
Nama ku jontor hobi ku memancing , suatu hari aku mengajak dua temen baik ku memancing . Kebetulan aku diberitahu seseorang dalam mimpi ku spot mancing yang bagus di hutan dekat kampung ku . Di pos ronda aku dan teman teman ku berkumpul untuk menentukan hari kami memancing , dono dan doni nama teman ku itu , mereka bukan kembar cuma nama nya aja yang hampir mirip .
"Oke..! kapan kita akan mancing dan dimana tempat nya ?" tanya doni dengan semangat
"Aku juga udah gak sabar nih karna udah lama gak mancing" kata dono
"Iya , sabar dulu nape spot mancing nya udah ada kok , noh di hutan sebelah" kata ku
"Aduh...! jangan di sana lah , emang kamu gak denger kabar dari warga kampung ya" kata dono
"Emangnya kenapa ?" tanyaku
"Di hutan itu kan banyak mahluk halus nya , hutan itu terkenal angker . Banyak warga kampung yang hilang di sana dan gak pulang pulang lagi" kata dono
"Iya betul itu" sambung doni
"Dasar kalian penakut , nih ya ku kasi tau . Ikan di sana besar besar malah kemaren ada orang dari kampung sebelah mancing dapat ikan besar berat 2 kg" kataku
"Wwiihhh...! gede bener" teriak doni
"Itu beneran apa hoax ?" kata dono
"Ya bener lah masak aku bohong sama kalian" kata ku
"Itu maka nya aku ajak kalian biar kita pergi bertiga" kata ku lagi
"Tapi kata kake ku kalau mau masuk ke hutan itu gak boleh ganjil" kata dono
"Itu kan kata orang tua dulu , masak kamu percaya sama yang gituan sih ?" kata ku meyakinkan teman teman ku itu
"Oke lah , lusa kita berangkat mancing" kata dono
"Gimana don kamu ikut kan ?" kata ku bertanya pada doni
"Aku sih ikut kalian aja , kita kan sohib" kata doni
Akhir nya kami sepakat untuk mancing ke hutan itu , segala persiapan sudah kami lakukan . Karna kami sudah terbiasa mancing jadi semua persiapan sudah kami siapkan , termasuk umpan pancing .
Hari yang di tunggu pun tiba , kami bertemu di pos ronda lalu berangkat bersama ke hutan pinggir desa . Kami menggunakan sepeda motor sampai pinggir hutan kami parkir motor di rumah penduduk sambil pamit dan menitipkan motor kami di rumah nya . Kami pun bersiap siap memasuki hutan ,
"Apa kalian yakin mau mancing di hutan itu ?" suara pemilik rumah menghentikan langkah kami
"Yakin donk pak" kata ku
"Begini saja nak , kalian biar di temani anak saya saja" kata bapak itu
"Ya udah gak pa pa biar anak bapak itu nemenin kita . Lagian kita kan jadi gak ganjil jon" kata doni
Iya juga ya pikir ku
"Ya udah pak boleh deh tolong panggilkan anak bapak" kata ku
"Cong....! temenin abang abang ni ke hutan mancing cong , Maaf ya nak nama anak saya oncong" kata bapak itu
"Iya pak gak apa apa" kata ku . Keluar anak usia sekitar 10 tahun dari dalam rumah si bapak .
"Yah... apa bisa anak kecil nemenin kita ?" bisik doni ke telinga ku
"Tenang aja nak , anak saya ini sudah hafal betul seluk beluk hutan itu . Karna tiap hari dia nyari kayu bakar di sana" kata bapak itu seakan tau kegundahan kami
"Eh iya pak" kata ku
Singkat cerita kami pun memasuki hutan bersama oncong ,
"Oh iya bang tolong jaga sikap di hutan ini ya bang , jangan ngomong jorok , angkuh dan jangan bunuh hewan hewan di hutan ini walau se ekor semut sekali pun" kata oncong
Kami pun mengangguk serentak mendengar ucapan oncong , lagi asik berjalan kami mendengar suara harimau mengaum , sontak kami bertiga berpelukan .
