Kumpulan Cerita Horor

Kumpulan Cerita Horor
Episode 22


__ADS_3

Kisah ini berlatar pada tahun 90 an..


Dulu di sebuah kampung ciramen sering terjadi hal hal gaib yang meresahkan warga . Karna marak nya orang orang yang menyimpang dan belajar ilmu kebal dan ilmu santet dengan cara sesat . Tumbal pun sering mereka sembahkan tanpa terkecuali , namun yang sering jadi sasaran adalah bayi yang baru lahir .


Di sebuah keluarga baru , hosaiba atau disapa dengan teh hos adalah seorang ibu rumah tangga yang baru saja mengandung anak pertama nya , kandungan nya masih berumur 2 bulan . Sejak teh hos hamil , anang semakin rajin dalam bekerja entah itu kerja serabutan atau pun ternak kambing milik orang , sampai anang sering pulang malam meninggalkan sang istri seorang diri .


Rasa nya memang berat meninggalkan istri sampai larut malam , namun karena kebutuhan menarik nya untuk tetap bekerja siang dan malam . Di malam itu teh hos sedang duduk sembari mengelus elus perut yang sudah mulai terlihat membesar , tak lama aroma melati begitu menyengat semerbak dari luar rumah sehingga menarik teh hos untuk melihat ke luar rumah .


Teh hos seperti tersihir oleh aroma melati . Seakan dia jadi ingin memakan bunga berwarna putih dan wangi itu . Terlihat dari kejauhan bayangan hitam datang dan semakin mendekat dengan langkah kaki yang berat . Bulu kuduk pun meremak seketika , melihat itu teh hos langsung kembali masuk rumah . Di pagi nya mang anang pulang sembari membawa ubi dan beras .


"Assalamualaikum nyi abang pulang" kata anang


"Waalaikum salam , abang udh pulang bawa apaan itu" jawab teh hos


"Biasa oleh oleh dari kebon , ada kacang sama ubi , ini juga beras dari pak kosim hasil abang bantuin dia tdi malam" kata anang


"Alhamdulillah.... ayo masuk bang langsung mandi yah" jawab teh hos


Setelah makan dan mandi teh hos dan anang duduk santai di depan rumah yang terhampar sawah yang hijau .


"Nyi kita cek kandungan mu ke wa ijem yah , bawa beras seliter" kata anang


"Iya bang" jawab teh hos


Mereka pun pergi menyusuri hamparan sawah dan kebon pisang yang lebat jarak antara rumah mereka dan rumah wa Ijem memang lumayan jauh membuat kaki pegal . Setelah lama perjalanan akhirnya sampai di rumah wa ijem yang terbuat dari bilik kayu dan bambu .


"Assalamualaikum wa"


"Waalaikumsalam.. ehh teh hos , anang ayo masuk" jawab wa ijem


Mereka pun berbincang dan melihat kandungan teh hos yang sudah 3 bulan


"Nang kamu sering pulang malam yah" tanya wa ijem


"Iya wa , saya sibuk jaga kambing soal nya sering di maling . sekalian ngurek belut" jawab anang


Terlihat wajah wa Ijem begitu serius dengan dahi yang mengerut , teh hos pun di suruh ke rumah wa iyam terlebih dahulu untuk mengambil air putih


"Ada apa wa" tanya anang


Hati Asep pun langsung menangkap hal serius di balik wajah wa ijem


"Sebaik nya kamu jangan pulang larut malam nang.. wa liat kandungan istri mu sudah di incar oleh sosok gaib" jawab wa ijem


"Astaghfirullah wa" kata anang


Seakan tersambar petir hati anang mendengar kata kata wa ijem . Memang akhir akhir ini sering marak hilang nya bayi yang di jadikan tumbal .


"Sering sering baca Qur'an jangan lupa sholat , suruh istri mu berdikir tiap hari jangan hanya melamun'' kata wa ijem


Hari semakin sore anang dan teh hos pun kembali pulang , di sepanjang jalan anang hanya terdiam berbeda dengan teh hos yang selalu tersenyum menyapa orang yang lewat .


"Kandungan nya udh beberapa bulan teh ?" tanya wa sipah


"3 bulan wa" jawab teh hos


"Waduh udah 3 bulan aja , moga lahirnya di lancarkan" kata wa sipah


"Amin , ya udah mari wa" jawab teh hos


Di perjalanan teh hoa melihat kembang melati yang begitu menggoda , membuat nya meneteskan air liur .


