
Siang itu , aku bersama keluarga pasien ku bersama menyusuri ruangan demi ruangan di sebuah rumah sakit besar di kota T . Kakek yang ku rawat terdiagnosa mengidap kanker paru paru stadium lanjut dan harus menjalani penyinaran dan kemoterapi di rumah sakit tersebut .
Hari beranjak senja , sedang perut belum terisi sejak pagi , kesibukan hari itu membuat ku lupa menunaikan hak lambung ku . Aku pun minta ijin kepada keluarga kakek untuk turun ke kantin membeli makan siang kami . Sendirian aku menanti lift yang tak kunjung naik ke lantai 7 tempatku berdiri . Karena tak sabar , akupun memutuskan untuk turun melalui tangga saja .
Lantai 6 ada beberapa orang yang berpapasan denganku . Lantai 5 masih ada beberapa orang yang berpapasan denganku . Lantai 4 mengapa lantai ini sesak sekali . Hiruk pikuk orang orang yang memenuhi tangga dan ruangan di lantai ini benar benar tak bisa kupercaya , entah ruangan apa yang ada di lantai ini . Tapi karena tangga yang menuju lantai 3 berada di seberang ruangan , aku pun terpaksa mengarungi lautan manusia untuk bisa sampai kesana .
Agak makan waktu dan tenaga , tapi kurasa tak sampai 15 menit setelah aku bergumul diantara padatnya orang orang diruangan itu , aku pun berhasil mencapai tangga dan melanjutkan langkah ku ke lantai 3 , lantai 2 , dan lantai dasar .
Sebelum aku mencapai kantin , aku bertemu anak laki laki kakek dan dia menarik tanganku dengan kasar , wajahnya nampak marah .
"Darimana saja kamu , dari siang pamit mau beli makanan , malah sampai jam segini gak balik balik lagi" sembur nya dengan suara kasar .
Aku hanya terdiam.... dari siang ? sampai jam segini ? memangnya sekarang jam berapa , belum juga 20 menit aku pergi kan... kulihat jam tangan di pergelangan tangan ku hampir jam 6 sore , aku makin terdiam . Mana mungkin , aku pamit tadi masih sekitar jam 2 siang...
"Main kemana saja kamu dari tadi ?" tanya anak si kakek
Tentu saja aku hanya bisa terdiam... di tuding main main dari siang sampe sore gitu , padahal aku saja belum keluar dari area rumah sakit sama sekali , bahkan belum sampe ke kantin . Tapi kalo liat jarum jam dan posisi matahari , memang saat itu sudah masuk petang . Benar benar aneh , perjalanan dari lantai tujuh ke lantai satu bisa memakan waktu sekitaran 4 jam....
Aku yang kebingungan tak bisa berkata kata . Anak si kakek yang mungkin melihatku seperti orang linglung justru menjadi bingung . Dia memapahku ke kursi tunggu yang banyak berjajar di ruangan itu .
"Apa yang sebenar nya terjadi , kamu darimana saja ?" tanya nya dengan lebih lembut . Sebenarnya , anak anak kakek adalah orang orang yang sangat baik , mungkin karena keadaan , lelah dan panik , dia jadi agak kasar tadi .
"Aku gak kemana mana , aku baru saja turun dari lantai atas lewat tangga saja" jawab ku pelan
"Meskipun jalan lewat tangga , gak mungkin kan sampai memakan waktu 4 jam , rumah sakit ini gak seluas itu" kata anak kakek
__ADS_1
"Iya , aku tahu... tapi... aku memang tak kemana mana... aku berani bersumpah" ucapku meyakinkannya .
Meninggalkan pasien tanpa sebab penting saat sedang bertugas adalah sebuah kesalahan besar , aku tak kan pernah melakukan nya , dan tak mau di tuduh melakukan nya .
"Tapi bagaimana mungkin perjalanan dari lantai tujuh ke lantai satu menghabiskan waktu 4 jam... kamu hanya perlu melewati 4 lantai saja kan ?" fia bersikukuh ada yang janggal....
"Hei , mana bisa dari lantai tujuh ke lantai satu hanya melewati 4 lantai , seharus nya kan 5 lantai" aku bersikeras
"Tidak , hanya 4 lantai . Lantai 6 , 5 , 3 dan lantai 2" terangnya
"Kamu melupakan lantai 4" jawab ku
"Ika... Ini rumah sakit , mana ada lantai 4 dirumah sakit T" ujarnya
"Ada ! siapa bilang gak ada , tadi aku malah melintasi lantai 4 , karena letaknya tangga yang berseberangan !" aku masih bersikeras....
