Kumpulan Cerita Horor

Kumpulan Cerita Horor
Episode 14


__ADS_3

"Eh bu wedah , malam malam gini dari mana ?" tanya geng ikan teri


Mereka ini adalah preman kampung yang suka nya mencari cari mangsa wanita . Untuk dijadikan bahan napsu , mereka tidak segan segan akan memperkosa dan membunuhnya jika wanita itu melaporkan nya ke kantor polisi .


"Habis dari rumah bu rt" ucap bu wedah


Berasa ada yang tidak beres , bu wedah mempercepat langkah nya .


Namun dua laki laki itu bowo dan roron , menghadang bu wedah . Umur bu wedah belum terlalu tua , namun di umurnya yang 38 tahun itu harus di tinggal suaminya sudah dua tahun ini .


"Wedaahh , emang nya kamu ga kesepian ya... mungkin kamu merindukan terong hahaha ia gak ron ?" tanya bowo


"Awas bang bowo , sayaa mau pulang . Kasihan hana dirumah sendirian" ucap wedah


Namun tangan roron menarik tangan wedah dan mulut nya di bungkam oleh tangan bowo .


Bu wedah meraung , dan mencoba untuk melawan . Namun tenaga nya habis karena memberontak .


Ia menangis dan tak sanggup menahan air mata . Sakit batin , yang ia rasakan . Ia tidak bisa menjaga kehormatan nya hanya untuk suaminya . Ia ternoda...


Selesai melakukan hal yang tak pantas , bowo dan roron saling melihat satu sama lain . Ia pandangi tubuh molek wedah . Dan roron ingin mengurung wedah di rumahnya saja . Namun bowo tidak setuju . Takut ketahuan dengan warga sekitar .


"Akan saya laporkan kalian kepolisi" ucap wedah lantang


Ia masih mencoba melepaskan ikatan yang ada di tangan nya


"Diam kau" ucap roron


"Tool... " belum sempat meminta tolong , wedah sudah di tusuk dengan pisau yang bowo bawa


"Sial , kenapa kau bunuh" ucap roron


"Gak sengaja bos . Dia sih nekat teriak" ucap bowo ketakutan .


Jam 02.00 malam roron dan bowo membawa wedah ke sebuah sungai didekat pemancingan .


"Satu... dua... tiga.. buang..... " ucap mereka berbarengan


Tubuh wedah menancap di sebuah tunggul yang berada dibawah pemancingan . Darah segar mulai membasahi sungai . Sungai ini akan menjadi sanksi wedah .


Roron dan bowo kembali ke rumah masing masing . Sebelumnya ia menghilangkan jejak dan bukti atas pembunuhan yang mereka lakukan .


Sementara itu...


"Bu , hana lapar" ucap hana


Hana adalah anak yang berusia 7 tahun . Ia bersekolah di TK yang ada di dekat desanya .


Setiap harinya ia selalu di antarkan oleh ibunya untuk berangkat ke sekolah .


Namun hari ini ibunya tidak kunjung pulang . Hana merasa kan sakit di perutnya . Ia berjalan ke dapur , namun ia hanya menemukan gorengan telur yang tadi malam sempat ibunya buatkan untuknya sebelum pergi kerumah bu rt .


Hana mengambil nasi yang sudah mengering . Dan telur goreng . Air minum di teko habis , dan juga air di bak juga sudah abis . Hana harus menimba terlebih dahulu , waktu sudah menunjukan pukul 06:00 pagi . Hana menumpang mandi kerumah tetangga nya . Sampai selesai mengemasi buku buku nya , ibu hana belum juga pulang . Sehabis pulang sekolah , hana mampir kerumah bu rt .


"Teng... teng...."


Hana berjalan sambil bernyanyi , menuju rumah bu RT .


"Assalamualaikum , ibu rt..... ini hana" ucap hana


"Waalikumsalam... eh hana , baru pulang sekolah ya . Uhuk uhuk.." jawab bu rt


Ohh jadi bu rt sakit , pantas ibu membawa banyak sekali bawaan tadi malam..


"Bu rt . Hana mau tanya dimana ibu hana . Apa ibu nya hana semalam nginap di sini yah ?" tanya hana


"Nggak na , ibu nya hana langsung pulang kok . Soalnya hana dirumah sendiri . Sekitar pukul 09.00 malam sudah pulang" jawab bu rt


Bu rt menggandeng tangan hana untuk masuk dulu . Pak rt yang sedang mengopi melihat kedatangan hana cukup terkejut . Gak biasanya anak kecil ini kesini .


"Ada apa bu , tumben.." ucap pak rt


"Ini lo pak . Bu wedah semalam kesini abis nengok ibu , tapi ga pulang kerumah pak . Ibu jadi khawatir" ucap bu rt


"Loh , emngnya dari semalem hana gak liat ibu nya ?" tanya pak rt


Hana hanya menggeleng... bulir bening air mata hana mulai membasahi wajahnya


"Kruek..kruek.."


Hana memegangi perutnya , berharap jika pak rt dan bu rt tidak mendengarnya


"Hana , hana lapeer ya . Yuk makan ?" ajak bu rt


Namun hana hanya menggeleng . Namun perutnya begitu sakit . Dan hana tidak dapat menolak ajakan bu rt


Pak rt pamit untuk mengumpulkan warga , berantusias untuk mencari bu wedah .


"Jondar , cepat kumpulkan warga di balai desa" perintah pak rt


Jondar dan dua warga berbondong bondong kerumah rumah warga setempat . Tidak menunggu waktu lama ibu ibu dan bapak bapak kumpul di balai pedesaan .


"Pak rt maaf , warga sudah saya kumpulkan" ucap jondar


"Terimakasih" jawab pak rt


"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh" salam pak rt


"Waalaikumsalam warohmatullohii wabarokatuh" ucap warga serempak


"Maaf mengganggu waktu siang nya saudara .


Ada pengumuman penting . Bahwasanya tadi malam ibu wedah menghilang , ceritanya beliau dari rumah saya , menengok istri saya yang sedang sakit . Beliau pamit pulang jam 09.00 malam , karena hana sendiri dirumah . Tapi ibu wedah tidak kunjung pulang . Hana tadi pagi kerumah saya . Menanyakan ibunya yang tidak pulang kerumah" jelas pak rt kepada warga sekitar


"Ya Allah kasian ya hana... apa jangan jangan bu wedah di culik pak rt" ucap bu sima


"Kurang tau , kita pencarian dulu saja siang ini . Jika tidak ketemu maka wajib melaporkan ke pihak berwajib" ucap pak rt memberikan penjelasan


Warga yang datang menyetujuinya . Akhirnya warga di bubarkan , habis dhuhur mereka akan mencari bu wedah .


"Bagaimana pak ? sudah di umumkan" tanya bu rt


"Sudah bu , dimana hana ?" tanya pak rt


"Sudah tidur pak di kamar malik . Pak , ibu takut jika bu wedah di culik , atau di bunuh . Ya Allah , ibu takut pak bayangin nya" ucap bu rt


"Astaghfirulloh , ya coba di doain yang baik baik to buk , doakan saja semoga bu wedah tidak apa apa" ucap pak rt


"Yasudah , ibu mau masak dulu"


Bu rt meninggalkan pak rt sendirian di ruang depan . Tiba di depan rumah pak rt , pak rt melihat roron dan bowo .


"Eh ron , sini dulu mampir ?" ucap pak rt


"Eh wo , inget ya kita tampak biasa saja , jangan kau lihat kan wajah ketakutanmu" bisik roron


"Sini sini duduk , mau ngopi atau ngeteh" tawar pak rt


"Gak pak rt , saya buru buru . mau minta setoran" jawab roron


"Tunggu ron . Sebenarnya saya mau tanya.. apa kamu melihat bu wedah tadi malam ?" tanya pak rt


"Tidak . Kami semalam tidak keliyaran pak rt . Memang ada apa dengan wedah itu , janda bohay ?" tanya roron


Wajah bowo tak dapat dipungkiri . Ia jelas jelas sangat ketakutan , jika dia harus dipenjara atau akan di hukum mati..


"Eh bowo kenapa wajahmu pucat ? kau sakit ?" tanya pak rt


"Yasudah pak rt , kami mau kepasar . Eh iya pak rt , jangan jangan tu wedah di culik pak ? " ucap roron ngawur..


"Astaghfirulloh ron , ga boleh bicara kaya gitu .


Kalo pun bu wedah di culik , siapa di kampung ini yang mau nyulik dia" jawab pak rt tegas


"Heh pak rt gatau ya , badan wedah itu montok . Bohay aduhai dah pokok nya" jawab roron cengangas cengengesan


Lalu roron dan bowo kembali melanjutkan perjalanan nya . Disatu sisi , warga sudah berkumpul di rumah pak rt .


"Ayo bapak bapak , kita mulai pencarian" ucap pak rt


Warga mulai mencari di jalan yang sering di lalui bu wedah dari rumah pak rt menuju rumah hana .


Warga berpencar , mencari ke kebun bu wedah , dan sawah yang sering bu wedah berjalan untuk ke sungai .


"Dimana ya pak kira kira bu wedah ?" tanya warga ke warga lain


Sudah 5 jam mereka mencari bu wedah namun tak mereka temukan .


"Bu RT , hana pulang ya . Nanti ibu nyariin hana" ucap hana


Hana masih menggendong tas yang bergambar kartun upin ipin . Dan tangan satu nya membawa sepatu yang ia pakai tadi sewaktu sekolah .


"Na , hana tidur disini ya . Sama ibu rt , anggap aja saya ini ibu kamu . Temenin ibu tidur ya , ibu sendirian" mohon bu rt...


"Hana mau pulang bu rt , hana takut kena marah ibu kalo hana jam segini belum pulang" ucap hana


Tak kuasa membendung tangis , akhirnya bu rt menangis di pelukan hana


"Baiklah nak , tapi tunggu pak rt dulu yah , biar di antarkan" ucap bu rt


"Gak Bu , hana bisa sendiri . hana pulang ya bu... assalamualaikum..." ucap hana


"Waalikumsalam " jawab bu rt


Menghilangnya hana dalam pandangan bu rt ,


Setiba nya di dekat belokan , bu rt melihat bu wedah di belakang hana . Apakah dia salah lihat ?


bu rt mencoba mengejar hana , namun hana sudah jauh oleh penglihatan nya .


"Bapak bapak kita lanjutkan pencarian besok pagi ya" ucap pak rt


Warga warga berhamburan pulang kerumahnya masing masing .


Ketika sampai dirumah , hana melihat jika pakaian yang ibunya pakai waktu malam kemarin sudah ada di jemuran . Hana berlari , melewati pintu belakang . Hawa yang ia rasakan sangat beda , biasanya jika sore sore seperti ini ibu sedang duduk di depan pawon atau tungku , biasanya ibu sedang memasak air dan juga nasi . Tapi sekarang tidak .


Apa ibu sudah memasak ? hana merasakan jika rumah nya sepi , tidak ada canda tawa ibunya .


Dimanakah ibu ku sekarang ? Tetapi pakaian ibu yang masih basah tergantung di sini . Berati ibu habis mencuci .


"Bu , ibu sudah pulang ?" tanya hana


Hana memasuki kamar satu persatu , lantai kamar mandi masih kering , juga air yang tadi pagi masih sama . Hana membuka tempat nasi , masih sama .


Nasi kering dan juga sisa telur yang tadi pagi . Hana mulai menangis sesenggukan . Ia menaruh tas dan sepatunya di tempatnya , jika tidak maka ia akan kena oceh ibunya .


"Hiks hiks... hiks..."


Hana mendengar suara tangisan yang berasal dari kamar ibunya . Hana berlari , ke kamar ibunya .


"Bu ? ibu..." panggil hana


"Ceklek" Pintu kamar ibunya terbuka


"Sudah pulang na , dari mana saja nak ?" tanya ibunya hana


"Bu" hana memeluk ibunya


"Ibu di cariin warga , soalnya ibu gak pulng pulang" lanjut hana


Tangan ibu mengelus rambut hana , dan mencium kening anak nya .


"Maafin ibu ya na , udah buat hana cemasin ibu , ibu sayaang banget sama hana , na jangan bilang bilang ya kalau ibu malem ini dirumah" ucap ibu hana


"Kenapa bu , kasihan warga . Mereka sibuk mencari ibu" ucap hana


"Sayang nya ibu , nurut yah nak . Jangan bilang kalo ibu sudah pulang"


Ibunya hana berjalan kearah depan , dan mendekati kompor


"Hana sini sayang . Ibu masakin telur lagi yah" ucap ibunya


"Iya bu , bu ibu harum sekali" ucap hana


Tubuhnya yang mungil , mencium wangi tubuh ibunya . Ibunya berjongkok , mengimbangi tubuh hana .


"Suka tidak sama wanginya ?" tanya ibunya


Hana mengangguk angguk


"Asalamualaikum... hana , ini pak RT na.. tok tok tok"


"Hana keluar ya , tapi jangan bilang kalo ibu sudah pulang ya . Dan jangan bilang kalo ibu ada di dapur" ucap ibunya


"Ya bu"


Hana berjalan keluar , dan membukakan pintu untuk pak rt


"Krekkk. ..."


"Eh na , pulang kerumah pak rt yuk . Emang hana gak takut sendirian?" tanya pak RT


"Gak hana mau bobok dirumah aja" jawab hana


Pak rt , dan juga jondar saling berpandangan .


"Dek hana , tidur sama mas jondar aja yok , kan dirumah mas jordan ada wildan" ucap jondar juga membujuk hana


Hana geleng geleng.


"Sreng...sreng... ting"


Jondar dan pak rt saling menatap satu sama lain.. jondar meringis


"Na , hana sama siapa di rumah ?" tanya pak rt


"Sendirian" jawab hana


"Itu kaya ada yang masak na , kamu denger kan jon" tanya pak rt ke jondar


"Iya pak rt saya dengar" jawab jondar cepat berbarengan dengan anggukan mata jondar mengarahkan ke dalam rumah hana


"Hana sendiri pak rt . Itu kucing hana si cimoy" jawab hana


Pak rt dan jondar manggut manggut .


"Bener nih , hana mau bobo sendirian dirumah , kalo ada setan gimana ?" goda jondar


"Hana gak takut , kan ada Allah" jawab hana


"Yasudah lah kalo hana gak mau ikut , pak rt sama om jondar mau pamit pulang , nanti om jondar anterin makanan ya buat hana . Yasudah hati hati dirumah , di kunci ya rumahnya hana" ucap pk rt pamit kepada jondar


"Ting.. Ting..." suara sendok beradu dengan piring


" Yaudah ya hana , asslamualaikum" ucap pak rt


"Waalikumsalam" jawab hana


Hana menutup pintu , dan menemui ibunya .


Namun ibunya sudah tidak ada , dan hanya ada telur goreng .


"Bu , ibu dimana ?" tanya hana


"Huhuhuuuu.. hiks"


"Bu , ibu dimana...? tanya hana


Hana menghampiri arah suara tangisan ibunya .


Ibunya sedang duduk di belakang rumah . Gelap dan juga sunyi..


"Bu , ibu sedang apa ? Temenin hana makan yuk?" ucap hana gemetar


"Makanlah" jawab ibunya


Suara ibunya begitu serak , dan juga seperti membentak . Wajah ibu membalik ke arah hana , dia kaget ibunya melotot ke arahnya


"MAKANLAH... HABISKAN" suara serak ibu mengerikan


Hana mulai mundur , menjauh dari ibunya . Dia takut , tak biasanya ibu seperti ini . Hana mulai makan , hanya ada lauk , tak ada nasi . Hana masih lapar . Telur yang ibunya buat , masih mentah , kuningnya tidak matang merata .


"Srekk..srekk.. brak"


Pintu belakang tertutup , terdengar langkah kaki ibu , kaki ibu seperti terseret . Apakah kaki ibu baik baik saja . Tapi tak ada tanda tanda ibu akan ke depan . Kenapa langkah kaki nya berhenti .


"Bu" panggil hana


"Dak dak dak..."


Suara berisik benda yang di paku di pintu kamar ibu . Hana ingat , jika ibunya belum melewatinya , ketika ia sedang makan tadi .


