
Perkenalkan namaku yunus , aku belajar di salah satu pondok hafalan Al Qur'an di jawa tengah . Pondok pesantren yang berbasis hafalan Al Qur'an dan Thibbun Nabawi atau pengobatan ala Nabi . Siang itu selepas sholat zhuhur , ustadz pembimbing memanggilku untuk datang ke kantor pondok .
"Nus , kesini sebentar . Orangtua naira tadi nelpon" kata ustadz pembimbingku
"Na'am ustadz" jawabku
Aku diizinkan untuk menggunakan handphone inventaris pondok yang biasa digunakan santri untuk menelepon orang tuanya . Aku mencari nomor ayahku dan segera menghubunginya . Tidak beberapa lama , akhirnya telpon pun tersambung ,
"Assalamualaikum" suara ayahku di seberang sana
"Wa'alaikumussalam yah , ini yunus . Ayah apa kabar ?" Kataku
"Alhamdulillah , kabar ayah dan bunda sehat . Cuma adikmu naira yang sekarang lagi sakit"
Di telepon ayah bercerita tentang perubahan naira yang drastis , sekarang naira badannya demam tinggi yang sudah 2 hari ini tidak kunjung turun . Ayah menceritakan , sebelum naira demam , ayah melihat sesosok perempuan yang sedang berdiri di depan pintu rumah ketika waktu maghrib . Dan setelah itu naira langsung mengalami demam tinggi . Dimalam harinya , naira menangis tidak henti hentinya . Ayah berfikir untuk segera membawa naira ke orang yang disebut oleh ayah 'orang pintar' . Inilah yang aku benci dari sifat orang tuaku yang masih percaya akan hal seperti itu . Justru yang mereka lakukan akan memperparah keadaan .
Telepon pun aku akhiri dan berpesan kepada ayah , untuk membacakan surat Al baqoroh selepas maghrib dan memberi minum serta mengusapi wajah naira dengan air yang sudah dibacakan tadi . Setelah menelepon , aku menemui mudir atau pimpinan pesantren untuk meminta izin pulang . Tujuanku untuk pulang adalah , aku tidak ingin orang tuaku kembali ke orang pintar itu . Sebab , mereka sudah berkegantungan kepada selain Allah dan inilah yang akan menyulitkan mereka kedepannya . Semoga orang tuaku diberi hidayah untuk tidak mendatangi orang pintar yang berkedok ustadz itu .
Singkat cerita , aku sudah pulang ke rumah dan mengikuti orang tuaku ke tempat orang itu , sesampainya disana aku melihat ada sesajen yang berupa nasi beserta ayam , buah buahan dan beberapa gelas kopi dan teh . Melihat itu semua aku merasakan betapa bodohnya aku yang belum bisa membuat orang tuaku sadar bahwa apa yang mereka lakukan ini kesalahan besar lagi fatal . Di zaman yang serba canggih ini , di zaman yang banyak orang curhat betapa sakitnya menjalin hubungan virtual yang bermula dari chatting , calling dan berakhir di ghosting , orang tuaku masih percaya akan hal hal yang berbau mistis .
"Ayah sama bunda yang buat ini semua ? Bisa tolong jelasin ke saya apa manfaatnya !" Aku mencoba agar tidak terpancing emosi
"Ayah terpaksa ngelakuin ini semua buat adik kamu nus" kata ayahku
"Terus , apa alesan ayah masukin saya ke pesantren ? Dulu ayah bilang kalo yang namanya sesajen itu hal yang ngga bener , jelek , musyrik . Tapi sekarang malah ayah yang ngelakuin ini semua dengan alesan naira . Saya kira , smenjak saya belajar di pesantren , ayah bakalan sadar.. tapi nyatanya ??" Kali ini aku tidak kuasa menahan air mata
Ayah dan bunda hanya bisa menundukkan kepala tanpa berbicara apa apa . Aku harap mereka bisa sadar akan ucapanku tadi . Asap kemenyan memenuhi semua ruangan di rumahku . Yang membuat rumahku terkesan rumah yang sangat angker . Ketika aku hendak ke kamar menyimpan tas , aku mendengar suara naira berteriak . Ayah dan bunda berlari menuju kamar dan disusul dengan aku . Ketika aku lihat naira , Ya Allah ya robb , apa yang terjadi dengan adikku ini . Mata yang melotot melihat keatas dengan tangan yang tak henti hentinya menunjuk ke arah pintu sambil berteriak membuat suasana mencekam .
"Ayah , minta tolong ambilkan segelas air !" Pintaku kepada ayah
"Bunda , angkat naira !"
Aku segera membacakan surat al fatihah berulang ulang di telinga naira . Tubuhnya panas sekali hingga keluar keringat yang membuat baju tidurnya basah . Ayah datang membawa segelas air dan segera aku ambil gelas itu untuk kemudian membacakannya ayat kursi . Kutiupkan di air itu dan kuberikan kepada naira untuk diminum . Dan alhamdulillah sekarang sudah seperti semula dia tidur tadi . Jin macam apa yang mengganggu adikku ini .
"Ayah , bunda.. bisa liat sendiri kan ? Apa gunanya pergi ke orang pintar , apa gunanya malah bikin sesajen kaya gitu ? Biar setannya ngga ganggu lagi ??" Kataku sambil melihat naira kembali tertidur
Malam itu akhirnya bulir bulir kenangan indah pun turun dengan derasnya , mengingatkanku akan dia , dia yang mencoba mengganggu adikku tadi . Siapakah makhluk itu ? Darimana dia berasal ?
Jam menunjukkan pukul 21.30 , setelah bertilawah di hadapan naira yang sedang tertidur , aku hendak membersihkan diri untuk kemudian tidur .
"Yah , saya mau ganti baju dulu , langsung tidur aja kayanya . Nanti , klo naira kaya gitu lagi , kasih minum aja air yang tadi , terus diusapin di mukanya ya" aku berpesan kepada ayah
"Terus , bunda kalo naira kaya tadi lagi , usahain angkat badannya ya jangan ditidurin . Klo misal bajunya basah , langsung buru buru diganti" kini pesanku kepada bunda
Akupun keluar kamar orang tuaku dan hendak mengambil handuk di dalam kamar . Suasana yang aku rasakan kali ini sangat berbeda dari sebelumnya . Walaupun diluar hujan deras , tetapi hawanya masih saja tetap panas . Aku segera menuju kamar mandi untuk membersihkan muka dan kaki serta berwudhu . Setelah selesai , aku kembali menuju kamar dan aku mendengar ada beberapa langkah yang mengikuti ku , ketika aku menengok kebelakang , memang tidak ada orang . Ah sudahlah , jika memang makhluk itu yang mengikutiku , aku ber husnudzon mungkin dia suka dengan wangi parfum yang aku gunakan . Ketika hendak membaringkan tubuh di kasur , hp ku berbunyi tanda ada pesan masuk . Aku sudah terlanjur ngantuk dan ingin segera tidur . Baru saja hendak memejamkan mata , tiba tiba pintu kamarku seperti ada yang mengetuk dengan kerasnya .
