
Di sebuah desa kecil ada seorang gadis bernama rachel , dia terkenal cantik dan baik hati kepada warga , suka menolong tanpa pamrih dan imbalan . Pagi hari rachel terliahat sedang jemur pakaian keluarganya di depan .
"Pagi rachel , sedang jemur pakaian ya ?" tanya warga kepada rachel yang lagi jemur baju
"Pagi pak... iya pak saya lagi jemur pakaian" jawab rachel dengan senyuman manisnya .
"Rajin ya , masih pagi udah jemur pakaian" ucap warga memuji rachel
"Iya pak... kan sudah kewajiban saya sebagai anak perempuan buat mengerjakan tugas ini" jawab rachel sedikit malu karena di puji
"Yasudah... saya pergi dulu ya nak rachel , ada keperluan dulu di desa sebelah" kata warga lalu pergi
"Iya pak... hati hati" jawab rachel
Setelah selesai jemur pakaian , rachel masuk rumah dan menyelesaikan tugas rumah seperti
cuci piring pel lantai dan masak , karena kebetelan orang tua rachel di kebun . Jadi semua dia kerjakan sendiri , tanpa rasa capek sedikitpun .
Usai mengerjakan semua , rachel pun istirahat dan
tertidur di ruang tamu , saat dia tidur ada orang
masuk rumahnya , dia seorang pria muda entah
dari mana tiba tiba masuk tanpa izin dan membius
rachel lalu menculiknya .
Singkat cerita orang tua rachel sudah pulang dari
kebun dan segera membersihkan diri di kamar
mandi , namun ibu rachel bingung karna anaknya tidak ada di rumah .
"Pak... rachel dimana ? kok dikamarnya tidak ada ?" kata ibu rachel panik anaknya tidak ada dirumah
"Tidak ada ? mungkin main kerumah temennya kali bu... nanti juga pulang" jawab bapak rachel
"Bapak yakin kalo rachel main di rumah temennya ?" tanya ibu rachel
"Yakin bu , nanti juga pasti pulang kok tunggu aja" jawab bapak rachel
Malampun tiba dan menunjukan pukul 07.00 . Namun rachel belum ada pulang juga ibunya merasa cemas dan khawatir kepada anaknya .
"Pak , kok rachel belum pulang juga ya ?" tanya ibu rachel
"Mungkin nginep dirumah temennya bu" jawab bapak rachel
"Tapi pak... ib..." tiba tiba bapak rachel potong pembicaraan istrinya
"Sudah bu , ini udah malam lebih baik ibu istirahat
Kan ibu cape dari lagi di kebun" kata bapak rachel
"Ya udah pak , semoga aja bener rachel nginep di rumah temennya" kata ibu rachel sedikit cemas
Orang tua rachel sudah pada tidur namun , ibu dan bapaknya rachel kaget saat pagi hari , rachel sudah di depan teras sedang nyapu halaman rumah .
"Rachel... kamu kapan pulang ? ibu sampe cemas semalam mikirin kamu" tanya ibu rachel lega karena anaknya sudah balik kerumah , begitupun dengan bapaknya rachel
"Nggak kemana mana kok bu , aku cuma bingung... semalam kok aku bisa ada dirumah temenku ?" jawab rachel bingung karena ia terbangun di rumah temannya yang bernama nemma
"Mungkin kamu kecapean nak , sampe lupa kalo kamu main kerumah temen kamu" kata bapaknya rachel
"Ya udah nak , sekarang kamu istirahat aja dulu... biar nanti adek kamu yang urus kerjaan rumah" kata ibu rachel
Oh iya rachel punya adek namanya karin , dia juga cantik dan hampir terbilang mirip namun tak seiras , rachel pun istirahat dan tertidur , lalu dia
terbangun jam 12 siang , terlihat karin sudah
pulang main , bukan main sih cuma lagi cari pekerjaan sama temennya .
"Dek... kamu sudah cuci piring ?" tanya rachel
"Belum kak , ini baru mau aku cuci" jawab karin
"Ya udah kakak pel lantai dulu , kamu cuci piring aja" kata rachel
"Kakak... lebih baik kakak istirahat , kasian kakak kan capek , tugas rumah biar aku yang ngerjain" ucap karin
"Ya udah kakak masuk kamar dulu ya , capek pengen tidur" kata rachel
Satu minggu kemudian karin mau pergi ke kota untuk bekerja sambil kuliah , karena dia tidak
mau terus menyusahkan orang tuanya .
"Bu , aku pamit dulu ya... doa in aku biar jadi orang yang sukses ya bu" kata karin
"Ibu pasti akan slalu doa in kamu kok nak... yang terpenting jangan tinggalkan sholat" jawab ibu rachel
"Pasti itu mah bu , ya udah pak... bu aku berangkat ya... kak rachel jagain ibu baik baik ya.. aku bakal pulang setelah sukses nanti" kata karin
"Iya dek... pasti kakak jaga , kamu hati hati di jalan ya" jawab rachel
Satu bulan kemudian rachel , terus saja muntah muntah dan di bawa kerumah sakit . Dia pun dinyatakan hamil .
"Selamat mbak , anda hamil" ucap dokter memberi selamat
"Apaaaa ? hamil ? bagaimana mungkin dok ? anak saya belum bersuami , mana mungkin hamil" jawab ibu rachel kaget tidak percaya kalo anaknya hamil di luar nikah
Rachel hanya terdiam dan syok mendengar pernyataan dokter tentang dirinya yang hamil , ia bingung bagaimana bisa dia hamil sebelum nikah . Sesampainya di rumah , ibu menjelaskan kepada bapaknya rachel kalo anaknya hamil sudah hampir 5 minggu .
