Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan

Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan
Episode 24-Berbicara Empat Mata


__ADS_3

Suara hujan yang bergemuruh terdengar mendekat dan semakin mendekat, ditambah hembusan angin yang kencang serta kilatan petir yang terlihat di langit gelap akibat awan hitam.


Siang itu Kardinal Okeanos yang merasa terkejut akan bayangan hitam yang menyelimuti diri Naphelle masih fokus menatap Naphelle.


**Wohs......ctar!*


*Ctar***Slerrrttt* Woshhh!!!


Setelah lama saling berdiam diri, mendadak badai hujan yang disertai petir dan angin kencang membuat Kardinal Okeanos menyadari bahwa ia sudah cukup lama menatap Naphelle yang berada di hadapannya. Ia melihat ke arah luar jendela yang menampakkan badai hujan yang begitu dahsyat. Walaupun hal itu seakan tidak pernah terjadi di Kota Xerxes, namun Kardinal Okeanos tidak lagi merasa heran lantaran kota yang semula damai kini telah di huni kembali oleh sang penguasa kegelapan.


"Apa kau sudah selesai menatap ku?" Tanya Naphelle dengan raut wajah kesalnya.


"Ah, maaf...aku terlalu terbawa oleh bayangan hitam pekat yang berada di tubuhmu itu" Lontar Kardinal Okeanos yang seketika membuat Naphelle tersentak kaget.


"Ngomong ngomong kau mirip dengan lelaki yang waktu itu, ya" Seloroh Naphelle berusaha mengganti topik akan dirinya.


"Jangan menghindari perkataan ku. Aku sudah tau siapa sebenarnya dirimu" Kata Kardinal Okeanos dengan nada sombong.


"Lalu? Kau percaya begitu saja?" Imbuh Naphelle yang kemudian meneguk secangkir teh milik nya.


"Ternyata sang penguasa kgelapan benar-benar arrogant, ya" Celetuk Kardinal Okeanos yang juga ikut meneguk secangkir teh yang dihidangkan khusus untuknya.


"Rui, kau boleh keluar!" Perintah Naphelle pada Rui yang masih berada di dalam ruangan yang sama dengan nya. Itu artinya, Rui mendengar semua perkataan yang dilontarkan langsung oleh Kardinal.


"Apa maksud dan tujuan mu mengatakan hal seperti itu Kardinal?" Tanya Naphelle yang langsung merubah tatapan matanya menjadi sinis.


"Aku hanya ingin memastikan saja bahwa ramalan ku itu benar adanya. Singkatnya, kau adalah orang yang pertama kali membuat kekacauan di Kota Xerxes saat reinkarnasi dan ini adalah kedua kalinya. Tidak heran jika akhir akhir ini Kota kita dilanda oleh bencana" Papar Kardinal Okeanos sambil tersenyum lebar seakan tidak mempunyai dosa.

__ADS_1


"Lalu? Apa masalah mu jika aku yang menyebabkan terjadinya bencana di Kota ini? Lagipula, aku juga melakukan nya secara tidak sengaja" Timpal Naphelle seraya menaikkan kedua alisnya.


"Tidak apa apa. Silahkan kau buat sebanyak-banyaknya bencana! Hingga membuat Kota ini runtuh, lalu nantinya kau sendiri yang akan menyesal" Tutur Kardinal Okeanos yang sontak membuat Naphelle naik pitam.


BRAK!*


"Jika ingin membuat masalah dengan ku, setidaknya di saat yang tepat. Kau mengerti?" Bentak Naphelle yang kemudian beranjak pergi meninggalkan Kardinal yang tengah berbicara dengan nya.


"Tunggu Putri Naphelle!! Ada satu hal yang ingin aku sampaikan!!" Teriak Kardinal yang sukses membuat Naphelle menghentikan langkah kakinya.


"Apa? Cepat katakan!"


"Kau....jadi kau benar penguasa kegelapan itu, ya? Maggie Vangelis, sosok Putri dari Kerajaan Magesty yang Kerajaan nya runtuh tak lama setelah kau beserta Felix Vangelis dihukum mati secara bersamaan?" Tanya Kardinal Okeanos secara beruntun untuk memastikan nya dengan pasti.


"Apa yang membuat mu ingin mengetahui hal itu?" Naphelle bertanya balik.


"Aku hanya ingin tau kronologi kejadian nya seperti apa. Jika bisa, maka aku akan membantu mu" Tawar Kardinal Okeanos.


