
Sinar matahari pagi menyoroti wilayah Kota Xerxes, begitu juga dengan kota yang berada di sekeliling nya. Suara bising mulai terdengar di wilayah penduduk desa, yang sudah memulai aktivitas mereka masing-masing.
Begitu juga dengan Naphelle yang sudah mempersiapkan diri untuk keberangkatan nya menuju perbatasan wilayah Kota Windsor dan Kota Benrath. Walaupun Raja Basilio menyuruh nya agar melaksanakan keberangkatan nya saat lusa tiba, namun perjalanan yang akan memakan waktu lama membuatnya bertekad untuk segera menuju lokasi peperangan antar wilayah.
"Putri Naphelle, Pangeran Helios Alceo sudah menunggu Anda didepan" Tutur salah seorang pelayan yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kamarnya.
"Ah, baiklah. Suruh dia menunggu sebentar lagi, aku masih harus mengenakan perlengkapan lainnya" Jawab Naphelle yang masih disibukkan dengan aksesoris baju zirah nya.
"Baik, Putri"
Selang beberapa waktu, Naphelle pun mendatangi Helios yang tengah menunggu nya di ruangan Ksatria. Di sana terdapat beberapa orang Ksatria yang juga akan ikut dalam peperangan yang terjadi di perbatasan wilayah tersebut.
"Helios, apa kau sudah menyiapkan semua perlengkapan yang kita butuhkan?" Tanya Naphelle sembari mendekat ke arah Helios.
"Sudah, Tuan Putri. Bagaimana dengan Anda?" Helios bertanya balik.
"Memangnya apa yang harus aku bawa?" Tanya Naphelle yang merasa heran akan pertanyaan yang baru saja dilontarkan oleh Helios padanya.
"Apa Anda tidak menyiapkan apa apa dalam peperangan antar perbatasan wilayah ini?" Lontar Helios yang juga merasa heran.
"Tentu saja tidak ada, bukankah kau sudah tau? Aku ini akan siap kapan saja dan dimana saja, walaupun hal itu terjadi secara tiba-tiba" Tutur Naphelle dengan nada arrogan membuat Helios memberikan sedikit senyuman.
Masih menunggu para Ksatria yang tengah mempersiapkan alat perang mereka, tiba-tiba saja Duke Rhodes datang dari arah berlawanan mendekat ke arah Naphelle. Ia berlari dengan wajah yang terlihat panik lantaran mengetahui bahwa Naphelle akan memimpin perang diperbatasan wilayah atas perintah Raja Basilio.
"Naphelle!!!!" Teriak Duke Rhodes.
"A-ayah?"
__ADS_1
"Naphelle putri ku, apa kau benar-benar akan memimpin peperangan di perbatasan wilayah Kota Windsor dan Kota Benrath?" Tanya Duke Rhodes masih dengan raut wajah paniknya.
"I-iya, tentu saja, Ayah! Ini perintah dari Yang Mulia Raja" Jawab Naphelle terbata-bata.
"Kenapa tiba-tiba saja Ayah kembali? Bukankah Ayah baru akan pulang 1 pekan lagi?" Tanya Naphelle yang merasa terkejut lantaran Ayah nya yang sedang mengerjakan tugas di wilayah Utara tiba-tiba saja kembali tanpa memberi kabar.
"Ayah sangat khawatir pada mu setelah mendengar bahwa kau akan memimpin peperangan yang sedang terjadi" Seloroh Duke Rhodes sembari memegang erat kedua tangan Naphelle.
"Seharusnya Ayah tidak perlu merasa khawatir pada ku. Aku sudah dewasa, kenapa Ayah masih harus mengkhawatirkan ku?" Imbuh Naphelle berusaha menenangkan sang ayah.
"Tetap saja, kau adalah Putri satu satunya milik Ayah! Bagaimana bisa Ayah tidak merasa khawatir pada mu, Naphelle!!!" Geram Duke Rhodes dengan tangan yang masih memegangi tangan Naphelle dengan begitu erat.
"Apa Ayah masih tidak menyadari, bahwa aku bisa memimpin peperangan ini? Padahal, beberapa dekade yang lalu, aku berhasil membasmi undead dan juga makhluk magis" Tutur Naphelle sembari menghela panjang-panjang nafasnya.
"Bisa saja itu hanya kebetulan, dengarkan Ayahmu!"