"Tok tok tok tok" Kupikir mungkin itu ayah
"Bentar yah" Ketika aku buka pintunya
"Loh , kok ngga ada . Perasaan tadi ada yg ngetok pintu"
Aku kembali masuk ke dalam kamar dan berharap untuk segera tidur karena memang aku juga takut .
"Tok tok tok tok" Pintu kembali ada yang mengetok
"Ahh... siapa yang iseng si malem malem gini ngetok pintu , orang cape mau tidur" teriakku
Tiba tiba angin berhembus dari ventilasi jendela kamarku . Hujan pun semakin deras . Dan ku mencium wangi bunga melati .
"Tolongg.. jika itu kalian , mohon jangan ganggu keluarga kami lagi . Kita masing masing punya alam"
"Tok tok tok tok" Pintu kembali berbunyi
Aku sudah kepalang kesal dan berkata
"Kalo emang kalian berani , coba kalian nampakin diri , jangan bisanya cuma ganggu"
"Bruukk !!" Pintu kamarku terbuka keras dengan sendirinya . Dan...
"Aaaaaaaaaa... toloongggggg..."
Bunda berteriak , aku berlari menuju kamar yang sudah terbuka pintunya . Wangi bunga melati masih saja tercium di hidungku , berarti mungkin makhluk itu masih di sini . Aku menghampiri bunda yang tak henti hentinya menangis ,
"Ayah , bunda kenapa ? Kok sampe teriak gitu?" tanyaku
"Ayah juga nggatau nus , tiba tiba tadi bunda udah ada di depan pintu" jawab ayah
Kucoba tanya bunda sebenarnya apa yang terjadi hingga membuatnya menangis dan tampak ketakutan sekali .
"Bunda , bunda kenapa ? Bisa tolong ceritain ke saya ?" kataku
"Tadiii.. tadii bunda denger ada yang ngetuk pintu berkali kali , bunda pikir itu kamu . Tapi pas bunda buka ngga ada orang . Nah , baru aja bunda mau jalan masuk , pintu itu bunyi lagi... spontan bunda langsung buka dan pas bunda buka.. bunda liat ada perempuan cantik , wangi banget bunga melati terus dia bilang , "aku mau anak kamu" . Sambil ketawa yg bikin bunda takuut" kata bunda yang masih menangis .
Ternyata makhluk yang tadi mengetuk pintu kamarku , juga mengetuk pintu kamar orang tuaku . Hujan diluar sepertinya sudah reda , tapi tidak dengan perasaanku terhadapmu yang akan terus deras hingga maut memisahkan . Malam menunjukkan pukul 22.49 , masih terbilang 'sore' menurut orang zaman dulu . Aku masih berpikir , perempuan cantik dengan wangi bunga melati yang semerbak . Dia ingin membawa adikku . Sebenarnya siapa perempuan itu ?
Aku dan ayah duduk di kursi yang berada di ruangan tengah . Aku menanyakan kepada ayah kenapa harus menyimpan sesajen itu di dalam rumah . Kemudian ayah menjawab ,
"Orang pintar itu yang nyuruh ayah buat simpen sesajen itu di sini , katanya , naira itu sakit karna dia ada yang suka , tapi dari golongan jin . Nah , supaya jin itu ngga ganggu , makanya ayah disuruh simpen sesajen itu" begitu kata ayah
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda ,
''Siapa yang mendatangi para dukun peramal nasib , lalu ia membenarkan apa yang mereka katakan , maka ia telah kafir terhadap apa yang turun kepada Muhammad (Alquran)'' (HR. Ahmad dari Abu Hurairah)
Itu adalah salah satu hadist yang melarang kita untuk percaya kepada dukun atau orang pintar yang aku dapatkan ketika masuk kelas ruqyah di pesantren . Aku berpikir , bagaimana caranya membuang sesajen itu . Terlepas dari berpengaruh atau tidaknya , aku harus segera membuangnya . Aku berbicara kepada ayah agar segera membuang sesajen itu .
"Yah , terlepas dari ngaruh atau ngga nya sesajen itu , mending kita buang aja . Cuma itu mubazir buah buahan nya Masya Allah" kataku
"Mau dibuang kemana nus , udah malem begini terus diluar juga masih gerimis kayanya" jawab ayah
"Yaudah gini aja , ayah disini jagain bunda sama naira , biar saya yang buang" kataku
Ayah hanya menghembuskan nafas , dan mengangguk pelan . Jam menunjukkan pukul 23.14 , aku segera mengambil sesajen itu dan memasukkan nya ke dalam satu kantong plastik , kecuali buah buahan yang aku pisah . Mubazir jika harus dibuang . Diluar masih gerimis , udara pun terasa dingin menusuk tulang . Tidak lebih dingin dibanding sikap dia sebelum pergi... entahlah . Aku menghidupkan mesin motor dan membuka gerbang rumah , dan ketika sedang membuka gerbang , ada temanku yang bernama rifan yang kebetulan dia sedang lewat .
"Weyy pa ustadz.. ada dirumah nih" ucap rifan
Dia memang suka memanggilku 'pa ustadz' semenjak aku belajar di pesantren .
"Salam dulu gituloh apa susahnya sii.." jawabku
"Oh iya lupa maap , assalamualaikum pa ustadz" kata rifan
"Waalaikumussalam , mau kmna ujan ujan giniv?" tanyaku
"Biasalah ke tongkrongan , sekarang pindah ke depan kompleks" jawabnya
"Yaudah ayo bareng gua , sekalian.." kataku
"Skuuy dah" jawab rifan
Aku dan rifan menuju tempat tongkrongan yang kini pindah ke depan kompleks . Gerimis sepertinya sudah mulai berhenti dan hanya menyisakan hawa dingin nya saja . Hanya 5 menit , akhirnya kami sampai di tempat tongkrongan itu . Aku lihat ada sekitar 3 orang temanku dan ada 2 dari mereka yang tidak kukenal . Mungkin mereka warga baru di kompleks ini .
