
Flashback.
Malam ini aku sedang asik main game. Aku ingin melepas penatku hari ini. Bertemu dengan nenek sihir bernama Alice membuatku mudah lelah. Belum lagi teman-temanku yang sering mengejekku. Rasanya ingin sekali ku kunci mereka di gudang kampus.
Ting!
Tiba-tiba ada pesan masuk dari Burhan. Karena aku sedang tidak main game Online yang tadi siang. Aku bisa memberhentikan sementara permainanku dan membaca pesan dari Burhan.
[Broh... Kebangetan banget sih. Nomor Alice gak di simpan ya?]
^^^[Gak emang kenapa sih?]^^^
[Ya gini nih, kelamaan cuek sama cewek. Bro, Alice itu kecewa bro.]
[Dia udah usaha bantu kamu bisa mengerjakan tugas kelompok.]
[Malah kamu tolak.]
[Mana kamu ngeluh bikin story whatsapp bilang gak ada yang bantuin.]
[Dia kecewa kamu ngeluh ke story whatsapp padahal dia udah nawarin bantuan]
[Gara-gara itu, dia kena gosip buruk. Sombong sama temen kelompok]
[Tadi Alice juga udah menawarkan bantuan kan jagan keras-keras bro]
^^^[Bacot! Masak gak lihat. Mata dia itu, tajam banget.]^^^
^^^[Bikin males ngobrol sama dia]^^^
__ADS_1
^^^[Emang dia orangnya sombong.]^^^
^^^[Meski kerja sambil kuliah.]^^^
^^^[Dia seharusnya gak lupa sama kewajibannya sebagai mahasiswi]^^^
^^^[Aku sama dia aja kelompok cuma via chat.]^^^
^^^[Gak pernah ketemu, jadwal bentrok]^^^
^^^[Oh sekarang lebih bela Alice.]^^^
^^^[Oke ya udah bela aja dia.]^^^
[Hidup gak tentang kamu doang!]
[Ada orang lain juga]
Kenapa sih, akhir-akhir ini banyak yang dukung cewek itu. Mereka gak tau apa hanya dengan menatapnya saja sudah malas. Kesan pertamaku ke dia gak berubah walau aku juga iba dan coba mengerti keadaan dia.
Tapi dasar cewek, dia selalu lebay. Membesar-besarkan masalah. Masalah gak save nomor saja sampai orang lain tau. Butuh perhatian banget sih tuh cewek. Hah, kurang berapa minggu lagi sih aku harus bertahan sama cewek itu? Cewek itu semakin bikin aku sebel, gak patut dikasihani.
Flashback End.
****
Pagi hari.
Aku bangun dan langsung mandi. Biasanya sih mandi kalau mau berangkat kuliah aja sih. Tapi entah kenapa hari ini aku ingin langsung mandi dan pergi ke perpustakaan. Selain ngadem, pengen cari referensi buat presentasi beberapa mata kuliah.
__ADS_1
Selesai dengan ritualku aku langsung berangkat ke perpustakaan tanpa sarapan. Aneh? Padahal aku biasanya tidak pernah sekali pun melewatkan sarapan. Saat berjalan aku bertemu dengan teman seangkatannku.
"Daf?! " Panggilnya.
Cewek itu berlari kecil menuju arah ku. Yah, dia cantik berambut panjang lurus dengan wajahnya yang kecil serta pipinya yang tembem. Kata Rey, dia tuh naksir aku. Tapi aku tidak sih.
"Ya? "
"Udah lama loh kita gak ketemu. "
"Iya."
"Mau kemana?"
"Ke perpus."
"Oh mau cari bahan buat matkul apa?"
"Itu.... "
"Mau buat RPP? Mau aku bantu? "
Aku terdiam sejenak. Dia tau dari mana aku sedang kesulitan membuat RPP? Sedangkan aku tidak menyimpan nomornya.
"Temen kelompokmu anaknya sombong ya? Iya sih udah kelihatan dari wajahnya. Sini aku bantu buat RPP." Ucapnya lagi.
Seketika aku teringat pesan chatku bersama Burhan kemarin malam. Bener ini salahku. Karena aku Alice jadi di cap sombong, kasihan.
Dan kenapa tadi malam aku berbicara seperti itu? Padahal kan aku sendiri yang tidak mau bertatap muka dengan dia karena kasihan dia kerja sambil kuliah? Kenapa aku sebodoh ini?
__ADS_1
Tiba-tiba terlintas wajah Alice di benakku, lengkap dengan tatapannya yang tajam. Ah sial aku tidak suka tatapannya itu. Sebal sekali jika mengingatnya. Tapi aku juga kasihan. Duhh gimana sih aku ini? Aneh.
"Duluan ya." Ucapku datar meninggalkan teman satu angkatanku yang tidak aku ketahui, siapa namanya itu.