayun memanggilnya .


"Mayun... tunggu sebentar jangan masuk dulu.."


"Ada apa bu ?" kata mayun


"Pergilah kamu keruangan kepala sekolah , ada yang mau dibicarakan dengan mu....silahkan" ucap ibu wali kelas


Mayun pun pergi tanpa berfikir yang macam macam . setelah dia menjauh , ibu wali kelas menghembuskan nafas lega


"Syukur lah anak setan itu telah pergi" kata ibu wali kelas


Ternyata ibu wali kelas juga tidak senang dengan kehadiran mayun , padahal mayun baru beberapa bulan masuk kelas ibu guru itu . Ternyata ucapan bu guru itu terdengar dengan jelas oleh mayun walaupun jarak mereka sangat jauh .


"Tok tok tok"


"Masuk" kata kepala sekolah


"Bapak memanggil saya ?" jawab mayun


"Iya silahkan duduk" kata kepala sekolah


Mayun pun duduk


"Sebelumnya saya minta maaf sama kamu , karna saya tidak bisa mempertahankan kamu di sekolah ini , kemaren banyak sekali wali murid yang mengadu kepada saya tentang kejadian kemaren salah satunya adalah bu marwah wali murid dari citra . Silahkan kamu ambil surat ini dan tolong sampaikan kepada orang tua kamu" kata kepala sekolah


Darah mayun pun mendidih karna amarah yang tidak bisa dia kontrol . Mayun pun mencekik kepala sekolah itu . Bayangkan anak usia 9 tahun kuat mencekik kepala sekolah yang sudah berumur . Mayun mengangkat kepala sekolah hingga kakinya mengambang . Pak kepala sekolah pun meminta tolong agar mayun mau menurunkan nya . Tapi sayang kali.. mayun menghabisi kepala sekolah itu .


Mayun melepar kepala sekolah itu ke jendela dan kepala sekolah itu pun terjatuh dari lantai lima ke bawah . Muka nya hancur kena percikan kaca ,


dan ada kaca yang ukuran sedang menembus perut kepala sekolah itu hingga isi perutnya keluar berantakan . Mayun pun langsung pergi sekolah olah tidak terjadi apa apa .


Tidak lama kemudian sekolah itu dipenuhi dengan aparat kepolisian untuk memeriksa TKP . Polisi tidak menemukan kejanggalan apa pun , sehingga pak polisi menegaskan bahwa kepsek itu sengaja bunuh diri dengan cara loncat dari lantai lima .


Ke esokan harinya tepat di jam anak anak pulang sekolah . Mayun sedang berdiri di bahu jalan seberang sekolah . Mayun sedang menunggu seseorang keluar dari sekolahan , tapi entah siapa yang ia tunggu . Murid murid sudah tidak ada , tinggal para guru saja yang masih di dalam . Akhirnya keluar juga orang yang di tunggu tunggu mayun . Orang itu adalah bu melodi wali kelasnya


Bu melodi keluar dari gerbang , dia berdiri menunggu taxi lewat . Mayun melambai kan tangan nya ke arah bu melodi , dia pun melihat mayun yang sedang melambikan tangan ke arahn nya . Bu melodi dengan perasaan takut tapi ia mendekati mayun .


"Apakah kamu memanggil ku mayun ?" kata bu melodi


Mayun hanya mengangguk


"Ada apa kamu memanggil ku mayun ? ada yang bisa saya bantu ?" kata bu melodi


Walaupun ada perasaan takut dalam diri bu melodi , tapi dia berusaha menenangkan perasaan nya .


"Aku ingin mengajak bu melodi ke suatu tempat yang belum pernah ibu kunjungi , apakah ibu mau ikut bersama ku ? aku mohon ini adalah untuk yang pertama dan terakhir kali nya , karna aku akan pindah sekolah , aku mohon bu" kata mayun


Dengan berat hati bu melodi mengabulkan keinginan nya . Mereka pun berjalan ke arah utara , arah utara yang ada di kota itu menuju ke stasiun kereta api .