"Maaf menyela pembicaraan kalian berdua. Duke Rhodes, saya tau hal ini pasti berat untuk Anda. Tapi saya juga tau bahwa Putri Naphelle bisa memimpin perang ini. Saya sangat yakin...." Ucap Helios menyela pembicaraan yang tengah berlangsung.
"Apa kau yakin, Helios?"
"Ya, saya yakin"
"Baiklah, aku akan membiarkan mu untuk memimpin perang itu, Naphelle. Helios, tolong jaga Naphelle, jika terjadi sesuatu padanya, maka kau lah satu satunya orang yang akan aku salahkan" Tutur Duke Rhodes dengan perasaan terpaksa.
Begitu mengijinkan Naphelle untuk mengikuti peperangan itu, Duke Rhodes langsung memeluk Naphelle tanpa ragu di hadapan begitu banyaknya orang. Naphelle yang mendapat pelukan itu, tentu saja membalasnya dengan pelukan yang sama.
......................
__ADS_1
Tepat saat tengah hari tiba, Naphelle, Helios beserta para Ksatria memulai perjalanan panjang mereka ke wilayah perbatasan yang tengah terjadi peperangan hebat. Sebelum melepaskan kepergian mereka, para penduduk desa serta pelayan Istana memberikan do'a keselamatan untuk Naphelle dan yang lainnya.
Sekitar 100 orang ditambah dengan Helios dan juga Naphelle melakukan perjalanan dengan 1 kereta kuda dan 98 kuda yang ditunggangi oleh masing-masing Ksatria.
"Putri Naphelle, apa Anda yakin jumlah kita yang totalnya hanya 102 orang bisa mengalahkan mereka yang berada di sana? Dengar dengar peperangan itu sangat besar, keduanya saling memperebutkan kekuasaan wilayah tersebut. Apa Anda sudah merancang strategi?" Tanya Helios Alceo secara beruntun.
"Tentu saja cukup, walaupun hanya aku seorang melawan mereka yang jumlahnya ribuan, apa kau pikir aku akan kewalahan?" Lontar Naphelle dengan wajah datar nya menatap Helios.
"Ah, tapi strategi juga diperlukan, bukan? Jika kita tidak merancang strategi, lalu kita akan tinggal dimana jika kita tidak mendapat kepercayaan di antara salah satu pemegang kekuasaan wilayah tersebut?" Ketus Helios sambil mengalihkan pandangan nya ke arah luar jendela yang nampak sejuk.
"Itu mudah, kita hanya perlu menginap di wilayah Kota Benrath yang kemungkinan peluang kemenangan nya sangat tinggi. Dan setelah wilayah kekuasaan milik Kota Windsor berhasil direbut oleh Kota Benrath, di situ aku akan mulai bergerak dengan kekuatan ku untuk memusnahkan mereka semua" Jawab Naphelle dengan lancar.
"Apakah strategi yang Putri Naphelle buat akan benar-benar berhasil?" Gumam Helios dalam hati meragukan rencana yang telah dirancang oleh Naphelle.
"Ternyata kau masih ragu, ya" Imbuh Naphelle sontak membuat Helios menoleh ke arahnya.
"Bagaimana Anda bisa ta-......, apa Anda membaca pikiran saya?" Tanya Helios yang secara spontan dibalas anggukan kecil oleh Naphelle.
"Aku baru tau Anda bisa melakukan hal itu. Ternyata kemampuan Anda semakin meningkat, ya" Ucap Helios sembari tersenyum lebar.
"Seharusnya memang sejak dulu seperti ini. Tapi aku yang dulu merasa ragu untuk menggunakan nya, membuat ku terpuruk akan hal yang seharusnya bisa aku tangani dengan mudah" Seloroh Naphelle yang kemudian memalingkan pandangan nya ke arah luar jendela.
"Jika tau Anda bisa melakukan nya, saya tidak akan merasa ragu berjuang bersama Anda sampai akhir" Lontar Helios secara tiba-tiba.
Naphelle hanya membalas perkataan Helios dengan senyuman kecil yang penuh arti. Sedangkan Helios yang telah mengetahui bahwa Naphelle mempunyai peningkatan kekuatan nya, membuatnya tidak lagi ragu akan keputusan yang dibuat oleh Naphelle walaupun secara sepihak.
𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....
__ADS_1
𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