
Angin malam yang semakin dingin membuat Ferry mengajak gita untuk masuk ke dalam villa.
Mereka berdua masuk dengan saling bergandengan tangan,saat sudah didalam ternyata orang-orang masih belum tidur,malahan sekarang sedang mendengarkan para remaja yang tengah menunjukan keahliannya dalam bernyanyi dan memainkan alat musik sedangkan para anak-anak tak ada disana mungkin sudah masuk kamar orang tua mereka untuk tidur.
'' Ferr sini..'' ajak ketua atau bisa dipanggil papinya tiara saat melihat Ferry yang baru masuk.
Ferry dan Gita mendekat dan ikut duduk bersama para orang tua yang tengah menyaksikan kebolehan dari 3 remaja itu.
Tiara tersenyum senang saat melihat kedatangan Ferry, ia berusaha menunjukan kelebihan dengan suaranya,dengan diiringi petikan gitar oleh amar dan tepukan dari cajon yang dimainkan oleh radit.
Selesai bernyanyi para orang tua bertepuk tangan akan aksi ketiganya.
'' Tiara tante riqwest lagu dangdut dong..''
'' Iya ihh ntar kalo bisa tante sawer....!''
'' bener tuh..''
Ucap para tante-tante yang lain.
'' Ikh, tante tiara mana bisa nyanyi lagu dangdut..''ucap tiara karena mana bisa dia nyanyi lagu dangdut tahunya cuma pop,kpop,sama lagu barat aja.
'' Yahh...'' ucapnya kecewa.
'' Gita kamu kan juga bisa nyanyi kan?'' celetuk mbak Kalia dan akhirnya semua mata memandang ke arah gita.
Gita sendiri memasang wajah bingung dan tersenyum kikiuk.
'' Mbak tahu dari mana aku bisa nyanyi?''bisik gita.
'' Hehe... sebenernya mbak pernah dateng ke sebuah cafe hits gitu, terus mbak ngelihat kamu lagi nyanyi diatas panggung cafe,dan kamu juga terima riqwest lagu apapun dari para pengunjung cafe,benar kan?''bisik kalia juga.
'' Jadi gimana bisa nyanyi?'' tanya salah seorang tante.
Gita melihat ke arah suaminya dulu dan saat itu Ferry terlihat memganggukan kepalanya pertanda membolehkan.
Akhirnya gita maju dan duduk dikursi dimana tiara tadi duduk karena tiara sudah pindah duduk disamping papi dan maminya, disamping gita masih ada amar dan radit yang bertugas menjadi pengiring.
Gita menarik nafasnya dulu.
'' Oke,ada riqwest lagu apa?''
'' Kopi dangdut bisa?'' ucap papinya tiara.
Gita mengangguk lalu ia bertanya kepada amar dan radit dan mereka berdua juga mengangguk,mereka berdua bisa bermain alat musik dan tahu akan semua lagu berbagai genre.
Amar mulai memetik gitar nya.
' Kala ku pandang kerlip bintang nun jauh di sana...
Sayup ku dengar melodi cinta yang menggema..
Terasa kembali gelora jiwa mudaku...
Karena tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut...'
__ADS_1
' Api asmara yang dahulu pernah membara...
Semakin hangat bagai ciuman yang pertama..
Detak jantungku seakan ikut irama....
Karena terlena oleh pesona alunan kopi dangdut...'
Suara merdu gita membuat mereka manggut-manggut dan mulai ikut bernyanyi bersama bahkan yang paling asoy nya lagi papinya tiara dan bapak-bapak yang lain berdiri mengangkat jempol dan bergoyang.
Sontak aksi nya membuat para ibu-ibu tertawa melihat goyangan kaku ala bapak-bapak.
Para bapak-bapak juga menyawer tapi bukan ke Gita melainkan ke kedua remaja itu saja karena mereka takut jika menyawer ke gita malah dianggap kegenitan oleh isteri-isteri mereka.
Gita juga tersenyum senang disela-sela nyanyian nya dan beberapa kali juga mereka me riquest lagu berbeda mungkin ada 10 lagu lebih.
Saat lagu terakhir selesai amar dan radit langsung rebahan mereka capek tapi juga senang karena kebanjiran saweran.sedangkan para ibu-ibu dan bapak-bapak tadi satu persatu pergi dari ruangan itu kena hari sudah larut.
'' Mbak gita suaranya TOP!'' puji radit dengan mengacungkan dua jempolnya.
'' Iya nih,kita terimakasih banyak loh mbak karena ngiringin mbak nyanyi kita kebanjiran saweran gini!'' ucap amar yang kini sedang membereskan uang yang terselip di dalam bajunya,tentu saja ulah para bapak-bapak itu.
Gita sendiri terkekeh dia meninggalkan kedua remaja itu dan berjalan menghampiri Ferry yang masih duduk disofa memperhatikan nya sedari awal.
'' Ayo mas kita juga istirahat..'' ajak gita.
'' kalian berdua jangan lupa istirahat loh..''pesan gita kepada dua remaja itu dan langsung diangguki oleh kedua nya.
Ferry berdiri dan berjalan dan memeluk pundak gita sampai kamar.
'' Suaramu bagus sekali''
'' Terimakasih...tapi kenapa kamu nggak nyawer aku ?,kamu lihat kan aku nggak daper saweran sama sekali!'' ucap gita dengan pura-pura cemberut.