"Udah bang gak usah takut itu cuma suara aja kok" kata oncong
"Dari mana dia tau kalau itu bukan harimau jon?" kata doni
"Udah ikutin aja kita jangan gegabah , ingat dia lebih paham sama hutan ini" kata ku
"Cong kamu tau gak sungai yang banyak ikan nya ?" tanya ku
"Tau bang , malah banyak banget ikan nya . Cuma agak angker sih bang apa abang sama teman teman abang mau mancing di sana ?" kata oncong
"Mau donk" jawab kami serentak , setelah lama berjalan akhir nya kami sampai pada sungai tujuan kami , segera kami membangun tenda di pinggir sungai .
"Oh iya bang agak jauh dikit dari bibir sungai ya , jaga jaga aja mana tau air naik nanti" kata oncong . Oh iya juga ya pikir ku .
Tenda udah siap karna hari sudah sore kami membuat makanan dengan kayu di sekitar tenda dan makan malam , kami memutuskan besok mulai mancing .
Pagi pagi sekali kami sudah menyiapkan peralatan tempur kami untuk memancing , dono dan doni sangat bersemangat pagi ini karna air sungainya sangat jernih terlihat ikan yang mondar mandir di dalam sungai . Saat ingin melemparkan kail panging tiba tiba oncong berteriak dari depan tenda ,
"Bang...! baca bismillahirrahmanirrahim dulu biar dapat banyak ikan nya"
"Oke cong..." teriak kami bertiga
Singkat cerita sudah 2 jam kami mancing namun tidak ada satu ikan pun yang nyangkut di pancing kami bertiga .
"Kenapa pancing kita gak di sambar yah , padahal ikan nya banyak" kata doni
"Sabar donk , baru 2 jam" kata ku
"Horee.... aku dapat ikan...!" teriak dono tiba tiba
"Wah besar juga ya" kata ku
"Makan enak kita malam ini" kata doni lagi
"Maaf nak bisa saya minta ikan itu ?" terdengar suara seorang kakek yang tiba tiba ada di samping kami , aku kaget karna tiba ada kakek kakek di samping kami .
"Kasi aja bang..!" teriak oncong
"Yah elah masak ikan pertama kita di kasi keborang sih" kata dono
Aku perhatikan wajah kakek itu seperti aku pernah melihat nya , tapi dimana yah pikir ku .
"Ya udah lah don , kasi aja ke kakek itu kasian tau" kata ku
"Ya udah deh , kek doa kan semoga kami dapat ikan lebih banyak lagi ya" kata dono
"Iya nak pasti , karna setelah ini kalian akan panen ikan , tapi kamu ikhlas kan beri ikan ini pada kakek ?" tanya kakek itu
"Iya kek saya ikhlas" kata dono
Kakek itu pun pergi dan menghilang di balik pepohonan yang rindang , setelah beberapa saat kami bergantian mengangkat ikan , seperti ikan ikan ini kelaparan dan tak henti hentinya makan umpan kami , tidak lama kami pun mengumpulkan 2 ember penuh ikan , segera kami nyalakan api untuk bakar ikan biar tidak bau saat di bawa pulang . Lagi asik bakar ikan aku mendengar suara menggeram ,
"Eh kalian tidak dengar suara itu ?" kata ku
"Tidak" jawab dono dan doni
"Iya bang aku dengar" kata oncong
"Udah gak usah di hiraukan ada yang datang karna mencium bau ikan kita ini , mungkin dia lapar" kata oncong
Segera oncong mengambil satu ikan dan melempar nya ke dalam hutan yg gelap , beberapa saat setelah melempar ikan tadi , terdengar suara seperti anjing yang berebutan memakan sesuatu . Aku pun sedikit ketakutan , aku pikir itu suara serigala .
