
''Selamat siang bos dan nona.'' sapa yudha begitu melihat bos nya .
Gita sendiri membalas sapaan dari yudha dengan ramah namun itu tidak dilakukan oleh ferry karena ia selalu berdehem saja jika disapa.
''Yud bisa tolong pesankan makan siang nanti antarkan keruangan ku.'' perintah Ferry.
'' Bisa '' yudha mengangguk.
Ferry mengajak gita untuk masuk kedalam ruang kerja nya,sampai didalam gita langsung duduk disofa sedangkan ferry berjalan ke arah meja kerjanya dan mulai berkerja.
Gita juga membuka ponselnya untuk mengirim pesan kepada ayahnya untuk memastikan saja.
Tak lama kemudian.
tok
tok
tok
'' Masuk.'' sahut ferry yang masih sibuk dengan laptopnya.
Yudha masuk dengan membawa pesanan makan siang bos nya,dia meletakan nya dimeja depan gita.
''Bos saya taruh disini pesanan anda,kalau begitu saya permisi.''ucapnya undur diri.
''Loh nggak makan bareng disini aja kak sekalian.''ucap gita.
''Tidak nona terimakasih.''tolak yudha lalu ia keluar dari ruangan bos nya dan masuk keruangan nya sendiri karena ia akan makan siang dengan bekal yang baru saja ia terima dari isteri tercinta nya.
Ferry menghentikan pekerjaannya sebentar ia berjalan menghampiri sang isteri dan duduk disebelah nya.
''Ayo makan.''
Gita dengan cekatan membuka boks makanan dan menyerahkan nya kepada suaminya.
Setelah itu baru ia juga membuka makanan untuk dirinya sendiri.
***
Empat jam lebih gita menunggu suaminya selesai bekerja,ada rasa bosan sedikit namun ia dapat mengalihkan nya dengan membaca komik online atau menonton Vidio resep masakan terbaru.
Sedangkan Ferry terlihat serius sedikit lagi pekerjaan nya selesai dan saat sudah selesai Ferry menghembuskan nafas lega sambil menyenderkan punggungnya di kursi kebesaran nya.
'' Akhirnya selesai juga.'' gumam Ferry.
Ia melihat kearah isterinya yang ternyata ketiduran dengan posisi duduk menyender disofa, dengan layar ponsel yang masih meyala juga.
Ferry bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah sang isteri ia akan mengajak isterinya untuk pulang.
''Hei bangun...'' Ferry mengusap lembut pipi isterinya berharap sang isteri akan bangun namun sang isteri tidak bangun sama sekali.
Karena tak tega membangunkan isterinya yang tertidur Ferry akhirnya mengambil tas isterinya dan menyimpan ponsel sang isteri disana.
__ADS_1
Perlahan ia mengangkat tubuh sang isteri dan menggendong nya ala brydal style lalu keluar dari ruangan nya.
'' Bos nona kenapa?'' Tanya yudha yang tak sengaja melihat bos nya keluar.
'' dia tidur.'' ucap Ferry pelan karena ia tak ingin isterinya terganggu.
Lalu Ferry pergi begitu saja dari hadapan yudha dan menuju lift untuk turun.
Didalam lift hanya ada Ferry yang sedang memggendong gita,tak lama gita terbangun dan menatap wajah suaminya yang sedang melihat lurus ke depan.
''Mas'' gumam gita lirih namun masih terdengar oleh telinga Ferry.
'' Kau sudah bangun..?'' tanya Ferry yang kini melihat ke arah sang isteri yang masih di dalam gendongan nya.
Gita merasa ada yang aneh dengan posisinya lalu ia segera tersadar dan meminta turun gendongan sang suami.
''Maaf - maaf mas,aku pasti ketiduran ya.''
''Hem.''
Gita berdiri dengan benar disamping sang suami,ia juga menerima tas nya yang sedari tadi dipegang suaminya.
Saat lift terbuka keduanya berjalan bersama dan kembali menjadi pusat perhatian,keduanya terlihat serasi saat jalan bersama.
Diperjalanan pulang pun mereka berdua tak banyak bicara karena bingung ingin membicarakan apa.
Namun ada satu hal yang gita sadari jika jalan yang mereka lalui bukan ke arah rumah ibu maya ataupun rumah ayah nya.
'' Pulang.''
''Tapi ini kan bukan ke....''belum selesai gita berbicara Ferry sudah menjawab terlebih dahulu.
