
Selama hampir 1 minggu ibu maya selalu meminta gita untuk datang kerumahnya,mereka pun semakin akrab dan dekat tak jarang pula mereka melakukan banyak hal bersama dan salah satunya yaitu memasak.
Gita selalu merasa senang hati bisa memasak bersama ibu maya dan terkadang ibu maya juga meminta gita untuk membuat bekal makan siang yang akan dikirimkan untuk mas ferry yang saat ini tengah sibuk dikantor.
Papah adi sendiri begitu senang melihat keakraban isteri dan calon menantunya itu ,beliau pun juga sudah mempersiapkan perencanaan pernikahan yang tak akan dapat ditolak oleh sang anak.
Sedangkan mas ferr sendiri kini sedang sangat sibuk dikantor nya,karena selain memeriksa berkas perusahaan ternyata ia juga harus memeriksa berkas berkas dari bisnisnya yang lain,sehingga itu membuatnya harus bekerja dikantor siang dan malam dalam beberapa hari ini.
tok tok tok.
''Masuk!''
''Bos...ada kiriman makan siang dari ibu bos nih.''ucap yudha yang baru masuk dengan menenteng wadah bekal.
''Taruh saja di meja!''titahnya dengan mata yang tak lepas dari berkas berkas.
Yudha pun melaksanakan perintah dan meletkan bekal itu di meja lalu setelah itu ia melihat ke arah bos nya yang sangat serius sekali dengan wajah yang terlihat kelelahan dan itu membuat yudha menghela nafas.
''Bos lebih baik anda beristirahat dulu,lagian ini waktunya makan siang...''
Mendengar ucapan asistennya mas fer pun menghentikan pekerjaan nya sebentar dan melirik ke arah asistennya dengan tatapan tajamnya.
dan menghela nafas lelah.
Dia memang butuh istirahat sejenak dan lagian pekerjaan nya tinggal setumpuk lagi ya...palingan ada lah 50 berkas lagi.Mas fer pin beranjak dari kursi kerja nya dan berjalan menuju sofa lalu duduk dan membuka bekal makanan yang dikirim dari ibu nya.
Setelah memastikan bos nya akan makan siang,yudha pun pamit undur diri dari ruangan bos nya untuk kembali keruangan nya sendiri ,karena ia pun sama akan makan siang dengan bekal baru dibuat isterinya dan diantar melalui ojek online.
Saat mas ferry membuka bekalnya aroma wangi dari makanan itu sudah dapat membuat perutnya bergemuruh minta di isi,kali ini bekal yang ia terima menu nya berbeda dari kemarin dan dalam beberapa hari ini pun menu makan siang nya bervariasi udah gitu rasa nya sangat lezat sekali.
sepertinya ini bukan masakan ibu karena selain rasanya yang lezat ibu kan tidak pernah mengirimkan makan siang untuk ku selama ini.
****
Dilain tempat kini gita sudah berpamitan dengan ibu maya karena ia pun juga harus ke cafe nya.
Setelah sampai gita langsung menuju ke ruangan nya dan tak lama mimi pun datang dengan membawa segelas lemon mint iced tea.
''Wah kebetulan mi gue lagi haus banget....makasih ya.''
''Sama sama ....nih.''
mimi duduk di kusi yang berhadapan dengan gita,ia senang saat melihat sang sahabat yang kini perlahan sudah mulai mengubah gaya pakaian nya menjadi lebih baik.
''Terus kapan nih undangan pernikahan lo..?''tanya mimi.
__ADS_1
Gita yang sedang minum pun tersedak karena terkejut mendengar pertanyaan sang sahabat mengenai pernikahan nya yang sejujurnya ia pun nggak tahu kelanjutannya.
''Waduh sampe keselek gitu pasti udah nggak tahan ya....''goda mimi kepada sahabatnya.
''Apaan sih...nggak tahan apa coba isshh....''gerutu gita.
''Ya terus kapan lo nikah nya.?''
''Nggak tau!''
''lah yang bener?''
''Beneran...suer gue nggak tahu.''
''Terus dalam beberapa hari ini lo kerumah camer lo ngapain aja masa nggak ada kejelasan..?''
Gita menghela nafas.
''Gue main aja terus masak masak bareng ibu,gue nggak ketemu sama dia soalnya kata ibu dia lagi lembur dikantor nya.''
''Terus lo nggak ada usaha nya gitu buat coba datengin dia ke kantornya,buat ngajak dia ngobrol atau kencan gitu buat nge akrabin diri lo berdua.....kan lo berdua udah mau nikah!''ucap mimi yang tak habis pikir dengan sahabatnya.
