Kuputuskan Untuk Mencintaimu

Kuputuskan Untuk Mencintaimu
Ayah tahu dia kok


__ADS_3

Gita pulang dari cafe pukul 08.00 malam karena ia teah berjanji kepada sang ayah untuk makan malam bersama.


''Mi gue pulang duluan ya..''pamitnya pada sang sahabat.


''Iya hati-hati dijalan..!''pesan mimi yang langsung di acungi jempol oleh gita yang terus berjalan ke arah pintu keluar cafe.


***


Tak sampai satu jam akhirnya mobil gita sudah terparkir di garasi rumahnya ,namun saat turun ia sempat heran karena melihat ada mobil berwarna putih terparkir di depan rumahnya.


''Mungkin ada tamu kali ya..''gumam gita dengan berjalan masuk.


Didalam rumah tepatnya diruang tamu ayah sedang menerima tamu yaitu sepasang suami isteri dan sepasang suami isteri itu adalah senior nya ayah sekaligus sahabat ayah sewaktu kuliah dulu.


''Ya ampun wi aku bersyukur banget bisa ketemu kamu lagi..''ucap si isteri yang membuat suaminya menggerutu dalam hati.


''Wah iya mbak saya juga seneng bisa ketemu mbak lagi.''sabung ayah dengan tersenyum canggung karena mendapatkan lirikan tajam dari suami si perempuan.


''Kelihatan nya kau masih sama seperti dulu!''ucap seorang lelaki yang sudah tidak lagi muda namun masih terlihat gagah serta berwibawa ,dan beliau tengah menatap tajam ke arah ayah.


''I-iya mas...mas adi juga terlihat masih sama seperti dulu''ucap ayah dengan kaku,sedari dulu ayah memang kaku dan selalu tegang sekali jika dihadapkan dengan lelaki yang tengah menatap tajam ke arahnya kini.


Menyadari atmosfernya mendadak mencekam membuat isterinya pak abi akan angkat bicara untuk mencairkan suasana,namun dari pintu terdengar seseorang masuk rumah dengan mengucap salam, suara perempuan itu sepertinya ia pernah mendengarnya.


Gita memang menyadari jika ada tamu namun fokusnya hanya pada sang ayah,ia berjalan ke arah ayahnya dan mencium punggung tangan sang ayah.


''Ayah sudah makan?''


Tak mejawab pertanyaan yang puterinya lontarkan,ayah malah meminta gita untuk duduk lalu ayah mengenalkan gita kepada sepasang suami isteri yang duduk di seberang nya.


Isterinya pak abi menerjapkan matanya berulang kali untuk memastikan bahwa yang ada didepannya ini nyata.

__ADS_1


''Gita!''


Gita yang semulan masih melihat ke arah ayahnya karena bingung kenapa dia diminta duduk disini oleh sang ayah,tiba-tiba langsung melihat ke arah sumber suara yang menyebut namanya.


Gita sama isterinya pak abi sama-sama terkejut melihat masing- masing.Namun wajah isterinya pak abi seketika tersenyum sumringah dengan menatap ke arah gita.


''Nak gita...''


''Ibu maya...?''


Pak abi dan juga ayah melihat bingung ke arah dua perempuan yang berbeda generasi itu.mingkin mereka sudah saling kenal begitu pikir mereka.


Ibu maya masih dengan wajah sumeringahnya menoleh ke arah sang suami.


''Mas ini loh perempuan yang aku ceritakan...''adu nya dengan antusias pada sang suami dan itu membuat pak abi seketika mengerti dan faham dengan apa yang dimaksud isterinya.


Gita melirik ke arah ayahnya yang terlihat bingung lalu gita mendesah kan nafas kecil.


''Maaf mbak may apa yang mbak maksud itu anak saya gita..?''tanya ayah masih dengan wajah bingung nya.


Gita menundukan kepalanya lalu meremas ujung baju yang di kenakan nya,dia merapalkan doa semoga ayahnya tidak syok saat mendengar pernyataan dari ibu maya.


''Memangnya anak saya kenapa mbak?''tanya ayah kali ini dengan raut dan nada khawatir dikarena kan takut jika anaknya melakukan kesalahan.