"Tok tok tok... " hana mengetuk pintu kamar ibunya


"TIDURLAH" ucap ibunya hana masih dengan suara serak dan juga suara ibu begitu berbeda , akhir akhir ini ibu sering marah marah dengan hana .


Hana berlalu meninggalkan kamar ibunya , dan masuk kedalam kamarnya , kamar ibu nya dan hana berhadapan . Joko berjalan menuju kerumah hana , namun sebelum kesana , dia mau beli nasi goreng untuk dia makan .


"Prawan ayu kalimantan . Wes tak sayang sayang nyanti koyo wong kedanan , Asek asek tarek sesssss..... " mulut jondar tak henti henti nya bernyanyi


"Eh jon , tumben lu kesini . Bini lu kagak masak ape" ucap mang rusman ia adalah seorang penjual nasi goreng dan juga gorengan .


"Ah bisa aja lu boy , nasi goreng dua . satu dimakan.. satunya lagi dibungkus . Gua tunggu" ucap jondar


"Lah si wildan gak lu beliin . Biasanya lu beli tiga" tanya mang rusman.


"Buat hana boy , kasihan dia ditinggal pergi sama emak nye" ucap si jondar


Tangan nya mengambil rokok yang terselip di telinga nya .


"Emangnya kemana emaknya si hana , janda bohay itu ?" ucap mang rusman diiringi tawa nya yang khas


"Iya boy , udah dua hari ini dia ilang . Besok kita lakukan pencarian lagi" ucap jondar


"Yaudah ni nasi goreng nya . Sama gorengan nya , gua kasih 5 ribu dah grtis buat hana , salamin ya buat hana" ucap mang rusman dengan menyerahkan bungkusan plastik berwarna hitam .


Jondar mulai berjalan menyusuri jalanan . Jam sudah menunjukan pukul 21:00 wib , tetapi malam ini sangat berbeda , apa karena ia sendirian , jadi fikiran nya ke hal hal aneh . Ah sudah lah .


Jondar melewati aliran sungai , deras nya air sungai , membuat hawa semakin dingin . Rumah hana terletak di ujung , jauh oleh pemukiman warga lain . Dan juga harus melewati tempat pemancingan . Untung nya saja perjalanan jondar diterangi oleh lampu lampu jalan.


" Woi jon Mau kemana ? Malam malam gini" tanya warga yang sedang memancing


" Mau kerumah hana , ngasih nasi goreng"ucap jondar


"Waduh si jondar . Mau deketin mak nye hana haahha" ledek mereka


Jondar tak memperdulikan nya . Sesampainya di depan teras , ia seperti mencium bau busuk bangkai . Setelah dari busuk bangkai itu , Joko malah mencium bau sate..


"Wangi banget ni , malem malem gini enak nya emang makan sate" ucap jondar


Hidung nya yang menikmati harumnya sate , tiba tiba ia membungkam mulut nya sendiri menggunakan kedua tangan nya .


"Astaghfirulloh... Pait pait . Sayaa pait" ucap jondar ketakutan


"Tok tok tok... Tok.."


Jondar menoleh kanan , toleh kiri , hawa yang ia rasakan sangat dingin . Namun juga ia merasakan merinding , di segala tubuh nya . Jondar mengetok pintunya sekali lagi . Namun tidak kunjung di buka kan .


"Bukanya tadi sudah di beritahu pak rt , jika saya akan mengantarkan makanan" gumam jondar


"Prank..." Terdengar pecahan piring dari arah dalam .


"Astaghfirulloh... Ya allah... hana , hana... Kamu tidak apa apa nak ?" jondar sangat hawatir dengan keadaan hana .


Jondar mengintip di sela sela papan kayu rumah hana , yang sedikit longgar . Jadi jondar bisa melihat kearah dalam..


Di dekat kursi makan bagian dalam , terlihat kain putih terikat.. namun jondar belum jelas apa yang ia lihat . Ia menyipitkan kedua matanya , dan kain putih terikat itu bergerak . Jondar yakin jika itu hana .


"Hustt abay , heh... Hustt" bisik bisik jondar


"Dok dok dok dok..." jondar mengetuk papan nya .


Sontak kain putih terikat itu bergoyang goyang .


Dan semakin jondar mengetuk , semakin ia lebih cepat menggoyangkan nya .


"Heh bocah , jangan main main sama om jondar"


ucap jondar kesal


Karena tidak dibuka kan pintunya . Jondar berdiri , dan mengetuk pintunya lagi . Namun kali ini lampu ruang tamu di hidupkan . Alhamdulillah jika hana bangun . Jika ia bangun , jondar ingin minta dibuatkan kopi . Tapi... tidak juga dibuka kan lagi .


Tek.. lampu mati lagi . Hidup lagi . Mati lagi . Ketika lampu mati jondar mengintip lagi , siapa tau hana sedang menakutinya . Tek... lampu hidup , dan alangkah terkejutnya , ada sepasang mata yang juga melihat ke arahnya , dari dalam rumah .


Mata kami saling melihat satu sama lain . Mata itu hitam pekat... dan juga tercium bau sawo mateng .


jondar terjungkal ke belakang , dan berlari .


"Astaghfirullohhhh... Audzubillahiminassitonirrojimm... bissmillahirrohmanirrohim


Allahummalakasumtu wabika amantu... Setttttannnn" ucap jondar sendiri saking takutnya , jondar pingsan di dekat pemancingan .


Abay bangun ingin solat subuh ke masjid ,


Seperti biasanya , ia akan sekalian jalan jalan pagi . Agar badan tetap sehat . Biasanya ia akan berjalan dengan ibunya pergi ke masjid . Namun lampu rumah masih gelap . Hana fikir ibunya belum bangun . Hana mengetuk pintu kamar ibunya .


"Ceklek..." tidak di kunci .


Tek lampu kamar ibunya dihidupkan


"Bu , ibu dimana ?" tanya hana


Hana fikir jika ibunya sudah ke masjid duluan . Tapi jika ibunya sudah duluan ke masjid , maka hana tidak berani sendirian pergi ke masjid . Hana lebih baik solat dirumah . Air sudah di timba oleh ibunya . Dan selesai solat subuh hana tertidur di atas sajadah .


"Sreng... sreng ..."


Hana menggeliat , dia menndengar ibunya memasak . Hana berjalan ke dapur , namun tak ada ibu . Hana membuka tudung saji , terhidang kan sebuah telur mata sapi yang belum matang sempurna sama seperti maghrib kemarin .


Hana mengurungkan niat , untuk memakannya . Dia puasa saja hari ini . Hana bersiap siap berangkat ke sekolah . Pukul 06.00 wib hana berjalan sendirian , dan melihat tubuh seseorang yang tertutup daun daun bambu .


"Om jondar om.. bangun om" ucap hana


Tangan hana menggoyang goyangkan tubuh jondar . Akhirnya jondar membuka mata , namun pandangan nya kosong . Seperti orang linglung , ia duduk dan matanya kosong . Hana berlarii ingin meminta bantuan . Akhirnya hana sampai di depan rumah jondar .


"Wildan bapak mu tidur di tempat pemancingan" ucap hana


"Mah , bapak di pemancingan . Kata hana" teriak wildan kepadaa ibunya


Ibunya tergopoh gopoh mendekati hana dan wildan . Mendengar penuturan hana , si istri jondar berlari ke arah dimana suaminya duduk . Jondar dibawa oleh istrinya ke ustad , dan kata ustad jondar di tutup penglihatan nya oleh setan . Jondar habis melihat hal hal gaib .


"Maaf , anda menemukan suami anda dimana ?" tanya ustad


"Di dekat sungai pemancingan ustad" jawab istri jondar


Jondar masih saja diam , tapi si ustad telah memberikan satu botol air dan sudah di bacakan .


Sehabis sholat wajib , harus di basuhkan dan diminumkan . Kasihan jondar .


Pak rt melihat istrinya melamun di teras rumah ,


"Bu , mikirin apa si ?" ucap pak rt


"Gak pak , eh pak tadi malam ibu mimpi... di mimpi itu ibu ga boleh lagi ngasih makanan ke abay" ucap bu rt . Tatapan mata Bu rt begitu ketakutan


"Hem , siapa yang gak ngebolehin bu ?" ekspresi pak rt masih biasa saja


"Wedahh pak , dia sendiri yang bilang ke ibu .


Kalau ibu gak boleh ngasih makanan buat abay" jawab bu rt tidak kalah serius dengan wajah suaminya .


"Bu wedah ?" ucap pk rt belum percaya .


"Terus ibu enggak tanya sekarang bu wedah dimana ?" lanjut pk rt


"Mana ibu ingat pak , tapi pak , wedah masih memakai baju terakhir dia pakai , dan wajahnya pucat" ungkap bu rt


"Bu , bapak mau lanjut cari ya , sudah gak usah dipikirin , hanya mimpi" tukas pak rt


"Ia pak , hati hati .. semoga cepat ketemu ya pak" ucap bu rt


"Iya bu , bapak pamit . Asalamualaikum"


"Waalaikumsalam" jawab bu rt


Sudah banyak warga datang kediaman pak rt ,


dan warga warga sudah banyak yang datang untuk mencari bu wadah .


Bu rt masuk kedalam , dan warga memulai pencarian , tidak lupa polisi juga ikut turun ke TKP .


"Innalillahiwainnailaihirajiun... telah meninggalnya jondar bin bapak sukino yang beralamat tinggal di..."


Mendengar berita duka pencarian pak rt dan tetangga lain nya cukup pencarian . Warga sekitar masih tidak menyangka jika jondar akan meninggal begitu cepat . Pak rt lebih tidak percaya lagi , karena malam kemarin jondar masih sehat walafiat . Warga pulang kerumahnya masing masing .


"Pak , jondar mati pak" ucap bu rt ketakutan


"Iya bu , bapak gak nyangka padahal kemarin malam masih sehat sehat kerumah hana" Jawab pakrt


"Ayo pak cepetan . Ibu gak sabar" ucap bu rt


Warga sudah banyak yang berkumpul di kediaman jondar . Istri jondar tak henti hentinya menangis , dan menyalahkan kematian nya akibat hana anak sialan itu .


"Mana anak gak tahu diri itu hah ? Gara gara dia suami saya mati gak waras , mana bocah itu mau saya cekik" ucap istri jondar


Wanita wanita yang disamping istri jondar menenangkan istrinya . Sampai pemakaman selesai , hana tidak terlihat , terlihat rumah nya yang di ujung sana terlihat sangat sepi . Dan lampu didepan rumah nya juga sudah di hidupkan .


Artinya hana ada didalam rumahnya .


"Yon , temenin saya tempat hana" ucap pak rt


"Emm saya gak berani pak . Saya takut seperti pak jondar . mati seperti ini" jawab yon


Dari semua warga mereka tidak ada yang berani menemani pak rt .


"Ayo pak pulang" ajak bu rt


"Sebentar buk , buk temenin bapak yuk , tempat hana" ucap pak rt


"Ayok pak , ibuk juga mau liat keadaan hana .


Ini ibu dikasih besek juga . Buat hana aja" jawab bu rt


Pak rt berpamitan dengan istri jondar untuk pulang duluan . Dan pak rt diundang habis isya' untuk datang lagi kerumahnya untuk yasinan . Tiba di depan teras rumah hana , tiba tiba lampu ruang tamu mati . Dan terlihat dijendela seseorang wanita berjalan kearah belakang . Pak rt dan Bu rt saling pandang .


"Tok tok tok"


"Krekkk"


"Bu RT , pak RT , ada apa ya ?" tanya hana


"Hana udah makan belum nak ?" tanya bu rt


Hana diam saja


"Boleh bapak masuk ?" tanya pak rt


Hana seperti ketakutan , terlihat dari raut wajahnya jika dia takut .


"Hana saynag , ada apa nak ?" tanya bu rt


Hana menggeleng cepat . Lalu tiba tiba terdengar bisikan dari telinga hana


"CEPAT MASUK"


"Hana masuk dulu ya pak , buk" pamit hana


Ketika hana ingin menutup pintu , di hadang oleh pak rt . Pak rt masuk kedalam rumah hana


dan bu RT mencoba untuk melerai , karena hana tidak mengijinkan mereka masuk .


"Pak . Eh bapak" panggil bu rt


Disusul dibelakang pak rt masuk kedalam rumah hana . Pak rt, mulai masuk kedalam ruang tengah , terdapat gorengan telor yang benyek , seperti telor kemarin . Namun terdapat wajan , dan juga alat alat masak yang sering digunakan . Terlihat juga cangkang telur yang berserakan . Pak rt masuk kedalam kamar utama , yaitu kamar ibunya .


"Ceklek... brak" terdengar suara benda jatuh dari dalam kamar ibunya .


Bu rt merasa sudah tidak beres , dan mengajak suaminya untuk pulang . Tatapan hana berbeda.. dia seperti dikendalikan .


"Hentikan ... hana bilang hentikan" teriak hana


Pak rt mendekati hana , dan menatap matanya . Namun mata yang tadinya berbeda kini kembali seperti hana .


"Maafkan bapak rt ya . Buk kasih nasinya tadi" ucap pak rt


Bu rt menaruh bungkusan plastik itu di meja . Dan mereka berdua pamit pulang . Tanpa di duga ibunya sedang berdiri di pintu tengah .


"Ibu , maafkan hana" ucap hana ketakutan


Ibunya berjalan ke arah hana dan mencengkram pipi nya .


"Jangan diulangi" ucap ibu


Ibunya berjalan kearah meja makan , dan membawa bungkusan plastik itu ke semak semak .


"Bu jangan . Hana lapar" spontan hana mencegah ibunya


Ibunya berbalik badan dan menjerit


"Aaaahhhhhhhhh......"


Melempar bungkusan plastik itu tepat di depan hana . Nasi dan juga daging ayam tercecer di depan hana . Ibunya marah , dan berjalan kearah meja makan , mengambil telor tadi pagi... dan mencocolkan ke mulut hana . Hana menangis , dan hana mual .


"Uwekk... uwekkkkk...."


"HABISKAN SAYANG" ucap ibunya suaranya parau


Lalu setelah puas , ibunya berjalan kearah kamar nya dan menangis kembali . Seperti itu setiap hari .


Ketika hana ingin mendekati ibunya , ibunya lebih dulu tau jika hana ingin masuk kedalam kamar nya .


Hana tidak lagi berani memakan makanan yang dikasih oleh warga . Hana takut , ibunya juga tau jika hana dikasih makanan . Ibunya bilang jika ia menerima makanan dari mereka , hana tidak menghargai masakan ibunya .


Azan isya' berkumandang . Hana masih dikamar tak berani jika keluar kamar , karena kejadian tadi sore yang sudah membuat ibunya marah besar . Hana teringat kenangan kenangan ibu yang dulu , dulu ibunya baik tidak pernah membentak hana , tapi ibu sudah berubah . Ibu lebih jahat , dari ibu tiri yang suka hana lihat di tv tv .


"Sreng.... sreng.." terdengar suara wajan yang beradu dengan alat masak lain nya


Dan terdengar juga ibu sedang menyanyi , namun suara ibu berbeda , suara ibu bukan suara ibu yang lembut dan juga nyaman . Tapi suara ini serak dan juga mendayu dayu , sejak kapan ibunya bisa bahasa jawa . bukan nya ibu bukan orang jawa . Lantas itu suara siapa ? hana penasaran.. namun ia tidak berani jika harus keluar kamar .


Tok.. ibu mengetuk pintu kamar abay satu kali


"MAKANLAH SAYANG IBU" panggil ibunya


Hana keluar kamar , dan makan masakan ibunya .


Ibunya sudah 5 hari ini memakai baju yang sama .


Baju warna putih , dan juga rambut yang panjang . Dan rambut ibu juga sangat lusuh . Sudah seperti gimbal . Pernah suatu ketika hana sedang belajar di depan tv , namun tiba tiba ibu melewati hana dan duduk di depan hana , tatapan matanya kosong melihat hana . Bau keringat busuk sekali . Hana iseng dan bergurau menurut nya . Jika hana mengatakan dengan baik baik ibunya tidak akan pernah marah . Mata ibu masih sama , melihat ke wajah hana , namun tidak tahu apa yang ibu lihat .