"Bang aku mau kembang melati" kata teh hos


"Buat apa yi" tanya anang


"Ini si utun nya pengen kembang melati , tergiur banget aku bang sama kembang melati nya" kata teh hos


"Aneh aneh aja si kamu , bukan nya kamu gak suka sama bunga melati" jawab anang


"Iss... abang... gak tau kenapa jadi pengen banget" kata teh hos


Melihat teh hos yang terus memaksa , akhirnya anang pun mengambil bunga itu sebanyak mungkin dan langsung dia makan dengan lahap.. membuat anang semakin heran dengan tingkah istri nya ini .


Sesampainya di rumah adzan magrib pun berkumandang , anang pun bersiap ke mesjid sedangkan teh hos sedang tertidur pulas tidak seperti biasanya .


"Nyi nyi bangun pamali tidur di waktu sore" kata anang


"Ihhh... apaan sih bang" jawab teh hos


Teriak teh hos kencang sembari memaki suaminya dengan nada tinggi . Mendengar hal itu sontak anang marah dan menampar sang istri . Mendapat tamparan keras teh hos seakan tersadar lalu menangis . Saat itu pun anang merasa bersalah terhadap perlakuan nya pada istrinya .


"Maaf kan abang nyi" kata anang


Anang pun berlalu pergi dengan perasaan bersalah . Teh hos pun terduduk dan menangis . Karna untuk pertama kali nya mereka bertengkar sehebat ini . Dalam tangisan nya samar samar teh hos melihat seorang nenek tua yang memandangi rumah nya , wajah nya sangat asing bagi nya , seperti nya nenek itu bukan berasal dari kampung ini .


Teh hos pun bangkit dan berjalan menuju pintu, saat dia membukakan pintu , ternyata si nenek sudah pergi . Membuat nya keheranan , karna takut si nenek tersesat akhirnya dia mencari si nenek .


"Nenek... nenek..." teriak kencang teh hos ke segala arah


"Ada apa ***" suara serak sang nenek membuat teh hos kaget bukan main


"Nnk ngagetin aja , nenek mau ke mana ? ko magrib magrib gini di luar" kata teh hos


"Nenek mau minum ***" jawab nenek itu


"Oh ya udah masuk nek" kata teh hos


Setelah di dalam rumah terlihat tatapan sang nenek begitu tajam dan kuat menatap seisi rumah .


"Ini minum nek air anget nya" kata teh hos

__ADS_1


"Muka kamu kenpa lebam ***" tanya nenek itu


"Ohh ini gak papa nek" jawab teh hos


''kalau suami kamu jahat , jangan kamu ladenin *** lebih baik kamu pergi keluar" kata nenek itu


Mendengar perkataan sang nenek , teh hos hanya tersenyum.. tak lama kemudian sang nenek mengeluarkan kantong plastik yang berisi bunga melati yang begitu segar dan harum . Dia pun memberikan bunga itu pada teh hos dan menyuruh nya untuk selalu memakan nya .


"Makasih nek , ngomong ngomong nenek mau ke mana ya ? kalau jauh entar saya minta anter suami saya buat anterin nenek" kata teh hos


"Ga perlu cu , kandungan mu udah 3 bulan ya ?" jawab nenek itu


Sang nenek pun langsung mengelus elus perut teh hos dengan lembut namun tatapan sang nenek seakan bersinar memancarkan aura suram membuat teh hos sedikit ngeri .


Tak lama terdengar siulan anang dari kejauhan , dia pun langsung keluar dan membuka pintu menunggu suami nya datang . Karna tidak sabar melihat suami nya , teh hos pun beranjak dari pintu sedikit menjauh dari teras rumah .


"Nyi ngapain di luar ?" tanya anang


"Nunggu abang" senyum manja teh hos , terlihat juga guratan merah di pipi mulusnya hasil tamparan anang tadi


"Maaf yah nyi abang nampar kamu , abang hilap" kata anang


"Udah gak papa bang , lagian hos yang salah , maafin hos juga yah.. di dalam ada tamu bang ayo masuk" jawab teh hos


Saat mereka masuk . Sang nenek pun sudah menghilangkan tanpa jejak


"Mana tamu nya nyi ?" tanya anang


"Lah ko ? Nenek... nek.. apa ke WC yah ?" kata teh hos


"Abang cari dulu di WC sama di dapur" lanjutnya sambil mencari


Setelah lama mencari sang nenek tetap tidak di temukan seakan lenyap di telan bumi .


