
Sayup-sayup angin berhembus melewati lubang udara yang berada di atas jendela. Suasana di dalam Istana menjadi dingin lantaran angin yang masuk melewati lubang-lubang kecil tersebut.
Tak lama setelah acara Pesta berlangsung ricuh, Ratu Eireen yang merasa ketakutan akan dicaci-maki oleh para tamu undangan pun memutuskan untuk tidak menampakkan dirinya selama acara pesta berlangsung. Setelah kericuhan itu terjadi, acara pesta langsung dihentikan secara paksa oleh pihak Istana yang tak lain adalah Raja Basilio.
Kejadian itu berlangsung sekitar 2 jam yang lalu, dan kini Eireen masih berada di posisi yang aman walaupun beberapa kali sempat berpapasan dengan suaminya yakni Raja Basilio.
Karena merasa bahwa rencananya harus dirancang kembali dari awal, Eireen pun berdiskusi dengan Putri Agachia. Mereka membahas mengenai hal apa yang harus dilakukan untuk membunuh Naphelle yang semakin hari semakin populer di kalangan para bangsawan. Dan jika hal itu terjadi, maka Eireen tidak bisa mengelak untuk membatalkan pertunangan Naphelle dengan Putranya.
"Ibu, bagaimana jika kita mengirim pembunuh bayaran untuk menyelinap masuk ke dalam Kerajaan Versailles saat tengah malam tiba untuk membunuh Putri Naphelle?" Usul Putri Agachia secara spontan.
"Tidak, hal itu pernah kita lakukan dan ternyata gagal. Kita harus menggunakan cara lain untuk membunuh Putri Naphelle" Sanggah Ratu Eireen seraya berpikir keras merencanakan rencana selanjutnya.
"Tapi menurut ku, hanya itu satu satunya cara yang bisa kita lakukan. Memang kita bisa melakukan hal lain seperti apa?" Celoteh Putri Agachia yang kemudian memalingkan pandangan nya dari sang ibu.
Ratu Eireen yang mendapati perilaku Putri nya yang terlihat keras kepala pun memutuskan untuk menghentikan pembicaraan itu. Ia kemudian melangkahkan kakinya keluar dari kamar Putri Agachia yang tak jauh dari kamarnya.
...----------------...
Beberapa hari telah berlalu, semenjak kejadian meninggalnya Putri Bangsawan di Istana, membuat rumor itu terus beredar setiap hari nya. Ditambah, kejadian itu membuat Istana mulai kehabisan harta kekayaan yang nantinya akan menghidupi rakyat beserta Istana itu sendiri.
"Panggilkan kepala pelayan Istana!!!" Perintah Raja Basilio dengan suaranya yang lantang.
"Ba-baik, Yang Mulia Raja!!" Sahut orang di hadapannya sembari membungkuk kan badan menandakan rasa hormat.
Tak lama setelah itu, kepala pelayan Istana pun datang dengan raut wajah gelisah. Akhir akhir ini ia memang mendapat perlakuan kasar dari Raja Basilio yang merasa khawatir kedudukan nya sebagai Raja akan tergantikan oleh Duke Rhodes.
"Ada gerangan apa Yang Mulia Raja memanggil saya?" Tanya kepala pelayan Istana dengan gugup.
"Aku ingin memberimu 1 perintah. Kerjakan perintah ku dengan benar, jangan sampai gagal!" Seloroh Raja Basilio yang sudah terdengar penuh ambisi di telinga kepala pelayan.
__ADS_1
"Me-memangnya apa permintaan Anda, baginda?" Tanya kepala pelayan Istana terbata-bata.
"Aku ingin memerintahkan mu untuk mencuri berlian dan permata di tanah kekuasaan Kerajaan Versailles! Perintah kan 200 Ksatria ilegal Istana untuk menggali berlian juga bermata di sana!!" Perintah Raja Basilio yang sontak membuat kepala pelayan Istana tertegun.
"Ta-tapi, apa tidak apa apa jika kita mencuri berlian dan permata di sana?"
"Apa kau mau membantah perintah ku?!! Jika kita tidak melakukan hal itu, tak lama lagi Kekaisaran akan kehilangan kekuasaan" Tutur Raja Basilio yang sukses membuat kepala pelayan Istana menyetujui perintah nya.
......................
