
Awalnya kami hanya sekedar ingin menikmati sejuknya embun dan udara di pegunungan , namun secara tidak sengaja abi telah mematahkan tongkat dari penghuni maupun dari sosok ghaib yang berada disana . Pada saat itu pertama kalinya kami melakukan pendakian , di awal semester sekolah .
"Ram , bi . Hiking yuk . Kita nekat aja kesana soalnya gua juga belum pernah kesana"
"Ntar kalo nyasar gimana jar ?"
"Kalo soal itu santai aja bi , kita kan punya mulut . tinggal nanya ke orang aja nanti"
Beberapa hari kemudian kami pun berangkat menggunakan bus . Karna baru pertama kali kami membawa logistic banyak , sedangkan alat alatnya hanya membawa sekedarnya saja . itupun hanya bermodalkan nekat , yang penting gak kelaparan disana nantinya . Ya mungkin karna kami membawa bayi gorila , yang mengharuskan membawa 2 kali porsi makanan dari kami , siapa lagi kalo bukan si abi .
Ransel logistic pun yang membawa si abi , sedangkan kami membawa tenda , perkakas , dan pakaian kami . Saat di perjalanan.....
"Inget , kalo di gunung jangan ngomong sembarang . Di jaga kata katanya . Biar gak di usilin sama mereka" kata fajar
"Emang elu pernah naik gunung jar ?" jawab abi
"belom pernah bi . Tapi itu kata saudara gua . Jadi kita harus jaga omongan kita disana nanti" kata fajar
Mereka sibuk berbincang , sementara aku memikirkan sesuatu .
"Ada apa aja nanti ya ?"
"Pasti banyak makhluknya dah . Semoga aja ngga ganggu gua sama temen temen nanti"
Di dalam perjalan ku terus berdoa , seolah diri ini berjalan menuju kegelapan . Ya mungkin karna baru pertama kalinya pergi ke gunung , dan tidak tahu ada apa saja disana .
"Gentong , rama , bangun . Udah sampe nih . buruan"
Tiba disana itupun sore hari , dan kami melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan angkutan umum . Setelah sampai kami melanjutkan kembali dengan berjalan kaki .
"Terus sekarang kita kemana jar ?" tanya ku
"Kita nginep dulu kan ? cari hotel dulu jar kaki gua keram nih"
"Mana ada hotel disini ? kita masih jalan lagi . Tapi nunggu barengan aja . Soalnya gua gak tau jalannya ke checkpointnya"
Sekian lama kami menunggu , berharap ada orang yang hendak pergi kesana juga . 1 jam kami menunggu akhirnya dapat barengan dari 3 orang mahasiswa .
"Bang , bareng ya . Saya juga mau kesana" ucap fajar
"Ayo buruan , mumpung belum hujan" jawab seorang mahasiswa dengan tergesa gesa .
Awalnya kami melewati persawahan , kemudian masuk kedalam hutan . 2 jam kami lalui di jalan yang gelap dan terjal di iringi rintik hujan . Sementara 3 orang mahasiswa berjalan terlalu cepat . Aku kasihan melihat abi yang sangat terpaksa harus berjalan lebih cepat , apa lagi bawa ransel logistic banyak .
"Jar , istirahat dulu . Kaki gua sakit" kata abi
"Tapi bi" jawab fajar
"Bang , boleh istirahat ngga ? " tanya ku ke 3 orang mahasiswa
"Kita harus cepat cepat keburu deras nanti hujan nya" jawab seorang dari mereka
Karna aku dan fajar kasihan dengan abi...
"Yaudah bang , duluan aja . Biar kami istirahat disini" jawab fajar
Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan . Sementara kami isirahat sejenak di tengah hutan . Fajar dan aku melihat mereka berjalan , untuk mengingat arah yang mereka lintasi .
"Bi , kaki lu masih sakit ngga ?" tanya fajar
"Masih jar . Pegel nih betis gua" jawab abi
"Yaudah gua pijitan deh bi"
Bayangkan saja di tengah hutan , dan gak tau arah jalurnya mau buka tenda pun jalannya gak ada yang datar , hanya bersenderan di bebatuan . Lelah kami rasakan , dingin pun menyelimuti , bersamaan rintik hujan yang terus menetes di kepala .
"Ayok jar , kita lanjut lagi" kata abi
Lalu kami melanjutkan perjalanan . Aku ingat , di pinggir jalan yang di sebelah kirinya ada sungai , abi tergelincir karna licin . Lumayan juga di ketinggian setengah sampai satu meter abi terjatuh .
"Jaar , raaam , tolongin gua" teriak abi
Dengan cepat kami berdua menarik abi dari semak semak . Lalu melanjutkan perjalanan kembali . Nah pas di tengah jalan , ada jalan setapak bercabang .
"Ram , bi . Kita lewat mana nih ?" tanya fajar
"Kalo lu nanya ke gua , terus gua nanya kesiapa ? kan gua juga gak tau jalannya jar" jawab abi
Disana itu hawanya sudah tidak enak . Semenjak kami melewati hutan . Di tambah lagi kami gak tau arah tujuan di tengah hutan . Hujan deras mulai mengguyur kami , sementara kami bingung jalan mana yang harus di tuju .
Kalo nyasar di ibu kota masih mending , bisa lihat palang jalan . Nah kalo nyasar di hutan gimana , bawa kompas pun percuma , karna kami baru pertama kali disana . Apalagi aku merasakan ada sesuatu yang mengawasi kami saat di perjalanan , namun aku tidak memberitahukan ke mereka , aku takut mereka malah jadi paranoid di saat genting .
Dari rintiknya hujan , lalu datang seorang lelaki tua rentah berjalan membungkuk yang menggunakan caping di atas kepalanya sambil membawah sebatang kayu di tangannya .
