Kumpulan Cerita Horor

Kumpulan Cerita Horor
Episode 28


__ADS_3

"Ana.... ana....!" suara teriakan itu setiap pagi ku dengar . Ya itu suara ibuku karna setiap pagi aku di bangunkan dengan suara teriakan ibu ku . Aku pun bangun dari tempat tidur dengan malas .


"Kamu ini lama banget sih bangun nya , kamu lupa ya sekarang jadwal teteh kamu ke rumah ki jagat" kata ibu


Iya aku lupa kalau parfum dan bedak teh dayang sudah habis , kalau orang orang beli parfum dan bedak itu kalau gak ke pasar ya ke toko parfum nya langsung , tapi teh dayang mengisi ulang parfum dan bedak nya ke dukun andalan nya ki jagat .


Teh dayang sudah bersiap siap di mobil , aku yang menyetir mobil karna aku ini adik plus asisten nya teh dayang yang melayani segala kebutuhan teteh , termasuk segala peralatan manggung nya . Sebelum ke rumah ki jagat kami singgah dulu ke rumah seseorang untuk mengambil segala peralatan yang di butuhkan teh dayang , seperti ayam cemani panggang , sate gagak , kuku mayat dan lain lain . Dan teh dayang membayar sangat mahal atas semua itu .


Setelah sampai di sana teh dayang masuk dan seperti biasa aku menunggu di dalam mobil karna teh dayang akan berjam jam di dalam sana . Lebih baik aku nyalakan AC dan tidur di mobil , setelah berjam jam teh dayang pun selesai dan kami berangkat menuju tempat manggung nya teh dayang , seperti biasa dia akan menari jaipong di acara pernikahan anak kepala desa di kampung sebelah .


Tarian teh dayang sangat mengagumkan , seperti biasa para lelaki akan sangat memuja muja teh dayang , sembari menari para lelaki itu akan menyelipkan lembaran lembaran uang merah di dada teh dayang membuat para istri geram dengan hal itu . Mereka semua seperti terhipnotis melihat gerakan tubuh teh dayang yang melekuk lekuk di atas panggung , seperti bayu anak seorang lurah yang sangat mencintai teh dayang , pria yang ku cintai juga . Bayu selalu datang di setiap teh dayang manggung dimana pun itu , padahal sudah berkali kali dia menyatakan cinta dan berkali kali pula di tolak , tapi dia tetap mencintai teh dayang , jujur aku sangat cemburu dengan hal itu .


Selesai manggung teh dayang segera ke ruangan nya , ya dia mempunyai ruangan khusus untuk bersolek dan istirahat . Upah teh dayang lumayan besar itu maka nya dia tidak perlu sosok laki laki di hidup nya , pernah beberapa kali orang kaya bahkan anggota dewan melamar dia tapi dia selalu menolak mereka .


"Aku haus na , ambilkan aku es buah sana !" perintah teh dayang


"Jangan lupa makan siang ku ayam bakar dan rendang daging , cepat ya gak pakek lama" kata nya . Ya seperti itu lah sehari hari ku , di perintah dan di perintah terus oleh teh dayang .


Sebenar nya aku sudah muak tapi mau gimana lagi , teh dayang memberi ku upah yang lumayan plus membelikan baju dan peralatan sehari hari ku . Aku sabar saja untuk saat ini akan tiba waktu nya aku balas dendam pikir ku dalam hati . Segera ku ambilkan pesanan teh dayang , saat aku kembali ku lihat bayu sedang ngobrol dengan teh dayang , seperti biasa dia memuji muji penampilan teh dayang dan sesekali memegang rambutnya dengan lembut , dadaku semakin panas di buat nya .


"Ini pesanan nya teh" kata ku sambil meletakkan nya dengan sedikit kasar di atas meja


"Eh bisa pelan gak kamu..!" teriak teh dayang padaku


"Maaf teh" kata ku , cantik apa nya... dia cantik kan karna kuku mayat , coba gak pakek bedak dan parfum itu muka nya juga jelek gerutu ku dalam hati .


"Nanti aku antar pulang ya" kata bayu


"Ah gak usah mas kami bawa mobil kok" kata teteh


"Ya sudah aku pulang dulu ya" kata bayu sambil ingin mencium kening teteh tapi teteh menghindar . Melihat hal itu gak sengaja aku meremas aqua gelas sampai pecah .


Dasar munafik pikir ku dalam hati , kami pun pulang ke rumah dan teh dayang beristirahat . Sambil tiduran di kamar aku berpikir bagaimana cara nya membuat teh dayang jelek agar tidak ada satu pria pun yang mencintai dia . Setelah lama berpikir aku tau harus melakukan apa untuk memusnahkan semua impian teh dayang dan membuat muka nya jelek se jelek jelek nya , aku pun tertawa puas dalam hati . Aku pun sudah membuat rencana dan membeli beberapa pisang emas untuk teteh .


"Anaaaa....!!!" teriak ibu membangun kan aku pagi ini , seperti nya tetangga juga udah bosen denger teriakan ibu tiap pagi . Aku heran kenapa teh dayang tidak di teriakin setiap pagi . Hhmmm


teh dayang kan anak kesayangan .


Pagi ini aku harus mempersiapkan keperluan teh dayang tuk manggung , kami pun berangkat ke acara yang di tuju . Seperti biasa teh dayang berhasil menghipnotis seluruh tamu yang datang dan mendapatkan uang banyak dari para pria pria itu . Di ruangan teh dayang terdengar lagi teriakan memanggil nama ku .


"Ada apa teh ?" tanya ku


"Ambilkan aku sop buah ya , yang banyak es nya jangan lupa sirup nya juga banyak" kata teh dayang


"Terus makan siang teteh di ambilin sekalian gak ?" kata ku


"Tidak usah , aku belum laper . ambilin aja sop buah nya sana , cepetan napa aku udah haus ini..!" teriak teh dayang


Iihh dasar.. bisa nya teriak teriak aja . Liat aja bentar lagi karir mu akan tamat teteh ku tersayang kata ku dalam hati . Di dapur aku menaruh potongan potongan kecil pisang emas dan aku aduk bersama sop buah itu


"Nih teh sop buah nya" kata ku . Dia pun langsung menyantap degan lahap . Seperti nya dia memang haus pikir ku .


Selesai manggung di dalam mobil teh dayang mulai mengaruk garuk pipi tangan dan sekujur tubuh nya .


"Kenapa badan ku terasa gatal ya na ?" tanya teh dayang


"Gak tau ya teh mungkin karna teteh masih berkeringat dan belum mandi" kata ku


"Mungkin juga ya.. terus kenapa kamu lambat banget seh bawa mobil nya . cepetan dong ! aku mau mandi nih biar gak gatal lagi , lelet banget kayak siput" kata teh mayang , aku pun mempercepat laju mobil .


Setelah sampai di rumah teh dayang berlari ke kamar , mungkin dia mau cepat cepat mandi pikir ku . Mampus kau sekarang kata ku dalam hati . Aku pun bersiul siul sambil melangkah ke dalam kamar . Sudah bisa ku bayangkan tubuh teh dayang besok pagi , karna aku tau betul pantangan teh dayang tuh pisang emas . Dia tidak boleh menginjak kulit pisang emas dan tidak boleh memakan nya . Aku pun mulai mengatur rencana untuk pergi ke rumah ki jagat dan aku akan menjadi seperti teh dayang , aku yang akan menggantikan dia . Aku juga pandai menari dan bernyanyi .


"Aaadduuuhhh.... sakitt..." kali ini suara teh dayang terdengar pagi pagi , aku pun tutup telinga menggunakan bantal .


"Ana , ana , ana...! bangun..!" teriak ibu sembari menggedor gedor pintu kamar ku . Hadeh... ini ibu sama teh dayang sama aja . Tiap pagi buat aku pusing kata ku dalam hati .


"Iya buk... aku bangun . Ada apa sih buk teriak teriak pagi pagi gini" kataku


"Itu na , anu... teteh kamu na . Dari tadi teriak teriak kesakitan ayok kita liat ke kamar na ayok..!" teriak ibu sambil menarik tangan ku ke kamar teh dayang


Setelah sampai di dalam kamar teh dayang aku hampir tidak percaya sama yang ku lihat , wajah teh dayang penuh koreng dan bernanah . Ihhh... sangat menjijik kan , sekujur tubuh nya terkelupas karna dia terus menerus menggaruk tubuh nya .


"Aduh buk , tolongin dayang buk gatal... sakitt... tolong buk" pinta dayang


"Ibu harus gimana dayang ? kenapa bisa begini ?" tanya ibu


"Aku gak tau buk" kata teh dayang . Aku cuma bisa memandang ngeri pada tubuh teh dayang . Bahkan baju tidur yang dia pakai kini sudah di banjiri darah dan nanah yang sangat bau .


