Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan

Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan
Episode 8-Pembasmian Di Wilayah Timur


__ADS_3

Keterangan :


~Undead (Mayat hidup, seseorang yang sudah lama meninggal dan mayatnya kembali hidup menjadi undead atau monster)


~Mahkluk magis (Makhluk liar yang sangat berbahaya, ada kalanya mereka mempunyai kemampuan sihir tersendiri)


ℍ𝔸ℙℙ𝕐 ℝ𝔼𝔸𝔻𝕀ℕ𝔾~


Langit cerah menghiasi tanah Kota Xerxes. Para rakyat di masing-masing daerah sedang disibukkan oleh pekerjaan mereka masing-masing. Begitu juga dengan anggota keluarga Kerajaan Versailles yang juga sedang mempersiapkan sesuatu akibat ada laporan buruk yang mendadak menimpa wilayah Timur.


Dikabarkan bahwa wilayah Timur yang lokasinya lumayan jauh dari Kerajaan Versailles mengalami penyebaran undead dan makhluk magis yang meningkat dengan pesat, jumlahnya yang begitu banyak hingga meminta bantuan dari Kerajaan Kerajaan yang berada di berbagai wilayah, termasuk Kerajaan Versailles.


Naphelle yang tidak sengaja mendengar kabar bahwa wilayah Timur mengalami penyebaran undead dan makhluk magis di kala pagi itu, sempat menarik perhatian nya.


Ia yang awalnya masih bersantai melihat keindahan langit pagi, kini segera bergegas menuju tempat berkumpul nya para Ksatria Kerajaan.


"Hormat pada Tuan Putri Naphelle" Ucap mereka dengan serempak.


"Apa yang membuat anda datang ke sini, Tuan Putri?" Tanya ketua pasukan Ksatria.


"Aku ingin memastikan bahwa kalian akan pergi ke wilayah Timur, apa itu benar?" Tanya Naphelle memastikan, dan membuat ketua Ksatria itu mengangguk kan kepalanya.


"Baiklah, aku akan ikut" Tuturnya sontak membuat paras Ksatria yang berada di sana langsung menoleh ke sana kemari.

__ADS_1


"Apa yang Tuan Putri maksud? Apa anda...akan ikut pembasmian?" Timpal salah seorang Ksatria yang tak yakin akan pemikiran nya.


"Benar sekali...., aku akan ikut kalian melakukan pembasmian"


"Tapi Tuan Putri, anda tidak mungkin melakukan hal itu! Ini sangat berbahaya, bahkan para Ksatria pun banyak yang tewas karena melakukan pembasmian. Anda tidak mungkin akan ikut kan?" Ujarnya penuh tanda tanya.


"Mana mungkin aku akan diam saja di Kerajaan dan menanti kepulangan kalian dari pembasmian? Tentu saja aku akan ikut! Kalian tidak perlu khawatir dengan ku yang bisa dibilang seorang Putri biasa, tapi...kalian akan mengetahuinya setelah melihatnya secara langsung" Tegas Naphelle yang kemudian beranjak pergi meninggalkan tempat perkumpulan para Ksatria Kerajaan.


Mereka yang baru saja mendengar perkataan dari Naphelle sontak langsung merasa keheranan, lantaran baru sekali ini mendapati seorang Putri yang akan mengikuti pembasmian.


Di sisi lain, Duke Rhodes yang mendengar bahwa Putri satu satunya bersikeras untuk mengikuti pembasmian, membuatnya segera bergegas untuk menemui Naphelle dan menghentikan tindakan gegabah nya. Ia berjalan dengan langkah kaki cepat menuju kamar Naphelle yang tak jauh dari ruangan pribadinya.


"Naphelle!! Buka pintunya!!" Teriak Duke Rhodes dari arah luar kamar Naphelle.


"Jangan bicara omong kosong!! Mana mungkin kau akan ikut pembasmian! Ayah tidak setuju!" Sergah nya dengan raut wajah yang terlihat khawatir.


"Ayah tenang saja, serahkan tugas ini padaku juga ayah..jangan hanya pada para Ksatria yang belum tentu akan membasmi secara keseluruhan nya" Papar Naphelle dengan nada lembut.


"Lagipula, aku akan membawa Helios bersama ku juga" Lanjut ucap Naphelle yang berusaha menenangkan kepanikan Duke Rhodes.


...----------------...


