Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan

Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan
Episode 14-Dituduh Sebagai Pelaku


__ADS_3

Susana malam itu terasa mencekam, ditambah angin kencang yang berhembus menggoyangkan pohon-pohon besar. Helios membawa sebuah jasad seseorang ke bawah pohon besar yang lokasinya jauh dari kamar Naphelle. Ia menoleh ke sana kemari untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun orang yang melihat bahwa dia menyembunyikan sesuatu di sana.


Begitu sudah memastikan bahwa situasinya benar-benar aman, Helios pun menaruh jasad orang yang tak dikenal nya itu di bawah pohon besar tersebut. Ia kemudian berlari dan bergelantungan untuk kembali ke kamar Naphelle tanpa melewati satu pun pintu.


"Bagaimana?" Tanya Naphelle setelah Helios kembali.


"Aman..." Jawab Helios yang kemudian membersihkan noda darah di wajahnya.


"Sepertinya kau harus segera mandi" Lontar Naphelle begitu mengetahui bahwa Helios terkena banyak darah dari pemanah yang sudah dibunuh nya.


"Ah, nanti saja...bukankah sekarang saya harus menemani Anda?" Ketus Helios dengan senyuman lebar yang mengembang di wajahnya.


"Baiklah, tidak masalah. Selagi kita tidak ketahuan oleh siapapun"


**TOK!!!***TOK!!! TOK!!!***


Belum lama stelah perbincangan mereka berlangsung, mendadak para Ksatria Istana mengetuk pintu kamar Naphelle beberapa kali. Tentu saja, ketukan pintu dengan suara keras yang terdengar berkali-kali membuat Naphelle kesal dan segera menyuruh Helios untuk membukakan pintu kamar nya. Tetapi setelah mengingat bahwa Helios terkena banyak bercak darah, membuatnya turun tangan untuk membuka pintu tersebut.


"Ini sudah malam, apa kalian tidak tau waktu?" Celoteh Naphelle sembari memperhatikan kuku jarinya yang indah.


"Maaf Tuan Putri, tapi kami harus mengecek kamar Anda untuk memastikan sesuatu" Tutur salah seorang Ksatria diantara banyaknya orang yang berada di luar kamar Naphelle.


"Memangnya ada yang menyuruh kalian untuk masuk ke kamar ku? Aku sedang tidur, kenapa kalian semua harus mengganggu ku?! Cepat pergi!" Perintah Naphelle yang sudah terdengar kesal lantaran para Ksatria Kerajaan nya mendatangi nya di waktu yang tidak tepat.

__ADS_1


"Sebenarnya kami tidak ingin membantah perintah Anda, Tuan Putri. Tapi.....Count Cesare lah yang meminta kami untuk menyelidiki seseorang yang telah membunuh pengawal pribadi milik anggota keluarga County" Terang Ksatria tersebut sembari menunduk kan kepalanya.


Helios yang juga mendengar akan hal itu, langsung menoleh ke arah pintu dengan tatapan terkejut. Masih dalam posisi yang sama, mendadak seseorang yang belum lama disebut-sebut oleh Naphelle tiba-tiba saja muncul dari arah lorong dan mendekat ke arah nya.


"Boleh kah aku mengecek kamar mu, keponakan ku?" Tanya Count Cesare dengan raut wajah licik.


"Heuh, baiklah. Tapi jangan mengacak-acak barang milik ku" Jawab Naphelle yang kemudian mempersilahkan beberapa Ksatria Kerajaan untuk masuk.


Count Cesare yang pertama kali memasuki kamar Naphelle langsung dibuat terkejut lantaran ia mendapati sosok Helios yang ternyata berada di kamar keponakan nya.


"Kenapa Pangeran Helios ada di sini?" Tanya Count Cesare tanpa berbasa-basi.


"Dia sedang menemani ku untuk mencari informasi terkait hal yang belum aku ketahui. Apakah Anda keberatan, paman?" Tanya Naphelle dengan raut wajah emosi.


Mendapat pertanyaan dari keponakan nya, bukannya ia bisa menjawab, Count Cesare malah terus memperhatikan sosok Helios karena merasa ada yang janggal dari nya. Begitu Helios membersihkan bercak darah yang sudah kering di wajahnya, Count Cesare langsung menyadari hal janggal yang sedari tadi terus mengalir dalam benaknya.