''Sumpah bang hos gak bohong , tadi ada nenek nenek bertamu ke sini" kata teh hos


"Mungkin kamu halusinasi gara gara pertengkaran kita tadi , ya udah kamu istirahat dulu abang mau berak bentar gak tahan dari tadi" jawab anang


''Apa benar aku halusinasi tapi masa iya" kata teh hos


Saat teh hos melirik bawah mejah . "Astaghfirullah , bunga melati itu benar benar ada ! berarti dia tidak berhalusinasi . Terus nenek itu ke mana ? tidak mungkin jika nenek pergi tanpa aku ketahui sedang kan aku berada di luar" semakin di pikir semakin pusing rasanya , karna merasa aneh teh hos pun membuang bunga melati itu ke tong sampah yang ada di luar .


Pagi pun tiba anang kembali bersiap subuh subuh untuk pergi ke ladang bersama kang iwan dan kang dadan "Abang pulang sebelum Maghrib kamu di rumah hati hati"


Mereka pun pergi berjalan di jalan setapak dengan pencahayaan matahari yang belum nampak naik . Setelah kepergian anang tiba tiba teh hos merasa ingin memakan bunga melati pemberian sang nenek , namun dia mencoba untuk tidak memakan nya , namun semakin di tahan semakin tersiksa diri nya , seakan tubuh nya memanas dan tak tahan lagi .


Teh hos pun berlari keluar mengacak acak tong sampah untuk mengambil kembali bunga yang ia buang semalam . Setelah di dapat ia langsung melahap nya dengan rakus menyantap habis bunga yang sudah kotor itu seakan dirinya belum makan beberapa hari . Tak lama ia pun tersadar seakan dirinya di kendalikan sesuatu "astaghfirullah apaan² apaan aku ini"


4 bulan pun tiba , kandungan teh hos kini sudah 7 bulan . Saat nya untuk sukuran untuk para ibu ibu pengajian datang untuk ngaji Yasin bersama sama mendoakan jabang bayi agar sehat dan lahir dengan selamat . Sukuran pun di adaan selepas adzan ashar selama pengajian teh hos seakan merasa gerah dan tak enak badan , entah kenapa tiba tiba saja ini terjadi pada tubuhnya , namun ia tahan dan tetap untuk melanjutkan pengajian bersama para ibu ibu lain nya . Setelah selesai pengajian wa ijem menyempatkan berbicara pada anang


"Nang wa bilang apa kemaren , jaga istri mu baik"


"Iya wa maaf anang sibuk terus" jawab anang


Saat anang ke kamar dia melihat istrinya sedang tertidur pulas . Ia pun langsung memeluk nya da tidur di sampingnya , malam semakin larut .


"Aaahhh ahh jangan anaku anaku ah aha" teriak teh hos meracau dengan tubuh yang bergetar hebat


"Anak ku... anak ku... jangan jangan aku mohon..."


Teh hos pun terus meracau entah apa yang sedang terjadi di dalam mimpi nya.. sehingga anang semakin hawatir , tubuh teh hos semakin kejang keringat pun menyucur deras


"Astaghfirullah nyi... bangunan istighfar"


Mimpi apa yang teh hos rasakan sehingga tubuhnya seakan tersiksa


"Bangun nyi bangun" anang pun mengambil air segelas lalu iya bacakan doa dan ia usapkan ke wajah istrinya itu yang penuh dengan keringat


"Ahhhhh" napas panjang dari sang isteri pelan pelan membuka mata


"Alhamdulillah nyi kmu bangun"


"Bang" pelukan teh hos erat kepada suami nya lalu menangis sejadi jadi nya


"Kamu kenapa nyi" tanya anang


"Aku takut bang" jawab teh hos


"Istighfar nyi istighfar ingat Allah" kata anang


Pagi pun tiba setelah kejadian tadi malam anang memutuskan untuk tidak bekerja , dia hanya akan memberi makan kambing saja


"Ga usah bang , aku baik baik saja abang kerja aja"


Tak peduli apa kata teh hos , anang tetap akan menjaga nya dan bertanya soal semalam dan tingkah aneh yang istrinya lakukan akhir akhir ini .


"Aku gak ngerasain apa apa bang , kalau mimpi kan bunga tidur gak perlu abang cemasin . Ini buktinya hos baik baik ajah , selama ini juga hos gak ngerasain apa apa . Abang aja yang hawatir nya berlebihan" kata teh hos


"Kamu yakin nyi , kalau ada apa apa ngomong langsung ke abang jangan sungkan , abangkan suami kamu dalam rumah tangga tidak baik menyembunyikan sesuatu" jawab anang


Setelah di yakinkan sang istri anang pun memutuskan untuk bekerja besok dan pulang lebih sore , di saat itu pun mereka menunaikan ibadah sholat dhuhur bersama . Jam 7 malam tiba kang iwan datang dengan tatapan sedih bercampur pilu .