"Apaaaa ? bagaimana mungkin bisa hamil bu ? rachel kan belum menikah , mana mungkin bisa hamil tanpa seorang suami" kata bapaknya rachel sedikit emosi karena mengetahui anaknya sudah hamil hampir 5 minggu
"Rachel... kamu jawab jujur sama bapak , siapa yang telah menghamili kamu" kata bapaknya rachel
"Aku nggak tau pak , aku nggak tau" jawab rachel sembari menangis
"Jangan bohong kamu rachel , jawab yang jujur siapa yang telah menghamili kamu... jawab!" ucap bapaknya rachel dengan emosi yang tak terkendali
Lalu , "plak........!" ayah rachel menampar rachel , dengan keras sehingga dia masuk kamar dan menangis
"Sudah pak... sudah... kasian anak kita" kata ibu rachel membela anaknya
"Ibu ini bagaimana , malu kita bu , kalo warga sampe tau rachel hamil tanpa memiliki suami " jawab bapaknya rachel
Dan kabar hamilnya rachel menyebar begitu luas .
Dan semua warga kampung sudah pada tau tentang kehamilannya . Saat orang tua rachel , dikebun ada dua warga lewat sembari membicarakan rachel , anaknya itu .
"Nggak nyangka yah , yang kita kira baik... ternyata hamil di luar nikah" kata warga
"Iya nggak nyangka banget sama rachel" jawab warga yang lain
Mendengar warga sudah mengetahui kehamilan anaknya , bapaknya rachel hanya tertunduk malu dan tidak bisa apa apa karena sudah kejadian . Singkat cerita rachel depresi dengan kehamilannya
Dan selalu mendapat bully an dari warga setempat dan selalu di cap murahan oleh ibu ibu . Rachel yang sudah tidak kuat dengan yang di alaminya mencoba untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Di kamarnya ia pun masuk
kamar dan mengunci pintu kamar .
Disisi lain orang tua rachel sedang panen cabai di kebun miliknya dan panen mereka lumayan banyak , setelah selesai panen orang tua rachel pulang dan segera membersihkan diri di kamar mandi . Setelah bersih ibu dan bapak rachel , akan makan namun tidak melihat anaknha sedari tadi tidak ada .
"Pak... rachel dimana ? kita kan mau makan" tanya ibu rachel
"Coba ibu cek di kamarnya mungkin ada bu" jawab bapanya rachel
"Sebentar pak , biar ibu susul ke kamarnya" kata ibu rachel , lalu pergi jemput anaknya di kamarnya
"Nak... ayo makan.. nak.. ibu sama bapa udah nungguin kamu" ucap ibu rachel , namun tidak ada respon dari anaknya
Ibu rachel mencoba membuka pintu kamarnya namun di kunci , ibu lalu pergi untuk bilang sama bapak kalo anaknya mengunci diri di kamar . Lalu orang tua rachel langsung menuju kamar anaknya, untuk menjemputnya sekali lagi .
"Nak... ayo makan bapa sudah nunggu in kamu" kata bapanya rachel , sembari mengetok pintu namun tak ada jawaban .
Bapanya rachel merasa ada yang tidak beres berusaha mendobrak pintu kamar anaknya , betapa kagetnya orang tua rachel saat melihat anaknya tewas gantung diri di kamarnya sendiri .
"Astagfirullahallazim rachel..." ucap bapanya kaget melihat anaknya tewas
"Astagfirullah... rachel.....!" teriak ibu rachel histeris melihat anaknya gantung diri
"Kenapa kamu melakukan ini nak ?" ucap bapanya rachel sembari menangis , tak tega melihat anaknya
Sedangkan ibunya rachel pingsan karena terkejut melihat anaknya tewas gantung diri , tak lama
datang beberapa warga dan segera menolong keluarga rachel , dan rachel di angkat untuk di lepaskan dari tali yang menempel di lehernya .
Setelah itu mayat rachel dimandikan lalu di kubur .
Setelah selesai dikubur mereka pada pulang namun langit tiba tiba mendung seperti akan terjadi hujan yang sangat lebat , dan benar saja setelah
semua pulang hujan turun begitu lebat di sertai petir . Malam pun tiba setelah kematian rachel kampung tersebut mendadak menjadi sepi dan mencekam seakan semua warga takut untuk keluar rumah .
Setelah beberapa minggu kematian rachel , ibu rachel selalu melamun dan sakit sakitan karena selalu memikirkan rachel anaknya .
"Bu... sudahlah jangan terlalu dipikirkan , kita harus ikhlas biar arwah rachel tenang di alam sana" ucap bapanya rachel
Namun hati seorang ibu sulit untuk melupakan anaknya yang di besarkan oleh air susunya , meninggal dengan cara gantung diri di kamarnya .
Suaminya yang melihat istrinya selalu sakit sakitan tidak tega melihatnya karena badan istrinya yang tadi gemuk sehat mulai kurus karena selalu sakit mikirin anaknya yang sudah meninggal . Namun lama lama ibu rachel mulai terima kematian anaknya , walaupun masih sedikit menyayat hati untuk tidak terlalu mengingat anaknya... ibu rachel berniat menjual rumahnya itu .
