
'' Nggak,aku nggak mau! lagain kakak ngapain sih...kok berani ngatur-ngatur tiara .'' ketus tiara namun gita masih menampilkan senyumnya.
'' Adik cantik...kamu tidak lihat wajahnya kakak ganteng... sepertinya dia tidak nyaman atas tindakan mu!'' ujar gita
lalu tiara menatap wajah tampan Ferry yang menampilkan raut muka tajam karena sudah dua kali ini tiara anak dari ketua nya sangat lancang.
Gita tersenyum melihat wajah tiara yang mendadak pucat saat mendapatkan tatapan tajam dari Ferry.
Ferry sendiri menyentak lengan nya dengan kasar agar terlepas dari tiara.
'' Om jangan kasar atuh!''ucap remaja lelaki itu tak terima saat tiara diperlakukan seperti itu.
'' Gita ayo..'' ajaknya lalu pergi dari sana karena malas sekali meladeni anak remaja itu.
Gita sediri bergegas menyusul sang suami.
Sedangkan tiara tertunduk sedih karena tanganya ditepis kasar oleh kakak tampan nya.
'' udah jangan sedih kan ada aku!''
'' iya tiara kan ada aku juga...''
'' Isshhh....'' desisnya kesal sambil melirik sahabatnya yang kini terlihat menyengir kuda.
***
Sampai ruang tengah Ferry mengambil posisi duduk disamping yudha.
'' Bos?..nona bos nya mana?''
Belum sempat mendapat jawaban,gita sudah muncul dan mengambil posisi duduk di sebelah suaminya.
''Git dari mana?''tanya mbak kalia.
'' Dari ruang keluarga mbak tadi sama anak-anak yang lain.''
Makan malam sudah akan dimulai kini para ibu-ibu ada yang mengambilakan nasi untuk suami dan anak mereka dan ada juga yang tengah memanggil suami mereka untuk berkumpul dan segera makan bersama.
Gita mengambil piring bambu yang dialasi kertas nasi,dia menyendok nasi dan mengambilkan lauk untuk suaminya.
'' Segini cukup mas?''
Ferry mengangguk dan menerima makanan nya dari sang isteri,setelah itu baru gita mengambil nasi dan lauk untuk dirinya sendiri.
Disebelahnya Yudha juga mengambil nasi dan lauk dengan porsi dobel.
'' Mas memang nya kamu akan habis memakan semuanya, makanan nya banyak sekali?''
Tanya kalia yang tengah memangku azam ,ia menggelengkan kepalanya saat melihat sang suami mengambil nasi dengan porsi kuli.
'' Kita makan nya sepiring berdua yang,kamu kan lagi mangku azam jadi biarkan aku yang suapin kamu!'' ujar yudha lalu menyendok nasi dan lauk dan mendekatkan nya ke mulut sang isteri.
Kalia sendiri membuka mulutnya dan menerima suapan dari sang suami dengan senang hati.
'' Azam sayang mau buah.?'' tanya yudha lalu mengambilkan buah pisang dan mengupasnya untuk sang anak.
'' auuu paaa..!'' sahut azam dengan riang lalu menerima pisang dari tangan sang papa.
***
__ADS_1
Tiara dan beberapa anak-anak yang lain ikut duduk lesehan lalu mulai mengambil nasi dan lauk sesuka mereka.
Kebetulan tiara duduk bersebrangan dengan Ferry dan gita ia tak suka melihat gita yang duduk dekat dengan kakak tampan nya dan terlihat melayani kakak tampan nya dengan baik.
Tiara juga tak ingin kalah ia mengambil udang tumis lalu meletakan nya dipiring kakak tampan nya lalu tersenyum manis.
Sontak saja aksi tiara ini membuat Ferry menghentikan suapan nya dan gita pun tak kalah terkejut nya menatap isi piring suaminya yang bertambah karena ulah tiara.
Ia menengok kearah tiara yang ternyata duduk didepan mereka,gadis itu memasang senyum manis ke arah suaminya,namun gita melihat wajah suaminya yang kini berubah suram.
Gita tak ingin acara makan yang khidmat ini mejadi berantakan karena kekesalan sang suami,tangan gita perlahan mengelus punggung sang suami dengan lembut membuat suaminya itu menatapnya.
Gita menggelengkan kepalanya dan berbisik lirih.
'' Jangan marah mas...nggak enak sama semuanya.kamu makan makanan aku aja biar makanan mu aku yang makan ya..'' ucap gita lembut.
Lalu gita memberikan piring nya kepada sang suami dan gita mengambil piring suaminya dan mulai melahapnya,gita tahu Ferry alergi udang dan gita tak ingin suaminya sakit.
Ferry tersenyum tipis sangat tipis ia tak menyangka isterinya ternyata memperhatikan dirinya.
Sedangkan tiara mengecutkan bibirnya melihat mereka berdua malah bertukar piring.
'' Makan yang banyak tiara..''
'' Cih,kamu mau bikin aku jadi gendut?''
'' E-enggak gituuuuu.''
Tiara sudah beranjak dari duduknya dan pergi ke kamarnya karena ia sudah tidak berselera makan.
****
Saat sudah selesai gita memutuskan untuk kembali ke kamar karena ia ingin mengecek ponselnya dan menghubungi balik sang ayah.
