
Setelah dokter mengecek keadaan ilham,dokter pun berkata jika kondisi ilham sudah jauh lebih baik,dan untuk itu ilham pun meminta pulang karena tidak betah berada dirumah sakit.
Dokter mengijinkan,dan sekarang ibu nya ilham sedang membereskan baju ganti untuk dimasukan kedalam tas.
'' Sudah selesai bu?'' tanya gita
''Sudah nona bos..''
'' Ilham siap pulang?''
'' Siap dong kak!'' Jawab ilham dengan antusias.
Mereka bertiga berjalan kearah parkiran rumah sakit disana sudah ada Ferry yang menunggu,setelah semuanya masuk mobil kini ferry melajukan mobilnya ke rumah ilham.
Tidak membutuhkan waktu lama kini mereka telah sampai di rumah ilham dan ibunya.
'' Terimakasih banyak nona bos dan suami,sudah banyak membantu ibu dan ilham.''
'' Sama-sama bu,lagian saya senang kok bisa membantu.''
'' Sekali lagi ibu mengucapkan banyak terimakasih nona..'' Ucap ibunya ilham dengan tersenyum haru,karena dipertemukan dengan orang sebaik nona bos.
'' Sudah bu...sekarang ibu dan ilham lebih baik masuk kasihan ilham harus beristirahat banyak.''Ujar gita.
Ferry membawa sesuatu dari bagasi mobilnya,dan menghampiri Ilham.
'' Ham ini ada perlengkapan sekolah untuk kamu!'' Ferry menyerahkan dua paperbag besar kepada ilham.
Ilham yang menerima itu terperangah dan berkaca-kaca karena merasa sangat bahagia.
'' T-terimakasih om!''Ucap ilham dengan memeluk paperbag itu.
'' Apa lagi itu nona bos?'' tanya ibunya ilham.
'' Itu perlengkapan sekolah yang baru untuk ilham bu,saya dan suami sengaja membelikan nya untuk ilham semoga dia suka dan bermanfaat.''
'' Terimakasih banyak kak...ini sangat bermanfaat untuk ilham,sekali lagi terimakasih!'' Ucap ilham dengan raut wajah yang sangat bahagia.
Gita dan Ferry saling lirik dan tersenyum melihat ilham senang atas pemberian mereka.
Tin
tin
tin
__ADS_1
Suara klakson dari mobil pick up tersebut membuat keempat nya langsung mengalihkan perhatian nya ke arah sumber suara,terlihat satu orang turun dan berjalan menghampiri mereka.
'' Permisi,maaf.apa benar ini rumahnya ibu Tuti?''Tanya kurir tersebut.
'' I-Iya benar pak'' Jawab ibunya ilham dengan wajah bingung.
Kurir tersebut langsung memberikan isyarat kepada teman-teman nya untuk menurunkan gerobak pesanan tersebut.
Ibu nya ilham dan ilham sendiri semakin terperangah saat melihat gerobak yang diturunkan oleh orang-orang tersebut.
'' Bu.gerobaknya sudah kami turunkan jadi kami pamit ya... permisi!''Pamit kurir tersebut dengan sopan.
'' Ibu pesen gerobak?'' tanya ilham
'' Nggak ham!'' Geleng ibu dengan wajah bingungnya.
Gita sendiri terdiam namun dia melirik kearah sang suami yang ternyata tengah menatap kearahnya sambil tersenyum kecil.
Saat gita mengerutkan alisnya,Ferry malah mengangguk.
Ekhem.
'' Gerobak itu sengaja saya pesan untuk ibu.'' Ucap Ferry
Ilham dan ibunya semankin terkejut dengan wajah yang masih sama-sama bingung nya.Melihat raut wajah ilham dan ibunya yang bingung membuat gita terkekeh pelan.
'' Ham..Maksud suami kakak membelikan gerobak ini supaya ibu kamu bisa berjualan,tidak lagi nyuci gosok ham.dan untuk kamu kakak minta maaf sepertinya kamu nggak bisa kerja di cafe kakak lagi.''
'' Kenapa kak?'' Tanya ilham dengan raut sedih karena tidak dapat bekerja di cafe lagi.
Gita tersenyum tulus lalau dia mengeluarkan amplop coklat dari dalam tas nya.
'' Bu...ilham..tolong diterima ya!'' Gita memberikan ampolop tebal tersebut kepada ibunya ilham.
