
Urusan gita di cafe sudah selesai,dia juga telah memberikan gaji untuk karyawan nya.dan sekarang dia tengah berada dijalan pulang.Jam 8 malam gita baru sampai di rumah,dia bergegas masuk dan menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
Selesai dengan urusan nya gita turun ke bawah dia ingin memakan camilan dan nyiapkan makan malam.Gita meminta bibik untuk beristirahat saja karena gita ingin menyiapkan makan malam sendiri.
Gita yang tengah berkutat di dapur sesekali melihat jam dipergelangan tangan nya.sebab sang suami belum juga pulang dari kantor.mau ditelefon tapi ponsel gita sedang di kamar dan gita malas mengambilnya.
Sambil memakan wortel mentah gita mulai menggoreng dadar jagung yang dia buat.dia juga membuat menu simple menggunakan sarden kaleng yang ditambah telur.
Simple bukan...
Saat sedang menyusun dadar jagung nya yang telah matang ke atas piring,tiba-tiba gita tersentak kaget karena ada lengan kekar yang melingkar di perutnya .
'' Mas...bikin kaget aja.'' Kesal gita.
'' Kok tau ini aku..''
'' Ya emang siapa lagi yang berani gini kalo bukan kamu.''Gita menggleng tidak habis pikir.
'' Aku lapar..'' Ucap Ferry.
'' Ya udah bentar ini makanan nya udah selesai.tinggal ambil nasi aja,kamu sana gih ke meja makan.'' Gita mengusir suaminya karena sang suami memeluk gita sangat erat sampai membuat gita tidak bebas bergerak.
'' Bentar sayang masih kangen...!''
DEG.
Mendengar panggilan sayang dari sang suami membuat jantung gita berdebar tak karuan.namun dia berusaha tidak menanggapi tapi apalah daya kini wajah nya terasa merona malu karena senang mendengar panggilan itu dari suaminya.
Gita berusha menetralkan kegugupan nya dan meminta agar sang suami pergi ke meja makan.Ferry mendaratkan ciuman di pipi sang isteri lalu setelahnya pergi dari sana.
Gita menyusun makanan di atas meja dan terakhir tinggal piring,dia mulai mengambilkan makanan untuk suaminya.
'' Cukup...terimakasih.''
__ADS_1
'' Sama-sama.'' balas gita sambil tersenyum.
Mereka mulai makan malam mereka berdua.Ferry pun seperti biasa dengan lahap memakan masakan sang isteri.dan gita tentu senang sekali melihat itu.
Setelah selesai makan Ferry beranjak dari duduknya untuk segera kekamar karena dia belum mandi sama sekali.sedangan gita mencuci piring kotor dulu baru setelah itu menyusul suaminya.
Selesai dengan piring kotornya gita pun kembali ke kamar dan menuju ke walk in closet untuk mengambil baju ganti sang suami.Kebetulan Ferry baru saja keluar dari kamar mandi dia masuk ke walk in closet saat masuk dia mendapati sang isteri yang tengah berjinjit untuk meletakan sesuatu.
Ferry berdiri di belakang sang isteri dan mengambil bingkisan itu lalu meletakan nya di rak lemari atas.
'' Itu apa..?'' Tanya Ferry.
Gita gelagapan ingin menjawab apa,saat ditanya suaminya.mana mungkin gita ngaku jika itu satu bingkisan itu isinya baju haram semua yang di belikan oleh ibu.
'' E-eh itu bukan apa-apa kok.'' Jawab gita cepat.
'' Bener..?'' Ferry merasa ragu. dia kembali mengambil bingkisan itu dan akan melihat apa isinya.Namun gita dengan cepat juga menahan tangan Ferry yang ingin memegang bungkusan itu.
'' Jangan di buka mas.'' Larangan dari gita semakin membuat Ferry penasaran.
Pasrah deh pasrah.batin gita menangis.
Seketika Ferry tersenyum menyeringai sambil melirik sang isteri yang sudah memasang muka nanar karena ketahuan saat ingin menyembunyikan baju haram itu.