"Ehh ana.. kenapa kamu malah diam saja . Cepat keluarkan mobil antar tetehmu ke rumah ki jagat !" perintah ibu


Aku pun segera melakukan yang di perintah ibu , singkat cerita teh dayang sudah sampai di rumah ki jagat . Seperti biasa aku menunggu di dalam mobil , aku tidak sabar mendengarkan berita terbaru dari teh dayang . Setelah beberapa jam ibu dan teh dayang keluar dan kami pun pulang , aku lihat teh dayang di mandikan air kembang oleh ibuk . Setelah selesai teh dayang masuk kamar dan tidur .


"Buk.. apa kata ki jagat ?" tanya ku


"Itu na ki jagat bilang teh dayang melanggar pantangan yang di beri ki jagat" kata ibuku


"Loh kok bisa buk ?" tanya ku pura pura kaget


"Ibu juga gak tau na" kata ibu


"Terus teteh udah sembuh sekarang ?" tanya ku lagi


"Gak lah ! ki jagat tidak bisa menyembuhkan dia , ki jagat cuma bisa menghilangkan rasa sakit teteh kamu" kata ibu ku


Syukur lah kata ku dalam hati , semoga aja teteh gak akan pernah sembuh dan semoga penyakit nya makin parah kata ku dalam hati sambil tersenyum puas , mampus kau dan rasakan itu kata ku dalam hati .


Besok nya aku pun pergi ke rumah ki jagat ingin minta yang seperti teh dayang punya , aku juga ingin menarik dan cantik di mata orang orang karna aku sudah bosan selalu di perintah dan di remehkan , bahkan oleh ibu ku sendiri . Ingin sekali ku jahit mulut ibu ku ini dengan segepok uang . Aku pun pergi menemui ki jagat .


"Maaf ki saya ingin cantik dan menarik" kata ku


"Hhmmm.. kamu sanggup melakukan semua ritual nya ?" tanya ki jagat


"Saya ingin seperti dayang penari jaipong yang tersohor itu" kata ku lagi


"Iya aku tau itu , tapi syarat nya sangat susah apa kamu sanggup ?" tanya ki jagat


"Apa saja syarat nya ki ?" tanya ku


"Kamu harus mengambil kuku mayat dan syarat itu yang paling berat . Lalu kamu harus menyediakan sate burung gagak , ayam cemani bakar , dan akar pohon beringin . Kamu juga harus mandi kembang 15 warna malam jumat kliwon di tengah tengah kuburan jam 12 malam . Dan kamu harus sendiri tidak boleh di temani siapa siapa dan harus telanjang bulat" jawab Ki jagat


"Apa dayang juga melakukan hal itu ki ?" tanya ku


"Tentu saja dia melakukan hal itu" kata ki jagat


"Eh iya tentang kuku mayat itu kamu harus mencari mayat perawan , setelah ketemu kamu harus menggali kuburan itu dengan menggunakan tangan mu sendiri tanpa bantuan alat apa pun . Setelah itu kamu mengambil kuku kaki nya saja tapi menggunakan mulut mu" kata ki jagat


"Lalu berapa kuku yang harus saya ambil ki ?" kata ku


"Itu terserah kamu sanggup nya berapa . Kalau kau ambil semua kuku nya bisa sampai beberapa bulan parfum dan bedak mu bertahan . Itu tergantung kau" kata ki jagat


"Lalu bagai mana saya tau mayat itu perawan atau tidak ?" tanya ku


"Kalu kau ingin yang aman cari saja yang mati itu anak anak , dan ingat setelah 7 hari di kubur baru bisa kau ambil kuku nya" kata ki jagat


"Kan mayat nya sudah busuk ki" jawab ku


"Itu lah tantangan nya apa kau sanggup ?" tanya ki jagat , aku pun terdiam sesaat


"Kau hanya melakukan hal ini pertama kali , setelah itu untuk yang ke dua dan seterus nya kau bisa membayar orang untuk melakukan nya" kata ki jagat .


Setelah mendengar syarat dari ki jagat aku pun agak takut melakukan syarat syarat nya , kalau masalah ayam cemani gampang , kalau burung gagak bisa aku cari di toko burung kalau pun tidak ada bisa di pesan sama abang nya . Kalau pohon beringin juga gak sulit . Yang sulit kuku mayat itu dan mandi di kuburan tengah malam , apa lagi harus menggali kuburan pakek tangan sendiri , membayangkan nya saja aku ingin muntah . Apa aku sanggup pikir ku , tapi aku ingin cantik dan punya banyak uang , ingin di cintai pria idaman ku .


Ahh... demi mas bayu aku harus bisa pikir ku dalam hati .


Aku pun menyanggupi syarat dari ki jagat , setelah itu aku pun berpikir mencari kuburan perawan . Aduh.. dimana aku bisa menemukan mayat perawan yah pikir ku . Kata ki jagat biar aman tanpa ada halangan atau tanpa ada ragu aku harus mencari mayat anak anak itu sudah pasti perawan . Tapi dimana yah pikir ku , ah nanti juga pasti ketemu mending aku istirahat aja teh dayang saja bisa dapat dan berhasil kenapa aku tidak pikir ku . Aku pun istirahat dan besok baru mencari mayat perawan .


Pagi pagi ibu menyuruh ku membeli sayur di depan rumah untuk teh dayang karna belakangan ini teh dayang tak berselera makan , dan ibu ingin memasak sayur asem . Karna teh dayang sangat suka . Lama aku menunggu akhir nya tukang sayur lewat dan langsung di gerubutin ibu ibu , sambil memilih milih sayur ibu ibu mulai menggosip . Biasa lah ibu ibu kan kalau ngumpul pasti ngegosip .


"Eh jeng kasian ya bu anis anak nya meninggal karna tenggelam di sungai" kata seorang ibu


"Iya kasian yah" sambung bu ina


"Emang anak bu anis umur berapa bu ?" tanya ku


"itu neng masih kecil sekitar 10 tahun"


"Cewek atau cowok bu ?" tanya ku lagi


"Cewek neng mana anak satu satunya lagi" kata ibu itu


"Emang kapan meninggal nya bu ?" tanya ku lagi


"Udah seminggu neng kemarin tahlil tujuh hari nya" kata ibu itu . Wah pas banget nih kata ku dalam hati , seperti nya para setan dan jin mendukung niat ku nih pikir ku .


"Di kubur dimana anak bu anis ya bu ?" tanya ku


"Itu neng di pemakaman umum kampung sebelah"


"Emang siapa nama anak bu anis yang meninggal itu ya ibu ibu ?" tanya ku


"Ituh neng.. nama anak bu anis tuh ayu ningtias"


"Owh gitu ya bu , kasihan sekali anak bu anis ya bu" kata ku padahal aku senang mendengar berita itu .


Sebelum menggali makam itu aku memastikan letak makam nya di sebelah mana , maka dari itu aku pergi ke pemakaman umum . Dan untung lah letak nya berada paling ujung jadi agak sepi dan jauh dari jalan besar . Singkat cerita aku pun sudah di makam dan bersiap siap menggali makam ayu , suara suara burung hantu itu membuat ku takut dan ngeri . Tapi aku ingin cantik dan terkenal , aku membulatkan tekat ku dan segera menggali kubur itu . Baru beberapa menit menggali tangan dan kuku jari ku terasa perih dan sakit , kuku kuku ku mulai pecah pecah dan itu sangat sakit . Tapi aku tetap menggali tanah kuburan itu .


Sudah beberapa jam dan akhir nya terlihat kaki mayat itu yang terbalut kain kafan dan bau nya sangat menyengat , aku seperti ingin muntah saja tapi aku berusaha bertahan . Ku buka kain kafan yang membaluti mayat itu , ya ampun... mayat itu sudah membusuk dan penuh belatung . Akhir nya aku muntah dan isi perut ku semua keluar .


Ku lihat lagi kuku kuku itu , aku pun meyakinkan hati dan yyuuppss... ku gigit kuku kuku itu dan ku tarik lalu ku masukkan ke dalam pelastik yang sudah ku bawa , bahkan beberapa ulat belatung menempel di mulut ku . Tak ku hiraukan lagi hal itu , yang penting aku kaya dan cantik pikir ku . Setelah ku dapatkan semua kuku kaki itu segera aku pergi dari makam itu dan berlari . Sampai di rumah aku pun menyimpan kuku kuku itu di tempat yang aman .