'' Ya allah nona bos ini apa?'' Tanya ibunya ilham saat menerima amplop tersebut.
'' Bu...ini modal untuk ibu berjualan,mohon maaf karena tidak seberapa.saya harap ini dapat membantu dan bermanfaat bagi ibu dan juga ilham.''
'' Dan untuk ilham,kakak nggak bisa ngijinin kamu kerja di cafe lagi karena kakak mau kamu fokus sekolah dan bantu ibu kamu saja ham.''Ucap gita menjelaskan.
'' Tapi kak..ilham suka kerja di cafe kakak''.
'' Ham...tapi--''Ucapan gita terhenti ketika Ferry memegang bahu nya.
'' Kamu bisa bekerja di cafe tapi hanya pada hari minggu!'' Ucap Ferry tegas.
__ADS_1
'' Tapi--'' saat ilham ingin protes,Ferry kembali berbicara.
'' Jika kamu membantah,maka tidak udah bekerja dicafe lagi.!'' Ancamnya dan itu membuat ilham tertunduk lesu.
'' Baiklah om..kak..Ilham hanya akan bekerja pada hari minggu saja.''Ucap nya.
Gita menerbitkan senyum simpul sambil menggelengkan kepala nya karena tidak habis pikir dengan cara sang suami yang ternyata berhasil.
'' Non...sekali lagi terimakasih banyak ya,ibu merasa tidak enak sekali.'' Ucap ibunya ilham.
'' Sudahlah bu...saya dan suami ikhlas dan ridho membantu ibu dan ilham,semoga bermanfaat ya bu.''Mendengan ucapan nona bosnya yang sangat tulus dan baik membuat Ibunya ilham langsung memeluk sang nona bos sambil tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca.
'' Terimakasih non,sekali lagi terimakasih.ibu tidak tahu bagaimana nanti caranya membalas kebaikan non dan suami yang sudah membantu ibu dan ilham.''Tangis bahagian dan penuh ucapan syukur dari ibunya ilham.
Gita sendiri tersenyum bahagia dan terharu,hal yang menurut orang tidak seberapa ternyata sangat penting dan membuat orang lain bahagia.
Setelah kegiatan Tangis menangis dan berterimakasih.kini Gita dan Ferry sudah dalam perjalanan untuk kembali ke rumah setelah berpamitan dengan ilham dan ibunya.
'' Mas...kamu kok nggak bilang Mau beliin ibunya ilham gerobak?''
'' Kamu juga nggak bilang mau ngasih ibunya ilham modal?''
'' Ihhh ditanya malah balik nanya!'' Gita menggerutu sebal karena suaminya.
Ferry tertawa kecil sungguh isterinya itu terlihat menggemaskan sekali.
Keduanya telah sampai di rumah ibu dan papah,hari ini baik Ferry dan juga gita tidak ada yang bekerja,karena merka ingin menghabiskan waktu dirumah ibu dan papah mumpung sedang ada dirumah.
'' Ibu....kangennnn!'' Rengek gita yang langsung menghampiri ibu mertuanya ditaman.
'' Sayang kaliam sudah datang?'' tanya ibu dengan ter senyum bahagaia ketika melihat anak dan menantunya yang datang.
Gita langsung memeluk ibu mertuanya dengan manja,gita tidak malu sama sekali untuk bermanja dengan ibu mertuanya ini
'' Ya ampun.menatu ibu yang cantik ini manja sekali.'' Ledek ibu maya dengan tertawa senang.
'' Biarin!!.'' Ucap gita yang enggan melepaskan pelukan hangat dari ibu mertuanya.
Ferry yang melihat keduanya hanya menggelengkan kepala saja,dia berlalu dari sana menuju ruang kerja sang papa untuk membahas sesuatu.
'' Nak sudah makan siang?'' tanya ibu maya sambil mengusap lembut kepala menantunya.
Gita melepaskan pelukam nya dan menggeleng.
'' Masak bareng yu bu!''Ajak gita dengan sangat antusias,dia sangat ingin memasak bersama ibu mertuanya lagi.
__ADS_1
Ibu maya mengangguk sambil tersenyum lembut,dia mengikuti menantunya ke dapur dan bersiap untuk memasak bersama.
Holla-Holla...met malam zeyeng!!