
Kisah ini berawal dari arga (nama samaran) . Dia memanggil kami aji , ikbal , tio , ponek . semua dan bilang
''Nanti malam kita masak liwet yok ?" kata arga
''Masak apaan ga modal aja gak ada" jawab ikbal
"Tenang gua punya uang 50 ribu kan lumayan cukup buat beli beras sama lauk pauknya" kata arga
"Gak enak ga kalo cuma lauk pauk tapi nggak ada lalapannya" sahut aji
"Iya juga sih kurang komplit gitu ya" kata arga
"Nah itu loh tau ga" kata tio
''Tenang aja bro ntar malam kita nyuri timun" kata ponek sambil tertawa hahahaha
''Sembarangan lu nek .kalo ngomong tuh saring dulu" kata aji
"Gak papa ji dari pada nggak ada lalapannya" kata ponek
"Iya juga sih ya udah ntar malam kita kumpul di mana buat nyuri timunnya" kata arga
"Disini aja ga tempat kita kumpul sekarang" kata ponek
"Ok tar malam abis isya yah kumpul" kata arga
Singkat cerita kami sudah berkumpul dan bergegas ke kebun timun . sesampai di kebun timun kami pun langsung memetik semua timun tanpa merasa takut .selang berapa lama si arga berbisik
" Bro bro perasaan gua nggak enak ini" kata arga
"Nggak enak gimana ga ?" kata ponek
"Gua merinding nek . Kita pulang aja lah" kata arga
"Pulang pulang tanggung kita udah sampe sini ga" kata tio
"Tau lu ga penakut amat" kata aji
"Sebenarnya perasaan gua juga sama ga nggak enak sejak di tempat kita kumpul" kata ikbal
"Udahlah lanjut aja udah tanggung pula" kata ponek
Selang berapa lama entah kenapa si arga lari terbirit birit sambil teriak
"Mak tolong arga makkkk" teriak arga
"Eh eh lu kenapa lari ga . Woy arga" kata ponek
"Ya udah lah kita lanjut aja gak papa dia pulang juga kan kita ber empat disini" kata tio
Selang berapa lama setelah arga lari terbirit birit semua mata tertuju pada ikbal . Sontak ikbal pun kaget dan bertanya
"Lu semua pada kenapa liat gua gitu banget" kata ikbal
Tanpa berkata mereka lari meninggalkan ikbal
"Woy woy jan tinggalin gua govlok woy" kata ikbal
Merek tidak menghiraukan ikbal mereka terus berlari mendobrak pagar yang baru di pasang sama pemilik kebun timun . Tak lama ikbal melihat ke belakang dan sontak iya kaget ternyata di belakang dia berdiri beberapa sosok pocong . Saat melihat sosok pocong yang begitu banyak . Ikbal kaget dan dia pun berusaha untuk lari . namun kaki dia terasa berat seperti ada yang memeganginya .
"Bro kita balik lagi . Kasian ikbal di tinggal sendiri" kata ponek
"Lu yakin mau balik lagi ke sana ? gua mah ogah dah" kata aji
"Tapi kasian ikbal ji . Coba kalo lu di tinggal sendiri gimana perasaan lu" kata tio
"Iya juga sih . Ya udah ayo kita balik lagi" kata aji
Dengan rasa takut kami pun memaksakan untuk kembali menjemput ikbal yang di tinggal sendiri . Saat tiba di lokasi kami kaget melihat ikbal di kelilingi pocong dengan wajah yg ber beda beda ada yang putih pucat , ada yang gosong , bahkan ada yang di penuhi dengan belatung . Dengan rasa takut kami perlahan mendekati ikbal dan berusaha menggapainya . Saat berhasil menggapai ikbal kami langsung pulang dan menggendong ikbal secara bergantian . Saat tiba di basecamp , ponek langsung bikin air hangat untuk ikbal .
