
Keesokan paginya gita kini tengah berada di dapur lagi dia sedang memasak sup ayam,tubuhnya terasa kaku sekali akibat serangan suami nya semalam.Namun gita tetap bangun pagi untuk menyiapkan sarapan.
'' Bik supnya sudah matang tolong disajikan ya saya mau bangunin suami dulu.''
'' Baik nyonya.''
Gita dengan perlahan menaiki tangga satu persatu,tentu dia merasa aneh saat berjalan namun dia tetap melangkahkan kalinya meskipun dengan agak perlahan.
Sesampainya di kamar dia melihat sang suami masih tidur pulas sambil tengkurab.sehabis subuh tadi suaminya memang kembali tidur karena berkata badan nya berasa kurang sehat.
Perasaan yang di buka gita kenapa suaminya yang enggak enak badan..entahlah saya juga nggak tau.
'' Mas bangun...sarapan yuk.kamu juga harus minum obat.'' Gita dengan sabar membangunkan suaminya.
Mendengar suara sang isteri membuat Ferry sedikit membuka matanya,lalu dia meletakan kepalanya di atas paha sang isteri dan memeluk pinggang isterinya dengan erat.
'' Sayang.rasanya tubuhku nyeri semua...apa mungkin masuk angin ya.''Ucapnya dengan serak.
'' Mungkin mas...aku udah bikinin kamu sarapan.nanti kita periksa ke dokter ya..'' Ucap gita sambil membelai rambut suaminya.
'' Nggak ah..nggak mau ke dokter!'' Ferry menolak dengan mentah-mentah.
'' Please mas..aku tahu ini mungkin cuman masuk angin biasa tapi aku mau dokter tetep periksa kondisi kamu.'' Gita sungguh khawatir dengan kondisi kesehatan suaminya.sekecil apapun mungkin kesan nya berlebihan namun itu adalah bentuk perhatian dari gita.
Ditambah lagi gita sering memperhatiakan sedari mereka menikah suaminya ternyata memiliki banyak aktifitas.entah itu olah raga,ngurusin motor,bahkan pekerjaan kantor yang sering membuat Ferry ikut turun tangan sendiri dalam melatih ketangkasan bawahan nya.
'' Ya udah iya...Tapi morning kiss dulu.''
'' Idih apaan...ayo bangun!''
'' Nggak mau..morning kiss dulu sayang...'' Ferry kekeh ingin ciuman pagi dari sang isteri.
Dengan wajah memerah gita pun memberikan ciuman selamat pagi untuk sang suami.
Cup.
'' Udah..ayo kita sarapan.''Ajaknya.
''Cepet banget...enggak kerasa sayang.''protes Ferry yang telah duduk.
'' Nanti dilanjut lagi mas...sekarang kita sarapan!'' bujuk gita kepada suaminya.
Akhirnya Ferry menurut dia turun dengan sang isteri mereka jalan beriringan sampai ke meja makan.merkeka duduk dan gita dengan telaten melayani suaminya dimeja makan.
''Jangan minum jus dulu ya...makan ini aja supaya kamu Fit lagi.''Ucap gita.
__ADS_1
'' Tapi jus kan sehat sayang.''
'' Iya tau,tapi kamu kan kadang sarapan kalo udah minum jus ya udah itu aja.terus makan lagi juga pas makan siang doang,pas malem nya kamu juga suka makan sedikit doang..''
Ferry menurut karena isterinya sama Cerewet nua dengan sang ibu,dari pada omelan itu panjang kali lebar dari pagi sampe ketemu pagi lagi.lebih baik Ferry segera makan lalu mandi dan berangkat ke dokter.
Selesai sarapan kini keduanya kembali ke kamar untuk bergantian membersihkan diri dan beragkat ke dokter.Gita lebih dulu mandi dan setelah sepesai kini giliran Ferry suamimya.
Gita juga sudah menyiapkan pakaian ganti suaminya diatas tempat tidur.hari ini gita sendiri memakai baju dress abu berlengan panjang.
Stelah bersiap gita mengambil seprei dan selimut yang sudah dia ganti untuk di cuci.saat menuruni tangga.bibik melihat majikan nya membawa cucian kotor pu. bergegas menghampirinya.
'' Nyonya..biar bibik saja yang cuci.''
'' Oh.ini bik terimakasih ya.''
Gita kembali ke kamarnya dia sedikit bernafas lega karena sudah mencuci bagian seprai yang terkena noda darah nya semalam.saat mengingat itu wajah gita menjadi memerah.
Ferry yang barusaja keluat dari kamar mandi heran saat melihat sang isteri yang tengah tersenyum sambil melamun di depan cermin.Dengan usil Ferry mendekati isternya dari belakang dan memeluk nya.dia juga Berbisik di telinga isterinya.
'' Sayang...kenapa senyum sendiri.kamu sedang mengingat malam kita semalam hemm.?''
Gita menatap sang suami dari pantulan cermin,dia tidak menjawab malahan tersenyum lalu menundukan kepalanya karena malu .