"Bu , ibu berapa lama si gak mandi hehhe ?" tanya hana cengar cengir


Ibu masih menatap dengan tatapan kosong . Ibu mulai membenarkan dan coba menyisir rambut nya


"Kenapa dengan ibu nak ? Ibu tidak lagi cantik ya ?" ucap ibunya


Hana menggeleng cepat.. agar ibunya tidak marah


"Tidak bu , ibu cantik . Tapi badan ibu bau keringat" ucap hana


Tiba tiba mata yang tadinya kosong , mendadak berubah menjadi seperti singa yang menemukan mangsanya


"Kamu bilang ibu bau . Apa kau ingin mati hah ?" tiba tiba tangan ibunya mencekek leher hana dan hana sangat sulit bernapas


"A..ammpppun bu" Ucap abay terbata bata


Ibunya masuk kedalam kamar, dan menangis lagi .


Keesokan harinya hana berniat ingin meminta maaf kepada ibunya . Namun ibunya setiap pagi dan siang akan mengunci pintunya . Dan ketika maghrib tiba ibu akan keluar kamar . Setiap begitu setiap hari . Ketika menjelang azan maghrib , hana menunggu ibunya keluar kamar . Dan ingin mengasih coklat yang hana belikan waktu di sekolahan tadi .


Hana melihat ibunya sedang duduk di kursi makan .


Tangan nya sibuk mengelus elus rambut nya .


Sebenarnya hana takut , karena dari belakang hana tidak merasa nyaman lagi , tidak seperti dulu .


Dulu hana sangat betah jika berlama lama dekat ibunya . Namun sekarang , ibunya banyak menghindar kepada hana .


"Buk , hana punya coklat . Tapi coklat nya separo . Separo nya hana makan" ucap hana polos


Ibunya mulai menoleh ke suara hana . Dan menatap tajam kearah hana .


"Siapa yang bolehin kamu jajan hah ?" ucap ibu hana marah


Coklat yang ada ditangan hana di ambil , dan di masukan kedalam mejikom . Mejikom penuh dengan sampah sampah bekas telur .


Hana menangis.. dia bejongkok takut di pukul .


Namun ibunya berjalan kearah kompor dan memasak telur lagi untuk hana .


Hana heran kenapa selalu telur yang ibu masak , padahal dulu bisa di hitung telur itu tidak pernah setiap hari seperti ini . Karena memang harga telor mahal satu biji nya 2500 . Bisa dihitung dulu ibu masak telor dua minggu sekali . Tapi beda dengan sekarang . Hampir setiap malam ibunya memasakan nya . Jika siang tiba hana lebih baik beli kerupuk di warung . Untuk mengganjal perutnya yang lapar .


Ditempat lain...


"Wo , mayat si wedah udah di temuin belum yak ?" tanya roron


"Gak tau bos . Udahlah bos jangan nakutin . Udah malem ini . Gua pulang duluan ya bos . Bini gua bisa marah" ucap bowo meninggalkan roron sendirian di teras rumah nya..


bowo berjalan kaki , jarak antara rumah nya tidak begitu jauh sekitar 20 menit sampai rumah nya .


Diperjalanan bowo mengingat kelakuan bejatnya Dan tidak sengaja membunuh wedah . Waktu itu ia reflek menusuk perutnya menggunakan pisau .


bowo merinding , dia merasakan ada yang mengikutinya .


"Srekkk... hiks hiks"


bowk mengeluarkan handfone nya dan menyalakan senter hp nya .


"Srekkk"


"Suara apa malam malam gini . Mana sepi lagi" ucap bowo


Bowo toleh kanan toleh kiri , namun ia tak menemukan siapa siapa.. bowo melanjutkan perjalanan.. ketika bowo melewati jembatan penghubung kerumah nya , ia melihat bahwa di bawah jembatan ada wanita , sedang mencuci baju .


"Suit... Suit..." bowo bersiul siul


"Gak dingin neng , malem malem nyuci" ucap bowo


"Dingin bang . Sudah berapa hari ini di sungai terus , mana gak ada yang tau bang" ucap nya


"Boleh gak abang bantuin nyucinya ?" ucap bowo


"Boleh bang" ucap wanita itu


Wajah bowo kegirangan . Dia berfikir malam ini akan mendapatkan mangsa sendirian , tidak bagi bagi dengan roron . Bowo menuruni tanah yang licin , gelap gelap . Ia tak lagi takut . Dan tidak berpikir jernih , mana mungkin ada wanita cantik malam malam seeprti ini nyuci di kegelapan malam .


"Sini neng . Abang bilasin" ucap bowo


Bowo menyalakan senter hape nya agar mendapatkan cahaya , dan juga agar bisa melihat belahan dada wanita yang sedang berjongkok di depan nya .


"Abang ngeliatin apa bang , ini bang tolong bilaskan" ucap wanita itu


Bowo tidak sadar jika baju yang ia bilas ialah baju terakhir yang wedah pakai .


"Luntur ya neng . Kok warna merah bilasan nya" ucap bowo


"Hihihiii" tawa wanita itu membuat bulu kuduk bowo berdiri


"Iya bang luntur" ucap wanita itu


bowo mengingat sesuatu , jika baju ini... iya , baju yang dia pegang ini baju wedah . Seingat nya baju ini ia robek menjadi beberapa bagian . Dan benar , ketika bowo melebarkan bajunya terdapat robekan dimana mana . Ketika bowo melihat ke arah wanita tadi , ia sudah tidak ada , dan sudah berada di dibelakang nya .


"Po... p..ooocc.. pocoong" teriak bowo


Ketika bowo igin berlari , pocong itu meludahi bowo , dan dia terlempar ke aliran sungai yang deras , dan hanyut terbawa arus sungai yang sangat deras .


Warga ramai mendatangi rumah pak RT , karena istri bowo mengabarkan kehilangan suaminya . Warga berkumpul dan mulai saling membicarakan kehilangan bowo .


"Wedah saja belum ketemu , sekarang bowo" ucap warga


"Apa jangan jangan wedah itu sudah mati" ucap warga satunya


"Iya wedah itu sudah mati . Dia meneror desa kita .


Kemarin jondar . Sekarang bowo hilang gitu saja" ucap warga lain


"Sudah sudah" lerai pak rt


"Pak rt , bagaimana ini . Suami sayaa pak... terakhir kalinya dia kerumah kang roron , setelah saya telpon kang roron ia bilang jika bang bowo sudah pamit pulang" jelas istri bowo


Roron datang dengan anak nya tejo


"Trek trekktektek.." suara motor roron


" Pak rt , si bowo kenapa bisa hilang pak . Padahal tadi malam dia habis dari rumah saya" ucap roron


"Turunlah ron , duduk sini jelaskan , jangan tergesa gesa" ucap pak rt


Warga bergerumbul.. dan warga lain nya mulai mendengarkan cerita dari roron . 3 warga menyusuri jalan yang dilalui bowo . Salah satu warga menemukan hendfone bowo yang berada di atas jembatan , dan senter hp nya masih menyala .


Mereka ber tiga kembali ke rumah pak RT . Dan memberikan handfone yang mereka temukan .


Istri bowo semakin menangis . Dan sering nya pingsan . Warga mulai mencari tubuh bowo .


"Sepertinya bowo hanyut pak" ucap warga


"Mana mungkin bowo malam malam ke bawah jembatan ini" ucap warga satunya lagi


"Bisa saja kan.. atau bowo mencari ikan" ucap warga


"Sudah sudah jangan berantem . Lebih baik kita telusuri pinggiran sungai ini" ucap pak rt


"Maaf sebelum nya pak rt , ada warga seberang yang mengatakan jika aliran sungai ini mengarah ke sungai seberang pastinya bowo tidak akan selamat pak , karena di daerah mereka terdapat buaya di penghujung sana" ucap warga


"Astaghfirulloh.." ucap warga setempat


"Lebih baik kita cukupkan dulu pencarian kita .


Sekarang kita kembali kerumah saya , dan bicarakan pelan pelan dengan istrinya bowo" ucap pak rt


Mendengarnya kehilangan bowo , roron menjadi khawatir . Jika benar adanya kalau wedah yang sudah mencelakai bowo , bisa jadi , sekarang adalah giliran roron . Roron mondar mandir di ruang tamu . Lalu istrinya menghampiri nya .


"Bang , aku sama tejo mau ke rumah ibu . Ibu sakit" ucap istri roron


"Salam ke ibu . Maaf bapak gabisa nganter . Besok mau menagih uang sewa an" ucap roron


Roron mencium kening istrinya dan mencium kedua pipi tejo . Diperjalanan istri roron melihat ada wanita sedang berjalan mengarah ke arah rumahnya . Namun ia tidak peduli , mungkin orang yang mau membayar angsuran . Dikarenakan terburu buru , niatnya ingin menanyakan di urungkan .


Wedah mendekati rumah roron.. saat itu tiba tiba mati lampu . Padahal roron merasa jika lampu tetangga nya pada hidup . Roron tak mau gegabah , jangan jangan ada yang iseng matiin saklar , roron bersembunyi di bawah meja . Roron mendengar langkah seseorang di depan nya .


"Bang roron" ucap suara wanita


Keluar keringat dingin membasahi wajah roron


"Hihihiiiii...... KAU AKAN MENYUSUL NURMAN HIHIHIII..." ucap nya saat itu


Roron masih berdiam di bawah meja , tiba tiba roron merasakan jika tangan nya seperti di pegang oleh seseorang . Tangan nya dingin , dingin seperti es . Roron berlari ke kamar nya , dan wanita itu , menggedor gedor pintunya . Tiba tiba hening .


"Pak , bapak... Bangun pak . Bapak mimpi apa sih ?" ucap istrinya roron


"Hah , bapak mimpi buk . Bapak belum mati kan ?" tanya roron


"Istighfar pak , nih minum nya . Makannya kalo habis Maghrib jangan tidur pak . Mimpi buruk kan" ucap istrinya


"Mau kemana bu ? Kok sudah rapi" tanya roron


"Mau kerumah ibu pak , ibu sakit" jawab istri roron


Roron mengingat ingat jika kata katanya ini sama persis yang ada dalam mimpi nya


"Bapak ikut buk" ucap roron


"Loh bukannya bapak tadi bilang kalo bapak harus nagihin sewaan orang orang ya . Aneh si bapak" jawab istrinya bingung..


"Ah terserah , bapak mau ikut . Ini kaya mimpi bapak barusan buk . Klao bapak gak ikut , bapak bakalan mati" ucapnya serius


"Ngawur bapak ini . Siapa juga yang mau bunuh bapak . Wong bapak aja serem . Palingan malaikat Izrail yang berani smaa bapak" jawab istrinya


"Ah sudah diam bu , ayok berangkat" ucap roron


Diluar rumah terparkir mobil milik roron , dan sudah ada supir roron . Namanya nurdin .

__ADS_1


"Ayok mang nur , jalan keburu malam" ucap roron


"Ayo tejo sayang cepet" ucap istri roron


"Bu , didepan sana nanti kita akan ketemu wanita bu" ucap roron


Istri roron menggeleng geleng . Apa yang di bicarakan suami nya ini . Gara gara tidur sore jadi seperti orang gila . Roron dan yang di dalam mobil melihat wanita berbaju gamis kuning sedang berjalan . Dan ketika mobil di dekat nya ia menoleh ke arah roron .


"Siapa itu pak ?" tanya istri roron


"Gak tau buk . sudah diam fokus saja" ucap roron gemetar .


Terdapat isu isu jika mayat bowo dan wedah tidak ketemu . Polisi juga sudah mencari dimana mana tidak juga menemukan wedah .


Seminggu berlalu..


Ada 5 orang warga setempat , sedang memancing... namun kali ini mereka memancing tidak seperti biasa nya . Ketika angin berhembus bau busuk bangkai sangat menyengat , warga inisiatif membersihkan sampah sampah yang ada di sungai ini . Mereka semua tidak mau jika tempat ini tercemar .Padahal sudah tertulis di papan


"DILARANG MEMBUANG SAMPAH DISINI"


Tapi masih saja ada yang membuang nya . Keesokan pagi nya beberapa warga pergi ke tempat pembuangan sampah , dan mereka turun tangan sendiri . Mereka membuang smapah ini di karung dan di setorkan ke mobil pengangkut sampah yang akan datang setiap seminggu 2 kali . Yaitu hari senin dan jumat . Kebetulan ini hari jumat , jadi mereka istirahat sebentar ketika sudah masuk waktu solat jumat . Bagian yang terdapat mayat wedah belum di bersihkan .


"Aduh lapar" ucap hana


Hana memegangi perutnya yang berbunyi saja . Hana mengetuk pintu ibunya , jika dia izin keluar ingin membeli mie . Hana mempunyai uang karena dia mendapat donasi bantuan dari warga sekitar . Ada pula yang dengan baik hati mengasih makanan untuk hana . Tapi tidak segan segan makanan itu akan hilang . Jika hana menaruh nya di meja makan . Hana mengetok ngetok pintu kamar ibunya namun tidak ada sahutan . Hana berjalan dan kewarung.


"Eh Adek hana , mau beli apa ?" jawab ibu ros pemilik warung


"Beli mie nya dua" Ucap hana


Bu ros mengambilkan mie kuah untuk hana


"Ini bu ros uangnya" hana menyodorkan uang 5 ribu


"Tidak usah sayaang . Ibu mau bersedekah" ucap bu ros


Tapi hana tidak mau jika bu ros menolak uang nya . Bu ros bersikukuh tidak akan menerima uang hana . Bu ros kasian dengan hana


"Bu ros terima ya uang nya . Nanti ibu hana marah kalo hana kelamaan di sini" ucap hana


Hana keceplosan.. ibunya bilang jangan beritahu


"Ibu hana . Ibu hana udah pulang ?" tanya bu ros


Hana mengangguk


"Tapi jangan bilangin ke yang lain ya bu . Ibu hana bilang jangan dikasih tau siapa siapa" ucap hana ketakutan


"Iya hana . Tapi kasian warga warga , mereka sudah sibuk mencari ibumu , tapi tidak memberitahu kami semua" ucap bu ros


"Maaf bu . Ini maunya ibu hana" jawab hana


"Yasudah ibu ros mau lihat ibumu . Ibu ros janji gak akan ngomong ke siapa siapa deh" ucap ibu ros


Abay mengangguk tanda setuju . Ibu ros kedalam rumah dan mengunci warung nya


"Ayo bu masuk" ucap hana


Hana mempersilahkan ibu ros masuk kedalam . Sedangkan hana masuk kedalam .


Warga melanjutkan mengumpulkan sampah sampah . Ketika warga ingin mengangkat sampah karung yang buntalan sangat besar mereka kewalahan . Karena karung itu sangat berat .


"Heh met , bantuin sayaa ni . Sampah nya berat banget" Ucap warga


"He eh , berat banget . Gimana gak berat orang ada Tunggul nya . Yaudah ancang ancang 1 2 3 angkat" ucap warga


"Byarrrr" Karung itu hancur , karena lama di air .


Tangan kepala... Bagian tubuh banyak yang tercecer .


"Manusia.... mayatttt tolong hey.. ambil jaring" ucap salah satu warga


Warga yang lain nya mengumpul , mereka memakai jaring karena aliran sungai cukup deras , mereka tidak mau jika ada organ tubuh yang hanyut .


"Huekkk huekkk"


Warga berhamburan ....


"Jaring nya tarok sini . Kalian berdua panggil pak rt , sedangkan kamu tolong ke kantor polisi cepat" ucap warga setempat


Warga lain ingin melihat mayat siapa ini ,


mayat wanita , berambut panjang . Dan badan gemuk . Wajah si mayat menghadap ke tanah , warga belum berani membalikan badan si mayat .


Mereka semua menutup hidung mereka , lalat hijau berterbangan di mana mana .


"Pantas saja akhir akhir ini busuk bangkai . ternyata ada bangkai manusia" ucap warga


"Ah iya bener kamu sup , aku juga setiap mau ke ladang selalu mencium bau bangkai" timpal warga lain


"Tega sekali yang sudah membunuh wanita ini . Badan nya bengkak akibat sudah membusuk... huekk..." ucap warga lain


Terlihat dari kejauhan , pak rt dan juga bu rt , kepala Kadus juga ikut datang ke TKP .


"Astaghfirulloh....." ucap pk rt


Bu rt tidak tahan dengan busuk nya , ia muntah .