"Heuh, ternyata dia sangat keras kepala. Apa dia benar-benar menyuruh ku pulang? Padahal badai masih berlangsung. Tapi kurasa memang seluruh isi ramalan ku benar, dia bereinkarnasi untuk balas dendam pada Raja Basilio yang dulu telah membunuhnya" Ucap Kardinal Okeanos sembari bergumam.


...****************...


Beberapa hari telah berlalu, pagi ini Naphelle beserta Helios mendapat panggilan dari Kekaisaran untuk datang menemui Yang Mulia Raja. Begitu mendapat panggilan dari Istana, keduanya langsung mempersiapkan diri untuk menghadap Raja Basilio.


Selang beberapa waktu, akhirnya kereta kuda yang ditumpangi oleh Naphelle dan Helios pun sampai di halaman Istana. Mereka disambut dengan hangat oleh pelayan dan juga Ksatria Istana. Salah satu di antara mereka juga ada yang mengarahkan jalan untuk keduanya agar bertemu dengan Raja Basilio yang katanya sedang berada di halaman belakang Istana.


"Salam pada Yang Mulia Raja" Ucap Helios dan Naphelle memberi salam secara serempak.

__ADS_1


"Ternyata kalian datang lebih cepat dari dugaan ku, jika tau kalian akan datang di pagi ini seharusnya aku menghidangkan makanan untuk kalian di dalam" Tutur Raja Basilio dengan senyuman yang penuh kebohongan.


"Cih! Aku tau kau hanya berasalan mengatakan hal seperti itu pada ku dan juga Helios. Kau berpura-pura tidak tau aku akan datang pagi pagi karena sebenarnya kekayaan mu mulai menipis, kan?" Geram Naphelle dalam hati sembari mengepalkan kedua tangan nya.


"Ayo kita masuk ke dalam, ada hal yang perlu aku sampaikan pada kalian berdua" Ucap Raja Basilio menginstruksikan.


"Baik, Yang Mulia Raja" Balas Helios.


Sesuai instruksi dari Raja Basilio, keduanya pun mengikuti langkahnya yang masuk menuju ruangan utama Istana. Namun di sana terlihat lebih sepi dari biasanya, ditambah tidak ada satupun pelayan yang menghidangkan makanan untuk Naphelle dan juga Helios.


"Hal penting apa yang ingin Anda sampaikan pada kami, Yang Mulia?" Tanya Naphelle tanpa berbasa-basi.


"Jadi, aku ingin menugaskan Putri Naphelle untuk memimpin peperangan yang akan terjadi di perbatasan Kota Windsor dan Kota Benrath. Dibantu oleh Pangeran Helios Alceo, bagaimana? Apa kau bisa melaksanakan tugas yang aku perintahkan pada mu, Putri Naphelle" Ucap Raja Basilio menginformasikan maksud dan tujuan nya mengundang Naphelle beserta Helios datang ke Istana.


"Kau ingin menantang ku, ya? Apa kau pikir aku akan mati di medan perang? Berpikirlah seperti itu untuk selamanya sebelum kau mengetahui secara langsung bahwa aku adalah Reinkarnasi dari Maggie Vangelis!" Geram Naphelle dalam hati.


"Apakah Putri Naphelle akan menerima tugas dari Basilio? Jika dilihat dari wajahnya, dia sepertinya sedang menahan amarah" Gumam Helios dalam hati begitu mendapati raut wajah Naphelle yang tidak biasa.


"Baiklah, saya akan menerima tugas dari Anda, Yang Mulia Raja. Tapi, sebagai gantinya, apa Anda mempunyai imbalan yang pantas diberikan pada saya nantinya? Tapi imbalan itu hanya berlaku jika saya berhasil menuntaskan peperangan yang tengah terjadi" Seloroh Naphelle.


"Yah, tentu saja ada" Jawab Raja Basilio yang terdengar enteng lantaran berpikir bahwa Naphelle akan kalah.


"Jadi, saya harus membantu wilayah yang mana?" Tanya Naphelle memastikan tugasnya.


"Tidak untuk membantu keduanya. Tapi kau harus mengalahkan kedua Kerajaan yang tengah berperang di perbatasan wilayah untuk mengambil wilayah kekuasaan mereka" Imbuh Raja Basilio menjelaskan.


"Oh, ternyata kau cukup licik juga ya. Tenang saja, Basilio! Aku akan membereskan mereka, begitu juga dengan mu!"

__ADS_1


𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....


𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀


__ADS_2