''Gimana ya mi gue sebenarnya agak takut sama dia,gue takut kalo dia marah dan nggak terima rencana pernikahan ini.''
''Loh emang nya dia nggak tahu?''
''Dia nggak tahu mi,gue pun bingung tapi ibu maya sama papah adi bilang kalo soal pernikahan itu urusan mereka.''
Mimi menghela nafas nya ia hanya bisa berdoa semoga sahabatnya ini bisa bahagia.
*****
Jam 8 malam gita pulang ke rumah karena kata ayah kedua calon mertua nya datang untuk makan malam bersama.
Namun diperjalanan pulang ban mobil gita kempes dan gita juga nggak bawa ban cadangan nya ,gita berdiri mondar mandir kebingungan untuk mencari bantuan karena ia sedang lewat jalan alternativ dikarenakan jalan utama macet total jadi dia memilih jalan alternativ namun nasib nya agak sial karena ban mobilnya kempes dan disaat yang bersamaan pula ponselnya kehabisan daya.
Suasana yang sepi dan jalanan yang hanya disinari lampu yang tak terlalu terang membuat gita agak takut sendirian.
Dari kejauhan ada sinar dari lampu motor yang mendekat ke arahnya dan berhenti tepat di samping mobilnya,orang itu turun dari motornya dan berjalan menghampiri gita.
Gita yang semula bersiap memasang kuda kuda untuk lari seketika dibuat terkejut saat melihat dengan jelas sosok mas ferry yang ternyata berdiri dihadapan nya ini.
''Mobilnya kenapa?''tanya mas fer dengan nada datar.
''A-ehhh...itu ban mobilnya bocor''jawab gita dengan gugup dikarenakan ia sedang berhadapan dengan calon suaminya sendiri.
__ADS_1
Ferry sendiri sebenarnya disuruh pulang oleh asisten bawel nya dikarenakan beberapa hari terakhir ferry bekerja siang malam tanpa mandi dan mengurusi penampilnnya yang tambah amburadul.
Padahal pekerjaan nya tinggal beberapa lagi, namun alasan asisten nya yang berkata akan mengantarkan saja beberapa berkas yang belum selesai ke rumah nya membuat ferry mau tidak mau harus pulang.
Namun ditengah jalan terjadi macet panjang yang membuat dia mengambil jalan pintas saja.
Fer mengecek ban mobil gita dan ternyata yang kempes ban bagian belakang sebelah kanan.ia menengok ke arah gita yang berdiri memperhatikan nya.
''Ban cadangan ada?''
''L-lupa bawa s-soalnya ban serep nya ada dibengkel belum diambil.''
Fer menghela nafas dan melihat sekelilingnya yang tampak sepi orang lewat udah gitu kanan kiri nya banyak pohon pisang yang berjejer disepanjang jalan sepengelihatan nya,akhirnya mau tak mau ia harus menolong gadis tersebut.
''Ikut saya!''ucap mas fer.
Gita bengong dan agak nge lag saat mendengar ajakan ferry.saat gadis yang didepan nya ini masih diam fer pun membunyikan klakson moge nya sehingga membuat gita seketika sadar.
''E-eh...a-apa tadi?''
''Saya bilang saya akan mengantarmu!''tegas fer dengan berdecak kecil saat menghadapai perempuan didepannya ini yang ternyata sedikit kurang dengar menurut nya.
''O-oke...''Gita bergegas ke mobilnya sebentar intuk mengambil tas dan beberapa hal barang penting nya.
''T-tapi mobilnya?''tanya gita.
''Tenang saja nanti saya telfon orang membetulkan nya''.
Gita mengangguk lalu gita naik ke atas motor,begitu duduk jantung gita berdebar karena dapat melihat dengan jelas dijarak yang sangat dekat,punggung kokoh dari pria yang sebentar lagi menjadi suaminya.
Fer memakai helm lalu bertanya dimana alamat rumah gita dan setelah tahu fer mulai menyalakan mesin motornya dan mengendarai nya dengan kecepatan sedang.
Gita sendiri sedang menikmati belakang punggung kekar dan kokoh milik fer yang tertutup jaket hitam.
jika dilihat lihat punggung nya cocok buat dijadikan tempat bersandar.
Gita senyum senyum sendiri membayangkan nya.
isshhh tunggu halal baru bisa bersandar sepuasnya! tapi gimana kalo dia nolak saat tau bakalan nikah sama aku.
Gita terdiam melamun dan memikirkan nya sampai sampai ia tak sadar jika kini mereka telah memasuki komplek perumahan nya.
Selamat esuk...ngetik sampe malem ternyata ketiduran jadi lanjut pagi mumpung ada kesempatan.
Mohon maap curhat dikit.
__ADS_1
bye..bye.