Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan

Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan
Episode 10-Pemberian Gelar


__ADS_3

Siang itu di Istana masih terlihat sangat ramai di penuhi oleh para Duke, Count dan juga bangsawan dari berbagai Kerajaan walaupun Naphelle sudah kembali ke kediaman nya. Mereka yang masih berada di Istana membicarakan bagaimana nantinya acara yang akan diselenggarakan untuk memberikan sebutan khusus bagi Naphelle.


...****************...


Semburat mentari pagi menyinari kamar Naphelle yang sudah dibuka lebar lebar hordeng nya. Suara kicauan burung yang terdengar dari luar jendela besar dengan suaranya yang merdu membuat Naphelle terbangun pagi itu. Perlahan ia duduk sembari bersandar pada ranjang nya. Melihat terik matahari pagi yang menembus jendela kamar nya, membuat Naphelle menyadari bahwa ia harus segera beraktivitas.


TOK***TOK***TOK**!!!


Suara ketukan pintu yang terdengar dari luar ruangan membuatnya memalingkan pandangan nya dari matahari pagi dan melirik pada sebuah pintu. Ia hanya terdiam setelah mendengar ketukan pintu itu, dan tak lama setelahnya, seorang pelayan pribadinya yang tak lain adalah Rui memasuki kamar dengan beberapa barang di tangannya.


"Ah, ternyata Tuan Putri sudah terbangun, maaf mengganggu pagi Anda." Ucapnya sembari menunduk kan kepala. Ia kemudian mendekat ke arah Naphelle yang masih terduduk dengan selimut di tubuhnya.


"Ada urusan apa kau datang, Rui?" Tanya Naphelle tanpa berbasa-basi.


"Saya datang karena ingin memberitahukan pesan dari Kekaisaran, Putri. Katanya anda harus datang ke Istana siang ini juga." Tuturnya memberitahukan informasi.


"Ah, begitu ya? Sepertinya akhir akhir ini aku sering dipanggil untuk datang ke Istana" Cetus Naphelle yang kemudian beranjak turun dari ranjang.


"Saya turut senang mendengar nya, Tuan Putri Naphelle" Seru nya dengan memberikan senyuman lebar yang mengembang di wajahnya.


Beberapa saat setelah menerima informasi itu, Naphelle langsung dibantu oleh para Pelayan Kerajaan untuk mendandani Naphelle yang saat itu baru terbangun.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Begitu langit menunjukkan bahwa siang telah tiba, Naphelle yang sudah lebih dulu bersiap siap untuk datang ke Istana pun segera menaiki kereta kuda Kerajaan yang akan mengantarkan nya sampai wilayah Kekaisaran.


Membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam bagi Naphelle untuk sampai, namun perjalanan yang cukup lama itu tidak membuatnya lelah sedikit pun. Beberapa kali ia mencoba menggunakan kekuatan gelap nya untuk mempersiapkan diri, karena kebetulan ia hanya duduk sendiri di dalam kereta kuda tanpa didampingi oleh seorang pun termasuk Helios.

__ADS_1


Belum sampai melakukan setengah dari perjalanan menuju Istana, sekelompok pembunuh bayaran menghadang kereta kuda yang dinaiki oleh Naphelle. Kereta yang mendadak berhenti, sontak membuatnya terkejut dan segera melihat ke arah luar untuk memastikan keadaan.


"Keluar lah dari kereta!!!" Teriak salah satu diantara para pembunuh bayaran yang menghadang nya.


"Siapa kalian berani menghentikan perjalanan Tuan Putri!!!" Lontar salah seorang ksatria yang mengawalnya.


"Oh, jadi ada pembunuh bayaran, ya? Berani beraninya mereka membuang buang waktu ku! Kebetulan hari ini Helios tidak bisa ikut, itu artinya aku yang harus turun tangan sendiri. Huh, nasib kalian terlalu buruk!" Ketus Naphelle dalam hatinya sembari bergumam membayangkan apa yang nantinya akan terjadi kepada para pembunuh bayaran karena ia sudah turun tangan.


Kericuhan yang terjadi di luar kereta membuat Naphelle segera menyiapkan kekuatan gelapnya untuk dikeluarkan. Belum sampai para Ksatria yang menjaganya menyerang para pembunuh bayaran yang ada, Naphelle sudah lebih dulu membunuh mereka hanya dengan satu ketukan tangan nya yang mengeluarkan aura gelap.