"Ngaco kamu , kalo cari alasan itu mbok ya yang logis , gak usah mengada ngada !" ujarnya
"Alasan piye to mas , aku tadi itu beneran lewat lantai 4 , bahkan mungkin karena di lantai 4 yang umpek umpekan itu aku jadi agak lama sampai kesini , tapi aku yakin ya gak sampai 4 jam kok" jawab ku
"Lantai 4 mbah mu kiper , kamu kan dah di kota T cukup lama , emang kamu gak pernah perhatikan kalo di rumah sakit terutama , dan di sebagian besar bangunan bertingkat di T dan mungkin di negara negara M gak ada itu lantai 4 !" jawab nya
"Woooo... masssehhh yang ngeyel , mbok ayo kita kesana sama sama kalo gak percaya , daripada aku di tuduh neko neko" jawabku
"Ayo !" jawabnya
__ADS_1
Berdua kami kembali naik lewat tangga .
Lantai 2 , biasa saja . Lantai 3 , normal saja , Lantai 5.... lho kok , tulisan di dinding sebelah tangga itu lantai 5 ya ? Tergesa aku kembali menuruni tangga itu . Lantai 3 ! lalu aku naik lagi , lantai 5.... bagaimana mungkin... anak si kakek hanya menatap ku tanpa berbuat apa apa apa .
"Piye ? masih mau ngeyel ?" ujarnya seakan mengolok ku
Aku tak bisa berkata apa apa...
"Sumpah , tadi jelas tulisan di antara lantai 3 dan lantai 5 itu adalah lantai 4 , dan aku bahkan melintasi ruangan di lantai itu yang penuh berjubel dengan orang orang . Tapi sekarang kok jadi begini... kemana lantai 4 itu berada ?" pikirku dalam hati
Anak si kakek nampak panik melihatku yang linglung , segera dia memapahku menaiki tangga hingga lantai 7 tempat kakek dirawat , dan mendudukkan ku di kursi bersama anggota keluarga nya yang lain.. mereka yang melihat ku linglung pun jadi bingung , mereka bertanya entah apa padaku , suara mereka hanya bagai dengungan lebah di telinga ku . Kurasa anak si kakek menceritakan apa hal yang sudah kuceritakan padanya...
"Kamu yakin dia gak bohong ?" kudengar tanya sang nenek kepada si anak
"Aku rasa tidak , toh biasanya dia juga tidak biasa berbohong . Coba lihat ekspresi nya , dia pun nampak bingung sekali kan" jawab si anak
Si nenek yang tubuh nya kecil mungil , beralih padaku , mengusap pundakku , dan dengan lembut berkata...
"Ika , lain kali jangan sembarang masuk keruangan yang kamu gak ketahui . Kami orang orang T punya mitos , bahwa angka empat itu berkaitan dengan kematian , angka keramat . Pengucapan angka empat dan kata mati dalam bahas M terdengar sama ( sh') meskipun penulisan dalam aksara nya berbeda . Itulah sebab nya kami tidak mencantumkan lantai 4 di kebanyakan gedung umum di negara ini , mungkin di negara C dan H juga , karena kami memiliki mitos yang serupa"
"Jadi bila tadi kamu bilang menemukan lantai 4 , bisa jadi yang kamu lihat tadi adalah bagian dari alam lain , alam yang berbeda dari yang kita tempati ini , alam nya para arwah . Karena memang di gedung ini dari dulu gak ada lantai 4" jelas sang nenek lagi
Aku mendengar penjelasan sang nenek dengan sedikit bergidik .
"Tapi tadi di lantai itu banyak sekali orang nya , sampai penuh sesak bahkan" ujarku
__ADS_1
"Seandai nya kamu tadi gak bisa keluar dari ruangan itu , entah apa yang akan terjadi padamu... mungkin selama nya kamu akan terjebak di alam para arwah" si nenek pun ikut bergidik...
Baru ku tahu , ternyata di negara se modern pun masih kental mitos mitos seperti itu . Dan pengalaman itu bukanlah satu satunya pengalaman ku berinteraksi dengan makhluk dunia lain di negara itu...