Dan agak sedikit menjauh


"Bagaimana ini pak , apa yang akan kita lakukan ?" ucap warga 1


"Sabar , kita tunggu polisi saja dulu . Ini masalah serius" ucap pak rt


"Wedaahhh..." teriak bu rt


"Hust , ibuk . Jangan asal bicara . Badan wedah tidak gemuk seperti ini" ucap pak rt


"Itu pak , itu ikat rambut ibu , kemarin ikat rambut wedah tercemplung di WC pak , terus ibu kasih ikat rambut itu" jelas bu rt


Semua orang yang berada di tempat syok mendengar penuturan dari bu rt . Akhirnya kepolisian datang , dan melihat jasad korban .


Polisi mengangkat jenazah tersebut , dan membalikan badan . Dan terlihat pemandangan yang sangat menyedihkan . Perut tertusuk tunggul , mata melotot , mata yang menggambarkan begitu sakit nya yang ia rasakan , dan mulut yang menganga .


"Huekkk"


Warga tak sanggup berada di dekat jasad . Kepolisian akan menindak lanjuti masalah ini . Wajah korban masih jelas , dan pakaian korban juga tidak mereka temukan . Jadi sulit menemukan pelaku . Tapi polisi akan berusaha semampu mereka . Jasad wedah di bawa ke rumah sakit . Akan di lakukan otopsi .


"Tunggu sebentar pak , bu , masalah ini serius . Jadi saya mohon . Jagan ada yang memberitahukan kepada hana soal masalah ini . Sayaa takut mental nya terganggu" ucap pak rt


Warga lain setuju . mereka semua kembali kerumah masing masing . Dan warga yang membersihkan tempat tadi kembali memungut sampah nya . Salah satu warga menemukan jari kelingking korban yang menyangkut di karung . Mereka menemukan potongan potongan kecil tubuh korban .


"TERIMAKASIH" terdengar suara bisikan dan mereka semua mendengarnya .


"Bu ros , sebenarnya ibu cuma mau keluar ketika azan maghrib nanti bu" ucap hana


"Kenapa ?" tanya bu ros


Hana geleng geleng.... Ibu ros berinisiatif memasakan untuk hana dan ibunya . Hana sennag karena ada ibu ros .


"Hana setiap hari makan apa sayaang ?" tanya bu ros


Tangan bu ros lincah membuka lemari lemari , namun bu ros tidak menemukan 1 pun sayuran . ataupun makanan .


"Ibu nyari apa ?" ucap hana


"Hana biasanya sayur apa ? Kok gak ada sayuran ?" tanya bu ros


"Biasanya ibu gorengin telor buat hana bu" ucap hana


Ibu ros pamit kerumah , ingin mengambil sayuran untuk anak ini . Ibu ros kasihan , semakin hari tubuh hana hanya tulang . Seperti anak kurang gizi . Jika memang hana makan telor pasti dia akan tumbuh sehat , dan bertenaga . Bu ros masuk kedalam rumah nya dan mengambil sebagian sayuran yang dia jual .


"Loh bun , mau kemana bawa sayur banyak banget" ucap suami ibu ros


"Buat hana pak . Kasian masa setiap hari ibunya masak telor saja . Bapak bisa liat kan tadi... Tubuhnya kering kurus tulang semua" ucap bu ros


"Maksud nya bu wedah ?" tanya suami bu ros


Bu ros mengangguk .


"Yaudah ibu mau kerumah nya hana sebentar . Masakin buat bu wedah dan hana" ucap bu ros pergi meninggalkan suaminya yang masih bingung di buat istrinya .


"Asslamualaikum na , ibu ros bawain sayur asem sama tempe" ucap bu ros


Tak terasa waktu menunjukan pukul 06 .00 wib . Bu ros menunggu kedatangan bu wedah diruang tamu . Sedangkan hana ia sedang mandi di sungai .


"Kreakkkkk.... brakkk" terdengar bantingan pintu dari kamar bu wedah


Bu ros merasakan jantung nya akan copot , dia takut . Padahal ia sering bertemu bu wedah .


"Prankkk...." terdengar suara piring pecah . Dan terdengar langkah kaki terseret ke arah bu ros .


Entah kenapa kaki bu ros terasa susah di gerakan , dan juga mulut nya seperti terkunci .


"Hahahahahhaahhaaa" terdengar tawa dari ruang tengah


"Srekkk" terdengar juga kursi di tarik .


Ros merasa jika kedatangan nya dirumah nya ini tidak di ketahui oleh wedah . Tapi kenapa wedah berbeda .


"Ya Allah... ada apa dengan wedah , ya Allah lindungi hamba... bapakkkk tolongin ibu pak" gumam bu ros


Tidak sengaja bu ros menjatuhkan hendfone nya yang ada di genggaman nya .


"Hana ?" panggil wedah


Bu ros harus siap siap jika wedah mengetahui ada dia disana . Benar dugaan ku.. wedah mengetahui aku duduk di ruang tamu . Wajahnya datar dan tidak ada ekspresi sama sekali . Biasa nya jika bertemu bu ros ia akan senyum ramah kepdanya .


"Siapa kamu ?" ucapnya datar tanpa senyum


"Kamu lupa... wedah , saya ros" ucap bu ros


Hana berlari memasuki rumah.. bisa di lihat wajahnya begitu ketakutan , mendapati ibunya yang sedang berdiri menatap bu ros .


"Ibuuuu" panggil hana


Bu wedah menengok kearah hana... dan juga sama seperti awal , tidak ada ekspresi...


"Masuk kamar" perintah ibunya


"Ibu ros.. ibu pulang saja ya" ucap hana


"Taa..pp..ii" ucap bu ros terbata bata


Dan saat menjawab perintah hana , wajah wedah kembali menoleh kearah bu ros . Bu ros langsung pamit , dan hana langsung menutup pintu . Bu wedah mencekek leher hana , dan menyeret nya ke dapur . Hana kaget , melihat masakan bu Ros sudah tercecer di bawah . Hana pun menangis...


"Siapa yang menyuruh mu membawa mereka" ucap ibu


"Ti ti.. tidak bu... huhuuu" ucap hana sesenggukan


"Maafkan hana bu" lanjutnya


"Prankkk.... ceterrrrr" ibunya memecahkan piring piring yang ada di rak .


"Ibu akan membunuh manusia yang sudah melecehkan ibu , hhiiiihiii" ucap ibunya


Hana bingung... Membunuh siapa maksud ibu .


"Ibu hana lapar , kenapa ibu buang masakan bu ros bu" ucap hana sambil memungut ikan yang ada di bawah


"Ibu gorengkan telur" ucap ibunya


"Sreng"


Hana bingung , perasaan tadi bu ros mencari telur tidak ada . Tapi kenapa sekarang ada .


"Pakkkkk.... bukaa pakkkkk" ucap bu ros tergesa gesa


"Dok dok dok" napas bu ros tak beraturan


"Apa apa an si bu , heh kamu kenapa bu ?" tanya suami bu ros


"Huh huh huh" nafas bu ros tersenggal senggal...


suami bu ros memberikan air putih


"Pak tau tidak , bu wedah hilang ingatan pak . Dia tidak mengenali ibu" ucap nya dengan napas yang masih ngos ngos an


Suami Bu ros bingung , istrinya ngelantur atau bagaimana . Jelas jelas tadi dia meliihat dengan mata kepala nya sendiri , bahwa wedah di temukan di sungai .


"Ngelindur ya ibu . Bapak bingung dari tadi sama ibu . Tadi bawa sayuran , bilangnya mau masakin wedah sama hana .sedangkan wedah sudah mati buk" ucap suami


"Ngaco kamu pak . Jelas jelas tadi ibu ketemu sama bu wedah di rumahnya" ucap bu ros tak mau kalah


Suami bu ros mengalah , apa mungkin istrinya ini sedang kelelahan . Lalu suami bu ros duduk di teras rumah.. Habis isya' nanti dia akan kerumah pak RT .


Dia akan mengajak pak RT kerumah hana


"Bu , bapak mau kerumah pak RT dulu ya" pamit suami bu ros


"Hati hati pak" ucap bu ros


Bu ros sendirian dirumah , dia sedang memasak , untuk makan malam bersama suaminya


"Brak..."


"Udah pulang pak , kalo nutup pintu pelan pelan to pak , kalo rusak beli lagi nanti" ucap bu ros


"Pak ?" lanjut nya


Bu ros mengecek kedepan.. namun tidak ada siapa siapa . Kemana kah suaminya . Apa ia langsung ke kamar , gak biasanya . Bu ros kembali memasak , namun alangkah kaget nya ia melihat wanita dengan baju putih panjang sedang memasak sayur yang sedang dia masak . Dan juga ia melihat wanita itu sedang meludahi makanan nya .


Lalu tiba tiba dia menoleh . Dengan senyum menyeringai .


"Wedah , apa yang kamu lakukan . kamu yang masuk tadi ?" tanya bu ros


Bu ros sedikit lega , karena memang dia tadi mendengar pintu di geprak .


Wedah mengambil pisau , dia kira dia akan mengiris bumbu , namun tak disangka wedah menusuk punggung bu ros dengan beberapa tusukan ...


"Hihihiiiii.... jika kau tidak mau di usik , jangan usil hihihiii" kata kata itu yang keluar dari mulut wedah


Bu ros merasakan sakit yang sangat luar biasa . dia mengambil handfone nya yang ada di kantong baju nya , segera menghubungi suaminya .


"Ahh.. sakit ya Allah , kuatkan hamba huh huh arrghh.. angkat pak... angkat... ahh ah" bu ros menahan sakit segala tubuh nya


Pisau itu masih tertancap di punggung bu ros . Akhirnya bu ros tidak sadarkan lagi . Dirumah pak rt , suami bu ros yang bernama marta pun belum menyadari jika istrinya menelpon terus menerus.


Ia masih asyik mengobrol . Pak marta dan pak rt berangakat kerumah hana menggunakan sepeda motor pak rt .


"Pak stop dulu pak , pintu rumah saya terbuka" ucap pak martha


Pak rt , dan suami bu ros pun mampir terlebih dahulu ke rumah pak martha .


"Buk" panggil pak martha


Pak rt menunggu di luar rumah . Pak rt mencium bau gosong dari dalam rumah martha , dan ia langsung masuk kerumah .


"Marta , ini istri mu.... berdarah" ucap pak rt


"Buk , bu bangun buk" ucap suaminya


Pak martha memeluk jasat istrinya.. pak rt menelpon polisi . Pak rt yakin , ini pembunuhan ...


"Jangan hubungi polisi dulu pak... ini kematian tidak wajar.. Jika kemarin wedah dibunuh dan di buang.. terus bowo menghilang tanpa ada jasat , lalu jordan yang meninggal secara tidak wajar pak .


Kita pakai cara lain pak" ucap suami bu ros


"Maksud kamu apa mar ?" tanya pak rt


"Kita kedukun saja pak , desa kita ini ga aman" ucap martha


Pak RT setuju. Besok pagi selesai pemakaman mereka akan kedukun seberang . Warga berdatangan melayat bu ros .


"Eh buk , kampung kita ini kena kutukan sepertinya" ucap ibu ibu


"Iya... bener . Semua warga bisa bisa mati mendadak , mana matinya serem" ucap ibu lain


"Amit amit deh , udah kaya psikopat buk" timpal ibu lain nya


"Serem ah . Udah aku ga mau ngmongin orang mati . Takut nya dia denger kita ngomong apa . Terus giliran kita" ucap ibu satunya


Mereka semua bergidik ngeri .


Keesokan pagi nya , selesai pemakaman.. pak martha melihat hana sedang jalan kearah warung nya .


"Pak , mau beli kerupuk" ucap hana


Pak martha mengambilkan kerupuk nya , pak martha ingat almarhumah istrinya pernah berkata , jika hana membeli jangan terima uang nya ia anak yatim piatu . Jadi harus baik kepada nya . Hana menyerahkan uang 2000 dengan recehan 500 perak .


"Jangan na , tabung saja ya . Oh ya leher kamu kenapa na , kok bisa biru gitu" tanya pak marta


"Gak papa pak.. pak terima uang hana ya" ucap hana


"Ambil saja nak . Sebentar nak . Tunggu sini ya" ucap pak marta


Pak Marta jalan kedalam rumah , ia mengambilkan tiga potong daging untuk hana .


"Apa ini pak , Wahhhhh asikkk makan daging" ucap nya senang


Pak marta pun ikut senang , melihat hana bahagia


"Makasih ya pak , pasti ibu sangat senang" ucapnya berlalu meninggalkan pak marta


"Ibu , ya Allah kasihan sekali dia ya Allah . Dia masih menganggap bahwa ibunya masih ada" ucap pak marta


Pada malam itu bu wedah sedang duduk di teras rumah . Tengah malam... Pukul 01:00 . Ketika semua manusia sudah tertidur lelap , namun beda dengan wedah . Ia bersenandung ...


Istri jondar bangun , sebut saja istri jondar bernama lastri . lastri kebelet pipis , namun , Kamar mandi lastri berada di belakang rumah nya . Rumah wedah menghadap kerumah lastri , jadi ketika lastri ingin keluar kamar mandi bisa langsung melihat kearah rumah wedah .


Gerimis menerpa , angin berhembus kencang , membuat lastri enggan untuk beranjak dari kamar nya . Namun ia sungguh sangat ingin buang air kecil . Ia beranjak ke kamar mandi , lastri mencari caping untuk menutup kepala nya .


Rintik hujan.. dan juga gelap nya penerangan..


Membuat lastri merinding.. angin yang berhembus cukup kuat . Ia mulai melangkah kan kaki nya ke kamar mandi . Lastri mengambil air di bak yang sudah di isi oleh air hujan . Ketika mengambil air itu , lastri melihat ada wanita yang sedang duduk di depan rumah hana . Mata lastri menyipit , memastikan yang ia lihat ini benar benar manusia apa bukan . Malam malam seperti ini , mengapa ada manusia disana . Siapa gerangan ? lastri bertanya tanya .Ia menuntaskan haajat nya.. lalu kembali melihat ke arah manusia tadi . Namun manusia yang ia lihat tadi sudah tidak ada .


"Ahh mungkin warga berteduh , berfikir positif positip..." gumam nya


"Kretek... tek" Terdengar ranting ranting terpijak oleh seseorang . Lastri menoleh kearah suara nya...


ia mengarahkan senter nya kearah suara nya .


"Trekktektek..." lastri menoleh cepat...


"Siapa disana...? jangan berani nya disana . Ayo keluar " ucap nya lantang


Sebenar nya lastri cukup penakut dulu nya , namun sejak di tinggal oleh jondar suami nya , ia mendadak menjadi pemberani .


"Srekk..." Suara itu semakin dekat.. lastri keluar dari kamar mandi nya... dan memutarkan badan nya... matanya menyusuri halaman setempat .


"Deg..." lastri kaget , melihat manusia itu sudah ada lagi di depan rumah hana .


Sekarang ia melihat kearah lastri , dia wanita . Lastri melihat nya... ia berjalan.. iidak...ia tidak berjalan.. ia tidak menapak... dia terbang..


Wanita itu mau kemana ? hati lastri bertanya tanya.. jika itu warga sekitar , mengapa malam malam begini ada disana , dengan keadaan hujan seperti ini .


Sepertinya wanita itu menuju ke arah rumah Lastri.. ia mulai berjalan ke arah nya . Wanita itu melambaikan tangan nya kearah lastri . Lastri berlari kedalam rumah .


"Brag..." lastri menutup pintu dengan kuat


"Huh huh huh . Ya Allah itu apa , manusia atau setan . Atau bisa jadi orang gila" lastri bergidik ngeri


Rumah lastri terbuat dari anyaman bambu.. setiap dinding nya terbuat dari bambu.. di anyam menjadi model yang bagus .


"Tek.. tek.. kreket kreket..." terdengar suara kaki seseorang sedang menginjak lantai depan rumah lastri . Lantai rumah lastri juga bambu , jadi jika ada yang menginjak nya akan terdengar suara "kreket.. kreket.." suara itu terdengar lagi . Lastri masih nyumput di bagian pintu menuju kamar nya . Sepertinya seseorang yang sedang di depan rumah nya itu , sedang mondar mandir .