"Assalamualaikum" aku mengucapkan salam kepada mereka . Dan mereka pun menjawab serentak "Waalaikumsalam"
"Wiih... pa ustadz tumben ikut kesini , lagi libur ya ?" tanya may temanku
"Libur apaan ? kaga . Gua cuma nganterin tuh bocah ksini.. tadi dia lewat dpn rumah gua . Yaudah jadi skalian kesini" jawabku
"Ohh gituu... sinilah ngopi nih enak dingin dingin gini.. mau rokok juga ada" ucapnya
Aku kembali teringat akan kantong plastik yang isinya sesajen tadi . Daripada aku buang , lebih baik aku berikan mereka saja .
"Broo.. luh udah pada makan ? Gua ada makanan ama buah buahan tuh" kataku sambil menunjuk kantong plastik yang tergantung di motor
"Waahh , baik bet si luh . Ambil dah rif.. kita eksekusi.." ucap may
Mereka pun makan tanpa menanya makanan itu darimana . Biarlah , toh itu makanan halal . Dan ketika sedang makan , tiba tiba rifan memberitahuku
"Nus , luh tau ngga ? Kompleks kita sekarang lagi gempar arwah penasaran" Katanya
"Suuuttt... luh masih nafsu aja ngomongin gituan" kata may
"Lah emang iya ? Arwah penasaran gimana mksudnya ?" tanyaku penasaran kepada rifan
"Iya nus , katanya sih yang pernah liat , sosoknya perempuan cantik , pakenya gaun putih gitu . Terus wangi bet bunga melati . Jadi klo kita nyium bunga itu berarti dia ada di deket kita" kata rifan panjang lebar
"Sama satu lagi , katanya arwah penasaran itu suka sama anak kecil , jadi ngeri gua.."
Semua ciri ciri itu sama persis apa yang dibilang bunda tadi . Perempuan cantik , wangi bunga melatib, dan mau mengambil naira . Kini aku semakin penasaran siapa sebenarnya arwah penasaran itu . Aku tidak boleh memberitahu soal ini kepada mereka .
"Aneh dah gua , masih ada aja yang percaya ama begituan" kataku . Sebenarnya akupun takut , tapi aku tahu jika kita takut terhadap 'mereka' , maka 'mereka' pun akan sangat berani kepada kita .
Kini jam menunjukkan pukul 00.15 , aku memutuskan untuk pulang karena memang daritadi aku belum istirahat .
"Luh kaga pada balik ? Gua balik duluan dah ya , pen tidur" Kataku kepada mereka
"Yailah.. baru ge bentaran.. entar apa baliknya" kata may
"Heeh luh kaga boleh gitu , pa ustadz cape itu pen tidur.. iyakan pa ustadz ?" Kata rifan menimpali . Aku hanya menganggukkan kepala .
"Emang biasanya luh pada balik jam berapa ?" tanyaku
"Biasanya mah sampe jam 3 , paling lama ya sampe shubuh" ucap rifan
"Begadang doang sampe pagi , sholat shubuh kagaa... dasar anak mudaa !" kataku
"Udah yaa.. gua balik . Sholat shubuh luh pada . Assalamualaikum"
"Iya siap pa ustadz , Waalaikum salam"
Aku menghidupkan mesin motor dan putar balik menuju rumah . Ketika sampai di depan rumah dan hendak membuka gerbang , angin berhembus kencang dan kembali tercium wangi itu . Wangi parfum dia yang masih terngiang di hidungku . Wangi bunga melati . Aku segera membuka pintu gerbang dan bergegas memasukkan motor . Aku takut hal hal yang tidak diinginkan terjadi . Wangi itu masih saja tercium di hidungku . Mungkin perempuan itu masih ada disekitar sini .
"Tok tok tok... assalamualaikum yah" aku mengucapkan salam
Tidak lama pintu pun terbuka
"Waalaikumussalam" balas ayah
Aku dan ayah masuk ke dalam rumah dan kembali duduk di kursi yang berada di ruang tengah . Ayah menanyakan kepadaku aku membuang sesajen itu dimana . Dan aku jawab aku tidak membuangnya melainkan memberikan sesajen itu kepada teman temanku yang sedang nongkrong di depan kompleks .
"Oh yaudah kalo emang dikasih ke temen kamu mah , sayang juga kalo harus dibuang" kata ayah
"Iya yah , maaf sebelumnya , saya cuma mau kasih tau kalo apa yang ayah lakuin itu dosa besar yah . Percaya ke selain Allah . Bahkan di salah satu kitab yang membahas tentang aqidah yang saya pelajarin di pesantren , pelaku syirik itu hukumannya sangat berat baik di dunia maupun di akhirat . Di dalam kitab itu , disebutin Allah ngga bakal nerima sholat kita selama 40 hari . Coba ayah bayangin , ayah sholat 5 waktu tapi ngga Allah terima . Tapi ayah jangan berpikiran , mentang mentang sholatnya ngga diterima selama 40 hari , ayah bolos sholat selama 40 hari itu.. nggaa.. itu cuma pikiran orang orang bodoh . Walau bagaimanapun sholat itu harus . Nah , yang sekarang harus ayah lakuin itu , tobat , minta ke Allah supaya ampunin dosa yang selama ini ayah lakuin... saya juga bakal doain ayah sama bunda supaya Allah senantiasa mengampuni dosa yang selama ini kita lakuin" kataku menjelaskan
Aku sama sekali tidak berniat menceramahi ayahku sendiri . Aku hanya memberitahu apa yang aku dapat selama belajar di pesantren . Inilah jalan pertama dakwahku . Ustadz di pesantren pernah berkata , "Dakwah itu penting , sebelum kita terjun ke masyarakat , dakwah in dulu keluarga keluarga kita , bapak ibu kita"
Dakwah juga tidak harus diatas mimbar , berkoar koar ini bid'ah itu sesat . Tidak ! Bahkan kita mengajak teman ataupun kerabat untuk melakukan hal baik itupun disebut dakwah . Baginda Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam pun beliau berdakwah tidak dengan kekerasan , melainkan dengan akhlak yang mulia .
Malam ini mataku tak kunjung terpejam . Jam sudah menunjukkan pukul 01.15 . Aku memutuskan untuk bangun dan mengambil hp yang kusimpan diatas meja belajar . Ku putar murottal al quran surat ar rahman sambil kuhayati setiap ayatnya yang menggambarkan suasana di surga dan neraka . Murottal sengaja ku repeat dan berharap mataku segera terpejam . 10 menit mendengar murottal , hp ku berbunyi tanda ada pesan masuk.
"Baru aja merem" gerutuku
Ketika aku lihat notifikasi di layar kunci , irfan yang mengirimiku pesan chat . Aku buka pesan itu
"Nus , luh udah tidur belum ? Luh bisa kerumahnya may sekarang ?" kata irfan
"Baru aja gua merem , emang kenapa si may ?" jawabku
"Si may tetehnya kesurupan , kalo bisa luh cepetan dah kesini" kata irfan
"Ya udah bentar gua kesitu"
Kakak perempuan may kesurupan ? Jangan bilang ini ulah si arwah penasaran itu . Aku segera mengambil kunci motor dan bergegas menuju kerumah may . Ketika sampai di depan rumah may , aku lihat teman temanku yang tadi nongkrong ada di sini .