''Kita akan pulang kerumah kita.''ucap Ferry.
Mendengar kata 'Rumah kita' yang terucap dari mulut suaminya membuat gita berfikir dan seketika ia melihat lagi kearah sang suami,itu artinya ia dan suaminya akan tinggal serumah tanpa mertua nya ataupun ayahnya.
'' Saya sudah bilang sama ayah kamu,jika saya akan mengajak kamu tinggal berdua.''ucap Ferry menjelaskan.
'' Terus ibu dan papah tau nggak?''
''Ibu dan papah tahu kok,lagian saya sudah bertekad akan menjalani rumah tangga yang serius dengan kamu,jadi saya mau nanti kita berdua bisa saling mengenal dengan perlahan tanpa ada rasa canggung karena adanya orang tua kita.''
Gita mengangguk mengerti.
'' Tapi mas bolehkan kalo sesekali kita nginep ke rumah ibu mas atau ayah aku.''
''Boleh''.
Setelah itu tak lama mereka berdua telah sampai depan rumah dua lantai yang bergaya modern.
setelah memarkirkan mobilnya digarasi.
Ferry turun dari mobil dan diikuti oleh gita saat didepan pintu disana sudah ada dua pelayan yang bertugas mengurus rumah Ferry.
__ADS_1
''Selamat datang Tuan dan Nyonya.''sapa mereka berdua.
''Hem'' sahut ferry sekenanya lalu ia mengajak sang isteri masuk kedalam rumah.
Gita masuk dan melihat lihat rumah itu,terlihat nyaman dan sejujurnya rumah seperti itu adalah tipe kesukaan gita.
''Kamu suka?''tanya Ferry.
''Suka kok rumahnya bagus ,tapi apa aku boleh beli beberapa tanaman hias gitu mas,soalnya aku lihat kayaknya lebih bagus kalo ditempatin beberapa tanaman hias gitu di beberapa sudut ruangan.''
''Lakukan apapun selama itu membuatmu senang.''ucap ferry.Dan gita merasa senang karena suaminya memberikan izin.
lalu Ferry mengajak sang isteri untuk naik kelantai dua menuju kamar mereka berada.
cklek.
'' Ini kamar kita.''
Gita dan Ferry masuk kedalam kamar dan Ferry juga menunjukan letak kamar mandi dan walk in closet.
''Saya mau mandi dulu.'' ucap Ferry lalu langsung masuk kedalam kamar mandi.
Sedangkan gita menuju walk in closet untuk mengambilkan baju sang suami.
saat sedang meletkan baju suaminya diatas tempat tidur gita mendengar ada panggilan masuk dari ponsel suaminya.
Gita melihat saja dan tak berani menjawab karena ia bingung dan takut bersikap lancang jika berani mengangkat telepon masuk diponsel sang suami.
Ferry keluar dari dalam kamar mandi dengan bertelanjang dada dan mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.
'' Mas tadi ada telepon masuk dari ponsel kamu.''ucap gita memberitahu sambil memalingkan wajahnya karena ia malu melihat tubuh sang suami yang telanjang dada.
'' Ya sudah biarkan saja nanti juga telefon lagi''ucap Ferry dengan mengambil pakaian yang disiapkan isterinya dan mulai memakainya didepan sang isteri.
''Mas kamu tuh pakai baju di kamar mandi dong.''protes gita dengan menutupi wajahnya.
''kamu itu kan isteri saya jadi nggak papa dong saya pakai baju ataupun telanjang didepan kamu.''ucap Ferry santai.
'' Ikhhh mas ya tetep aja aku masih malu.''
''Makanya dibiasain liat nanti juga nggak malu lagi kalo sudah terbiasa.''
Ferry mendekat ke arah gita yang masih menutupi wajahnya dengan kedua tangannya,ia menurunkan tangan gita lalu tatapan keduanya bertemu.
Saling tatap dalam diam dan jatuh terpesona akan keindahan yang telah tuhan ciptakan didepan mata mereka.
Tangan Ferry terulur untuk membelai wajah isterinya dan gita sendiri seketika memejamkan matanya saat merasakan sentuhan lembut dipipinya.
''Sana mandi.''Bisik Ferry ditelinga gita lalu keluar dari kamar meninggalkan gita yang masih berdiri mematung ditempat dengan degup jantung yang tak karuan.
Holla mon maap baru nongol....
Mon maap juga kalo banyak typo.
__ADS_1