"Kriet..... tok tok" ketukan pintu sekarang terdengar .


Keringat dingin membanjiri tubuh lastri .


" Ya Allah , lindungi aku ya Allah . Kang jondar.... lastri takut . huhuuu" ucap lastri lirih


Sepertinya suara nya sudah tidak ada lagi . Lastri seperti mendengar sesuatu di atas atab rumah nya . Lastri melihat kearah atas..


"Klinting klinting..." seperti seseorang yang sedang melempar batu krikil ke genteng nya .


Lastri semakin ketakutan , ia juga mendengar seperti ada helikopter... seperti ada yang terbang mengitari rumah nya .


"klinting... klinting" terdengar lagi suara seseorang melempari rumah nya .


"Dok..." jendela kamar wildan di gedor . Buru buru lastri membuka kamar anak nya . Anak nya sudah bangun.... dengan keadaan yang belum sadar dari tidur nya .


"Bugh... srekkk..."


"Astaghfirullohaladzim... sayang anak ibu . Baca doa ayat kursi sayang dalam hati ya nak . Fokus sayang... jangan dengarkan. ... suara suara itu" ucap lastri ke wildan anak nya


Sekarang suara itu terdengar di lantai kamar lastri .


Lantai yang terbuat dari bambu itu tiba tiba di gedor dari seseorang dari bawah .


"Bug bug bug...."


Lastri dan wildan tak henti hentinya berdoa . Hujan semakin lebat . Sebenarnya siapa yang mengganggu nya .


"Bragh...."


"Deg..." jantung lastri hampir copot . Lastri lari ke depan pintu . Menengok ke arah pintu belakang . Masih terganjal... lastri mengira jika pintu belakang yang terbuka .


"Bragh.. bragh... bragh.."


"Ibu.... wildan takut huuuu" ucap wildan menangis sesenggukan


Suara berisik itu ada di kamar wildan . Yah .. jendela kamar wildan telah terbuka . Lastri pasrah , jika harus ia yang harus mati .


"Sayang.. anak ibu . Kamu lari ya ke rumah pak RT . Jika memang ada orang jahat yang ingin menyelakai kita ya nak" ucap lastri mengusap kedua pipi anak nya . Wildan pun menangis..


"Ga..akk.. wi..wiil..daann gak ma..au buk" ucap wildan terbata bata dan nafas nya yang sesak akibat lama menangis .


"Berdoa nak... semoga teror ini cepat usai" Ucap ibunya


Wildan mengangguk .


Karena kamar wildan dan ibunya bersampingan ...


jadi ibu nya bisa melihat jika jendela kamar wildan terbuka . Diterpa angin ia menjadi buka dan tutup.. dan menimbulkan suara keras . Ketika lastri mengintip.. terdapat sepasang mata yang juga melihat kearah nya.. matanya hitam wajah putih pucat dan darah yang keluar dari mulut nya... lastri syok ia terjatuh dari berdiri nya... dan pingsan....


Wildan bingung , ia harus bagaimana.. ibunya pingsan . Hujan semakin deras... dan angin sepoi sepoi


"Bu , bangunnnn wildan takut" ucap wildan menangis


Wildan mengintip sedikit , disamping pintu


Tidak ada apa apa , di jendela . Tapi kenapa ibu nya pingsan .


"Bugh... bugh.. hihihiiiii....hiiiii" Terdengar suara cekikikan di bawah lantai .


"Huekkk..." wilda mencium busuk bangkai... bau itu sangat menyengat.. suara cekikikan itu masih ada . Dan wildan menggoyang goyangkan badan ibu nya . Wildan mengambil jaket dan ingin berlari . Ia mengambil senter yang ada di gantungan pintu .


Wildan pelan pelan membuka pintu belakang . Suara cekikan gedor gedor itu ada di kamar nya . Jadi ia bisa lewat belakang.. dan lari meminta bantuan .


Malam itu , hujan lebat dan juga angin cukup kencang . Jam sudah menunjukan pukul 2 pagi . Suara ayam berkokok.. wildan pelan pelan . Keluar dari rumah nya . Ia melangkah ke kamar mandi.. sementara ia ingin memakai sendal , dan ia akan berlari menyusuri ilalang.. yang sangat lebat dan tinggi . Tubuh kurus dan kecil nya dapat cepat lari , meminta bantuan kerumah pak RT . Rumah pak RT cukup jauh.. memerlukan waktu 30 menit.. untuk sampai kerumahnya .


"Hihihiiiii......" suara cekikikan itu terdengar lagi, wildan was was.. mata nya menatap lurus


ia merasa jika ada yang mengikuti nya..


"Hushh.. hushh.. hushh...." wildan berlari lalu berjalan lagi , berlari lagi . Nafas nya tak beraturan , ia harus cepat sampai kerumah pak rt . Ia yakin jika Allah bersama nya . ..


"Wushhh...."


"Deg" wildan merasakan di atas nya , ada sesuatu... wildan mendongak kan wajah nya...


"Hihihiiiii" wanita itu menyeringai dan bercekikikan.... di atas wildan


Kaki wildan lemas , badan nya gemetar...


Hujan semakin lebat.. petir menyambar nyambar... wildan hilang kesadaran.. wildan terjatuh di dalam ilalang .


Terlihat warga yang sedang mencari rumput untuk kambing , melihat tubuh wildan dan membawa nya kerumah nya . 10 menit di bawa kerumah nya . wildan tersadar..


"Hantuuu...hantu..." ucap wildan . Badan nya meringkuk ketakutan


"Hey.. nak jangan takut saya agus . Saya ustad agus.. marbot di masjid ini" ustad memberikan air putih


Wildan meneguk nya hingga habis . Ustad agus menggeleng dan merasa kasihan. .


"Siapa nama mu nak ?" tanya ustad


"Saya wildan" ucap nya


"Coba ceritakan bagaimana kamu bisa disana ?" tanya pak ustad


Wildan menceritakan pengalaman nya.. dan pak ustad berinisiatif mengantarkan wildan kerumah nya . Jika tidak di antarkan , pasti ibunya sedang menunggunya . Pak ustad mengantarkan Wildan .. 1 jam perjalanan , wildan telah sampai dirumahnya , wildan berjalan terlebih dahulu , dan rumah sangat ramai . Ibunya berlari dan memeluk wildan .


"Kau siapa ?" tanya lastri


"Pak ustad yang menolong wildan bu . Wildan juga di kejar setan itu bu tadi malam . Wildan terjatuh dan pingsan di rumput rumputan sana" ucap wildan


"Terimakasih pak ustad . Mari masuk... sayaa jelaskan semu nya . Semoga anda bisa membantu keluarga saya" ucap lastri


Pak ustad mengikuti dari belakang . Didalam rumah sudah ada pak ustad , pak rt , lastri dan wildan . Lastri menceritakan jika rumahnya tadi malam di teror . Pak ustad memberikan amalan untuk di amalkan selesai sholat , dan jika sudah taburi garam keliling rumah . Selesai itu , pak ustad pulang dan disusul warga kampung . Azan Maghrib berkumandang..


Hana berjalan keluar rumah , dan berjalan ke arah rumah wildan . Hana telah sampai di teras nya..


Namun wildan dan ibunya diam saja . Mereka mengintip dari celah celah bambu . Tapi ada yang aneh dari hana.. wajah nya pucat , mata nya sayu.. lingkaran hitam di mata nya . Dan juga bibir nya sangat pucat .


Lastri sebenarnya ingin menolong hana , tapi karena mengingat dulu nya jondar meninggal gara gara dia . Lastri jadi membenci hana . Mulut hana menconng.. seperti bapak bapak yang sedang struk . Tiba tiba...


"Assalamualaikum.... " ucap wanita


Bu lastri mengintip ke depan . Dan ternyata adalah guru sekolah nya wildan


"Kreakkkkk.."


"Waalaikumsalam.. masuk buk . Ada apa ya bu ?" tanya lastri


"Ini rumah wildan ?" tanya bu guru


"Benar bu , ini rumah saya . Wildan...?" panggil ibunya


Wildan menemui guru nya , dan guru nya bercerita jika hana tidak pernah mengumpulkan tugas .


"Ohh hana ya bu , tadi barusan dia kesini . Tapi wajah nya pucat" ucap bu lastri


"Apa hana sakit ?" tanya bu guru


Wildan dan bu lastri menggeleng


"Oh ya bu , apa hana ada dirumah ?" tanya bu guru


"Ada" ucap lastri


Bu guru pamit , mau kerumah hana . Bu guru berjalan menyusuri jalan setapak menuju rumah hana .


"Tok tok tok... asslamualaikum hana"


Bu guru menunggu cukup lama dan membalikan badan melihat sekeliling rumah hana ,seperti tak terawat . tiba tiba pintu rumah terbuka sendiri


"Krekkk....." Bu guru , menengok kearah pintu.. dan langsung masuk


"Permisi... hana" ucap bu guru


"Ting ting ting" Bu guru mendengar ada suara piring di pukul pukul dengan sendok .


"Permisi" ucap bu guru sekali lagi


Bu guru masuk keruang tengah , gelap , pengap . Bu guru merasakan pusing dan mual.. masuk kedalam rumah hana .


"Hana ? permisi... " ucap bu guru


Bu guru masuk keruang makan , terlihat wanita berambut panjang sedang memainkan garpu dan mangkok yang ada di depan nya .


"Asslamualaikum... maaf lancang buk . Saya guru sekolah nya hana . Mau nanya hana nya dimana ya bu ?" ucap bu guru


Tapi wanita yang sedang duduk itu tidak merespon . Lalu guru itu mendekat kearah wedah . Bu guru duduk disampingnya wedah , bu guru tidak merasakan takut sama sekali . Bentuk wedah tidak seperti hantu , ia memakai gamis kuning .


"Buk" bu guru menyentuh pundak wedah


Wedah mengangkat kepala nya dan menyeringai . Bu guru kaget , dan sepertinya lidahnya tercekat .


" Bu , hana dimana ? maaf kalo saya lancang masuk . Saya guru hana" ucap bu guru mengulurkan tangan nya


Namun wedah menatap bu guru tidak senang


"PULANG LAH , hana tidak akan sekolah lagi" ucap wedah


"Ke.. ken... apa ?" tanya bu guru


Kali ini senyum nya sangat lebar , dan tangan nya mengisyaratkan bu guru untuk cepat pergi . Jari telunjuk wedah mengarah ke pintu . Bu guru , berjalan cepat dan keluar dari rumah ini.. dan berlari keluar . Bu guru berhasil keluar dan pergi meninggalkan rumahnya . Ketika di depan rumah lastri , bu guru merasa biasa saja , bersikap tidak ada kejadian apa apapun .


"Ketemu hana bu ?" tanya lastri


Bu guru mengangguk cepat , dan berlalu pergi buru buru . Lastri bingung , kenapa ia buru buru . Lastri menengok kearah rumah hana . Tapi rumahnya gelap , lampu dimatikan semua nya . Kemana hana ya ??


Sehabis sarapan pagi wildan pergi ke sekolah . Sebelum pergi ke sekolah wildan selalu memanggil hana . Agar hana dengar dan keluar seperti biasa nya . Namun kali ini memang benar benar jika rumah hana sudah kosong . Wildan berpamitan kepada ibu nya dan langsung pergi ke sekolah . Sementara itu lastri ingin mencuci di sumur nya , namun sumur yang ia punya sudah kering dan kemarin juga hampir tandas .


Ia pergi kerumah sebelah , meminta tolong untuk membongkar sumur nya , agar air sumur nya cukup . Lastri memasukan pakaian ke keranjang . Dan hendak pergi ke sungai.. namun air sungai sangat kotor.. berwarna coklat . Lalu Lastri melihat sumur milik wedah , Dan ia beranjak ke belakang rumah hana . Samping rumah hana , terlihat ilalang panjang yang menjuntai..


"Bugh.." lastri menaruh cucian kotor nya di bawah


Namun sumur hana tertutup.. lastri berniat untuk membuka papan yang ada di sumur itu.. namun tenaga nya tidaklah cukup . Ia tengok kanan dan kiri , siapa tau ada yang melintasi jalanan itu.. 15 menit lastri melihat.. kiri kanan , tidak ada tanda tanda orang lewat , ia membalikan badan.. tiba tiba


"Lastri , ngapain disini ?" ucap bapak martha


"Ah tidak pak . Saya hanya ingin mencuci disini . Namun sumur saya sudah kering . Siapa tau sumur hana banyak air nya pak" ucap lastri


"Ohh.. mencuci dirumah saya saja buk" ucap martha


"Ah tidak pak . Saya disini saja . Takut merepotkan" ucap lastri


"Tidak apa apa . Lagian sumur saya di luar kan . Jadi tidak usah takut" ucap marta


"Oh baiklah pak" ucap lastri


Pak martha mengelus dada , ketika lastri mendahului nya . Martha melihat kembali ke arah sumur itu .


Selesai mencuci lastri duduk duduk di depan rumah . Ia melamun... tiba tiba lastri melihat penglihatan ketika wedah di kuburkan .


"Tidak..... wedah tidak di kuburkan.. kemeja itu...


ia itu seperti... aaaahhhhhhhhh lastri berteriak , dan kembali sadar .


"Ya Allah.. astghfirulloh ... wedah" gumam lastri...


"Asslamualaikum bu" ucap wildan


"Waalaikumsalam sayang.. sudah pulang . Langsung makan ya" ucap lastri


"Buk , wildan mau cerita . Tadi kan wildan di tanya sama bu guru mawar . Bu guru mawar bilang kalo ibu nya hana itu tinggal sendiri apa gimana ?" ucap wildan


Lastri heran.. ibu siapa yang di maksud...


"Terus , bu guru juga bilang


Apa ibu nya wildan ada kelainan jiwa" ucap wildan kembali


Lastri fokus mendengarkan cerita anak nya .


"Terus ?" ucap lastri


"Ia , terus wildan jawab kalo ibu nya hana udah meninggal" ucap wildan


"Terus ?" tanya lastri


"Ia terus bu guru gak percaya . Oh ya bu guru juga mau Dateng lagi nanti malam sehabis solat isya" ucap wildan


Mata Lastri melotot... apa yang akan di lakukan guru nya wildan ini . Malam hari nya lastri standbay duduk di depan rumah . Ia melihat di depan gang sana... berharap kedatangan bu guru wildan


"Akhirnya yang ditunggu tunggu datang" ucap lastri


Lastri melihat seseorang berjalan dari arah gang dengan jalan yang cukup sedikit berlari . Lastri menuruni tangga dan bergegas berbicara kepada bu guru mawar .


Namun naas , tak ada sedikit pun manusia yang muncul lagi . Lastri kembali naik ke atas rumah nya... tidak.. tidak ada seseorang yang akan berjalan ke arah rumah nya .


Lastri tengok kiri kanan , wildan menepuk pantat ibu nya .


"Buk . Di belakang ada yang duduk di WC . Wildan mau kencing" ucap wildan memegangi perut nya


"Siapa..?" tanya lastri , wildan hanya geleng geleng .


Pandangan lastri menuju kesekeliling . Ia merasa kalau ia sedang diperhatikan oleh seseorang .


"Kamu pipis di luar aja ya . Ibu temenin" ucap lastri


Wildan berlari ke atas.. lastri penasaran.. siapa yang sedang ada di kamar mandi nya . Lastri menyalakan senter , dan mengarahkan ke WC nya , dan lantai nampak kering dan tidak ada tanda tanda orang yang sedang menempati nya .


"Bragh......" lastri kaget , dan sontak menengok kearah kamar mandi wedah.... suara itu berasal dari rumah hana . Mata nya fokus menatap sekeliling nya .


Sementara itu , ditempat lain


Bu rt , memimpikan hana yang tidak pernah terlihat . Didalam mimpi tersebut hana dan bu rt berjalan kerumah nya . Namun hana tidak membawa masuk Bu rt melainkan , di dekat kamar mandi . Hana berkata jika ia kedinginan... ia mau saya membawakan selimut untuk nya . Bu rt terbangun tepat pukul 05:00 pagi . Bu RT bergegas menyiapkan sarapan untuk pak rt .


"Pak , ibu mau cerita" ucap bu rt


"Hem.." jawab pak rt singkat


"Jadi tadi malam ibu bermimpi pak , tentang hana .