"Jar , tuh ada orang . Kita tanya aja sama dia"
Fajar lalu bertanya pak tua misterius tersebut . Sementara aku sibuk membuka ransel dan mengambil sesuatu .
"Pak , arah jalan ke pos wisata alam lewat kiri atau kanan pak ?"
Kemudian pak tua tersebut mendekati fajar dan abi , sembari memegang pundak fajar dan abi , lalu mereka berdua melangkahkan kakinya berjalan mengikuti kemana pak tua tersebut melangkah .
Yang ku heran , kok tumben gak ada aroma aroma aneh yang tercium di hidung ku , mungkin karna hujan atau entahlah pada saat itu kami juga kan memang butuh arah jalan .
Ketika ku panggil nama mereka , mereka hanya menunduk dan mengikuti langkah lelaki tua di depan mereka , sementara aku jalan paling belakang . Sambil mengamati jalan setapak . Karna aku takut keselamatan kedua teman ku , lalu ku ikatkan tali rapiah ke ransel mereka yang menyambung ke badan ku . Tujuannya agar ketika kami melebihi ataupun menjauh dari jalan setapak , maka aku akan menarik kedua teman ku sambil memukul mereka berdua dengan ranting pohon yang ku pegang pada saat itu , agar mereka tersadar dari halusinasi pandangan . Aku mengikuti sosok tersebut karna masih di jalur jalan setapak dan karna gak tau jalan nya juga .
"Ini yang sadar cuma gua doang , mana di tengah hutan . Kalo gua tau jalannya mungkin udah gua sadarin si abi sama fajar . Gua harus gimana ya ? semoga aja itu makhluk ngga nyasarin kita bertiga . Oh iya , baca doa aja deh" racau rama dalam hati
"Jaaar... bi..." rama berbisik
Dalam hati aku berdoa agar bisa selamat sampai ke checkpoint atau pos pintu masuk wisata alam . Mungkin sekitar satu jam lebih kemudian aku mendengar suara suara seperti orang tertawa dan bergurau . Lalu aku memukul fajar dan abi dengan ranting , sambil menarik mereka , karna suara tersebut dari arah sebelah kiri kami .
"Jaaar , bi . Ayo jalan kesini . Kita dikit lagi sampe nih" kata rama sambil memukul dengan ranting
seketika mereka berdua ambruk , kemudian selang beberapa menit mereka bangun . Dengan mengucap hal yang sama , aku membangunkan mereka .
"Mana ram ? ayo buruan jalannya" kata abi
"Bi kaki lu gak sakit kan ?" tanya rama
"Kok badan gua lemes ya jar ?" kata abi
"Tahan sedikit aja bi , dikit lagi kita sampe pos" kata rama
Dan ternyata mereka tidak sadar dengan hal yang barusan terjadi di jalan . Dengan jalan tertatih kami melanjutkan kembali perjalanan kami , mengikuti suara keramaian . Mungkin suara itu dari para peserta maupun pendaki yang sudah berada di pos penjaga . Tak lama kemudian kami berhasil mencapai ke pintu masuk wisata alam .
"Haaaaah , lega rasanya" kata rama
"Akhir nya kita sampe ya jar , kita cuma modal nekat doang" kata abi
"Iya bi . semua badan sampe gua pada pegel" kata fajar
Ada hal aneh setelah kami tiba di pintu masuk .
"Eehh jar , ram liat tuh 3 orang yang tadi barengan kita kan ?" kata fajar
"Lah iya itu dia pada baru nyampe sini" kata rama
lalu...
"Bang , baru sampe sini kah ?" tanya abi
"Kok lu bertiga nyampe duluan ?" ucap salah seorang mahasiswa
"Makanya itu . tadi kan abang jalan duluan tadi" kata rama
mereka berlima pun jadi heran . sementara...
"Terima kasih sudah mengantarkan kami , mbah" kataku dalam hati
Derasnya rintik hujan , dengan jalan yang sangat tidak bersahabat kami lalui , rasa lelah kami dapatkan di malam itu . Namun ada sedikit kebanggaan bagi kami , setidaknya kami sampai tujuan di pintu masuk wisata alam .
"Kita kapan pasang tendanya jar ?" tanya abi
"Nanti aja bi . Kita istirahat sebentar sampe hujannya reda" jawab fajar
"Eh iya jar , ram tangan kanan lu berdua tunjukin sini" kata rama
Kemudian kami mengikat janji di saat itu , bahwa kami akan selalu menjadi sahabat selamanya , kemana mana kudu bertiga . Sejak pertama kami camp hingga seterusnya tali rapiah (khusus) tak pernah luput ku bawa , alasannya ya seperti yang ku tulis di atas . Hujan pun mulai sedikit reda , dan kami mencari tempat untuk memasang tenda yang baru kami beli kemarin . Namun....
"Eh taplak , cengcorang lah lu berdua bukannya masang tenda malah duduk disitu . Gua mah udah nyiapin perapian dari tadi" kata abi
"Masalahnya gini bi , gua sama rama gak tau cara masang tendanya" kata fajar
Kemudian suasana hening . Kami saling bertatap tatapan , lalu aku sedikit mengeluarkan senyum bersamaan dengan mereka . Karna tak tertahan kami pun tertawa terbahak bahak .
"Eh buset daaah... gua mah nungguin dari tadi . Emang lu gak ikut pramuka waktu sekolah SMP ?" tanya abi
"Ngga... lu sendiri ikut ngga ndut ?" kata fajar
"Gua ngga boleh sama mama gua , gua waktu di SMP malah di suruh masak masakan . Makanya gua sengaja bikin perapian biar lu pada yang masang tendanya , soalnya gua juga ngga tau cara masangnya" kata rama
"Yaelah gentoooong" kata abi
"Terus sekarang gimana nih ram , masa kita tidur di luar ?" tanya rama
" Gua punya ide jar , ndut . Kita ke tempat orang aja . Pura pura pinjem korek , terus liatin dah bentuk tendanya . Nanti kita contohin di tenda kita , gimana ?" kata abi
"Nah iya bener ram . Ayo kita ketempat orang. sementara semua tas kita di tutupin dulu di semak" kata fajar
Akhirnya kami menuju ke tenda orang lain . Kami mampir sejenak di camp nya orang sambil berkenalan dan sambil melihat posisi tendanya .