"Assalamualaikum teh hos , nang" teriak kang iwan dari luar


"Ada Apa kang ? mari masuk dulu kang" kata teh hos


"Makasih teh . Gini akang menyampaikan kabar buruk , wa markonah jatuh di kebon , sekarang sedang di obati , tapi tak kunjungan sadar" kata kang iwan (wa markonah adalah sodara dari anang)


"Astaghfirullah , kapan jatuh nya ?" tanya anang


"Tadi magrib nang" jawab kang iwan

__ADS_1


"Ya udah kang ayo pergi.. nyi kmu tunggu di sini dulu tar abang nyuruh bi yani datang nemenin kamu" kata anang


"Tapi bang hos pengen ikut" jawab teh hos


"Jangan atu teh , kamu kan lagi hamil besar , apa lagi ini udah malam pamali" ucap kang iwan


Mereka pun berangkat di tengah guyuran hujan dan gelap nya malam , tidak berselang lama terdengar suara langkah kaki yang begitu berat di sertai gemericik air .


"Tok tok"


"Tunggu bentar" teriak marsiti dari dapur


Saat di buka ternyata bi yani sudah berdiri tegak di depan pintu dengan senyum tipis membuat teh hos heran bukan main . Bukan kah bang anang baru saja pergi mengapah bibinya sudah ada di sini padahal rumahnya berdekatan dengan rumah wa markonah .


"Bi udah datang mari masuk.. ko pada basah gini ?" kata teh hos


Dengan cepat teh hos mengambil sarung dan memberikannya pada bi yani , namun bi yani hanya tersenyum dan langsung mengelus elus perut buncit nya itu dengan tatapan aneh , bi yani terus memegang perut teh hos dari pelan hingga keras membuat perut teh hos nyeri akibat sentuhan yang menekan .


"Aduh bi pelan pelan atu" senyum tipis teh hos


"Baju nya di ganti dulu yah bi pake punya aku biar gak masuk angin"


"Iya" jawabnya singkat


Saat teh hos masuk kamar tersirat pikiran ngeri dan aneh akan sikap bibinya tu , namun dia tidak ingin berpikir macam macam . Apalagi berpikir bahwa itu bukan bibinya melainkan sosok hantu yang selalu mengganggu nya


"Astaghfirullah teh hos jangan berpikir macam macam ahh"


Saat keluar kamar "astaghfirullah bi"


Bi yani tersenyum lebar tepat di hadapan teh hos dengan gigi yang menghitam


"Assalamualaikum..." terdengar teriakan seorang wanita ysng suara nya mirip bi yani


"Assalamualaikum hoss..."


Bulu kuduk ku pun meremam seketika tubuhnya pun bergetar hebat cucuran keringat dingin pun menyucur deras .


"Terus yang di hadapan ku sisiapa ?"


"Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh...."


Teriakan histeris teh hos melihat wajah yang di hadapan nya berubah menjadi ancur dengan mata yang tercongkel , keluar darah yang mengalir menghitam dengan belatung yang menggerogoti sisa sisa tubuh busuk itu .


"HI... HI... HI.. HI... HI... HI... HI... HI... HI... HI... HI..."


Tawa sang kuntilanak itu begitu nyaring dan kuat menggelegar di setiap penjuruh ruangan . Dengan melayang layang sang Kunti tertawa senang dengan nyaring nya . Melihat itu tubuh teh hos sudah tak bisa bertahan ambruk seketika di tengah tengah tawa sang kunti .


Mendengar teriakan teh hos, bi yani langsung masuk dan dengan jelas melihat sesosok menyeramkan melayani layang di sekitar tubuh teh hos yang tergeletak pingsan .


"Allah huakbar , hosaibaahh..."


Terika histeris sang bibi.. dengan bismillah dan doa doa yang yani bisa , ia baca dan membuat kuntilanak itu pergi pelahan menghilangkan dalam kegelapan malam .


Tak lama datang lah anang , kang iwan dan wa ijem yang mengetahui kabar tentang teh hos yang pingsan dari wa yayah .


