Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan

Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan
Episode 6-Pertemuan


__ADS_3

Cuaca siang itu di berbagai Wilayah termasuk Kerajaan Versailles sangat mendukung untuk Naphelle yang hendak turun tangan datang ke Istana seorang diri. Ia berencana untuk menentang Yang Mulia Raja yang tak lain adalah Basilio untuk membatalkan pertunangan nya dengan Putra Mahkota Carsten yang akan diadakan dalam waktu dekat.


Helios yang menyadari bahwa Naphelle akan pergi ke Kekaisaran pun memutuskan untuk menemaninya agar tidak akan terjadi sesuatu yang membahayakan Naphelle.


Waktu 3 jam perjalanan mereka tempuh menuju Istana. Begitu sampai di gerbang Istana, kereta kuda yang mengantar keduanya menuju Kekaisaran pun disambut dengan hangat oleh para pelayan juga Ksatria Istana.


Tidak membutuhkan waktu lama, Naphelle yang sudah kehilangan kesabaran lantaran dibuat kesal untuk yang kedua kalinya oleh Basilio pun segera memasuki bangunan Istana tanpa menunggu persetujuan dari anggota keluarga Kekaisaran.


"Selamat datang, Naphelle. Apa yang membuatmu terburu-buru datang kesini?" Tanya Basilio dengan penuh rahasia.


"Sebelumnya saya ingin meminta maaf pada Yang Mulia Raja karena datang tanpa memberitahukan pada Anda terlebih dahulu. Maksud kedatangan saya kesini adalah untuk menentang permintaan Yang Mulia Raja karena saya tidak mau menerimanya secepat itu" Tegas Naphelle tanpa rasa ragu sedikitpun.


"Oh, jadi itu maksud dari kedatangan mu kesini. Ngomong ngomong apa kau datang sendirian?" Tanya Basilio memastikan bahwa Naphelle hanya datang seorang diri saja.


"Tidak Yang Mulia Raja, saya datang bersama dengan Helios Alceo" Jawab Naphelle secara spontan.


"Heuh, sayang sekali...baiklah, aku akan mempertimbangkan keinginan mu. Silahkan pergi" Perintah Raja Basilio yang terdengar kecewa setelah mendengar jawaban dari Naphelle.


Setelah mendapat perintah dari Yang Mulia Raja untuk segera pergi, Naphelle pun melangkahkan kakinya keluar dari ruang utama Kekaisaran. Ia berjalan melewati sebuah ruangan kecil untuk bisa keluar dari Istana. Namun begitu ia hendak berjalan mendekat ke arah pintu keluar, seorang lelaki tak sengaja menabraknya. Sosok yang tak lain itu adalah Carsten Theseus. Walaupun awalnya Naphelle belum tau bagaimana tampang nya, namun begitu ia melihatnya secara langsung ia jadi paham wajah dari calon tunangan nya itu.


"Ah, maaf Putra Mahkota....saya tidak sengaja me-" Ucapan Naphelle yang belum selesai namun terpotong oleh Putra Mahkota Carsten.


"Tidak, ini bukan salah Anda, Putri Naphelle. Saya yang seharusnya meminta maaf" Seloroh nya sembari memberi hormat. Naphelle yang menerima hormat dari Putra Mahkota di hadapannya hanya membalas dengan senyuman kecil dan berencana untuk segera keluar dari Istana. Namun belum sempat ia melangkahkan kaki 1 langkah pun, mendadak Putra Mahkota Carsten langsung menghentikan nya. Ia memegang erat pergelangan tangan Naphelle yang terlihat kosongan.

__ADS_1


"Apa anda ada waktu?" Tanya Putra Mahkota Carsten yang sempat membuat heran Naphelle.


"Ah, tentu saja saya mempunyai banyak waktu..., memangnya ada apa?" Naphelle bertanya balik untuk memastikan nya.


"Jika boleh, saya ingin mengajak anda ke toko butik dan perhiasan yang akan saya berikan untuk anda" Lontar nya mampu membuat Naphelle tak dapat berkata apa apa.


"Ah, memangnya itu tidak terlalu berlebihan untuk saya yang masih calon tunangan Anda?"


"Tentu saja tidak, saya melakukan nya dengan segenap hati saya" Jawab Carsten sambil tersenyum lebar pada Naphelle.


