Kumpulan Cerita Horor

Kumpulan Cerita Horor
Episode 15


__ADS_3

Saya dan dua sahabat saya pergi ke kebun dimalam hari hanya karna ingin mengecek apa yang terjadi disana . Suara hewan membuat ku tak ingin berlama lama di tempat ini karna bagiku tempat ini terlalu seram dimalam hari.tapi kedua sepupuku itu tak ingin pulang sebelum jam 11 . itulah yg kami lakukan setiap malam , tapi malam ini terasa berbeda dengan malam malam biasanya . Tak terasa sudah banyak kita kumpulkan dan tiba saatnya untuk pulang .


"Hmm.. sudah banyak yah" kataku


"Iya nih.. pulang yuk" ajak ahsan untuk pulang


"Ayolah capek juga tinggal disini cuma mencari buah bulat berduri ini" kata ainur sambil mengangkat buah tersebut kedalam karung


"Berat gak tuh ?"tanya ku


Ainur cuma menggelengkan kepalanya


"Kalau begitu kami pulang dulu yah !" kataku serentak dengan ahsan


Saya dan ahsan pun pulang ke rumah jalan kaki sementera ainur mengendarai motor karna harus membawa buah tersebut . Ketika kami berada di tengah jalan saya berhenti sebentar dan..


"Woy...woyy lu budeg yah" kata okta sambil teriak


"Gak usah teriak kali , aku lihat sesuatu disana" kataku sambil menunjukkan arah sosok tersebut


"Dimana.." katanya sambil menuju kearah yang kutunjuk , tiba tiba dia berhenti dan memanggilku dengan nada pelan aku pun kesana , ternyata ohh ternyata kami melihat benda itu terbang wara wiri mengelilingi pohon pisang dan tawanya yang penuh dengan cri khas .


Seketika bulu kuduk kami merinding , siap untuk lari dan memberi tanda agar lari secepat mungkin , tetapi semuanya sia sia ketika kami melihat kedepan sosok tersebut sudah tidak ada kami berduapun panik .


"Jangan sampai di dibelakang" keluhku


"Jangan sam.." katanya yang di sambung oleh suara kunti


Suara itu sepertinya ada didekat kami . Kami menoleh kebelakang dengan perlahan dan benar dia ada dibelakang kami . Sontak kami pun langsung lari dengan cepat dan membacakan doa dengan berteriak , kami menoleh kebelekang dan tidak melihatnya lagi .


"syukur lah tidak dikejar sama si mba kun !" kata okta dengan nada yang putus putus


Akupun cuma mengangguk dengan perkataannya . Setelah sudah beberapa menit dari lari larian sama mba kun kami pun melanjutkan pulang , sudah hampir sampai saya kebelet pipis yg membuatku kesal dan khawatir .


"semoga mba kun gak ada disini !' batinku


Dan selesai , saya pun melanjutkan perjalanan ketika saya menoleh kearah okta , tiba tiba dia tak ada dalam pandanganku aku mencoba berfikir positif . Setelah rumah ku sudah terlihat akupun senang , ketika aku berjalan lebih dekat dan melihat banyak darah aku segera bergegas ke rumah .


"Kenapa ada banyak darah disini" batinku dengan perasaan campur aduk untuk mendorong pintupun seperti tak bisa kulakukan , aku memaksa diriku agar bisa mendorong pintu . Darah semakin banyak di ruangan keluarga dan menyengat "eeeuhhh" . Sampailah aku di depan kamarku saat hendak masuk tiba tiba ada suara memanggilku


"Yoga sadar.." itulah dia ucapkan berulang kali


Aku melihat sekeliling dan berpikir ke dua sahabatku yang memanggil aku langsung mencari mereka , tetapi aku tak menemukannya aku hanya langsung duduk karna tak menemukan mereka tetapi suara tersebut masih tetap ada , aku mencoba menutup telingaku suara itu pun menghilang dengan tiba tiba . Tetapi air langsung menghantamku dan membuat ku terbangun


"Ahh...mimpi yang aneh" keluhku


''Tadikan aku dihantam air , tapi kok gak basah yah'' batinku


"Kebiasaan lu geng bangun telat" kata okta sambil memakai seragam sekolah


Yaa aku dan dua sahabat ku tinggal di kost yang sama , entah kenapa harus satu kost dengan mereka mungkin karna ortu kami yang menyuruh kami semua agar tinggal bareng ahh sudahlah .


