
Sore harinya mereka semua tengah piknik dihalaman belakang villa,terlihat anak-anak berlarian dengan senang kesana dan kemari.
Para ibu-ibu berkumpul dan berbincang begitupun dengan bapak-bapak.
Gita sedari tadi sedang bertelponan dengan sang ayah,namun karena tak enak jika menerima telepon didepan yang lain.Gita memutuskan untuk melipir ke bangku taman.
'' Jadi kapan ayah akan pulang?''
''...''
'' Baiklah,nikmati liburan ayah sepuasnya,jangan lupa jaga kesehatan juga .Gita titip salam aja buat nenek dan yang lainnya,wasalamualaikum!.''
Tut.
'' Mungkin ayah emang kangen banget sama kampung halamannya kali ya,sampe-sampe nggak khawatir sama anak gadinya yang udah ditinggal beberapa hari ini..eh..tapi kan aku udah nikah,udah ada yang jagain.gimana sih aku ini kok bisa lupa...hisss..''rutuknya sendiri.
Gita asik dengan dirinya sendiri sampai tak tahu jika ada seseorang yang duduk disampingnya.orang itu dengan sengaja berdehem dengan keras supaya gita menoleh ke arahnya.
Ekhem.
'' Astaga! '' Pekik gita terlonjak kaget,namun seketika ia mengusap dadanya.
'' Alhamdulillah ternyata bukan dedemit.''gumaman gita yang masih didengar sehingga membuat orang itu mendelik.
'' Mbak gita ini orang ganteng kayak saya kok dikira dedemit sih mbak.'' gerutu radit sambil menekuk ekspresinya.
'' Ya habisnya kamu ini mengejutkan mbak saja dit..''
Radit menggaruk kepalanya yang tak gatal ia cengengesan saja.'' Ya sorry atuh mbak!''.
'' Bawa gitar mau nyanyi?'' Tanya gita saat melihat gitar milik radit yang disenderkan dikursi.
'' Mau masak mbak!''Jawab radit dengan tertawa.
'' Ditanya bener malah becanda kamu ini dit...dit....''
'' Tadinya mau ikut ngumpul sama yang lain,tapi pas lihat ada bidadari sendirian aku belok aja lah kesini buat nemenin hehehehe..''
Gita menggelengkan kepalanya saat mendengar ucapan remaja itu, dapat gita tebak pasti laki-laki seperti radit adalah bad boy disekolah nya,karena pandai berkata manis.
Radit mengambil gitarnya dan mulai memainkan nya.
'' Mbak nyanyi dong...''Pinta nya dengan mulai memetik gitar nya.
__ADS_1
'' Nyanyi lagu apa?''Tanya gita kebingungan
'' Apa aja mbak!''Balas radit cepat.
'' Tak sedalam ini bisa..?''
'' Mbak isteri orang loh mbak... saya nggak berani punya perasaan mendalam ke embak.'' Kelakar nya bercanda.
Astaga ! .seketika gita rasanya menjadi pening kepala dan pening kesabaran.
'' Bisa nggak?,saya nanya serius radit..''
'' Hehe iya mbak maaf bercanda....saya bisa kok mbak.''
Ekhem.
Gita berdehem sebelum mulai bernyanyi.
'' Batuk mbak?..minum para**mol!'' Celetuk radit lagi sambil terkekeh.
'' Bukan nya Para**mol obat turun panas ya radittt..'' Ucap gita.ia tak habis pikir dengan radit.
'' Oh gitu ya mbak,Soalnya aku pernah batuk tapi dikasihnya para**mol sama mama..''Ucapnya polos.
'' Sok lah mbak nyanyi ayo...'' Seru radit lagi tak sabaran.
Dasar bocah!.
Namun..baru juga akan mulai bernyanyi,lagi dan lagi radit yang menghentikan.
'' Tunggu mbak tunggu..''Ucap radit yang lagi-lagi menghentikan.
''Ada Apa lagi radit?''
Radit nyengir lalu ia mengeluarkan ponselnya untuk membantunya membuat rekaman vidio,sedari awal radit memang sudah berniat untuk membawa gitar dan bernyanyi santai bersama yang lain,dan tentunya mengabadikan momen itu sebagai kenang-kenangan.
Setelah kameranya terpasang dengan baik,radit memulai memainkan gitarnya sebagai intro awal dari lagu.
