
Saat ini sepasang suami isteri baru itu sedang berada didalam kamar,Gita sendiri berdecak kagum karena melihat betapa nyaman dan rapih nya kamar sang suami,kamar yang didominasi oleh cat abu -abu tersebut terlihat sangat maskulin seperti pemiliknya.
Gita juga melihat figura besar berisi foto -foto yang memiliki momen penting dari kelahiran Ferry sampai beranjak dewasa terpasang didinding kamar itu, difoto itu terlihat senyum kebahagiaan dari satu keluarga tersebut.bahkan gita terpesona akan senyuman sang suami difoto itu.
'' Tampan nya.''gumam gita.
Cklek.
''Kau sedang apa..'' Gita tersentak kaget karena mendengar suara suaminya.
''A-em cuma lihat-lihat saja nggak papa kan..?''tanya gita takut-takut.
''Hm.''
Ferr melangkah ke arah kamar mandi,dia akan membersihkan dirinya lalu bersiap untuk pergi ke suatu tempat.
Gita sendiri meletkan tas nya di meja kecil samping tempat tidur,ia merasa kehausan lalu berjalan keluar dari kamar dan mencari dapur.
''Non lagi nyari apa?''tanya si mbok.
''Nggak mbok aku cuman haus aja mau minum.''setelah membasahi tenggorokan nya dengan air minum gita kini memperhatikan si mbok yang sedang sibuk berkutat dengan pisau dan daging.
''Mbok mau masak ya,Aku bantuin ya...''
''Ehh nggak ngerepotin nih non?''
''Nggak dong lagian gita juga bingung mau ngapain,Jadi gimana ini mau masak apa mbok?''tanya gita namun sebelum itu ia memakai celmek dan mencuci tangan nya terlebih dahulu.
'' Ini non si mbok mau masak ayam kecap,gulai ikan tongkol,sambal bawang sama sayur bening non..Mas Ferry tuh non suka banget sama ayam kecap non,jadi ibu selalu minta mbok buat masak ayam kecap kalo mas Ferry lagi kesini.''
''Hm,gitu ya mbok.''
Gita dengan cekatan memotong ikan untuk membaginya menjadi beberapa bagian dan juga menghaluskan bumbu untuk gulai ikan nya.
''Wah non biasa masak ya..''
''Hehe iya mbok,aku suka masak....''
Gita dan si mbok memasak bersama dan gita juga mendengarkan cerita si mbok tentang Ferry,tentang apa saja kesukaan laki-laki itu sampai alergi yang dimiliki suaminya.
'' Jadi mas Ferry alergi udang.''
''Iya non,Mas ferry sama ibu itu sama-sama alergi udang,oh iya ada kesamaan satu lagi non,mas Ferry sama tuan sama-sama nggak bisa makan sambel terasi.''
''Seriusan mbok?''
''Beneran non.''
Gita manggut-manggut ia sudah tahu makanan apa saja yang disukai suami dan keluarganya,ataupun yang tidak mereka suka.jadi kedepan nya gita tak perlu bingung lagi jika ingin memasakan makanan untuk keluarga suaminya.
'' Mbok biar aku aja yang masak ayam nya mbok tinggal sajiin aja nanti di meja makan.''
'' Si mbok jadi enak kalo begitu non.'' celetuk mbok sambil terkekeh.
__ADS_1
Mbok menyiapkan wadah untuk gulai ikan yang telah selesai dimasak oleh nona majikan nya,si mbok pun mengambil sendok dan mencicipi kuah gulai yang beraroma menggugah selera itu.
slurpppp.
'' Masyaallah enak banget non...''puji si mbok.
''Masa sih..?''
''Beneran non rasanya nggak kalah sama makanan di restoran.''
''Alhamdulilah kalo enak,mbok kalo mau aku ambilin mangkok ya...buat mbok makan nanti''.
''Seriusan non ?,non baik banget deh.si aden beruntung banget punya isteri kayak non udah cantik jago masak juga.''puji si mbok lagi.
Gita hanya terkiki saja dengan pujian yang mbok lontarkan untuk nya, sampai masakan nya telah selesai semua dan telah siap untuk ditata rapi dimeja makan.
''Mbok ini kan udah selesai aku keatas dulu ya mau panggil semuanya buat makan malam.''
''Oke non.''ucap mbok dengan menunjukan dua jempol nya.
***
Gita mengetuk pintu kamar papah dan ibu mertua nya terlebih dahulu.
'' Eh sayang...''ucap ibu yang membuka pintu.
'' Bu aku cuma mau bilang kalo makan malam nya udah siap.''
''Makasih ya nanti ibu sama papah turun.''ucap ibu lembut.
Cklek.
Saat gita masuk saat itu juga Ferry tengah memasang jaket ditubuh tegap nya.
''Loh mas mau kemana?''