"Bukan saya yang lambat bangun tapi kamu yang terlalu cepat bangun" balasku kepadanya


"Yaudah cepat sana pergi mandi nanti telat lagi kesekolah" disambung oleh ilham


Sampai disekolah kami bertiga hampir terlambat memasuki pelajaran guru killer , itulah nama yang diberikan oleh siswa siswi dikelas ku tapi lupakan saja .


"Tring....tring......tring..." bel istirihat pun berbunyi


"Kekantin yuk" ajakanku kepada dua sahabatku


"Ayo lah aku juga mau bahas masalah semalam" balas mereka berdua dengan serentak


"Semalam..? ada apa semalam ?" tanyaku


Mereka langsung pergi kekantin dan tak meninggalkan satu kata pun . Setelah kami memesan makanan barulah dia cerita tentang kejadian semalam .


"Mmm... kamu taukan hutan tersebut angker ?" ucap okta yang memulai pembicaraan


"Tau... memang kenapa ?" tanyaku balik


"Lo ngapain kesana tengah malam ?" tanya ilham sambil mengunyah makanannya


"Hah.. kapan aku kesana , kamu taukan aku tidur lebih awal dari kalian" ucapku yang membuatku makin penasaran


"Dibilangin gak percaya !" ucap okta


"Baiklah . Coba cerita kejadian semalam ?"tanyaku yang penuh dengan wajah penasaran


"Jadi gini kamu pergi ke hutan angker tersebut . Kami berdua yang heran karna lo pergi tanpa bicara , karna khawatir kami berdua mengikutimu dan kami juga melihatmu berdiri melihat pohon besar yg rimbun itu . Tak lama kami melihat lo lari terbirit birit dan langsung pulang kerumah tidur" cerita okta yang sempat membuatku merinding


"Ahh.. gak percaya jangan bicara yang engga enggak dehh" gerutuku


"Mungkin lo sedang ngigo kali" ucap ilham


"Tapi kalau dia ngigo gak mungkin.. oh iya emangnya kamu gak sadar kesana ?" ucap okta


"Gak tuh.. sebenernya semalam aku mimpi aneh" ucapku dengan nada datar


"Mimpi apa cerita dong" jawaban sama yang kuterima dari mereka berdua


Setelah aku ceritakan tentang mimpi tersebut mereka mencoba untuk berfikiran positif .


Keesokan harinya... disekolah kami kedatangan anak baru sekitar lima orang dua lelaki dan tiga perempuan . iwan , wawan , amel , siska , dan serli yap mereka adalah anak baru . Saat istirhat kami mengajak mereka ke kantin bareng . Tak cukup waktu lama kami ber tiga langsung akrab dengan anak baru tersebut .


"Mumpung besok kita libur gimana klau kita pergi kemah" ajakanku dengan semangat


"Wah boleh tuh asik lah bisa kemah lagi" ucap amel yang senang akan ajakanku


Dan semuanya menyetujuinya . Sepulang sekolah kami mengajak anak baru pulang bareng .


''Ternyata rumah mereka gak jauh dari kost an ku'' batinku


"Oke teman teman karna besok kita ingin pergi kemah malam ini kita tidur awal bagaimana ?" tanyaku dengan semangat


"Baiklah" ucap mereka serentak


Yah malam haripun tiba kamu bertiga tidur awal karna perjanjian esok . Jam 03.40 saya bangun untuk pergi pipis , tapi saat aku terbangun aku kaget


"Kenapa aku ada di tepi hutan ahh gak mungkin mungkin ini mimpi" ucapku sambil mencubit tanganku


Ternyata ini nyata . Saat aku hendak bangun aku melihat benda putih terbang yang sepertinya mengejar seseorang


''Apa itu tak mungkin itu karung'' batinku yang terheran heran


Benda putih tersebut semakin dekat dan akupun sadar ternyata itu mba kunti yang mengejarku aku yang sudah berlari dengan cepat masih dikejar olehnya . aku pun dicekik oleh mba kunti


"Ahhk..." teriakku sambil memegang tangan mba kunti yang mencekikku


Aku yang mencoba membaca doa berkali kali akhirnya mba kunti pergi dan cara dia pergipun sangat membuatku merinding , ketika aku sudah pergi ke tempat tersebut aku langsung ke arah jalan raya dan menuju arah jalan pulang saat kulihat jam ternyata sudah jam lima aku bergegas ke kost ku . Jam 7 akupun sampai