"Cong suara apa itu ?" kata ku
"Oh , itu suara mahluk halus bang itu loh sejenis genderuwo" jawab oncong
"Kok kamu santai aja sih" kata doni
"Aku takut nih kalau kalau dia datang ke sini" kata dono
"Udah tenang aja bang , dia gak akan ganggu kita kok" kata oncong
"Aku malah pernah ketemu yang lebih seram lagi bang , pernah waktu itu aku keasikan cari kayu bakar sampai kemalaman pulang . Aku melihat ular berkepala manusia bang lagi makan babi hutan , kata orang sih itu dulu manusia seperti kita tapi dia memuja siluman ular untuk mencari kekayaan" cerita oncong
"Nah kalok dia mati seperti itu wujud nya , ihh serem juga ya ? kalau aku yang lihat kayak gituan pasti aku udah pingsan deh" kata doni
"Oh iya , cong kamu kenal sama kakek yang minta ikan kita tadi ? seperti nya aku pernah melihat nya , oh iya aku melihat nya di dalam mimpi ku . Kakek itu lah yang mengatakan pada ku untuk mancing di hutan ini" kataku
"Iya bang , dia itu mahluk halus juga bang .Itu
__ADS_1
Maka nya kasi saja" kata ku tadi
"Isshh.... ternyata beneran yah hutan ini angker" kata doni dan doni
"Asal abang ini ikutin kata kata ku semua akan baik baik aja kok" kata oncong
Setelah semua ikan kami bakar kami pun menyusun nya di keranjang yang kami bawa , kami bersiap untuk masuk ke tenda dan tidur . Baru beberapa menit saja mereka sudah pulas tertidur .
Aku tidak bisa tidur karna mendengar suara suara berisik , ada suara wanita menangis lalu tertawa , suara garukan seperti anjing , aku mencoba memejamkan mata tapi tetap tidak bisa .
"Kenapa belum tidur bang ?" kata oncong
"Ntah lah cong , aku terganggu dengan suara suara itu . Terpikir di otak ku ingin pulang saja" kata ku
"Tapi kan ikan yang kita dapat belum banyak" kata oncong
Iya juga yah pikir ku
"Ya sudah abang tidur aja besok kita pasti panen ikan lagi" kata oncong
Singkat cerita kami kembali mengumpulkan banyak ikan , setelah di bakar ternyata keranjang yang kami bawa sudah penuh dengan ikan bakar . Pagi ini seperti biasa aku bersiap siap ingin mancing , baru aku buka mata terdengar teriakan dono .
"Aaakkkkk... woi...! bangun..!"
Aku pun lgsung keluar tenda dan sangat terkejut . Di atas tenda kami ada banyak ulat bulu besar besar dan bermacam macam warna , sebesar jempol orang dewasa . Aku pun mengambil daun daun di samping tenda dan ingin melibas libaskan ulat bulu itu yang mungkin jumlah nya ratusan .
"Eh bang...! jangan gitu cara nya" kata oncong
"Lebih baik kita ambil air lalu kita siram biar pada pergi ulat nya" katanya lagi . Kami pun bergegas mengambil air di sungai dan segera menyiram nya . Seletah bersih dari tenda kami pun pergi memancing .
"Gak terasa udah sore yah" kata doni
"Ayok kita siap siap buat api untuk bakar ikan" kata nya lagi . Kami pun bakar ikan dan lumayan banyak ikan yang sudah kami bakar .
"Besok kita sudah bisa pulang nih , Kan udah penuh 2 keranjang ikan nya . Bisa kita jual di pasar" kata ku
Kami pun sepakat pulang besok pagi , malam ini kami semua tidur dengan nyenyak , tapi ada suara yang manggil manggil nama ku . Aku pun keluar tenda untuk cek suara siapa itu . Ku senter ke sekeliling tenda tapi tidak ada siapa siapa . Aku kembali masuk ke tenda lagi
"Jontor... jontor..." kembali terdengar suara memanggil nama ku .
Aku pun keluar lagi , kali ini ku lihat kakek yang meminta ikan pertama kami waktu itu , di belakang nya berjejer makhluk makhluk menyeramkan membuat kaki ku bergetar dan lemas . Ingin aku berteriak mbangunkan teman teman ku , tapi tiba tiba tenggorokan ku seperti tercekik .
"Tidak usah takut nak" kata kakek itu
"Aku cuma ingin bicara sebentar . Maaf aku membawa pasukan , mereka gak akan menggagu kok" kata kakek itu lagi
"Sebelum kalian pulang besok bisa kah kakek minta sedikit hasil pancingan kalian , karna anak ku sangat suka" kata kakek itu lagi
"Oh iya , salah satu teman mu melakukan kesalahan , akan terjadi sesuatu nanti di perjalanan kalian aku tidak bisa membantu apa apa karna kesalahan teman mu cukup fatal" kata kakek itu
Aku pun hanya bisa diam sambil mengaguk ,
"Semoga kalian bisa atasi nanti"
Singkat cerita kami pun bersiap siap untuk pulang ke rumah , sudah 2 jam kami berjalan tapi kami belum juga keluar dari hutan .
