Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan

Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan
Episode 9-Kepulangan Sang Putri


__ADS_3

Langit pagi yang cerah dihiasi dengan cahaya matahari pagi beserta kicauan burung membuat pagi itu terasa damai. Para rakyat di Kota Xerxes yang sudah disibukkan dengan pekerjaan mereka masing-masing pagi itu mendadak dikejutkan oleh para pasukan Ksatria Kerajaan Versailles yang baru saja pulang dari pembasmian di wilayah Timur. Mereka memperhatikan kepulangan para Ksatria dari kepergian yang sudah memakan waktu lebih dari 1 minggu.


Kereta kuda beserta beberapa kuda yang ditunggangi oleh masing-masing Ksatria langsung memasuki gerbang Kerajaan. Termasuk Putri Naphelle dan Helios Alceo yang juga berada di antara para pasukan Ksatria itu.


"Tuan Duke!!! Putri Naphelle dan para pasukan Ksatria sudah kembali!!!" Teriak pengawal Kerajaan yang kebetulan melihat kepulangan mereka. Para pelayan dan orang-orang penting dari Kerajaan yang mendengar teriakan itu segera mendekat ke arah sumber suara, sekaligus melihat secara langsung.


"Kenapa mereka kembali begitu cepat?" Tanya Duke Rhodes yang juga ikut mendekat ke arah sumber suara.


"Saya tidak tau, Duke. Tapi yang pasti, mereka kembali dengan selamat" Lontar nya yang kemudian mempersilahkan Duke Rhodes untuk menemui Naphelle.


Begitu sampai di perkumpulan para Ksatria juga Naphelle dan Helios, Duke Rhodes langsung memeluk erat sosok Naphelle yang masih melepaskan beberapa potongan pakaian besi yang dikenakan nya saat melakukan pembasmian.


"Putriku, kau selamat....ayah sangat khawatir pada mu" Ucap Duke Rhodes dengan posisi yang masih memeluk erat Naphelle.


"Ayah.....ayah tidak perlu khawatir. Bukankah sudah ku bilang bahwa aku akan baik baik saja?" Kata Naphelle berusaha menenangkan kekhawatiran sang ayah.


"Apa yang membuat kalian kembali begitu cepat? Biasanya pembasmian kecil saja memakan waktu paling cepat 1 bulan. Sedangkan kali ini adalah pembasmian dengan skala jumlah yang cukup tinggi, tapi kalian sudah kembali hanya dalam waktu 1 minggu saja!" Papar Duke Rhodes yang merasa heran dengan pembasmian kali ini.


"Hormat pada Tuan Duke, saya ingin menyampaikan bahwa Putri Naphelle lah yang sudah melakukan nya hingga membuat pembasmian kali ini berjalan dengan lancar tanpa ada kendala sedikit pun." Tutur Helios Alceo menjelaskan, sembari memberi hormat pada Duke.


"Naphelle, kau...."


Di sisi lain, seorang pelayan mata mata dari Kekaisaran yang bekerja di Kerajaan Versailles tidak sengaja mendengar perbincangan yang menarik. Seusai mendengarkan semua penjelasan dari Helios mengenai pembasmian yang dilakukan oleh Naphelle, pelayan itu bergegas keluar dari Kerajaan dan menuju Istana untuk melaporkan hal yang dinanti-nanti oleh Raja Basilio.

__ADS_1


...----------------...


Kediaman Istana yang terlihat sepi sekaligus terasa sunyi membuat pelayan mata mata itu gemetaran setiap kali melangkahkan kakinya. Hingga seorang pangeran yang juga tinggal di Istana menghampiri nya dengan tatapan sinis.


"Sedang apa kau?" Tanya pangeran itu yang terlihat cukup asing jika dihadapkan langsung pada Naphelle yang sekarang.


"Ah, pa-pangeran Eleuther! Saya ingin bertemu dengan Yang Mulia Raja untuk memberitahukan sesuatu mengenai hal yang tidak sengaja saya dengar tadi" Tutur nya dengan raut wajah yang terlihat ketakutan.


"Katakan saja padaku, aku akan memberitahukan nya pada Yang Mulia Raja" Perintah Pangeran itu yang ternyata bernama Eleuther.


Pangeran Eleuther Theseus atau yang biasa dipanggil dengan nama Eleuther adalah anak dari adik Basilio Theseus. Itu artinya, Basilio mempunyai seorang adik perempuan. Namun ia yang hamil di luar nikah, membuatnya mendapat hukuman mati. Sedangkan Eleuther yang masih kecil dikala itu membuat Basilio memutuskan untuk merawat nya hingga sekarang ini.