"Minum dulu bal ni air hangat biar tenang" kata ponek
"Ma...ka...sih nek" kata ikbal dengan terbata bata
"Ya udah lu istirahat dulu aja . Biar gua sama yang lain masak" kata ponek
"Iy...a" kata ikbal
Saat kami asik memasak si ponek malah membahas kejadian di kebun
"Eh bro.. gua masih bingung nih" kata ponek
"Bingung kenapa ?" kata aji
"Soal di kebun itu loh . Kok bisa banyak pocong yah" kata ponek
"Mana gua tau . Lu tanya aja sama tuh pocong" kata aji
"Gua serius taek" kata ponek
"Sorry" kata aji sambil tertawa hahaha
"Udahlah jan bahas itu napa . yang lain aja" kata aji
Dan kami pun terdiam seketika suasana menjadi hening tanpa kata . Disaat terdiam kami di kaget kan sama satpam sebut saja pak murdin
"Duaarrrr" kata pak murdin mengagetkan
"Astagfirullah" kata kami barengan
"Kenapa kalian , kagetnya sampe barengan gitu" kata pak murdin
"Ya jelas kagetnya barengan pak , orang kita di kagetinnya juga barengan" kata ponek
"Oh iya hehe , maaf deh yah udah bikin kalian kaget" kata pak murdin
"Iya pak , gak papa santai aja" kata kami berbarengan
Tak berselang lama terdengar suara tertawa
"Hi...hi..hi..hi"
"Ka.. kalian denger nggak" kata ponek
"Denger apa an ?" kata aji
"Iya denger apa an" kata tio
"Itu barusan ada yg ketawa loh" kata ponek
"Gua nggak denger tuh" kata aji
"Sama.. gua juga nggak denger" kata tio
"Masa pada nggak denger sih , suaranya jelas loh" kata ponek
"Kaga denger apa apa kita sumpah" kata aji
"Iya kaga denger apa apa" kata tio
"Ya sudahlah" kata ponek
Tak lama masak pun hampir selesai . Tinggal ikan nya di goreng aduk sama sambel . Saat sudah matang . Kami bangunin ikbal
"Bal , bangun ayo makan udah matang ini" kata ponek
"Iya , bentar gua cuci muka dulu" jawab ikbal
"Jangan lama lama ,mereka udah nunggu" kata ponek
"Iya" jawab ikbal
Setelah itu kami pun makan bareng bareng termasuk pak murdin . Dia ikut makan juga karena kebetulan dia masih di sini . Saat selesai makan kami beres beresin alat masaknya , dan mencucinya . Tak lama setelah beres semua , kami berbincang sedikit .
"Aduh , abis makan gua malah pengen bab" kata ponek
"Hahahaha , baru juga di isi . Mau langsung di buang aja lu nek'' kata aji
"Iya nih , ya udah gua ke sungai dulu ya mau bab" kata ponek
"Emang berani lu sendirian" kata aji
"Berani lah , udah ah gak kuat gua" kata ponek
Setelah selesai bab . Ponek langsung balik dan langsung berbincang lagi
"Cepet amat lu babnya" kata aji
__ADS_1
"Emang kenapa ?" kata ponek
"Nggak apa apa sih" kata aji
"Gua ngantuk bro" kata tio
"Ya kalo ngantuk tidur lah" kata ponek
Tiba tiba ikbal jatuh pingsan
"Astagfirullah , bal lu kenapa bal" kata ponek
"Bal bangun bal" kata aji
"Kita bawa pulang aja kerumahnya" kata tio
Kita pun gendong ikbal untuk di bawa pulang .
Sesampai nya dirumahnya , ikbal kita pun langsung ketuk pintu rumah ikbal .
"Tok.. tok.. tok.. assalamualaikum" kata ponek
"Assalamualaikum... teh...teteh" kata aji
"Waalaikumsalam.. astagfirullah... ikbal kenapa ?" kata ibu ikbal
"Nggak tau Bu tiba tiba pingsan" kata ponek
"Ya udah bawa masuk sini" kata ibu ikbal
"Iya bu" kata kami bersamaan
Setelah itu kami kembali ke basecamp , dan tertidur . Tak terasa kamu pun terbangun jam 5:30 wib .
Satu bulan kemudian....
Ikbal masih belum sembuh juga . Sudah dibawa rumah sakit ini itu . nggak ada yang sanggup . Dan saat itu juga ibu ikbal bingung harus gimana lagi
"Kenapa rumah sakit tidak ada yang sanggup untuk mengobati ikbal" ucapnya pelan
Kami pun menenangkan ibu ikbal
"Yang sabar teh... tetap lah berdoa kepada yang kuasa , semoga ikbal cepat sembuh" kata ponek
"Amin... ya udah nek gini aja , kamu bantu teteh cari orang pintar ya" kata ibu ikbal
"Iya teh , nanti ponek cari in ya" kata ponek
"Makasih ya , kamu udah mau bantu teteh" kata ibu ikbal
"Iya teh , sama sama.. ya udah atuh teh , saya cari dulu orang pintar ya" kata ponek
"Iya nek , hati hati ya" kata ibu ikbal
"Iya teh.... assalamualaikum" kata ponek
"Waalaikumsalam" kata ibu ikbal
Saat itu juga ponek ddan yang lainnya pergi untuk cari orang pintar , tak lama kami pun menemukan orang pintar dan meminta agar datang kerumah teman kami untuk di obati . di rumah ikbal..