"Jon sepertinya kita hanya berputar putar saja sedari tadi" kata doni
"Iya nih... bukti nya pohon besar ini sudah 2 kali kita lewati" kata dono
Aku pun merasa seperti yang mereka ucapkan ,
"Ya sudah kita jalan lagi aja biar gak kegelapan di jalan" kata ku
Tiba tiba jalan kami di halangi kabut yang sangat tebal , sampai sampai kami bergandengan tangan untuk berjalan karna jarak pandang yang sangat minim .
"Aduh aku capek nih.. mana ikan nya berat banget lagi , jalan nya gak keliatan" keluh doni
"Hust... gak boleh gitu" kata ku . Tiba tiba ada angin yang sangat kencang menerpa tubuh kami , dedaunan kering juga berterbangan menerpa wajah kami .
"Allahuakbar... Allahuakbar..." teriak kami serentak sambil tetap berpegangan tangan
"Ya Allah jauhkan lah kami dari gangguan jin dan syetan yang jahat...!" teriak ku dengan keras dan lantang .
Dengan perlahan angin berhenti dan menghapus kabut yang menghalangi jalan kami . Tiba tiba doni tertawa dan berteriak teriak tidak jelas ,
"Doni kamu kenapa..? sadar don" kata ku . Tapi doni tetap tertawa dan berteriak teriak
"Dia harus bertanggung jawab tinggalkan dia bersama ku di sini atau kalian semua mati" kata doni
"Seperti nya abang ini kemasukan makhluk halus bang" kata oncong
"Lalu kita harus gimana ini ?" jawab ku
"Aku juga gak tau bang" kata oncong , aku pun teringat kata kata almarhum bapak ku .
Aku duduk bersila di depan doni yang meronta ronta di pegangi dono dan oncong . Ku pejamkan mata ku sambil membaca doa doa . Selang beberapa detik kemudian aku melihat di belakang doni mahluk hitam besar mata nya melotot menatap ku . Makhluk itu tinggi besar berbulu dan memegang rantai yang terikat di kaki doni , sementara di atas pohon begitu banyak makhluk yang menyeramkan mengelilingi kami , membuat ku agak takut .
Aku pun ngeri melihat makhluk itu karna dari mulut nya keluar air liur yang tidak berhenti menetes dari gigi gigi nya yang runcing dan mengeluarkan bau yang sangat busuk . Aku pun memberanikan diri berbicara pada makhluk itu ,
"Maaf mbah apa salah kami sehingga kami di halangi seperti ini ?" kata ku
Seketika pasukan di belakang makhluk itu serentak ingin maju dengan mata yang merah seperti marah melihat aku dan teman teman ku . Tapi makhluk yang memegang rantai itu merentangkan tangan nya mengisyaratkan untuk berhenti .
"Apa teman mu tidak mengatakan apa yg telah dia lakukan hahhh...!" teriak makhluk itu . Aku pun gemetar dan pingsan seketika mendengar bentakan mahluk itu .
Saat sadar aku melihat teman teman ku sibuk memegangi doni yang berontak kesana kemari . Aku pun terduduk dan mendekati doni , aku mendekatkan mulut ku ke telinga doni , ku baca ayat kursi dan seketika itu doni berteriak teriak . Akhirnya doni pingsan , ketika sadar dia seperti orang bodoh , dia tidak mengucapkan sepatah kata pun hanya diam membisu . Aku dan dono memapah doni sambil berjalan .
Lama kami berjalan sampai tiba di depan sebuah gubuk yang lumayan besar , gubuk yang beratapkan daun rumbia . Aku sebenarnya merasa heran kenapa ada gubuk di tengah tengah hutan seperti ini pikir ku . Kami pun duduk di depan teras gubuk itu di atas bale yang terbuat dari bambu . Kami baringkan doni yang sudah terlihat lemas , aku pun mengetuk pintu gubuk itu dengan mengucap salam , sementara teman teman ku juga duduk karna sudah lelah membawa ikan dan memapah doni tadi . Beberapa kali aku mengucap salam tapi tidak ada yang menjawab , pada akhir nya seseorang membuka pintu . Dan itu kakek yamg meminta ikan kami waktu itu .