Anang dengan setia selalu menjaga sang istri dengan baik dan selalu mengingatkan nya supaya tidak terus terus san melamun dan alangkah baik nya beristighfar , ingat Allah yang selalu ada dan menjaga setiap umat nya yang taat .


Namun teh hos hanya mengangguk dan tersenyum , setelah kejadian itu teh hos semakin jauh dari ajaran agama . Ia makin hari makin malas untuk bersujud pada yang maha kuasa , saat suami nya pergi dia akan tidur di setiap saat tak peduli suara adzan memanggil manggil umat muslim untuk segera menunaikan kewajiban nya .


9 bulan pun tiba kini teh hos sudah mendekati hari untuk melahirkan . Terlihat wajah sumringah dari pasangan itu , bahkan anang selalu menciumi perut teh hos sebelum ia pergi ke ladang . Di malam hari nya tiba tiba perut teh hos mendapatkan reaksi nyeri seakan akan perut nya di tarik keluar , rasa nyeri yabg luar biasa membuat nya teriak histeris ta tentu arah .


"Abang bang" suara lirih teh hos memanggil manggil nama suaminya yang belum pulang


Ketuban teh hos pun pecah dia pun tak sanggup berdiri lagi hanya bisa berteriak sekencang mungkin mengharapkan pertolongan seseorang .


"Prak"


Suara pintu di buka dengan kencang


"Astaghfirullah nyi . Kamu mau melahirkan.. ya Allah nyi sabar dulu , a a abang mau jemput wa ijem dulu . Sing sabar nyi"


Berlari lah anang se kencang mungkin menembus gelapnya malam . Tak lupa anang teriak ke arah rumah kang iwan dan bi onah untuk menemani isteri nya .Terus berlari anang tanpa memperdulikan tubuhnya yang kotor akibat terjatuh . Di sisi lain teh hos yang sudah tak tahan hanya bisa menangis dan berteriak memanggil nama suaminya agar cepat datang . Sorot mata teh hos pun seakan redup oleh sakit yang teramat . Tak lama datang lah wa ijem dan langsung membatu lahiran nya , begitu pilu dan menyayat hati perjuangan seorang ibu melahirkan anak nya .


"Ahhhh ahhhhh"


Teriakan teh hos begitu keras berjuang demi sang anak melihat dunia . Tatapan teh hos semakin kabur tubuh nya nyeri seakan di sayat sayat belati . Napas nya turun naik kembang kempis mentap Langit langit rumah .


Dengan satu napas panjang dan teriakan keras bercampur serak , terdengar suara merdu sang bayi menangis memecah keheningan malam . Terlihat raut wajah lega dan senang terpancar di benak teh hos rasa nyeri pun seakan hilang mendengar tangisan sang bayi .


Akhir nya teh hos bisa bernafas sedikit lega , ingin rasa nya dia melihat bayi mungil itu , namun suara nya serak dan hilang akibat teriakan yang kencang .


Semakin lama semakin aneh rasanya , tangisan sang bayi tak kunjungan berhenti malah semakin kencang dan pilu .


"Waaa" ucap teh hos serak


Tangisan sang bayi malah semakin menjadi jadi , benak teh hos pun terasa sakit , dengan sekuat tenaga teh hos mencoba bangkit dan melihat apa yang terjadi pada bayi .


"Astaghfirullahhh"


Begitu terbelalak nya mata teh hos meliat bayi mungil nya di gerogoti oleh mahluk yang menyeramkan.. dengan lahap nya sang mahluk mencengkeram kuat bayi itu dengan kuku panjang dan hitam darah pun mengalir ke mana mana .


Tak ada kata maupun suara yang dapat di artikan begitu hancur hati teh hos melihat apa yang di hadapannya . Tangis pilu pun terus menetes dari sela sela mata yang menghitam itu wajah yang pucat pasih , teh hos pun berteriak sampai tak ada suara lagi iya pun jatuh pingsan di tengah genangan darah . Tak lama kang iwan dan yang lain datang


"Astaghfirullah hosaiba..."


Teriak mereka serentak melihat tubuh teh hos yang melayang dengan darah yang masih keluar menetes membasahi lantai yang sudah tergenang darah .


Dengan kuasa Allah mereka pun membacakan doa dan tubuh teh hos perlahan turun dan jatuh di pangkuan mereka . Terlihat tatapan sedih dan pilu memancar dari wajah itu .


"Begitu malang nya kamu teh sehingga mendapatkan musibah yang berat"

__ADS_1


Teh hos tidak lah mati saat kejadian itu melainkan menjadi gila sampai kematian menjemput .


__ADS_2