Kuputuskan Untuk Mencintaimu

Kuputuskan Untuk Mencintaimu
Beneran panas


__ADS_3

Saat sudah didalam villa. Ferry mendorong pelan tubuh gita ke arah dinding .dan mengukung nya,matanya memandangi wajah cantik sang isteri secara intens.


Gita sendiri merasa gugup dipandangi begitu oleh suaminya,ingin mencoba keluar dari kukungan suaminya namun Ferry mengunci pergerakan nya dari berbagai sisi.


'' M-mas jangan kayak gini..n-nanti ada orang!.''Ucap gita karena ia khawatir tiba-tiba ada orang masuk dan melihat mereka berdua,posisi mereka berdua belum jauh dari pintu belakang villa.


'' Biarkan,kita ini suami isteri jadi tak masalah jika ingin melakukan apa saja.''Bisik Ferry yang kini wajahnya mendekati pipi sang isteri,hidung nya ia usel-usel kan di pipi isterinya.


Aneh dan geli.


'' Mas jangan gini!,nanti ada orang masuk..aku malu...'' Rengek gita sambil berusaha mendorong dada suaminya.


'' Berarti dikamar boleh?'' tanya Ferry.


'' Hah? '' Gita melongo namun tangan nya sudah ditarik kembali oleh sang suami untuk masuk ke dalam kamar mereka.


'' Mas kita kan mau ngambil alat buat barbeque..!'' Protes gita saat keduanya telah memasuki kamar mereka.


Lagi dan lagi Ferry memepetkan gita, sehingga membuat tubuh mereka dalam posisi dekat tak berjarak sama sekali,jika yang tadi di pepetkan di tembok, kini di balik pintu.


Suka banget mepet heran deh...


'' Mas...!'' Gita berusaha mendorong suaminya.


'' Kenapa...?'' Tanya Ferry yang menatap lekat isterinya.


'' Apanya mas?''


'' Kenapa seperti sengaja tak melihatku tadi?''


Gita gugup mendengar pertanyaan itu,dia memang sengaja tak melihat ke arah suaminya saat menemui papinya tiara tadi.


'' Enggak papa.''


Biarpun isterinya mengatakan tidak papa,Ferry jelas tahu jika sang isteri tak suka saat melihat tiara yang mendekatinya tadi.


Mungkin isterinya kini tengah cemburu,Ferry tersenyum semirik.ia suka jika memang benar isterinya cemburu.

__ADS_1


'' Benar...?'' Tanya Ferry dengan suara lirih, perlahan Ferry mendekatkan wajahnya,memandang isterinya dari jarak dekat seperti ini membuat Ferry tak tahan,apalagi saat matanya terus menatap bibir cherry sang isteri.


Gita sungguh malu dan tak tahu apa yang akan dilakukan. suaminya terus menerus menatap lekat dirinya,dia memilih memejamkam mata saja.


Namun detik berikutnya gita membelakan matanya,saat merasakan ada benda kenyal yang menyentuh bibir nya,bahkan menghisap bibirnya secara lembut.


Ferry tak kuasa untuk tidak kembali mencicipi bibir manis isterinya yang sudah beberapa kali ia rasakan,ciuman yang ia lakukan lembut namun menuntut.


Tangan kokoh nya menuntun kedua tangan sang isteri untuk mengalung di leher nya,sedangkan ia sendiri memegang pinggang serta tengkuk sang isteri untuk memperdalam ciuman mereka.


Saat pasukan oksigen mulai habis gita menepuk pundak suaminya dan melepaskan ciuman mereka.


''Sudah kubilang Bernafas saja sayang..!'' bisik Ferry ditelinga gita yang masih mengambil nafas.


Deg.


Gita tertegun saat mendengar panggilan sayang yang terucap dari sang suami.


Ferry ******* kembali bibir isterinya dan ia juga menggiring tubuh sang isteri ke arah tempat tidur tanpa melepaskan tautan bibir mereka.Kini posisi Ferry mengukung gita diatas tempat tidur sambil terus memperdalam ciuman mereka berdua,ciuman panas dan berhasrat.


Gita membelakan matanya saat ciuman itu kini beralih ke leher nya,ia mendorong suaminya namun tak berhasil.jujur gita belum siap ditambah lagi masa mereka melakukan nya ditempat orang,nggak pokoknya gita nggak mau.


Namun saat kecupan itu kian turun ke arah dada sang isteri,dengan cepat gita menagkup wajah suaminya.