"Pak bagaimana kalo kita jual saja rumah ini ?" kata ibunya rachel
"Ibu yakin mau jual rumah peninggalan orang tua ibu ?" jawab bapaknya rachel
"Ibu juga sebenernya tidak mau pak , tapi ibu selalu ke ingat rachel anak kita pak" ucap ibunya rachel
"Bu sudahlah... ibu harus mengikhlaskan
rachel" jawab bapaknya rachel
"Ibu sudah berusaha pak , tapi kenangan
rachel dirumah ini selalu terbayang di pikiran
Ibu" kata ibunya rachel
"Ya sudah... untuk sementara kita kosong kan rumah ini , kita pindah ke rumah bapak" ucap bapaknya rachel mengajak istrinya tinggal di rumah milik orang tuanya
"Ya udah pak.. kita pergi sekarang" jawab ibunya rachel
Setelah selesai mereka pergi menuju rumah
mertuanya di kampung sebelah nggak terlalu jauh
cuma dari 1 km saja dari jarak rumah istrinya .
Setelah sampai mereka di sambut ibu mertuanya
dengan hati senang , karena kedatangan anak
dan menantu kesayangannya . Ibu mertuanya sudah mengetahui kematian cucunya yang bernama rachel
"Assalamualaikum... bu... ibu.." ucap bapaknya rachel
"Waalaikum salam... eh nak , kapan kalian datang" jawab asih
"Kita baru saja datang bu" ucap ibunya rachel
"Oh.. ya sudah.. mari masuk , syukur kalian datang kesini" ucap asih , dengan senang karena sudah lama anak dan mantunya tidak datang berkunjung
"Bu begini... maksud kedatangan kita kemari kita mau tinggal di sini untuk sementara waktu , sampai istriku bisa melupakan kenangan rachel" kata bapaknya rachel
"Bagus atu , ibu senang kalo kalian mau tinggal di sini , karena ini juga rumah kalian kan" jawab asih
Singkat cerita beberapa tahun kemudian di kampung rachel ada seorang warga yang mau pergi mancing ke sungai dekat hutan pinus , namun mereka harus melewati makam , saat melewati makam salah satu dari mereka melihat seorang gadis sedang duduk di makam .
"Eh , jo... jo... itu cewe siapa ? kok duduk di makam sih sendirian pula" ucap regi
"Mana gi , nggak ada ? lu jangan nakut nakut in
gua lu gi" jawab ejo sedikit takut karena dia tidak melihat ada siapa siapa di sana
"Itu jo , masa lu nggak liat sih , orang jelas gitu lagi duduk" ucap regi
"Gi lu sadar nggak sih , kita ada dimana ? di kuburan kan ? jadi jangan bercanda" kata ejo
"Aduh jo , jangan jangan dia bukan orang" kata regi mulai ketakutan
"Mending kita pulang gi , jangan jadi mancing takutnya terjadi sesuatu yang tidak di inginkan " jawab ejo
Saat hendak putar balik tiba tiba sosok itu sudah ada di hadapan mereka berdua dan mereka kaget saat melihat sosok itu adalah rachel , tetangganya sendiri . Mereka pingsan dan sosok itu menghilang ntah kemana . Di pagi hari mereka bangun dan kaget banyak warga yang melihat... dan lebih kaget mereka berada di makam .
"Kalian kenapa tidur di makam ?" kata pak deni ketua rt
"Kami tidak tidur pak rt , tapi pingsan... semalam kami melihat arwah rachel menampakan diri di hadapan kita" ucap regi
"Hah... kalian jangan bercanda , mana mungkin irang yang sudah meninggal bisa menjadi hantu" ucap pak rt
"Kami tidak bercanda pak rt , kita beneran melihat arwah rachel di hadapan kita sendiri waktu kita mau pergi mancing" ucap ejo
"Hmm... mana mungkin orang sudah mati bisa menjadi hantu yang gentayangan" ucap salah satu warga
"Terserah kalian mau percaya atau tidak yang jelas kita semalam melihatnya di depan mata kita sendiri" kata regi dengan nada kesal
Regi dan ejo pulang untuk mandi dan bersihin diri karena kotor bekas pingsan di pemakaman , setelah beres mereka masih bingung dengan kejadian semalam .
"Jo , menurut lu semalam kita nyata apa cuma halusinasi kita doang si ?" tanya regi
"Menurut gua sih ini nyata , buktinya kita sampe pingsan kan" jawab ejo
Setelah kejadian yang di alami ejo dan regi warga sepakat untuk mengadakan ronda malam secara bergantian untuk memastikan arwah rachel yang gentayangan meneror warga .
Suatu pagi banyak bapak bapak sedang berkumpul di rumah pak rt sedang ada acara pengumuman tentang ronda malam .
"Bapak bapak niat saya mengumpulkan kalian di sini untuk mengumumkan kalo kita bakal adakan kegiatan ronda malam.. karena kejadian ejo dan regi , itu buat kita penasaran akan arwah rachel , jadi saya selaku ketua rt , akan adakan ronda malam" kata pak rt
"Tapi pak rt , apakah mereka yakin kalo yang mereka temui itu adalah arwah rachel ?" jawab salah satu warga
"Justru karena itu saya adakan ronda malam untuk memastikan apakah benar apa yang ejo dan regi lihat itu adalah arwahnya rachel" kata pak rt
"Baiklah , kalo begitu kita setuju ronda malam di adakan saja agar kampung kita juga aman dari maling" kata warga
Malam pun tiba menunjukan jam 19.00 wib , dimana terlihat 5 orang warga sedang duduk di pos ronda , mereka terlihat sedikit takut . Tak lama salah satu dari mereka melihat ada seorang perempuan berjalan mendekati mereka .