Kami bertiga berlagak seperti maling waktu disana , melirik dari sisi depan samping dan belakang tenda orang lain , abi bertugas untuk mengobrol karna abi gampang akrab sama orang lain sementara aku dan fajar melihat lihat sekitaran tenda . Tak lama kemudian kami pun kembali ketenda , namun sebelum kembali ke tempat kami , mereka berpesan untuk hati hati dan jaga sikap .
"Gimana ram , jar.... lu inget kan posisinya ?" tanya abi
Kemudian kami bertiga mencoba mendirikan tenda kami sambil mengingat apa yang tadi kami lihat di tenda milik orang lain . Lalu kami siapkan peralatan tenda dari tiang dan pasak yang terbuat dari logam besi , padahal dari kayu pun sebenarnya bisa . maklum karna itu pertama kalinya kami ngecamp hehehe..
"Akhirnya berdiri juga tenda nya ya ram" kata fajar
"Itu berkat kerja sama team abi" kata rama
"Eeeeits jangan lupa , berkat modal ngelirik tenda orang juga ram" kata abi
Kami pun tertawa..
Namun setelah kami cek kembali tendanya , ada hal aneh tentang pasak yang kami pasang . Padahal tadinya kami memasang pasak dengan besi , tapi ada 1 pasak yang menggunakan kayu .
"Jar , kok pasak belakang ngga pake besi ?" tanya rama
"Ah masa sih ram ? perasaan gua pasang pake besi deh" kata fajar
"Pasak aja lu permasalahin . Sini buruan minum kopi sama jahe hangat dulu . Ntar kita langsung tidur . capek badan gua" kata abi
Kami menghiraukan tentang pasak tersebut lalu menikmati minuman hangat di malam itu .
"Dah yok , kita masuk . Gua mau istirahat . besok mau lihat air terjun pas pagi nya" kata abi
Kami bertiga pun langsung masuk ke tenda . Dan mencoba mengistirahatkan tubuh kami yang lelah ini . Suara rintik air hujan pun agak terdengar , pertanda hujan mulai turun kembali . Karna ku suka dengan suara hujan , lalu aku pindah posisi ke pinggir di dekat pintu tenda , sambil berjaga jaga .
"Ram... lu gak tidur ?" tanya fajar
"Eh jar... gak nih . Gua lagi dengerin suara hujan . Soalnya enak di dengernya . Lu sendiri kenapa gak tidur ?" kata rama
"Tadi pas masang pasak yang di belakang , bulu kuduk gua berdiri . Apa jangan jangan banyak penunggunya disini ram ?" tanya fajar lagi
"Perasaan elu aja kali jar . Dah yok kita tidur aja" kata rama
__ADS_1
Lalu aku pindah posisi lagi di pojok tenda , sedang fajar di tengah tengah aku dan abi . Dengan bertujuan agar asa takut fajar hilang , tak lama kemudian kami pun tidur . Entah beberapa menit kemudian , tenda kami sedikit bergetar , namun hanya di 1 titik saja . Aku merasakan karna aku tidur di posisi paling belakang tenda .
"Siapa tuh ?" kata rama dalam hati
Aku menengok fajar dan abi mereka berdua sudah tertidur pulas mungkin . Tapi posisinya si fajar agak sedikit mepet ke posisi ku .
"Nih anak belum tidur paling" kata rama dalam hati
Lalu aku keluar tenda , sambil melihat apa yag terjadi dengan tenda kami . Kemudian pasak nya ku ganti dengan pasak besi , pikir ku mungkin karna pasak kayu tersebut kurang kuat menahan tenda kami , dan membuang kayu tersebut . Saat ku buang batang kayu ke semak semak berbarengan pula percikan api unggun sedikit membesar , seperti ada yang melemparnya .
"Siapa tuh ?" teriak kecil ku
Tak lama fajar keluar
"Ada apa an ram ?" dengan wajah panik
"Ngga ada apa apa jar . Yaudah kita masuk lagi ke tenda" kata rama
Ada sedikit rasa takut di malam itu , entah soal sosok disana maupun takut dengan binatang liar . Ketika di dalam tenda .
"Siapin golok nya jar . Gua takut ada binatang liar doang"
Kami berjaga jaga di dalam tenda sambil membekali diri . Namun rasa kantuk sudah tak tertahankan hingga tak sadar kami pun terlelap sampai menjelang pagi .
Di awal Kami pergi untuk melihat tenda orang lain , aku merasa sudah tidak enak , seperti banyak yang mengawasi . Hingga pada saat memasang tenda pun aku melihat sekelebatan bayangan bayangan yang belum terlihat jelas di pandangan .
Ketika aku memasang pasak di arah depan , dan fajar di arah belakang tenda , sudah merasakan hal yang tidak enak . Mereka seperti ingin mendekati kami . Ya mungkin tujuan nya hanya sebatas ingin berkenalan ataupun ingin mengenal kami . Tapi tetap saja kita sebagai manusia pun bakalan takut jika melihat secara langsung . Rasa takut ku lawan , karna aku tidak ingin rasa takut ini jadi menular ke fajar dan abi .
Pada saat aku melempar sebatang kayu , dari semak semak seperti ada yang melampar sesuatu ke api unggun . Dan ketika fajar keluar dari tenda , ada suara seperti orang yang menggeserkan ranting .