Karena merasa tidak sopan jika ia harus menolak permintaan Putra Mahkota, Naphelle pun terpaksa menerima nya. Namun ia tetap membawa Helios bersama nya untuk berjaga-jaga khawatir akan ada bahaya ketika di perjalanan.


...****************...


"Aku harap kau menyukai semua gaun dan perhiasan yang aku berikan untuk mu" Tutur Putra Mahkota Carsten yang nampak meragukan Naphelle.


"Tentu saja saya sangat menyukai nya. Gaun dan perhiasan ini benar-benar bagus, bahkan saya belum punya gaun yang mempunyai model elegan seperti ini" Celetuk Naphelle berusaha menenangkan Putra Mahkota Carsten yang nampak ragu.


"Saya senang jika anda menyukai nya"


"Baiklah, kalau begitu saya akan kembali ke Kerajaan. Terima kasih untuk semua hadiahnya" Ucap Naphelle sembari memberikan senyuman yang belum pernah ia perlihatkan pada semua orang kecuali Helios.


"Hati hati dijalan, Tuan Putri"

__ADS_1


Begitu selesai memborong banyak sekali gaun dan perhiasan, Naphelle langsung diantar pulang oleh Helios Alceo. Sedangkan Putra Mahkota Carsten yang masih banyak tugas di Istana memutuskan untuk segera pulang dan menitipkan Naphelle pada Helios.


Naphelle yang berada 1 kereta dengan Helios pun tak sengaja mendapati raut wajah kerabatnya yang nampak kesal. Walaupun ingin sekali rasanya ia bertanya, namun Naphelle mengurungkan niatnya dan lebih memilih untuk tetap diam di dalam kereta kuda.


Sesampainya di Kerajaan, ia dibuat terkejut lantaran kedatangan tamu dari Anggota keluarga Kekaisaran. Ia adalah Eireen Leto, sahabat yang telah mengkhianati nya di kehidupan sebelumnya. Yang kini menjadi Ratu dari Kerajaan Astion.


"Syukurlah kau datang, Putri Naphelle" Sapa nya yang sontak membuat Naphelle menelan ludah.


"Ada kepentingan apa Anda datang ke Kerajaan Versailles, Yang Mulia Ratu?" Tanya Naphelle memastikan.


"Aku ingin menawarkan sesuatu yang mungkin akan kau setujui, tapi juga tidak akan kau setujui" Ujarnya yang penuh taktik.


"Baiklah, langsung ke intinya saja. Karena sepertinya kau tidak memahami apa yang sedang aku bicarakan. Jadi, aku ingin meminta mu untuk memutuskan hubungan dengan Kekaisaran, dan jika kau mau... maka kau bisa membatalkan pertunangan dengan anakku, Carsten" Tegas Eireen dengan wajah licik yang entah bermaksud bagaimana.


Naphelle terdiam cukup lama setelah mendengar perkataan Eireen. Ia berpikir keras, apa yang mungkin saja akan terjadi jika ia memutus hubungan dengan Kekaisaran.


"Sepertinya, aku tidak akan bisa lagi balas dendam pada Basilio dan Eireen jika aku memilih untuk memutus hubungan antara kedua belah pihak ini. Namun, disisi lain....aku bisa lepas dari pertunangan dengan Putra Mahkota Carsten yang sama sekali tidak aku cintai itu!" Pikirnya dalam hati sembari bergumam.


"Maaf Yang Mulia Ratu, bukan karena lancang...tapi saya lebih memilih untuk menolak tawaran Anda. Anda pasti tau apa alasan saya menolak kesepakatan yang terdengar aneh diantara kita berdua" Sanggah nya sambil memberikan jadi telunjuk.


Eireen yang mendapat penolakan dari Naphelle pun merasa begitu kesal. Apalagi sebelumnya juga ia sangat membenci sosok Naphelle yang seringkali dibanding bandingkan dengan anak keduanya, yakni Agachia Theseus. Karena sudah mendapat jawaban dari pertanyaan nya, Eireen pun memutuskan untuk segera kembali ke Istana tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Sedangkan Naphelle yang melihat ekspresi lucu dari Eireen jadi merasa terhibur hingga tak sadar bahwa diri nya tersenyum.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2