Singkat cerita , pagi ini seperti biasa aku belanja di abang tukang sayur , ibu ibu heboh mendengar kabar yang beredar bahwa di kampung sebelah ada yang membongkar makam . Aku pun membeli sayur dan bergegas pergi , hari ini aku ke pasar membeli bunga untuk ku mandi nanti malam di kuburan , tak lupa aku singgah di toko burung . Untung lah burung gagak nya masih ada , perlengkapan yang lain sudah lengkap semua . Aku tinggal melaksanakan ritual nya .


Malam ini aku pun harus melaksanakan mandi kembang di tengah tengah pemakaman tepat jam 12 malam , aku pun mengumpulkan keberanian ku . Sudah setengah jalan aku harus bisa pikir ku , aku pun segera pergi ke makam dan bersiap siap untuk mandi . Tinggal menunggu tengah malam rasa nya aku tidak sabar , pas tengah malam aku segera mandi dan tiba tiba begitu banyak berkumpul makhluk makhluk halus di sekeliling ku , berbagai macam bentuk sedang asik menonton aku sedang mandi , air liur mereka berjatuhan membuat ku jijik .


Aku melihat mereka karna bantuan lampu minyak yang ku letak kan di sekeliling ku , setelah selesai mandi aku pun memakai sarung untuk mengenakan pakaian ku . Pada saat itu lah berdiri mahluk hitam besar dan berbulu , di kepala nya ada tanduk yang besar dan panjang . Dia berdiri tepat di depan ku membuat ku takut dan gemetaran seakan kaki ku tidak bertulang . Dia tersenyum pada ku dan berkata ,


"Selamat.. kamu telah berhasil menjalankan ritual ini . Aku adalah pengawal mu dan sekaligus suami mu , kamu tidak boleh menikah dengan siapapun kalau kau masih ingin cantik . Bila kau menikah dengan seketika kau akan berubah menjadi jelek dan buruk rupa kata mahluk itu"


Owh.. pantas teh dayang tidak mau menikah dan makhluk yang beberapa kali ku lihat rupa nya suami nya plus penjaga nya . Aku baru mengerti sekarang pikir ku .


"Baiklah" kata ku pada makhluk itu dan dia pun menghilang seketika . Besok nya aku pun pergi ke rumah ki jagat dan menyerahkan segala perlengkapan ritual , di situ dia meracik parfum dan bedak untuk ku .


Pantas teh dayang selalu berjam jam di rumah ki jagat saat meracik parfum dan bedak nya , ternyata sangat sulit dan lama untuk membuat itu semua .


Singkat cerita , akhir nya selesai juga parfum dan bedak ku . Lumayan lah untuk beberapa bulan pikir ku ,


Oh iya neng... pantangan mu adalah jangan makan makanan dari acara tahlil orang meninggal walau dalam bentuk apa pun . Jangan juga pernah melayat orang meninggal" kata ki jagat


"Loh bukan nya pantangan nya jangan makan pisang emas ya ki" jawab ku


"Setiap orang yang menjalani ritual dariku akan berbeda pantangan nya , tergantung tingkat kesulitan ritual nya" kata , ki jagat


Aku pun langsung pulang setelah menyalamkan sebuah amplop berisi uang dan berterimakasih . Sampai di rumah aku melihat seorang pria yang seperti nya aku kenal , aku mengingat siapa pria itu . Dia menyalami ku ,


"Ana" kata nya . Saat berjabatan tangan aku merasa tangan nya panas sekali .


"Kamu siapa dan mau apa ?" tanya ku


"Aku syukri kamu tidak ingat ya ? kalau ukri kamu ingat ?" kata nya lagi


"Owh iya aku baru ingat kamu temen SMA ku kan ?" kata ku


"Iya" kata nya


"Sedang apa kamu di sini kamu udah pulang dari mesir ?" tanya ku


"Aku baru pulang kok udah beberala hari di sini dan aku mau melihat teh dayang . Aku dengar teh dayang lagi sakit jadi aku mampir sebentar" kata ukri


"Owh , jadi kamu udah ketemu sama teteh kalau belum ayok aku antar ke kamar" kata ku . Kami pun menuju kamar teh dayang .


Ya ampun,ternyata keadaan teh Mayang bertambah buruk karna koreng di tubuh nya semakin banyak dan bernanah sangat bau,aku aja sampai menutup hidung karna bau nya memenuhi ruangan.


Tapi ukri biasa saja , teh dayang berbaring tidak berdaya tubuh nya sangat lah kurus seperti kulit pembalut tulang . Seperti hidup segan mati tak mau . Ukri pun mendekati teteh dan duduk di samping teteh , dan memegang tangan teteh .


"Astagfirullah... teteh kenala melakukan hal musyrik ?" kata ukri


Ibu hanya bisa menangis melihat kondisi teteh


"Buk apa ibu mengizinkan saya untuk menyembuhkan teh dayang ?" pinta ukri


"Iya nak , tentu saja asal dayang sembuh seperti sedia kala" kata ibuk


Aduh , gawat nih kenapa ukri malah mau menyembuhkan teh dayang , ntar teh dayang gak jadi mati donk pikir ku dalam hati . Aku harus melakukan sesuatu biar teh dayang tidak sembuh sembuh dan moga aja cepat mati kata ku dalam hati . Aku tidak rela dia sembuh karna aku cukup menderita selama bersama dia , aku selalu di injak injak dan di perintah perintah dengan kasar . Aku tidak mau dia sembuh , biar ibu hanya sayang padaku pikir ku . Aku pun pergi ke rumah ki jagat biar ki jagat yang membuat teh dayang jadi lebih sengsara . Sesampainya di sana aku langsung mengutarakan niat ku .


"Apa aki bisa membuat wanita di foto ini segera mati ?" tanya ku . Ki jagat pun melihat lihat foto yang ku beri .


"Ini kan foto dayang" kata nya


"Iya ki betul" kata ku


"Kenapa kamu ingin membunuh nya dan dia siapa kamu ?" tanya ki jagat


"Dia bukan siapa siapa saya ki , cuma saingan aja" kata ku


"Sebenarnya dia ini sedang menjalani penyiksaan dari mahluk yang menjaga nya atau suami gaib nya karna dia memakan pantangan nya" kata ki jagat

__ADS_1


"Iya ki saya tau , tapi ada seseorang yang ingin menyembuhkan dia . Dan saya tidak ingin dia sembuh" kata ku


"Saya akan membayar aki mahal asal aki sanggup membuat dia mati" kata ku lagi


"Baik di lah kalau begitu" kata ki jagat


"Besok dia pasti sudah mati kamu tenang saja kata ki jagat . Mendengar hal itu hatiku sangat bahagia dan aku pun pulang dengan perasaan senang .


"Ana... ana... bangun !" terdengar suara dari luar kamar ku , aduh ibu kenapa sih tengah malam begini ribut ribut bangunin aku pikir ku . Aku pun terbangun dan segera menghampiri ibu


"Ada apa sih bu ?" tanya ku


"Teteh kamu ana , dia seperti kesurupan kamu lihat dan jaga sebentar biar ibu panggil syukri dulu" kata ibu sambil berlalu pergi . Aku pun ke kamar teteh dan melihat dia meraung raung kesakitan .


Mata nya melotot seperti ingin keluar dari kelopak nya , perut nya tiba tiba saja membesar seperti hamil 9 bulan . Aku pun ngeri melihat nya , tak lama ibu datang bersama ukri dan langsung masuk kekamar .


Dia mendekati teteh dan memegang perut teteh yang membesar sambil membaca doa doa , ntah doa apa yang di baca nya .


"Astagfurullah , astaghfirullah dengan izin mu ya Allah Allahuakbar" teriak ukri dan teh dayang pun pingsan


Dengan tiba tiba perut teh mayang mengempis pelan pelan


"Buk tolong ambilkan air putih" kata ukri . Setelah itu dibacakannya doa doa di air itu dan dia membasahi sekujur tubuh teteh .


"Sekarang keluar kamu dari tubuh wanita ini" kata ukri


"Tidak mau" bibir teteh berkata


Walau mulut teh dayang berbicara tapi mata nya terpejam


"Kenapa kau mengganggu wanita ini ?" tanya ukri


"Aku tidak akan memberi tahu" kata teh dayang


"Apa kamu mau di paksa ?" tanya ukri lagi


"Paksa saja kalau kau bisa" kata teh dayang sambil tertawa nyaring


Lalu ukri memegang kepala teh dayang sambil merapal doa doa , dan seketika teh dayang menjerit sekuat kuatnya membuat aku terkejut dan takut . Aku takut kalau nanti ukri tau bahwa aku lah dalang dari semua ini .