Saat sedang melakukan panggilan video dengan neneknya gita mendengar pintu kamar terbuka dan benar saja Ferry masuk kedalam kamar dan mendekatinya.
'' Ayo siap-siap kita akan keluar!''ajak Ferry.
Belum sempat gita menjawab dari ponselnya sang nenek pun berbicara.
'' Cucu nenek itu suara suamimu nak?, tolong perlihatkan kepada nenek bagaimana rupa suamimu itu.''pinta sang nenek.
Gita memberi isyarat kepada suaminya untuk duduk disebelahnya.
'' Ada apa?'' tanya Ferry begitu duduk disebelah gita.
Gita tersenyum sambil mengarahkan kamera ponselnya ke wajah sang suami.
'' Nek ini suami gita!''ucap gita memperkenalkan Ferry.
Nenek terdiam lama,membuat gita juga terdiam begitupun juga dengan Ferry.
'' Nek...?''
'' Ada apa nek?''
Nenek menghembukan nafas,lalu dengan santai ia berkata.
'' Gita suamimu itu tampan hati-hati ya nduk pasti banyak perempuan diluar sana yang genit ke suami kamu!''
__ADS_1
'' Dan untuk kamu cucu menantu awas saja jika kamu tidak setia dan menyakiti perasaan cucu kesayangan ku,akan ku sunat ontel-ontel mu sampai habis!'' ancam nenek.
Ferry nenelan saliva nya berat saat mendengar kata' sunat sampai habis'.
'' Ekhm,saya berjanji akan selalu setia dengan isteri saya dan tidak akan menyakitinya.'' ujap Ferry dengan tegas.
Gita terkekeh geli namun juga agak bahagia mendengar penuturan tegas dari sang suami tentang dirinya kepada sang nenek.
Itu artinya suaminya memang tak berniat main-main dengan pernikahan mereka.
'' Saya pegang janjimu anak muda!''
'' Gita sayang sudah dulu ya,nenek sudah lelah ingin istirahat..''
'' Baiklah nek,nenek jaga kesehatan ya,aku udah nggak sabar nunggu nenek kesini dan tinggal disini sama ayah,oh iya titip salam sama ayah,tante,dan om ya nek.''
''Iya akan nenek sampaikan.''
'' Dah nenek...asalamualaikum!''
tut.
Setelah mengakhiri panggilan nya dengan sang nenek kini gita menyimpan ponselnya dan membuka tas untuk mengambil jaket lalu memakainya.
'' Ayo mas...katanya mau pergi!''
'' Hem..'' Ferry lebih dahulu berjalan keluar kamar dan sebelum beranjak ferry menggandeng tangan gita dia membawa gita ke halaman luas dibelakang vila.
Suasana malam hari yang terasa sejuk,dan dari sana mereka dapat melihat lampu-lampu dari rumah warga yang seperti bintang saja.
'' Suasananya segar sekali ya mas''
'' Hemm.''
Mereka berdua duduk diatas rumput sambil menggadahkan kepalanya ke atas menatap langit malam yang dihiasi bintang-bintang.
'' Mas ...''
'' Hemm...?''
'' Terimakasih ya..''
'' Untuk apa?''
'' Karena kamu mau menerima aku menjadi isteri mu,bahkan kamu terlihat berusaha menerimaku dan aku sangat berterimakasih untuk itu.'' ucap Gita dengan tulus.
'' kita ini sudah menikah,jujur saja awalnya saya kaget sekaligus kesal ketika disuruh menikah..apalagi pernikahan kita mendadak,namun saat melihat kedua orang tua saya tersenyum bahagia dengan pernikahan kita.''
'' Saat itu saya sadar bahwa kebahagiaan paling besar bagi orang tua saya adalah saat melihat anaknya memiliki pendamping hidup yang baik,dan ibu saya memilih kamu untuk menjadi isteri saya.''papar Ferry panjang lebar.
' Aku akan menerima,menjaga dan mencintai wanita pilihan ibu,karena ibu selalu tahu apa yang terbaik untuk ku '.
Gita tersenyum menatap wajah sang suami yang menatap lurus ke depan,ia perlahan mendekat dan merapatkan tubuhnya ke sang suami .gita melingkarkan tangan nya di lengan suaminya dan kepalanya pun ikut menyender dipundak kokoh suaminya.
Ferry menoleh dan tersenyum kecil lalu mengusap lembut kepala sang isteri,gita pun memandang lekat wajah suaminya dengan kesadaran penuh disertai kenekatan gita memberikan kecupan di pipi suaminya.
Terkejut atas tindakan isteri dan Ferry menatap bengong ke arah sang isteri yang kini malah terkekeh saat mendapati raut wajah Ferry yang terlihat lucu dimatanya.
Melihat sang isteri yang menertawakan nya Ferry tersenyum miring,ia menangkup wajah sang isteri lalu menyatukan bibir mereka dan itu berhasil membuat gita melotot.
__ADS_1
Ferry melepaskan ciuman nya lalu mengecup lagi bibir manis gita dua kali,lalu membawa gita masuk kedalam pelukan nya, gita sendiri dia sudah membenamkan wajahnya di dada sang suami saking malu nya.