"Syukurlah sampai juga" ucapku yang ingin mengetok pintu kos an ku


"Kamu darimana saja" tanya ilham


"Ini itu kedua kalinya kau tau itu kan" ucap okta yang langsung menyambung perkataan ilham


"Hmm . Nanti dulu ceritanya aku capek abis lari larian ama mba kun" ucapku yang mengambil air minum


"Sekarang mandi sana kitakan ingin pergi" ucapnya


"Baiklah" ucapku yang mengambil handuk


Setelah semuanya sudah siap . Kayaknya gak ada yang ketinggalan kami pun bertemu di sebuah diwarung untuk sarapan . Sampai diwarung kami menunggu teman baru kami sambil memesan makanan . Tak kunjung lama mereka tiba di warung yg kami tempati makan , kami berbincang bincang tentang dimana kita akan berkemah .


"Ngomong ngomong kita mau berkemah dimana yah ?" tanya iwan


"Dihutan" jawab wawan


"Tahu dihutan tapi dimana ?" kesal iwan


"Tapi dimana kita mau kemah" kata serli


Aku yg sedang berfikir dimana tempatnya cuman bisa bergumam


"Gimana kalau di hutan pohon pinus" pinta siska


"Setuju tuh pemandangannya juga indah" ucap okta

__ADS_1


"Jadi sepakat nih kita kemah disana" tanyaku kepada mereka


"Iya , setuju" serentak teman temanku


"Kita naik motor saja , kalau naik mobil mungkin mobilnya tak bisa mendaki ditanjakan nanti" saran ilham


"Setuju juga tuh" pinta teman temanku


"Kalau begitu ayo kita berangkat" ucapku


Kami mengendarai motor kami , untuk perempuan cuman bisa digandeng saja . Pukul 13.33 kami sampai ditempatnya kami semua terdiam melihat pemandangan yang sangat indah untuk dipandang . Tanpa berlama lama kami langsung mencari tempat yang cocok untuk memasang tenda . Setelah sekian lama kami pun menemukan tempat yang cocok untun memasang tenda walaupun suasananya agak mengerikan .


"Kita akan pasang tenda disini" ucap ku


"Disini ?" tanya wawan


"Iya disini" jawab ku


"Kok serem sih" ucap wawan yang seperti orang ketakutan


"Disini tuh bagus , karena lebih dekat dari sungai" ucapku


"Baiklah sekarang kita bagi tugas" ucap okta


"Iwan , wawan , ilham pasang tenda , erwin dan saya mencari kayu bakar dan perempuannya ambil air disungai gimana"


Tanpa banyak bicara kami langsung mengerjakan tugas masing masing


"Kayu bakarnya sudah banyak nih , ayo ketenda" pinta ku dan bergegas ke tenda


Sementara itu di sungai , ketika mereka beranjak pulang ketenda amel menemukan buku dan mengambilnya . Dan segera ketenda . Malam pun tiba hawanya sangat dingin dan dipenuhi suara suara hewan , disaat kami sedang tertawa , tiba tiba sesuatu menghantam tanah .


"Ehh apaan tuh ?" ucapku sambil melihat arah bunyi tersebut


"Ihh serem deh" kata wawan yang ketakutan


Semuanya terdiam dan mulai mendekati tenda . Kami yang sedang ketakutan dan bulu kuduk berdiri ditambah angin malam berhembus yang membuatku gemeteran .


"Tidur aja yuk , aku takut" ajak serli kepada siska dan amel


"Iya ayo lah aku juga takut" ucap siska sambil berlari kecil menuju tenda untuk perempuan


"Ayo tidur juga nanti ada apa apa lagi" kata iwan


Aku melihat cahaya putih menyilaukan yang membuatku untuk menutup mataku setelah cahaya putih itu pudar saya langsung membuka mata dan cuman melihat pohon besar didepanku dan melihat seorang wanita , aku mencoba untuk mendekatinya dan ternyata itu amel saya mulai panik .


"Ada apa ini ? dimana aku ? kemana yang lain ?" batinku yang penuh pertanyaan


"Mel bangun mel" ucapku sambil menggoyangkan badannya


"Mel bangun bangun mel mel" ucapku yang menampar kecil pipinya


"Dimana aku ?"ucapnya dengan perasaan yang kaget


"Gak tau" jawabku sambil membantu amel berdiri


"Kita cari tempat aman dulu yah" tambah ku


"Tuh ada gubuk kita kesana saja" ucapnya sambil menunjuk sebuah gubuk bambu


"iyaa ayo" ucapku yang langsung kesana


Kami telah berada didepan gubuk tersebut betapa kagetnya amel saat melihat gubuk tersebut .