Dia pun mempersilahkan kami masuk , tanpa basa basi dia berkata
"Kalian tidak akan sanggup melawan makhluk itu" seperti sudah paham atas situasi kami saat ini .
"Lalu kami harus gimana kek ?" kata ku
"Biar ku sadarkan dulu teman kalian" kata kakek itu , lalu kakek itu memegang kepala doni dan meniup nya . Ajaib sekali kakek ini pikir ku karna hanya dengan meniup kepala doni dia bisa menyadarkan doni .
"Aku haus aku mau minum.." kata kata pertama keluar dari mulut doni sesaat setelah ia sadar .
Aku pun memberi botol air mineral pada nya dan dia meminum habis air itu ,
"Nak emang apa yang sudah kamu lakukan sehingga makhluk makhluk itu marah ?" kata kakek itu . Joni terdiam dan mengingat apa yang telah ia lakukan .
Dengan masih sedikit lemas doni menjawab pertanyaan kakek itu "aku baru ingat..! waktu di atap tenda kita banyak ulat bulu aku refleks dan tidak sengaja melempar ulat bulu yang besar ke dalam bara api di depan tenda kita . Ulat itu mau masuk ke dalam sepatu ku , dan ku rasa ulat itu lah yang paling besar di antara ulat yang lain waktu itu"
"Kenapa abang lakukan hal itu , kan aku sudah bilang jangan membunuh hewan apa pun walau semut sekali pun bang" kata oncong
"Maaf...! aku juga refleks waktu itu karna takut ulat itu masuk ke sepatu ku , aku pun menghentakkan sepatu dan ulat itu terjatuh ke bara api" kata doni
"Kalau begini kalian susah lepas dari makhluk itu" kata sang kakek
"Tolong lah kami kek..! kan doni juga tidak sengaja kek" kata ku . Kakek pun terdiam dan tiba tiba ada suara menggelegar dari luar .
"Keluar , wahai manusia keluar...!" suara itu sangat keras sampai menggetarkan gubuk yang kami tempati seakan gempa yang dahsyat .
Kami semua keluar kecuali doni karna dia masih lemas , sang kakek pun berdiri di depan kami .
"Ada apa kau ke sini ?" kata kakek
"Kenapa kau sembunyikan calon budak ku di dalam gubuk mu hah...!" teriak makhluk itu
"Kau berani melawan ku ? aku raja jin di hutan ini" kata makhluk itu
"Maafkan lah mereka tuan ku" kata kakek
"Tidakk...! dia harus membayar semua perbuatan nya !" teriak makhluk itu
"Berikan dia pada ku atau.." belum selesai dia berbicara muncul makhluk makhluk yang sangat menyeramkan dari dalam gelap nya hutan , sangking seram dan bermacam bentuk dono sampai pingsan sementara aku gemetar dan lemas seakan kaki ku tidak bertulang lagi .
Aku berpikir gimana nasib kami bertiga setelah ini , aku sangat takut kalau donk akan di jadikan budak oleh makhluk itu hanya karna ke tidak sengaja nya membunuh ulat bulu itu . Aku melihat makhluk halus yang datang dari hutan semakin banyak dan berbagai macam bentuk , sangking seram nya aku tidak bisa menggambarkan bagaimana bentuk makhluk makhluk itu . Mata mereka menyala merah seakan akan ingin melahap kami semua yang ada di situ .