"No , no , itu ada perempuan siapa no" ucap oji
"Apa an ji , palingan itu mah orang ji" jawab nono
"Tapi no , gua takut no" ucap oji ketakutan
"Lu gimana si ji , kita kan berlima disini masa iya lu takut si" jawab oding
"Tau lu , cowo kok lemah" ucap oni meledek
"Ahahaha , sudah jangan saling ejek gak baik kita kan sedang ronda malam" kata reji
Tak lama wanita itu terlihat semakin dekat dan tiba tiba oji yang sedang berdiri di kaget kan oleh perempuan itu .
"Bang..." ucap perempuan itu
"Astagfirullah.... eh , iya mbak.. maaf maaf saya kagetan orangnya" ucap oji
"Iya , tidak apa apa , abang semua apa kabar ? sehat ?"
"Alhamdulillah sehat neng , emang neng ini
__ADS_1
siapa ? dari mana dan tujuannya kemana ?" tanya oding
"Masa pada lupa sama saya sih bang ?" jawab perempuan itu
"Bukan lupa tapi emang nggak tau kamu
siapa ?" timpal oni
"Ya Allah... saya karin bang anaknya ibu mina Dan bapak koru adeknya rachel" ucap karin
"Karin ? ya ampun semenjak kamu di kota jadi beda , sampe sampe kita tidak kenal sama kamu" ucap oding
"Ah abang bisa aja , perasaan tetap gini aja
nggak ada yang berubah" ucap karin
"Emang bener karin kamu itu beda sekarang mah lebih cantik dan putih" ucap lagi oding
"Nggak ah biasa aja , ngomong ngomong ini ada apa nih ? tumben tumbenan ada ronda malam ? apa selalu ada maling di kampung kita
ini , dan udah lama di adainya ronda ini ?" tanya karin
"Lah kamu nggak tau karin ? kita adain ronda untuk membuktikan benar tau tidaknya arwah rachel itu gentayangan" ucap oji
"Apaaaa...! rachel ?" ucap karin tergejut
"Iya karin , rachel kakak kamu... dia sudah meninggal dengan cara gantung diri di kamarnya" ucap oding
Karin menangis karena ia baru mengetahui kalo kakak kesayangannya sudah meninggal .
"Bagaimana dengan ibu dan bapak karin apa mereka ada di rumah ?" tanya karin sambil menangis
"Orang tua kamu sudah lama pindah dari sini" ucap reji
"Pidah kemana orang tua aku bang ?" tanya karin
"Pindah kerumah kakek kamu yang di desa sebelah" ucap reji
"Makasih bang , kalo gitu aku pergi dulu permisi" ucap karin
Karin pun pergi menuju rumah kakeknya yang berada di desa sebelah , namun di tengah perjalan... dia mendengar suara seseorang minta tolong dengan menyebut namanya .
"Tolong.... tolong..... karin tolong...." kata suara misterius itu
Karin mencari sumber suara tersebut dan dia melihat sosok perempuan duduk di teras bekas rumahnya wanita itu tertunduk .
"Mbak , mohon maaf mbak ini siapa ya kok tau nama saya ?" ucap karin
"Karin... tolong kakak.." ucap wanita itu
"Kak rachel..." ucap karin sedikit kaget
"Tolong kakak karin..." ucap rachel , lalu sosok itu menghilang begitu saja ntah kemana
"Kak... Kakak... kakak.........!" teriak karin
Namun kakaknya tak kunjung menampakkan dirinya lagi , kemudian karin langsung saja melanjutkan perjalanan menuju rumah kakeknya sambil menangis karena tidak menyangkan kakak
kesayangannya bakal pergi selamanya . Setelah sampai di rumah kakek neneknya... karin pun langsung mengetuk pintu rumah .
"Tok...tok...tok... assalamualaikum" ucap
karin
"Waalaikum salam... siapa ?" ucap ibu mina
"Aku karin bu..." jawab karin
Ibunya pun langsung membuka pintu dan memeluk karin anaknya , ia memeluk dengan sangat erat .
"Karin.... akhirnya kamu pulang juga nak , ibu sudah kangen sama kamu nak..." ucap ibu mina
Namun ibunya heran kenapa karin pulang dengan keadaan menangis .
"Kamu kenapa nak , kok nangis ?" ucap ibu mina
"Buk , apa benar kakak sudah meninggal ? jawab bu" tanya karin
"Kamu tau dari mana nak ?" jawab ibu mina
"Bang oding yang bilang sama aku bu kalo kakak tewas dengan cara gantung diri... kenapa kakak sampe melakukan hal seperti itu bu ? kenapa ?" tanya karin yang terus saja menangis
"Kakak kamu meninggal karena depresi dia gantung diri karena selalu di ejek warga tentang kehamilannya di luar nikah" jawab ibu mina
"Apaaaa....! hamil ? bagaimana kakak bisa hamil bu ? kakak kan tidak pernah keluar rumah" kata karin heran karena kakaknya hamil
"Ibu juga tidak tau nak , sudah sekarang kita masuk aja dulu kamu pasti capek besok kita lanjutkan bicaranya" ucap ibu mina
Setelah itu mereka tidur dan keesokan hari bapaknya kaget anaknya sudah ada di rumah .