Andai rasa dihati tak sedalam ini,dari dahulu engkau tlah kutinggalkan..cinta yang kumiliki tak bisa kau bandingkan,rugilah engkau karena memilih dia.
Radit sakin semangat memetik gitarnya saat suara merdu gita terdengar sangat klop dengan petikan gitar yang ia mainkan.
Terlalu aku mencintaimu,rupanya kesempatan bagimu.maafku unukmu berulang kali,tapi tiada arti.kini denganku,esok dengan nya.aku tak sanggup lagi..
__ADS_1
*Sakitnya,perihnya.melihat kau bercumbu dengan nya,kau tega menyiksa,aku yang selalu setia....
Andai rasa dihati tak sedalam ini,dari dahulu engkau tlah kutinggalkan.cinta yang ku miliki tak bisa kau banfingkan,rugilah engkau karna memilih dia*...
Radit mengakhiri lagu nya dengan petikan gitar yang sempurna.
Radit mengambil ponselnya dan mematikan rekaman vidio nya,seperti biasa dia heboh saat menonton ulang rekaman tadi,sedangkan gita hanya tertawa kecil melihat ekspresi radit yang terlihat antusias.
'' Mbak gita boleh nggak aku up vidio tadi?''
'' Terserah kamu lah kan kamu yang punya ponselnya.'' Ucap gita santai.
'' Asik-asik makasih mbak,lagian aku cuma up di IG aja kok.''Jelas radit dan kini remaja itu tangah mengutak ngatik ponselnya,untuk meng up bagian mana dari rekaman tadi yang paling bagus.
Gita beranjak dari duduknya,dia juga mengajak radit untuk kembali bergabung dengan yang lain,mereka berdua berjalan bersama.
Saat sudah mendekat ke tempat yang lain sedang berkumpul tiba-tiba ada pemandangan yang membuat hati gita panas.
Gita melihat tiara tersenyum manis mendekati Ferry dan menawarkan camilan kepada ferry,lalu gadis remaja itu duduk disamping ferry dan sesekali menyenderkan kepalanya di lengan kokoh suaminya gita itu.
Panas..panas..tapi sabar.
Gita berjalan mendekat sebisa mungkin tersenyum walau hatinya nggak terima suaminya digelendoti abg atau sejenis perempuan lain nya,meski nikah nya dadakan tetapi Ferry itu kan tetap suaminya,pasti ada rasa kepemilikan dihati gita atas diri Ferry begitupun sebaliknya.
Ferry yang sedang mengobrol dengan bapak-bapak yang lain menjadi agak risih dengan tingkah tiara,anak dari ketua nya ini benar-benar membuatnya risih.
Sebenarnya tiara sudah di tegur papi nya untuk pindah duduk,namun dia ngeyel dan tetap kekeh ingin duduk disamping kakak tampan nya.
'' Permisi bapak-bapak..'' Ucap gita yang baru datang menghampiri mereka.
'' Nak gita..ada apa nak?''Sahut papinya tiara,sedangkan Ferry diam memperhatikan isterinya yang sepertinya tak melihat kearah nya.
'' Kata ibu-ibu mereka mau barbeque an pak untuk makan malam nanti,jadi saya disuruh untuk minta tolong sama bapak agar diambilkan alatnya.'' Ucap gita kepada papinya tiara,ia tak melirik ke arah Ferry sama sekali.
'' Wah boleh tuh,tapi kayaknya semua alat nya ada digudang deh,sebentar ya biar saya ambilkan..'' saat papinya tiara akan berdiri,Ferry menghentikan nya.
'' Paman biar saya saja yang ambilkan..!'' Ucap Ferry yang langsung berdiri,karena menurutnya ini adalah kesempatan untuk lepas dari tiara si abg centil.
'' Ya sudah maaf ya merepotkan nak Fer..''Papinya tiara kembali duduk dan melanjutkan bercengkrama dengan yang lain.
Sedangkan tiara sendiri mengerucutkan bibirnya karena sebal ditinggal kakak ganteng nya.
Ferry mengangguk dan bergegas pergi namun sebelum itu ia menarik tangan isterinya untuk ikut dengan nya.
__ADS_1
Ditarik lagi ditarik lagi kayak peliharaan aja akunya.