'' Di pake dong...kok malah disimpen sih.''
'' E-enggak mau!''
'' Pahalanya gede loh bikin suami seneng.emang kamu nggak mau dapet pahala yang banyak ya..''
'' Tapi mas..aku malu'' cicit gita.
'' Malu kenapa?. toh yang lihat kan cuman aku.jadi kamu nggak perlu khawatir.cepat pakai nanti aku tunggu di luar.''Ferry berlalu dari hadapan gita untuk mengambil baju nya dan menggantinya di kamar saja.
__ADS_1
Gita dengan rasa bercampur aduk akhirnya menurut mengganti bajunya dengan baju haram itu,lagi-lagi gita merasa malu sendiri melihat tampilan nya setelah menggunakan baju itu.Gita memutuskan meraih jubah tidur untuk menutupi tampilan menggoda nya.
Dia perlahan keluar dari walk in closet,ternyata suaminya sudah duduk di atas ranjang sambil memainkan ponsel.
'' Mas kok belum pake baju..?''
Ferry yang mendengar suara isterinya sontak mengalihkan fokusnya dari ponsel.dia meletakan ponselnya di atas nakas lalu berjalan menghampiri sang isteri.dia tersenyum miring melihat isterinya.
'' Nanti juga dilepas...''
Ferry menepuk tangan nya dua kali,dan tiba-tiba lampu kamar mati.gita sendiri takjub dengan itu karena selama dia tinggal di kamar itu dia belum tahu sama sekali.
Ferry merengkuh pinggang sang isteri,dipeluknya sang isteri dengan mesra.gita merasa berdebar karena dapat merasakan sentuhan langsung antara kulitnya dengan sang suami karena dia memakai baju tipis.
Ferry menyalakan lampu tidur proyektor yang sangat cantik dengan menggunakan remot kecil yang dia pegang,lalu dia juga menekan remot nya lagi untuk memutar musik slow romantis.
Gita semakin terperangah dan merasa takjub.saat lampu tidur itu juga ternyata dilengkapi dengan sebuah sepiker.sehingga kita juga dapat memdengarkan musik.
Ferry semakin merengatkan pelukan nya kepada sang isteri,dia juga menggerakan badan nya untuk melangkah dan sedikit bergerak mengikuti irama dari musik itu.
'' Mas lampunya bagus kamu beli di mana...Di online shop ada?....warnanya ada apa aja ya..?...terus fitur lain nya.....'' Tanya gita beruntun karena antusias dengan benda itu.
'' Lah..sayang kita mau romantisan bukan tanya jawab soal lampu.''
Ferry mengkup wajah gita dengan kedua tangan nya dia memandang lekat wajah sang isterinya ini.Gita yang ditatap seperti itu juga semakin terpesona dengan wajah sang suami.
Tidak tahu siapa yang memulai duluan yang pasti kini bibir mereka berdua sudah menempel dan saling ******* dengan lembut satu sama lain.
Ciuman yang semakin dalam membuat ferry mendudukan tubuh sang isteri di atas ranjang namun dengan pasti dia kemudian merebahkan tubuh isterinya di bawah kukungan nya tanpa melepaskan ciuman mereka.
'' Boleh ya..'' Ferry sudah tidak tahan ingin menjadi satu dengan sang isteri.
Melihat wajah sang suami yang terlihat berharap membuat gita menganggukan kepalanya sambil tersenyum malu saat bertatapan mata dengan suaminya.
__ADS_1
Raut bahagia terpancar dari wajah Ferry saat sang isteri memberinya ijin.dia membuka tali jubah tidur yang dikenakan isterinya.saat terbuka diabterpana dan sangat takjub dengan apa yang dia lihat.
Ferry bangun sebentar dari atas tubuh sang isteri untuk mematikan musik dan lampu tidur itu,karena dia ingin malam ini hanya ada suara merdu mereka berdua yang terdengar sepanjang malam.