Orang pintar (sebut aja) pak sim itu terkejut
"Astagfirullah" kata pak sim
"Ada apa pak ?" jawab kami bersamaan
"Tidak ada apa apa" kata pak sim
"Kirain ada apa , ya sudah mari masuk pak" kata ponek
"iya" kata pak sim
Kami pun masuk dan ikbal langsung di obatin sama pak sim . Entah apa yg dia baca kami pun tidak tau . tiba tiba pak sim bilang
"kalian ngambil timun tanpa izin"
Sontak kami kaget kok bisa tau gitu . Ibu ikbal pun ikut kaget karena tidak menyangkan anak nya suka mencuri
"aAstagfirullah nak , kenapa harus mencuri" kata ibu ikbal
"Maafin kami teh , sebenernya kami yang ngajak ikbal buat mencuri" kata ponek
"iya teh , maafin kami . Kami juga nyesel" kata kami bersamaan
"Ya sudah , jadikan ini pelajaran buat kalian" kata ibu ikbal
"Iya teh . Kami kapok" kata kami
Tak lama ikbal tersadar dan muntah darah begitu banyak . Kami semua kaget karena ikbal tiba tiba muntah darah dan ikbal terlihat lemas seperti tak bertulang . Lalu orang pintar itu berbisik kepada ponek
"Nanti malam kamu harus kembali ke ladang timun itu"Ucap pak sim pelan tentu saya bingung dong dan bertanya
"Lantas , mau apa kita di suruh kesana lagi" kata ponek
"Karena di sana ada sosok pocong yg tak menerima kehadiran kalian" kata pak sim
"Lalu , kami harus melakukan apa" kata kami bersamaan
"Kalian harus meminta maaf atas kesalahan kalian" kata pak sim
"Tapi gua takut nek , kalo harus balik lagi kesana" kata aji
"Jika kalian tidak kesana , nyawa teman kalian terancam" kata pak sim
"Terancam gimana pak ?" kata ponek
"Sudah , jangan banyak tanya . Kalian harus tetap kesana nanti malam" kata pak sim
"Baik , saya akan kesana karena ini kesalahan kita juga" kata ponek
"Tapi gua takut" kata aji
"Kalo lu takut , lu potong anu lu" kata ponek
Singkat cerita malam pun tiba . Kami pun bergegas ke kebun timun . kami hanya ber tiga . Si arga mah nggak mau ikut karena dia trauma sama kejadian waktu itu
"Kita udah sampe , terus kita harus ngapain ini" kata ponek
"Mana gua tau , lu sih nggak nanya dulu sama pak sim" kata aji
"Gua lupa ji" kata ponek
"Pake acara lupa segala lu nek" kata tio
"Namanya juga manusia yo , gimana sih lu" kata ponek
Tiba tiba terdengar suara bebek
"Wek Wek Wek"
Bayangin tengah malam di kebun mana ada bebek . Semakin kesini semakin banyak suara aneh , suara burung hantu , macam macam suara ada . Mulai dari suara kambing , macan , ayam , bahkan suara desisan ular .
"Lu semua denger kan , suara suara itu" kata ponek
"Iya nek , kita denger" kata aji
"Pada takut kagak lu" kata ponek
"Takut sih pip" kata aji
"Kalo lu pada takut , pulang aja biar gua sendiri disini" kata ponek
Kita heran mental dia terbuat dari apa coba berani amat
"Gua gak mungkin pulang . Kita kan kawan" kata aji
"Iya nek , kita nggak mungkin ninggalin lu sendiri" kata tio
"Bagus kalo gitu" kata ponek
Tak terasa waktu menunjukan pukul 3:00 wib .
