Kuputuskan Untuk Mencintaimu

Kuputuskan Untuk Mencintaimu
Mau nggak mau


__ADS_3

Sesampainya dikantor mas fer menitipkan motor nya pada satpam yang bertugas malam ini,ia meminta si satpam untuk menjaga motor nya dengan baik, tentu saja dengan nada ancaman dan juga tatapan mengintimidasi yang di tunjukan kepada si satpam sampai-sampai satpam tersebut bergidik ngeri dan susah menelen ludah nya sendiri.


''B-baik tuan,akan saya jaga dengan sangat hati-hati.''ucap si satpam.


Lalu mas fer pergi memasuki kantor dan menuju keruangan nya di lantai atas.baru saja mas fer keluar dari lift ia berpapasan dengan sang asisten yang akan pulang.


''Tuan anda sudah datang.''sapa Yudha kepada atasannya tersebut.


''Hemm.''sahut mas fer se kenanya.


''Kalau begitu saya pamit pulang tuan,'' namun saat baru beberapa langkah yudha berbalik karena ia teringat sesuatu yang harus ia sampaikan.'' Tuan...kata ketua minggu depan seluruh anggota harus berkumpul di tempat biasa.''


Seperti biasa mas fer hanya diam dan menjawab hem doang.


''Sana pulang!''usirnya pada yudha lalu berjalan menuju ruangan nya sendiri.


''Sabar-sabar untung boss.''Yudha mengusap dadanya supaya menambah stok sabar,lalu bergegas pulang karena sudah larut malam ditambah lagi pasti sang isteri belum tidur dikarenakan isterinya itu memiliki kebiasaan menunggu dirinya nya pulang kerja,selarut apapun perempuan yang menjadi isterinya itu tidak akan tidur jika yudha belum ada disamping nya.


Sungguh romantick sekaliii....okeh kembali ke kisah si bosss.


Mas ferry tengah berkutat dengan berkas-berkas yang ada dimeja kerjanya,memang benar menumpuk sekali sudah dipastikan dia nggak akan pulang dan begadang sampai pagi.


***


Dilain tempat kini gita yang baru saja pulang dari cafe dan ketika memasuki gerbang rumahnya gita melihat sang ayah yang masih terjaga duduk di kursi teras bersama pak nur satpam komplek sedang bermain catur bersama.


''Asalamualaikum.''


''Walaikumsalam''balas ayah dan pak nur bersamaan.


''Ayah kenapa belum tidur?''


''Mana bisa ayah tidur kalo puteri kecil ayah belum pulang...iya nggak pak nur.''


''Ihhhh ayah mah gita kan udah 23 tahun jadi bukan anak kecil lagi.''ucap gita dengan pura-pura ngambek dan ditertawakan oleh ayah dan pak nur.


''Kamu udah makan nak?''tanya ayah lagi dengan menatap lembut puteri semata wayang ya ini.


Gelengan kepala dari gita membuat ayah menghela nafas,sudah dipastikan jika anaknya memang terkadang lalai dengan urusan perut jika sudah sibuk.


Dulu Gita juga seperti itu,ia akan rajin sekali belajar dan sering lupa makan karena terfokus ingin mendapatkan biaya siswa untuk masuk kampus favorit impian nya ,padahal ayah sangat bisa mewujudkan nya tanpa gita bersusah payah namun gita selalu mengatakan pada ayah jika gita ingin mengandalkan kepintaran nya untuk masuk kampus yang ia mau.

__ADS_1


'' Ya sudah nanti ayah pesankan saja nasi goreng yang ada didepan komplek ya..''Gita pun mengangguk antusias saat mendengar nasi goreng.


''Pak nur..bapak sekaliam saya pesankan ya..''ucap ayah pada pak nur.


''Wah nggak usah pak...''


''wes nggak usah nggak enak gitu,saya juga mau sekalian pesankan untuk bapak2 yang lagi ronda di pos satpam.''


''Terimakasih banyak pak wi.''


Ayah mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi penjual nasi goreng dan memesan 10 bungkus serta minta diantarkan ke rumah nya.


''ya udah ayah gita masuk dulu ya mau mandi biar seger.....mari pak nur.''Gita pun masuk kedalam rumah setelah pamitan dengan ayahnya dan pak nur.


Sedangkan kedua lelaki paruh baya itu melanjutkan lagi bermain caturnya sambil menunggu datangnya pesanan nasi goreng.


***


Setelah mandi gita yang tengah mengeringkan rambutnya sontak menoleh ke arah ponselnya yang tergeletak di meja rias.rupanya ada notif pesan yang baru masuk namun gita bingung karena itu adalah nomor yang tak ada di kontaknya.


Asalamualaikum nak gita ini ibu maya yang tadi ketemu dicafe loh nak,inget nggak?.maaf ya ibu ganggu kamu malem-malem.oh iya ibu pengen banget ketemu sama kamu lagi kira-kira kamu bisa nggak ya nak?.


Gita membalas pesan tersebut dan mengatakan jika mereka bisa bertemu,namun saat gita menanyakan dimana tempat mereka nanti bertemu,ibu maya langsung membalas di cafe yang tadi saja nanti jam berapa nya akan ibu maya kasih kabar lagi besok.....begitu kurang lebih.


''Terimakasih ayah.''ucap gita begitu menerima nasi goreng di tangan nya.


''Sama-sama nak,ya sudah ayah mau ke kamar ya mau istirahat.''pamitnya dengan membelai sayang pucuk kepala anaknya.


''Iya selamat malam ya ayah''ucap gita.


