Kumpulan Cerpen Romantis

Kumpulan Cerpen Romantis
Love In Pantai Losari (Awal Mula!)


__ADS_3

Flasback!


Beberapa bulan yang lalu sebelum dimana Mita mengetahui dirinya hamil. Mita saat ini sedang merayakan hari jadinya bersama Rifki yang ke 2 tahun. Mereka merayakannya dengan cara sederhana pada sore hari di Pantai Losari.


Malam tiba, Mita terkejut usai berpapasan dengan Rival setelah merayakan hari jadinya bersama Rifki. Untung saja Rifki sudah kembali ke kost-kostsan Riko karena ingin mengerjakan tugas kuliahnya.


Mita merasa tidak nyaman karena Rival terus terusan mengikutinya juga mengajaknya mengobrol.


"Eh, lupa mantan. Sapa dulu doang!" Rival menghalangi jalan Mita yang hendak menahan taksi.


"Maaf, Kak! Saya mau pulang." Balas Mita dingin.


"Ngomong-ngomong, kamu sama Rifki sudah 2 tahun ternyata pacaran. Selamat, yah!" ucapnya membuat Mita kurang terima.


"Maaf, Kak! Jangan halangi jalanku. Saya mau mencari taksi." Mita semakin risih, wajahnya mulai emosi.


"Oke, aku tahu kamu sudah berubah. Tapi boleh jangan bicara dengan emosi di depanku?"


"Kamu tidak bersyukur betapa banyaknya uang yang aku keluarkan demi lihat kamu senang dan bahagia. Apalagi membiayai kuliah kamu, Mit."


"Hargailah, meskipun kita ini bukan pasangan lagi."


Mita mengendus kasar, "Baik, Maaf!" Mita mulai berani memandang wajah Rival.


"Ini baru pukul delapan. Makan, yuk. Kamu tak rindu makan steak di tempat favorit kita dulu?"


Mita langsung mengingat kenangan lamanya bersama Rival waktu masih pacaran. Setiap satu kali seminggu, Mita dan Rival tak pernah absen untuk makan di tempat itu.


Pekerjaan Rival?


Rival si ketua Geng Motor dan suka meresahkan di jalan raya. Ia adalah alumni S1 di universitas yang cukup terkenal di Makassar. Selain itu, ia bekerja sebagai karyawan di Mall selama 2 tahun kemudian bekerja sebagai kuli bangunan 1 tahun dan terakhir bekerja menjadi pengusaha cafe di sekitar pantai Losari.


Ia mempunyai rumah pribadi di Makassar karena tidak mau melihat ayah tirinya. Rival memang pekerja keras, mandiri, dan banyak uang. Namun pikirannya saja yang membuat kaum hawa tak mau mendekatinya.


Tanpa berpikir panjang, Mita akhirnya memutuskan untuk mengikuti kata Rival. Mereka makan di restoran itu. Dan restoran itu pula adalah tempat makan kesukaan Putri.


Setelah selesai makan malam, Mita dan Rival masih mengobrol hingga membuat rasa sayang Mita ke Rival perlahan tumbuh kembali.


Bodoh? Mita memang tak bisa berpikir dua kali. Ia bahkan lupa kalau punya pacar yang lebih tampan dan perhatian daripada Rival.


Apakah Mita hanya menyukai harta Rival? Sehingga Mita merasa senang karena kemauannya selalu saja di kabulkan.


"Udah kenyang?" tanya Rival lalu tibalah karyawan restoran itu memberinya cake rasa coklat dan vanilla.


"Ini buat kamu!"

__ADS_1


"Terima kasih?"


"Ngomong-ngomong, aku baru kesini setelah sekian lama putus denganmu."


"Ternyata restoran ini banyak berubah yah!"


"Tentu saja, seandainya kamu tidak selalu curiga menuduh aku selingkuh. Pasti hubungan kita bertahan sampai saat ini." Ujarnya membuat perasaan Mita kembali terpaku.


"Maaf! Tapi aku sudah bahagia sekarang." Balasnya membuat Rival terkekeh.


"Seberapa bahagia kamu dengan Si Rifki?"


"Hmmm... lain kali kita selalu bertemu yah, jujur aku rindu sama kamu."


Hari semakin berlalu, Mita malah diam-diam dekat dengan Rival tanpa ada yang tahu. Mita pun kehilangan rasa cinta ke Rifki karena Rival selalu memanjakannya.


.........


Tiga bulan sebelum Rifki bertemu dengan Putri, Mita sedang asyik ke kelab bersama Rival diam-diam. Namun hasilnya malah ketahuan oleh Riko. Riko bergegas menelepon Rifki untuk memberitahu bahwa Mita sedang mabuk berat.


Usai mendapat kabar dari Riko, Rifki akhirnya sampai ke kelab dan melihat Mita duduk sendiri di atas sofa sambil memeluk botol miras.


Kemanakah Rival?


Dia kabur usai melihat Riko yang sedang masuk ke kelab bersama teman-temannya. Sebelumnya Mita dibawah dari kost-kostsan oleh Rival dalam keadaan kurang sadar menuju ke kelab.