"Memang nya kita mau kemana sih yun ?" kata ibu melodi


"Aku ingin mengajak ibu ketempat yang ibu tidak pernah kunjungi . Kita akan bersenang senang di sana . Oh ya apakah saya boleh bertanya sesuatu kepada mu ?" jawab mayun


"Silahkan" kata bu melodi


"Kenapa ibu tidak suka kepada ku ? apakah aku ini seperti moster di mata ibu ?" jawab mayun


Melodi pun tesentak mendengar pertanyaan mayun . Selama ini bu melodi tidak pernah mengutarakan perasaan nya kepada siapa pun .


"Pertanyaan apa ini mayun , siapa bilang aku tidak menyukaimu , aku sangat sangat menyukai semua muridku termasuk kamu" kata bu melodi


"Aku tau ibu sedang berbohong padaku" jawab mayun


Keadaan pun mulai sunyi dan mencekam bagi bu melodi


"Kita sudah sampai bu" kata mayun


"Tempat apa ini yun , inikan rel kereta api" jawab bu melodi


"Iya ini rel kereta api . Kita akan menyebrang kesana" kata mayun


"Kenapa kita tidak menggunakan jembatan penyebrangan , ini sangat berbahaya mayun" jawab bu melodi


"Aku ingin mengajak ibu menyusul pak kepala sekolah" kata mayun


"Apa maksudmu mayun ?" jawab bu melodi


Bu melodi pun sangat ketakutan . Dia tau apa yang dimaksud mayun menyusul pak kepala sekolah . Di saat bu melodi sedang kalut , mayun pun sudah ada di sebrang sana . Bu melodi pun terkejut melihat mayun sudah ada diseberang .


Mayun pun melambaikan tanganya . Dengan seketika bu melodi berjalan pelan menuju seberang , tapi ketika bu melodi sampai di pertengahan rel kereta api , kaki bu melodi terjepit besi rel kereta api . Seketika bu melodi sadar dan dia pun kaget kenapa kakinya bisa terjepit di besi rel kereta api , bu melodi teriak histeris .


"Tidaaaaaaaaaaaak... aku mohon mayun tolong aku.. aku tidak mau mati"


Bu melodi berusaha melepaskan kaki nya dari besi rel kereta api itu tapi sayang semua usahanya gagal dan sia sia . Mayun hanya memandangi bu melodi sambil menunggu kereta yang akan datang .


"Tidaaaaaak... aku mohon mayuunn" teriak bu melodi


"Tut tuuuut Tut tuuuuuuuuut" kereta api pun datang


Bu melodi semakin ketakutan... sedangkan mayun tersenyum keji .

__ADS_1


"Aku berharap kau bisa menyusul kepala sekolah dengan bahagia" kata mayun


Mayun pun berlalu meninggalkan bu melodi


"Tidaaaaaaaaaaaakkkkkkkkkk..." teriak bu melodi


"Braaaaakkkkkkkkkkkkk"


Bu melodi pun tertabrak kereta , tubuhnya pun hancur berantakan , kepala bu melodi terpental ke seberang , mata nya masih mengedip dan menangis , mulut nya berusaha untuk bicara tapi tidak keluar suara . Tangan dan kaki nya pun berserakan di tepi rel kereta api , sedangkan bagian tubuhnya hancur tak bersisa . Darah segar pun membanjiri permukaan tanah dan bebatuan .


Tidak lama tempat kecelakaan bu melodi di rubungi oleh warga setempat dan petugas kepolisian , banyak yang menyaksikan tubuh bu melodi yang hancur itu . Mayun berdiri di belakang pohon yang berada di seberang tersenyum nakal , mayun melenggang pergi , dengan santainya mayun pergi seperti tiada sesuatu yang terjadi .