"Assalamualaikum.." ucapku kepada mereka
"Waalaikum salam" jawab mereka serentak
Aku langsung dihampiri oleh bapaknya may
"Begini nus , tadi si rokayah baru pulang kerja . Nah pas sampe depan rumah sini , katanya dia liat perempuan pake baju putih , cantik.. Dia tanya perempuan itu tapi ngga dijawab , ngga lama bapak keluar buka pintu gerbang , dia langsung buru buru masuk . Baru aja bapa mau tutup gerbang , rokayah langsung kesurupan di kamarnya" begitu kata bapaknya may
"Sekarang teh rokayah nya dmna pak ? Boleh saya liat ?" tanyaku
"Ada di kamarnya , masuk aja nus"
Aku masuk ke kamarnya teh rokayah dan disitu aku lihat sudah ada ibunya , may , dan satu tetangga perempuan . Aku lihat teh rokayah menangis dan tangannya menutupi wajahnya . Teh rokayah ini adalah karyawan di perusahaan swasta . Umurnya lebih tua dariku 5 tahun . Ketika aku tanya teh rokayah ,
"Teh.. teh rokayah.."
Tiba tiba dia berhenti menangis dan langsung tertawa yang aku yakin setiap orang yang mendengarnya begidik ngeri .
"Hi..hi..hi..hi.. kamu ganteng.. ngga kaya dia jelek" ucapnya sambil menunjuk ke arah may
Ternyata sekarang bukan hanya manusia yang mandang fisik , jin juga sama.. hadeuuh . Batinku
"Kamu siapa ? Apa hak kamu masuk ke tubuh perempuan ini ?" tanyaku
"Hi..hi..hi..hi.. aku suka sama kamu ganteng" jawabnya . Dasar jin genit .
__ADS_1
"Terus apa urusan kamu masuk ke tubuhnya ? Hmm ?" tanyaku
"Aku sengaja supaya kamu kesini , hi..hi..hi..hi.. ganteng , aku mau adikmu" jawabnya
Ketika aku belajar kelas ruqyah di pesantren , kita sebagai roqi atau peruqyah dilarang percaya sepenuhnya kepada jin . Dan jika jin itu masuk di tubuh seseorang dan dia mengajak berbicara , 99 persen itu dusta dan 1 persennya itu baru benar . Aku segera mengambil sarung tangan di saku jaketku dan memakainya . Gunanya sarung tangan adalah sebagai hijab atau penghalang bagi seorang peruqyah yang hendak meruqyah perempuan yang bukan mahromnya . Sebenarnya kata ustadzku laki laki yang jomblo itu dilarang meruqyah . Jomblo disini maksudnya adalah laki laki yang belum menikah . Tapi jika memang situasi yang mendorongnya untuk meruqyah , maka lakukanlah .
Aku memegang kepala teh rokayah sambil membacakannya surat al fatihah . Reaksi jin yang merasuki teh rokayah berubah drastis . Seperti ingin berontak . Aku yang tak kuat menahannya meminta bantuan kepada diki dan bapaknya .
"Pak , tolong pegang tangannya . Luh may , pegang kakinya" perintahku kepada may dan bapaknya
Semakin aku keraskan bacaan surat al fatihah , semakin besar juga tenaga jin itu untuk memberontak . Kini aku bacakan surat al muwaidzatain (al ikhlas , al falaq , an nas) sambil meniupkan ke telinganya . Jin itu semakin merasakan panas dan berteriak .
"Ampuuunnn... panaaassss.. toloonggg" teriak jin itu
"Ukhruj Ya jin la'natulloh !!" Ucapku
"Bu , tolong ambilkan kantong plastik !" perintahku kepada ibunya teh rokayah
Kini aku usap punggung serta leher teh rokayah agar jin itu keluar melalui air liur atau muntahan . Tidak berselang lama , akhirnya jin itupun keluar melalui air liur . Aku lihat teh rokayah penuh dengan keringat dan suaranya yang sudah hampir habis karena sedari tadi terus berteriak . Aku mengambil air di dalam gelas dan membacakannya ayat ayat ruqyah . Aku memberikan air itu ke teh dina untuk kemudian diminum .
"Nih teh , diminum dulu airnya" kataku
"Iya , makasih ya nus" jawabnya
"Sekarang , teteh usapin ke muka sama lehernya ya" kataku
Biasanya , orang yang setelah di ruqyah akan merasakan seluruh atau sebagian tubuhnya menjadi panas . Cara mengatasinya adalah dengan mengusapkan air yang sudah dibacakan ayat ruqyah atau dengan sayuran yang memiliki unsur sifat dingin , seperti timun atau labuh .
Malam menunjukkan pukul 02.03 pagi . Sebenarnya aku lelah ingin istirahat , tetapi karena ulah jin inilah akhirnya aku masih terjaga .
"Ibu , bapak , saya izin keluar dulu yaa , ngobrol sama temen temen diluar" ucapku
"Oh iyaa , makasih nus . Tunggu diluar aja ya , jangan pulang dulu . Ibu siapin makanan" Kata ibunya teh rokayah
Aku berjalan keluar disusul oleh may di belakangku . irfan dan yang lainnya masih ada diluar , mereka sedang duduk sambil menghisap rokoknya yang sudah mulai pendek .
"Yailah bocah.. bukannya bantuin tadi , malah asik sendiri , ngeroko mulu luh" ucapku
"Hehehe.. tadi gua mau bantuin nus , tapi di dalem udah banyak orang.. yaudah gua keluar lagi" kata irfan
"Yah eluh.. alesan mulu ah.. emang ge luh takut kan ?" Balas may
"Kaga lah , yakali gua takut ama yang begituan . Kan kata pak ustadz yunus yang ganteng , kita kaga boleh takut ama setan" kata irfan membela dirinya
"Ehh nus , ngomong ngomong , luh keren juga si tadi , gua yakin kalo cewe cewe kompleks ini tau pasti pada ngejar luh dah" kata may
"Lah apa hubungannya bambang , ruqyah ama cewe , ngawur luh" ucapku sekenanya
Ketika sedang asyik mengobrol , alvin yang mempunyai kepekaan terhadap hal hal gaib seperti merasakan sesuatu yang janggal .
