
Malam harinya,Gita dan Ferry baru saja sampai dirumah.saat masuk kedalam rumah alangkah terkejutnya mereka berdua saat mendengar suara yang tidak mereka dengar dalam beberapa hari terakhir.
'' Kalian kok diem aja sih...emang enggak kangen sama ibu!''Ucap ibu maya dari arah meja makan .
Gita dan Ferry saling melirik,mereka kompak menoleh kearah ibu maya yang tengah tersenyum manis ke arah mereka.
Ibu maya berjalan mendekati anak dan menantunya,Gita dan Ferry bergantian mencium tangan ibu maya bahkan mereka memeluk ibu maya.
'' Kapan sampai bu?''.tanya Gita.
'' Tadi siang ibu sampai sayang.''
'' Papah enggak ikut bu?''kini giliran Ferry yang bertanya.
'' ikut lah,tuh dia lagi di ruang tv nonton bola,katanya kalo kamu udah dateng disuruh temenin papah nonton bola.''
'' Ya sudah kalau begitu aku mandi dan ganti baju dulu.''Ujar Ferry. dia berlalu ke kamarnya untuk segera membersihkan diri dan bergabung dengan sang papah diruang tv.
Gita dan ibu kembali ke dapur,gita juga berniat membantu ibu maya untuk memasak.
'' Loh sudah selesai masaknya!''Ujar gita kecewa.
'' Iya nyonya,sudah dari sore bibik sama nyonya besar masak.''Sahut bibi dengan membawa masakan itu ke meja makan.
'' Lain kali kan bisa sayang..''Ucap ibu dan gita mengangguk lesu,dia kangen memasak dengan ibu mertuanya ini.
'' Ya udah deh,kalo enggak bisa masak bareng yang penting meluk ibu aja.''Ujar gita yang langsung memeluk erat ibu mertua nya.
Ibu maya tak masalah malahan menyambut dengan hangat pelukan dari menantunya ini.
'' Wah..wah..wah..papah ditikung menantu sendiri ini!''Celetuk papah yang baru datang bersama Ferry.
'' Ikhh...si papah ganggu aja.''Sahut ibu maya.
'' Udah dong pelukan nya,papah cemburu loh bu...''Rengek papah
Gita tersenyum geli dia melepaskan pelukan nya,sedangkan ibu maya menggeleng heran dengan tingkah suaminya.
'' Menantu kita loh pah...cewek!,masa papah cemburu?''Ujar ibu kesal.
'' Bodo amat,maaf ya nak gita.Ibu itu hak paten nya papah,jadi kalo mau peluk-peluk,peluk saja suami kamu!''Ucap papah dengan bercanda, yang semakin membuat ibu melotot kesal.
Gita tertawa dan mengangguk dia tahu papah mertuanya bercanda dan hanya ingin menggoda isterinya saja.
'' Sudah ah,ayok makan malam!''Ajak ibu kepada semuanya.
**
Setelah makan gita kembali ke kamar untuk membersihkan dirinya,sedangkan Ferry kembali menemani papah sambil bermain catur,malam ini papah mertua dan ibu mertuanya akan menginap.
__ADS_1
Selesai membersihkan diri kini gita kembali turun dan ikut bergabung dengan ibu mertuanya yang tengah membuatkan kopi pesanan suami dan anaknya.
'' Aku yang bawa ya bu.''Pinta gita dengan membawa baki yang berisi kopi untuk papah mertua dan suaminya.
'' Makasih ya nak ya...''Ucap ibu maya,mereka berdua berjalan bersama menuju ruang tv.
Setelah mengantarkan kopi keduanya pergi ke ruang tamu untuk berbincang,karna mereka tak menyukai bola.jadi membiarkan para lelaki saja yang menonton bola.
'' Oh iya..nak ibu punya oleh-oleh buat kamu...''Ucap ibu,lalu ibu beranjak ke kamar tamu dan mengambil bingkisan yang ia beli untuk sang menantu.
'' Lah bu harusnya jangan repot-repot.''Ucap gita tak enak.
'' Kamu aapaan sih,ibu nggak merasa direpotin kok.lagian ini kan untuk kelancaran hubungan kamu sama Ferry.''
'' Terimakasih bu.'' Gita menerima bingkisan itu,dia tak tahu apa isinya.
Mereka berdua berbincang kembali,ibu banyak menceritakan kesukaan Ferry dan kelakuan Ferry sewaktu kecil bahkan sikap kesamaan Papah dengan Ferry pun ibu menceritakan nya kepada gita.
