
Hari berganti hari, malam berganti malam. 1 bulan lamanya telah berlalu, perjalanan Naphelle beserta yang lainnya pun usai setelah mereka sampai di wilayah Kota Benrath. Rombongan Naphelle disambut dengan acungan pedang dari pemilik kekuasaan wilayah kota mereka, namun berbagai cara Naphelle coba agar bisa membujuk Raja Yordan yang saat itu menjadi pemimpin Kota Benrath.
"Tunggu tunggu! Turunkan pedang kalian!!" Kata Naphelle memberikan perintah pada para Ksatria Kekaisaran Benrath agar menurunkan pedang yang sedang mereka acungkan.
"Kami mohon maaf karena datang secara tiba-tiba, tetapi kedatangan kami kesini bukan untuk menimbulkan permasalahan, melainkan untuk membantu Kota Benrath yang saat ini keadaan nya sedang tidak baik" Tutur Naphelle sembari memberikan senyuman lebar yang nampak mengembang di wajahnya.
Para Ksatria yang sedang mengelilingi rombongan Naphelle sama sekali tidak menurunkan pedang mereka. Namun setelah seorang lelaki yang nampak muda dengan mengenakan pakaian yang berbeda mendekat, para Ksatria yang tengah mengacungkan pedang padanya seketika menurunkan pedang mereka.
"Pengawal!!! Jaga mereka agar tidak melarikan diri ataupun memberontak, untuk Putri silahkan ikuti saya!" Perintah Raja Yordan dengan tatapan arrogan sembari mengarahkan jalan untuk Naphelle.
"Pu-putri Naphelle!!!" Teriak Helios di tengah para Ksatria yang sedang mengelilingi nya.
"Tidak apa apa, Helios. Aku akan segera kembali" Balas Naphelle yang kemudian mengikuti langkah kaki Raja Yordan dari arah belakang.
Ia berjalan ke sebuah ruangan yang nampak begitu asing baginya. Terlihat beberapa Ksatria juga pelayan Istana yang menatapnya dengan tatapan heran.
"Duduk lah..." Raja Yordan mempersilahkan.
"Ah, Terima kasih. Suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan Anda" Ucap Naphelle memberikan salam pertemuan.
"Perkenalkan dulu diri mu, darimana asal mu lalu sebutkan tujuan mu datang ke sini" Perintah Raja Yordan dengan wajah datar.
"Nama saya Naphelle Alceo, Putri Duke Rhodes dari Kerajaan Versailles. Saya berasal dari Kota Xerxes, dan tujuan saya ke sini adalah untuk melaksanakan tugas yang di perintahkan oleh Raja Basilio untuk saya" Jelas Naphelle panjang lebar.
"Kota....Xerxes?"
"Benar sekali, Yang Mulia Raja"
"Apa kau tidak sedang membohongi ku?" Tanya Raja Yordan yang nampak ragu akan penjelasan dari Naphelle.
__ADS_1
"Tentu saja tidak, Yang Mulia. Ini adalah tanda bahwa saya memang berasal dari Kerajaan Versailles. Dan ini stempel yang bersimbol dari Kekaisaran Astion" Lanjut ucap Naphelle sambil mengulurkan tangan nya memperlihatkan beberapa benda yang ia pegang.
"Baiklah jika itu memang tujuan mu datang ke sini. Aku berharap kau tidak sedang membohongi ku" Cetus Raja Yohan sembari memalingkan wajahnya.
"Tenang saja, Yang Mulia Raja. Lagipula tugas saya disini juga untuk memimpin peperangan yang tengah terjadi" Lontar Naphelle yang sontak membuat Raja Yohan menatap nya.
"Memangnya berapa umur mu?" Tanya Raja Yohan secara spontan begitu mendengar perkataan Naphelle yang terdengar mustahil.
"Umur saya 23 tahun, Yang Mulia" Jawab Naphelle.
"Kau seorang wanita yang masih begitu muda, kenapa bisa memimpin peperangan besar ini?" Tanya Raja Yohan untuk yang kedua kalinya.
"Itu karena saya bisa melakukan nya, Yang Mulia" Imbuh Naphelle dengan tatapan arrogan.