''Tenang wi...anakmu nggak berbuat apa-apa kok,justru anakmu ini adalah gadis yang ingin ku lamar untuk menjadi isteri dari anak ku!''perkataan yang ibu maya sampaikan tentu saja membuat ayah terkejut lalu langsung melihat ke arah anak gadisnya.


''Nak kamu nggak cerita ke ayah..?''tanya ayah ke arah gita dengan wajah terkejutnya.


Gita mengangkat wajahnya untuk melihat ke arah ayah,ia menatap ayahnya dengan wajah yang seakan mengatakan jika ia minta maaf karena tak sempat memberitahu sang ayah.


Pak abi yang sedari tadi diam dan mengamati saja tentu tahu jika gita sedang tegang dan tak dapat berbicara karena terlihat jelas diwajah gadis itu.menghembuskan nafas sebentar lalu pak abi memutuskan untuk berbicara.

__ADS_1


''Ekhem''


''Wibowo...isteriku bercerita kepadaku jika dia bertemu gadis baik,manis dan sopan.menurut isteriku gadis itu sangat cocok untuk putera kami dan aku diminta untuk melamarkan gadis tersebut yang tak lain dan ternyata adalah anak mu!,''


''Sudah pasti kau akan merasa terkejut dengan apa yang kami ucapkan,jangan marah atau pun berkecil hati kepada puterimu wibowo, karena semua ini keinginan dari isteriku yang ingin menjadikan puterimu sebagai menantu kami''ucap pak abi dengan wajah tegasnya sambil menatap tajam ke arah lawan bicaranya.


Siapapun orang nya jika ditatap tajam oleh mantan ketua geng motor yang sangat disegani dan ditakuti di kampusnya dulu sudah pasti akan mengeluarkan keringat dingin sama seperti ayah.


Udah gitu setiap perkataan yang dilontatkan membuat bulu kuduk ayah beneran merimding .


''bu-bukan begitu mas abi..''


Ayah berusaha menarik nafas dulu dan baru setelah tenang ia melanjutkan perkataan nya.


''Saya memang terkejut ketika mendengar puteri saya yang satu-satunya saya sayangi ingin di pinang dan dijadikan seorang isteri,dan saya agak sedih saja karena tak mendengar kabar ini langsung dari mulut puteri saya... hanya itu saja mas abi.''ucap ayah dengan tenang dan mengelus pucuk kepala gita dengan sayang.


''Ayah gita minta maaf karena gita tak langsung memberitahu ayah''ucap gita dengan sesal.


''Nak gita seharusnya ibu yang minta maaf karena ibu mendadak menyampaikan niat ibu padamu''sela ibu maya dengan menatap gita sendu.


''Sudahlah bu..lagian sudah terjadi dan mungkin memang sudah takdir ,kita tak tahu dimana alamat gadis yang ibu ceritakan sebelumnya,dan kita tak sengaja bertemu kembali dengan wibowo yang ternyata adalah ayahnya gita.''


''Wi saya katakan sekali lagi padamu karena kebetulan gita adalah anak mu jadi saya tak terlalu khawatir, langsung saja wi...saya melamar anak mu untuk menjadi isteri dari putrakau apakah kamu menerimanya wibowo?''


Ayah menghela nafas dan melihat ke arah puterinya..entah apa yang ayah pikir kan karena ayah langsung menatap tegas ke arah pak abi sambil berkata.


''Jika saya boleh tahu seperti apa putra mu mas..mbak.?,bukan aku meragukan didikan kalian mas..mbak,namun gita adalah puteriku harta yang sangat berharga bagiku,aku hanya ingin tahu apakah lelaki yang mendampingi puteriku itu lelaki yang bisa mengemban amanah dan tanggung jawab ketika sudah menjadi suami dari anak ku.''


Ibu maya dan pak abi saling lihat ketika mendengar perkataan dari ayah, ibu maya tersenyum lebar sedangkan pak abi tersenyum tipis saja.


''Put...''

__ADS_1


Perkataan bu maya terpotong karena gita bersuara lebih dahulu.


''Ayah...ayah pernah ketemu dia kok,itu loh mas-mas yang pernah nolongin ayah yang muka nya serem kayak begal.''


__ADS_2