Mayun sudah sampai di rumah lalu ia masuk keruangan rahasianya di bawah tanah . Tidak di sangka dan di duga ternyata banyak foto orang orang yang akan ia habisi selanjutnya . Mayun melingkari foto seorang perempuan , dia lah target mayun selanjutnya , mayun berbaring di kasurnya sambil membayangkan cara yang ia harus lakukan , mayun menoleh ke jam yang ada di meja belajarnya , jam menunjukan pukul 3 sore , mayun pun menghembuskan nafas dengan kasar .


"Tunggu aku besok.. kau juga akan menyusul mereka yang sudah mati , aku sangat tidak sabar menunggu hari esok" mayun lagi lagi tersenyum puas , usia nya masih 9 tahun tapi otaknya di penuhi dengan dendam yang tidak masuk akal , bahkan ayahnya sendiri dia bunuh .


Kejadian waktu itu usia mayun 5 tahun , dia melihat ayahnya membawa seorang perempuan kerumahnya , dia menyaksikan aksi ranjang ayahnya dan perempuan itu dengan jelas , ibu mayun waktu itu sedang kerja dan pulang nya selalu malam . Mayun menghampiri ayahnya yang sedang menyaksikan televisi


"Ayah boleh kah aku bertanya" kata mayun


"Iya boleh sayang , tanya apa ?" jawab ayah mayun


"Siapa perempuan yang ada di kamar mandi itu ?" kata mayun


"Dia teman kerja ayah sayang.. kamu jangan bilang bilang ibu yah kalo ayah pulang bawa teman ayah" jawab ayah mayun


Mayun mengangguk


Kemudian mayun pun pergi lalu ia menghampiri kamar mandi itu , perempuan itu sedang asyik mandi di bak mandi ibunya . Dia sedang asyik merendam tubuhnya yang mulus itu . Mayun memandangi bak mandi ibunya itu , air yang berada di bak itu tiba tiba menjadi panas tapi aneh tubuh perempuan itu seperti tidak bisa bergerak


"Ahhh panas , mas tolong aku mas panas mas" kata perempuan itu


Ayah mayun sedang asyik menyaksikan siaran televisi , mayun membesarkan volum tv dengan magic yang ia punya , sehingga ayah nya tidak sadar apa yang sedang terjadi di dalam kamar mandi . Air itu mendidih , kulit perempuan itu mengelupas , tubuhnya matang seperti kambing yang sedang di rebus lama di dalam bak mandi . Tubuh perempuan itu sudah kaku alias sudah tidak bernyawa , Hari semakin sore ayah mayun masuk ke kamar mandi alangka terkejutnya dia yang menyaksikan tubuh perempuan nya yang sudah terbujur kaku di dalam air dengan tubuh yang hancur hampir tidak bisa di kenali wajahnya , ayahnya mayun sempat kebingungan , mayun menutup pintunya lalu menguncinya dari luar , dia menutup pintu hanya dengan menatap pintu itu lalu mengedipkan matanya . Ayah mayun di dalam berteriak teriak meminta bantuan mayun agar dia membuka kan pintu yang terkunci dari dalam . Bukan bantuan yang ayahnya mayun dapat tapi malah petaka yang di dapatinya , yah kaca kamar mandi itu tiba tiba terjatu dari di dingding kebawah , entahlah tiada angin tapi kaca itu bisa melayang tepat ke arah leher sang ayah sehingga kepala sang ayah terputus dan terpisah dari tubuhnya . Mayun hanya melihat dari jauhan . Mayun pun pergi bermain di ruangan tv dan bermain seperti biasa . Jam 7 malam ibunya mayun pulang dari kerja nya


"Hay huny" kata ibu mayun


"Ibu.." jawab mayun


"Kamu kenapa huny ? kok mukanya sangat pucet ?" kata ibu mayun


Mayun tiba tiba saja menangis lalu menunjuk ke arah kamar mandi , dia bertingkah layaknya sperti anak seusianya . Ibunya pun melangkah ke arah kamar mandi perlahan lahan lalu membukanya .


"Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhh..." teriak ibu mayun , dan dia pingsan setelah melihat apa yang ada didalam kamar mandi


Mayun dengan polosnya menelpon ke nomor darurat ke polisian , mayun hanya menangis ketika berbicara dengan kepolisian .


"Kamu diam di situ ya nak , kami akan segera datang ke rumahmu , kamu jangan kemana mana ya nak , jangan kamu matiin ya telponya" kata pak polisi


Mayun pun duduk di sebelah ibunya dia tersenyum melihat penampakan di kamar mandi itu , seperti ada kepuasaan tersendiri di hatinya . Tidak lama pun polisi datang , polisi melihat mayun yang sedang menangis dan berusaha membangun kan ibunya yang sedang terbaring tak sadarkan diri itu . Polisi pun segera mengaman kan mayun dan ibunya . Sedangkan petugas lainya mengurus kedua mayat yang berada di dalam kamar mandi itu .


Mayun pun terbangun dari tidurnya ternyata hari sudah malam jam pun menunjukan jam 6 . Mayun menyalakan tv dan dia melihat berita kecelakaan bu melodi , dan dia tersenyum puas .


'"Aku tidak sabar menunggu besok" desis mayun


Mayun pun naik ke atas karna bentar lagi ibunya akan pulang , dan benar saja ibunya sudah pulang


"Huny kamu dimana nak ? tolong bantu ibu nak" kata ibu mayun


Mayun pun datang untuk membantu ibunya .


"Mayun bagaimana dengan hari mu sayang ? apakah baik baik saja ?" kata ibu mayun


"Aku sangat bahagia dengan hari hariku ibu , apa lagi semenjak aku mempunyai mainan baru" jawab mayun


"Mainan apa honey ?" kata ibu mayun


Mayun hanya menatap ibunya yang sedang ke bingungan .


"Oh ia bagaimana dengan sekolahmu honey ?" kata ibu mayun


Ternyata ibunya belum tau kalo Hana sudah tidak sekolah lagi . Lagi lagi mayun menatap ibunya itu , mayun mengepalkan tangan nya


"Baik" jawab mayun


Mayun ingin sekali mencelakai ibunya itu tapi dia masih bisa berfikir dengan baik , jika dia membunuh ibunya maka dia akan kehilangan tempat berlindungnya .


"Jangan lupa makan malam ya sayang , ibu udah siapin makan malam untuk mu" kata ibu mayun


"oke" jawab mayun singkat


Mayun pun keluar rumah dia merasa panas di dalam , dia duduk di kursi kayu yang ada di depan teras rumahnya . Tidak sengaja dia melihat seekor anjing yang sedang mengonggong . Mayun pun menghampiri anjing itu lalu dia mengeluarkan pisau kecil yang selalu ada di sakunya . Lalu mayun menusuk kan pisau tersebut ke leher anjing itu


"Aku akan mengirim mu ke syurga anjing kecil , karna aku bosan mendengar mu menggonggong setiap waktu" kata mayun


Anjing itu pun tergeletak dan merasakan kesakitan karna di tusuk di bagian lehernya . Mayun pun meninggalkan anjing itu tanpa merasa bersalah sedikitpun . Dia kembali masuk lalu ia tertidur . Kemudian mayun terbangun saat jam nya ber bunyi , jam menunjukan pukul 7 pagi , ibunya sudah pergi kerja , dan sarapan pun sudah tersedia di meja . Mayun pun menyantap sarapan itu . Lalu ia mengambil tasnya dan pergi ketempat tujuan nya . Dia pergi kesekolah seperti biasa .


Mayun pun sampai di sekolah lalu ia bertemu dengan bu marwah , ia adalah ibu dari citra anak yang suka membuli anak anak lain .