"Ini bukannya gubuk yang ada di buku yang aku pungut tadi ?" ucap amel dengan nada kecil


"Hah maksudmu ?" tanya ku


"Iyaa.. tadi aku melihat buku dan mengambilnya terus aku buka ini seperti mmm" ucapnya sambil memperlihatkan bukunya


"Sepertinya ini buku harian" ucapku yang memotong pembicaraan amel


"Iya" tambah amel


Nanti saja kita baca buku ini yang penting kita bisa masuk digubuk ini karna sedang hujan deras dan kami kehujanan .


"Assalamualaikum" ucapku


"Assalamualaikum nek" ucapku yang sedang kedinginan


"Ada apa cu ?" ucapnya yang tak menjawab salam ku


"Kami boleh menumpang tinggal disini hingga esok gak nek ?" tanyaku


"Iya boleh" pintanya dan pergi kearah dapur


"Cucu tidur dikamar itu yah , tidak apakan tidur berdua karna nenek cuman punya dua kamar" tambah nenek yang mengeluh


"Tak apa nek" ucapku


"Masa aku harus sekamar sama kamu sih" bisik amel


"Ya gak papa kali" ucapku dengan nada bahagia


"Ihhh bikin jengkel" ucapnya lagi sambil mencubit tanganku


"Auu sakit" ucapku yang sedang memegang tanganku


"Ingat jangan macam macam yah" ucapnya mengancam


"iya enggak kok" ucapku yang sedang ketawa kecil


Saat kami sudah ingin tidur kami sedikit berbincang bincang . Amel tertidur dengan pulas ingin rasanya aku cubit pipi cubbynya , tapi aku harus tidur . Tiba tiba aku membuka mataku dan melihat wajah amel sangat dekat dengan wajahku . Aku juga melihat jam yang ada ditanganku ternyata baru pukul 03.45


"Masih subuh lanjut tidur ahh" aku yang sudah memejamkan mataku dan mendengar suara seperti orang yang sedang komat kamit membaca mantra


Ketika aku pergi melihatnya ternyata... aku salah aku melihat nenek itu lagi berdoa


"Kirain apa" batinku


Karna menurutku tak ada yang aneh aku lanjut tidur didekat si pipi cubby (amel) . Keesokan paginya aku dibangunkan oleh suara , suara itu tak asing aku dengar ketika aku membuka mataku ternyata itu amel .


"Dari tadi dibangunin gak bangun bangun" ujarnya


"Ahh apa ?" ucapku setengah sadar


"Sana gih cuci muka ada yang mau kubicarakan" ucapnya


"Iya iya" ucapku


Setelah cuci muka saya langsung pergi didekat amel yang sambil keheranan melihat buku yang di pungutnya . Bagaimana tidak itu seperti tulisan lontar kuno .


"Tau gak artinya" tanya amel sambil memperlihatkan buku tersebut


"Ehh.... Tunggu dulu tulisan inikan tulisan lontar (lontara)" ucapku sembari menunjuk tulisan tulisan ini


"Kita tanyak sama nenek pemilik gubuk ini aja" pintanya


Kami mencarinya didalam gubuk tapi tak ada tidak mungkin dia keluar saat hujan deras dan kabut . Kami melihat buku tersebut didalamnya bukan lagi tulisan lontara tetapi melainkan gambar


"Eh eh kok gini" tanyanya keheranan


"Kenapa emang ?" ucapku yang sedang mencari nenek tersebut


"Bukunya berubah jadi gambar" ucapnya semakin heran


"Gambarnya itu seperti portal menuju ke dimensi ghaib" tambahnya


"Coba aku lihat" mengambil buku itu dari genggamannya dan mengamatinya setelah ku amati gambar tersebut berubah menjadi tulisan lontara


