Kuputuskan Untuk Mencintaimu

Kuputuskan Untuk Mencintaimu
Kembali ke kota


__ADS_3

Hari ini adalah hari terakhir liburan mereka semua di villa,pagi-pagi Gita dan ibu-ibu yang lain tengah sibuk membungkus beberapa makanan untuk di bagi-bagikan kepada warga sekitar.


Selesai dengan semuanya kini mereka semua tengah sarapan pagi bersama karena sudah dijadwalkan jika nanti siang mereka semua akan kembali ke kota.


'' Makanan nya sudah selesai di bungkus semua mi?''Tanya papinya tiara begitu selesai makan.


'' Sudah pi,tinggal di bawa saja.''


Rencana nya sebelum pulang rombongan Papi nya tiara akan berhenti di jalan utama yang ramai orang lalu-lalang untuk membagikan makanan,papinya tiara juga sudah meminta izin kepada pemerintah wilayah setempat. serta meminta bantuan aparat kepolisian, takut jika ada kejadian yang tak mengenakan terjadi.


'' Permisi pak...bu.'' Penjaga Villa telah datang dan beliau menghampiri papi dan maminya tiara.


'' Ada apa pak..?'' tanya maminya tiara.


'' Itu bu,mobil pick up nya sudah datang.'' Ucap penjaga villa memberitahu.


'' Baiklah.''


Papinya tiara segera mengumpulkan para laki-laki untuk saling membantu mengangkat ber dus-dus makanan yang telah dibungkus.


Ada sekitar 12 dus besar ,yang setiap satu dus nya berisi 100 sampai 150 makanan yang telah dibungkus.


Papinya tiara juga sengaja meninggalkan 2 Dus besar untuk penjaga villa,agar di bagi-bagikan kepada warga sekitar.


Waktu sudah hampir mendekati siang dan bus untuk rombongan maminya tiara sudah datang.


'' Ayo semua nya,masuk nya satu-satu ya.'' Ucap papinya tiara.


'' Iya pak..!'' Sahut mereka serempak.


Para bapak-bapak yang lain terkekeh karena melihat papinya tiara seperti guru TK yang tengah mengawasi muridnya saat sedang study tour.


***


'' Mas sini tas nya aku bisa sendiri kok!'' Ucap gita.


Kini Gita sudah berada didalam bus dan Ferry mengantarnya sambil mengangkat tas gita dan sekalian punya Kalia.


'' Lebih baik kamu duduk.'' Ucap Ferry singkat.


'' Sudah sini duduk ta..'' Ajak kalia yang tengah memangku Azam.


'' Ateu cini duduk baleng jam.''


Akhirnya gita duduk dengan anteng disamping kalia.


'' Makasih loh bos udah di bantu bawain.'' Ucap kalia.


'' Hemm.'' Sahutnya.


Saat Ferry selesai menyimpan tas gita dan kalia,ia akan turun dari bus namun gita menarik tangan Ferry.


'' Salim dulu!'' Gita mengecup punggung tangan suaminya.


Ferry sendiri tersenyum tipis sekali agar tak ada yang tahu.


'' Hati-hati dijalan ya.'' Ucap gita yang diangguki oleh Ferry suaminya.


Setelah itu baru Ferry turun dari bus dan kembali bergabung dengan anggota moge yang lain.

__ADS_1


'' Harusnya dikasih ciuman dong...''Ledek kalia yang sedari tadi memperhatikan Gita.


'' Ikhhh...mbak!'' Wajah gita memerah.


Setelah semua rombongan maminya tiara masuk kedalam bus,bus pun berangkat meninggalkan villa tempat mereka berlibur untuk kembali ke kota.


Seperti biasa diperjalanan para ibu-ibu memutar lagu dangdut mulai berkaraoke riang.


Para anak-anak anteng saja karena sedang bermain dengan ponsel mereka,dan untuk tiga remaja itu .hanya tiara yang terlihat sebal dan berusaha menutup telinga dan mata nya saat mendengar musik dangdut.


Kalau amar dia memilih tertidur dengan memakai headset,sedangkan Radit kini malah ikut bergoyang dengan merekam keseruan ibu-ibu itu.


Bus mereka Memakan waktu sekitar 5 jam untuk sampai di kota dikarenakan macet yang parah disepanjang jalan,hasilnya mereka sampai di rumah tiara saat hari sudah gelap.


Beruntung rombongan papinya tiara sudah sampai dari tadi.


'' Macet ya Mi..''Ucap papi yang mengambil alih tas mami.


'' Iya,mungkin karena arus balik liburan kali ya.jadinya macet parah pi.''


'' Tiara mana?'' tanya papi.


'' Tuh...'' Mami menunjuk tiara yang baru saja turun dari bus terlihat tiara yang berjalan di papah oleh amar.


'' Loh tiara kenapa?'' tanya mami.