Dan kami belum menemukan apa apa .kecuali suara suara aneh . Tak berapa lama tiba tiba muncul pocong di hadapan ponek . Tapi kita heran kenapa si ponek biasa aja reaksinya . Dia malah bilang gini
"Lu apain temen gua sampe muntah darah . Gua tau kita emang mencuri timun disini , tapi tolong lah lu jangan nyiksa temen gua . gua tau lu suka ngikutin temen gua si ikbal . (dia tau dari pak sim katanya) . Tujuan kita datang kemari mau meminta maaf . jadi tolong lu jangan ganggu temen gua lagi"begitu ucap ponek
Dan waktu pun hampir subuh jam menunjukan pukul 4:00 wib . Pocong itu hilang entah kemana . kami pun pulang dengan perasaan tenang dan lega karena sudah meminta maaf . akan tetapi ternyata itu tidak berhasil... Kami bingung karena sudah seminggu ini sejak kami meminta maaf . Ikbal belum juga sembuh . Ponek dan yang lainnya hampir putus asa di buatnya karena bingung harus bagaimana lagi supaya ikbal sembuh . saat siang berganti malam . kami tidak melihat ponek di basecamp cuma ada kita ber dua
__ADS_1
"Ji , si ponek kemana ya ?" kata tio
"Iya nih , tumben , biasanya dia duluan yang ada disini" kata aji
"Kita kerumahnya aja yuk" kata tio
"Ya udah ayo kita samperin ponek" kata aji
Saat tiba di rumah ponek kami pun ketok pintu dan bertanya kepada kakanya apip (sebut saja) heni
"Assalamualaikum teh , ponek nya ada ?" kata aji
"Waalaikumsalam salam . Lah bukannya dia sama kalian terus dari siang ?" jawab heni
"Emang dari siang sama kita terus kak" kata aji
"Lah terus ngapain nanyain kesini ?" jawab heni
"Masalahnya dia nggak ada di tempat biasa kita kumpul kak" kata aji
"Terus kemana kalo nggak ada di sana ?" jawab heni
"Mana kita tau , makanya datang kesini" kata aji
"Mungkin dia ke kali buang air" jawab heni
"Iya mungkin , ya udah teh kita balik lagi aja , assalamualaikum" kata tio
"Waalaikumsalam" jawab heni
Singkat cerita waktupun menunjukan pukul 21:00 wib . Ponek belum datang juga kami bingung dan heran
"nggak biasanya dia telat datang" ucap aji
Saat itu kami teringat kebun timun dan kami pikir dia kesana sendiri
"Jangan jangan dia ke kebun timun lagi ?" kata tio
"Mungkin iya , coba kita kesana aja" jawab aji
"Lu berani kesana ber dua doang ?" kata tio
"Kenapa harus takut" jawab aji
"Ya udah ayo" kata tio
Kami pun bergegas menuju kebun timun . Saat tiba di kebun kami melihat seseorang yang sedang duduk di batu .
"Ji , itu siapa ?" kata tio
"Nggak tau , jangan jangan ponek yo" jawab aji
"Ya udah kita samperin" kata tio
Dan ternyata benar itu ponek . Kita nggak tau di sedang apa duduk sila sambil pejamkan mata . Tapi dia mengetahui kedatangan kami . Walaupun dengan mata tertutup .
"Seharusnya kalian jangan kesini" kata ponek
"Kenapa ?" kata tio kebingungan
"Lebih baik kalian kembali pulang" kata ponek
"Nggak nek , kita akan tetap di sini nungguin lu" kata aji
"Pulang , gua nggak mau kalian kenapa kenapa" kata ponek
Kami bingung sebenernya apa yang di maksudkan si ponek dengan perkataannya itu . Tapi kami keras kepala tidak menuruti perkataan ponek
"Nggak nek , kita akan tetap di sini" kata tio
"Iya nek , kita akan tetap disini temenin lu" kata aji
"Terserah kalian saja , aku cuma mengingatkan" kata ponek
"Iya nek , tau kok lu nggak mau temen lu kenapa kenapa" kata aji
"Ya udah , kalian boleh tetap di sini , tapi bantu gua baca do'a sebisa mungkin" kata ponek
"Iya , kita bantu lu" kata tio
Saat itu juga tiba tiba ranting pohon berjatuhan . Entah lah mungkin angin . Kami sempat melihat wajah ponek .dia berlinang air mata entah kenapa . Tiba tiba apip ngomong
"Tolong , tolong jangan ganggu temen saya . Saya minta maaf . Apa yang harus saya lakukan agar kalian memaafkan kami . kami sudah meminta maaf . Kami mengakui kesalahan kami" begitu ucap ponek sambil menangis . Kami heran kenapa dia menangis mungkin dia sayang sama kawan kawan nya . Dan hanya dia yang merasa paling bersalah di antara kita . Kami begitu lama berada di kebun timun . Saat selesai membaca do'a , ponek membuka matanya dan berkata
"Ayo kita pulang... semoga saja di maafkan" kata ponek
"ayo" kata tio
Kami pun pulang dengan ke adaan tio sama aji kebingungan . Sedangkan ponek masih bersedih . Ini membuat kita ber dua bertanya tanya
"Yo , ponek kenapa ya ?" kata aji dengan nada pelan
"Nggak tau , gua juga bingung liat dia begitu" jawab tio
Saat sampai di basecamp si ponek langsung tertidur pulas . sedangkan kami yang masih bingung selalu bertanya tanya
"ada apa ya dengan si ponek ?"