"Gambarnya berubah" tambahku


"Coba baca" ucapnya


"Kata buku ini dia itu menyuruh kita mencari 4 pohon besar" ucapku


Kami mencari pohon tersebut dan akhirnya menemukannya kami disuruh untuk berdiri ditengah seakan akan pohon tersebut melingkari kami lagi lagi tulisannya berubah kami disuruh membacanya tiga kali . Kami membacanya , betapa kagetnya kamu setelah membacanya pohon tersebut menjatuhkan mayat dan seperti melingkari kami berdua , ditambah lagi pohon tersebut menjatuhkan darah yg menerpa mayat tersebut dan menjadi tulisan . Aku yang sudah menduga kalau pohon ini membuat portal tiba tiba darah yang tersebut seakan akan menyala nyala dan ada sesuatu yang keluar dari dalam tanah sesuatu itu adalah tangan yang tiba tiba menjulang tinggi dan menarik kami kedalam tanah dan kami dibawa ke dunia hantu . Saat kami berdua berada disana kami langsung berada disuatu rumah yang sangat besar kami membaca apa yang ada didinding rumah tersebut membuat bulu kudukku berdiri seketika dan amel langsung menggenggam tanganku dengan erat berharap tak ingin pisah dariku .


Kami mendengar suara asalnya dari lemari tersebut perlahan kami mendekatinya dan membuka pintu tersebut sedikit demi sedikit tidak ada apa apa dilemari tersebut ketika kami membalikan badan kami dikagetkan dengan moka gosong mata yang ancur dan belatung ada dibagian mukanya kami terpental hanya karna kaget melihat sosok tersebut dan menghilang begitu saja , kami berjalan pelan dan melihat kanan kiri agar tak terjadi yang tak diinginkan sesampainya kami diruang keluarga . Kami melihat darah menetes dan mengenai meja tersebut kami melihat darah itu yang menggumpal dan melihat ke langit langit ternyata ada perempuan pucat dan dan tangannya memegang pisau yang ada didanya dengan diikuti tali dilehernya , kami mengamati perempuan tersebut dan alangkah terkejutnya kami melihat perempuan tersebut mengerakkan tangannya melihat kami dan tertawa yang sangat khas

__ADS_1


"hihihih..... Hihii.... Hihiih...." dan dia pun menghilang


Buku itu masin ada digenggaman ku dan kuberikan kepada amel agar memasukkannya kedalam ranselnya . Amel seperti ketakutan sehingga dia ingin nangis saya menenangkannya agar tak terlalu takut menghadapi ini . Kami beranjak naik ke kamar kami membuka pintu tersebut disertai dengan bunyi khas pintu yg membuat suasana semakin creepy , kami hanya bisa menganga dengan apa yang ada didalam . Ada seorang gadis yang sedang berdiri dipojok dinding dan menghadap kedinding , saya mencoba mendekatinya ketika saya telah dekat dan ingin menyentuh pundaknya dia langsung memutarkan kepalanya 180 derajat dan tepat wajahnya kearahku yang membuatku teriak dan segera keluar dari kamar . Saat ingin keluar pintu kamar langsung tertutup seperti ada yang membantingnya saya yang mencoba membuka pintu itu tetapi tak bisa , saya dipojokkan dan keberaninan saya mulai ciut dan juga hantu gadis tersebut mukanya lebih menyeramkan .


Amel yang mencoba membuka pintu dengan tendangannya diapun berhasil membuka pintu tersebut bersamaan hantu gadis tersebut hilang dengan sekejap mata dia langsung memelukku dan mengatakan


"Jangan pergi" memelukku lebih erat dan menangis


"Dia menangis" batinku


"Sudahlah jangan menangis sayang" ucapku menenangkannya


"Sekarang kita harus keluar dari sini" tambahku


Kami segera keluar tidak mudah keluar begitu saja dari rumah ini kami harus menghadapi kuntilanak merah dulu


"Tak akan kubiarkan kalian keluar dari sini"


kata sikunti merah itu dengan suara yang rontok yang dipadukan suara nyengirnya membuat aku ragu untuk keluar dari sini


Kami turun dari kamar menyeramkan ini ke ruangan utama berharap bisa keluar dari rumah ini , ketika aku memegang gagang pintu rumah setetes darah menerpa tanganku yang membuat luka bakar , aku berteriak kesakitan dan amel langsung memabawaku duduk ke tangga . Membuka ranselnya dan mengeluarkan sebuah kotak yang berisi perban dan obat merah mengobati luka bakarku .