Gita melepaskan pelukan sang suami dia meminta suaminya untuk segera memakai pakaian yang telah ia persiapkan.Pada akhirnya Ferry menurut setelah berhasil menciumi wajah sang isteri dengan gemas.
Tak berapa lama kemudian mereka sudah siap dan berangkat ke rumah sakit,saat di periksa.dokter mengatakan jika Ferry hanya kelelahan dan dokter juga meresepkan Vitamin untuk Ferry.Setelah mendengar dari dokter gita menjadi cukup lega karena tidak ada sakit yang berarti yang di alami suaminya.
Saat masih dijalan Tiba-tiba ponsel gita berdering.
'' Hallo mi...kenapa?''
'...'
'' siang nanti Gue nggak ke Cafe.gue mau nemenin suami di rumah soalnya dia agak nggak enak badan.''
'...'
'' Iya bye.Waalaikumasalam.''Panggilan itu berakhir.
Saat masih di jalan Ferry menghentikan mobilnya di taman kota.setelah mendapatkan parkiran dia mengajak isterinya untuk turun.
'' Mas kita ngapain ke taman?''
'' Kencan!'' Ucap Ferry singkat.
__ADS_1
Ini kegiatan yang jarang mereka lakukan meski selalu bersama dan sering pergi sama-sama.bersantai dan meluangkan waktu berdua memang harus mereka lakukan sebagai bentuk mempererat jalinan hubungan mereka.
Keduanya memang sudah memiliki perasaan suka dan cinta antara satu sama lain.meskipun awalnya pernikahan mereka mendadak tanpa sempat mengenal satu sama lain terlebih dahulu.
Namun seiring berjalannya waktu mereka mulai terbiasa akan kehadiran masing-masing,bahkan menerima dengan setulus hati.tanpa paksaan dari siapapun.
Ferry mengajak isterinya untuk duduk di bangku taman yang ada di bawah pohon.dan didepan nya jelas ada danau buatan yang memanjakan mata.
'' Tempatnya adem dan enak ya mas.padahal bentar lagi hampir siang.''
'' Iya begitu lah...sayang. terimakasih ya kamu adalah jodoh ku yang tidak ku sangka-sangka.dan aku bersyukur kamu dapat menerima pernikahan kita.''
Gita tersenyum tulus kepada suaminya,dia mengambil tangan sang suami dan menggenggam nya.
'' Mas...aku ikhlas menerima pernikahan kita.bukan cuma karena ingin berbakti kepada orang tua,namun.saat pertama kali kita bertemu.entah kenapa aku yakin jika kamu orang baik.meskipun pada saat itu kamu dengan penampilan preman mu itu....'' Ucap gita yang diakhiri dengan terkekeh.
Ferry tersenyum tipis,dia merangkul pundak isterinya dan membiarkan sang isteri menjatuhkan kepalanya di atas pundaknya.
'' Sayang..Aku tidak dapat menjanjikan apapun.namun aku akan selalu berusaha membahagiakan mu.aku yang dari dulu tidak pernah menggubris perempuan manapun yang selalu berusaha mendekatiku,tapi menjadi takluk oleh mu.hanya karena kamu..isteriku tercinta...bidadariku...kekasih halalku ....Aku mencintaimu sayang.''Ucap Ferry sambil tersenyum manis dan melabuhkan ciuman hangat di dahi isterinya.
'' Aku pun mencintaimu mas.'' Balas gita sambil tersenyum memandang suaminya.
Perlahan wajah mereka berdua mendekat,saat akan berciuman mereka tersentak karena ada suara yang mengagetkan mereka.
'' Cieeeeee....suittttt suitttt...''
'' Masih siang mas...jangan disini.nyari hotel aja!''
'' Eh jangan ganggu.''
Segerombolan pemuda pengamen saling berdebat membuat gita dan Ferry tersenyum kecil.Ferry memanggil tiga pemuda itu dan memberikan uang kepada ketiganya.
'' Nih buat makan siang..''ucap Ferry.
'' terimakasih mas..''pemuda 1
'' iya terimakasih.''pemuda2
'' Wah makasih mas...mbak.kami doakan semoga hubungan kalian langgeng sampe punya anak,terus punya cucu,terus cicit,teru...''pemuda 3...terhenti karena salah satu teman nya itu menyenggol nya.
''Komplit amat doa nya.....tapi mbak aminin kok dengan setulus hati.'' cletuk Gita sambil terkekeh.Mereka semua tertawa...bahkan ketiga pengamen itu menyanyikan lagu 'Jatuh Cinta 'untuk Gita dan Ferry.Ferry sungguh bahagia melihat tawa dan rona kebahagiaan yang muncul dari wajah isterinya.beruntung dia tidak menolak atau sok jual mahal seperti di novel-novel,saat di paksa menikah.
Dia menerima dengan lapang dada dan Ikhlas begitupun dengan isterinya.
'Sudah kuduga. keputusan ku untuk mencintaimu adalah hal yang sudah tepat...wahai isteriku.'
__ADS_1