Merasa heran dengan apa yang terjadi pada pembunuh bayaran yang tiba-tiba saja meninggal di hadapan mereka, tentu saja membuat para Ksatria dari Kerajaan nya merasa terkejut dan melihat ke sana kemari untuk memastikan bahwa tidak ada orang yang sudah membunuh mereka dari arah kejauhan.


"Apa yang terjadi?" Tanya Naphelle berpura-pura tidak mengetahui kejadian tersebut.


"Tu-Tuan Putri Naphelle, tadi ada..." Jawabannya yang belum selesai seketika dipotong oleh perintah dari Naphelle.


"Jika tidak ada masalah, cepat jalankan lagi kereta kudanya. Aku tidak mempunyai banyak waktu" Seloroh Naphelle sembari memperlihatkan wajah kesalnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampainya di Istana, Naphelle langsung disambut oleh para pelayan dan Ksatria Kekaisaran. Ia pun diantar menuju ruang yang sudah di persiapkan oleh sejumlah anggota keluarga Kekaisaran.


"Salam pada Yang Mulia Raja" Naphelle memberi salam seraya membungkuk kan badannya sekaligus memberi hormat.


"Akhirnya kau sampai juga," celetuk Raja Basilio yang kemudian berdiri dan mendekat ke arahnya.


"Apa yang membuatmu sedikit terlambat sampai di Istana?" Lanjutnya bertanya.

__ADS_1


"Ah, tadi ada sedikit kendala yang membuat saya harus membuang-buang waktu di perjalanan. Mohon maafkan saya atas keterlambatan nya" Kata Naphelle berusaha untuk mempersingkat waktu.


"Baiklah, karena Putri Naphelle sudah sampai, ayo kita mulai acaranya." Papar Raja Basilio yang kemudian diikuti oleh orang-orang yang berada di ruangan yang sama dengan nya.


Setelah berjalan nya acara jurang lebih selama 1 jam, akhirnya Raja Basilio pun memutuskan untuk memberinya sebutan khusus yang belum pernah dimiliki oleh orang lain.


"Mulai hari ini, kau akan dianggap sebagai Artemis Kota Xerxes" Ucap Raja Basilio sembari memberikan mahkota kecil pada Naphelle, diikuti oleh sorakan dan tepukan tangan dari para Duke dan yang lainnya.


Di sisi lain, Putri dari Raja Basilio yang bernama Agachia mengetahui bahwa rencananya untuk membunuh Naphelle ketika berada di perjalanan gagal, hingga akhirnya Naphelle berhasil menerima gelar itu tentu saja membuatnya geram.


Begitu acara pemberian gelar pada Naphelle selesai, ia langsung menemui sosok Naphelle yang jaraknya tidak jauh dari tempat dimana ia sedang duduk.


"Senang sekali ya, sudah mendapat gelar dari ayah ku" Ucap Putri Agachia, anak kedua dari Raja Basilio Theseus dan Ratu Eireen Leto.


"Tentu saja saya senang mendapat gelar yang tak terduga." Lontar Naphelle dengan tatapan wajah sinis sembari memperhatikan kuku cantiknya.


"Wah, lancang sekali kau!"


"Bukankah Tuan Putri Agachia yang lancang karena berani berteriak pada calon Ratu berikutnya?" Seloroh Naphelle yang mampu membuat Putri Agachia tidak bisa berkata apa apa.


"Maaf, waktu saya tidak cukup untuk terus mengobrol dengan anda. Mohon pengertiannya, sampai ketemu di lain waktu." Kata Naphelle mengucapkan salam perpisahan, Putri Agachia yang mendengarnya langsung menghentikan kepergian Naphelle dengan cara menarik keras tangan nya. Naphelle yang hendak berjalan sontak terkejut karena mendadak tangan nya ditarik oleh sang Putri.


"Mohon lepaskan tangan saya. Bukankah sudah saya bilang, bahwa saya tidak mempunyai banyak waktu untuk mengobrol dengan anda?" Tutur Naphelle tanpa menatap wajah Putri Agachia sedikit pun.


"Kau tidak boleh menjadi penerus Kerajaan ini! Kau paham?" Ucapnya yang sontak membuat Naphelle tersenyum sinis.


Tak lama setelah perbincangan mereka masih terus berlanjut, Helios yang tiba-tiba saja datang langsung menghentikan perkelahian halus antara Naphelle dengan Agachia.

__ADS_1


Kedatangan nya membuat Naphelle bisa terbebas dari Agachia setelah Helios melontarkan kata kata yang membuat hati Agachia terhenyak.


Bersambung....


__ADS_2