Mereka saling berbisik satu sama lain begitu melihat bahwa Helios lah yang sudah dituduh sebagai pembunuh pribadi milik Count Cesare. Karena tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama seperti di kehidupan sebelumnya, Naphelle yang awalnya berada di kamar, bergegas lari menuju tempat berkumpulnya orang-orang.


"Tunggu!!!" Teriak Naphelle dari lantai atas membuatnya menjadi pusat perhatian.


Tuk**Tuk**Tuk**


"Dia tidak bersalah, justru Count Cesare lah yang sudah merencanakan hal ini sejak awal" Lontar Naphelle yang kemudian membuat orang-orang di sana melihat ke arah Count Cesare yang sedang berdiri sembari tersenyum kecil.

__ADS_1


"Apa maksud mu, Putri Naphelle?!!" Tanya Count Cesare secara spontan.


"Yah, saya sudah tau Anda tidak akan mengakui perbuatan keji Anda. Helios tidak bersalah!! Saya lah yang sudah membunuh nya, tapi tentu saja ada alasan kenapa saya melakukan hal itu" Tutur Naphelle yang membuat Helios terkagum-kagum mendengar nya.


"Pengawal pribadi Anda, yang paman anggap sebagai ahli pemanah itu ternyata kurang berbakat. Dia hampir mencelakai ku saat sedang membaca buku, setelah itu saya langsung membunuh nya dihadapan Helios. Mungkin kalian akan mengira Helios lah yang sudah membunuh pengawal pribadi Anda karena ada bekas darah di wajahnya, tapi dia hanya menaruh jasadnya di bawah pohon, itu saja" Lanjut ucap Naphelle dengan nada santai.


Setelah mendengar penjelasan dari Naphelle, orang-orang yang awalnya berkumpul di sana untuk menyaksikan sesuatu yang menarik kini berbisik buruk tentang Count Cesare. Tidak hanya para pelayan dan juga Ksatria Kerajaan, melainkan anggota keluarga County yang juga membicarakan perilaku buruk kepala keluarga mereka.


Mengetahui bahwa dirinya sudah tertangkap basah dan tidak bisa mengelak, Count Cesare pun hanya bisa meminta maaf dan berpura-pura bahwa dia tidak tau kenapa pengawal pribadi nya melakukan hal itu pada Putri Naphelle. Walaupun ada beberapa orang yang mempercayai akan keburukan nya, namun Naphelle dan Helios tetap berpegang teguh pada pendirian mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Semburat mentari pagi memanjakan mata Naphelle untuk terbangun. Sampai pada akhirnya, sosok Helios yang menemaninya semalaman di kamar langsung membangunkan Naphelle begitu menyadari bahwa pagi telah tiba dan matahari kembali terbit.


Setelah kejadian semalam yang membuat keduanya mengingat kembali akan kejadian kelam di kehidupan sebelumnya, Helios pun mengajak Naphelle untuk berjalan jalan disekitar taman dan bersantai. Mereka banyak membicarakan hal-hal yang membuat keduanya saling tertawa.


Dengan pemandangan indah dan udara sejuk di pagi itu, tentu saja membuat suasana terasa lebih nyaman dan damai di bandingkan hari hari biasanya. Ditambah dengan 2 cangkir teh yang dihidangkan khusus di pagi hari untuk mengawali aktivitas di pagi itu.


"Putri Maggie, bagaimana pendapat Anda jika detik ini juga kita masih menjadi diri kita masing-masing seperti di kehidupan lalu" Tanya Helios sembari menatap langit pagi yang terlihat biru ke orenan.


"Entahlah, mungkin aku tidak bisa menjadi lebih kuat seperti sekarang" Jawab Naphelle secara spontan setelah mengingat bahwa di kehidupan kali ini ia menjadi lebih kuat di bandingkan sebelumnya.


"Yah, saya juga merasa begitu. Tapi, apa yang akan anda lakukan selanjutnya, untuk membuat Basilio mengalami penderitaan yang sama seperti penderitaan yang sudah kita rasakan?" Tanya Helios untuk yang kesekian kalinya.

__ADS_1


"Tenang saja.....aku sudah membuat rencana"


Bersambung...


__ADS_2