
Setelah kata SAH terucap dari beberapa saksi,kini Gita dan Ferry sudah resmi menjadi suami isteri baik secara hukum maupaun agama.
Jujur gita sendiri masih terbengong dengan memikirkan apakah yang di alami nya saat ini adalah suatu kenyataan,pernikahannya di adakan secara dadakan malam ini juga saat jam hampir menunjukan larut malam dimana sebagian besar orang tengah beristirahat.
Ya pernikahan Gita dengan Fer memang diadakan malam ini karena permintaan dari pakde umar,beliau tentu saja mempunyai alasan mengapa ia meminta Fer ponakan nya menikahi Gita saat ini juga.
Sebenarnya pakde dan bude ada dikota ini di karena kan pakde diundang untuk bertausiah disebuah acara pernikahan anak salah satu pejabat yang terpandang dikota ini,karena kebetulan dikota itu ada keluarga sang adik yaitu papah adi, jadi setelah acara selesai pakde umar dan bude menyempatkan diri untuk temu kangan gitu sama papah dan ibu.
Saat diceritakan dan dikenalkan kepada calon besan adiknya yaitu ayah wibowo alias ayahnya Gita, pakde seketika ingin sekali menyaksikan pernikahan Keponakannya itu,belum lagi pertemuan mereka memang sangat jarang selain karena kesibukan masing-masing, papah adi beserta isteri dan anaknya yaitu Fer hanya dapat berkunjung setahun sekali ke jawa timur.
Sudah gitu malam ini adalah malam terakhir pakde dan bude ada dikota ini karena besok pagi mereka harus terbang kembali ke jawa timur lagi.
''Selamat ya atas pernikahan mu Fer, ingat jadilah imam yang baik.....Bahagiakan dia...semoga pernikahan kalian mendapat berkah dari allah....''Ucap pakde berpesan dan memberikan selamat.
''Terimakasih pakde..''
''Jangan lupa cukur rambut sama tuh jenggot!!''crewet pakde lagi.
''Iya pakde.'' Sahut Fer malas.
****
Setelah akad singkat itu selesai kini para lelaki sedang berbincang-bincang dan para perempuan termasuk gita sedang ke dapur untuk membawakan camilan atau teh manis dan kopi.
''Sayang kamu punya camilan?''tanya ibu maya kepada gadis yang baru saja sah menjadi menantunya.
''A-ada kok bu kebetulan Gita punya tapi nggak banyak.''jawab gita dengan membuka lemari rak atas yang berisi kue kue kering yang memang sengaja ia bikin untuk camilan ayahnya.
''Wah banyak sekali...''ucap bude .
''I-iya soalnya ayah suka ngemil bu...bude...jadi gita selalu bikin stok kue kering dalam jumlah yang banyak buat ayah.....''ucap gita lalu ia mengeluarkan kue kering yang bervarian berbeda itu satu per satu.
''Emang ayah kamu tuh doyan banget ngemil git...sewaktu kuliah dulu juga gitu ayah kamu selalu bawa camilan di dalam tas ranselnya.''ucap ibu mengenang saat dulu.
__ADS_1
''Loh kamu ternyata kenal dari dulu sama ayahnya gita...?''tanya bude.
''Iya mbak ayahnya gita itu Junior aku sama mas adi sewaktu kuliah dulu.''
Bude berohria dan mereka mulai membawa teh dan kopi serta camilan untuk para laki-laki.
''Silakan dinikmati....maaf ya seadanya saja.''ucap ibu maya.
Para laki-laki langsung mengambil teh ataupun kopi yang disajikan.
''Ayo dicicipi camilan nya ini buatan anak saya sendiri rasanya sangat enak.....''ucap ayah dengan bangga dan menawarkan camilan buatan puterinya.
''Enak kue nya...''puji pakde.
''Iya...enak sekali.''sambung papah.
''Enak ya...''ucap bapak penghulu dan beberapa saksi yang masih ada disana mengangguk setuju.
Sedangkan Mas fer belum mencicipi kue kering yang ada ditangan nya,karena sejujurnya ia tak terlalu suka dengan kue kering ataupun sejenis camilan.
Saat ia menggigit lalu mengunyah kue kering yang ia pegang seketika mas Fer terdiam karena terkejut dengan rasa nya.
''Enak..''hatinya aja yang berbicara namun ekspresi nya hanya diam sambil terus mengunyah.
Karena sebentar lagi tengah malam pak penghulu dan beberapa saksi pamit untuk pulang,kepada papah,pakde serta ayah dan yang lainnya.