"Nak , kamu sudah pulang ?" tanya bapak koru
"Bapak... iya pak... bapak apa kabar ?" ucap karin
"Alhamdulillah bapak sehat nak , kamu sendiri bagaimana sehat ?" ucap bapak koru
"Alhamdulillah sehat pak , oh iya nenek mana ? belum keliatan" jawab karin
"Nenek kamu masih tidur nak , nanti juga bangun" ucap bapak koru
"Oh , ya udah pak aku mau jalan jalan sebentar... aku kangen suasana desa . Udah lama di kota , jadi kangen sama di desa" ucap karin
"Hati hati nak , jangan lama lama , jangan pulang terlalu sore juga" kata ibu mina
"Iya bu , cuma sebentar doang kok" jawab karin
Disisi lain tepatnya kampung sebelah terliahat beberapa anak muda yang bernama oco , ferdi , danu dan adi sedang mengobrol , mereka membicarakan tentang acara liburan .
"De gimana... jadi tidak kita hiking hiking ? kan udah lama kita nggak hiking" tanya danu
"Ya jadi lah nu , lagian kaya nggak pernah hiking aja lu" jawab adi
"Tau lu nunu" timpal oco
"Danu co , danu , bukan nunu" ucap danu
"Ahahaha , lu kalo ngambek jelek nu... muka doang bewokan tapi baperan" celetus ferdi
"Ah... gak asik lu semua , hobby banget ngeledek gua" kata danu
"Udah nggak usah baper... ini minum dulu kalian pasti haus kan ?" ucap nemma
"Terima kasih nemma yang cantik" kata ferdi
"Eh... awas lu macem macem sama nemma.. gua gaplok lu" ucap adi
"Ya nggak de , gitu aja marah... gua kan cuma bercanda de" kata ferdi
"Ahahaha , cie yang takut abangnya tapi suka sama adeknya" cetus oco
"Ahahahahaha... mampus lu... takut kan lu ?" kata danu
"Udah udah... buruan minum" kata adi
Setelah lama mengobrol mereka pulang di malam hari , oco dan danu pulang ber dua di mobil sedangkan ferdi bawa motor sendiri .
"Udah malam nih kita pulang dulu ya di... lu mau pulang nggak ?" kata danu
"Nanti aja , gua kan bawa motor" jawab ferdi
"Hati hati di jalan bro... salam buat tante" ucap
adi
"Oke , nanti gua sampein salam lu di , eh
"Itu buat lu isi bensin nu , takutnya nanti lu kehabisan bensin dan nggak pegang uang... makanya gua kasih lu uang" jawab adi
"Oh , ok terimakasih di , ya udah gua pulang duluan ya... ayo co" kata danu
"Ok hati hati nu" jawab ferdi
Setelah danu dan oco pulang... hari semakin larut dan ferdi memutuskan untuk pulang .
"Di gua pulang ya... udah malam" kata
"Lah gua kira lu mau nginep fer" jawab adi
"Nggak dululah , kalo nginep mah ntaran aja... soalnya rumah gua lagi kosong" ucap ferdi
"Oh... ya udah kalo gitu" jawab adi
"Pamit ya... nanti kapan kapan gua nginep" kata ferdi
"Siap kalo gitu mah... hati hati fer" jawab adi
Ferdi pun pulang namun dalam perjalan yang sepi motor dia mogok mendadak dan ferdiendengar suara tangisan bayi di jalan yang sepi , ferdi penasaran dia pun mencari sumber suara bayi tersebut .
"Kok ada suara bayi ? bayi siapa ya ?" kata ferdi dalam hati
Setelah mencari sumber suara itu namun tak ada juga bayi yang di temukan namun kali ini terdengar suara tangisan gadis .
"Hiks...... hiks...... hiks..." suara tangisan itu semakin jauh... jauh... dan jauh... ferdi mulai merasa takut , dia berusaha untuk mendorong motornya .
Namun motornya terasa berat seperti di tahan oleh sesuatu , dan ternyata benar saja motor ferdi di pegang oleh makhluk halus . Ferdi ketakutan dan dia lari meninggalkan motornya di jalanan yang sepi , setelah jauh dari jalan yang sepi . ferdi merasa aman . Namun ternyata sosok itu sudah ada di belakang ferdi dan menepuk punggung ferdi . Dia pun kaget karena ada yang menepuk dia
dari belakang... dia menoleh dan terkejut saat melihat sosok tersebut adalah rachel , si kembang desa . Ferdi kaku seperti beku tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan...
"Kau harus ku bunuh..." ucap rachel dengan penuh amarah dan dendam
"Tidak... aku tidak mau mati.... aku tidak mau mati" kata ferdi
"Kau harus mati...!!!" ucap rachel
"Tidak...!! tolong maafkan aku rachel , aku minta maaf" ucap ferdi sambil berlutut
Dan ferdi pun mati dengan cara di gantung di atas pohon kasus kematian ini nyebar kepada teman temannya ferdi , sontak mereka kaget mengetahui ferdi sudah mati dengan cara gantung diri . Adi heran kenapa ferdi sampe melakukan bunuh diri , padahal dia kan nggak pernah ngeluh soal hidupnya . Kematian ferdi bikin adi bingung , dia dan teman temannya memutuskan untuk mendatangi lokasi ferdi bunuh diri . Saat memeriksa lokasi adi kaget melihat tulisan di batang pohon yang bertuliskan
rachel .