"Kamu ingin mencobanya lagi ?" tanyanya


"Iya kita harus keluar dari sini" ucapku semangat


"Tapi..." memotong pembicaraanku dengan melangkah dan mencoba membuka pintu rumah , saat aku mendekati pintu rumah dia langsung berada di depanku dan nyengir . Matanya yang merah menyala mukanya yang ancur membuatku ingin muntah saya mencoba menenangkan diri dan membaca surah surah yang saya hafal , semakin banyak aku membaca surah semakin menderita dan mejerit lalu menghilang , kami yang mengetahui dia telah menghilang berharap bisa keluar dari sini dan kami bebas dari rumah tersebut . Kami bahagia sejenak kami melihat banyak kuburan yang mengelilingi rumah ini dan beberapa sesajen disudut rumah


"pantas saja rumah ini sangat berhantu" batinku


"Ada apa disana mel ?" tanya ku


"Itukan............"


"Itu apa mel" tanyaku sembari menunjuk benda melayang tersebut yang ditutupi oleh kabut tebal


"Itukan kuyang" kata amel dengan suara yang gugup


Kuyang tersebut mendekati kami lalu menyerang kami dia mengatakan "mati , mati , mati , mati" sambil menyerang kami berdua kami yang rak bisa menyerang balik cuman bisa berlari menjauh darinya . Sudah setengah jam kami dikejar oleh siluman tersebut saya langsung mendapatkan ide untuk menyerang balik


"Mel sini ada yang mau aku omongin" menarik tangan amel dan berlindung ke pohon besar


"Gimana kalau kita bunuh kuyang itu" tanyaku


"Jangan aneh gak mungkin kita bisa membunuhnya" kata amel


"Kita jebak dia" kataku dan membuat rencana


"Bagaimana dengan rencananya ?" ucap ku


"Baik ayo kita lakukan" ucapnya dengan semangat


Kami melihat kuyang tersebut sedang wara wiri , mungkin dia mencari kami berdua


"Ingat yah dia cuma bisa di serang satu kali jadi jangan sampai gagal" kataku sambil memancing kuyang tersebut


Sebenarnya kami takut melakukannya tetapi tak ada pilihan lain saya mencoba memojokkannya wlaupun rasa takut sering muncul tiba tiba ketika dia terpojok barulah kami beraksi saya menarik rambutnya dengan sigap dan menahan kepalanya ketanah agar tak bisa terbang , dengan rasa gugup dan takut kami menusuk jantungnya dengan pisau berkali kali lalu memisahkan organ organnya dan menguburnya . Saya sangat terkejut semua kejadian ini diri ini terasa lelah dan pandangan saya semakin lama semakin kabur dan penglihatan saya hitam .


Pada pagi harinya


''Mel... erwin... kalian dimana ?'' suara nya tak asing bagi saya


Saya bangun dari tidur menoleh ke arah teman teman ku ternyata aku yang paling telat bangun aku langsung keluar dan melihat teman temanku seperti sedang mencari sesuatu .


"Apa yang kalian cari ?"ucapku sambil menguap


"Amel dan eren hilang" kata serli dengan wajah cemas


Spontan aku kaget mendengarnya


"Kalau begitu rapikan barang barang kita dan bergegas mencari mereka berdua" ujar ku


Semuanya cuma mengangguk pertanda akan melakukannya . Setelah selesai kami semua mencarinya di sekitar tempat kami berkemah . Tak ada seorang pun yang melihat mereka berdua kami pergi mencarinya disungai saat kami diperjalanan menuju sungai kami melihat gubuk bambu .


"Kita mampir kesana siapa tau mereka ada disana" kata serli


"Baiklah" kata ku


Saat kami sudah berada di pintu depan gubuk tersebut kami tak melihat ada seseorang di jendela kami hanya melihat peta yang menempel di pintu .


"Ini peta apa yah ?" kataku sembari mengambil petanya


Semuanya mendekat untuk melihat petanya , ada yang bilang ini harta karun , ada juga yang bilang mungkin disini tempat yoga dan amel . Petanya menggambarkan rumah besar berada tak jauh dari air terjun , tak lupa juga gubuk ini ada didalam peta . Siang harinya Kami berjalan ke sungai , lalu menuju ke arah barat tepat dimana air terjun itu berada . Sore hari menjelang maghrib , kami sampai di air terjun , saya melihat seseorang bertubuh besar yang berada si tepi air terjun dan memiliki mata merah menyala dan bulu bulu hitam serta gigi taring yang keluar .