Dan kami pun mulai ngantuk saat masih kebingungan . Kami tertidur dan bangun di jam 5:30 wib . Ponek sudah nggak ada di basecamp ternyata dia pulang duluan .
Saat pagi menjelang siang . kami kembali kerumah ikbal untuk menjenguk , namun apa yg terjadi ke adaan ikbal semakin parah . Si ponek hanya terdiam tanpa kata . Dia menyesali perbuatannya sampai meneteskan air mata lagi . Karena meninggalkan ikbal sendiri waktu di kebun timun . Sedangkan kami hanya bisa mendoakan yg terbaik buat ikbal
Singkat cerita 2 Minggu kemudian . Si ikbal belum juga sembuh . Si ponek dia mengajak kami siang siang untuk ke kebun timun . Kami meng iyakan ajakan si ponek . Dan kami pun kesana untuk mencari tau penyebab semua ini . Saat sampe kesana . Kami melihat kakek tua yang sedang memetik timun dan si ponek bertanya
"Assalamualaikum kek" kata ponek
"waalaikumsalam" jawab kakek
"Saya mau tanya kek , apakah kakek pemilik kebun ini" kata ponek
"Iya nak , emang kenapa" jawab kakek
"Begini kek saya dan teman saya (ponek menceritakan semua yang kami lakukan dan apa yang kami alami saat di kebun ini . Alhamdulillahnya si kakek tidak marah)
Si kakek lalu bertanya
"Dimana teman kalian yg sakit itu" kata kakek
"Ada dirumahnya kek" jawab ponek
"Anterin kakek untuk menemuinya" kata kakek
"Baik kek , mari kita antar" jawab ponek
Saat tiba di rumah ikbal kami pun masuk dan tak lupa ucap salam . Saat masuk si kakek bertanya
"Mohon maaf bu , ini sudah berapa lama sakitnya" kata kakek
"Sudah lama sekali pak hampir dua bulan lebih" jawab ibu ikbal
"Sudah di bawa kerumah sakit ?" kata kakek
"Sudah kek , tapi nggak ada yg sanggup" jawab ibu ikbal
"Begini kakek sudah memaafkan kesalahan kalian . Kalo emang kalian mau timun , lain kali tinggal bilang sama kakek , jangan mencuri lagi" kata kakek
"Terima kasih kek sudah mau memaafkan kami" kata kami bersamaan
Tak lama si kakek bilang
"Busong sekarang kamu boleh pulang tugas kamu sudah selesai" ucap kakek pelan . kami heran lalu bertanya
"Busong siapa kek ?" kata ponek
"Kalian pernah bertemu mereka sebelumnya , nggak mungkin kalo nggak kenal" jawab kakek
kami bingung siapa busong ?
Tak lama si kakek berpamitan pulang saat ponek mau mengantar pulang si kakek bilang
"Udah nak , nggak usah di anter , kakek pulang sendiri saja" kata kakek
"tapi kan kek" jawab ponek
"Sudah kakek pulang sendiri saja" kata kakek (memotong perkataan ponek)
"baiklah kek kalo memang nggak mau di anter" kata ponek
__ADS_1
Si kakek pun pulang dan tak lupa ibu ikbal memberi nasi bungkus untuk makan si kakek . Beberapa minggu kemudian... si ikbal sembuh dari sakitnya dan kami pun berkumpul kembali dan tak pernah terpikirkan lagi untuk mencuri .