"Ampunan.... ampun.. aku menyerah aku akan keluar" kata teh dayang yang suara nya berubah menjadi suara seorang pria


"Siapa yang menyuruh mu mengganggu wanita ini ?" kata ukri


"Aku di suruh seorang dukun dan bayaran nya nyawa wanita ini"


"Kenapa kau melakukan nya hah !" teriak ukri


"Wanita ini istri ku , dia sudah menikah dengan ku dan imbalan nya dia dapat kekayaan dan wajah yang cantik" kata makhluk yang berada di dalam tubuh teh dayang


"Sekarang kamu keluar dan datangi orang yang menyuruh mu" kata ukri


"Aku tidak bisa keluar sebelum wanita ini menceraikan ku terlebih dahulu" kata nya lagi


"Baik lah kalau kau ngeyel juga akan ku paksa keluar" kata ukri , dia pun memegang kepala teh dayang seketika teteh menjerit jerit lagi dan meronta ronta .


Di tendang nya ukri sampai terjatuh ke lantai , dan tiba tiba tubuh teh dayang melayang di atas tempat tidur . Rambut nya berubah menjadi putih dan muka nya keriput seperti nenek tua selaras dengan badan nya yang kurus . Melihat hal itu aku hampir saja pingsan terasa tubuh ku tidak bernyawa , betapa mengerikan tubuh teh dayang . Setelah melayang di atas tempat tidur lalu tubuh nya terhempas ke lantai dan itu terjadi beberapa kali membuat darah segar keluar dari hidung dan telinga teh dayang . Darah itu bercecer di lantai , aku pun pingsan tak sadarkan diri menyaksikan semua itu . Begitu sadar aku berada di kamar ku dan ada ukri di samping ku .


"Gimana keadaan teh dayang ?" tanya ku pada ukri


"Teh dayang baik bajk saja kok na , kamu tenang saja . Malah dia sudah sadar dan sudah sehat" jawab ukri


Ketika sadar dari pingsan aku sedikit was was karna takut ketahuan ulahku mencelakai teteh , aku jadi penasaran dengan kondisi teh dayang . Karna yang terakhir ku ingat teh dayang begitu menghawatirkan karna tubuh nya berubah jadi nenek tua . Aku pun beranjak pergi ke kamar teh dayang , ku lihat teh dayang seperti sedia kala . Ada mas bayu juga di sana , dia menjenguk teh dayang .


"Mas Bayu udah ada di sini ?" kata ku


"Iya na.. aku dengar dayang lagi sakit maka nya aku ke sini . Aku ingin menjenguk dayang" kata nya


Kenapa mas bayu masih suka sama teteh yah , padahal teteh sudah jelek sekali tubuh nya penuh koreng yang bernanah pikir ku . Mas bayu sabar menyuapi teh dayang dan sesekali mengelus lembut pipi teteh . Melihat hal itu membuat dada ku seperti terbakar , aku merasa panas di dada ku . Apa yang harus ku lakukan untuk membuat mas bayu jijik dan menjauhi teteh pikir ku dalam hati .


"Kamu tidak perlu melakukan apa apa" terdengar suara dari samping ku . Aku pun terkejut ,


"Apa maksudmu ?" tanya ku dengan tergagap . Ukri seperti mendengar isi hati ku .


"Ya , kamu tidak perlu melakukan apa pun karna teteh mu sudah cukup menderita" kata ukri


Aku menatap dia dalam dalam dan sedikit heran , aku pun pergi dari kamar teh dayang . Kenapa dia bisa tau isi hatiku pikir ku , apa dia sudah tau bahwa yang terjadi pada teh dayang itu karna permintaan ku pada ki jagat pikir ku . Ah nanti saja ku pikirkan aku harus pergi manggung sekarang karna hari ini aku manggung di kampung sebelah .


Singkat cerita aku pun terkenal sekarang seperti teh dayang dulu , bahkan beberala stasiun TV swasta mengundang ku untuk wawancara dan mengisi beberapa acara . Aku sangat senang karna selain banyak yang mengagumi ku aku juga semakin kaya , aku memilih pindah rumah dan membeli rumah mewah . Ku tinggalkan ibu dan teh dayang yang sedang sakit karna ibu lebih memilih merawat teh dayang ketimbang tinggal bersama ku .


Aku pun sibuk manggung sampai sampai aku lupa untuk mencelakai teh dayang , suatau hari sebuah undangan pernikahan datang . Aku penasaran ingin membaca undangan dari siapa ini , saat ku baca ternyata tertulis nama bayu laksana dan dayang setianingsih . Bagai di sambar petir rasanya hati ku ini , rasanya seperti kepala ku keluar api . Gimana bisa mereka menikah bukan kan teh dayang sedang sakit parah pikir ku . Aku pun bergegas pergi ke rumah ibu . Sampai di sana aku langsung menanyakan perihal pernikahan teh dayang , dan ibu membenarkan hal itu . Aku mencari teh dayang tapi kata ibu dia sedang pergi bersama bayu mencoba baju pernikahan di toko . Aku pun permisi ke ibu dan pergi ke rumah ki jagat , sampai di sana aku langsung marah marah pada ki jagat .


"Kenapa teh dayang tidak mati dan sekarang malah mau menikah !"


Begini saja neng nanti saya coba lagi mengirim santet pada dayang" kata ki jagat


"Emang kemarin kenapa gak di bunuh aja ki ?" tanya ku


"Maaf nak yang membantu dia lebih kuat" kata aki


"Nanti coba saya kirim yang lebih ganas lagi , tapi tidak murah" kata aki lagi


"Masalah uang aki gak usah khawatir kalau semua beres baru saya bayar . Karna saya gak mau rugi" kata ku


Malam ini sengaja aku ingin menginap di rumah ibu untuk memastikan teh dayang akan tewas malam ini , saat teteh datang dengan mas bayu ku lihat wajah nya segar dan sumringah .


"Eh kamu ada di sini na ?" tanya teteh


"Iya teh sengaja mau nginap" kata ku


"Dari mana teh ?" tanya ku


"Owwh dari toko ngepas baju nikah sama mas bayu" kata nya lagi


"Ya sudah aku mau bersih bersih dulu" kata teteh , dia pun pergi ke kamar nya .


Lagi asik aku ngobrol dengan mas bayu terdengar suara teriakan dari kamar teteh , di barengi suara benda jatuh dari arah kamar teteh . "ggubbrakkk... pppaarrrrr... suara itu sangat keras . Terlihat bola api menyambar tubuh teh dayang dan membuat perut nya membuncit dan besar ,


"Aaakkk... ibu tolong buk sakit" kata teh dayang


Mas bayu pun segera memeluk teh dayang sedang ibu pergi berlari ke luar ,


"Ibu mau kemana ?" tanya ku


"Ibu mau kerumah ukri" kata ibu


Aduh mampus aku pasti gagal lagi nih santet ki jagat pikir ku , gak jadi mati lagi ni teteh pikir ku . Saat ibu masuk ke kamar teh dayang aku celingak celinguk mencari ukri , kok ukri belum masuk ke sini yah , apa dia masih di luar pikir ku .


"Buk kok ukri nya gak di suruh masuk ?" tanya ku pada ibuk


"Sakit buk... aduh sakit mas...!" teriak teteh


"Lebih baik kita bawa saja ke rumah sakit buk" kata mas bayu


"Ya udah nak ayok kita bawa" kata ibu , saat tubuh teh dayang ingin di gendong mas bayu sesuatu seperti ingin keluar dari perut teh dayang . Perut teh dayang yang membuncit itu menyembul seperti ada benda bulat yang ingin keluar , teh dayang pun menjerit jerit kesakitan .


Setelah beberapa detik... "bbusshhhh.. prakk" sesuatu keluar dari perut teh dayang menyisakan lubang menganga di tengah tengah perut nya , bau anyir bercampur busuk pun menyeruak di sekitar kamar . Benda bulat itu seperti kepala manusia , tapi berbulu dan berlumuran darah . Mata nya melotot ke arah kami dan "wwuussshhh..." benda itu terbang menembus jendela dan lenyap begitu saja .


Setelah benda itu hilang kami fokus melihat teh dayang yang ternyata sudah tiada setelah benda seperti kepala tadi keluar dari perut nya . Seketika ibu teriak dan pingsan , sedangkan mas bayu menangis dan menjerit jerit memanggil nama teteh . Sungguh mengerikan tubuh teh dayang dengan perut yang pecah dan darah berbau busuk berserak di kasur teh dayang . Aku pun tersenyum puas menyaksikan hal itu , akhir nya teh dayang tewas juga setelah sekian lama aku menunggu kematian nya pikir ku . Sekarang mas bayu akan jadi milik ku , dan ibu hanya akan sayang pada ku pikir ku dalam hati , hahahah... aku pun lega .