"Sreek... sreeek... sreeek...."
Maka dari itulah aku mengajak fajar untuk masuk kembali ke tenda . Ketika ingin masuk ketenda seperti ada yang sedang mendekati kami , itu berbarengan dengan suara suara di semak .
Aku berjalan menuju tenda sebenarnya pengen banget lari , cuma takut si fajar nya ikut takut dan panik .
"Ayo cepet masuk ke tenda... itu tadi makhluk apaan ya.... pasti serem mukanya" kata rama dalam hati sambil mempercepat lajunya karna takut
Aku melihat banyak sekali sekelebatan entah dari bayangan maupun yang berwujud , namun keadaan pada saat itu sangat gelap yang terlihat sekilas hanya makhluk berbulu , dengan perawakan sedang . Tidak tinggi seperti mamang uwo (genderuwo) . Karna jenis makhluk maupun sosok sosok yang berada di dataran tinggi ataupun di pegunungan itu sangat berbeda dengan makhluk yang berada di perkotaan . Yang pastinya lebih seram , menakutkan dan galak di dataran tinggi .
Lalu aku menyuruh fajar untuk mengambil sebuah benda yang menurut ku aman untuk di gunakan pada saat itu .
"Woi , banguuun.... dah pagi nih ! gua mau lihat air terjun sekarang... ram , jar bangun buruan.... gua mau buat makanan dulu . Terus nanti kita ke air terjun" teriak abi
Terdengar di telinga sesosok bayi gorila membangun aku dan fajar .
"Jaaar , bangun jar.... kita sarapan dulu"
Heeeeemmmmm... pagi yang sedikit mendung namun kami menghirup udara yang sangat segar , dan di selimuti embun pagi yang sejuk . Sontak saja ketika keluar dari tenda dan memandang langit sambil berteriak sekencangnya . Hal ini sama seperti yang ku lakukan ketika aku sedang di pantai .
"Jaaaah , nih anak kesurupan jin tarzan . Jangan berisik luh , ntar di samperin jin" kata abi
"Ngga apa apa bi . Kan menikmati udara pagi yang sejuk . Kapan lagi kita bisa menikmati udara seperti ini di jakarta ?" kata fajar
"Iya juga sih . Tapi kan ngga pake teriak juga taplak" kata abi
Saat kami berbincang ada juga orang lain yang berteriak kencang . Seperti mereka menyahuti atau menjawab teriakan ku .
"Tuh denger kan bi.... ada yang teriak juga ?" kata fajar
"Dasar taplak ngeles nya biasa an aja . Ya udah buruan sarapan terus nanti kita langsung ke air terjun sekalian mandi disana" jawab abi
Usai sarapan lalu kami menuju ke tempat air terjun untuk melihat dan sambil mandi di sana .
"Lu berdua lelet amat buruan jalannya , ngga sabar mau liat air terjunnya" kata abi
"Ya sabar bi . badan gua menggigil dingin banget disini . Kalo lu kan enak kulitnya tebel . berapa lapis ram ?" jawab fajar
"Ratusan..." sahut rama
"Sekate kate aje kalo ngomong lu pada . Mau lu gua tenggelemin di air terjun" kata abi
Ciri khas abi ketika sedang di ejek oleh kami , jika berbicara mulutnya di miring miringin matanya sambil melirik . Saat tiba di air terjun abi langsung membuka bajunya kemudian mandi , sedangkan aku dan fajar hanya melihat kudanil berenang bebas disana .
"Ram , lu gak mandi ?" tanya abi
"Ngga ah dingin banget , lagian masih pagi udah ke air terjun . Gua mandi agak siang aja . Biar kena matahari jadi ngga terlalu dingin . Lu aja jar mandi bareng abi" jawab rama
"Ogah ah . nanti aja bareng lu mandi siang aja . Biarin aja itu gorila coklat mandi sendiri" sahut fajar
Saat abi sibuk bermain air disana , semantara aku dan fajar melihat sekeliling tempat air terjun . Dari kaki air terjun di atas terlihat ada entah makhluk maupun manusia berambut panjang yang sedang melihat orang orang dari atas tepat di samping air yang sedang menjulur mengalir ke bawah .
"Jar , liat ngga ada orang di atas ?" tanya rama
"Dimana ram ?" kata fajar
Lalu ku ambil air di dekat ku dengan tangan kanan , lalu ku usapkan air tersebut ke muka fajar
"Apa an sih" kata fajar sambil ngelap muka
"Biar lu liat , itu ada orang di atas rambutnya panjang" kata rama
Tetap saja si fajar tidak bisa melihat sosok yang berada di atas air terjun . Kemudian tak lama kuping ku berdengung meski masih mendengar suara orang di sekitar maupun suara teman ku , tapi terdengar jauh . Terdengar seperti keramaian ada yang berbisik , berteriak dan sebagainya .
"Kuping gua kenapa lagi coba" gumamku
Mencoba untuk mengembalikan seperti semula pendengaran ku dengan segala cara .Kalo di bilang budek atau tuli sementara sih ngga , karna aku masih mendengar jelas dari semua perkataan entah teman maupun orang lain , cuma terdengar jauh .
"Hmmm , ngga beres nih"
"Jar , abi kita balik ke tenda" teriak rama
Aku penyuruh mereka untuk lekas kembali ke camp kami . Sambil memberitahu ke mereka , soal pendengaran ku yang sedang bermasalah . Pada saat di tenda..
"Eh cengcorang , lu apain anak orang ?" tanya abi
"Lah di kira mobil kali di benerin . Kasih minyak angin aja , ntar juga normal lagi . Inget minyak angin bukan minyak rem" kata abi
Namun hal tersebut tidak membuahkan hasil , kuping ku malah panas terkena minyak angin , sementara daya pendengeran ku masih sama seperti tadi .