Hana bilang sama ibu , kalo dia lagi kedinginan pak" jelas bu rt


"Kedinginan.. coba nanti bapak liat kerumah nya , sehabis pulang dari rapat ya bu" ucap pak rt


"Ng... enggak uuuusssaaah.. pak" jawab bu rt terbata bata


"Kenapa ?" tanya pak rt menyatukan alis nya


"Gak apa apa si pak . Tapi ibu juga udah lama gak lihat hana" ucap nya memohon


"Ah , baiklah.. hati hati ya bu . Oh ya kalau ibu nanti belum pulang . Bapak jemput ya" ucap pak rt


Bu rt menggeleng , ia bilang ia akan memakai motor . Jadi tidak usah di jemput . Pak rt berpamitan , dan bu RT bersiap siap untuk menuju kerumah hana .


"Aman , tidak ada bau mayit hahahaha" ucap seseorang


Ia bergegas meninggalkan rumah hana , melewati jalanan hutan , yang sedikit jauh dari arah rumah nya . Tidak selang begitu lama , bu rt sampai di depan rumah hana . Rumahnya nampak sepi , tidak terawat , dimanakah hana , pertanyaan muncul di kepala bu rt.. bu rt masuk lewat pintu depan , namun terkunci.. ia masuk melewati pintu samping , yang langsung melewati kamar mandi ,


Disini ia bermimpi , di ajak oleh hana ...


Bu rt masuk kedalam . keadaan rumah yang sangat tidak memungkinkan jika hana masih di dalam sini , dimanakah kamu na .


Sawang dimana mana , sarang laba laba bersarang di pintu pintu , dapur kotor... Apalagi ruangan depan.. nampak kotor dan berdebu .


Bu rt masuk kedalam kamar hana . Pintu yang terbuka dan kamar kecil yang tampak kotor .


"Uhuk uhuk...." buk rt tidak tahan banyak sekali debu di dalam nya .


"Ya allah nak , kamu dimana sayang ?" ucap bu rt


Bu rt melihat sekeliling rumah hana , semak semak , dan ilalang menjuntai tinggi . Tak terasa air mata bu rt berlinang.... mengingat ingat tentang hana , yang masih kecil . Bu rt ingat , ia ingin masuk lagi kerumah nya , dan melihat apa ada tas dari hana atau tidak . Namun tiba tiba ia di hentikan dengan seseorang di belakang nya .


"Bu" ucap martha


"Eh , ngagetin aja si mar . Ada apa ?" tanya bu rt


"Saya yang tanya ibu , ngapain ibu disini ? bawa selimut segalak" ucap marta


"Saya bawa selimut untuk hana pak . Saya di mimpiin katanya dia kedinginan.. makanya saya bawa selimut ini" ucap bu rt


"Ohh begitu.. hana udah lama gak dirumah bu . Rumah nya udh gak berpenghuni Bu" ucap martha


"Kamu tau , dimana hana sekarang mar ?" tanya bu rt


Marta menggeleng.. bu rt masuk kedalam , namun di cegah oleh marta


"Mau ngapain lagi bu , pulang saja hari sudah siang bu" ucap marta


Namun bu rt , tidak mendengarkan ucapan marta , ia berjalan langsung menuju kamar nya . Dan dibelakang nya disusul martha . Bu rt , melihat kesekeliling nya , tidak ia temukan tas sekolah , yang sering ia gunakan .


"Apa saya bilang bu , hana udah gak dirumah ini . Mungkin dia pergi bu" ucap marta


Bu rt , keluaar dan berpamitan pulang . Pak martha juga ikut pulang . Dirumah bu rt masih khawatir oleh hana . Ia memposting wajah hana di sosial media , siapa tau ada yang mengenali nya atau pernah melihat .


"TK tok tok.."


Pak rt , pulang dan langsung duduk disampingnya bu rt .


"Bu , maksud nya ibu apa ? Kok mosting hana anak ilang ?" ucap pak rt


"Ia pak , hana gak ada dirumah nya . Ibu hawatir banget pak" ucap bu rt


" Gak ada kemana ? lagian hana gak ada sodara lagi . Masa dia mau pergi bu ?"ucap pak rt


Bu rt , menangis di dada nya suami nya .


"Paaak huhuuu... ayo pak kitaa lapor polisi saja" usul bu rt


Pak rt menyutuhujui nya .


"Kaok.... kaokkk..." suara burung gagak dibelakang rumah lastri


"Bu , wildan takut" ucap wildan bergelayut manja di lengan ibu nya


"Hustt.. kenapa harus takut , udah siap siap tidur sana" ucap lastri


Wildan menuruti kata ibu nya , ia membaringkan tubuh nya di pangkuan ibu nya . Wildan sudah terpejam , ibu nya keluar kamar , dan mematikan lampu nya .


"Kaokkk.... kaokkk...." suara burung gagak itu,berada di atas atab rumah nya .


"Allahuakbar... Allahuakbar..." azan isya' berkumandang.. lastri bersiap siap untuk mengambil wudhu di belakang rumah .


"Wushhh..." angin kencang menerpa wajah lastri , dia merasakan merinding di seluruh badan nya .


Lastri memasuki kamar mandi , terdapat gumpalan rambut di gulung.. lastri tengok kanan dan kiri.. tidak ada siapa siapa di sini, kecuali dia dan wildan .


Lalu ini rambut siapa ? apa ada yang menumpang mandi disini . Pandangan lastri mengarah ke rumah hana . Pintu samping tampak terbuka . Namun siapa yang sudah membuka nya .


"Astaghfirulloh..." lastri istighfar , karena ia melihat sosok bayangan putih di atas sumur . Mata nya fokus menatap nya...


"Innalillahiwainnailaihirajiun.. Allahuakbar ya Allah" lastri melihat sosok pocong melompat lompat di atas sumur .


Badan nya tinggi... lusuh... lastri cepat cepat mengambil wudhu dan langsung berlari ke dalam rumah .


"Bugh..." lastri menabrak anak nya wildan .


"Sayang , sayang , wildan gak apa apa kan ?" tanya lastri


wildan menggeleng..


"Ayo nak masuk , jangan keluar dulu ya" ucap lastri


"Wildan mau sholat bu" ucap wildan tangan nya memegangi jidat nya yang aku tabrak tadi


Lastri menggeleng cepat.. lastri memegang tangan anak nya, dan menarik nya menjauh dari pintu belakang .


"Pok... pok...." Entah suara apa itu . Aku merasa jika ada sesuatu yang melihat dan memperhatikan lastri .


"Pak , ayo pak kita cari bukti lagi . Jika hana memang pergi . Atau hana dibunuh orang pak" ucap bu rt


"Dibunuh gimana bu ? jangan asal bicara kamu" ucap pak rt


Tangan pak rt sibuk menulis berkas berkas warga


"Pak.. ibu mohon . Ayo pak kita kerumah hana . Perasaan ibu ga enak . Ibu walaupun bukan ibunya hana , tapi ibu merasakan jika ada yang tidak beres" ucap bu rt khawatir


Namun pak rt , hanya diam dan tidak bergeming .


"Bu , ibu tenang ya . Besok bapak dan warga lain nya mau kesana . Mau ngasih sumbangan lagi" ucap pak rt


"Sumbangan apa pak ? jelas jelas rumah hana sudah tidak berpenghuni pak . makanya ayok kita lihat" ucap bu rt kesal


Pak rt , geleng geleng kepala . Bu rt berlalu meninggalkan pak rt , di ruang tamu sendirian .


"Pok.. pok...pok" Mata pak RT, menyusuri pandangan.. matanya melihat kiri dan kanan ...


"Buk" panggil pak rt


Tidak ada jawaban..


Terdengar lagi suara yang sama , kali ini suara itu berasal dari depan.. pak rt , melepas kaca mata nya, dan berjalan.. membukakan pintu .

__ADS_1


"Kriet..."


"Pok pok pok" suara itu berasal dari atas atap nya..


pak rt , melangkah kedepan . Dan melihat keatas atab nya . Terdapat... sesuatu kain yang melompat.. pak rt , mengambil kaca mata nya yang ada di kantong baju nya dan memakai nya .


"Kyaakkk...." pocong itu melompat ke arah pak rt


"Aaaaaaaaaaahhhhh" teriak pak rt , jeritan pak rt di dengar oleh bu rt yang berada di dalam..


"Pak..." panggil bu rt


Bu rt , melangkah ke depan.. terlihat pak rt sedang duduk tersungkur... dan mata yang melotot.. bu rt , menyadarkan pak rt . Namun sia sia . Pak rt tetap saja seperti itu . Lalu di bawa mausklah pak rt kedalam rumah . Dan Bu RT memanggil tetangga samping rumah . Warga warga berdatangan.. dan juga pak ustadz . Pak ustadz mengambilkan satu botol Aqua dan sudah di bacakan ayat ayat suci Al-Qur'an . Warga mulai pulang . Kini tinggallah pak rt dan bu rt . Bu rt menangis meraung raung . Karena mata pak rt tidak mau tertutup.. Tapi mulut nya yang tadinya menganga , sekarang sudah tertutup


"Pak , ibu buatkan mie dulu ya . Bapak ngomong dong . Ibu takut" ucap bu rt


Namun pak rt hanya diam saja . Tidak bergeming sedikit pun . Bu rt ,melaju kan langkah nya di dapur . Tiba tiba mata bu rt tertuju pada ruang tv , yang menyala . Bu rt tengok kanan kiri , tak ada siapa pun . Bu rt berfikir jika pak rt tidak akan mungkin jalan , karena memang sekarang pak rt , sudah struk . Bu rt mematikan tv , dan kembali berjalan.. namun sebelum ia melangkah , tiba tiba tv hiidup kembali . Bu rt mematikan lagi . Dan tv hidup kembali . Ketika membalik kan badan , terlihat pocong di depan wajah Bu rt . Wajah nya seram , bau busuk menyeruak ke dalam hidung .


Keluar cairan hitam dari kedua lubang hidung nya .


Wajah nya hancur... matanya hitam.... dan mulut yang mengeluarkan seperti urat urat ayam


Bu rt tak dapat bergerak , tubuh nya tiba tiba kaku .


Dan kaki nya tidak dapat di gerakan . bu rt memejamkan mata nya . Ketika membuka mata pocong itu sudah tidak ada .


"Allahuakbar... Ya Allah . Mahluk apa itu ya Allah" ucap bu rt


Kaki nya terduduk , dan keringat yang membanjiri wajah nya . Bu rt , kembali berdiri dan ingin menuju ke dapur . Tiba tiba ada yang memanggil nya dari belakang .


"Munaahh" panggil nya


Bu rt gugup . Antara ia harus berlari atau menengok . Ketakutan nya mengalahkan rasa penasaran nya .


"We...we..wed..wedaahh.." ucap nya gugup


Bu wedah mengangguk...


"Saya mohonnn... tolonggg , tolong hana" ucap wedah


"ha.. hana" ucap bu rt


Wedah mengangguk dan menyeringai . Bentuk wedah seperti manusia biasa , ia memakai pakaian yang terakhir ia pakai..


"hana , hana ada di dalam sumur munah . Ia dihunuh oleh pak martha" ucap wedah wajah nya masih menunduk


"Di... di..bbb.muuunuh.. pa..ppaakk marrr..tttha" ucap nya terbata bata


Ketika bu rt ingin melihat dimana wedah tadi duduk , ia sudah tidak ada lagi . Namun tercium bau busuk yang sangat menyengat . Bu rt bersiap siap kerumah kediaman hana...


Bu rt , hanya memakai lampu senter yang ia punya .


Bu rt mulai sampai kedepan kamar mandi , dan ia berhadapan dengan sumur itu . Tenaga bu rt tidak kuat jika harus sendiri mengangkat papan penutup . Bu rt lihat kiri kanan , namun tidak ada satu mahluk manusia . Tiba tiba ia melihat ada seseorang yang datang ke arah nya . Bu rt melihat puntung rokok yang terlihat menyala . Bu rt bersembunyi di belakang sumur . Seseorang itu berhenti di depan nya . Lalu ia membuka sumur itu .


"Apa mungkin orang ini akan menyelamatkan hana ?" gumam bu rt


Namun bu rt , tidak gegabah . Ia tetap bersembunyi . Tiba tiba ia mencium bau menyan... dan juga bu rt mendengar jika ada sesuatu yang di cemplungkan ke dalam sumur itu .


"Bragh..." terdengar suara papan tertutup kembali .


Hampir saja puntung rokok yang ia buang mengenai kaki nya .


Bu rt membungkam mulut nya dengan kedua tangan nya . Wajah nya berkeringat , ia takut jika ia ketahuan . Terdengar langkah kaki menjauh .


Ia tidak dapat melihat begitu jelas , jika seseorang itu sudah pergi atau belum . Memang keadaan rumah hana ini sudah tidak ada penerangan.. hanya ada penerangan rumah lastri .


"Krekkk...." tiba tiba pintu rumah lastri terbuka .


Terlihat bu lastri berjalan ke arah kamar mandi .


Ia berinisiatif jika ia akan mengajak bu lastri untuk membuka sumur ini . Bu rt , mendongak kan kepala nya . Lihat kiri kanan.. dengan keadaan gelap gelap seperti ini , ia tidak punya nyali jika ia harus menghidupkan senter nya . Kaki nya kaku , ia tidak sanggup untuk berjalan... terdengar suara tertawa cekikikan dari dalam rumah wedah . Suara cekikikan laki laki.. bu rt berlari sekuat tenaga nya..


"Bugh..."


"Au... ahhh..." kaki bu rt terkilir karena tersandung sesuatu


"Bragh..." terdengar suara pintu tertutup.. dan terdengar juga suara seseorang yang akan melangkah kan kaki nya menuju diri nya


Bu rt , mengesot dan bersembunyi lagi... ia berharap semoga seseorang ini tidak melihat keberadaan nya . Ia menghidupkan korek api nya . Dan menyalakan rokok nya . Bu rt kaget , ternyata dia pelaku nya..


"Pak martha" gumam bu rt


Ia tak sanggup jika harus melabrak nya , ini bukan saat nya . Pak Martha berjalan menjauh dari rumah hana . Bu rt , menjauh dan mundur dari ia jatuh .


Bu rt , ditemukan warga di depan rumah bu wedah .


Semua warga berkumpul , di rumah bu wedah . Bu rt bingung , ternyata sudah banyak orang yang mengerumuni bu rt , bu rt memperhatikan satu persatu orang yang ada disini . Aman , tidak ada pak martha .


"Bu rt , kenapa sampean bisa di sini buk ?"ucap warga


Bu rt ingin menjawab , tetapi ada pak martha juga yang sudah ada disampingnya . Wajah pak martha tampak biasa saja . Tidak ada tampak ketakutan , dia juga merasa santai . Dia tidak tau jika saya sudah mengetahui nya


"Buk" panggil warga


Bu rt , tersadar dari lamunan nya .


"Sayaa juga tidak tau pak . Kenapa saya disini ?" ucap bu rt


Semua warga tampak bingung . Dan begitu juga marta .


"Ya Allah , apa harus sekarang aku memberitahui warga . Jika hana ada di dalam sumur . Saya juga kurang tau jika , wedah hanya berbohong" gumam bu rt


Warga membawa bu rt kerumah nya . Menggunakan sepeda motor . Wajah pak martha masih sama . Tidak merasa curiga dengan bu rt .


"Akan sya bongkar nanti pak . Jika saya sudah ada bukti" ucap bu rt dalam hati


"Bu , tadi wildan liat bu rt di depan rumah hana kenapa ya ?" tanya wildan


Bu lastri menggeleng..


"Gak tau dan . Udah siap siap sekolah sana" ucap lastri


Lastri berniat , pagi ini sebelum kepasar ia kerumah bu rt . Wildan sudah pamit kesekolah . Sekarang giliran ia bersiap siap .


"Asslamualaikum" ucap lastri


"Waalikumsalam.." ucap dari dalam .


"Krekkk..." keluarlah bu rt .


"Lastri . Ayok sini masuk" ucap bu rt.. mempersilahkan masuk


"Bu , saya mau tanya.. apa ibu semalam tidur di emperan ?" tanya Lastri


Bu rt hanya diam..