Saat itu juga aku segera pergi dari sana , karna aku tidak boleh melayat orang mati dan makan makanan dari orang mati . Saat teh dayang akan di kuburkan ibu selalu menelfon ku tapi aku beralasan lagi manggung di luar kota jadi tidak bisa datang . Karna belum 7 hari teh dayang di kubur aku pergi jalan jalan dan belanja belanja ke mall , ibu selalu menanyakan aku kenapa tidak datang tahlilan teh dayang . Aku selalu beralasan macam macam untuk menghindari pertanyaan ibu .


Aku berpikir bahwa kuburan teh dayang target ku berikut nya untuk mengambil kuku mayat teh dayang . Aku pun segera membayar orang yang dulu sering membantu teh dayang untuk mengumpulkan bahan bahan ritual nya . Aku bisa yakin teh dayang masih perawan karna tidak seorang pun yang pernah menyentuh tubuh teh dayang , bila itu terjadi maka suami gaib nya akan menolong nya . Suatu malam aku bermimpi di datangi teh dayang , dia menangis di atas kuburan nya .


"Mengapa kamu tega ana" kata teteh . Aku pun hanya bisa terdiam dan menatap wajah teh dayang yang pucat .


Saat teh dayang membalikkan badan terlihat perut nya yang menganga dan berlubang mengeluarkan belatung yang sangat banyak . Menjijikkan sekali karna berbau busuk dan sebagian dagingnya berjatuhan .


"Kamu tega ana , belum puas kamu membuat ku menderita di dunia dan sekarang kamu berniat mengambil kuku ku . Arwah ku tidak akan sempurna kalu kau mengambil nya" kata teh dayang


"Dasar adik tak tau terimakasih kau kejammmm !" teriak nya sambil maju ke arah ku dan mencekik leher ku . Aku pun merasa sesak dan dada ku sakit , aku tak bisa bernafas .


"Maaf teh" kata ku terbata bata dan aku pun terbangun . Untung hanya mimpi pikir ku , tapi seperti kenyataan karna dada ku sangat sesak dan sakit .


Tapi aku tidak peduli dengan hal itu , yang penting aku cantik dan di kagumi banyak orang . Lagian itu kan hanya mimpi , seperti kata orang mimpi hanya bunga tidur . Aku pun berpikir untuk menjerat hati mas bayu karna teh dayang kan sudah mati , jadi aku harus yakinkan bahwa aku bisa menggantikan teh dayang .


"Ana... anaaaa.." terdengar suara seseorang memanggil ku dari luar kamar . Aku pun keluar dan ku buka pintu kamar . Tapi tidak ada siapa siapa


hanya bercak bercak darah di lantai depan pintu kamar ku saja .


Aku pun mengikuti bercak itu... ku ikuti bercak darah itu sampai ke belakang rumah ku , di sana terdapat sebuah gudang penyimpanan barang barang lama ku dari kampung . Di dalam ruanagn itu ku lihat sosok pria tanpa baju hanya mengenakan celana pendek . Pria itu membelakangi ku ,


"Hei..! kamu siapa dan sedang apa di sini ?" tanya ku


Dia hanya diam saja dan saat dia menoleh aku langsung mengenali wajah pria itu . Yah , dia mas bayu


"Sedang apa mas di sini ?" tanya ku , tapi mas bayu hanya diam dan pelan pelan mendekati ku . Dia pun memuntahkan darah kental ke arah muka ku yang bercampur belatung dan sangat bau . Hingga membuat ku muntah .


"Uweekk... wwwekk.. kenapa mas melakukan ini pada ku ini sangat menjijikkan" kata ku . tapi mas bayu hanya tertawa


"Hahah... itu pantas kau terima karna kau tega membunuh kakak mu dengan kejam nya" kata mas bayu.


"Tidakk.. aku bukan pembunuh . Aku bukan pembunuh...!" teriak ku dan ku lihat aku sudah ada di gudang sendirian tidak ada siapa pun , kemana mas bayu pikir ku . Aku pun kembali ke kamar dan istirahat .


Pagi ini aku langsung pergi ke rumah mas bayu ku lihat ada bendera kuning di depan rumah nya , aku tidak berani ke sana karna akan melanggar pantangan ku . Aku pun bertanya pada tetangga mas bayu , siapa yg sudah meninggal dan tetangganya bilang kalau mas bayu tadi malam gantung diri di kamar nya . Aku pun seketika syok mendengar hal itu , ternyata mas bayu sangat mencintai teh dayang sampai akhir hayat nya . Aku pun menangis dan pergi dari tempat itu .


"Apa sekarang kamu sudah puas ?" tiba tiba ada suara di samping ku saat aku akan masuk kedalam mobil


"Aku tidak menyangka perbuatan mu sangat keji ana , kakak mu sendiri kau lenyapkan dengan kejam" kata suara itu yang ku kenali ternyata ukri


"Apa maksud mu , aku tidak mengerti" kata ku


"Hanya kamu yang tau yang telah terjadi pada teh dayang" kata ukri


"Bertobat lah ana sebelum terlibat" kata nya lagi


"Kamu kalau ikut campur atau kamu akan mengalami hal yang sama seprti teh dayang" ancam ku pada ukri


"Silahkan saja kalau kau bisa , aku peduli pada mu ana" kata ukri


Aku terkejut mendengar ucapan ukri , ingin rasa nya dia juga ku habisi seperti teh dayang kakak ku itu . Dia itu sangat sombong seperti tidak ada yang bisa melukai dia . Aku pun menjumpai ki jagat setelah kuku teh dayang ku dapat kan , setelah selesai membuat parfum dan bedak ku langsung saja ku utarakan niat ku menghabisi ukri . Ku sodorkan foto ukri pada ki jagat biar dia bisa menyantet ukri , kali ini aku sengaja di rumah ki jagat menyaksikan langsung pekerjaan ki jagat .


Dia pun meletak kan foto ukri di sebuah mangkuk yang berisi benda benda tajam seperti paku , silet , jarum dan lain lain . Lalu dia menyiram foto itu dengan darah segar dan "wwuussshhh..."


Bola api tercipta di atas foto ukri , "serang orang yang ada di foto itu" kata Ki jagat pada benda itu dan benda itu terbang menembus langit langit rumah ki jagat dan menghilang .


Sementara itu di rumah ukri dia sedang melaksanakan shalat malam dan berdzikir , tiba tiba ada sebuah benda seperti membentur jendela rumah ukri dan benda itu seperti terpental tidak bisa masuk .


"Gbrakk... gbrakk... gebrak..." suara itu sekarang terdengar di pintu dapur ukri . Saat ukri membuka pintu belakang dia melihat bola api melayang layang di depan nya dan bola api itu seketika berubah menjadi sosok makhluk hitam besar .


Makhluk itu mempunyai gigi gigi yang runcing tanpa bibir yang terlihat langsung deretan gigi gigi tajam itu mengeluarkan tetesan liur yang bau .


"Ada apa kau datang ke rumah ku makhluk laknat ?" kata ukri


"Hahaha... aku di janjikan nyawa mu" kata makhluk itu


"Pergi kau dari rumah ku karna hanya Allah yang bisa mengambil nyawa hamba nya bukan kau makhluk laknat" kata ukri


"Aku akan pergi setelah kau mati !" teriak makhluk itu sembari berubah menjadi bola api dan menyerang ukri .


Dengan sigap ukri menghpaskan tasbih yang sedari tadi di pegang nya ke arah bola api itu dan "ppuuaarrr..." terjadi ledakan yang membuat api bertebar kemana mana .


"Aakkkk..." terdengar teriakan dari dalam rumah ukri dan suara itu adalah suara ibu nya , ukri pun berlari menghampiri ibu nya yang meraung raung .


Saat ukri melihat ibu nya meraung raung dan berteriak teriak tidak jelas , dia segera merapal doa doa dan memeluk tubuh ibu nya , di tiup nya kepala ibu nya dan ibu ukri menjerit sangat keras .


"Aaakkkkk... panass... pannass...!" teriak ibu ukri


"Keluar kau dari tubuh ibu ku !" teriak ukri


"Hahahaha... apa kau pikir aku akan menuruti mu . Aku tidak bisa membunuh mu , maka dari itu ibu mu yang akan jadi pengganti nya" kata ibu ukri yang kerasukan


Suara ibu ukri berubah menjadi suara laki laki dan sangat kuat , dia meronta ronta dari pelukan ukri dan membentur benturkan kepala nya ke tembok kamar nya sampai berdarah .


