Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan

Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan
Episode 13-Kerabat


__ADS_3

Langit yang masih cerah disinari oleh teriknya matahari membuat siang itu terasa begitu panas. Begitu selesai melakukan perintah dari Pangeran Eleuther, Naphelle dengan beberapa Ksatria Istana pun melakukan perjalanan menuju Kerajaan Versailles.


Setelah begitu lamanya berada di perjalanan pulang, akhirnya Naphelle pun sampai di kediaman nya. Ia yang awalnya berinisiatif untuk istirahat setelah kembali malah mendapati kericuhan yang terjadi antara keluarga nya dengan keluarga kerabatnya.


"Ada apa ini?" Tanya Naphelle tanpa berbasa-basi dan tidak memperlihatkan kesopanan nya.


"Wah, ternyata kau sudah sebesar ini ya, Naphelle" Cetus seorang lelaki yang nampak sedikit lekukan di wajahnya.


Lelaki yang bahkan belum diketahui siapa namanya oleh Naphelle mendadak mendekati nya dan hampir menyentuh bahunya yang tidak dibaluti dengan kain sedikit pun.


"Singkirkan tangan Anda!!" Tegur Naphelle dengan wajah kesal.


"Astaga, kenapa kau bicara seperti itu pada paman mu ini?! Dasar tidak tau sopan santun!!" Bentak lelaki itu yang ternyata adalah paman Naphelle.


"Oh, jadi dia adalah paman ku ya? Apakah aku akan tetap bersikap baik pada paman walaupun kau hampir menyentuh ku? Jangan berharap demikian!" Geram Naphelle dalam hati sembari melangkah pergi menjauhi keluarga kerabatnya yang nampak ada sekitar 5 orang.


Mengetahui Putri nya bersikap tidak sopan pada saudaranya, membuat Duke Rhodes memutuskan untuk menegur perilaku buruk. Naphelle yang tidak senooh.


"Naphelle, buka pintunya!!" Perintah Duke Rhodes dengan suara lantang sembari mengetuk keras pintu kamar Naphelle.


"Ada apa, ayah?" Tanya Naphelle setelah membuka pintu kamar nya.


"Apa yang kau lakukan pada paman mu?! Kau pikir kelakuan mu itu pantas untuk diperlihatkan?! Ayah pikir kau sudah berubah, tapi ternyata kau sama saja seperti sebelumnya!!" Papar Duke Rhodes yang sudah terbakar emosi.


Naphelle yang mendengar pengakuan dari ayahnya pun hanya tersenyum sinis dan menutup kembali pintu kamar nya. Sedangkan sang ayah yang masih merasa kesal pun terus berusaha untuk menyuruh Putri nya keluar.


*Flashback on*

__ADS_1


"Putri Maggie..." Panggil Helios dari arah belakang saat ia sedang bersantai di taman beberapa hari yang lalu.


"Ah, ternyata kau...ada apa?" Tanya Naphelle sembari menoleh ke arah Helios yang berada di belakangnya.


"Saya ingin menginformasikan sesuatu pada Anda, karena saya khawatir Anda akan membuat kesalahan besar" Tutur Helios yang sama sekali tidak di mengerti oleh Naphelle.


"Apa maksud mu?"


"Setau saya Putri Naphelle mempunyai seorang kerabat yang sangat keji. Aku pernah melihatnya 2 kali saat pertemuan mereka di Kerajaan ini. Namanya adalah Cesare, dia seorang Count. Saya sempat melihat dia hampir menyudutkan Putri Naphelle di kamarnya, yah...saat itu saya benar-benar tidak sengaja melihatnya. Maka dari itu, saya langsung menghentikan perbuatan Count Cesare, paman Naphelle" Jelas Helios yang masih belum selesai namun dihentikan oleh Naphelle.


"Kau tidak sengaja, atau akan sengaja melakukan hal yang sama seperti itu pada Naphelle?" Tanya Maggie sedikit bercanda.


"Ah, Putri...saya benar-benar tidak sengaja. Saya mendengar sedikit ******* dari luar kamar, maka dari itu saya mengeceknya" Sanggah Helios yang merasa malu lantaran Maggie menganggapnya akan melakukan hal yang sama seperti yang Count Cesare lakukan.


"Oh, jadi kau menyuruh ku untuk berhati-hati akan hal itu?" Tanya Naphelle memastikan.


