
Bahkan Helly pun mendukungku? Sungguh luar biasa semester ini. Mungkin akan terasa berat. Daffin? Kenapa aku bertemu Daffin di semester ini. Hah! Ini tidak akan semudah itu. Aku menghabiskan siang ini sambil bercanda ria. Terlebih mereka mendukungku di tepa gosip tidak enak akhir-akhir ini. Mereka memang sahabat yang terbaik bagiku.
Aku bersyukur teman-temanku mau meluangkan waktu untukku di setiap hari Rabu siang saat jam istirahat untuk sekedar bercerita. Biasanya kalau kuliah pagi sampai siang, aku akan langsung pulang untuk menghemat tenaga. Tapi, karena hari ini Rabu. Waktunya aku libur kerja. Aku membuat jadwal kuliah ku penuh dari pagi sampai sore. Sekalian saja capeknya dan sore bisa istirahat di rumah.
***
Sore hari aku sudah sampai di rumah. Aku langsung mandi dan tiduran di kasur. Cukup melelahkan, tapi tidak lelah seperti saat aku harus bekerja dari jam tiga sore sampai jam sebelas malam.
“Aku harus bersyukur.” Gumamku sambil menatap langit-langit kamarku yang berwarna hijau.
Entah ini hanya perasaanku atau apa. Di semester ini aku merasa lebih capek. Capek fisik dan mental. Mendengar gosip tidak enak tentangku. Banyak orang yang menatapku dan bahkan menyapaku. Padahal aku tidak kenal mereka. Aneh sekali. Tidak terasa aku memejamkan mata dan terlelap. Badanku terasa sangat lelah.
Tiba-tiba aku kaget dan terbangun. Reflek aku melihat jam digital di ponselku. Ternyata sekarang sudah pukul 12 malam. Dan aku lapar. Aku belum sempat makan tadi. Hanya sarapan, siang hari pun hanya makan roti sandwich ala kadarnya. Mau tidak mau, aku harus makan tengah malam.
“Duh kok tumben gak ada yang bangunin.” Gumamkku sambil berjalan ke dapur.
“Eh tapi tadi rasanya aku tidur cuma sebentar deh. Terus gak mimpi apa-apa gitu. Kok bisa ya?”
“Siapa itu?” Teriak ibuku.
“Aku bu.”
__ADS_1
Tiba-tiba ibu muncul dari kamarnya. Ya karena ketika aku akan ke dapur aku harus melewati kamar orang tuaku yang memang sengaja di belakang. Agar mudah jika ke kamar mandi katanya. Sekarang orang tua ku sering terbangun tengah malam untuk buang air kecil.
“Ngomong sama siapa tadi?”
“Ehehe gak buk. Cuma itu....”
Aduh, kan lupa gak bawa HP jadi gak bisa alasan, batinku.
“Jangan sering melamun malam-malam. Jangan ngobrol sendiri ah. Ngeri.”
“Iya.”
“Enggak bu. Mau makan lapar.”
“Owalah. Tadi sudah di bangunin gak bangun-bangun. Tumben tidurnya sampai lelap gitu. Biasanya ada orang buka pintu kamar aja bangun.”
“Kecapekan kali bu.”
“Iya bisa jadi. Kamu kan kuliah sambil kerja. Tenaga dan pikiran mu keluarnya dobel.”
Aku hanya tersenyum saja. Kemudian lanjut ke dapur mengambil makanan. Makan tengah malam kali ini adalah. Ayam bumbu kuning. Duh kesukaanku. Kenapa aku tidak makan dari tadi?
__ADS_1
Setelah mengambil makan, aku langsung membawanya ke kamarku. Makan dengan tenang di sana. Rasanya jika makan di ruang tengah sendirian bikin merinding. Lebih baik makan di kamar sambil buka media sosial. Lumayan menghabiskan kuota malam.
Aku membuka media sosial sambil menikmati makananku. Aku buka akun ku. Banyak sekali notifikasi di sana. Hah memang aku cukup sibuk hingga jarang sekali membuka media sosial. Saat asik sroll up tiba-tiba ada saran pertemanan akun Daffin09 dengan foto profilnya. Daffin? Kok bisa?
“Duhh... Bisa gak dia gak muncul sekarang. Lagi makan nih. Bikin gak mood.” Kesalku.
Tapi aku penasaran dengan isi media sosial laki-laki itu yang katanya. Dia itu cowok idaman karena sudah punya bisnis di usia muda. Dia sedang merintis bisnisnya dari nol.
“Gak gak gak! Gak boleh kepo.”
Meski aku mengatakan itu. Jemariku berkata lain. Aku membuka akun Daffin. Dan aku terkejut. Isi akunya memang banyak foto dengan orang asing. Dan juga ada foto kafe yang tidak asing bagiku.
“Lah?! Ini kan kafe di deket tempat aku kerja? Bukannya udah buka 2 tahun yang lalu?”
Aku sangat terkejut dengan itu. Daffin sudah memiliki kafe dua tahun yang lalu. Dan itu ternyata dekat tempat kerjaku yang dulu sering aku kunjungi karena tempatnya yang keren dan harganya terjangkau. Dunia, haruskan kau sekejam ini padaku?
“Bentar? Kalau dua tahun yang lalu. Sedangkan seharusnya Daffin sekarang semester enam. Kira-kira umurnya 20 tahun. Itu berarti dia mendirikan kafe saat usia 18 tahun? Wih gila sih?”
Aku tidak menyangka Daffin bisa membuat kafe di usia itu. Pasti karena juga dukungan finansial dari orang tuanya. Tapi di usia itu dia sudah mengelola kafe? Pantas banyak yang suka kepada dia. Ternyata di laki-laki mapan sih. Di lihat dari foto lainnya juga banyak foto di up load bersama orang asing.
“Itu tandanya benar gosip yang tersebar. Dia tahun lalu cuti. Keluar negri buat belajar bisnis. Hah? Kok bisa ya aku satu kelompok sama dia? Too high. Pantas kita gak pernah nyambung” Kesal sekali aku. Apes.
__ADS_1