"Jadi begini Pangeran Eleuther, tadi saya mendengar Pangeran Helios mengatakan bahwa Putri Naphelle lah yang banyak membasmi di tempat pembasmian. Katanya, Putri Naphelle bisa melenyapkan banyaknya hewan magis yang terkenal mempunyai sihir dengan kekuatan tinggi" Jelas sang pelayan sambil mengingat kembali kata-kata yang Helios katakan ketika berada di Kerajaan.


"Apakah mereka sudah kembali?" Tanya Pangeran Eleuther memastikan.


"Oh, cepat sekali. Jadi Putri Naphelle benar-benar membantu ya" Ketus nya sembari menyeringai.


Pada beberapa bulan yang lalu, sebelum Maggie menggunakan tubuh Naphelle, sifat Naphelle yang terkenal keras kepala dan tidak sopan membuat Pangeran Eleuther sangat membencinya. Bahkan ia sempat mengusulkan pendapat untuk membatalkan pertunangan antara Putra Mahkota Carsten dengan Naphelle.


Pangeran Eleuther yang mendengar informasi itu pun segera memberitahukan nya pada Yang Mulia Kaisar. Beberapa hari setelah kepulangan Naphelle dari wilayah Timur, rumor bahwa ia ikut membantu dalam pembasmian, hingga dirinya yang paling banyak memusnahkan makhluk magis pun seketika beredar dalam waktu singkat.


Begitu banyak Kerajaan di berbagai wilayah yang mendengar hal itu hingga berinisiatif untuk datang ke Kekaisaran dan bertemu langsung dengan sosok Naphelle.

__ADS_1


Di sisi lain, Naphelle yang juga tau bahwa kini dirinya dikenal begitu banyak orang langsung mempersiapkan diri untuk pertemuan dengan para Bangsawan, Count, hingga Duke.


Ia yang masih bersantai di taman Kerajaan siang itu mendadak diberi kabar bahwa dirinya harus datang ke Kekaisaran saat ini juga.


Tentu saja, Naphelle yang belum lama ini sudah mempersiapkan diri untuk bertemu dengan para petinggi pun segera berdandan dengan anggun. Seusai ia menyempurnakan penampilan nya, Helios beserta para Ksatria segera mengantarnya sampai Istana.


"Tuan Putri, bagaimana perasaan anda sekarang ini? Apa menurut anda kebahagiaan akan segera datang?" Tanya Helios sembari memberikan senyuman lebar pada Naphelle yang duduk di sampingnya.


"Entahlah, walaupun aku berpikir demikian, tapi aku juga tidak tau kapan penderitaan akan menimpa ku lagi" Lontar Naphelle dengan raut wajah kecewa sambil memperhatikan lantai kereta kuda yang sedang dinaiki nya.


Helios yang mendengar hal itu hanya membalas dengan anggukan disertai senyuman kecil yang tidak begitu terlihat.


Setelah beberapa jam perjalanan menuju Istana, akhirnya rombongan Kerajaan Versailles pun tiba di halaman Kekaisaran. Naphelle yang baru saja turun dari kereta kuda dibantu oleh Helios langsung di perhatikan begitu banyaknya para petinggi.


"Hormat pada Yang Mulia Raja" Naphelle memberi salam, sembari membungkuk kan badannya.


"Terima kasih karena kau mau datang atas permintaan ku" Ucap Raja Basilio yang terdengar seperti sindiran bagi Naphelle.


"Memang sudah kewajiban saya untuk datang ke Istana, Yang Mulia. Ada gerangan apa anda memanggil saya ke sini?" Tanya Naphelle yang kemudian mendekat pada Raja Basilio.


Perlahan ia mendekat, di saat yang bersamaan, seorang pangeran yang tak lain adalah sosok Eleuther yang sebelumnya tak pernah Naphelle lihat juga datang menghampiri nya. Ia yang mendapati sosok itu hanya menatapnya dengan sinis, apalagi beberapa kali Pangeran Eleuther memberinya senyuman yang tak ia mengerti sama sekali apa maksud dari senyuman itu.


"Naphelle, aku baru tau jika kau mempunyai keberanian untuk ikut dalam pembasmian. Maka dari itu, aku berencana memberimu sebutan khusus karena kau juga melakukan nya diluar dugaan" Tutur Raja Basilio yang sontak membuat mata Naphelle terbelalak sekaligus menatapnya dengan serius.

__ADS_1


"Saya memang melakukan nya karena saya tau bahwa saya bisa, maka dari itu tidak ada alasan bagi saya untuk menerima hadiah dari anda" Kata Naphelle seraya meletakkan telapak tangan nya ke arah dada.


Bersambung.....


__ADS_2