"Weey.. luh pada diem dah , denger kaga ?" tanyanya
"Apaan si emang ? Jangan nakut nakutin dah" kata irfan
"Jangan berisik , dengerin makanya !!" kata alvin
Memang benar , samar samar aku mendengar suara seperti perempuan yang sedang menangis . Suara itu mirip dengan suara perempuan yang meninggalkanku demi orang yang baru . Ah , bisa bisanya aku memikirkan dia
"Suara cewe nangis bukan fan ?" tanyaku
"Nah iya bener.. tuh yunus aja denger masa luh berdua kaga !" kata may
Perlahan tapi pasti , akhirnya akupun dapat melepasnya pergi . Ah , entahlah . Suara tangisan itu terdengar semakin dekat . Lagi lagi bulu kudukku merinding .
"Jangan jangan itu suara cewe yang tadi masuk ke badannya teh rokayah" ucap irfan ketakutan
"Suutt !! diem dulu !!" perintahku
Suara tangisan yang aku dengar begitu pilu dan menyayat hati . Hingga kemudian suara tangis itupun berubah menjadi ketawa yang menyiratkan dendam yang amat sangat . Ketawa yang begitu menyeramkan . Inilah suara pertama kali dari makhluk tak kasat mata yang aku dengar . Aku melihat sosok perempuan itu. Ya, ini pertama kali aku melihat makhluk tak kasat mata menampakkan dirinya tepat di depanku . Perempuan dengan wajah yang sangat pucat lagi menyeramkan , mata sebelah kirinya hampir keluar dan di bagian dahinya sobek serta mengeluarkan darah . Bau bangkai begitu menyengat . Aku hampir muntah mencium bau itu , aku perhatikan may , irfan dan alvin . Mereka tidak bisa berkata kata dan aku hanya bisa menangkap ekspresi wajah mereka yang menyiratkan ketakutan yang sangat luar biasa .
"Jangan putus istighfar !" perintahku
Tiba tiba perempuan itu pun menoleh ke arah kami ,
"Kalian gausah takuut.. hi..hi..hi.. aku cuma mau kenal kalian" ucapnya
"Sebenarnya luh siapa ??" ucap irfan . Akhirnya dia buka suara juga .
"Jangan ganggu kita , khususnya jangan ganggu warga kompleks ini" sambungnya
Seketika perempuan itupun berubah wujudnya menjadi perempuan yang sangat cantik , rambutnya tergerai panjang , dan bau bangkai itu berubah menjadi wangi bunga melati yang sangat harum . Aku taksir umur perempuan ini masih sangat muda . Inilah perempuan yang dilihat oleh bunda dan beberapa warga yang melihatnya .
"Aku ngga ganggu kalian ko , aku cuma mau cari seseorang yang udah bikin aku kaya gini" kata perempuan itu
"Terus , kalo ngga ganggu , ngapain teteh tadi masuk ke badannya teh rokayah , trus katanya mau ambil ade saya... itu , maksudnya apa ?" Kataku penasaran
Tiba tiba sosok perempuan itupun menghilang dan hanya menyisakkan wangi bunga melatinya saja .
"Nus.." kata irfan . Matanya masih tertuju ke tempat perempuan tadi duduk .
"Oit.. ngapa ? takuut ?" jawabku
"Kagaa... gua mao nanya" kata irfan
"Paan?" jawabku
"Apa ini yang namanya , di setanin ama setan?" kata irfan
"Hahh ?? Maksud luh apaan si malih ?" Jawab may
"Iyaa , di ghosting ama setan . Ghost kan artinya setan" kata irfan
"Diih.. apaan si luh.. kaga gitu juga konsepnya bambang" kataku
"Tadi bangsul , terus bambang , malih , barusan bambang lagi.. entar sapa lagi nih" jawab irfan kesal
"Hahhhahaha... luh abisnya kaga jelas jadi orang" kata may
Kelakuan mereka berdua membuat perut kram dan kadang juga geleng geleng kepala karena sikap anehnya . Diantara kami berempat , hanya alvin yang jarang bicara dan pendiam . Mungkin bawaan dari lahir . Ketika sedang berdiri sambil menertawai irfan , bapaknya may keluar dan bertanya .
"Kenapa ko pada diluar ? ketawa ketawa lagi."
"Anu pak , si irfan kaga jelas.." kata may
"Ohh.. kirain apaan . Yaudah masuk.. didalem aja"
Kami pun bergegas kembali masuk . Jam menunjukkan pukul 03.15 pagi . Mataku sudah mulai mengantuk . May , irfan dan alvin kulihat sedang menghisap rokok .
"Hehehe... biar rileks nus" kata may
"Iyaa nih , ngomong ngomong luh mao kaga ??" tanya irfan
"Yailah ngomong ngomong.. emang luh tau ngomong apaan ?" ejekku kepada irfan
"Tau luh... kaya ngerti bae itu" kata may
Aku sudah lama berhenti merokok , karena memang di pesantrenku melarang setiap ustadz , pengurus apalagi santri untuk menghisap rokok .
"Nus , luh pernah ngerasain kecewa ngga ?" tanya irfan
"Kecewa ? semua orang pasti pernah termasuk gua" jawabku
"Gua paling kecewa sama okky jelly drink" sambungku
"Lah ko bisa ?" tanyanya lagi
Irfan dan alvin menyimak sambil menghisap rokoknya .
"Iyaa bisa , karna cuma bisa nahan lapar , bukan nahan rindu" jawabku
"Hahahhaha... bisa aja luh pa ustadz"
"Ya gua ngomong sesuai fakta"
"Gua seriusan nus , becanda mulu luh mah" kata irfan
"Lah , emang kata sapa becanda . Gua ge serius" jawabku
"Emang , ada apa gerangan si kawan ?" tanya may
"Kaga ada apa apa , nanya doang" jawab irfan
Aku sudah tidak bisa menahan rasa kantuk lagi . Dan aku memutuskan untuk tidur di masjid sambil menunggu waktu sholat shubuh tiba .
"Bro.. gua ngantuk bet inii.. gua ke masjid dulu yaa . Luh mao ikut kaga malih ? Tadi katanya baliknya mao bareng gua" kataku kepada irfan
"Yaudah , ayo dah.. iseng gua balik sendiri mah" irfan
"Lah.. ngantuk mah tidur di kamar gua aja nus" kata may
"Kaga ahh.. entar ksiangan gua maluu.." kataku
"Yaudah , ayo dah fan kita ikut skalian" kata may
"Iyaa ayoo , gua nitip motor yaa.. entar abis sholat shubuh gua ambil"
Kita berempat pun pergi ke masjid untuk menunggu adzan shubuh tiba . Jarak masjid dari rumah may hanya membutuhkan waktu 5 menit dengan berjalan kaki . Masjid yang berada di tengah tengah kompleks itu sudah terlihat menaranya yang menjulang tinggi dengan empat speaker di setiap sudutnya . Ketika sampai di masjid , aku baru teringat . Aku belum melaksanakan sholat Isya .