"Hello ibu marwah" kata mayun


"Oh hello . Maaf kamu anak sekolah sini juga ya ?" jawab bu marwah


"Iya.. boleh kah saya bertanya sesuatu kepada anda ?" kata mayun


"Oh tentu saja anak manis" jawab bu marwah


"Bukanya ibu marwah ini yang telah mengadu tentang saya kepada kepala sekolah di sekolah ini ? kenalkan bu nama saya mayun" kata mayun


"Oh . .bukan nya kamu sudah dikeluarkan yah dari sekolah ini ?" jawab bu marwah


"Iya , itu semua ulah anda . Tapi aku sangat berterima kasih karna sejujurnya aku tidak suka berada di sekolah ini , maka dari itu aku ingin mengajak ibu ke suatu tempat sebagai tanda terimakasih ku" kata mayun


"Bagaimana lain kali saja , hari ini aku sangat sibuk" jawab bu marwah


"Hanya sebentar" kata mayun


Akhirnya mayun berhasil merayu bu marwah untuk ikut dengan nya . Mayun membawa bu marwah ke danau .


"Kenapa kita ketempat ini ?" kata bu marwah


"Bukan kah tempat ini sangat damai bu ?" jawab mayun


"Hemmmmm... ia sih tapi kenapa kamu membawa saya ketempat ini ?" kata bu marwah


"Ibu coba liat di tengah danau sana ada apa kah di sana aku sperti melihat sesuatu tapi tidak jelas" kata mayun


Bu marwah pun membetulkan penglihatan nya


"Ohh itu adalah seekor buaya" kata bu marwah


Kira kira ibu tau gak ada berapa ekor buaya di danau ini ?" jawab mayun

__ADS_1


"Satu , dua , tiga , entahlah sepertinya banyak" kata bu marwah


"Kasian buaya buaya itu ya bu seperti nya mereka kelaparan.. aku ingin sekali memberi mereka makan daging segar" jawab mayun


"Berikanlah mereka makan jika kamu kasihan" kata bu marwah


Mayun pun mulai menatap mata bu marwah , seketika bu marwah berjalan ke arah danau dan menceburkan dirinya ke danau hingga setengah badannya tenggelam , dan buaya buaya itu mulai menghampiri bu marwah . Bu marwah seketika sadar ketika buaya mulai menyerangnya satu persatu .


"Tolooooooooooong.. mayun tolong aku" teriak bu marwah


Dia pun tenggelam di seret para buaya yang sedang kelaparan itu , darah mulai bercampur dengan air , seketika air itu menjadi merah . Sedikit demi sediki tubuh bu marwah habis di lahap buaya yang kelaparan itu . Mayun pun pergi dengan senyuman yang lebar dan perasaan yang puas .


Mayun pun berjalan menuju ke sekolahan . Dia tidak mau tau nasib bu marwah biarkanlah nasib bu marwah di perut buaya buaya rakus itu . Mayun berjalan menyusuri jalan setapak yang nantinya akan tembus ke jalan utama . Jalan yang ia telusuri itu masih alami yaitu hutan mahoni . pada tahun ini musim gugur jadi pohon pohon mahoni itu tidak memiliki daun . Mayun memandang ke atas lalu melihat telapak tangan nya


"Kenapa aku bisa sejahat ini , siapa aku , siapa diriku yang sebenarnya ?" kata mayun sambil melihat jari jarinya yang kedinginan


Tiba tiba mayun mendengar suara , suara itu sangat asing bagi mayun karna dia baru kali pertama mendengarnya .


"Lakukanlah tugasmu mayun , kamu tidak perlu tau siapa dirimu yang sebenarnya.. aku yang selalu menemanimu"


Mayun pun mendekati danau yang ada di sampingnya dia melihat bayangannya di air , bayangan itu sekilas mirip dirinya tapi dia heran kenapa bayangan nya itu terlihat sangat pucat seperti tidak ada tanda tanda kehidupan di wajahnya . Mayun pun ketakutan lalu ia pergi dengan tergesa gesa .