Lalu ukri mengambil segelas air putih dan membaca doa lalu menyiram tubuh ibu nya dengan air itu , seketika wujud ibu nya menjadi mahluk yqng menantang ukri di belakang rumah tadi . Makhluk itu suami gaib ana yang di suruh ki jagat untuk membunuh ukri


"Kenapa kau berhenti hai manusia ?" tanya makhluk itu


"Kalau kau bisa ayo bakar saja aku sekarang" kata nya lagi


Ukri pun sedikit bingung kenapa makhluk ini sedari tadi menantang ku pikir ukri , dia pun membaca doa dan makhluk itu sekejab berubah menjadi ibu nya dan sekejab jadi makhluk itu . Ibu nya menjerit jerit dan minta ampun pada ukri , owh ternyata dia mempermainkan aku pikir ukri . Segera ukri mengambil sorban nya dan membalut ibu nya pakai sorban itu , seketika ibu ukri melompat lompat . Dengan masih berbalut sorban dia menerjang jendela kaca sampai pecah berserak di lantai .


"Ibuuu..." teriak ukri . "Dia terus melompat sampai menuju pohon besar di samping rumah ukri . Dan ukri pun mengejar ibu nya . Di lihat nya wajah ibu nya penuh kaca yang menusuk dan dari setiap tusukan kaca itu mengalir darah segar yang banyak . Beberapa kaca menusuk mata ibu ukri tapi dia malah tertawa


"Hahaha.. kau lihat saja apa yang akan terjadi pada ibu mu" kata makhluk itu , setelah mengatakan itu ibu ukri pun pingsan .


Ukri pun menggendong ibu nya ke kamar sembari membersihkan bekas kaca di wajah ibu nya tapi darah tetap saja mengalir dari luka itu . Walau berkali kali di bersihkan darah tetap saja mengalir dari luka ibu ukri , dan akhir nya dia membawa ibu nya kerumah sakit . Di sisi lain ana pun tertawa puas dan memberikan uang yang banyak pada ki jagat atas kerja keras ki jagat itu .


Beberapa hari kemudian ana mendengar kabar bahwa ibu ukri tak sadar sadar di rumah sakit , dan berita itu membuat ana tambah bahagia . Makanya jangan main main dengan ku pikir ana dalam hati , setelah beberapa hari ibu ukri di rawat di rumah sakit dia pun meninggal karna kehabisan darah . Padahal luka nya sudah di jahit dan tetap saja darah selalu mengalir dari luka itu . Walau sudah di infus darah tambahan tetap saja tidak membantu kesembuhan nya , ukri sangat sedih dengan kepergian ibu nya . Pada saat di mandikan jenazah ibu ukri dari mata ibu nya keluar belatung yang banyak sekali membuat para pemandi jenazah pada lari ke luar dan berteriak . Hal ini membuat hati ukri bertambah sedih , kenapa ibu nya meninggal dengan begitu sadis . Sedangkan ana makin tertawa keras melihat pemakaman ibu ukri dari jauh . Di lain tempat ibu ana juga sakit sakitan selepas dayang meninggalkan nya , ana sedikit khawatir melihat kondisi ibu nya yang semakin hari semakin kurus . Karna dia tidak mau makan .


Singkat cerita ana pun semakin terkenal dan memiliki banyak penggemar , salah satu nya pengusaha muda bernama barong . Dia sangat tergila gila pada ana karna selain **** ana juga sangat cantik . Di setiap ana manggung pasti dia selalu ada untuk menyaksikan ana menari dan bernyanyi . Suatu hari barong menculik ana dan menyekap ana di villa nya , saat barong ingin menggagahi ana tentu saja langsung di tolong oleh suami gaib nya . Saat ana pingsan dan ingin di pe**osa oleh barong , tiba tiba saja ana berubah menjadi makhluk hitam besar dan berbulu . Dia menyeringai memperlihatkan gigi gigi tajam nya .


Barong pun terkejut dan berteriak , segera dia berlari ke luar . Tapi belum sampai di luar dia terjatuh di lantai dan kaki nya seperti di tarik ke atas langit langit villa . Saat barong di atas makhluk itu lalu menghempaskan nya ke lantai dengan keras sehingga kepala nya pecah dan otak nya berhamburan kemana mana . Saat ana sadar ana sangat kaget karna dia berada di tempat asing , dia pun menangis di depan pagar villa . Dia menyesali nasib nya kena dia jadi korban kejahilan seseorang .


Dia pun berjalan perlahan tapi kepala nya masih pusing , mata nya berkunang kunang sebelum dia tidak sadarkan diri dia melihat seseorang datang dan memapah dia masuk ke dalam mobil . Saat kedua kali nya dia sadar dia seperti mengenali tempat itu , dia pun ingin bangun dan seseorang menghentikan nya .

__ADS_1


"Lebih baik kamu berbaring aja dulu tubuh mu masih lemah" kata suara itu .


Ana pun menoleh ke samping dan mendapati ukri membawa segelas susu hangat dan dia meminumkan nya pada ana , tapi ana menghempaskan susu itu dari tangan ukri sehingga susu nya jatuh dan gelas nya pecah berantakan di lantai .


"Kenapa kau menolong ku !" teriak ana


"Aku kan udah jahat pada mu bahkan yang membunuh ibu mu adalah aku" kata ana


"Aku tau kok" kata ukri membuat ana terkejut


"Lalu kenapa kamu masih peduli pada ku ?" tanya ana


"Apa kamu gak sadar ana ?" sejak lama aku mencintai mu maka nya aku peduli pada mu" kata ukri


Ddegghh.. jantung ana seperti berhenti berdetak mendengar hal itu .


"Sejak kapan kamu mencintai ku ?" kata ana


"Sejak kita sama sama sekolah dulu"


"Tapi kenapa kamu tidak pernah bilang kri ?" tanya ana


"Sebenarnya dulu aku sempat ingin bilang . Tapi saat kamu bilang kamu mencintai kakak kelas kita aku pun mundur dan melanjutkan sekolah ku ke mesir . Ana aku minta kamu tobat ana , lebih baik kamu mencari rezeki di jalan Allah" kata ukri


"Hhhhmmm... kamu pikir aku mau mendengar apa yg kau bilang hah !aku tau kau mau menghancurkan karir ku kan . Kau mau membuat aku miskin lagi dan jelek ?" kata ana , ccuuiihh... ana tiba tiba meludahi wajah ukri dan berlalu pergi tanpa mengucapkan trimakasih . Ukri dengan sabar menghapus ludah ana dari wajah nya dan mendoa kan ana agar di beri hidayah oleh allah . Ukri pun mengejar ana ke depan rumah ,


"Tunggu ana biar ku antar pulang" kata ukri


"Tidak usah aku bisa pulang sendiri" jawab ana , saat ana melangkah kepala nya terasa masih pusing seketika badan nya lemas dan ingin terjatuh . Dengan sigap ukri menangkap ana dan ana terjatuh di dekapan ukri ,


"Kamu tidak apa apa kan na ?" tanya ukri


"Iihhh... kenapa kamu meluk aku sih !" teriak ana sembari mendorong tubuh ukri agar melepaskan tubuh ana . Ukri pun terjerembab dan terjatuh ke tanah dan kepala nya membentur batu . Kepala ukri pun berdarah bukan nya membantu ukri ana malah tertawa ,


"Hahahaha... mampus saja kau rasakan itu . Beraninya kau memeluk dan menyentuh tubuh ku" kata ana


"Maaf ana aku tidak bermaksud melecehkan mu , aku hanya ingin menolong mu tapi rupa nya kamu tidak butuh di tolong karna sudah ada yang menolong mu" kata ukri


"Nah , itu kau sadar ingat ya aku punya suami gaib yang siap menolong ku kapan pun aku butuh" kata ana


"Jangan karna kau mengatakan perasaan mu lantas aku luluh pada mu ukri . Justru aku benci pada mu karna kau menentang semua yang aku lakukan" katanya lagi


"Aku menentang karna aku sayang pada mu ana , kuku mayat yang kamu gunakan itu tidak baik . kamu akan menyesal nanti" kata ukri


"Hahahaha.. aku tidak akan pernah menyesal atas apa yang telah aku lakukan bahkan aku bahagia , jadi kau jangan ikut campur atau kau akan seperti teh dayang dan ibu mu" kata ana


"Terserah kamu mau berkata apa yang pasti aku akan mengantar mu pulang" kata ukri sembari menarik tangan ana ke dalam mobil


Di dalam mobil ana berpikir , kenapa ukri masih baik pada ku padahal aku sudah jahat sekali pada nya . Sebenar nya ukri ini tampan dan mapan dia juga baik , sayang nya dia sok alim dan sok menasehati ku dan aku tak suka itu kata ana dalam hati . Saat ukri membersihkan darah di kepala nya dengan tisu dia melirik ana yang sedari tadi menatap nya ,


"Kenapa kamu menatap ku seperti itu ana ?" tanya ukri


"Ish , ge er banget" kata ana . Saat melihat spion ana melihat suami gaib nya duduk di bangku belakang dengan mata marah .


