Kuputuskan Untuk Mencintaimu

Kuputuskan Untuk Mencintaimu
nggak boleh ditolak


__ADS_3

Setelah menyanyikan beberapa lagu kini gita turun dari panggung setelah memberikan kesempatan untuk para pengunjung yang bersedia menyubangkan suaranya.


Tentunya gita menyapa para pengunjung yang lain dengan ramah,lalu dia berjalan menuju meja kasir untuk beristirahat.''Minum ta...''ucap mimi dengan menyodorkan sebotol air mineral dingin yang baru saja ia ambil dari coolkas.


''Makasih mi..''gita langsung membuka segel botol mineral itu dan meminumnya karena memang ia kehausan sekali.


Saat gita dan mimi berbincang ringan,ibu maya datang ke meja kasir dengan senyuman yang menghiasi wajahnya dan di belakang nya si mas ferry ngikut aja kayak anakan koceng.


''Permisi nak...nak gita ini beneran kamu?'' mimi fan gita yang semula tengah berbincang ringan sontak mengalihkan perhatian nya kepada sumber suara.


''Loh ibu bukan nya yang di tempat belaja tadi sore itu kan ya...!''ingat gita.


''Iya nak benar,kebetulan sekali kita bertemu lagi,oh iya kenalkan ini anak ibu abdi...''ucap ibu maya sambil menoleh kebelakang lalu menarik tangan anaknya sehingga posisi nya sejajar dengan nya.


Gita dan mimi membelak kan matanya,jika mimi sedang berpikir bagaimana bisa ibu nya yang cantik seperti ibu maya memiliki anak yang terlihat seperti preman,sedangkan gita ia takjub karen dalam seharian ini dia bertemu tiga kali dengan mas preman.


''Mas preman....ups maaf maksudku mas ferry.'' ralat gita dengan tersenyum canggung yang membuat mimi membatin dalam hati,kok gita kenal sama orang kayak gini.


''Loh nak gita kenal dengan anak ibu?''tanya bu maya dengan antusias.


''Iya bu kebetulan tau dan tadi siang mas ferry nolongin ayah saya untuk membetulkan mobil nya,oh iya... mas fer saya belum sempat berterimakasih,saya mengucapkan terimakasih ya mas karena mas sudah menolong ayah.''

__ADS_1


Ferry hanya diam dengan menatap tajam seperti biasanya lalu ia mengangguk sebagai jawaban atas ucapan terimakasih yang gita sampaikan.


Melihat anaknya yang seperti itu membuat ibu merasa gemas dan ingin sekali ibu membotaki rambut anaknya yang gondrong itu.padahal di depan mata anaknya ada perempuan cantik,baik,sopan sikap kaku anaknya ini membuat sang ibu pusing,bener-bener duplikat bapak nya sewaktu muda.


****


Dalam perjalanan pulang ibu pun mengomeli mas ferry yang tidak ada usahanya sama sekali untuk mendekati perempuan,padahal tadi di depan mata loh orang nya.


''Sudahlah bu jangan marah-marah terus..''ucap mas fer santai dengan mata yang fokus ke ponselnya.


Diam


''mas please kamu mau ya ibu jodohkan sama nak gita, ibu pengen banget loh dia yang jadi mantu ibu mas...''rengek ibu namun mas ferry hanya menatap datar ke arah ibunya lalu menarik nafas pelan.


''Bu..saya belum ingin menikah !''


''Sampai kapan?,ingat mas umur mu sudah 33 tahun di umur segitu harusnya kamu Udah punya anak 2 Loh.. lah ini disuruh deket sama cewek aja kamu nggak mau.''


''Pokoknya setuju nggak setuju kamu harus mau ibu jodohkan dengan nak gita,kalau perlu nanti biar sekalian ibu kabarin ke ayah supaya ayah langsung melamar nak gita buat kamu!''


ancam ibu dengan membawa - bawa nama sang suami yang tengah meninjau bisnis nya di luar kota,karena si mas fer lebih bisa mendengarkan perkataan ayah dengan mudah dibandingkan dirinya.

__ADS_1


pokoknya aku harus ngabarin rencana baik ku ke mas adi begitu dia pulang,karena niat baik harus segera dilaksanankan...segera!(batin ibu berbicara).


''Bu...'' mas ferry yang hendak protes pun tak jadi dikarenakan ponselnya berdering.rupanya sang asisten menelfon nya mas ferry pun segera mengangkat nya.


hallo....tuan maaf jika saya mengganggu waktu anda saya hanya ingin menyampaikan bahwa di meja anda sudah penuh dengan kertas dokumen yang minta di cek serta di tanda tangani langsung oleh anda tuan!....


''Baiklah saya akan segera kesana....''


Saya tunggu tuan.....tut.


Setumpuk dokumen sedang menunggu nya di kantor,mas fer lupa jika hari ini adalah akhir bulan dan dia harus mengecek semua berkas-berkas dikantor nya secara langsung.meskipun sang asisten cukup cakap dan terpercaya dalam bekerja namun mas fer juga tak bisa lalai begitu saja dengan kewajiban nya dikantor.


***


Baru saja mobil memasuki halaman rumah ibu tiba-tiba mas ferry berpamitan.


''Bu...saya harus ke kantor.''ucapnya dengan melihat ke arah jam dipergelangan tangan nya yang sudah menunjukan pukul 11 malam.


''Ya sudah sana...nanti pulang nya hati-hati, dan ingat permintaan ibu tolong pikirkan dan jangan menolak nya karena ibu tidak menerima penolakan !'' tegas ibu maya lalu langung masuk kedalam rumah.


Mas ferry hanya bisa menghela nafas saja lalu berjalan menuju motor nya dan mulai menaiki si motor kebanggaan untuk pergi menuju perusahaan yang ia bangun sendiri.

__ADS_1


__ADS_2