''Saya ada urusan sebentar,mungkin pulang larut malam.jadi kita malam ini menginap disini saja, saya juga tadi sudah mengabari ayah kamu kalau kita menginap disini.''
''Tapi mas aku nggak bawa baju ganti.''
''Kalau begitu kamu pakai baju saya saja dulu,nanti saat keluar saya akan sekalian carikan baju untuk kamu.''
''Hm, baiklah.tapi mas ikut makan malam dulu kan soalnya papah dan ibu sudah menunggu di meja makan''
Ferry mengecek ponselnya lalu menyimpan nya ke saku.
''Ayo.''Ajak Ferry .
Gita pun mengikuti sang suami dari belakang namun saat akan menuruni tangga Ferry menghentikan langkah nya dan membuat gita juga ikut berhenti .
Ferry menengok ke belakang tepatnya kearah sang isteri dia menarik tangan isterinya dengan lembut,agar sang isteri dapat berdiri sejajar dengan nya.
''Kamu itu isteri saya,jadi kamu harus berjalan disamping saya.''
__ADS_1
bluss.
Wajah gita memerah hanya karena mendengar ucapan sang suami,gita tersenyum tertahan dia bersorak gembira dalam hatinya.
Mereka berdua turun dan disana terlihat pula sudah ada papah dan ibu yang telah menunggu mereka berdua dimeja makan.
''Kau mau kemana lagi Ferr?''tanya papah begitu sang anak mendekat dan menarik kursi untuk duduk.
''Aku ada urusan pah jadi akan keluar sebentar,tapi kami akan menginap disini kok.''.
''Bener nginep disini?''tanya ibu dan dijawab anggukan oleh gita sambil tersenyum.
''Ya sudah tapi kamu pulang nya jangan malam-malam Fer,ingat kamu sudah beristeri''ucap papah memperingatkan.
'' Pah aku keluar bukan karena akan main perempuan,tapi karena memang ada pekerjan yang belum diselesaikan dikantor''.ucap Ferry menjelaskan.
''Papah anak kita itu nggak pernah main perempuan ,apalagi berani godain perempuan aja dia nggak pernah,nggak kayak kamu yang selalu tebar pesona sama para perempuan sewaktu muda dulu!''ucap ketus ibu sambil mencubit sayang pinggang suaminya.
''Ampun bu..''ucap papah sambil memasang wajah memelas.ibu pun melepaskan cubitan nya dari sang suami lalu mengajak anak dan menatunya untuk segera makan.
''Segini cukup mas?''tanya gita yang sedang melayani sang suami yang akan makan.
''Cukup.''
Papah dan ibu saling lihat mereka tersenyum lebar saat memperhatikan bagaimana gita sang menantu melayani suaminya yang akan makan.
Ibu sangat merasa lega melihat sang menantu begitu perhatian,ibu juga melayani sang suami dan segera menyantap makan makam mereka.
Satu suap.
''Tumben ya bu masakan si mbok kok enak banget gini..''ucap papah yang memuji rasa masakan yang ia makan terasa sangat lezat.
''Ini sih bukan mbok yang masak pasti menantu kita,iya kan sayang kamu yang masak.''ucap ibu yang memang sudah luamyan sering merasakan makanan lezat yang dibuat oleh gita.
Gita mengangguk membenarkan sambil tersenyum.
''Aku cuma bantuin mbok kok bu,tapi Apa ada yang kurang dari rasa nya bu,?''tanya gita.
''Nggak sayang rasanya pas dan enak sekali,kamu memang pintar masak,jangan lupa tanyakan kepada suamimu apakah ia ingin dibuatkan bekal makan siang setiap hari atau tidak.''
Fer tersedak lalu ia menerima segelas air putih yang disodorkan kepadanya dan meminum nya hingga tandas.Ternyata memang benar bekal makan siang beberapa hari terakhir kemarin adalah buatan dia isterinya.
''Hati-hati mas pelan-pelan saja makan nya.''ucap gita khawatir dengan menepuk pelan punggung sang suami.
Melihat perhatian tulus yang di tunjukan oleh sang isteri,Ferry pun tak menampik jika ia merasakan rasa hangat dan perasaan bahagia didalam hatinya.
''Terimakasih.''senyum kecil ditampilkan oleh Ferry membuat gita terpesona lagi dan lagi.
Ekhem.papah sengaja berdehem saat tak sengaja melihat anak dan menantunya tengah saling berpandangan .papah kan juga jadi mau,melirik isterinya wanita yang selalu cantik dimatanya dengan senyum menyeringai.
''Bu,ibu udah selesai makan?''tanya papah yang telah selesai dan membersihkan mulutnya menggunakan tisu.
''Dikit lagi emang ada apa sih pah?'''tanya ibu balik dengan masih mengunyah dan juga menyuap suapan terakhir.
__ADS_1
''Buruan bu,papah mau mesra-mesraan sama ibu lagi dikamar''ucap papah asal jeplos aja nggak ada rasa malu-malu nya.