"Ampuni lah anak ini tuan ku karna anak ini tidak sengaja melakukan hal itu" kata kakek
"Apakah harus nyawa anak ini ganti nya ?" kata kakek lagi
"Tentu , dia harus bayar dengan nyawa nya !" teriak makhluk itu dengan kuat nya
__ADS_1
"Kek kenapa semakin banyak saja makhluk makhluk itu berdatangan . Mereka mengepung gubuk kakek" kata ku
"Iya aku tau , kamu diam saja" jawab kakek
"Apa kau tau yang dia bunuh itu adalah anak ku..!" bentak mahluk itu seperti tanah yang ku pijak bergetar yang membuat ku akhirnya tidak sadarkan diri . Aku pun pingsan seperti dono . Begitu sadar aku melihat teman teman ku masih tertidur di bale
"Kek gimana nasib kami sekarang ini ?" tanya ku sambil menangis
"Aku juga bingung nak karna makhluk itu susah di nego . Dia tidak mau kalau teman mu itu selamat , dia ingin teman mu itu jadi budak makhluk itu" kata kakek itu
"Lalu gimana jalan keluar nya kek . Aku yang mengajak teman teman ku ke sini itu maka nya aku yang bertanggung jawab atas diri mereka kek" kata ku
"Besok malam makhluk itu akan datang lagi , mudah mudahan besok dia mau bernegosiasi dengan kita . Untuk sementara ini kalian tinggal dulu di sini ya" kata kakek itu lagi
"Baik lah kek aku nurut kakek aja , makasih udah mencoba menolong kami ya kek" kata ku
Esok nya tepat malam hari , yang ditunggu pun datang . Tetap dengan membawa begitu banyak pasukan dari dalam hutan .
"Dimana anak itu..!" teriak makhluk itu
Kakek pun membawa doni keluar , dan menyuruh doni berlutut di depan makhluk itu . Serentak semua pasukan mahluk itu menghampiri doni dan mengerubungi doni . Aku pun berteriak mengucap kan "astagfirullah...!"
Aku segera berlari menghampiri doni tapi tangan ku di pegang oleh kakek .
"Jangan nak..! apa kamu sudah gila ya kamu bisa celaka nanti" kata kakek itu
"Aku tidak peduli kek , aku harus menolong sahabat ku kalau tidak dia bisa mati nanti" kata ku
"Lebih baik mati satu dari pada kalian semua mati nanti" kata kakek lagi
Melihat doni di gerogoti makhluk makhluk itu membuat dono menangis sementara aku histeris , aku berteriak teriak memanggil manggil nama donk dan memohon pada makhluk makhluk itu agar menjauh dari doni . Sedangkan doni berteriak teriak minta tolong pada kami , sangat mengerikan yang terjadi pada doni , makhluk makhluk itu seperti kelaparan karna mereka menarik narik tubuh doni hingga tercerai berai .
Saat seperti ada yg menarik kaki nya dan putus , langsung saja potongan kaki doni jadi rebutan di antara mereka . Aku pun mual dan tidak tahan menyaksikan kejadian itu . Sesaat kemudian aku pun muntah muntah dan kakek membawa ku ke dalam gubuk , pintu pun di tutup dan terdengar lah tawa mahluk itu menggelegar di sekeliling hutan itu membuat gubuk kami bergetar hebat . Tawa itu seperti puas karna sahabat ku itu jadi mangsa mahluk itu , aku pun tak henti henti nya menangis menyesali yang terjadi . Suara mereka riuh saling berebutan tubuh doni .
"Kenapa kakek berikan tubuh teman ku itu hah...!" bentak ku sambil meraih lengan kakek dengan sedikit marah dan kesal .
"Kakek sudah berjanji menolong kami kan , kenapa kek... kenapa kakek ingkar janji" kata ku
"Sudah nak kamu tenang dulu , biarkan makhluk makhluk itu pergi dulu biarkan mereka puas memangsa teman mu itu" kata kakek itu
Aku pun membuang muka ku ke samping karna kesal dan marah pada kakek itu , suara makhluk makhlik itu masih terdengar berebutan di depan gubuk kami . Selang beberapa menit suara itu perlahan menghilang , kakek pun berbicara dari dalam gubuk .
"Sekarang kalian sudah puas kan...! lebih baik kalian pergi dari sini dan jangan ganggu anak anak ini lagi" teriak kakek
"Baik lah kalau begitu , hahahahah..." terdengar suara itu lama lama menghilang
Setelah makhluk makhluk itu pergi , keadaan di luar pun sunyi senyap . Tidak terdengar suara gaduh seperti anjing kelaparan yang berebut makanan . Aku dan dono masih tetap menangis menyaksikan hal tadi , aku pun membuka pintu dan menerangi tempat dimana tadi doni di santap beramai ramai oleh mamhluk halus tersebut . Aku menerangi ke segala arah , tanah di sekitar tempat itu rusak seperti ada ratusan kuda yang berlarian di situ . Tidak terlihat bekas apa pun di situ seperti potongan potongan tubuh atau daging misal nya , karna aku berharap ada sedikit potongan tubuh doni yang tersisa agar bisa ku makamkan dengan layak pikir ku .