"Apa yg sebenarnya terjadi pada diriku ?" kata mayun


Suara itupun lagi lagi terdengar oleh mayun


"Kau bukanlah anak kandung ibumu mayun ,selama ini kamu sudah di bohongi dia . Pulanglah dan bunuh dia.. bunuh dia . Kamu tidak usah khawatir aku bersamamu , lakukanlah.. mayun ayo lakukanlah , dia sudah berbohong padamu"


Mayun pun berputar kembali dia pulang dengan fikiran yang kosong . Di jalan dia bertemu dengan grobolan preman dan preman itu menghampiri mayun .


"Hay anak manis , kamu dari mana kenapa kamu sendirian saja , apa mau om anterin kamu pulang ?" kata preman itu sambil tertawa terbahak bahak


"Minggir aku tidak punya urusan denganmu" kata mayun


"Hey kawan lihatlah gadis kecil ini , dia bertingkah layaknya orang dewasa hahaha" kata preman itu


Para preman itu pun mentertawakan mayun . Dia pun mengepalkan tangan nya lalu mengangkat tanganya ke atas


"Sudahlah anak manis kamu jangan kebanyakan tingkah , ikut saja bersama kami , kita besenang senang menikmati dunia ini.. hahahaha" kata preman itu


Mayun memejamkan matanya lalu kembali membuka matanya , matanya seketika menghitam gigi yang tadinya runcing menjadi bertaring


"Apa itu kenapa dia seperti drakula" kata preman itu


"Sekarang rasakan ini manusia bodoh , sudah ku katakan minggir tapi kalian tidak mengindahkan omonganku" jawab mayun


Preman itu pun lari kucar kacir tapi sayang mayun yang mempunyai kekuatan itu keburu menangkapnya . Ke tiga preman itu melayang di udara , mayun menarik preman yang botak terlebih dahulu dia mencekik preman botak itu lalu mencokel kedua bola matanya dengan kedua jarinya .


"aaaaaaakhhhhhhhhh" teriak preman itu


Preman itu pun mati seketika , mayun melempar tubuh preman yang berkepala botak itu , dia memakan bola mata itu dengan rakus di hadapan kedua preman itu , preman itu meminta ampun tapi sayang seribu sayang , tidak ada kata ampun dalam kamus mayun .


Mayun menarik satu lagi preman lalu menarik jantungnya hanya dengan satu tangan nya tanpa menggunakan senjata , mayun langsung memakan jantung itu , mulut mayun yang penuh dengan darah itu pun di usapnya dengan lengan .


"Aku sudah enek memakan mentahan , sekarang giliran mu" kata mayun


Preman itu pun meminta ampun tapi tidak di hiraukan olehnya , mayun menarik preman yang terakhir


"Bukankah sudah bosan hidup ? aku akan mengakhiri hidupmu seperti kedua temanmu itu" kata mayun


Mayun mencekik preman itu hingga lidahnya menjulur keluar , dia pun menarik lidah preman itu hingga putus lalu membuang nya


"Aku tidak Sudi mengunyah lidahmu yg kotor itu" kata mayun


Dia pun melemparkan preman itu lalu meninggalkan nya begitu saja .


"Giliranmu ibu , bernafas lah sebelum nafasmu aku putus , malam ini kau boleh menghirup udara tapi besok jangan harap kau bisa menikmati udara segar ini . Kau sudah ber tahun tahun membohongiku , kau pantas aku bunuh" kata mayun


Dia pun berlalu dengan fikiran yang hanya tertuju kepada ibunya itu . Dalam perjalanannya mayun bertemu dengan seorang pemuda , dia sangat tampan tiba tiba pemuda itu menyapa nya .