"Ya udah ngga apa apa jar , gua masih denger suara lu berdua ini . Nanti kita ke checkpoint sebentar" kata rama
Setelah kami melakukan aktifitas di camp , sebelum menjelang sore kami pergi ke checkpoint untuk membeli sesuatu disana .
"Ayo balik le tenda lagi . Kita belum nyiapin perapian buat masak nanti" kata abi
Dan di malam kedua lah detik detik menegangkan , menakutkan , dan sebagainya aku alami . Saat kami menuju tenda mereka para makhluk tak kasat mata sedang mengikuti gerak gerik kami . Ibaratnya seperti ada segerombolan orang yang sedang ramai duduk di segala tempat maupun posisi , sementara kita berjalan di antara mereka , mereka terus memandangi kita yang sedang berjalan .
"Mana kuping gua begini , ada aja masalahnya" kata rama jalan sambil menundukan kepala
Aku belum lihat jelas apa saja sosok nya , yang pastinya ramai . Hingga malam tiba , kami menyiapkan hidangan untuk makan malam .
"Nih di makan , sisanya buat gua ya.... soalnya laper" kata abi
"Iye tau , perut kan karung apa aja bisa masuk disitu" ejek fajar
"Sembarang aje lu cengcorang . Eh taplak bukannya di ambil malah diem aja . Buruan nih keburu dingin makanan elu" kata abi
"Iya bi" jawab fajar
Keadaan pendengaran yang seperti ini , membuat ku seperti ada yang kurang lengkap dalam diri , di tambah kegelisahan ku akan sosok yang berada disini . Satu sosok saja kadang membuat ku takut , apalagi lebih dari tiga . Abi dan fajar , sedang asyik menikmati hidangan mereka , sementara piring ku taruh di dekat kedua kaki , kepala tertunduk dan tidak ingin mengangkatnya sedikitpun . Karna ada satu sosok yang berdiri di dekat abi . Hanya melihat kain hitam dan kuku yang hitam pula dari bagian bawahnya . Entah sosok apa yang berada di belakang abi , yang jelas aku tidak ingin mengangkat kepala . aku melihat semua bulu di tangan berdiri , dan di area pundak ku juga .
"Masa gua takut sih . Tapi jin nya galak ngga ya ? si abi sama si fajar berasa ngga ya , padahal ada sosok disitu . Kok jadi banyak yang datang.... gimana nih ?" kata fajar dalam hati
"Jaar..." kata rama dengan suara pelan
Tiba tiba seperti ada yang duduk di pundak ku , atau seperti di tiban sesuatu yang sangat berat . kepala sedikit pusing dan pundak serasa sangat berat .
"Ada yang mau masuk... lawan ! lawan ! lawan !"
Tangan ku seperti mengepal lalu seperti sedang mencengkeram . sosok itu sudah menguasai tubuhku , namun tidak sepenuhnya karna aku terus melawan dan menolak untuk di rasuki .
"Waaaaaaarghhh.." teriak rama
"Eh jar , rama kenapa tuh . Bantuin yuk" suara abi masih terdengar meski agak jauh dari pendengaran ku .
"Keluaar....!" teriak rama lagi
Abi dan fajar menggotong tubuh rama ke tikar untuk membaringkan ku disana .
"Jangan di tidurin badan gua..."
Karna aku takut , jika tubuhku di baringkan maka dengan mudahnya mereka akan masuk ke tubuh . Sesekali rasa mual tak tertahankan dan muntah . Tapi mereka tetap mencoba masuk ketubuh .
Terlihat di samping sudah ada sosok yang sebelumnya berada di dekat abi . Perawakan seperti kunti tapi kok hitam bajunya , dan beberapa sosok di depan ku entah jenis nya apa aku kurang paham namanya . Yang jelas berkepala sedikit pelontos , berbulu jarang dengan kuku yang hitam juga . Giginya lancip bertaring cuma agak moncong sedikit mulutnya . Hanya 2 makhluk yang terlihat jelas di hadapan . Sementara yang lainnya tidak ku lihat dengan seksama . Ada juga yang agak besar , namun dia masih berada di jarak mungkin 8 sampai 10 meter dari aku duduk .
"Gua ngga sanggup.... berat banget"
Sudah setengah sadar pada saat itu . Namun abi dan fajar malah pergi . Mungkin mereka meminta pertolongan ke orang lain . Yang di takutkan , tubuh ku ini di bawa pergi entah ke hutan maupun ke jurang . Udah gitu di tinggal pula sama mereka berdua . Aku coba tetap bertahan , hingga mereka tiba . Dan akhirnya aku tak sadarkan diri .
"Ramaaaaa.." suara berbisik.
" siapa itu ?"
Lalu gelap , hanya merasakan tubuh yang sangat pegal dan lelah . Yang ku ingat muka ku di basuh air dingin , balsem , kuping di bacain ayat ayat sampe geli akunya . Aku kan gelian orangnya , kalo orang bisikin ke kuping ku pasti geli , atau di pegang pundaknya juga geli .
"Saya udah sadar mang" kata rama sambil menjauh , karna geli
"Syukur deh . Kalo disini hati hati jangan melamun , jaga etika , jangan sesumbar . Lagi pula kalian ini sudah salah tempat . Disini tempatnya mereka berkumpul . Lebih baik kalian di tempat yang lain" kata salah satu mahasiswa
"Maklum mang , kami masih baru disini , dan belum pernah hiking sebelumnya . Ini pertama kalinya kami pergi ke gunung" jawab fajar
"Ya sudah , kalian bereskan tenda , dan pindah di dekat checkpoint saja , biar kami bisa memantau kalian" kata salah satu mahasiswa
"Tapi mang , tungguin disini ya , kita bareng kesananya . Takut teman kami kerasukan lagi" jawab fajar
Sambil memegang pundak dan mengurutnya , aku melihat di api unggun ada batang kayu yang tertancap di sampingnya .
