Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan

Lahirnya Kembali Sang Penguasa Kegelapan
Episode 16-Acara Pesta


__ADS_3

Kabut masih mengebul ketika seekor jalak melintas di atas langit Kota Xerxes. Burung pengicau dari Wilayah Barat itu melayang gagah dengan paruhnya yang kuat, tajam dan lurus. Kakinya yang panjang tertekuk kekar sebanding dengan kedua sayapnya yang mengepak. Sorotan matannya lurus tajam, seumpama ingin menangkap sebuah mangsa dengan paruhnya di sebuah titik di atas perbukitan. Angin yang berhembus membuat kabut semakin meluap.


Di sisi lain, Naphelle yang melihat pemandangan itu dari kamar nya membuat ia terdiam selama beberapa menit. Begitu Helios menemuinya, Naphelle yang sedari tadi sedang terbengong lantaran dibuat oleh pemandangan aneh itu langsung terkejut begitu Helios memanggilnya.


"Ah, aku kira siapa..." Celetuk Naphelle yang kemudian berbalik badan ke arah Helios.


"Apa ada masalah dengan Anda, Putri?" Tanya Helios dengan raut wajah yang datar.


"Tidak ada, aku hanya sedang melihat kabut yang begitu tebal. Padahal ini masih pagi, apakah musim dingin akan segera tiba?" Ketus Naphelle sembari mendengus kesal.


"Jadi begitu, hmm...oh ya, apa ada yang ingin Anda lakukan di pagi ini?" Tanya Helios memastikan.


"Sebenarnya aku ingin pergi ke toko butik untuk membeli beberapa gaun, yah aku juga akan langsung membeli gaun untuk pesta" Jawab Naphelle.


"Bagaimana jika saya menemani Anda ke toko butik? Karena cuaca pagi ini sepertinya tidak begitu baik" Usul Helios yang kemudian disetujui oleh Naphelle.


...----------------...


Kabut yang begitu tebal dan gelap membuat jalanan tidak terlihat sama sekali. Apalagi kereta kuda yang dikendarai oleh Ksatria Kerajaan Versailles juga cukup kesulitan lantaran kabut yang begitu tebal. Waktu yang mereka tempuh menuju toko butik pun terasa lebih lama dibandingkan biasanya, hal itu dikarenakan kabut yang membuat mereka harus berjalan lebih berhati-hati.


"Selamat datang di Toko butik kami, Tuan Putri Naphelle. Silahkan masuk dan memilih milih gaun yang Anda inginkan" Sambut pemilik toko pada Naphelle yang baru saja turun dari kereta kudanya.


Tanpa berpikir panjang, setelah disambut oleh sang pemilik toko, Naphelle pun masuk diikuti oleh Helios dari arah belakang. Cukup lama Naphelle memilih beberapa gaun keluaran terbaru untuk musim dingin dan juga musim gugur yang akan segera tiba. Ia juga tidak melupakan gaun paling elegan yang akan dipakainya untuk datang ke acara Pesta.


Di sisi lain, Rui yang sebelumnya sudah mendapatkan tugas dari Naphelle pun langsung mengerjakan perintah nya. Ia menulis sebuah surat pada lembaran kosong yang akan diberikan pada Putra Mahkota Carsten. Setelah selesai menulis surat yang di perintahkan oleh Naphelle, Rui segera memberikan nya pada Pelayan Kerajaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tak terasa malam pun tiba, Naphelle yang sudah menunggu nunggu waktu tersebut langsung bersiap siap untuk berdandan. Sedangkan sosok Helios yang masih memendam rasa kekecewaan itu hanya bisa tersenyum sembari memperhatikan Naphelle yang sedang didandani oleh para pelayan Kerajaan.


Begitu Naphelle selesai berdandan, Helios yang masih menemani nya di sana merasa kagum setelah melihat wajah cantik Naphelle. Ia kemudian mendekat ke arah Naphelle yang masih memperbaiki gaun nya yang terlihat kurang rapih.

__ADS_1


"Anda....cantik sekali" Kata Helios mengagumi kecantikan Naphelle, sembari menutup mulutnya karena merasa malu telah mengatakan hal itu.


"Benarkah? Sepertinya Para pelayan terlalu berlebihan mendandani ku" Seloroh Naphelle yang masih sibuk dengan tali yang berada di gaunnya.


"Mau saya betulkan, Putri?" Usul Helios sukses membuat Naphelle menyetujui nya.


"Kenapa wajah mu terlihat merah seperti itu? Apa kau sedang sakit?" Tanya Naphelle dengan raut wajah khawatir sembari memegangi dahi Helios.


