Kuputuskan Untuk Mencintaimu

Kuputuskan Untuk Mencintaimu
Buaya kam*ret


__ADS_3

Kini gita sudah markirkan mobilnya diparkiran kantor sang suami,saat gita baru masuk lobi para staf mengenali gita karena waktu itu bos mereka pernah membawa wanita tersebut.


'' Selamat siang!'' Sapa gita dengan ramah ke petugas di meja resepsionis.


'' selamat siang juga bu,ada yang bisa kami bantu?'' balas petugas itu dengan ramah juga.


'' Pak Ferry nya ada diruangan nya kan mbak?''


'' Ada bu...silahkan ibu masuk.karena tadi bos sudah berpesan kepada saya.jika ibu datang ibu langsung ke ruangan nya saja.''


'' Oke.makasih ya mbak!'' Ucap gita dengan tersenyum ramah.


Gita melangkah dengan semangat ke arah lift dan memencet tombol lantai dimana ruangan suaminya berada.


Setelah keluar dari lift gita berjalan keruangan sang suami dan mengetuk pintu dulu sebelum masuk.


''Selamat siang..''Ucap gita.


Ternyata didalam ruangan suaminya ada yudha,papinya tiara dan tiara juga,mereka terlihat sedang membahaa sesuatu.


'' Eh.maaf aku ganggu ya.'' Ucap gita merasa tidak enak.


'' Enggak kok sini!.'' Ferry meminta isterinya utnuk mendekat.


'' Paman nanti kelanjutan nya akan kita bahas nanti ya...yud tolong antar paman.kalau perlu ajak paman sama tiara makan siang.''Ucap Ferry.


'' Tidak usah nak..lagian paman dan tiara ingin makan siang dirumah kok...yu nak pulang .''papinya tiara menolak makan siang yang ditawarkan karena dia akan makan dirumah bersama isteri dan anaknya.


Dengan sebal tiara mengikuti papinya,sebenarnya dia masih ingin berlama-lama di kantor nya Kakak ganteng.namun apalah daya sang papi mengajak nya pulang.


'' Saya juga pamit keluar bos...mari.''Pamit yudha.


Tinggal lah gita dengan sang suami di ruangan itu


'' Mau makan sekarang mas?'' Tanya gita.


'' Makan kamu saja boleh?'' Ucap Ferry sengaja menggoda isterinya.


'' Ikhhh...mana kenyang,kamu ini ada-ada saja!''


Gita membuka kotak makan siang yang ia bawa,dan menyerahkan nya kepada sang suami,tidak lupa gita juga mengambil air mineral yang tersedia di kulkas kecil yang berada diruangan Ferry.


Dengan lahap Ferry memakan masakan sang isteri yang sangat enak dilidahnya,bahkan tak butuh waktu lama makanan itu sudah habis tidak tersisa.


'' Terimakasih..masakan mu selalu enak sekali!'' Ferry memuji masakan sang isteri.


''Sama-sama.syukurlah kalo kamu suka masakan aku mas!':Ucap gita sambil tersenyum senang.


'' Oh iya kalo gitu aku pamit ya..''Ujar gita sambil membereskan tempat makan tadi.


'' Mau kemana buru-buru sekali?''Tanya Ferry dengan nada kurang suka karena sang isteri cepat sekali berada diruangam nya.


'' Aku mau mampir ke ATM,soalnya hari ini karyawan cafe gajian.''


'' Hemm.begitu.''ucap Ferry tak semangat.


'' Kenapa sih..?'' Tanya gita yang bingung karena melihat sikap sang suami yang terlihat lesu.

__ADS_1


Ferry menarik gita kedalam pelukan nya,dia memeluk maja sang isteri.Gita sendiri terdiam saat sang suami memeluknya dirinya.


'' Bentar ya jangan pergi dulu!'' pinta Ferry dengan semakin mengeratkan pelukan nya.


Gita nurut dan diam sambil membalas pelukan suaminya.Ferry mencium pucuk kepala isterinya berkali - kali,lalu kecupan itu turun kepelipis,pipi dan berakhir di bibir.


CUP.


Kecupan manis berulang kali Ferry labuhkan di bibir isterinya,sampai tangan sang isteri mendorong dada ya sehingga kecupan itu terhenti.


'' Malu ahh..''Gita menyembunyikan wajah merah nya di dada sang suami.


Ferry sendiri terkekeh,dia mengangkat dagu isterinya.Senyuman manis terukir dari bibirnya ketika melihat wajah blussing sang isteri yang terlihat menggemaskan.


Pelan tapi pasti Ferry kembali mendekatkan wajahnya untuk merasakan bibir manis dari isterinya,ketika sudah menempel dia mulai semakin intens apalagi ciuman yang ia lakukan juga dibalas oleh sang isteri sehingga membuat gairah nya sedikit naik.


Tangan kekar Ferry mengangkat tubuh sang isteri agar duduk dipangkuan nya tanpa melepaskan tautan bibir mereka.Gita yang terbuai akan permainan sang suami juga semakin bergelora.


Saat kecupan itu turun ke leher nya,tiba-tiba pintu ruangan Ferry diketuk dari luar.


Tok


Tok


Tok


'' Ck.Sial!'' Decak Ferry kesal karena kegiatan nya terganggu.


Gita segera turun dari pangkuan sang suami namun dia terhenti karena tangan suami yang masih berada dipinggang nya enggan melepaskan nya.Sedangkan dari luar ketukan pintu kembali terdengar.