"Racehl ? tidak mungkin... dia kan sudah mati bunuh diri" teriak adi
"Ko ngapa di , kenapa tiba tiba teriak sebut nama rachel" tanya oco
"Kalian lihat nama ini... ini rachel.." jawab adi
"Hahhhhh... bagaimana mungkin rachel bisa bangkit dari kematian ?" ucap danu
"Kita harus waspada , mungkin saja rachel bakal membunuh kita satu per satu" kata adi
Setelah itu mereka memutuskan untuk balik dan kumpul , lalu raut wajah mereka terlihat gelisah... panik dan khawatir... penuh ketakutan .
"Di , gua takut kalo rachel bakal bunuh kita juga" kata oco
"Bisa nggak lu nggak usah omongin tentang
rachel" jawab adei
"Tapi apa yang di bilang oco ada benernya di" timpal danu
"Lu berdua bisa nggak jangan bahas rachel ? kita pikirin solusi gimana supaya dia nggak menghantui kita" jawab adi
"Ini semua salah lu di , coba kalo lu nggak minta kita temenin lu buat culik rachel pasti nggak bakal kaya gini kejadiannya" kata oco
"Eh... lu bisa nggak sih nggak usah bahas itu dulu" jawab adi
"Tapi emang kenyataannya gitu di" ucap oco
"Plak........ " adi yang kesal tiba tiba menampar oco
"Anj*ng lu di" ucap oco
Karena kejadian ini hampir membuat mereka ribut , untung danu memisahkan mereka agar tidak ribut karena hal yang sudah terjadi .
"Lu berdua bisa nggak sih nggak usah ribut ? kita pikirin gimana caranya supaya kita nggak di terror sama rachel" ucap danu
"Dia yang mulai duluan nampar gua" kata oco
"Elu yang duluan..." ucap adi
"Udah... udah... nggak usah kaya anak kecil lu pada" kata danu
"Sekarang kita pikirin gimana supaya kita nggak di terror sama arwah rachel" kata danu
"Kita cari dukun" kata oco
"Lu yakin dukun bisa usir arwah rachel ?" kata adi
"Apa salahnya kita mencoba" kata oco
"Lu bener co , ya udah sekarang kita cari dukun untuk mengusir arwah rachel" ucap danu
Mereka kemudian mereka mencari dukun untuk minta bantuan kepadanya supaya mengusir arwah rachel , karena mereka takut dia bakal datang menerror mereka . Setelah mereka pergi ke dukun dan minta untuk mengusir arwah rachel.... tapi dukun itu hanya memberi jimat saja untuk berjaga jaga . Kemudian mereka pulang , dan berkumpul di
rumah adi , mereka terlihat sedikit tenang . Tak lama oco pamit pulang , karena di telpon sama ibunya untuk segera pulang kerumah .
"Gua pulang duluan ya... ibu gua nelpon suruh gua pulang cepet" kata oco
"Hati hati co.." ucap danu
"Iya , ya udah gua pulang ya nu , di" kata oco
"Iya hati hati co" ucap adi
Oco pun pulang sendiri kerumahnya dan rumah oco lumayan dekat dengan rumah adi , namun dalam perjalanan oco merasa seperti ada yang memperhatikannya dari kejauhan , oco panik dan dia percepat jalannya . Tapi tiba tiba rachel muncul di hadapan oco yang membuat dia terkejut dan ketakutan kepadanya .
"Ra.... ra... ra.... rachel... tidak mungkin" kata oco
"Kawan mu sudah kubunuh , kini giliranmu kubunuh" ucap rachel
"Tidak , aku tidak bersalah , aku tidak bersalah rachel" kata oco
"Kau terlibat dalam semua ini , jadi kau harus
kubunuh" ucap rachel kemudian mencekik leher oco
"A.... a..... a..... ampun... ra.. ra.. rachel" kata oco
"Tidak ada ampun bagimu" jawab rachel
Tak lama kemudian oco pun mati dengan cara yang sama seperti ferdi , di gantung di pohon dan ada tulisan atas nama rachel , kemudian warga yang melihat mayat oco memberitahukan kepada temannya oco , hal itu membuat adi dan danu semakin ketakutan dengan rachel yang menerror. mereka berempat .
"Gua bilang juga apa , dukun itu nggak bisa usir arwah rachel" kata adi
"Gua juga sebenarnya nggak yakin sama dukun di" jawab danu
"Terus kenapa lu percaya sama usulan oco , dan sekarang oco malah tewas di gantung" tanya adi
"Udahlah , mending kita cari cara supaya arwah
rachel bener bener bisa di usir" jawab danu
"Mau pake cara apa lagi ? lu tau sendiri dukun aja nggak bisa usir arwah rachel" kata adi
"Ya lu pikirin dong , jangan cuma nyerocos doang" kata danu
__ADS_1
"Lu pikir gua nggak mikirin cara buat usir arwah rachel hah" jawab adi
"Ini semua terjadi juga gara gara lu di" ucap
danu
"Tapi lu juga ikut anj*ng" kata adi
"Gua ikut karena terpaksa , lu paksa gua buat ikut menculik rachel" jawab danu
"Ya udah... lu pergi jauh jauh dari hadapan gua , jangan harap bertemu gua lagi" kata adi
"Oke , gua bakal pergi" ucap danu , kemudian dia pergi dengan marah
Kini adi sendiri dan tidak punya teman karna ferdi dan oco sudah tewas , sedangkan danu pergi meninggalkan adi sendirian , saat adi melamun
tiba tiba rachel sudah ada di sampingnya .