'' Kenapa?'' tanya Ferry dengan suara serak menahan gairah yang sudah bangkit,ia memandang wajah cantik sang isteri.


'' Ki-kita pasti sudah ditungguin yang lain mas...'' Ucap gita dia duduk dan diikuti suaminya yang ikut duduk.


Ferry yang sudah berhasrat merasa kecewa karena sang isteri menghentikan nya,sadar jika suaminya tidak baik-baik saja.kini gita menatap wajah sang suami,tangan nya terangkat untuk mengelap keringat didahi suaminya.


Sentuhan lembut dari isterinya membuat Ferry memejamkan matanya.


Dengan tersenyu lembut gita mengambil tangan Ferry lalu mengecup nya,dan perlakuan itu tak luput dari kedua mata Ferry sendiri.dia senang dan hatinya merasa hangat saat sang isteri mencium tangan nya.


'' Mas aku minta maaf ya....jujur aku belum siap mas,udah gitu aku tak ingin kita melakukan nya disini.''Ucap gita sambil mengusap lembut rahang kokoh suaminya.


'' Memang kenapa?'' tanya Ferry dengan nada lembut.

__ADS_1


'' Kita disini untuk liburan bersama yang lain mas,bukan liburan berdua dan bebas melakukan nya,lagian jujur aku belum siap mas.aku tahu kamu pasti kecewa ,tapi kumohon ber tahanlah sampai kita kembali ke rumah mas.'' Jelas gita namun dia sendiri memalingkan wajahnya ke arah lain karena malu,disaat mengucapkan kalimat terakhir.


Seperti mendapatkan angin segar saat mendengarkan ucapan sang isteri, Ferry membawa isterinya kedalam pelukan hangat nya,ia menciumi pucuk kepala isterinya dengan sayang.


'' Astaga mas...pasti mereka sedang menunggu kita,ayo kita ke gudang untuk mengambil alat nya.''Ajak gita yang segera bangun dari duduknya lalu menarik tangan sang suami yang sepertinya enggan untuk beranjak.


'' Ayo mas..'' Ajak gita sambil tersenyum manis kepada suaminya,akhirnya kan mau tak mau Ferry mengikuti isterinya.


***


Selesai mengambilkan alat,kini gita tengah membantu yang lain untuk memanggang namun lagi dan lagi para ibu-ibu merasa tak enak sudah merepotkan gita,alhasil setelah pemanggangan pertama selesai kini gita disuruh duduk dan digantikan oleh para bapak-bapak untuk memanggang.


Gita membagikan camilan pada anak-anak yang tengah bermain bersama,setelah itu gita juga memberikan satu camilan tersisa ke pada azam saat ia kembali duduk bersama yang lain.


'' Maacih atee atikk.''


'' Sama-sama sayang..''Gita merasa sangat gemas kepada anak kalia dan Yudha.


Dan penandangan itu tak luput dari Ferry,Yudha dan kalia sendiri,mereka memperhatikan bagaimana gita terlihat perhatian dan suka sekali dengan anak kecil.


'' Gita kamu suka anak kecil.?'' Tanya kalia sambil tersenyum.


'' Iya mbak.'' Sahut gita.


'' Kalo suka anak kecil minta sama pak bos supaya cepet tanam sahan non.''Celetuk an Yudha membuat Ferry keselek lalu menatap tajam asistennya karena membahas hal sensitif di tempat yang tidak tepat.


Kalia juga melotot tajam kepada sang suami yang tak tahu tempat berbicara soal begitu,kalia mencubit perut sang suami sehingga suaminya meringis tertahan.


Gita sendiri bingung dan tak mengerti dengan istilah tanam saham.


'' Tanam saham gimana maksudnya kak?'' tanya gita polos.


Yudha sungguh ingin tertawa ternyata isteri bosnya ini tak mengerti dengan apa yang ia maksud.


'' Jika ingin tahu sebaiknya anda tanyakan saja pada pak bos nanti nona.'' Ucap Yudha karena ia pun tak berani untuk bicara secara gamblang,sebab sekarang ia tengah ditatap tajam oleh isterinya dan bosnya sendiri.


'' Mas yudha benar gita,kamu tanyakan nanti saja.jangan disini nggak enak jika kedengeran yang lain.''Ucap kalia yang diangguki saja oleh gita meski dia tak mengerti.

__ADS_1


Sungguh kalia lega rasanya karena gita tak bertanya lebih jauh,dapat dipastikan jika gita akan malu nantinya, jika sudah tahu apa yang di maksud tanam saham.


__ADS_2