
Malam itu , jam dinding kamar sudah menunjukkan angka dua belas . Namun jari jariku masih asyik berbalas pesan dengan eri , sahabat lamaku yang sekarang sedang merantau di kota . Kami membicarakan banyak hal yang terjadi setelah kami lulus dari SMA . Eri memilih ikut dengan saudaranya untuk merantau , sedangkan aku masih bersantai menikmati status baruku sebagai pengangguran .
Hingga percakapan kami selesai ketika aku pamit untuk tidur duluan , eri mengiyakan saja karena katanya dia mau lanjut main game . Malam itu terasa sangat sunyi , bahkan suara nyamuk yang biasanya berpatroli untuk mencari mangsa tidak terdengar sama sekali .
Aku mencoba memejamkan mata , mengistirahatkan tubuh dan otak setelah melakukan aktifitas seharian . Hampir setiap hari aku selalu tidur di atas jam dua belas . Sebenarnya tidak ada kegiatan berarti yang membuatku harus tidur selarut ini , tapi memang pada dasarnya saja aku memiliki sedikit gangguan tidur . Orang orang biasa menyebutnya dengan sebutan insomnia .
Beberapa kali aku mencari posisi yang paling nyaman supaya kantuk segera datang , aku memandangi langitblangit kamar yang terdapat bercak membentuk pola seperti sebuah peta akibat air yang rembes saat hujan tiba . Setelah itu , kesadaranku berangsur angsur mulai tenggelam kedalam mimpi yang panjang .
__ADS_1
Mimpi yang sedikit aneh karena dalam mimpi itu , aku sadar kalau aku sedang tidur tapi kenapa mataku terbuka ? dan kenapa seluruh tubuhku tidak bisa digerakkan . Aku mulai panik , mencoba berteriak memanggil ibu tapi mulutku hanya terbuka tanpa suara .
"Tolooong..." jeritku dalam hati
Keringat dingin mulai membasahi seluruh tubuhku . Dari langit langit kamarku , aku melihat sosok hitam dengan rambut yang menjuntai menutupi wajahku . Aku masih berusaha menggerakkan tubuhku yang terasa kaku sambil merapalkan beberapa doa yang aku hafal di luar kepala . Berharap sosok itu segera menghilang . Namun harapan , tinggalah harapan .
Rasanya aku ingin menangis , berlari dan bersembunyi dari makhluk itu . Tapi apa daya tubuh mungilku hanya diam terpaku tak bisa berbuat apa apa . Nafasku tercekat ketika aku merasakan sebuah tangan berusaha mencekik ku di tambah suara bisikan yang memenuhi telingaku . Bisikan yang sampai saat ini aku tidak tahu apa maksudnya .
__ADS_1
Di tengah keputusasaan , aku masih terus melantunkan doa doa di dalam hati , sambil menyebut nama Allah berulang kali . Berharap pertolongan akan segera datang .
"Ayo , sadar ! sadar ! sadar !"
Akhirnya perlahan kakiku bisa di gerakkan , dan saat itulah cekikan yang ada di leherku mulai terlepas . Seketika aku langsung menjerit dengan keras hingga membangunkan seluruh penghuni rumah . Yang pertama aku lihat adalah wajah ibu yang terlihat panik sambil menanyakan keadaanku . Aku hanya bisa menangis , tubuhku bergetar . Rasa takut dan lega bercampur jadi satu . Kemudian ku ceritakan semuanya kepada ibu , ia hanya menjawab
"sudah , itu kamu ketindihan namanya . Makanya kalau mau tidur baca do'a dulu !"
__ADS_1
Aku hanya diam sambil mengangguk pelan . Masih terbayang dengan jelas sosok yang tadi menggangguku . Malam itu hingga beberapa malam berikutnya aku tidak berani tidur sendirian . Jadi aku meminta ibu untuk menemaniku . Ya , aku mengalami ketindihan . Hal yang mungkin beberapa orang juga pernah mengalaminya namun kejadian itu sangat membekas dalam ingatanku . Dan aku tidak ingin kalian merasakan hal yang sama .