Selang beberapa waktu, setelah begitu banyak drama diantara Naphelle dengan Duke Rhodes, akhirnya sang ayah pun menyetujui kepergian Putrinya untuk melakukan pembasmian di wilayah Timur. Naphelle yang sudah menyiapkan segalanya termasuk rencana yang sudah dirancang nya beberapa jam yang lalu membuatnya bersama Helios dan juga para Ksatria langsung menuju wilayah Timur.

__ADS_1


4 hari telah berlalu, perjalanan panjang dengan banyak rintangan telah mereka lewati secara bersama-sama. Tidak ada satupun diantara mereka yang mengkhianati Naphelle terutama Helios. Karena sampainya mereka di wilayah Timur berpapasan dengan tibanya malam, mereka pun memutuskan untuk menginap di sebuah penginapan milik Kerajaan terbesar di wilayahnya.


Esoknya, mereka yang sudah siap melakukan pembasmian segera menuju lokasi setempat yang dikabarkan tersebarnya undead dan makhluk magis yang berkeliaran secara tidak teratur hingga membuat penduduk desa merasa ketakutan. Karena hal itu juga, membuat wilayah Timur tidak melakukan aktivitas selama beberapa hari terakhir yang nantinya akan menguntungkan para Bangsawan dan juga Rakyatnya.


"Tuan Putri, kenapa anda masih berada disini? Yang lainnya sudah keluar untuk menuju lokasi tersebarnya para undead" Tanya Helios dengan perasaan cemas sembari menatap sosok Naphelle dari arah pintu.


"Kau tau kan? Sesuatu hal yang pastinya bisa aku lakukan walau dalam jarak jauh sekali pun. Tapi sepertinya akan lebih baik jika aku turun tangan ke medan undead sendiri" Lontar nya yang terdengar seperti teka teki bagi Helios.


Karena tidak ingin menyia-nyiakan waktu hanya untuk membicarakan hal yang tidak berguna, Naphelle bersama dengan Helios pun segera mengikuti Para Ksatria dari Kerajaan Versailles yang sudah lebih dulu sampai di tempat tersebarnya undead. Mereka bersikeras mengalahkan para undead yang sudah ganas akibat terlalu banyak memakan jiwa manusia.


Disisi lain, Naphelle yang masih memperhatikan keadaan dari belakang seketika langsung menutup matanya sembari mengucapkan kata-kata yang tentu saja tidak di mengerti oleh manusia biasa. Ia kemudian mengangkat tinggi tinggi tangan kiri nya dan menjatuhkan nya kembali. Para undead yang awalnya bersikap ganas pada para Ksatria hingga tak dapat dikendalikan oleh mereka pun seketika lenyap kedalam tanah. Para Ksatria yang menyadari hal itu langsung menoleh ke sana kemari untuk memastikan bahwa keadaan benar-benar sudah aman.


Namun belum dengan makhluk magis yang masih berkeliaran di desa. Naphelle yang tidak diketahui sosoknya oleh mereka pun segera membuka pintu yang berasal dari tanah untuk segera sampai di desa. Ia melihat banyak sekali kekacauan demi kekacauan yang sudah dibuat oleh para makhluk mengenaskan.


Dengan hal yang sedikit berbeda, Naphelle tetap bisa menyingkirkan para makhluk magis hanya dengan membunyikan jari telunjuk bersamaan dengan jari tengahnya. Helios yang baru saja tiba bersama degan pasukan Ksatria sontak dibuat terkejut lantaran Naphelle sudah menyelesaikan nya seorang diri tanpa bantuan dari siapa pun.


"Kau tau kan, apa gunanya kekuatan ku ini di saat seperti ini?" Bisik Naphelle dengan sinis pada telinga Helios.


"Benar, Tuan Putri. Anda memang benar-benar bisa diandalkan dalam hal apapun. Walaupun awalnya saya sedikit ragu dengan kemampuan anda karena kekuatan itu baru saja pulih, tapi ternyata dugaan saya salah" Tutur Helios sembari tersenyum lebar pada Naphelle.


Karena pembasmian telah selesai hanya dalam waktu 1 hari, mereka pun memutuskan untuk segera kembali ke wilayah mereka sebelum malam tiba. Karena Naphelle juga mempunyai pekerjaan yang harus ia urus begitu sampai di Kerajaan. Untuk menghemat energi, Naphelle menginstruksikan pada para Ksatria nya termasuk Helios Alceo untuk beristirahat di penginapan pagi ini juga.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2