"Perasaan itu bukannya pasak yang gua buang ?" gumam fajar
Lalu ku ambil batang kayu tersebut , kemudian kami pindah bergegas pergi dari situ , dan membuka tenda di dejat checkpoint . Karna penasaran, maksudnya mereka itu apa meninggalkan barang kayu , atau mengganti pasak kami dengan sebatang kayu tersebut . Salah kami dimana ?
"Ram , jangan melamun . Nanti lu kerasukan lagi" kata abi
"Ngga bi . Gua lagi mikir sesuatu" jawab rama
Kami sudah berada di tempat aman bagi fajar dan abi , karna memasang tenda tidak terlalu jauh dengan pos penjaga . Tapi tidak bagi ku masih ada hal yang lain yang harus di selesaikan , meski aku tidak tahu letaknya .
"Baru kali ini di kroyok jin" kata rama
"Emang ada banyak ram ?" tanya fajar
"Banget jar..." kata rama
"Yaudah kita kudu hati hati disini , yang penting bisa selamat sampe rumah . Lagi pula kita udah di tempat aman" kata abi
"Iya bi" kata rama
"Andai mereka berdua tau . Tapi ya sudahlah biar aku saja yang merasakan kehadiran mereka" kataku dalam hati
Serangan dari jin di daerah tersebut belum usai , di malam itu juga mereka kembali datang ke tenda kami . Larna aku merasakan sesuatu , lalu..
"Mau kalian itu apa ? apa salah kami disini ? kami tidak mengganggu kalian , kami hanya ingin menikmati suasana disini sebentar" kata rama
"Ram , lu ngomong sama siapa ? udah diem . Ntar kesurupan lagi gua sama fajar yang repot" kata abi
Lalu aku menatap kedua teman ku
__ADS_1
"Oh iya" kata rama
Karna aku tidak ingin merepotkan fajar dan abi , jadi lebih baik aku diam saja . Dan mengawasi sosok sosok yang sedang mengintai kami dari semak semak . Hanya menunggu kedua teman ku terlelap , sambil memegang sebuah kayu yang berada di tangan kanan sambil duduk di dekat api unggun .
"Ram lu ngga tidur ? badan lu ngga capek ? tadi katanya lu ngeluh pegel badannya" kata fajar
"Udah ngga jar . Lu kenapa ngga tidur ?" jawab rama
"Gua cuma khawatir sama lu aja . Mending masuk tenda aja , kita ngobrol di dalem" kata fajar
Keadaan pada saat itu ya memang badan kurang fit , tapi ada rasa takut dan penasaran bercampur . Takut ketika aku terlelap lalu mereka merasuk ketubuh ku dan penasaran soal batang kayu yang ku pegang . Pikir ku pada saat itu .
"Ini pusaka apa bukan ? apa mereka memberikan batang kayu tersebut sebagai tanda pengenalan ? atau ada sesuatu hal yang salah yang kami lakukan ?" dalam hati berkata
"Di dalem panas jar , lagian si abi kalo tidur ngga bisa diem . Mana ngorok pula" kata rama mengalihkan pembicaraan
"Yaudah gua temenin disini deh . Gua takut lu kesurupan doang" jawab fajar
"Ngga jar tenang aja . Kan gua juga selalu baca doa dalam hati" kata rama
Kemudian kami membahas kejadian yang ku alami sebelumnya , saat ku ceritakan ke fajar , gemuruh angin sesekali datang lalu menghilang . Ya karna kami berada di gunung jadi tidak terlalu berasa angin nya oleh fajar . Setiap ada hembusan angin ke muka , aku slalu berdiri sambil melihat sekitar tenda menggunakan senter . Kemudian datang sesosok kakek tua , dengan jalan membungkuk tangannya pun sambil menadah .
"Maksudnya apaan ?" dalam hati
Lalu ku lempar batang kayu tersebut ke arahnya . Daripada nanti deket deket terus di masukin lagi malah nyusahin teman ku .
"Jar , lu liat ngga ?" kata rama sambil menatapnya
"Liat apaaan ram ?" jawab fajar
"Mau ngapain kesini ? masa lu ngga liat jar ?" kata rama
Karna pikiran ku kalut , lalu ku lempar kakek tua tersebut dengan benda di sekitar ku .
"Lu ngapain ram" tanya fajar
Dari belakang seperti ada yang memukul punggung ku , kemudian jatuh dan tak sadarkan diri . Gelap... sunyi... samar terdengar suara suara tertawa , menggeram , kembalikan tongkat ku , manusia tidak punya etika !
"Raaam... bangun..."
Lalu terbangun di pagi harinya . Aku melihat fajar dan abi di samping yang sedang menyanggul tas ranselnya masing masing . Kemudian bersender sejenak .
"Kita pulang jar , bi ?" tanya rama
"Iya , kita di suruh pulang sama penjaga . Demi keselamatan kita" kata fajar
"Ya udah deh... tapi kita sarapan dulu ya" kata rama
Kemudian kami sarapan di warung dekat pos penjaga , hingga selesai dan kembali lagi ke pos .
"Kok belum pulang jang ?" sebutan orang yang lebih muda kalo di daerah jawa barat
"Mmm.. saya ngga tau jalan pulangnya mang"
"Bisa sampai pos tapi ngga bisa pulang ? aneh pisan"
"Kan kami barengan sama yang lain mang kesininya"
"Ya udah kalian tunggu sini , biar di antar sama penjaga yang lain"
Lama kamu menunggu namun penjaga tak kunjung datang , mungkin 2 sampai 3jam kami menunggu . Lalu si mamang datang .