"Hay anak manis ini sudah terlalu petang untuk gadis seusiamu.. pulanglah aku yakin ibumu menunggu dengan perasaan yang cemas dirumah"


"Aku tidak mengenalmu , dan aku juga tidak perduli dengan ucapan dan nasehatmu , aku tau mana yang terbaik buat diriku sendiri" jawab mayun


Pemuda itu pun heran gadis sekecil itu tapi gaya bahasanya seperti anak gadis 17 tahun .


"Kenalkan nama ku petter , apakah kamu mau berkenalan dengan ku ?" kata petter


Mayun hanya terdiam..


Pemuda itu bukanlah pemuda sembarangan , dia juga mempunyai kekuatan tapi pemuda itu bisa mengendalikan kekuatan nya sehingga dia bisa menggunakan kekuatan nya untuk hal hal yang positif , apa mungkin karna mayun masih terlalu belia jadi dia mudah saja untuk di kendalikan .


"Hay anak manis siapa nama mu ?" kata petter


Tapi mayun tetap saja membisu , dia merasakan ada kekuatan di dalam tubuh pemuda itu jadi dia memilih diam .


Petter mencoba membaca fikiran mayun ,dan petter pun memejam kan matanya , lalu ia berada di tempat yang berbeda , petter melihat sesosok gadis yang menghadap ke danau , gadis itu sangat cantik tapi wajahnya sangat pucat , Petter mencoba menyapa nya


"Hay , sedang apa kamu di sini ?


Gadis itu pun tersenyum


"Hay , aku hanya sedang memandangi danau ini , di tempat ini tidak ada yang menarik selain danau ini petter" kata gadis itu


Petter pun terkejut saat gadis itu menyebutkan nama nya


"Dari mana kamu tau nama ku ?" kata petter


"Kamu sendiri yang mengenalkan nya padaku" jawab gadis itu


"Maksud kamu ?" kata petter


"Iya , gadis kecil itu adalah aku , aku hidup kembali dalam tubuh gadis itu , nama ku elizabet , tapi aku lebih suka kau panggil aku mayun" jawab elizabet


"Tunggu maksud kamu hidup kembali ?" kata petter


"Oh , aku adalah arwah pada saat ini , aku arwah seorang gadis yang kurang beruntung selama hidupnya dulu . Dulu aku adalah seorang gadis yang cantik dan imut , aku lahir di keluarga yang berada . Tapi sayang kedua orang tua ku sangat sibuk dengan pekerjaan nya sehingga lah aku terabaikan . Suatu hari aku di titipkan di keluarga pamanku dari sebelah ayahku , tapi mereka bukanya menjaga malah membuatku dan menjadikan aku sebagai pelampiasan napsu mereka , paman ku meruda paksa ku dan anak pamanku pun begitu , mereka semua jahat terhadapku , aku berusaha mengadu ke pada ayahku tapi ayahku menganggap ku hanya berbohong . Ikutlah bersama ku petter akan ku tunjukan kisah kehidupanku dulu" jawab elizabet


Tidak untuk sekarang mayun ,karna aku harus pulang , datanglah kerumahku aku akan mendengarkan ceritamu nanti" kata petter


"Sungguh ??" jawab elizabet


Petter pun tersenyum


"Rumahku Deket dari tempat ini" kata petter


"Kalo begitu see you , aku akan datang ke tempatmu" jawab elizabet


"Aku tunggu daaahhhh" kata petter


Elizabet pun melambaikan tangan nya . Seketika petter pun terbangun . Tapi sayang mayun sudah tidak ada di sampingnya .

__ADS_1


Keesokan harinya petter menunggu di depan rumahnya , dia terus menunggu mayun untuk datang kerumahnya . Hingga hari berganti petang , petter sangat khawatir dan mencari keberadaan mayun . Sayang sekali mayun telah menghilang bak ditelan bumi.. bahkan tidak ada yang mengingat mayun . Seolah sejak awal tidak ada orang yang bernama mayun .


__ADS_2