"Astaghfirulloh" ucapku
"Ngapa nus ?" tanya irfan
"Gua blom sholat isya"
Aku bergegas untuk mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat isya . Kulihat waktu shubuh sekitar 40 menit lagi . Dan ketika selesai mengambil air wudhu , aku berpapasan dengan pak iman, marbot di masjid ini .
"Loh.. mas yunus yaa ?" tanya pak iman kepadaku
"Iya pak , assalamualaikum" aku ucapkan salam sambil mencium takzim tangannya .
"Waalaikumussalam.. masya allah.. gimana kabarnya mas ? Udah gede ya sekarang"
"Alhamdulillah , sehat pak . Masa iya mau kecil terus" jawabku sambil tertawa
Aku pun mohon izin untuk melaksanakan sholat isya . Pak iman sepertinya hendak membersihkan tempat wudhu .
'Assalamualaikum warohmatulloh'
Assalamualaikum warohmatulloh'
Selepas salam , aku sudah tidak kuat lagi untuk mengedipkan mata dan memutuskan untuk pergi ke teras masjid . Kuperhatikan ketiga temanku itu sudah tertidur pulas . Lantai masjid yang dingin ditambah dengan udara yang dingin juga membuat tubuhku menggigil . Tidak perlu waktu lama , mataku pun akhirnya terpejam. Berasa baru saja memejamkan mata , aku sudah mendengar murottal Al Qur'an yang diputar oleh pak iman . Bacaan Al Qur'an yang begitu syahdu khas bacaan para imam Masjidil Haram membuat mataku kembali terpejam .
"Mas , sudah mau masuk adzan shubuh" ucap pak iman membangunkanku
Aku langsung terbangun dan duduk sambil menyandarkan badan di tiang masjid . Badanku pegal pegal dan kepala terasa sangat pusing . 5 menit lagi waktu shubuh tiba .
'Drrt... drrt... drrt'
Ponselku bergetar di dalam saku jaket dan ketika aku lihat , panggilan suara dari bunda
"Haloo.. Assalamualaikum nus , kamu dimana ?" tanya bunda
"Waalaikumussalam , saya tadi kerumahnya may bun . Sekarang lagi di masjid" jawabku
"Ohh.. yaudah kirain kemana . Nanti abis sholat shubuh pulang ya nak" kata bunda
"Iya bun" jawabkh
Aku mengucapkan salam dan mengakhiri panggilan suara . Aku bergegas membangunkan ketiga temanku yang masih tertidur .
"Weeyy.. 5 menit lagi shubuh.. ayo bangun ambil wudhu"
"Weyy may.. alvin.. Irfan.. ayoo"
Aku menuju tempat berwudhu , dan ketika akan membuka kran air , aku terkejut karena mendengar suara alarm yang sangat bising . Seperti bunyi alarm pemadam kebakaran . Sekitar 1 menit alarm itu berbunyi , suara adzan pun berkumandang .
'Allahu Akbar Allahu Akbar'
Samar samar aku mendengar obrolan bapak bapak yang hendak mengambil air wudhu .
"Pak , tadi katanya di blok H ada yang liat arwah penasaran"
"Kemarin juga di blok C sama.. kayanya udah meresahkan warga kompleks ini"
Aku masih terus mendengarkan obrolan bapak bapak yang sedang membahas tentang arwah penasaran itu . Ternyata benar apa yang dikatakan oleh irfan bahwa arwah penasaran itu sudah membuat gempar satu kompleks . Selesai berwudhu , aku bergegas masuk ke dalam masjid dan melaksanakan sholat qobliyah shubuh . Keutamaan sholat 2 rakaat sebelum sholat shubuh adalah seperti dunia dan seisinya . Setelah sholat shubuh , aku menghampiri ketiga temanku yang sudah berada di teras masjid lebih dahulu .
"Yehh.. bukannya pada zikir dulu , malah langsung pada keluar" ucapku kepada mereka
Mereka hanya tersenyum malu . Entahlah itu senyum rasa bersalah atau bukan .
__ADS_1
Singkat cerita...
Malam itu selepas isya , aku ada janji dengan bapak ketua DKM . Aku ditunjuk oleh beliau untuk mengisi pengajian mingguan yang akan dilaksanakan besok malam . Sebelumnya aku sudah meminta izin kepada ayah bahwa malam ini aku hendak pergi ke rumah bapak DKM . Tetapi , kembali aku mencium wangi bunga melati itu . Kali ini wanginya sangat menusuk hidung . Mungkin perempuan itu ada di sekitar sini , pikirku . Dan benar saja , ketika aku baru hendak membuka pintu , bunda tertawa cekikikan .
"Hi...hi...hi.."
Aku yakin pasti perempuan itu yang merasuki bunda .
Ayah yang baru selesai mandi karena seharian bekerja pun langsung berlari menuju kamar . Kami hampir saja bertabrakan . Yang lebih membuat panik lagi , pintu itu terkunci
"Bunda kenapa nus ?" Tanya ayah panik
"Nggatau yah.. saya baru aja mau keluar.. terus tiba tiba bunda ketawa gituu" jawabku
"Bun... bunda.. buka pintunya bun" teriak ayah.
Bunda hanya tertawa cekikikan dan semakin menjadi jadi . Kini naira pun terdengar menangis sangat kencang . Aku dan ayah panik . Takut terjadi sesuatu kepada naira .
"Dobrak aja yah pintunya !" pintaku
"Iya nus , hitungan ketiga !"
"Satu.. duaa.. tigaa !!"
Bruukk !
Pintu terhempas sangat kencang karena aku dan ayah mendobraknya . Ketika pintu sudah terbuka , aku ternganga dan hampir tidak percaya . Bagaimana tidak , bunda sedang mencekik leher naira sangat kencang . Aku berlari dan melepaskan cekikan di leher naira . Ayah menarik tangan bunda dan aku berusaha mencoba melepaskan cekikan itu . Kuat sekali memang dan seperti bukan tenaga perempuan pada umumnya . Tidak berapa lama , akhirnya cekikan itu pun terlepas dan kini naira berada di pelukanku .
"Istighfar bun.. istighfar !" perintah ayah
"Lawan.. lawan !"
Bunda berontak dan membuat ayah kewalahan . Aku menjauhkan naira dari bunda yang masih saja menatapnya dengan tajam .