Kami melanjutkan perjalanan ke arah selatan , tak jauh dari sini kami melihat rumah mewah , saat tiba di rumah mewah tersebut malam pun mulai menggelapkan langit dan kami mulai memasuki rumah mewah tersebut , kami melangkahkan kaki masuk kedalam rumah betapa kotornya rumah ini


Ketika semuanya sudah masuk di dalam rumah tiba tiba pintu langsung membanting tertutup rapat , kami langsung di hadang oleh sosok berkaki panjang dan langsung menendang kesemua ruangan , semuanya terpental dan bubar termasuk saya , kami mulai panik dan membuat keributan didalam rumah angker itu , sosok itu tiba tiba hilang dan datang lagi sosok kuntilanak merah langsung menyerangku hingga terpental ke pintu sehingga membuat dahiku mengeluarkan darah .


"Okta..." teriak mereka serentak


"Tak apa" ucapku sambil berdiri


"Kita harus bagaimana ?" tanya ilham yang sedang panik


"Kita baca doa" kataku mendekati ilham


Dan kami mengelilingi kuntilanak merah itu dan membaca doa , sosok tersebut seperti tak menerima doa yang kami berikan , sosok itu berteriak teriak seperti orang gila , tak lama sosok itu pun menghilang seperti debu .


"Huh capek" kata iwan sambil duduk


"Iya nihhh tak sangka rumah ini ternyata sudah terbengkalai" kata siska sembari melihat semua ruangan


Tiba tiba peta yang aku pegang berubah menuju ke pintu belakang .


"Kita kepintu belakang" ajak ku


"Ngapain ?" kata ilham


"Mereka ada di belakang" tambahku sembari lari menuju pintu belakang dan diikuti oleh teman teman ku .


Ketika aku membuka pintu belakang tak ada seseorang yang kulihat , kami pun maju perlahan melihat kiri dan kanan sisi dan waspada , beberapa meter kami melihat mereka tergeletak berlawanan sisi , kami langsung menghampiri erwin sedangkan serli , siska dan iwan menghampiri amel yang penuh darah di tangannya . Kami langsung membawanya ke rumah sakit .


"Kami pulang dulu yah" pamit serli yang sedang duduk di bangku rumah sakit


"Kamu pulang sendiri ?" tanyaku


"Gak kok aku pulang sama siska dan sikembar (iwan dan wawan)" katanya sambil menunjuk mereka bertiga


"Ohh oke deh" kataku


"Besok saya kesini mau jenguk mereka berdua" katanya


"Dah hati hati dijalan yah" kataku


"Iya" ucapnya sembari berjalan menuju lobby


"Ah..... dimana aku ?" kataku dengan heran .


Saya melihat okta dan ilham yang ketiduran di bangku nampaknya dia terlelap didalam mimpinya .


Kepala dan tangan ku terasa sakit sekali ketika aku mengingat ingat kejadian kemarin . Kulihat pintu ada yang membukanya ternyata serli , siska dan sikembar .


"Pagi" sapa serli sembari melambaikan tangannya


"Pagi juga ser , sis , kembar" sapaku balik


"Bagaimana keadaan mu sekarang ?" kata serli


"80% baik" ucapku tersenyum


"Ohh iya amel dimana ?" tambahku


"Dia ada dibalik gorden itu" kata siska sambil membuka horden di jendela yang membuat ahsan dan ilham bangun .


"Apa kamu mau melihatnya ?" kata serli


Aku cuma mengangguk ketika aku melihatnya , dia sudah bangun dan memegang tangannya yang diperban .


Tiga hari kemudian saya sudah pulih sepenuhnya begitupula amel dia sudah pulih sepenuhnya dan kami pun pulang kerumah masing masing . Setelah kejadian itu saya sering melihat sosok tak kasat mata . Ilham dan okta heran karna sering melihatku berbicara sendiri . Saya disuruh pulang oleh orang tua saya untuk ke kampung ayah ku .

__ADS_1


Ketika aku ingin pulang ke kampung akupun tak lupa pamit kepada teman teman ku . Setibanya di kampung ayahku aku disekolahkan disekolah super besar , ketika disekolah saya sering melihat sosok wanita yang seperti ingin memberitahu sesuatu . Aku sering berdoa tetapi mata batin ini makin tajam , aku cuma bisa pasrah dan berdoa agar dilindungi . Dikampung aku sudah jarang diganggu oleh mahluk halus dan hidup ku pun aman .


__ADS_2