"Untuk sementara kalian buka tenda dekat pos dulu . Karna yang jaga pos cuma berdua . Ngga mungkin saya ngantar kamu sendirian , karna kami juga harus mengawasi para pendaki yang lain"
"Nah , kesempatan gua nih" ucap dalam hati
"Jar , bi kita buka tenda disitu aja" kata rama
"Oke ram"
kami bergegas pergi dari pos , karna kami juga masih ingin menikmati indahnya alam di sekitar .
"Kita ngumpet aja , biar ngga di cariin si mamang jar" kata rama
"Tapi ram , kalo lu kesurupan lagi gimana ?" tanya fajar
"Gua ada ide . Siapin aja air dingin . kalo gua kesurupan siram pake air itu biar raga gua kerasa dingin . Nanti juga bakalan sadar lagi" kata rama
"Yakin ngga lu ? awas aja kalo ngga sadar gua seret ke pos nanti" jawab fajar
Setelah usai memasang tenda , kami keliling sejenak di area gunung . Sembari melihat keadaan daerah tersebut . Dan di malam berikutnya ada hal yang di luar dugaan kami , kami memang terbilang nakal pada masanya . Nakal dalam artian kami tidak ingin di atur , nakal tapi kami masih punya etika dan tata krama , nakal soal mental keberanian masing masing yang kami miliki .
"Bi , jar . Lu berdua masih inget ngga yang tempo hari tetangganya fajar nyembuhan emaknya ?" tanya rama
"iye gua inget ram . Kaki emaknya fajar di pencet kan ?" kata abi
"Yaudah ntar kalo lu kesurupan lagi gua siram air sungai sambil dipencet jempol nya sama si abi , kan tenaga dia gede" kata fajar
Pada saat itu kami memasang tenda tak jauh dari yang pertama , posisinya sangat dekat dengan semak semak . Agar tidak mudah di cari oleh penjaga .
"Udah gelap nih . Terus gimana ? masa kita gelap gelapan ram ?" tanya abi
"Nyalain lampu badai aja . Jangan pake api unggun . Kan masih ada parafin (bahan yang mudah di bakar , biasanya para pendaki yang malas menggunakan kayu di sekitar bisa menggunakan benda tersebut)" kata rama
Sementara lampu badai kami pasang di dalam tenda , parafin hanya untuk memasak air dan memasak untuk makanan kami . Disana kami tidak membahas soal jin karna takut mental kami jadi down . Ada 1 hal yang kami takutkan . Yaitu di ketahui oleh penjaga pos , kalo untuk diri sendiri takut akan keduanya , entah ketahuan oleh penjaga maupun oleh sosok yang ku lihat kemarin . Ya mungkin karna aku baru kali pertama di kelilingi oleh sosok yang menyeramkan .
Aku dan fajar tau kalau abi agak takut orangnya , karna dari itu kami berdua menemani abi memasak air untuk segelas kopi hangat di luar tenda . Karna kurangnya pencahayaan , pandangan pun agak gelap ada satu sosok menghampiri abi .
"Ram kok gua berasa..." kata abi
"Ssttt..." ku potong pembicaraannya abi
Fajar yang mengetahui ada hal yang tak beres , kemudian mendekati abi untuk mengajak berbincang , agar rasa takut nya sedikit berkurang .
Dari gelapnya pencahayaan , aku melihat sesosok makhluk yang wajahnya rusak , namun menggunakan pakaian seperti halnya para pendaki , aku nyebut nya sebagai sosok Qorin mungkin dahulunya orang itu terkena musibah saat mendaki disini . Sosok itu hanya duduk diam dekat sekali dengan abi sambil memandangi perapian , tidak berbicara sama sekali .
"Cuekin aja lah" dalam hati
Kemudian datang lagi sosok siluman , datang keperapian sambil mengendus aroma yang abi masak . Ya sejauh yang ku tau sosok jin hanya memakan sari yang manusia masak maupun bakar , sama sekali belum pernah memakan daging mentah seperti memakan hewan , jikapun ada seseorang yang melihat hal tersebut itu hanya ilusi pandangannya saja . lalu satu persatu datang menghampiri kami .
"Banyak banget..."
"Jar.." mataku sambil melirik ataupun memberikan kode ke fajar
Karna aku takut di rasuki , fajar mengambil sebuah botol yang berisi air dingin yang di ambil dari sungai . Tubuh ku ini ngga bergerak , hanya mata ku yang melirik kekanan dan kiri . Lalu.. disiram lah muka ku dengan air dingin oleh fajar .
"Gua masih sadar kenapa lu nyiram gua jar" kata rama
"Gua kira lu kesurupan ram , soalnya mata lu aneh melotot kekanan kekiri" jawab fajar
Saat kami berbincang , beberapa sosok langsung menatap ke arah ku . Yang tadinya sedang menikmati sari makanan bagi mereka malah jadi fokus ke arah ku . Tangan ku bentangkan kebelakang, sambil bergeser sedikit demi sedikit menuju ke tenda .
"Jar , bi . Lu berdua masuk ke tenda buruan" kata rama
Aku memilih biar mereka yang melukai ku daripada kedua teman ku meski tak lama kami saling kenal . Lagi pula aku yang salah melibatkan mereka berdua . Merangkak mundur secara perlahan namun mereka pun mendekati dengan perlahan juga . Kemudian tangan ku meraba sesuatu berupa potongan batang kayu yang memang ku taruh di pintu tenda .
"Lu mau ini kan ?"
Sementara abi dan fajar hanya melihat apa yang ku lakukan dari dalam tenda . Lalu ku berdiri , dan tangan ku julurkan ke depan . Ketika tangan ku julurkan beberapa sosok malah mundur , namun saat ku tarik kembali sosok itu kembali mendekat .
Malah ku buat mainan , maju mundur tangan ku .