***


Keesokan paginya seperti biasa gita melakukan aktivitasnya dan pada pukul 9 an gita baru tiba di cafe nya,dan para pegawai pun menyapa nya seperti biasa lalu mulai kembali melanjutkan pekerjaan mereka.


Setelah masuk ke ruangan nya dan meletakan tas nya di atas meja tiba-tiba ada pesan masuk dari ibu maya.


Nak ibu sudah di cafe kamu dimana?


Membaca pesan tersebut gita bergegas keluar dari ruangan nya dan menghampiri mimi yang sedang di kasir, ia meminta mimi untuk membawakan nya teh hangat dan gita berkata itu untuk tamu nya.


Setelah itu gita meng edarkan pandangan nya dan menemukan posisi ibu maya yang tengah duduk di dekat jendela sambil sesekali mengecek ponsel.

__ADS_1


''Ibu...?''mendengar suara gita sontak ibu maya mendongak kan kepalanya lalu tersenyum lembut ketika mendapati gita yang menarik kursi dan duduk dihadapan nya.


''Sudah lama menunggu?''


''Tidak nak..''


Mereka berdua mengobrol banyak hal dan ibu maya juga bertanya bagaimana gita bisa mengenal anaknya secara terperinci dan gita dengan tersenyum menjelaskan kronologinya.ibu maya juga jadi tahu jika cafe tersebut milik gita.dan sampailah obrolan itu di saat yang di tunggu-tinggu oleh ibu maya.


''Nak gita maaf sebelumnya apa kamu sudah punya kekasih nak?,maaf ya ibu tidak sopan karena bertanya tentang privasi kamu .''ucap ibu karena ia takut pertanyaan nya membuat gita tak nyaman.


Namun gita malah tersenyum tulus dan berkata tidak papa kepada ibu maya.


''Gita nggak punya pacar bu!,sebenarnya sih gita sempet punya pacar sedari kuliah sampai lulus malah .namun yaa hubungan 4 tahun pacaran kami nggak seperti kebanyakan orang,karena ternyata dia hanya memanfaatkan gita dan bodoh nya gita ketipu sampai 4 tahun lamanya bu.''curhat gita dengan wajah sendu dan bercampur kesal dalam hati jika mengingat mantan brengsek nya.


''Memanfaatkan gimana nak?''tanya ibu maya .


''Ya gitu bu kayak ngerjain tugas-tugas kuliah terus sampe buat sekripsi aja itu semua gita yang ngerjain. terus kalo lagi nggak ada tugas kuliah dia boro-boro ngehubungin gita bu,chat gita aja nggak pernah di balas bu...''cerita gita panjang lebar kepada bu maya.sadar nggak sadar Gita ternyata nyaman dengan bu maya sehingga ia bercerita banyak.


''Sudah cowok kayak gitu mah emang pantes nya di buang aja ke laut!, soalnya dia nggak cocok sama kamu yang cantik baik hati gini.kalo kamu emang jomblo mendingan sama anak ibu aja ya dia juga jomblo kok!''ucap ibu menawarkan mas fer udah kayak sales aja si ibu.


''Anak ibu ...m-maksudnya mas preman, eh m-mas ferry maksudku?''tanya gita gugup serta dengan wajah bingung nya dan malah diangguki antusias oleh ibu maya sambil tersenyum pula.


''T-tapi...''


''Please nak Gita....sebenarnya ibu ini sedang mencari calon isteri untuk anak ibu, kasihan loh nak dia nak... di usianya yang udah 33 tahun dia masih sendiri malah anak ibu itu lebih suka lama-lama liatin motor nya ketimbang perempuan.ibu sebagai orang tua sedih sekali nak memikirkan nasib anak ibu itu hiks...''cerita ibu dengan wajah yang sedemikian rupa menyedihkan agar gadis cantik yang ada di depan nya ini kasihan melihat dirinya.


''Bu jangan nagis dong aduh...''gita panik saat bu magita merindingedan meminta pegawainya untuk mengambilkan tisu.


''Ibu ini kenapa kak?''tanya ilham sambil menyerahkan tisu yang diminta gita,ilham ini anak remaja yang waktu itu ditolong gita.


''Kakak bingung ham..!''ucapan gita juga malah membuat ilham ikut bingung.


''Hiks...hiks...n-nak gita...tolong ibu ya...''pinta ibu maya dengan suara yang seolah-olah tersendat karena menangis.


''Udah kak turutin aja kasihan ibu nya.''ucap ilham yang sebenarnya nggak tahu apa yang dimaksud ibu maya, namun melihat seorang ibu menangis ilham selalu teringat ibunya sendiri dan itu membuat dirinya nggak tega.


''Ibu tenang ya..oke-oke gita bakal bantu ibu!''ucapnya agar bu maya tak lagi menagis dan benar saja seketika bu maya mengusap air matanya dan langsung menggenggam kedu tangan gita lalu mengucapkan terimakasih.


Sedangkan ilham dan gita dibuat melongo karena perubahan ibu maya kini terlihat tersenyum lagi dan meminum teh yang terdapat di depan nya.setelah minum teh untuk membasahi kerongkongan nya yang kering bu maya kembali tersenyum ke arah gita.


''Janji ya nak kamu udah setuju lohh..''ucapnya pada gita dan Gita mau tak mau mengangguk saja karena ia sudah keburu menyetujui kan.

__ADS_1


Hiks aku mau nangis ayah...ngebayangin wajah mas preman aja udah bikin gita meriding.


Sorry sekali banyak typo......


__ADS_2