Kumpulan Cerpen Romantis

Kumpulan Cerpen Romantis
PROLOG!


__ADS_3

Malam hari begitu terasa sangat aneh bagiku. Aku duduk diatap rumahku sambil menunggu bintang-bintang menampakkan dirinya. Begitu sangat kusesali sudah dua jam aku menunggunya tetap saja tidak ada satupun yang menampakkanya. Jelas saja kalau aku itu Si Astrophile atau Astrophile itu adalah istilah bagi seorang yang menyukai tentang astronomi atau benda-benda langit, seperti bintang, planet, komet dan lain-lain.


"Apakah awanya terlalu tebal? Sehingga aku kesulitan melihat bintang-bintang di langit! Aku turun aja deh." Batinku sambil menatap ke arah langit lalu beranjak kembali ke kamarku kemudian melihat keluar dari jendela.


"Oh Lupa. Kalau malam ini akan terjadi Gerhana Bulan."


Namaku Diandra Gisella, aku baru saja berumur 18 tahun dan baru saja tamat SMA . Aku tinggal di perkampungan yang ada di Jawa.


Malam begitu sangat gelap dan terasa benar-benar aneh, tiba-tiba ibuku datang dengan wajah penuh sedih dan tangisan yang begitu histeris. Nama ibuku adalah Kinara dan ayahku adalah Bima. Aku orangnya Introvert suka sendiri dab benci keramaian.


"Sayang, ayahmu di kabarkan hilang di jalan saat dia menuju kemari dari kantornya!" Ujar ibuku membuatku kaget.


"Ap apa..." Kataku mulai panik lalu menangis memeluk ibuku. "Tidak mungkin, ayah hilang di jalan raya yang berdekatan hutan."


"Ternyata cerita tetangga kita bukan main-main. Kalau tempat tinggal kita ada mahluk aneh." Ujar ibuku mulai sadar.

__ADS_1


"Kurasa itu benar bu! Aku juga baru saja menyadarinya, kalau orang-orang di kampung ini mulai berkurang sejak 1 pekan yang lalu dan banyak keluarganya yang bilang bahwa mereka pergi merantau." Firasatku.


"Sebentar lagi akan terjadi gerhana bulan. Ayo kita pergi ke Kota dimana Bibimu tinggal." Kata ibuku lalu menarikku menuju ke mobilnya.


"Tunggu! Ibu akan pergi begitu saja?" Tanyaku.


"Tidak ada waktu untuk membereskan pakaian dan barang-barang kesukaanmu. Ayo cepat pergi." Jawab ibuku lalu bergegas menuju ke mobil.


Aku dan ibuku sudah berada di tengah perjalanan sekitar 1 KM dari rumahku dan masih memakan waktu 2 jam untuk sampai ke rumah bibiku. Ibuku menyetir sambil menangis karena ayahku, tiba-tiba mobil ayahku terlihat dan ibuku terpaksa menghentikan mobilnya lalu keluar memeriksa mobil ayahku dimalam hari. Suara burung gagak begitu menakutkan dicampuri suara pohon-pohong yang di iringi angin. Aku mulai kedinginan dan perasaanku masih terasa aneh.


"Ibu...jangan keluar. Sial!" Teriak ku lalu pergi mendekati ibuku.


"Ibu, ayo...jangan buang-buang waktu. Bentar lagi gerhana akan terjadi." Kataku begitu ketakutan.


"Sayang Bima, maafkan aku. Kenapa kamu meninggalkan aku dan Diandra..." Tangisan histeris ibuku sambil menyentuh mobil ayahku.

__ADS_1


"Ibu...ayolah! Kembali aja ke mobil." Kataku masih diabaikan.


"Aku tak bisa hidup tanpa kamu Mas Bima!" Kata Ibuku lagi.


"Hey! Siapa yang menyembunyikan suaminku. Muncul lah." Teriak ibuku ke arah hutan.


"Gawat! Kupikir ibuku tidak sadar." Batinku kemudian aku merasakan keringat dingin dan kepanikan.


Aku tidak menyadari ibuku masuk kehutan sambil berteriak dan hanya mematung diam saja menatap ke atas melihat gerhana itu mulai terjadi. Kurasakan pikiranku mulai kosong dan juga tubuhku semakin dingin melihat gerhana itu sedang terjadi.


"Kamu bukan lagi manusia! Kamu harus merahasiakan itu, jika tidak maka akan terjadi kejadian buruk pada diri kamu dan orang-orang disekitarmu." Suara batinku mulai berkata-kata tapi aku tetap mengabaikanya dan fokus melihat gerhana itu seperti menghipnotisku.


Jangan Lupa, Like, Vote, dan Rate yah...


Bersambung!

__ADS_1


__ADS_2