'' Dulu nih ya,pas ibu mengandung Ferry.ibu tuh pengen banget ngelihat papah pake daster terus belanja ditukang sayur!''
'' Astaga beneran bu..''Gita menahan tawanya,sebab ia seketika membayangkan papah mertuanya yang pasti sangat malu sekali saat itu.
'' Bener lah...''Bahkan ibu sudah tertawa mengingat kelakuan nya pas ngidam.Banyak mengerjai suami nya saat itu.
'' Oh iya nak..gimana hubungan kamu sama suami kamu akhir-akhir ini?'' Tanya ibu karena penasaran.
'' Bener,syukur deh kalo nggak ada kejadian kayak perjanjian nikah kontrak gitu antara kamu dan anak ibu,kayak yang di novel-novel.''Ujar ibu maya merasa lega.
'' aku dan mas Ferry menerima satu sama lain,kami mulai membuka hati dengan perlahan lahan bu.''Ucap gita.
'' Eh,ibu penaaaran..Anak ibu itu sudah apa-apain kamu belum?''Tanya ibu yang mana membuat wajah gita memerah karena malu.
'' Ngeliat wajah kamu kayaknya udah ya...?''
boro-boro bu!
'' Baru cium-cium aja bu..'' Sahut gita dengan malu.
'' Cieeee...cepet di gaspol nak!....anak ibu itu setia kok,karena dia belum pernah pacaran sekalipun. jadi kamu harus bisa bikin dia bucin sama kamu.''
'' Di usahain ya bu.''
'' Harus dong,soalnya ibu pengen cepet gendong cucu dari kamu dan Ferry!''
Glek.
cucu!
'' I-insyaallah deh bu ,nanti diusahakan.''ucap gita dia sebenarnya bingung dan malu bagaimana caranya mengajak suaminya gituan.
__ADS_1
Ibu sadar jika menatunya bingung,dia seketika tersenyum miring dan perlahan duduknya mendekat ke arah menatunya dan berbisik.
'' Mau tahu trik nya nggak ,supaya suami kamu minta duluan?''bisik ibu karena takut ada yang mendengar
Ibu menjelaskan apa saja yang harus gita lakukan untuk menarik perhatian suami,ibu juga mengatakan jika gita harus menepis rasa malunya demi mendaptakan pahala yang besar.
Gita berulang kali menelan salivanya saat mendengar penjelasan ibu mertuanya,gita yang pandai dapat menangkap penjelasan materi pelajaran apapaun dengan mudah.
Setengah jam kemudian gita sudah masuk kedalam kamarnya,karna disuruh ibu mertuanya.dia sendiri masih bengong dengan bingkisan ditangan nya.
'Di pake ya ibu ingin segera mendengar kabar baik dari kamu dan Ferry!'begitu kira-kira ucapan ibu mertuanya.
Gita menghembuskan nafas sejenak,dia membuka bingkisan itu lalu matanya terbelak kaget melihat baju tidur sexy yang berbahan satin itu.
'Tipis banget'
Oke demi ibu mertuanya dan jalan untuk menjalin keharmonisan rumah tangganya gita pun mengganti bajunya dengan baju itu.Saat selesai berganti gita menatap pantulan dirinya dari cermin.sungguh sangat sexy dan menggoda iman tampilan nya sekarang.
Gita mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu tidur,sehingga membuat cahaya menjadi remang-remang,jam yang menunjukan pukul Sembilan membuat gita merasa gugup.
Kata nya.ibu mertuanya akan membuat Ferry segera masuk ke kamar.
Cklek.
Suara pintu terbuka dan Ferry masuk kedalam kamar dengan menautkan kedua alisnya,kata ibunya Gita tak enak badan jadinya dia segera kekamar dan ingin mengecek keadaan isterinya.
'' Dia kemana kok nggak ada.''Ucap Ferry yang tidak melihat gita di atas ranjang.
Kriettt...
Blam!
Bukan horor....
Suara pintu tertutup,Gita perlahan mendekati Ferry.
Deg!
Ferry melotot saat melihat penampilan sang isteri.
'' Mas...'' Gita memanggil Ferry dengan suara yang lembut dan menggoda,berjalan pelan kearah sang suami lalu memberanikan diri untuk merangkul leher suaminya.
Jangan ditanya keadaan Ferry bagaimana yang jelas dia sudah panas dingin.
Jakun nya naik turun.
Matanya bahkan tidak berkedip melihat penampilan isterinya malam ini.Ferry tersenyum semirik dia mendekatkan wajahnya dan berbisik ditelinga isterinya.
'' Kau sedang menggoda ku hemm.''
__ADS_1