Memang tadi Papi maminya tiara dan yang lain hanya menyawer kepada amar dan radit saja supaya kedua anak itu semangat memainkan alat musik nya karena mereka masih ingin riqwest lagu.
Ferry terkekeh yang mana membuat gita terpana melihat ketampanan wajah suaminya yang kian bertambah saat sedang tertawa.
'' Saweran nya aku transfer aja ya...''
'' Oke, kalo dari suami aku pokoknya bebas dari jalur mana aja yang penting saldo di rekening aku nambah ..hehehe...''canda gita dengan senyum manisnya.
Yang mana membuat Ferry gemas dan membawa isterinya untuk masuk kedalam dekapan hangatnya untuk segera tidur.
***
Keesokan paginya Ferry terbangun lebih dulu dia hati-hati turun dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi untuk mengganti pakaian nya dengan kaos hitam yang ketat ditubuhnya namun dibalut jaket dan Ferry juga menggunakan celana training.
keluar dari sana Ferry duduk ditepi ranjang untuk memakai sepatu nya karena pagi ini dia ingin berlari disekitar villa.
Mengecup kening sang isteri sebelum berangkat.
'' Aku lari pagi dulu sayang!'' bisiknya.
Saat Ferry baru keluar dari kamarnya,dan disaat yang sama dimana yudha juga baru keluar dari kamar dengan stelan joging nya,Mereka berdua memang janjian akan lari pagi bersama.
__ADS_1
Gita terusik dari tidurnya saat mendengar suara musik keras,gita mengucek matanya dan mulai mengumpulkan kesadaran.
'' Lagu zumba?'' itu lah kira-kira yang gita dengar dari musik keras diluar.
Memutuskan untuk keluar namun gita terlebih dulu mencuci wajahnya dan mengikat rambutnya gaya cepol saja.
Saat keluar disana sudah ada Maminya tiara dan para jajaran nya sedang melakukan gerakan zumba,diteras juga ada mbak kalia dan beberapa anak-anak yang sedang bermain sambil menonton ibu mereka.
'' Mbak kalia nggak ikut zumba?''
'' Eh git kamu udah bangun,mbak nggak ikut ini azam nya dari tadi lagi badmod kayak cewe PMS'' sahut kalia sambil terkekeh.
Gita juga tertawa karena ucapan kalia,mana ada anak kecil cowok PMS pikir nya.
Maminya tiara menghentikan gerakan nya dan menghampiri kalia dan gita.
'' Kalia,gita ayo kita zumba sama- sama...'' ajak nya.
'' Azam sayang mau ikut olah raga sama nenek?''tanya maminya tiara ke azam.
'' Auuu neeek!'' ucap azam yang seketika antusias dan dia ingin turun dari pangkuan kalia.
'' Ayo mbak tuh azam nya juga mau..''
Kalia pun berdiri dia menuntun azam yang berjalan sangat lincah ke arah ibu-ibu yang sedang zumba,sampai disana azam mulai menggerakan badan nya mengikuti gerakan yang dia lihat.
Anak ajaib emang ,tadi diem anteng banget.sekarang mau ikut joget-joget.bikin kalia sampe geleng-geleng.
Didepan mereka maminya tiara juga sudah kembali ke posisinya dan mulai membimbing gerakan zumba sesuai dengan musiknya.
sedangkam disudut sana terlihat Tiara sedang berjongkok sambil menahan kantuknya,dan di depan tiara sudah ada ponsel yang dibantu berdiri oleh tripod untuk merekam kegiatan zumba sang mami dan para jajarannya.
Para anak kecil yang lain juga akhirnya ikutan mengambil posisi dan ikut bergerak sesuai instruksi gerakan maminya tiara.
' Ternyata seru banget bisa kayak gini lagi' ucap gita dalam hati sambil mengulas senyum.
Dulu jika untuk bersantai seperti liburan ia sangat jarang,bahkan dikomplek perumahan ayahnya juga sering ada ajakan senam bersama dari para kumpulan ibu-ibu dan gadis disana gitu ,namun gita yang selalu terfokus belajar sambil mengembangkan bisnis cafe nya agak tidak punya waktu dan cuman sesekali saja ikut kegiatan itu.
***
Kebisingan karena musik zumba yang diputar semakin keras ditambah sorak-sorak suara dari para ibu-ibu membuat para laki-laki tak bisa tidur tenang.
Mereka semua keluar dari kamar dengan muka bantal dan rambut acak-acakan,ada yang pake kaos oblong sama sarung,ada yang telanjang dada dan juga yang cuma pake anduk.
Mereka semua berdiri diteras rumah sambil berdecak melihat isteri-isteri mereka sedang bergoyang dengan musik senam.
'' Pak Ato tolong dong ditegur,saya masih ngantuk sumpah.''pinta pak didi kepada papinya tiara itu.
'' Iya tuh pak,kalo bisa suruh kecilin aja gitu musik nya.'' ucap pak Yono menimpali dan diangguki yang lain nya.
Pak ato atau papinya tiara alias ketua mereka,mengusap kasar wajahnya sambil menghela nafas berat.
'' Lebih baik kita masuk saja lah bapak-bapak ,dari pada mengganggu mereka ,itu sama dengan mengganggu singa yang sedang tidur!''
Ucap pak Ato yang berlalu masuk kedalam villa saja.
__ADS_1