Tapi tempat itu bersih tanpa setetes darah pun yang tertinggal karna memang yang ku lihat makhluk makhluk itu sampai menjilati tanah bekas tubuh doni di cabik cabik . Aku pun berteriak teriak memanggil manggil nama doni sampai sampai kakek keluar dan menyeret ku masuk ke dalam gubuk .
"Tenang nak , tenang lah.." kata kakek
"Tenang apa nya kek..!" teriak ku
"Kakek bisa tenang karna dia bukan siapa siapa kakek , tapi aku..! aku sahabat nya...! aku yang mengajak dia ke sini , apa yang akan aku katakan pada keluarga nya nanti kek" kata ku sambil menangis
"Ayo.. ayo.. sini ikut kakek" kata kakek lagi sambil memegang tangan ku dan menuntun ku masuk ke gubuk . Kakek lalu mengajak ku ke belakang gubuk .
Disana terdapat sebuah ruangan , kami pun masuk ke dalam ruangan itu . Dengan sedikit kesal aku pun melepaskan tangan ku dari genggaman kakek dengan kasar . Apa yg ingin di tunjukkan kakek tua ini pikir ku , karna di ruangan itu hanya terdapat jerami kering dan padi dalam karung .
"Apaan sih kakek ini mengapa aku di bawa kesini" kata ku . Kakek lalu membuka kaitan karung yang lumayan besar
"Lihat lah ini.." kata kakek itu
Saat ku lihat aku terkejut sambil mengucap
"Astagfirullah... Allahuakbar... Allahuakbar... llaillahaillalah... apakah yang ku lihat ini benar kek . Aku tidak mimpi kan ini" kata ku
"Tidak nak... kamu tidak mimpi kok . Aku telah menepati janji ku" kata kakek itu
Setelah ku tau yang di dalam karung itu doni aku pun sedikit lega ,
"Apa sudah aman kek ?" kata doni
"Sudah nak sekarang kamu boleh keluar" kata kakek
Aku pun memeluk doni dengan erat dan kami pun bergegas kembali ke gubuk , dono dan oncong pun yang tadi menangis sekarang terkejut melihat doni masih hidup .
"Loh kok bisa kan tadi doni sudah di makan makhluk makhluk itu ?" kata oncong.
"Iya saya sengaja menyuruh doni sembunyi , sedangkan yang dimakan makhluk makhluk itu tadi kambing . Sengaja di tukar karna makhluk itu tidak mau nego , dia ingin nyawa teman mu itu . Kalau tidak dia minta tangan atau kaki teman mu masing masing satu , itu kan sama saja mati" kata kakek itu lagi . Aku dan teman tema n tidak henti hentinya mengucap syukur dan berterimakasih pada kakek sudah menepati janji nya .
Kakek pun senang kalau kami semua selamat , kami pun memberi kakek itu ikan bakar hasil pancingan kami .
"Besok kami akan pulang kek , semoga kakek terima ikan ini karna hanya ini yang kami punya" kata ku
Kakek hanya tersenyum saja , keesokkan harinya aku dan teman teman ku berpamitan untuk pulang .
"Tapi ada yang aneh kata dono sebelum kami pulang
"Kenapa waktu itu kakek juga mempunyai pasukan sewaktu minta ikan kami ?" kata dono
Kakek tidak mnjawab dan lagi lagi dia hanya tersenyum .
"Sudah lah kalian pulang saja karna itu rahasia kakek" jawab kakek
Kami pun melangkah pergi dan saat kami menoleh kakek beserta gubuk nya sudah hilang , dan hanya terdapat pohon besar dan rindang . Kamipun berlalu tanpa sepatah kata pun karna masih bingung dan takut tidak mendapati kakek itu di situ lagi .
"Terus kita kmaren tinggal sama siapa dong ?" kata oncong
"Hustt... udah lah ayok kita pulang" jawab ku
Beberapa saat jalan kami sampai di pinggir hutan dan langsung menuju rumah oncong , orang orang desa heran melihat kami keluar dari hutan . Muka mereka seperti takut dan mereka berlari melihat kami . Aku dan teman teman juga merasa heran dan kami sampai di rumah oncong , setelah ibu oncong membuka kan pintu dia berteriak memanggil bapak oncong ,
"Pak... pak...!!!"