Sesampainya ana di rumah dia sedikit bingung melihat ada bendera kuning di depan pagar rumah nya , siapa yang meninggal yah pikir ana . Dia pun buru buru masuk dan mendapati sudah ramai orang mengelilingi sesosok mayat di ruang tamu rumah nya . Di susul ukri dari belakang , ukri pun membuka penutup wajah mayat yang belum di kafani itu . Betapa terkejut nya ana melihat siapa sosok yang terbujur kaku di hadapan nya . Ternyata itu ibu ana yang sudah meninggal .


"Ttiiddaakkk... ibuuu...!" teriak ana dengan histeris . Dia memeluk jasad ibu nya dan menangis tidak berhenti .


Singkat cerita , selesai penguburan ukri mencoba menenangkan ana tapi ana malah marah pada ukri .


"Ini semua gara gara kamu ukri" kata ana


"Apa salah ku na ?" tanya ukri


Ana pun pergi sembari membanting pintu kamar dengan keras nya , "ddeebbarrrrr..."


Keesokan hari nya saat bangun dari tidur tiba tiba ana merasa gatal di seluruh tubuh nya , dia pun tak henti hentinya menggaruk tubuh nya sampai mengakibatkan luka .


"Aduh , perih.. aduh sakit...!" teriak ana


Kenapa tubuh ku gatal sekali pikir nya , dia pun teringat dayang . Yah , ini persis seperti yang di alami teh dayang pikir ana . segera ana pergi menemui ki jagat , tapi apa yang dikatakan ki jagat membuat ana terkejut .


"Maaf ana , aku tidak bisa membantu menyembuhkan mu karna kau larang pantangan mu" kata ki jagat . Ana pun hanya bisa menangis menahan perih .


Lama ke lamaan luka di tubuh ana mengeluarkan nanah dan darah kental yang sangat bau , dia pun tidak bekerja lagi . Secara otomatis dia tidak memiliki penghasilan dan semua harta nya di tarik pihak bank karna tidak bisa membayar cicilan . Terpaksa ana tinggal di rumah tua peninggalan ibu nya , mau berobat ke dokter pun ana tidak punya uang bahkan makan saja dia tidak bisa karna tidak memiliki uang sepeserpun . Suatu malam ,


"Tok.. tok.. tok..." terdengar suara pintu ana di ketok seseorang , ana pun segera membuka pintu sembari memakai kerudung menutupi muka nya yang rusak dan bernanah . saat itu ana terkejut karna syukri bertamu ke rumah nya . Saat itu juga ana langsung ingin menutup pintu rumah nya begitu dia tau itu ukri , dengan sigap ukri mengganjal pintu itu dengan kaki nya .


"Aaadduuuhhh..."teriak ukri


"Sakit ana , kenapa kamu kasar banget sih sama tamu" kata ukri


"Aku tidak sedang ingin bercanda dan aku tidak terima tamu , lebiih baik kamu pergi dari rumah ku" kata ana


"Aku datang cuma ingin bertamu" kata ukri


"Kamu ingin bertamu atau ingin menertawakan aku hah ?" kata ana


"Apa maksud mu ana ?" tanya ukri


"Alah.. sudah lah kri kau tidak usah pura pura tidak tau . Kau pasti sudah tau tentang kondisi ku sekarang ini kan ?" kata ana


"Iya aku tau , itu maka nya aku ingin menyembuhkan mu ana . Kamu ingat teh dayang kan , aku berhasil menceraikan dia dengan suami gaib nya itu dan dia sembuh total ana" kata ukri


"Ccuuiihh... aku tidak sudi kau sembuhkan" kata ana sembari meludahi ukri untuk yang kedua kali nya . Tapi seperti biasa ukri hanya bisa menghapus ludah itu dengan sabar .


"Baik lah kalau kamu tidak mau aku sembuhkan , setidak nya terima lah makanan yang ku bawa ini . Sengaja ku beli untuk mu karna kamu pasti lapar kan ?" tanya ukri


Ana pun menutup pintu dengan keras di hadapan ukri , kamu keras kepala sekali ana pikir ukri dalam hati sembari menggantungkan makanan yang di bawa nya di hendel pintu .


Saat melihat ukri dari jendela dan ukri sudah pergi , ana pun mengambil makanan itu dan memakan nya dengan lahap karna sudah beberapq hari ana tidak makan hanya minum air mentah dari sumur nya saja . Malam itu ana merasa sangat kesakitan , nanah yang keluar dari luka nya semakin banyak . dia pun berteriak teriak kesakitan mengundang tetangga nya berdatangan ,


"Cepat kalian panggil pak RT kata salah seorang tetangga ana


Saat pak RT tiba dan membuka pintu rumah ana seketika bau busuk tercium sampai ke luar membuat para tetangga ana menjauh dan pulang karna tidak sanggup menahan bau dari tubuh ana .


Tinggallah pak RT dan dia pun binggung harus berbuat apa , akhir nya pak RT memanggil ukri ke rumah dan melihat kondisi ana , saat tiba di rumah ana ukri terkejut karna wajah ana berubah menjadi tua , keriput seperti nenek tua dan luka di tubuh nya pun semakin parah karna nanah tidak berhenti keluar dari tubuh nya . Saat ukri mendekati ana malah ana mencakar tangan ukri sampai berdarah , ukri pun binggung sejak kapan ana memiliki kuku yang panjang dan runcing pikir ukri . Saat masih binggung ana pun menyerang ukri lagi dengan menggigit bahu ukri dan ukri pun mendorong ana sampai terjungkal di atas tempat tidur . Ana menyeringai memperlihat kan gigi tajam nya ,


"Ana apa yang kamu lakukan ini aku ukri ana sadar lah" kata ukri . Tapi ana tetap saja menggeram seperti suara anjing . Ukri pun lantas mengambil segelas air dan membaca doa lalu menyiramkan nya kepada ana , seketika ana pun kepanasan dan lemas . Dengan sigap ukri memegang kepala ana sembari membaca doa doa ,


"Aawwwkk... ppanasss.. pannass...lepaskan aku panas" kata ana


"Segera kau keluar dari tubuh wanita ini" pinta ukri


"Tidakkk..." kata ana tiba tiba saja suara nya berubah mengerikan dan suara nya seperti suara lelaki


"Jangan kau ikut campur , pergi kau" kata ana


"Aku tidak akan pergi kau lah yang harus pergi" kata ukri


"Tidak bisa , aku akan merenggut nyawa wanita ini karna itu imbalan ku bila dia melanggar pantangan nya" kata makhluk yang merasuki ana


"Kalau kau bisa coba lah mengusir ku" kata ana lagi


"Baik lah kalau kau memaksa ku" kata ukri lagi . Dia pun mengeluarkan sebuah tasbih dari saku celana nya . "Wusshh..." dilempar nya tasbih itu tepat di leher ana .


"Aaaakkkkk... apa yg kau lakukan...!" teriak ana


"Panasss... lepaskan benda ini dari ku...!" teriak ana


Ukri pun bersila sambil membaca doa doa di hadapan ana sentara ana meraung raung seperti seekor harimau buas yang siap menerkam ukri .


Ana pun melompat ke arah ukri ingin menerkam ukri , lalu "Allahuakbar...!" teriak ukri dengan keras .


"Bbaarrrrr..." ana pun terhempas ke tembok kamar , lalu dia melompat lagi ke arah ukri dan ukri menghempaskan tangan nya lagi hal itu terjadi beberapa kali .


Setelah berkali kali terhempas membuat darah mengalir dari hidung dan kuping ana . Ukri pun bingung harus bagai mana , dia membalut ana pakai sorban nya dan membaca doa doa membuat ana kepanasan .


"Kenapa kau tidak membakar aku saja wahai manusia" teriak ana


"Ayo bakar saja aku kau pasti mampu melakukannya kan , hahahahah..."! teriak ana lagi


Ukri tau itu lah yang di inginkan makhluk itu , karna bukan dia saja yang akan kesakitan ana juga akan merasa sakit dan itu mempertaruhkan nyawa ana . Selesai membalut tubuh ana ukri membaca doa doa lagi dan kali ini ana pingsan tak sadarkan diri . Ukri pun membawa ana ke rumah nya dengan meminta izin pak RT .


Dan ukri pun berjanji hanya akan mengobati ana tanpa ada niat jahat sedikit pun , akhir nya pak RT membantu ukri . Sesampai nya di rumah ukri ana di baringkan di kamar khusus . Ukri mbaca al'quran di samping ana , tapi ana seprti gelisah dalam pinsan nya , saat dia sadar ukri masih tetap membaca Al quran di samping ana .