"Aku sedikit tidak percaya jika dia adalah Raja di Kota Benrath ini. Padahal dia masih terlihat muda, tapi kenapa sudah memimpin Kota besar ini? Aku jadi tidak tega jika harus mengkhianati nya nanti" Gumam Naphelle dalam hati sembari terus menatap Raja Yuhan dengan senyuman lebar.
"Baiklah, kau boleh pergi. Pelayan ku akan mengantarkan mu dengan orang-orang yang lainnya ke penginapan yang dekat sini. Hari ini silahkan kalian beristirahat lebih dulu" Tutur Raja Yohan dengan wajah yang terlihat memerah lantaran sosok Naphelle yang terus saja menatap nya.
......................
Suasana dengan lingkungan dan cuaca yang berbeda dari Kota Xerxes tentu membuat Naphelle sedikit enggan untuk berkeliling luar ruangan. Beberapa kali ia hanya melihat peperangan yang terjadi di perbatasan Kota dari jendela kamarnya menggunakan kekuatan nya yang bisa melihat sesuatu dari jarak 100 Km sekalipun.
"Tuan Putri" Panggil Helios secara tiba-tiba.
"Ah, kau mengagetkan ku saja. Ada urusan apa kau datang ke sini?" Tanya Naphelle yang kemudian beranjak dari kursinya.
"Aku hanya ingin melihat keadaan Putri Naphelle saja, saya khawatir terjadi sesuatu pada Anda" Celetuk Helios dengan tatapan belas kasihan.
"Heuh, sudah berapa kali aku bilang? Tidak akan terjadi sesuatu yang buruk pada ku" Imbuh Naphelle sembari mendengus.
__ADS_1
"Oh ya, apa kau menyadari sesuatu?" Tanya Naphelle pada Helios.
"Menyadari sesuatu? Apa itu?"
"Raja Yohan, dia adalah pemimpin Kota Benrath. Padahal dia masih terlihat muda, tapi aku tidak tau kenapa dia bisa menjadi raja" Seloroh Naphelle dengan pikiran yang sama.
"Itu karena dia membunuh ayahnya sendiri. Mungkin itu terdengar sedikit berlebihan, tapi memang seperti itu kenyataan nya" Jelas Helios dengan lancar.
"Wah, ternyata dia ambisius juga. Itu artinya, kita harus lebih berhati-hati saat berhadapan langsung dengan nya" Cetus Naphelle sedikit bercanda.
"Benar, tapi kenapa Anda bisa membujuk Raja Yuhan yang terkenal sadis?" Tanya Helios dengan tatapan heran mengarah pada Naphelle.
"Aku tidak bisa menjelaskan nya satu persatu pada mu. Bukankah begini juga sudah baik?"
"Ah, iya...benar sekali Tuan Putri"
Malam itu mereka membicarakan berbagai hal yang belum diketahui oleh satu sama lain. Beberapa kali Naphelle juga sempat mendengar ledakan yang bahkan tidak bisa didengar oleh Helios. Namun ia tidak lagi heran akan hal itu, karena memang pendengaran yang tajam juga menjadi salah satu dari keahlian nya.
...----------------...
Di sisi lain, Raja Basilio tengah merancang strategi untuk Naphelle yang dikabarkan telah sampai ditempat tujuan. Tidak hanya mempergunakan Naphelle untuk merebut kekuasaan milik 2 Kota yang sedang berperang, Raja Basilio juga berinisiatif untuk mengirim pembunuh bayaran juga mata mata untuk membunuh Naphelle karena khawatir kekuasaan yang sudah direbut oleh Naphelle tidak akan diberikan padanya.
"Lusa kalian harus sudah melakukan perjalanan menuju Kota Benrath. Karena katanya Naphelle sedang ber singgah di sana!!" Perintah Raja Basilio yang sudah selesai merancang strategi.
"Baik Yang Mulia Raja!" Sahut para Prajurit Istana.
Kardinal Okeanos yang saat itu tak sengaja mendengar bahwa Raja Basilio hendak membunuh Naphelle di medan perang, ia pun memutuskan untuk mencari alasan agar bisa ikut dengan para rombongan Kekaisaran. Walaupun sebenarnya ia berniat untuk menghentikan rombongan Kekaisaran agar tidak membunuh Naphelle karena khawatir kekuatan yang kali ini dikeluarkan oleh Naphelle akan lebih besar dibandingkan sebelumnya.
𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....
__ADS_1
𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