Bukan nya terlepas Ferry malah kembali memeluk sang isteri,malah wajahnya ia benamkan ke dada empuk isterinya.sontak saja gita merasa geli dan kurang nyaman.


'' Mas geli.''Pekik gita.


Suara ketukan pintu yang kembali terdengar membuat Ferry sebal dan akhirnya melepaskan sang isteri.


'' Masuk!'' Seru Ferry dari dalam.


'' Lama banget si bos..saya jadi jamuran tau didepan pintu!''Gerutu Yudha yang baru masuk ruangan bos nya.


'' Ada apa..?'' Ferry malas meladeni ocehan asistennya,kini Ferry sudah kembali duduk di kursi kebesaran nya.


'' Nih saya mau nganter laporan aja bos,kalau begitu saya pamit dan silakan dilanjut lagi...permisi.'' Pamit yudha yang segera keluar dari ruangan bos nya.


Gita sudah berdiri dan membawa tas,kotak bekal juga untuk segera kembali ke cafe nya.dia mendekati sang suami unruk berpamitan.


'' Aku pergi ya mas..Asalamaualaikum!'' Cup.gita mencium tangan sang suami.


'' Waalaikum salam..Hati-hati dijalan.''


'' Iya..'' Ucap gita dengan tersenyum.


**


Setelah dari kantor sang suami gita juga mampir ke ATM terdekat untuk menarik uang,lalu dia kembali melajukan mobilnya ke arah cafe.


Sampai di cafe gita bergegas kembali keruangan nya,dia menghitung dan merapihkan uang gaji untuk karyawan nya kedalam amplop.

__ADS_1


Setelah selesai gita menyimpan nya ke laci meja kerja dan menguncinya.setelah itu dia keluar dan ikut membantu karyawan nya.


'' Ta ...lo udah makan siang?'' Tanya mimi.


Gita yang sedang melayani pelanggan yang tengah membayar pun melihat ke arah mimi,dia menggelengkan kepalanya.Pertanda dia belum makan siang karena lupa.Mimi menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya karena sang sahabat suka lupa dengan perut sendiri yang belum di isi.


Akhirnya mimi ke dapur meminta koki membuatkan makanan untuk gita .setelah itu dia kembali kedepan membantu barista yang membuat kopi.beberapa saat kemudian.


'' Mbak mimi ini makanan nya udah jadi.'' Ujar pelayan yang baru saja keluar dari dapur.


'' Oh..makasih ya.'' Ucap mimi yang mengambil alih nampan itu.


'' Ta.Ayo kaman dulu.'' Ajak nya pada gita.


Mimi berjalan ke meja yang berada di sudut cafe yang diikuti gita dibelakang nya.


'' Makan dulu.lo gimana sih, sukan banget lupa sama perut lo sendiri yang belum ke isi makanan apa-apa.kalo elo sakit gimana,jangan dibiasain mengabaikan makan siang ta...tubuh lu juga butuh asupan.'' Omel mimi panjang.


'' Iya makasih...lo udah perhatian ke gue.''Ucap gita sambil tersenyum dia merasa bersyukur karena sahabatnya selalu memperhatikan dia.


'' Ya udah silahkan makan.gue mau lanjut kerja lagi.'' Ucap mimi setelah meletkan makanan dan minuman untuk gita diatas meja.


Mimi meninggalkan gita yang sedang makan sendirian.Sambil menikmati makanan nya gita membuka ponselnya untuk bertukar kabar dengan sang ayah.


Beberapa saat kemudian gita telah selesai makan dia membawa piring beserta gelas bekas ia makan untuk di cuci namun langkahnya terhenti ketika dia tidak sengaja menyenggol seorang perempuan.


'' Eh.Maaf-maaf.'' Ucap gita sepontan.


Perempuan cantik tersebut berdecak sebal sambil menatap tidak suka ke arah gita yang sudah menyenggolnya mekipun tidak sengaja.


'' Yuk sayang...kamu kenapa?'' Tanya sang pacar yang melihat perempuan nya terdiam sambil menekuk wajahnya.


Gita yang melihat jelas seorang pria yang menghampiri wanita di depan nya seketika langsung memutar bola matanya jengah dikarenakan dia harus bertemu buaya kampret.


Si kampret.


Bener-bener buaya kadal, cewek nya ganti lagi...busyett.batin gita sambil geleng-geleng kepala.


'' Eh...mantan.'' Sapa Alfi dengan tidak tahu malu nya.


'' Ck.ck.ck.ck.ck.''Decak gita dengan sebal,dia bergegas pergi dari hadapan dua orang itu karena malas.


Setelah Gita pergi dari depan mereka,perempuan itu tiba-tiba mencubit perut kekasihnya.sampai sang kekasih menggaduh kesakitan.Dia melepaskan cubitan nya lalu menghentakan kakinya karena kesal dan berjalan keluar dari cafe,


Alfi mengejar kekasihnya yang ngambek.'' Sayang...?''


Rupanya perempuan itu sudah masuk kedalam mobil,masih dengan wajah yang manyun karena kesal.Alfi segera masuk kedalam mobil untuk menenangkan kekasihnya.


'' Sayang kamu kenapa jangan marah dong..!''Bujuk alfi dengan lembut pada sang kekasih.Alfi segera melajukan mobilnya pergi dari cafe tersebut.


'' Jadi itu mantan kamu juga..''


'' Iya..''


'' Nggak usah cemburu..dia cuman mantan.''Ucap alfi lagi dengan santai.


Hollla mettt malammm gaesss....

__ADS_1


__ADS_2