"Yah , tahan dulu bunda ! Saya mau manggil tetangga dulu" kataku
Ayah hanya menganggukkan kepala dan aku segera keluar untuk menitipkan naira . Dan alhamdulillah , ada seorang ibu ibu tetanggaku yang mendengarnya dan langsung menghampiriku .
"Kenapa mas yunus ? Kok adenya nangis gitu.. bundanya kemana ?" tanya ibu mirna tetanggaku itu
"Aduuh nanti aja yaa bu.. ceritanya panjang . Sekarang saya minta tolong bawa naira kerumah ibu !" perintahku
Tanpa basa basi , ibu mirna langsung mengambil naira dan membawanya menjauh dari rumah .
Aku masuk kembali ke kamar dan menghampiri ayah dan bunda . Kini bunda sudah berada di pelukan ayah .
Owalah.. so sweet sekali every body... mungkin ngga si , mereka bernostalgia kalo dulu mereka juga pernah pelukan ?
Tapi sepertinya perempuan itu belum keluar dari tubuh bunda . Kini ketawa yang tadi sangat menakutkan berubah menjadi suara tangis yang pilu .
"La haula walaquwwata illa billah.. masih belum puas juga ? tadi kamu udah bikin ade saya hampir mati !"
"Maafkan akuu.. hiks.. tolong akuu.." pinta perempuan itu
"Kalo kamu suka ade saya , ngga gitu caranya . Kalo meninggal tadi gimana ?" kataku
"Toloongg akuu... tolong aku mencari orang yang udah buat aku kaya gini..." perempuan itu masih terus merengek . Suara tangisnya semakin pilu .
"Gimana saya mau nolong , kamunya aja jahat . Kalo mau ditolong jangan jahat !" kataku
Aku memegang kepala bunda dan membacakannya ayat kursi .
"Ngga.. jangaan bunuh akuu !.. aku bakal keluar baik baik kalo kamu bantu aku" katanya
Diih.. geer bet siapa jugaa yang mau ngebunuh dia..
"Siapa jugaa yang mau ngebunuh kamu , kamu mau minta tolong apa ?" tanyaku
"Tolong bantu cari orang yang udah bunuh aku sama bayi aku.. hiks"
Membantu mencari orang yang sudah membunuhnya ? Mungkin saja perempuan ini ingin mengambil naira karena anaknya telah dibunuh bersama dia . Dan dia menghantui warga kompleks karena ingin mencari orang yang telah membunuhnya itu . Klopp !! Bukti yang kuat walaupun jin yang berbicara .
"Saya nggatau sebelumnya kamu siapa ? Dan gimana saya mau bantu cari kalo gitu" kataku
"Kamu tanya orang yang paling tua di kompleks ini" jawabnya
"Makasih yaa.. aku mau keluar duluu"
Perempuan itupun keluar dari tubuh bunda ketika aku masih sibuk memikirkan , siapa orang yang paling tua di kompleks ini ? Aku harus mencari siapa orang tertua di kompleks ini . Aku tinggal di kompleks ini tiga tahun yang lalu .
"Yah , ayah tau ngga siapa orang yang paling tua di kompleks ini ?" tanyaku kepada ayah
"Nggatau nus , kitakan termasuk warga baru di kompleks ini.. coba nanti ayah tanyain ke pak RW" jawab ayah
Jam menunjukkan pukul 20.30 . Aku meminta izin kepada ayah untuk menanyakan ke teman temanku . Ayah pun mengizinkan dan memberi pesan untuk tidak pulang larut malam .
Aku bergegas keluar dan mengirim pesan singkat kepada irfan .
"Assalamualaikum , luh dimana bang ?"
Hanya centang dua dan terakhir aktif lima menit yang lalu .
Aku coba langsung menelepon may yang saat itu kebetulan sedang aktif . Telepon pun tersambung .
"Halo.. assalamualaikum.. luh dimana may ? tanyaku
"Waalaikumussalam , nih gua di tongkrongan ama si malih.. baru dateng pisan ini gua" jawabnya
"Yaudah , tungguin situ gua otw.. assalamualaikum"
Setibanya di tempat tongkrongan , aku melihat irfan dan may . Mereka hanya berdua .
"Assalamualaikum... lah berdua doang ? Yang laennya mana?" tanyaku
"Waalaikumussalam.. kaga tau nus , biasanya si entar maleman dikit" jawab may
"Owalah , pantesan chat gua kaga di bales" Kataku kepada irfan
"Hehe... maaf nus , tanggung ini gua baru maen.. lose streak mulu daritadi" jawabnya
"Ya gimana kaga lose streak , maennya aja nu," ledekku
Aku mencoba membuka obrolan dengan menanyakan kepada mereka siapa orang tertua di kompleks ini .
"Luh tau ngga pada , siapa orang yang paling tua di kompleks ini ?" tanyaku
"Emang ngapa nus , kok luh nanyain itu ?" tanya may balik
"Gini , tadi perempuan yang kemaren masuk ke badannya teh rokayah , masuk juga ke bunda gua , terus dia minta tolong , katanya bantu cariin orang yang udah ngebunuh dia ama bayi nya" kataku
"Hah ?? Yang beneran luh ?? Jadi merinding gua"
"Yah eluh doang.. udah maen mah maen ge atuh" Kataku
"Coba luh tanya pak RT kalo ngga pak RW nus , pasti tau dah tuh.." Jawab may
"Iyaa si , yudah sekarang anterin gua ayo" kataku
"Yaudah ayoo" jawab may
Aku masih terus sibuk memikirkan siapa orang tertua di kompleks ini . Lumayan rumit kalau permasalahannya seperti ini .
"Orang paling tua di disini mah , yang kata tukang nasi goreng depan jalan noh , sapa dah namanya ? pak bugis apa siapa yaa.." kata irfan
"Pak bugis ?" kataku heran . Sepertinya tidak ada nama itu di kompleks ini .
"Bukan bugis anjirr" jawab may
"Lah terus ?" tanya irfan
"Parto !"
"Waahh... kebanyakan nonton ikeh ikeh luh malih" sambungnya
"Bugis ama parto beda jauh lah... aneh aneh bae luh" kataku kepada irfan
"Udah maen mah , maen ge atuh.. entar kalah nangiis" ejek may
"Iyadah iya.." jawab irfan
Laa haula wala quwwata illa billah...
Malam itu aku bersama may dan irfan berjalan menuju rumah pak RW . Berharap bisa mendapat jawaban dari semua misteri ini . Perempuan yang terbunuh dengan bayinya . Sesampainya dirumah pak RW , kami langsung mengetuk pintunya dan mengucapkan salam .
"Tok ! Tok ! Tok !"
"Assalamualaikum" ucapku
Tidak lama , teh jihan anaknya pak RW yang membukakan pintu .