"Las , kamu jangan bilang siapa siapa ya" ucap bu rt


Lastri mengangguk


"Jadi begini . Malam kemaren saya di datangin oleh wedah . Ia memberitahu jika pak martha telah membunuh hana" bisik bu rt


Lastri melotot , merasa jika tidak benar


"Kamu pasti ga percaya kan las , sama dengan saya juga . Malam itu juga saya kerumah hana , saya ingin membuka sumur milik nya , tapi sumur itu di tutup . Dan syaa tidak kuat untuk mengangkat nya" jelas bu rt


.


Lastri mengangguk


"Sama persis dengan kejadian ketika saya ingin mencuci di sumur hana tidak di perbolehkan dengan pak martha . Saya malah disuruh nyuci di rumah dia" ucap lastri


"Ya ampun gak nyangka banget saya bu" lanjut bu lastri


"Semalam sayaa hampir ketahuan dengan pak martha , Alhamdulillah Allah masih nyelamatin saya . Saya pingsan karena saya ketakutan . Saya syhok" ucap bu rt


"Jadi cerita nya begitu , kenapa ibu bisa tidur di depan rumah wedah" ucap lastri


"Terus ini bagaimana las , apa yang harus kita lakukan ?" tanya bu rt


"Pak rt ? Kenapa tidak minta bantuan suami ibu ?" ucap lastri


Lastri tidak tau menahu jika suami nya bu rt sakit parah . Setelah di beritahu bu rt , lastri minta ijin menengok keadaan pak rt . Lalu lastri berpamitan untuk pergi kepasar , sore nanti mereka berdua akan kerumah hana untuk melihat sumur itu...


"Eh warga warga , sekarang kan pak rt udah sakit , lingkungan kita tercemar , tuh liat , sampah di mana mana . Gimana kalo sumur dirumah hana untuk pembuangan sampah" ucap martha


Martha dan warga warga berkumpul di pos kamling . Warga yang lain ber antusias.. dan juga setuju atas ide pak martha . Mulai hari ini... mereka semua akan membuang sampah di Sumur itu . Agar lingkungan warga tidak tercemar penyakit .


Sore hari nya , lastri melihat salah satu warga sebut saja pak basar . Ia membawa pelastik hitam besar..


"Pak mau kemana ?" tanya lastri


"Mau buang sampah" ucap pak basar


"Pak tunggu , bukan nya dilarang ya buang sampah di sungai ?" ucap lastri menghentikan langkah pak basar


Pak basar, menghentikan langkah nya dan menurunkan sampah nya .


"Saya ga mau buang di sungai Bu . Tapi di sumur hana" ucap pak basar


Lastri kaget , kenapa warga mencoba membuang sampah disana .


"Siapa yang menyuruhmu pak ?" ucap lastri


Belum sempat pak basar menjawab . Sudah ada ibu ibu yang sudah membawa kantong sampah besar , mereka berjalan melewati kami .


Lalu pak basar pun , ikut serta di belakang ibu ibu tersebut .


"Ada apa ini ?" ucap lastri keheranan


"Buk , buk , maaf . Membuang sampah di sumur itu , disuruh siapa bu ?" ucap lastri penasaran


"Pak martha . Karena lingkungan komplek kita ini sudah tidak terawat , semenjak pak rt sakit , makanya dia nyuruh kita buang smapah di sumur itu" ucap ibu 1


"Ia las , soal nya gak ada orang nya juga kan" ucap ibu 2 menyakinkan


"Tapi Bu" ucap ku tertahan


Lastri tidak mungkin , memberitahu jika disumur itu ada hana . Belum ada bukti yang mengarah kan nya .


"Tok tok tok" bu lastri kerumah ustadz yang sudah pernah menolong wildan ketika di semak semak .


"Asslamualaikum pak ustadz" ucap bu lastri


Kebetulan ustadz sedang menata kayu , di samping rumah .


"Waalaikumsalam , wildan , buk" pak ustad menunduk sopan . Ia juga mengelus kepala wildan .


Dan menyuruh kami untuk masuk kedalam rumah nya .


"Silahkan di minum bu , wildan . Hanya air putih" ucap pak ustadz


"Enggak apa apa pak ustad . Wildan minum ya pak ustadz" ucap wildan


Pak ustadz mengangguk , tangan nya mempersilahkan bu lastri untuk meminum nya .


"Maaf pak , jika saya dan wildan menganggu , jadi kedatangan saya kesini ingin meminta bantuan nya" ucap bu lastri


"Bantuan apa bu ?" tanya ustadz


"Jadi akhir akhir ini , samping rumah saya itu sudah kosong lama pak . Nah warga juga sudah satu bulan ini diteror oleh arwah wedah" ucap lastri


"Teror ?... arwah penasaran ?" ucap ustadz


"Maaf ustadz , kemarin juga bu rt di desa saya , ia di datengin oleh arwah nya wedah" ucap lastri


"Apakah anak nya juga meninggal ?" ucap ustadz


Lastri menggeleng


"Saya kurang tahu pak , walaupun rumah saya dan dia berdampingan . Tetapi saya jarang sekali melihat nya tadz . Bu rt , melihat wedah duduk di sofa nya dan ia cerita jika anak nya itu ada di dalam sumur" ucap lastri


"Sebentar bu , jadi mayat anak nya yang bernama hana ada di sumur . Bisa di lanjut cerita nya ?" ucap ustadz


"Dan arwah wedah , berkata jika yang telah membunuh hana adalah pak martha" ucap lastri


Ustadz terkejut , ia mulai berfikir .


"Pak martha.. itu suami dari nu ros ?" tanya ustadz


Bu lastri mengangguk..


"Emm , jadi begini bu . Saya boleh bertanya kepada ibu sebelum nya ?" ucap ustadz


"Boleh" ucap lastri singkat


"Apakah mayat ibu wedah sudah ditemukan ?" tanya ustadz


"Sudah ditemukan , sebulan yang lalu tadz" jawab lastri


"Apakah jasad bu wedah di kuburkan dengan layak ?" ucap ustadz


Lastri menggeleng


"Maaf tadz , saya tidak tahu soal itu" ucap lastri


"Ia pak ustadz , ibu wedah di kuburkan di TPU dekat sungai sana" ucap wildan


Pak ustad mengangguk...


"Kalau mayat bu wedah sudah di kebumikan dengan layak , lantas apa yang menyebabkan arwah wedah masih gentayangan" ucap ustadz


Lastri juga memikirkan nya .


"Sebelum nya , tipu daya syetan itu lebih besar . Bisa jadi , ada seseorang yang masih belum terima jika wedah meninggal . Dan juga , bisa jadi ada setan jahat , yang menyerupai wajah wedah" ucap ustadz


"Memang bisa seperti itu tadz ?" tanya lastri


"Itu setan jahat , yang memakai wajah dari wedah . Wedah sudah tenang , makanya ada hadis yang berkata jika kita tidak boleh berlarut larut dari kesedihan" ucap ustadz


Lastri tampak mengernyitkan dahi nya


"Jadi itu bukan wedah ?" ucap lastri


Ustadz menggeleng..


"Terus , berita soal hana di sumur itu benar atau tidak ?" ucap lastri


Ustad menggeleng lagi


"Itu akal akal an setan bu , baiklah jika ibu belum percaya , saya akan membongkar isi sumur itu" ucap ustadz


Lastri tambah bingung


"Saya juga sering di ganggu pak ustad , sama hantu wedah" ucap lastri


"Selalu mengahdirkan keikhlasan , dalam ber amal Sholeh , karena orang yang ikhlas akan sulit untuk di simpang kan oleh syetan .


Allah ta'ala berfirman :


Iblis berkata : demi kemuliaan mu , pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya , kecuali hamba hamba mu yang ikhlas , dan terpilih di antara mereka.[..QS. shad:82-83]


Dan sesungguhnya setan , tidak akan mempengaruhi orang beriman dan bertawakal kepada Allah . [QS: an-nahl :99]"jelas pak ustad


"Iya pak , saya pahamm" ucap lastri


"Dan bukti bahwa hantu dan arwah gentayangan tersebut adalah jin berdasarkan apa yang tersirat dalam hadist nabi ;


Jinn ada tiga kelompok , ada yang mempunyai sayap dan bisa terbang , ada yang menyerupai ular , dan ada yang bisa berjalan dan bergerak (seperti manusia) [HR: Tabrani] .


Berdasarkan keterangan dari imam az-zuhayli


Golongan jin yang ketiga inilah yang biasanya menjelma dan menampakkan diri dalam wujud hantu . Apalagi jin memang diberi kemampuan untuk menjelma dalam beraneka ragam.." jelas pak ustad


"Maksud dari jin , jin apa pak ustad ?" tanya lastri


"Jin Qorin adalah jin yang selalu dekat menyertai orang yang sejak lahir hingga kematian . Qorin inilah yang paham betul dengan tipikal , kebiyasaan dan kepribadian seseorang yang disertai nya , sehingga tidak aneh jika Qorin sanggup menjawab hal hal yang bersifat intim dan privasi , serta bisa meniru gaya . Perilaku bahkan bisa menyamar menjadi orang yang disertai nya,ketika hidup . Dari keterangan tempat arwah setelah berpisah , dari arwah . Dan dalil Nash yang berkaitan dengan nya , klaim paling logis prihal fenomena di atas bahwa hantu atau arwah gentayangan ini merupakan penjelmaan jin (khusus nya jin qorin)"jelas pak ustad menjelaskan kepada bu lastri


"Buu lasstri sekarang faham ?" tanya ustadz


Bu Lastri mengangguk


Ia pamit kepada ustadz jika akan pulang.. nanti sore , pak ustad akan ke rumah hana . Bersama tetangga nya di sini . Bu lastri menyetujui nya . Sebelum pulang kerumah nya , bu lastri dan wildan mempir kerumah bu rt untuk memberitahukan jika ustad akan membongkar sumur hana


"Assalamualaikum" ucap pak ustadz dan tiga warga


Pak ustad menuju rumah lastri , dan mereka dipersilahkan masuk oleh lastri . Dan didalam rumah lastri sudah ada bu rt


"Pak ustad , jadi hana belum meninggal ya pak ?tanya bu rt


"Saya belum tau pasti soal itu , tapi jika setan membunuh manusia itu tidaklah mungkin" ucap ustadz


"Tapi pak ustad .. mengapa arwah wedah suka berubah ubah bentuk" ucap bu rt


Lastri datang membawa makan dan enam minum , dan sedikit cemilan... lastri mempersilahkan mereka untuk meminum nya .


"Wes bu rt , kita gak perlu tanya tanya lagi . Lebih baik kita fokus ke penggalian sumur" ucap bu lastri


"Wildan ikut ya pak ustadz" tanya wildan


Ustadz mengangguk dan menyentuh kepala wildan


Selesai mereka berbincang, akhir nya ustad dan tiga warga datang ke sumur itu .


"Bragh..."


"Huekkk..."


"Bau sekali sampah sampah ini pak ustadz , saya tidak tahan" ucap warga 1


"Iya pak saya juga . Gak sanggup" ucap warga 2


Mereka ber tiga menjauh dari sumur , tapi ustad masih di samping sumur . Ia mendongakkan kepala nya kebawah , banyak sekali lalat , dan sampah sampah warga .


"Bagaimana tadz ?" tanya lastri


"Saya akan masuk kedalam" ucap ustad


"Tapi tadz , dibawah sangat jorok" ucap warga


"Tidak apa sat.. kamu pegang pacul ini ya , jika kamu gak mau bantu saya . Bantu doa saja" ucap ustad


Mereka semua mengangguk , namun satyo tidak tega , melihat ustad sendirian di dalam sumur .


"Saya ikut masuk pak" ucap satyo


Ustad mengangguk dan mengisyaratkan untuk satyo turun .


Di korek korek lah sampah yang ada di dalam sumur , sampai tidak ada lagi sampah , air sumur pun keruh . Pak ustad menenggelamkan kepala nya kedalam sumur itu . Namun tidak ada tanda tanda bangkai . Jika memang ada bangkai , akan berbau.. pak ustad dan satyo naik ke atas. .


"Ibu ibu , bapak bapak di dalam sana tidak ada apa apa" ucap ustad


"Ga mungkin ustad , wedah sendiri yang berkata seperti itu" ucap bu rt ngeyel


Ustad hanya tersenyum menanggapi ucapan bu rt


"Sehabis solat isya' saya akan kembali ke rumah ini . Dan mengecek seluruh ruangan rumah ini" Ucap ustad


Mereka mengangguk . Mereka semua pulang kerumah nya masing masing . Azan isya' berkumandang , ustad dan satya datang kembali . Kini hanya mereka berdua saja .


"Ayo sat , kenapa kamu hanya diam ?" ucap ustadz


"Saya takut" jawab satya


"Sesungguh nya manusia lebih kuat di bandingkan dengan mereka" ucap ustadz


Satya mengangguk...


Mereka berdua masuk kedalam rumah hana


"Uhuk uhuk..." satya berkali kali batuk , dikarenakan debu yang sangat tebal dan juga sawang sawang , sudah memenuhi jalan penglihatan... pak ustad masuk keruangan makan milik rumah wedah . Terdapat belatung yang sudah mati dan keras . Terlihat belatung yang masih baru... di atas meja makan... satya memeriksa dapur..


"Astaghfirullohhhh pak ustad...." teriak satya


Pak ustadz lari ke dapur


"Ada apa ?" tanya ustad


Satya menunjuk ke arah rak penyimpan makanan.. didalem rak tersebut terdapat sesajen


"Astaghfirulloh.... siapa yang sudah melakukan ini sat" gumam pak ustad


Pak ustad membuang sajen itu ke lantai . Dan mengajak Satya untuk mengikuti nya kedepan .


"Ustad ada belatung" ucap satya


"Ia sat . belatung ini sudah lama . Ini piring juga berisikan belatung yang sudah mati . Tapi lihat , masih ada satu , dua dan tiga belatung yang masih hidup" ucap ustad


"Tapi ustad , dari mana belatung itu menemukan makanan , mengapa mereka bisa hidup ?" Ucap satya


Ustad menggeleng.. beliau sambil berzikir di tangan nya .


"Bragh...." terdengar suara benturan.... di ruang tamu . Pak ustad menghampiri arah suara tersebut , satya ikut di belakang pak ustadz .


Pak ustadz menyusuri kiri kanan , dan melihat atap..


"Bau menyan pak" ucap satya


"Bragh.." suara itu dari pintu belakang yang ustad dan satya masuki.. terdengar suara seretan kaki , dan juga napas seseorang .


"Arrghh......"


"SIAL , SIAPA YANG MERUSAK SESAJEN SAYA ?" ucap nya


Pak ustad dan satya bersembunyi di balik kamar hana . Mereka akan memperrgoki siapa yang sudah melakukan hal hal musryik seperti ini .


"Prankkk..." terdengar sesuatu terbanting dari arah gudang .


"Hosh hosh..." nafas satya ngos ngos an , keringat membanjiri wajah nya . Baju nya basah kuyup , karena keringat nya yang bercucuran .


"Tadz, bagaimana ini . Jika ia masuk kedalam kamar ini ?" ucap satya


Tangan ustad membungkam mulut satya .


"Bangs*t... siapa yang sudah mengetahui ritual saya arghhh sial..." ucap seseorang . Umpatan demi umpatan ia lontarkan .


Sudah agak lama , hening sudah suasana... namun bau kemenyan masih terhirup di penjuru ruangan...


"Uhuk uhuk"


"Hehehe.... " tawa seseorang dari luar


Ustadz tidak bersuara sedikit pun , satya bingung ustad masih ada disampingnya atau tidak , ia pun tak tahu . Karena memang cahaya ruangan ini tidak ada . Namun satya mendengar jika pak ustadz sedang berzikir . Satya merasakan tenggorokan nya gatal , rasa batuk ia tahan.. tak terasa keringat mulai keluar juga , akibat lama nya menahan batuk .


"Srek.. srek..."


Satya menunduk.. ia berjongkok di bawah . ruangan sungguh sangat gelap..


"Ya Allah lindungi hamba mu ini , hamba belum menikah , hamba ingin menikah dulu ya Allah . Lindungi lah ustad hamba ini , dia juga belum menikah ya Allah" ucap satya dalam hati


"Srek" terdengar suara langkah kaki seseorang, kini suara langkah kaki itu berhenti di depan pintu tempat persembunyian mereka .