"Iya, tapi ada hal yang ingin saya sampaikan selain hal ini. Duke Rhodes sudah beberapa kali mengetahui bahwa Count Cesare melakukan hal itu pada Putri nya di malam hari. Tapi dia tidak berani melaporkan atau menegur Count Cesare karena dia khawatir masa lalu nya akan diungkit kembali oleh adiknya itu. Tapi Putri Naphelle yang saat itu merasa takut setiap kali diperlakukan keji oleh Count Cesare tidak bisa berbuat apa-apa karena dia juga tidak tau bagaimana cara melawan, disisi lain, Duke Rhodes sangat berharap kalau Putri Naphelle akan menolak saat diperlakukan buruk oleh paman nya, Count Cesare" Lanjut Helios yang langsung dipahami bagaimana latar belakang keluarga kerabatnya oleh Naphelle.


...----------------...


Pertemuan di taman ketika pagi itu membuat Naphelle teringat akan perkataan Helios. Dan gerak gerik ayahnya yang kini sedang memarahinya pun tidak membuatnya merasa keheranan lantaran ia tau bahwa salah satu kerabatnya ada yang sengaja mengikuti sang ayah dari arah belakang.


...----------------...


Tak terasa malam pun tiba, udara sejuk yang berhembus masuk melewati jendela kamar Naphelle membuat kamarnya terasa seperti di alam liar yang damai. Ia yang saat itu sedang memahami filosofi dari sebuah buku yang sengaja dibawa dari Perpustakaan Istana tanpa diketahui seorang pun termasuk Putra Mahkota Carsten membuatnya ditemani oleh sosok Helios.


Karena merasa bosan harus melakukan apa di kamar Naphelle yang hanya terdapat buku buku kuno setelah jiwa Maggie memasuki tubuh Naphelle, Helios pun memutuskan untuk bersandar di jendela yang begitu besar yang terletak tepat di depan meja Naphelle. Biarpun Helios duduk di bagian atas, Naphelle sama sekali tidak mempermasalahkan nya. Mereka tetap membicarakan hal yang menurut mereka penting di kehidupan kali ini.

__ADS_1


*Syungg***!!!!


Sebuah busur panah meroket tepat didepan kedua mata Naphelle. Busur panah yang melewati jendela tentu saja membuat Helios juga melihatnya secara langsung. Keduanya yang terkejut, sontak langsung menatap ke arah pohon rindang yang lokasinya tidak jauh dari letak kamar Naphelle.


"Tuan Putri, bersembunyi lah!" Teriak Helios penuh kekhawatiran.


"Kenapa aku harus bersembunyi jika sudah tau dimana pelakunya?" Seloroh Naphelle yang kemudian menarik seseorang dari pohon rindang menggunakan roh iblis.


Seseorang yang mengarahkan busur panah nya pada Naphelle tentu saja tertangkap setelah diketahui dalam waktu singkat dimana tempat persembunyian nya oleh Naphelle.


Ia yang merasa kesal lantaran ada yang mencoba membunuhnya, langsung mencekik sosok yang sudah mengarahkan busur panah pada nya.


"Tu-tunggu, Tu-tuan Pu-tri...Na-Naphelle" Ucapnya yang terbata bata akibat lehernya yang dicekik keras oleh Naphelle.


"Katakan!!" Bentak Naphelle sembari melepaskan tangan nya dari leher pemanah itu.


"Ukhuk! Ukhuk! Tuan Putri, maafkan saya karena sudah melakukan hal ini. Tapi saya diperintahkan oleh Count Cesare! Saya benar-benar menyesali perbuatan saya, Tuan Putri...mohon maafkan saya dan biarkan saya hidup..." Ucap pemanah itu meminta maaf pada Naphelle yang sudah tidak ada lagi harapan.


"Oh.....Count... Cesare? Maksud mu, paman ku?" Tanya Naphelle memastikan.


"Benar, benar sekali Tuan Putri!" Jawabnya dengan suara lantang.


"Baiklah, terima kasih karena sudah memberitahu ku. Nah, sekarang waktu mu untuk menyesali hidup yang tidak ada manfaatnya ini!" Ujar Naphelle sembari menyeringai sontak membuat pemanah di hadapan nya langsung terkejut.


Helios yang mendapati sosok Naphelle yang lama kelamaan selalu tidak bisa menahan amarahnya, membuat nya menghentikan Naphelle yang hendak membunuh seorang pemanah yang tidak banyak bersalah.


"Tuan Putri, hentikanlah" Perintah Helios dengan wajah seriusnya mengarah pada Naphelle yang sudah lebih dulu mengeluarkan kekuatan gelapnya.

__ADS_1


"Lalu? Apa keuntungan ku?" Tanya Naphelle yang kemudian langsung membunuh habis habisan pemanah tersebut. Helios hanya menatapnya dengan penuh penyesalan, ia kemudian membawa jasad pemanah itu ke bawah pohon rindang yang berlokasi di sebelah timur Kerajaan.


Bersambung....


__ADS_2