"Ukri kenapa aku dibalut seperti ini , lepaskan aku kri... dimana aku kri ?" tanya ana . Tapi ukri masih tetap membaca Al quran tanpa menghiraukan permintaan ana .


Dan ana pun menangis memohon di lepaskan oleh ukri sembari meronta ronta kesana kemari , sekuat apa pun ana berusaha melepaskan diri dari sorban itu tetap saja dia tidak bisa . Seperti merasa marah ana berkata ,


"Hai manusia apa kau tidak mendengarkan permintaan dari ku . Sekarang juga lepaskan aku , hentikan bacaan mu itu...!" teriak ana yang suara nya sangat keras dan lantang membuat rumah ukri seperti bergetar .


Tapi ukri tidak bergeming , dia tetap melanjutkan bacaannya tanpa menghiraukan suara itu . Tiba tiba saja tubuh ana melayang di atas tempat tidur .


"Ukri , tolong lah aku ukri... aku merasa sakit . Hentikan bacaan mu itu . Kau tidak akan berhasil , aku akan tetap saja mati kri . Karna makhluk ini sudah mendarah daging di tubuh ku kri" pinta ana kali ini dengan lemah lembut .


Tapi ukri masih tetap saja membaca dan terus membaca Al quran di tangan nya , ana pun berteriak... saat ana berteriak kesakitan dia pingsan dan tak sadarkan diri , ukri pun menghentikan aktifitas nya membaca Al quran dan melepaskan sorban yang melilit ana .


Saat itu dia merasa tubuh ana demam tinggi dan dia pun meminta tolong pada pak RT untuk membawa ana ke rumah sakit , walau harus menutup hidung nya pak RT bersedia menolong ukri karna warga yang lain tidak sanggup mencium bau tubuh ana yang busuk . Beberapa hari ana di rawat di rumah sakit dan hanya ukri yang mau menunggui ana karna ana tidak punya saudara yang lain .


Suatau malam saat ukri ingin tidur di sofa tiba tiba suami gaib ana muncul di samping tubuh ana , dia menduduki dada ana . Seketika ana merasa sesak dan susah bernafas . Saat itu lah ukri melemparkan tasbih nya ke arah mahluk itu , dan "wusshh..." makhluk itu terpental dari tubuh ana .


"Sia sia kau rawat wanita ini bila akhir nya dia tidak akan selamat , wanita ini akan mati" kata mahluk itu


"Hanya Allah yang berhak atas nyawa umat nya" kata ukri


"Pergi lah kau dari sini dan jangan lagi menggangu ana" kata ukri,walau aku sudah bercerai dari wanita ini bisa ku pastikan dia tidak akan selamat kata mahluk itu .


Sembari terbang menembus jendela rumah sakit dan tertawa , ukri merasakan hawa panas di ruangan ana di rawat , tiba tiba ada hembusan angin yang kencang . Ah , kenapa suasana di kamar ini berubah pikir ukri . Dia pun pergi ke luar dan duduk di depan kamar ana . Tiba tiba , "kkrrekkk..." suara pintu di buka dan ana keluar dari kamar .


"Hah , ana kamu sudah sadar ?" kata ukri


Ana pun duduk di samping ukri dan memegang tangan ukri . Tubuh ana sangat wangi saat dia mendekati ukri . Wajah nya pun bercahaya dan sangat bersih .


"Maaf kan segala kesalahan ku pada mu kri" kata ana


"Kamu begitu baik menolong ku walau aku sangat jahat pada mu , tapi kamu tetap menolong ku dengan ikhlas" kata ana


"Aku sangat mencintai mu dengan tulus ana , maka dari itu aku memaafkan mu . Aku akan selalu menolong mu" kata ukri . Ana pun hanya tersenyum dengan manis nya .


Saat itu ukri mencium kening ana . Dia memegang tangan ana , ukri merasa berbeda , karna tangan ana begitu dingin .


"Kamu baik baik aja kan na maaf bila aku lancang telah mencium kening kamu , aku begitu mencintai mu maka nya aku tidak ingin kehilangan mu . sudah cukup aku kehilangan ibuku" kata ukri


Ana pun hanya mengangguk dan tersenyum dengan sangat manis nya .


"Andai saja dari dulu aku tau perasaan mu pada ku mungkin aku tidak akan seperti ini kri" kata ana


"Sudah lah , tidak apa apa ana yang pasti kamu sudah tau isi hati ku" kata ukri


"Maaf mas , dari pada mas ngomong sendirian di sini mending mas nemenin pasien di dalam , emang mas ngomong sama siapa ?" tanya suster


"Saya tidak ngomong sendiri kok sus , ini saya ngomong dengan..." saat ukri melihat ke sebelah nya tidak ada siapapun di sana


Suster pun pergi sambil mengguman , kasian ganteng ganteng ternyata stres kata suster dalam hati , ukri pun segera masuk ke kamar rawat ana dan tidur di sofa sebelah ana .


Saat ingin tidur tiba tiba tempat tidur ana bergerak gerak sendiri tidak beraturan , ada apa ini pikir ukri dan dia pun duduk bersila sambil memejkan mata nya .


Saat terpejam itu lah dia melihat suami gaib ana sedang menarik sesuatu dari raga ana , yah.. itu ruh ana yang di tarik paksa oleh makhluk itu . Saat itu juga ukri merasa takut kehilangan ana .


"Hentikan itu...! Jangan kau lakukan itu" kata ukri


"Hahahaha... sekarang kau mau apa hah manusia ,


sudah ku bilang wanita ini akan mati" kata makhluk itu


Dengan sigap ukri melemparkan tasbih nya ke arah makhluk itu dan makhluk itu terbang menembus jendela rumah sakit membawa serta ruh ana yang sedang meronta ronta di tangan mahluk itu .


"Tolong... tolong.. aku ukri.. aku tidak ingin mati" kata ruh itu . Ukri pun membuka mata nya dan melihat wajah ana yang pucat , saat dia memegang tangan ana terasa sangat dingin .


Ana seperti koma , walau denyut nadi nya masih ada tapi sangat lemah . Apa yang harus ku lakukan untuk menolong ana pikir ukri . Aku sudah pernah kehilangan ibu ku dan aku tidak ingin kehilangan ana . Lalu ukri pun kembali duduk bersila dan memejamkan mata , saat itu ukri tiba tiba berada di halaman sebuah istana yang megah berlapiskan emas .


Di setiap pinggir jalan menuju pintu berderet patung seperti manusia , eh bukan patung . Tapi itu memang manusia , ya berderet wanita wanita yang jelek sekali . Tubuh nya penuh koreng karna wanita yang mematung itu seperti ana . Penuh koreng dan bau busuk .


Karna syukri melihat wanita wanita itu tidak mengenakan sehelai benang pun . Aku berada dimana ini pikir ukri , dia pun sampai di pintu saat di buka nya pintu itu , pemandangan pertama yang di lihat ukri ialah ana . Yah , ana yang malang karna dia di rantai dan di jadikan keset kaki mahluk yang menyerupai suami gaib ana , tapi yang ini memiliki dua tanduk .


"Untuk apa kau ke mari hai manusia" kata makhluk itu


"Aku ingin menjemput wanita itu" jawab ukri


"Percuma kau kesini karna aku tidak akan melepaskan dia" kata makhluk itu


Air mata ukri menetes ketika melihat tubuh ana di injak injak mahluk itu .


"Jika ilmu mu belum mumpuni pergi kau dari sini" kata makhluk itu


"Aku tidak akan pergi sebelum kau lepaskan wanita itu" kata ukri


"Dasar manusia bodoh...!" teriak makhluk itu sembari menyemburkan api ke arah ukri . Seketika wajah ukri merasa panas seperti terbakar .


"Kau lihat apa yang akan ku lakukan pada wanita ini" kata makhluk itu , seketika rantai yang ada di tubuh ana di angkat nya dan diletakkan di sebuah panci besar . Lalu panci itu dimasak dengan di atas api yang berkobar kobar . Teriakan ana pun terdengar memekakkan teling ukri , lama lama tubuh ana meleleh dan hancur .


"Hahahahah... sekarang apa yang ingin kau selamatkan !" bentak mahluk itu


"Pergi dari istana ku" kata mahluk itu pada ukri . Seketika angin bertiup menghempaskan ukri keluar istana itu dan "wwuussshhh..." ruh ukri kembali ke raga nya .

__ADS_1


Dia pun bangun dan melihat ana , tubuh ana sudah membiru tak bernyawa lagi . Ukri memegang tngan dan pipi ana penuh penyeslan , krna pada akhir nya ana menjadi budak makhluk itu . Ukri pun mengiklaskan ana pergi untuk selama nya .


__ADS_2