Tentu saja, jantung Helios langsung berdebar kencang setelah Naphelle memegangi dahinya. Wajahnya yang awalnya memerah, kini bertambah merah lantaran Naphelle membuatnya merasa senang.


"Eh? Kau benar-benar sakit, ya?"


"Ti-tidak Tuan Putri, nah.... sudah, sekarang Anda bisa pergi. Sepertinya Putra Mahkota sudah menunggu Anda di Istana" Papar Helios yang membuat Naphelle langsung teringat bahwa dirinya harus cepat cepat sampai di acara Pesta.


Selang beberapa waktu, akhirnya ia dan Putra Mahkota Carsten pun sampai di sebuah Kerajaan yang sedang merayakan Pesta besar-besaran. Melihat seorang Putra Mahkota datang, tentu saja mereka langsung menyambut kedatangan tamu spesial itu dengan sambutan yang juga spesial.


"Selamat datang, Putra Mahkota dan Putri Naphelle. Silahkan masuk....." Sapa tuan rumah mempersilahkan keduanya untuk masuk ke dalam.


"Ah, iya..."


Banyak orang-orang di sana yang mengatakan bahwa keduanya cocok, ditambah dengan wajah Putri Naphelle yang begitu cantik dan bersinar.


Se berlangsungnya acara, Naphelle dan Putra Mahkota Carsten hanya duduk saja sambil menikmati hidangan makanan dan minuman di sana. Kebetulan, acara dansa pun dimulai, Putra Mahkota yang merasakan mereka tidak melakukan apa-apa selama berada di pesta membuatnya menemukan ide setelah mengetahui acara yang ditunggu tunggu oleh banyak orang tiba.


"Tuan Putri, apa Anda ingin berdansa dengan saya?" Tanya Putra Mahkota menawarkan.


"Tentu saja, ayo.." Jawab Naphelle dengan wajah berseri-seri, walaupun dalam hatinya ingin sekali ia pulang ke Kerajaan dan menikmati waktu bersama dengan Helios.


Baru saja berdiri dari tempat duduknya, mendadak Putra Mahkota mendapat panggilan dari tuan rumah. Hal itu membuat Naphelle harus menunggu Putra Mahkota kembali untuk berdansa bersama.


"Heuh, akhirnya dia pergi juga" Ucap Naphelle yang kemudian menuangkan anggur merah pada gelasnya.

__ADS_1


"*Kau tau? Banyak yang bilang Putri Naphelle sangat egois!"


"Ah, yang benar?"


"Iya! Pasti begitu, lihat saja! Di acara dansa tiba, Putra Mahkota lebih memilih untuk pergi dibandingkan harus berdansa dengan nya!"


"Tapi.... aku masih kurang yakin kalau dia itu egois"


"Coba saja kau tumpahkan anggur merah itu pada gaun Putri Naphelle, dia pasti akan marah"


"Baiklah, siapa takut*"


Berbagai bisikan Naphelle dengar dengan kedua telinga nya sendiri. Tak lama setelah mendengar pembicaraan para Putri dari Kerajaan lain, salah seorang diantara mereka mendekatinya dengan segelas anggur merah di tangannya.


"Halo, Putri Naphelle~ Sudah lama saya tidak melihat Anda, untungnya kali ini Anda datang ke acara pesta" Ucapnya sembari menyapa.


"Maaf, Anda siapa ya? Saya tidak mengingat Anda...." Jawab Naphelle dengan wajah datar tanpa ekspresi.


"Ah sa-aaya, saya Putri dari Zeus, apa Anda benar-benar tidak mengenal saya? Yah...ki-kita memang tidak pernah mengobrol, tapi setidaknya Anda mengenal saya, kan?" Ucapnya terbata-bata.


"Sejak dulu kedudukan Kerajaan Zeus memang tidak berubah, apalagi dengan sifat mereka" Gumam Naphelle dalam hati.


"Oh, iya maaf karena su-?!!!"


Clurrrrrrrr*** Anggur merah dalam gelasnya sengaja ia tumpahkan pada gaun Naphelle yang begitu elegan. Gaunnya pun dibanderol dengan harga yang jauh berbeda dengan gaun gaun lainnya.


"Ma-maaf, saya benar-benar tidak sengaja, kya!!! Atau......sengaja, ya?" Gertak nya tepat di telinga Naphelle membuatnya mengetahui seluruh isi rencana dari keturunan Zeus itu.


Menerima perlakuan seperti itu, Naphelle hanya tersenyum. Bukan senyuman biasa, ia memperlihatkan senyuman lebar yang mengembang di wajahnya. Karena tidak ingin memperpanjang urusan dengan keturunan Zeus yang baru dikenalnya itu, Naphelle pun memutuskan untuk meninggalkan acara pesta.


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2