"Oh ternyata mereka takut sama benda ini . Gua ada ide" dalam hati
"Jar , lemparin parafin sama korek... buruan..." kata fajar
Lalu kubakar batang kayu tersebut dengan menggunakan parafin , karna pikirku mereka kan takut dengan cahaya apalagi api . Tapi ada hal yang aneh , pada saat ku bakar batang kayu nya malah tidak terbakar sedikit pun . Tapi ku abaikan tentang hal itu , karna aku fokus sama mereka yang berada di depan ku .
"Ram , si abi kenapa nih ? buruan sini" kata fajar
Ketika abi kerasukan , sosok kakek tua yang mengantarkan kami ke pos menampakan dirinya di hadapan ku .
"Kok malah masuk ke abi , salah dia apa ?" dalam hati
Sedang raga abi sudah di kuasai oleh sosok Qorin yang duduk tepat di sampingnya pada saat memasak air . Tatapan tajam abi menatap kami berdua .
"Jar lu pegangin si abi aja , jangan sampe keluar" perintah rama
Karna posisi ku masih di depan pintu tenda
"Yang kakek cari benda ini kan ? jangan ganggu teman saya" kata rama
Ya bagusnya sosok Qorin hanya berdiam di tempat , tidak berontak maupun teriak hanya memandang tajam ke arah aku dan fajar .
"Batang kayunya gua bakar marah ngga ya itu kakek" dalam hati
"Kalian tau apa yang kalian lakukan ? apa kesalahan kalian disini ?" ujar kakek
"Emang salah kami dimana ?" kata rama
"Lu ngomong sama siapa ram ?" tanya fajar
Si kakek ngomong panjang lebar tentang kesalahan kami , kakek menyalahkan teman kami abi . Karna dia sudah mematahkan tongkatnya pada saat pertama kami jalan ke pos pintu masuk wisata alam dan abi terjatuh ke sungai . Disitulah letak kesalahan abi yang tidak di sengaja .
"Lalu kenapa tongkat nya selalu ngikutin kami ? apa minta di sambungin ? kan ngga mungkin juga" kata rama
"Tidak wahai anak manusia , tongkat itu hanya menandakan keberadaan kalian . dan melihat apa saja yang kalian lakukan di wilayah kami" ucap kakek
"Lalu kenapa mereka selalu muncul di hadapan ku ?" tanya rama
Jadi , beberapa sosok yang ada disini adalah anak buah dari si kakek tersebut , tidak termasuk Qorin yang tersesat . Ya benar seperti dugaan ku juga bahwa tempat yang kami ini adalah tempat berkumpulnya para lelembut . Makanya jarang sekali para pendaki membuka tenda disini . Sementara si kakek mengaku sebagai sosok penjaga makam yang tempatnya tak jauh dari pos penjaga . Jika kalian mengingat pertama kali kami datang , kemudian aku menyeret tali agar abi dan fajar tersadar sosok itu sebenarnya sosok kakek ingin membawa kami ke sebuah makam yang tak jauh mungkin dari pos penjaga . Aku juga ngga tau pasti makam nya dimana .
"Lalu bagaimana dengan teman kami ? dia kerasukan sekarang ? apa bisa kakek menyuruhnya untuk pergi dari tubuh teman kami" kata rama
"Bicaralah baik baik . Lalu berikan dia do'a" ujar kakek
Sosok kakek beserta pengikutnya menghilang dari hadapan , sementara abi masih kerasukan sosok Qorin.
"Gimana nih ram , si abi masih melototin kita" tanya fajar
Lalu ku dekati abi , dan berbicara dengan sosok yang berada di tubuhnya . Intinya kami bertiga meminta maaf jika ada kesalahan yang kami lakukan disini dan akan memberikan doa untuk sang jiwa nya .
"Jaang.. kalian dimana ?"
Si mamang bersama dua orang penjaga menemukan tenda kami yang mengumpat di dekat semak semak .
"Kalian kenapa masang tenda di sini ? teman kamu itu kenapa dia ? kesurupan ya ?"
Kemudian mamang menyuruh kami untuk membongkar tenda dan bermalam di pos ,
abi pun di sadarkan olehnya . Cuma yang ku pikirkan pada saat itu .
"Kok bisa patah ya tongkatnya . Padahal di bakar aja ngga bisa , apa karna badan abi mempunyai kekuatan super ? (super badak maksudnya) lagian itu tongkat kenapa bisa ada dan ngepas di posisi si abi jatuh . Ngga bisa kah geseran dikit biar ngga kaya gini jadinya , ah tau lah . Puyeng mikirin nya"
Ya mungkin karna kebetulan , atau pusakanya si kakek yang lagi apes ketiban gajah . Setidaknya kami pulang dari sana dengan selamat . Secara tidak langsung si mamang juga ngusir kami dengan cara halus , ya memang itu salah kami yang tidak mengikuti aturan . Tapi setidaknya kami punya pelajaran hidup pada saat itu.. kerjasama... kompak.. dan saling melindungi . Di tambah lagi semua pesan pesan dari sosok kakek juga , agar lebih mempunyai etika dan tata krama dimanapun kita berpijak .
Di esok harinya kami di antar penjaga sampai ke kaki gunung . Namun di tengah perjalanan...
"Mang , tunggu sebentar"
Kami tidak lupa mendoakan korban korban yang hilang saat pendakian , dan sangat berterimakasih sekali untuk sosok kakek yang mengajarkan kami walau dengan waktu yang singkat . Lagipula sosok kakek juga sudah membantu kami untuk sampai di pos penjaga .
"Lok lu bisa lihat , kok gua ngga ?"
Ternyata abi melihat sekelebatan sosok Qorin yang merasukinya , kejadian itu ketika abi sedang mempersiapkan untuk memasak air . Jadi selama ini mereka aslinya mengincar abi , bukan aku .
Hanya saja yang lebih peka akan kehadiran mereka cuma aku .
__ADS_1