"Aaakkkkk..... rachel... maafkan aku rachel....." teriak adi
"Kenapa kak ? ada apa ?" tanya nemma
"Hah.. tidak... kakak tidak apa apa" jawab adi
"Kalo tidak apa apa... kenapa berteriak kaya orang ketakutan gitu ?" tanya nemma lagi
"Kakak tidak apa apa , sudah nggak usah banyak tanya , kakak capek , mau istirahat dulu" jawab adi beralasan karena tidak mau adeknya tau kalo dia yang telah menculik rachel dan memperkaosnya ramai ramai .
Singkat waktu malam berganti siang . Terlihat adi stres dengan apa yang di alaminya , dia selalu terbayang arwah rachel yang selalu menghantuinya dan membuat dia selalu menyendiri di kamar .
Beberapa bulan kemudian berita tentang tewasnya pemuda kampung sebelah telah menyebar ke kampung halaman rachel dan keluarganya . Terlihat beberapa warga sedang berkumpul membicarakan tentang kematian dua pemuda dari kampung sebelah .
"Eh kalian sudah tau belum ? soal dua pemuda
yang katanya tewas sama arwahnya rachel" tanya salah satu warga
"Iya , kalo nggak salah... katanya arwah rachel nggak tenang karena masih punya dendam" kata warga satunya lagi
Kebetulan disitu karin lewat dan tak sengaja mendengar percakapan mereka dan bertanya...
"Maaf pak , ini ada apa ya ? kok rame banget ?" tanya karin penasaran
"Ini loh nak karin , katanya di kampung sebelah
ada dua remaja mati dibunuh sama arwah kakak
kamu" jawab salah satu warga
"Apaaa...! nggak mungkin pak , masa iya kakak
rachel yang ngebuh" kata karin yang tidak percaya
kepada ucapan warga tersebut
"Tapi emang kenyataannya gitu nak karin" ucap
warga
"Ya udah , makasih pak udah memberi tahu karin ,
kalo gitu karin pamit pulang dulu" kata karin
Kemudian karin pun pulang menemui ibunya
"Assalamualaikum bu... ibu..." sapa karin
"Waalaikumsalam ada apa nak , kenapa kamu
tergesa gesa seperti itu ?" tanya ibu mina
"Ini bu , katanya di kampung sebelah ada dua
pemuda yang tewas sama arwahnya kak rachel
bu" kata karin
"Mana mungkin kakak kamu bunuh orang nak ,
kakak kamu kan sudah tiada" jawab ibu mina
"Iya sih , tapi kenyataanya warga bilang begitu bu sama aku" kata karin
"Sudah... mungkin itu berita hoak yang tidak suka
sama kakak kamu... makanya di fitnah" jawab
ibu mina
"Tapi bu... aku se....." tiba tiba omongan karin di
potong oleh ibunya
"Sudah lebih baik sekarang kita makan" kata ibu mina
Sedangkang di kampung sebelah adi yang stres karena terus terusan di terror arwah rachel , ketambah dia denger kabar kalo temennya danu
telah tewas bunuh diri , karena depresi selalu di
hantui arwah rachel , danu tewas dengan cara
minum racun , karena tidak mau mati oleh rachel . Kemudian adi memilih untuk menyerahkan
dirinya kepada polisi karena tidak ingin terus
dihantui arwah rachel , lalu dia menelpon polisi .
Datanglah dua orang polisi untuk menjemput adi dan menangkapnya untuk dimintai keterangannya... nemma yang tidak tahu apa apa bertanya .
"Pak , tunggu pak... salah kakak saya apa ?" tanya nemma
"Maaf mbak , sodara mbak telah mengaku jika dia
telah melakukan pemerkosaan terhadap sodara
rachel" jawab pak polisi
"Apaaa.... ! kak... kakak bohong kan ?" tanya nemma
"Kakak tidak bohong dek , maafkan kakak karena telah menyembunyikan masalah ini sama adek" jawab adi
Lalu adi di bawa ke kantor polisi dan nemma juga ikut , kemudian nemma menelpon keluarga
rachel untuk segera datang ke kantor polisi . Beberapa menit kemudian datanglah keluarga
rachel ke kantor polisi dan heran karena di suruh
datang ke kantor polisi .
"Permisi pak , mohon maaf.. ini ada apa ya kita
disuruh datang kemari ?" tanya bapak koru
"Begini pak... pelaku pemerkaosan anak bapak
yang bernama rachel telah menyerahkan diri" jawab pak polisi
"Apaaa.....!! plak......" ucap bapak koru emosi sambil
menampar wajah adi
"Sabar pak sabar... ini negara hukum , biar kami
tangani ini" kata pak polisi
"Saya emosi pak.. gara gara dia.. anakku jadi bahan gunjingan warga... dia.. dia" jawab koru Dengan menangis
"Lebih baik kita dengar dulu penjelasannya pak" kata pak polisi
"Sekarang coba kamu jelaskan , apa maksud
kamu melakukan hal seperti itu kepada anak
saya rachel ?" tanya ibu mina
"Maafin saya bu... dulu pertama kali saya lihat
rachel , saya langsung jatuh cinta sama dia dan
saya ingin menjalin kasih dengan rachel anak ibu.. namun ditolak sama dia.. saya sedikit kesal dan merencanakan untuk menculik anak ibu dibantu teman saya yang bernama oco , danu , dan ferdi" ucap adi menceritakan panjang lebar .