"Bismillahirrahmanirrahim...." satya melafalkan doa doa


Sebenarnya satya ingin menowel pak ustad , tapi ia takut bergerak . Ia takut jika ia bergerak , tangan nya menyentuh sesuatu dan menimbulkan suara...


"Harghhh...." terdengar juga suara erangan , seperti harimau..


Langkah kaki itu masuk kedalam kamar yang mereka tempati . Satya merasa jika tenggorokan nya gatal lagi . Didalam hati satya ia ingin sekali kabur dari tempat ini . Karena memang tenggorokan ia sangat gatal sekali . Bau anyir , seperti busuk luka yang belum kering.. Hampir saja satya muntah , karena memang bau nya ada di sebelah nya . Gluduk mulai terdengar , menandakan akan turun nya hujan . Terdengar rintikan. . hujan...


Bau anyir itu mulai menghilang.


"Satya" panggil ustadz


Satya masih diam... Jika memang benar itu ustad , dia akan memanggil nama lengkap ku . Jika bukan ia hanya memanggil nama panggilan ku saja . Namun suara ustadz ada di depan ku , cukup jauh . Seperti nya ustad ada di depan nya jarak 5 langkah . Tapi kapan ustad berjalan kesana ? seingat nya tadi pak ustd ada di samping nya . Tangan satya mulai meraba kesamping nya . Sekarang badan satya menggigil... gemetar "deg deg an"


Ia meraba kesamping nya , ia menyentuh kain.. ia ingat jika tadi pak ustad memakai sarung . Ia turun kebawah , dan ia menyentuh kaki ustad... sangat dingin . Satya reflek menarik tangan nya . Kenapa ustad juga dingin , atau ustad juga takut .


Satya meraba lagi... Dan masih sama dingin.


Turun kebawah lagi, dan ustad sekarang tidak memakai alas kaki.


Seingat nya tadi, ustad memakai sandal jepit .


Ini mengapa tidak...


"Muhammad Satya... " Panggilan pak ustd


Suara itu , ada di depan nya . Tiba tiba... ada yang menarik tangan nya .


"Alhamdulillah akhirnya kita sudah keluar tadz" ucap satya kepda ustadz , namun yang di ajak bicara tidak ada


"Loh ustadz , sampean dimana.. tadz. satu melihat jam sudah pukul 03 pagi . Padahal ia dan ustad belum lama di dalam" ucap satya


Ia berfikir , siapa yang menarik nya keluar . Ada setan baik ternyata . Untung saja , satya tidak di bawa kemana.. satya menuju masjid , ia meminta tolong kepada marbot masjid , biasa nya ia jam segini sudah solat tahajud.. siapa tau ia bisa membantu . Ia menghidupkan saklar lampu masjid , tidak ada beliau . Lalu ia melihat tempat istrahat nya . Ternyata ia masih tidur .


"Asslamualaikum tadz juki" ucap satya


Ust juki membuka mata...


"Wa'alaikumussalam warohamtullohi wabarokatuh.


Ada apa sat ?" tanya ustadz juki


"Emh.. anu pak ustad , tolongin ustad danu . Beliau ada di rumah angker sana" ucap satya


"Ahahha... ada ada saja kamu sat" ucap ustad juki cengengesan


"Ustad saya beneran . Gak bohong" ucap satya


"Ahahahaha.... sudah sudah , kamu mimpi apa sat . Coba kamu lihat di tempat imam . Ada ustad danu yang sedang berdzikir" ucap ustad juki


Satya kaget , jika pak ustad danu ada di masjid terus siapa yang sama dia di rumah tadi . Tega sekali ustad danu meninggalkan nya , sendirian di rumah itu . Kapan pergi nya juga ustad , untung saja ada setan baik hati menggandengku keluar rumah itu .


"Heh , jangan ngelamun , solat tahajjud sana.. " perintah ustad juki


Satya tersenyum kecut , dan beranjak mengambil air wudhu . Difikiran nya , kapan ustad danu bisa pulang terlebih dahulu , dan kenapa ia meninggalkan nya . Untung saja satya tidak mati disana . Huh.. tau begitu , ia lari dan batuk sepuas puasnya .


Satya masuk kedalam masjid , dan berdiri di belakang ustad danu . Ustad danu menoleh.. dan tersenyum kepada satya


Sementara dirumah lastri...


Bu lastri teriak teriak di kamar nya.. wildan berlari kedepan meminta bantuan.. ia berlari sampai kedepan gang . Ia berlari secepat cepat nya , ia harus cepat sampai desa .


"Dok dok dok dok.. pak . pak martha.... pak" panggil wildan


Wildan mengetok ngetok lagi , namun tidak ada jawaban . Wildan berlari orang satu satu nya yang bisa membantu hanya pak ustadz .


"Dok dok dok.. pak... pak ustadz.. bukain pintu nya pak" ucap wildan


"Wildan... kamu ada apa nak . Ayo masuk dulu" ucap pak ustadz


"Pak.. tolong huh huh huh" ucap wildan gugup nafas nya tak beraturan...


"Nak , jangan tergesa gesa... jelas kan ada apa" ucap ustadz


"Ibu... ibu kesurupan pak" ucap wildan


"Sebentar pak ustad ambil motor dulu . Biar cepat.." ucap ustad


Wildan menunggu pak ustad mengeluarkan motor nya . 10 menit mereka sampai di rumah lastri .


Ustadz masuk kedalam rumah , namun tidak ada siapa siapa.. lastri sudah tidak ada... dimanakah ia..


Wildan mencari di kamar mandi , juga tidak ada .


Wildan menengok kearah rumah hana , ada ibu nya sedang di dalam nya.. wildan pun berlari ...


"Ustadz , ibu wildan di rumah hana" ucap wildan


"Pak , maaf syaa baru datang" ucap satya


"Enggak apa apa sat , ayo kita kerumah wedah" ucap ustadz


Satya mengangguk...


Mereka sampai di rumah hana , dan mereka mencari keberadaan lastri..


"Lastri....." panggil satya


"Bu lastri....." ucap ustad


"Ibuuuu" teriak wildan


Wildan di gandeng oleh pak ustad.. wildan menangis sesenggukan...


"Pak ustadz , itu lastri" ucap satya


Ia menunjuk di atas lemari piring milik wedah... wajah putih pucat , mulut nya mengeluarkan cairan merah campur hitam...


"Lastri... Ayo turun." Ucap ustadz


"Hihihi......" tawa lastri


"Siapa kamu sebenarnya , arwah yang bersemayam di tubuh lastri keluarlah.. jika tidak akan aku hancurkan kamu dengan ayat ayat suci al-qur'an" ucap ustadz


"Whahhahah" ucap lastri tertawa


Tangan nya melahap belatung yang ada di piring samping nya .


"Huekkk... Huekkk..." satya sungguh tidak tahan dengan sikap lastri


"Ibu huhuhuuuu" ucap wildan


"Keluaran kamu dari tubuhnya lastri" ucap ustadz


"TIDAK BAHAHAHA... AKU TIDAK AKAN KELUAR WHAHAHHA" ucap lastri


Lastri tiba tiba meloncat kebawah , mulut nya penuh dengan belatung belatung . Dengan mengunyah , ia memutari kami semua .


"Hay arwah keluarlah dari tubuh manusia itu" ucap ustadz


"Saya bukan arwah.. saya anak iblis.. saya tidak akan terkalahkan ahahahaha" ucap lastri


"Astaghfirulloh" ucap ustad


Tangan wedah megenggam belatung dan di lempar ke satya . Tawa menggelegar lastri membuat seisi ruangan berantakan . Lastri hilang kendali , ia mengeluarkan cairan hitam di mulut nya . Dan tangan nya mencekik wildan yang ada di belakang ustad .


"Toolll" ucap wildan


Ustad memegang pundak lastri dan mencoba melepaskan nya . Namun tenaga nya cukup kuat .


"Bismillahirrahmanirrahim... Qulhulohuahad.. Allohussomad... Lamyalid walam yulad.. Walam yaqullahu qufuan Ahad... Allahuakbarrrr....." ucap ustad


Lastri terpental..


"Keluarlah dari tubuh ini" ucap ustadz


"Tidak WHAHAHHA... Jika saya keluar , saya tidak akan di kasih makan dengan tuan saya" ucap lastri


matanya hitam... pekat


"Siapa yang menyuruh mu" ucap ustad


"Ahhahaha......bukan urusan muhaahhhaa" ucap lastri


Pak ustad memberikan daun bidara kepada lastri . Dan akhirnya badan lastri lemas dan kembali normal .


"Ahh.... " ucap lastri kesakitan


"Ibuuuu" ucap wildan berlari menuju ibu nya


"Wildan... Kamu kenapa nak . Kenapa leher mu biru . Dan tangan mu merah sayang" tanya bu lastri


Bu lastri memeluk tubuh wildan dan pak ustad . membantu ibu lastri untuk kembali ke rumah nya .


Setelah kejadian itu..


Lastri membaca Al-Qur'an bersama wildan .


"Kreket.. kreket" terdengar suara seperti seseorang sedang loncat di teras rumah nya .


"Bu" ucap wildan


Lastri mengisyaratkan agar wildan diam dan melanjutkan bacaan nya .


Suara loncatan... itu semakin terdengar .


"Astaghfirullohhhh siapa si" ucap lastri geram


"Brak..." pintu depan terbuka dengan sendiri nya , karena memang Lastri lupa untuk mengunci nya .


"Bu , wildan takut" ucap wildan memeluk badan ibu nya .


Lastri melepaskan mukenah nya , dan melangkah keluar .


"Kamu disini saja dan" ucap lastri kepada wildan


Wildan mengangguk , wildan masuk kedalam kamar dan bersembunyi di bawah kolong tempat tidur . Lastri sangat pelan pelan , dalam mengambil langkah . Ia semakin dekat dengan ambang pintu.. ia seperti melihat kain putih terikat di samping pintu .


"Bragh..." lastri menutup pintu nya , ia berdiri di belakang pintu...


Dada nya berdegup dengan sangat kencang . Terdengar erangan dari luar rumah .


"JANGAN KAU USIK AKU . JIKA KAU TAK INGIN MATI" ucap seseorang di luar


Ia tak mengenali suara nya..


"Dog Dog Dog" terdengar gedoran pintu yang sangat kuat .


Lastri berjalan mundur , dan menyusul anak nya .


"Dan kamu dimana ?"ucap lastri


Wildan keluar dari dalam kolong tempat tidur nya..


"Bu , kita telpon pak ustad saja bu" ucap wildan


Lastri mengambil hendfone nya . Dan mencari nomor pak ustadz . Panggilan tersambung , namun tidak di angkat . Dua kali menelfon tidak di angkat..


Lalu hendfone lastri bergetar..


"Asslamualaikum bu lastri" ucap ustadz di telfon


"Wa'alaikumussalam pak ustad , tadz bantu saya dan anak saya pak . Kami sedang di ganggu hantu" ucap lastri panik


"Astaghfirullohaladzim , saya segera kesana" ucap ustadz memutuskan panggilan


"Tok tok tok" wildan berlari dan membukakan pintu


"Asslamualaikum anak soleh" ucap ustad


"Waalaikumsalam pak ustad" ucap wildan


"Mari masuk pak" ucap lastri


Pak ustad mengangguk...


"Apa pak ustadz , tidak melihat seseorang di depan pintu tadi" ucap lastri


"Tidak ada" ucap ustad


2 jam berlalu.. gangguan syetan itu tidak muncul kembali . Pak ustad berniat ingin pulang kerumahnya .


Suatu hari , ada dua pemulung yang sedang mencari barang rongsokan . Ia memunguti botol botol di dekat sungai pemancingan.. tiba tiba salah satu di antara mereka ber dua , mempunyai ide .


Akan masuk kedalam rumah wedah .. mereka ber dua adalah pemulung kampung sebelah . Jadi mereka tidak tahu , jika rumah wedah angker .


"Yok , yoyok... tuh liat . Kayanya rumah kosong" ucap dono


"Maksud mu . Kita nyari barang disana ?" ucap yoyok


Dono mengangguk... tangan nya menarik tangan yoyok.. namun yoyok kurang setuju dengan ide dono .


"Gak ah . Aku takut don . Takut ada demit" ucap yoyok begidik ngeri


"Ahhaha eh yok . Lihat tuh matahari.. terang.." ucap dono


"Ia juga si" ucap yoyok cengengesan


"Yaudah ayok . Siapa tahu ada barang barang bagus kan . Bisa kita gunain buat dirumah" ucap dono


Mereka berdua jalan kedalam rumah nya .


"Eh , gak bisa di buka don" ucap yoyok


Mereka ber dua , melewati pintu utama . Lalu dono mengajak yoyok untuk jalan ke samping . Pintu terbuka lebar..


"Liat yok , itu panci.. wajan . Gelas . Waah banyak banget yok" ucap dono


"Iya don . Masih bagus bagus tuh kaya nya .


Ini ember juga bagus . Tapi kenapa tidak ada yang mengambilnya ya" ucap yoyo


"Alah banyakan mikir . Kita bawa semuaa nanti kita bagi rata" ucap dono


Mereka berdua memunguti barang barang nya , dan dimasukan kedalam karung milik nya .


"Aku masuk kedalam dulu yok . Kamu di sini . Abisin barang nya . Jangan ada yang tersisa " Perintah dono


Yoyok pun menuruti perintah dono . Ia ambil semua.. tanpa ada yang tertinggal satu barang pun . Dono masuk kedalam.. gudang . Ia mencium wangi bunga .. bunga kantil .


"Eh apa itu... " ucap dono


Ia masuk kedalam.. gudang . Dan Dono menemukan sesajen . Dan dupa yag masih menyala.. terdapat buah buahan juga . Dono mengambil semua buah buah an , yang ada di dalam... gudang ini .


"Brughhh.."


Ia masukan semua dengan nampan nampan nya . Dono masuk keruang tengah , ia mencium busuk bangkai .


"Huekkk.."


"Eh don . Udah yuk balik . Lu kenapa lagi.. mual mual gt" ucap yoyok


Namun dono tidak menyahut.. yoyok akan menunggu dono 1 jam lagi . Jika tidak muncul ia akan menyusul nya .


"Huekkk... Busuk apa an nih . Gila ni belatung dari mana asal" ucap dono


Dono berjalan. . mengikuti arah belatung itu berjalan . Belatung itu merambat kedalam... kamar milik ibunya hana .


"Bragh..."


"Dikunci lagi" ucap dono


"Bragh.. bragh.."


Dono mencoba mendobrak namun tenaga nya tidak kuat . Ia berfikir pasti didalam nya ada harta Karun . Dono masuk kedalam. .. kamar milik hana .


"Astaga... Apa an ini . Panjang amat kain nya" ucap dono


Dono berlutut dan membalik kain putih panjang .


"Aaaaaaaaaaahhhhh... Pocc" ucap dono


Tiba tiba pocong itu memasukan air liur nya kedalam mulut Dono. Dan dono meninggal di tempat .


"Mana tuh anak" ucap yoyok


Ketika yoyok, ingin melangkahkan kaki nya kedalam sana , seseorang laki laki menepuk pundak nya .


"Ngapain kamu disini ?" ucap pria itu


"Saya sedang mencari barang bekas tuan" ucap yoyok


"Cepat pergi . Apa lagi yang kamu cari ?" ucap pria itu


"Teman saya ada di dalam.." ucap yoyok


"Dia sudah pulang . Dia lewat depan" ucap pria itu


"Kurang ajar kamu don . Awas kamu ya" ucap yoyo geram


Yoyo pun meninggalkan rumah itu.


Pria yang berbicara kepada dengan yoyo tadi , memasuki kamar milik hana , ia melihat teman pemulung tadi sudah terkulai kaku di kamar hana .


"Ahhahaha..... MAKANYA JANGAN SEMBARANGAN MAKAN SESAJEN MILIK TUAN SAYA" ucap pria itu dengan suara serak


Sampai sekarang tidak ada yang berani ke rumah hana dan tidak ada yang mengetahui dimana hana berada . Tidak ada yang berani mendekati rumah hana , akhirnya rumah hana dibiarkan begitu saja

__ADS_1


__ADS_2