Rifki membawa Mita kembali ke kost-kostsan milik Mita namun pagarnya sudah terkunci. Rifki akhirnya memutuskan untuk membawa Mita ke kost-kostsannya. Disanalah Mita menginap, ia terbaring di atas tempat tidur sedangkan Rifki di tertidur didepan tempat tidurnya.


Beberapa bulan kemudian setelah Mita menginap di kost-kostsan milik Rifki.


Hingga saat itulah Putri datang menemani Rifki untuk makan di restoran favoritnya. Dimana saat itu Mita baru saja keluar dari restoran sambil memeluk buket dan boneka hingga terjadilah pertengkaran.


"Mita!" Suara itu keluar dari mulut Rifki diiringi dengan raut wajah kecewa hingga kulihat tangannya mengepal kuat.


"Mita, wah! Kayaknya habis di suprise-in sama pawangnya. Selamat!" Ucap Putri, ia melirik wajah Rifki yang masih kecewa.


"Hmmm... kok aku merasa nggak nyaman yah disini." Batin Putri membuat suasana hatinya jadi aneh sendiri.


"Putri, kamu ngapain disini dan sama dia?" tanya Mita kepada Putri. Ia melihat wajahnya tampak panik dan tak berhenti menatap Rifki.


"Aku baru saja bertemu dia di pantai Losari, intinya dia ditinggal sama Kak Riko terus aku ada disana. Hmmm... aku ingin mengantar dia pulang ke kost-kostsan dia setelah makan malam disini." Jawab Putri agak bertele-tele karena merasa grogi.


Kak Rifki meraih tanganku untuk kembali ke mobil. Dia mengambil kunci mobilku ditanganku dan menyuruhku naik. "Naik! Kita makan di lain tempat aja."


Detik itu Mita datang menahan tangan Rifki yang hendak membuka pintu mobil. "Stop! Kamu salah paham. Aku bisa jelasin, please!"

__ADS_1


"Percuma di jelasin kalau kamu ternyata belum move on sama dia." Rifki menegur Mita hingga membuat Putri panik.


Putri mendekati Rifki dan berdiri tepat di sebelahnya. "Ada apa ini?"


"Jadi... Kak Rifki sama Mita pacaran?" tanya Putri sambil melirik mereka berdua.


"Mita, aku kira kamu putus sama Rifki. Maksud kamu gimana, sih?" tanya Rival, pria yang memberi buket dan boneka ke Mita.


"Oooh... jadi kamu khianati aku. Oke-oke... kamu memang cocok sama Rival karena dia kaya dan serba ada." Sindir Rifki ke Mita.


Mita tiba-tiba menangis, ia tampak bersalah sambil menghempas buket dan boneka itu ke tanah. "Kak Rifki, maafkan aku. Aku nggak akan ngulangi ini lagi."


"Percuma, mendingan kamu sama dia aja. Kita putus!" Bentaknya, lalu masuk ke mobil Putri.


Putri hanya ikut saja. Sepuluh menit kemudian, Putri dan Rifki akhirnya sampai di tempat tujuan. Putri meihat wajahnya masih cemberut campur kecewa. Putri mengelus pundaknya sambil berusaha menenangkannya.


"Sabar, aku nggak tahu kalau Kakak sama Mita pacaran."


"Sabar yah, Kak!"


"Putri, aku sama dia itu udah 2 tahun bersama. Bagaimana bisa dia khianati aku."


"Please, bagaimana nih? hati dan perasaanku hancur banget."


"Seharusnya aku nggak tahu aja. Tapi kini udah berlalu."


Ke esokan harinya, Mita mulai merasa kurang enak badan. Ia merasa mual dan pusing hingga merasa ada yang aneh pada perutnya. Selain itu, jantungnya berdebar-debar karena terkejut usai meikirkan masa mentruasinya sudah telat 2 bulan 3 minggu.


Diam-diam, Mita membeli alat tes kehamilan lalu melakukannya di kamar kecil tempat kuliahnya. Setelah menunggu beberapa menit, test pack itu bergaris dua hingga membuat Mita panik dan cemas berlebihan.


Malam tiba, Mita bertemu dengan Rival di markas tempat nongkrong Geng motor tersebut. Ia berhasil menemui Rival yang sedang asik bermain game.


Mita memarahinya habis-habisan hingga memukulnya berulang kali.


"Aku hamil! Kamu jahat, Val!" Ujar Mita membuat Rival hanya tersenyum puas.


"Gugurin aja, gampang!"


"Dia juga manusia, Val. Atau gue laporin ke bapak kamu atau polisi."


Rival menampar pipi Mita. "Bodoh Lo. Mau nambah masalah aja so lo."


Rival memberi amplop berisi uang 50 juta ke Mita. "Inj,  bukankah kemarin kamu bilang meninap di rumah Rifki. Mendingan li tuduh aja si Rifki."


"Pergi! Sebelum aku melukaimu."

__ADS_1


Mita akhirnya berulah, ia mulai menuduh Rifki dihari dimana Putri dan Rifki pacaran.


Bersambung...


__ADS_2