Untuk pakde dan bude mereka juga berpamitan untuk pulang ke hotel yang mereka inapi,mereka diantar oleh papah dan juga ibu maya sedangkan fer sendiri ingin ikut mengantar namun papah melarang dengan alasan lebih baik fer beristirahat saja karena papah sebenarnya dapat melihat jelas raut kelelahan di wajah anaknya.
Akhirnya Fer mengalah namun besok ia ingin ikut mengantar keberangkatan pakde dan Bude nya ke bandara.
Malam ini Fer terpaksa menginap di rumah isterinya karena papah adi sudah meminta orang untuk membawa pulang moge nya agar Fer tak bisa pergi kemanapun setelah papah dan yang lain pergi mengantar pakde dan bude ke hotel.
Gita membereskan gelas bekas menjamu tamu tadi dan mencucinya sedangkan ayah beliau tengah menggulung karpet yang tadi digunakan untuk duduk karena para tamu tadi tidak cukup untuk duduk disofa.
__ADS_1
Fer yang baru masuk lagi memutuskan untuk membantu ayah mertua nya.
''Biar saya saja...''ucap Fer mengambil alih lalu menggulung karpet tersebut dan meletakan nya disebuah kamar yang diberitahukan ayah mertuanya untuk menyimpan karpet itu,kamar itu mirip gudang karena banyak barang -barang namun terlihat bukan gudang juga karena didalam sana bersih dan tak berdebu sama sekali.
Gita selesai beres-beres ia mencari dimana keberadaan ayah dan pria yang baru saja menyandang setatus menjadi suaminya.
''Ayah waktunya istirahat sudah malam...''ucap gita begitu melihat ayahnya sedang bersama Fer yang baru selesai membenahi sofa diruang tamu.
''Iya puteri ayah....''Ayah melangkah ke arah gita beliau mengecup kening puterinya dan mengucapkan selamat malam.
''Nak Fer kau juga beristirahatlah...Gita ajak juga suamimu untuk beristirahat.''ucap ayah lalu beliau berjalan ke kamarnya.
Kini tinggalah Sepasang suami isteri yang baru saja nikah kilat tersebut,suasana nya jadi agak canggung dan membuat gita pada akhirnya memberanikan diri untuk berbicara namun berdehem dulu untuk menghilangakn rasa gugupnya.
''A-ayo istirahat mas...''ajak Gita.
Lalu ia berjalan terlebih dahulu menuju ke kamarnya yang diikuti oleh Fer dibelakang nya.
Pertama kalinya Fer memasuki kamar seorang perempuan dan saat berada didalam kamar itu desain nya netral tak mencolok malah suasana di kamar itu menunjukan bahwa pemilik kamar itu suka dengan ketenangan.
Dengan perasaan gugup gita membawa suaminya kedalam kamarnya dan saat sudah didalam kamar, gita memberikan kaos dan celana training milik ayah yang sebelumnya ia ambil untuk ganti suaminya.
'' K-kamar mandinya di sana mas...''tunjuk gita ke arah kamar mandi yang memang ada didalam kamarnya.
Gita sendiri memutuskan untuk berganti pakaian dikamar mandi dekat dapur selesai ganti gita kembali ke kamarnya dan terlihat tak ada keberadaan suaminya serta terdengar suara gemercik air, sepertinya sang suami masih lama disana akhirnya gita duduk bersandar diatas tempat tidur dengan mengecek ponselnya melihat hasil laporan kemarin yang dikirim oleh mimi.
Beberapa saat kemudian.
Fer sendiri keluar dari dalam kamar mandi,dia melangkah dan mendapati gadis yang baru saja menjadi isterinya itu terlihat tertidur dengan posisi nya yang duduk menyender dan juga layar ponsel yang menyala dipangkuan nya.
Mas Fer tak berani menyentuh untuk mengubah posisi isterinya justru ia mengambil bantal disebelah isterinya lalu berjalan menuju sofa karena ia ingin segera tidur.
Bukan masalah besar untuknya jika harus tidur disofa karena memang ia belum bisa dan berani tidur satu ranjang dengan gadis yang baru saja ia nikahi.
__ADS_1
Dengan berbaring pun mas fer memikirkan rentetan kejadian tadi yang berakhir ia menuruti keinginan para orang tua yang meminta dirinya menikah.
Mas fer mengepal erat tangan nya rasa Kesal dan tak berdaya nya untuk menolak Permintaan dari orang tua nya membuatnya banyak-banyak harus mengontrol perasaan nya,dan berusaha untuk membuka hati kepada gadis yang baru ia nikahi tadi.