'' Ngantuk mami!!!!'' Rengek tiara.


'' Ya sudah kalo ngantuk tidur sana di dalem!'' suruh Papi.


Tak banyak bicara tiara pun berlalu dengan malas karena ia ingin segera sampai kamarnya.


'' Sama-sama om''


Setelah semuanya turun dari bus.papi dan maminya tiara mengucapkan terimakasih kepada semua yang sudah hadir dan bersedia ikut liburan bersama.


'' Sama-sama bu..malahan kita semua seneng kok liburan bareng kayak gini.''


'' Iya tuh bener..kalo bisa tahun depan bikin acara liburan bareng-bareng lagi.''


Mami dan papinya tiara tersenyum bahagia melihat keantusiasan dari seluruh orang.


'' Ya sudah kalau begitu kami pamit pulang ketua,kasihan anak kami sepertinya sudah mengantuk '' Ucapnya berpamitan karena melihat anaknya yang menguap beberpa kali dan dia juga isterinya pun lelah.


'' Oh iya silakan...hati-hati di jalan nya pak..''Ucap papinya tiara.


Akhirnya satu persatu dari mereka pamitan untuk pulang kerumah masing-masing karena mereka juga sudah ingin beristirahat.


Gita dan Ferry baru saja sampai di rumah mereka,setelah memasukan motornya.Gita dan Ferry berjalan bersama untuk masuk kedalam rumah.


'' Tuan..Nyonya.''Sapa bibik kepada majikan nya ketika ia membuka kan pintu.


'' Bik..'' Sahut gita sedangkan Ferry berlalu menuju kamarnya karena dia ingin membersihkan tubuhnya.


'' Nyonya tas nya biar bibik yang bawakan saja.''


'' Nggak usah bik,lagian ini isinya baju kotor kok!''


'' Ya sudah kalau begitu biar bibik bawa ke ruang cuci,Oh iya nyonya mau dimasakin makan malam apa sama bibik?''

__ADS_1


''Hemm..nanti saja deh bik,kalau saya lapar saya bisa masak sendiri.lebih baik bibik kembali saja ke kamar untuk beristirahat.'' ucap gita dengan tersenyum.


'' Baik Nyonya.'' Bibik pergi dengan membawakan tas yang berisi baju kotor majikan nya.


Gita menaiki anak tangga satu per satu menuju kamarnya dan sang suami,lelah rasanya namun dia juga harus mandi dan gabti baju dulu sebelum tidur.


Ceklek.


Saat Gita masuk dia melihat sang suami sudah berganti pakaian dan sedang mengeringkan rambut menggunakan handuk.


'' Aku mau mandi dulu mas.'' ucap gita.


'' Hemm.''


Setelah gita selesai mandi dan berpakaian dia melihat suaminya yang sedang duduk selonjoran disofa sambil mengerjakan sesuatu di laptop.


'' Mas...mau kopi?''


'' Boleh.''


Gita turun ke dapur dan membuatkan kopi untuk sang suami,sedangkan untuk dirinya gita memilih membuat teh hangat saja.


Gita meletakan kopi untuk sang suami di atas meja yang dekat dengan sofa,gita juga meletakan satu toples camilan.


'' Kopinya mas.'' Ucap gita.


'' Hemm.terimakasih!'' Ucap Ferry namun dengan tak mengalihkan matanya dari layar laptop nya.


Gita sendiri membawa teh nya dan meletakan diatas nakas samping temapat tidur,Gita duduk diatas kasur dia pun membuka ponselnya untuk mengecek cafe.


Tiba-tiba mimi menelpon nya.


'' Hallo mi...''


''....''


'' Udah.gue udah sampe rumah kok.''


''....''


'' Besok gue ke cafe kok,lo tenang aja.oh iya pegawai yang baru udah pada kerja?''.


''...''


'' Syukurlah kalo begitu,ya udah gue tutup telpon nya,besok kita sambung lagi..bye.''


tut.


Tak butuh waktu lama Ferry telah selesai memeriksa pekerjaan nya,dia memayikan laptopnya dan berjalan ke arah tempat tidur,dia melihat ke arah isterinya yang masih membuka mata.


'' Nggak tidur..?''


'' Hah!,hehehe masih belum ngantuk mas.''Ucap gita.


'' Tidur lah sudah larut.'' Ucap Ferry lagi,Ferry mematikan lampu kamar dan menggantinya dengan lampu tidur.dia pun mengambil ponsel gita dan menaruhnya diatas nakas.


Gita sebenarnya masih ingin menonton namun menurut saja untuk memejamakan matanya,namun baru saja matanya terpejam,ia dikejutkan dengan tingkah sang suami yang menarik nya untuk tidur didalam pelukan suaminya.


'' Tidurlah..'' Ucap Ferry yang memejamkan mata sambil mengusap lembut kepala isterinya.

__ADS_1


__ADS_2