Kembali ke masa lalu di mana nemma dan rachel
terlihat sedang berjalan menuju rumah nemma .
"Assalamualaikum... kak... kakak..." sapa nemma, pada kakanya itu
"Waalaikumsalam... kamu ini dari mana saja ? jam
segini baru pulang" tanya adi
"Abis main di rumah temen kak , oh iya.. kenalin kak
ini temen nemma, namanya rachel . Rachel ini kakak aku namanya adi" kata nemma
"Saya rachel kak..." ucap rachel
"Saya adi" kata adi
"Ya udah... masuk yuk , pasti hauskan" ucap nemma
"Iya" jawab rachel
Kemudian mereka duduk di ruang tamu terlihat adi selalu merhatikan rachel , seolah dia ingin rachel
jadi kekasihnya sekaligus istri untuknya . Beberapa bulan kemudian adi mencoba ungkap
cinta kepada rachel , namun sayang dia menolak
dengan alasan dia tidak ingin berpacaran dulu .
"Rachel , aku mau ngomong sesuatu..." kata adi
"Ngomong apa ?" jawab rachel
"A.. a... a... aku... aku suka sama kamu" ucap adi
"Maaf , bukannya aku nggak suka , tapi aku tidak
mau pacaran untuk sekarang" kata rachel yang membuat adi sedikit kecewa
Kemudian adi pergi pergi tanpa pamit kepada
rachel yang membuat dia merasa bersalah . Seiring berjalannya waktu adi yang terobsesi oleh rachel berniat menculiknya , dan adi mengajak teman temannya untuk melakukan penculikan .
"Eh bro , gua butuh bantuan nih" ucap adi
"Lu butuh bantuan apa ?" tanya danu
"Udah... lu semua ikut aja , nanti juga tau" jawab
adi
Kemudian adi dan teman temannya berangkat ke desa dimana rachel tinggal , adi merhatikan rumah rachel dan bersiap untuk menculiknya .
"Lu liat... tuh rumah itu..." kata adi sembari menunjuk ke arah rumah itu
"Emang ada apa sih ?" tanya oco
"Kita akan culik perempuan yang bernama rachel , dia tinggal di rumah itu" jawab adi
"A... a... apa...? lu udah gila ya ?" kata danu
"Tau lu , yang bener aja dong... masa iya kita culik orang sih ?" timpal oco
"Gua nggak ikut ikutan dah" ucap ferdi
"Ok... kalo emang lu pada nggak mau bantu gua , jangan ngaku sahabat sama gua" kata adi
Dengan terpaksa mereka ikut adi untuk menculik
rachel dirumah nya , adi yang merhatikan dia
dari kejauhan sudah bersiap siap untuk beraksi . Setelah rachel selesai jemur pakaian , adi lalu secepat mungkin mendekati rumahnya dan
melihat rachel sedang pel lantai , takl ama setelah
Itu adi yang menunggu melihat rachel sudah
tertidur dan kemudian masuk untuk segera membawa dia .
Kemudian mereka membawa rachel yang tengah
pingsan kehutan dan mereka akan melakukan hal yang tidak wajar kepada rachel .
"Lu mau apain dia ?" tanya danu
"Kita perk*sa dia" jawab adi
"Gila lu de" kata ferdi
"Lu semua tenang aja , dia nggak bakal sadar udah gua kasih obat bius" ucap adi
Setelah mereka puas , kemudian mereka kaget karena rachel sadar dan langsung bunuh diri di
tempat dan udah tidak bernyawa lagi lalu mereka panik nggak karuan , tanpa apa apa jasad rachel langsung mereka kubur di tempat .
"Begitu bu.. awal saya berniat culik rachel putri
Ibu" ucap adi karena telah selesai bercerita
"A... a... a..apa..!" kata bu mina
"Tidak mungkin rachel tewas di lokasi , jelas jelas dia pulang kerumah sebelum tewas" ucap bapak koru
"Tapi emang kenyataan begitu pak... rachel bunuh
diri di lokasi , dia gantung diri saat mau kita tolong
dia mengancam akan dengan pisau jadi kami
tidak berani mendekat" ucap adi
"Lantas siapa yang pulang kerumah kita bu ?" ucap bapak koru
Ibunya hanya terdiam dan tak bisa berkata apa apa , dia termenung mendengar cerita adi . Di saat ibunya termenung , pak koru langsung menepuk pundak istrinya itu dan....
"Aaa........!! racheellll....." teriak bu mina sambil menangis histeris
Kini pelaku pemerk*saan dan penculikan telah diproses melalui hukum... kabar itupun menyebar begitu cepat...
"Kasian ya pak koru dan ibu mina..." kata warga satu
"Iya tidak menyangka anaknya akan mengalami hal yang buruk... dan kita hanya bisa berprasangka buruk" kata warga ke dua
"Aku takut... apakah arwah rachel akan menghantui kita semua" sahut warga ke tiga
__ADS_1
Meski desas desus yang beredar cukup mengkhawatirkan namun almarhumah rachel telah tenang dan tidak menampakkan dirinya pada siapapun