"Waalaikumussalam.. eh ada yunus.. ada apa ya kalian dateng kesini ?" tanya teh jihan
"Lah kok cuma yunus yang disapa , gua kaga han ?" kata irfan dengan muka yang melas .
"Yehh eluh.. iri mulu sii.. kan yunus yang ngucap salamnya tadi.." jawab may
"Begini teh , kita dateng ksini mau ketemu sama pak RW , bapaknya ada ?" kataku
"Ohh.. mau ketemu bapak . Tunggu aja dulu yaa.. sebentar lagi kok bapak pulang.. tadi keluar sebentar" jawab teh jihan
Kami dipersilakan duduk untuk menunggu pak RW pulang .
"Begini pak , kedatangan kita kesini cuma mau nanya , pak RW tau ngga ya , siapa orang yang paling tua di kompleks ini ?" kataku
"Saya nanya itu , karna tadi arwah penasaran yang udah bikin kompleks kita gempar , masuk ke badan bunda saya pak . Nah terus , si arwahnya itu bilang , katanya dia minta dibantu buat cari siapa yang udah ngebunuh dia sama bayinya . Saya nggatau siapa orang paling tua disini, karna emang saya kan warga baru pak" kataku
"Begini ya nus , masalah arwah penasaran itu emang bapak tau seluk beluknya . Ceritanya begini"
Kejadian ini udah lama , sekitar tahun 2005 an . Dan sebelum kompleks ini dibangun . Dulu kompleks ini tanah kosong sama lahan persawahan . Nah arwah penasaran itu namanya , sulastri . Dia cantik orangnya . Mungkin bisa dibilang kembang desa sini . Banyak orang yang naksir sama dia . Waktu itu , orang tua sulastri dateng ke bapak , orang tuanya bilang , sulastri udah dihamilin nggatau sama siapa dan sekarang lagi hamil 7 bulan . Aneh memang tiba tiba hamil tanpa tahu siapa yang menghamilinya .
Dan puncaknya , waktu itu bapak mau ngecek sawah malem malem disitu bapak denger suara perempuan teriak minta tolong . Dan setelah bapak perhatikan sekilas wajahnya , itu sulastri. Dia dibawa sama 2 orang laki laki . Tangan sama kakinya diikat di pohon . Salah seorang dari mereka membawa termos yang sepertinya berisi air panas .
Bapak perhatikan dari balik pohon , laki laki yang memegang termos , menyiram muka sulastri berkali kali . Dan laki laki satunya lagi bapak lihat membawa pisau atau golok . Dan langsung menghajar sulastri . Jujur , waktu itu bapak nggabisa ngapa ngapain karna saking takutnya . Sekarang bapak cuma bisa menyesali kejadian itu .
Pak RW menceritakan panjang lebar tentang arwah penasaran itu dengan air mata berderai . Tragis sekali kejadian waktu itu . Tapi aku masih belum tahu siapa sebenarnya pelaku dibalik pembunuhan sadis itu .
"Jadi , pak RW nggatau siapa yang ngebunuh cewe itu ?" tanya may
"Iya betul . Sampe sekarang masih belum ada yang tau siapa yang ngebunuh sulastri termasuk polisi sekalipun" jawab pak RW
"Maaf , kalo boleh tau , tempat pembunuhan itu di sebelah mananya ya pak ?" tanyaku penasaran
"Sebentar" pak RW seperti memutar kembali kejadian itu dan mencoba mengingatnya
"Tempatnya dipinggir sawah , tepatnya sekarang depan rumah kamu nus" kata pak RW
"Astaghfirulloh" ucapku
Aku tidak menyangka , kalau TKP pembunuhan waktu itu tepat di depan rumahku . Memang waktu pertama kali pindah dirumah ini , aku merasakan sesuatu yang berbeda .
Kalau seperti ini , bagaimana mungkin aku bisa membantu mencari siapa dibalik pelaku pembunuhan sulastri ? Sedangkan polisi pun sudah angkat tangan menangani kasus ini . Mungkin ini opsi terakhir yang bisa aku lakukan supaya arwah penasaran itu tidak lagi mengganggu warga . Ya , mengadakan pengajian di depan rumahku .
"Kalo udah kaya gini , kayanya mustahil kita cari pelakunya ya pak RW" ucapku
"Betul nus , kejadian itu juga sudah lama sekali . Hampir 14 tahun yang lalu" kata pak RW
"Gini aja pak RW , saya ada opsi terakhir yang mungkin bisa bantu arwahnya teh sulastri supaya tenang dan ngga ganggu warga sini lagi" kataku
"Apa itu nus ?" tanya pak RW
"Besok malam , saya ditugasin sama bapak DKM buat ngisi pengajian mingguan , nah gimana pengajian itu kita pindahin aja depan rumah saya . Tujuannya , kita doakan arwahnya teh sulastri supaya tenang dan ngga ganggu lagi . Gimana ?" kataku
"Kalo emang memungkinkan , kenapa ngga nus . Insya Allah besok pagi bapak bicarain sama pak RT sama bapak DKM juga"
"Iyaa , makasih pak RW . Kita mau pamit dulu ini yaa" kataku
"Iya nih pak RW . Udah malem jugaa" kata may
"Oh.. iya iya.. ati ati yaa"
"Iya pak RW . Assalamualaikum.."
"Waalaikumussalam"
Akhirnya , setelah dibicarakan oleh pak RW , pak RT dan pak DKM , pengajian itupun dipindah . Yang sebelumnya di masjid , kini pindah ke depan rumahku . Tujuannya adalah tadi , mendoakan arwah teh sulastri supaya tenang dan tidak mengganggu warga lagi .
"Saya cuma bisa bantu ini teh , semoga teteh tenang disana yaa" ucapku dalam hati
Aku banyak mengambil pelajaran dari kisah masa lalu teh sulastri . Perempuan yang terkenal cantik lagi sopan itu hidupnya berakhir dengan tragis . Dihamili oleh seseorang yang entah siapa pelakunya , kemudian dibunuh dengan cara disiram air panas berkali kali serta di sayat beberapa bagian tubuhnya .
__ADS_1
Setelah pengajian itu selesai , aku diperkenalkan oleh pak RW dengan orangtua teh sulastri yang memang diundang diacara pengajian itu . Aku mengobrol dengan keduanya dan Subhanallah , begitu sesak dada ini rasanya mendengar kisah teh sulastri langsung dari orang tuanya . Tanpa sadar, air mataku menetes tak henti hentinya . Orang tua mana yang tidak sedih kehilangan anak semata wayangnya . Apalagi ditinggal pergi dengan cara yang tragis . Semoga Allah beri ketabahan kepada orang tua teh sulastri .