Kami saling berpandangan ketika ibu oncong memeluk dan menciumi anak nya itu , sedangkan tetangganya terlihat takut dan semua menutup pintu . Bapak oncong pun datang dan segera mempersilahkan kami masuk .
"Ternyata kalian masih hidup" kata bapak oncong
"Kenapa bapak berbicara seperti itu tentu saja kami masih hidup , nih hasil tangkapan kami" kata ku sambil menyodorkan dua keranjang ikan bakar
Tapi ikan itu telah berubah menjadi daging daging busuk dan berulat , warna nya hitam dan berair . Aroma nya sangat bau .
"Astagfirullah... ayo segera bawa keranjang itu ke belakang agar bisa kita tanam . Aku juga heran pak kenapa bisa seperti ini" kata ku . Kami pun segera mengangkat keranjang itu dan mengubur nya di belakang rumah oncong
"Kalian kemana aja nak..? aku dan istri ku sangat terkejut melihat kalian . Kami pikir kalian semua sudah meninggal sampai sampai ibu oncong menangis selama 3 hari" kata bapak oncong
"Apa maksud bapak ?" tanya kami serempak
"Apa kalian tidak tau . Kalian sudah menghilang selama 1 bulan nak" kata bapak oncong . Saat itu mungkin wajah kami semua seperti orang bodoh mendengar kata kata bapak oncong karna kami tidak percaya .
"Satu bulan pak..?!" teriak ku kaget
"Kami hanya 4 hari di hutan itu pun karna kami mendapat musibah , sehingga kami menginap di rumah seorang kakek di dalam hutan . Itu pun cuma 2 malam pak" kata ku
"Kami sudah mencari kalian selama seminggu nak , sampai sampai kami di bantu kepolisian mencari kalian , tapi kami tidak juga menemukan kalian" kata bapak oncong
"Tapi kami bersyukur kalian semua selamat nak" kata bapak oncong
"Oh maka dari itu orang orang di kampung takut meliahat kami pulang ya pak" kata ku
"Tapi gimana ini pak , ikan bakar nya sudah berubah jadi daging busuk . Itu kan sama saja kami sia sia mancing ke hutan angker itu . Mana hampir mati lagi" kata ku
"Sudah nak tidak apa apa di jadikan pengalaman saja" kata bapak oncong
Saat kami ingin berpamitan aku ingin mengambil uang di dalam ransel ku untuk ku berikan pada oncong , sekedar untuk ucapan terimakasih sudah menemani kami ke hutan . Tapi betapa terkejut nya aku karna barang barang ku semua hilang termasuk uang yang ku taruh di dalam tas , tapi semua isi tas ku berubah menjadi batangan emas yang banyak sekali . Badan ku lemas dan aku terduduk melihat isi tas ku .
"Don coba lihat isi tas ku" perintahku pada dono dan di susul oleh doni . Mereka pun sama seperti ku ,
"Kita akan kaya jon...!" teriak mereka berdua . Setelah di lihat bapak oncong dia berkesimpulan bahwa ikan ikan mereka telah di tukar dengan emas .
Karna se tau bapak oncong ikan ikan di dalam hutan itu sangat di sukai makhluk halus , aku pun memberikan beberapa batang emas pada bapak oncong . Beberapa hari kmudian dia membeli kambing dan sapi untuk di ternak nya . Sedangkan kami menjadi orang terkaya di kampung kami , aku membeli tanah berhektar hektar untuk tabungan masa tua ku .
Sementara doni membuka kilang padi , dan dono usaha kolam lele dan membuka rumah makan di pinggiran kota . Walau nyawa kami hampir melayang tapi kami bersyukur atas rezeki yang kami dapat , dan berterima kasih pada kakek misterius di dalam hutan yang memberi kami emas karna ikan bakar kami di ambil nya untuk anak nya .
Aku tau itu karna dia hadir dalam mimpi ku dan memberi tahu aku . Di balik musibah kami belajar banyak hal sekarang kami tidak pengangguran lagi , terimakasih ya Allah atas rezeki mu .
__ADS_1