Di malam hari yang terasa begitu hening membuat suasana terasa damai. Bahkan suasana langkah kaki pun sama sekali tidak terdengar di telinga Naphelle yang sedang menikmati malam nya dengan melihat pemandangan langit gelap yang dihiasi oleh bintang-bintang.
Ia tersenyum lebar melihat cahaya bintang dan bulan yang menyinari langit gelap itu. Naphelle sedikit bergumam, apa jadinya jika kegelapan tidak pernah di pertemukan oleh cahaya yang menerangi setiap hal. Ia kemudian teringat akan kekuatan nya yang tergolong gelap, lantaran memang itulah takdirnya. Ia yang ditakdirkan menjadi penguasa kegelapan juga tidak mengerti apakah akan bisa di pertemukan dengan cahaya dalam dirinya suatu saat nanti, atau akan selamanya menjadi seseorang yang tak pernah sekalipun melihat cahaya dalam hidupnya.
*Bung!!! Buggg!! Drrrkkkk*
"Helios!!!" Teriak Naphelle dengan suara lantang nya memanggil nama Helios yang entah berada dimana sosoknya.
Begitu Naphelle memanggil nama Helios, hanya dalam hitungan detik lelaki tampan itu seketika muncul di hadapannya. Mendapati orang yang dicari-cari nya telah muncul, secara spontan Naphelle menarik lengan Helios.
"Ada apa Tuan Putri? Apa ada sesuatu yang buruk terjadi pada Anda?" Tanya Helios dengan raut wajah gelisah menatap Naphelle yang tengah kebingungan.
"Putri?" Panggil Helios untuk menyadarkan Naphelle bahwa ia sedang bertanya.
"A-aku....aku mendengar suara hantaman yang sangat keras di telinga ku. Tapi, aku tidak tau dimana keberadaan suara itu" Jelas Naphelle tergesa-gesa.
"Tenanglah, Tuan Putri. Saya akan mencarinya, Anda tunggu disini" Ucap Helios berusaha menenangkan Naphelle.
"Tidak, aku harus ikut!" Sanggah Naphelle dengan nada memaksa mampu membuat Helios luluh.
__ADS_1
Keduanya pun mencari asal sumber suara yang beberapa waktu lalu Naphelle dengar. Walaupun Helios cukup kesulitan mencari lokasinya karena ia tidak mendengar suara hantaman yang didengar oleh Naphelle secara langsung.
Beberapa menit setelah mereka mengelilingi setiap tempat yang berkaitan dengan Kerajaan Versailles, akhirnya mereka pun menemukan segerombolan orang-orang yang nampak memakai baju zirah.
Namun dengan posisi gerombolan orang-orang itu yang berada di tanah permata kekuasaan Kerajaan Versailles, tantu saja membuat Naphelle juga Helios merasa terkejut begitu melihat nya. Mereka pun mengendap-endap untuk melihat lebih dekat apa yang sebenarnya sedang dilakukan orang-orang itu.
"Apakah mereka pencuri?" Tanya Naphelle memastikan.
"Sepertinya begitu, Putri. Tapi, baju zirah yang mereka kenakan sepertinya berada di bawah naungan orang-orang dengan kedudukan tinggi" Jawab Helios serta menjelaskan.
"Benar juga, ada baiknya kita apakan mereka, ya?" Kata Naphelle yang sontak membuat Helios menoleh ke arahnya.
Masih fokus akan orang-orang yang sedang menggali tambang permata juga berlian milik Kerajaan Versailles, tiba-tiba saja terlihat orang-orang yang juga mengenakan pakaian yang sama tengah berjalan berbondong-bondong masuk ke dalam wilayah tersebut.
Naphelle yang melihatnya hanya menatap satu persatu orang yang sedang berusaha mencuri permata milik ayahnya. Tak lama setelah ia selesai menatap satu persatu di antara banyaknya orang-orang itu, mendadak semuanya terbaring lemas, mereka juga berteriak kesakitan meminta bantuan yang lainnya.
"To-tolong!!! Arghh!!!!!"
"Sakit sekali!!!! Tolong aku!!!"
"Ada sebab, ada juga akibat" Gumam Naphelle sembari menyeringai menatap ke arah orang-orang di wilayah tempat permata juga berlian itu.
"Tuan Putri, apakah Anda.......yang melakukannya?" Tanya Helios memastikan.
"Hmm, benar. Itulah akibat dari mereka yang berbuat curang dalam hidupnya" Imbuh Naphelle masih dengan senyuman sinis dari wajahnya.
𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....
𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀
__ADS_1