
Angin malam berhembus kencang membuat dedaunan rontok dari pohonnya. Langit gelap yang semakin lama semakin gelap gulita membuat cahaya bulan semakin berkurang.
Malam itu Naphelle serta Helios yang baru saja pergi ke tempat kekuasaan permata milik Kerajaan Versailles pun memutuskan untuk kembali ke kediaman mereka setelah Naphelle memusnahkan orang-orang yang tengah mencuri permata tersebut.
Tanpa disadari, masih ada satu di antara 200 orang suruhan Raja Basilio yang selamat lantaran bersembunyi di semak-semak wilayah tersebut. Namun karena wajahnya yang tak terlihat oleh Naphelle, membuatnya tidak merasakan sakit yang dirasakan oleh Ksatria lainnya.
Mengetahui bahwa Naphelle juga berada di tempat itu ketika pencurian permata berlangsung, Ksatria yang tersisa itu pun bergegas kembali ke Istana untuk melaporkan kejadian yang baru saja ia alami pada Baginda Kaisar.
Selang beberapa waktu, setelah Ksatria itu sampai di Istana, ia berlari dengan sepenuh kemampuan nya untuk menuju ruang utama Kekaisaran.
"Hormat pada Yang Mulia Raja Basilio" Ucapnya memberi hormat serta membungkuk kan badannya.
"Kenapa kau sudah kembali?" Tanya Raja Basilio tanpa berbasa-basi.
"Saya....saya mengalami kejadian yang baru pernah saya lihat seumur hidup. Ksatria lainnya tewas di tempat ketika sedang melaksanakan tugas Anda. Tidak hanya itu, saya juga tidak sengaja melihat Putri Naphelle yang hendak pergi setelah melihat situasi tanah kekuasaan nya. Dia mengeluarkan warna hitam pekat di sekeliling tubuhnya" Tutur Ksatria tersebut menginformasikan.
"Bagaimana bisa itu terjadi?!!!" Bentak Raja Basilio dengan suara lantangnya hingga terdengar ke ruangan yang lain.
"I-itu, saya tidak tau kejadian pastinya, Yang Mulia. Tapi mereka yang tewas di tempat merasakan rasa sakit yang entah bagaimana rasanya" Lanjut ucap sang Ksatria dengan ragu.
Raja Basilio yang mendengar penjelasan dari Ksatria ilegal dari Istananya pun hanya bisa tertegun karena mereka terkejut lantaran para Ksatria yang ia kirimkan ke tanah kekuasaan Kerajaan Versailles semuanya tewas, kecuali satu. Sedangkan satu orang yang tersisa itu selamat karena bersembunyi saat Naphelle sedang mengintai.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain, seorang Kardinal yang merasakan kekuatan kegelapan kembali muncul, menduga bahwa orang itu tak jauh dari Kota mereka. Ia meramal dengan seksama dan menemukan bahwa Reinkarnasi dari Sang Penguasa Kegelapan adalah Naphelle Alceo. Sontak ia langsung terkejut mengetahui hal yang seharusnya tidak terjadi di dunia ini. Sesegera mungkin ia beranjak menuju Kuil yang lokasinya tidak jauh dari tempat dimana ia sedang berada.
__ADS_1
Begitu ia sampai di Kuil, kardinal itu yang tak lain bernama Okeanos kembali meramal hal yang sebelumnya ia ramal beberapa menit yang lalu. Namun, ramalan nya kali ini sama sekali tidak bisa ditebak. Beberapa kali ia mencoba untuk kembali mencari tau siapa sebenarnya reinkarnasi dari sang penguasa kegelapan itu, namun sama sekali tidak ada jawaban. Ia pun memantapkan ramalan nya yang pertama yang memberitahukan bahwa reinkarnasi dari Maggie Vangelis adalah Naphelle Alceo Putri dari Duke Rhodes Alceo.
"Apa benar, Putri Naphelle adalah reinkarnasi dari Maggie Vangelis, penguasa kegelapan yang sudah tiada 25 tahun yang lalu itu?" Ucap Kardinal Okeanos pada dirinya sendiri.
"Aku hari memastikan nya sendiri!" Lanjut ucapnya sembari beranjak pergi meninggalkan Kuil.
...----------------...
Suara kicauan burung yang sedang bernyanyi terdengar merdu di telinga setiap orang yang mendengar nya. Ditambah dengan terik matahari pagi yang memancar ke arah pohon-pohon menyinari Kota membuat dunia terasa lengkap.
Pagi itu, Kardinal Okeanos yang sudah memutuskan untuk menemui Naphelle pun berangkat sangat pagi menuju Kerajaan Versailles.
Ia menunggangi kuda yang ia miliki seorang diri dan melakukan perjalanan yang cukup lama untuk bisa sampai ke tempat tujuan. Apalagi perjalanan dari Kuil menuju Kerajaan Versailles tidak mudah untuk dilewati. Jalanan nya yang dipenuhi dengan rawa serta hutan membuat setiap orang yang melewati tempat tersebut merasa tidak aman.
**Tak! Dug!!! Tak!! Dug!!**
Suara suara bising mulai terdengar saat Kardinal Okeanos memasuki wilayah pasar Kerajaan Versailles. Itu artinya, perjalanan nya tidak akan berlangsung lama lagi karena ia sudah memasuki wilayah yang sedang dituju olehnya.
......................
"Permisi, Tuan Putri Naphelle..." Salam seorang pelayan sembari menunduk kan kepalanya saat berhadapan langsung dengan Naphelle.
"Ada apa?" Tanya Naphelle secara spontan.
"Putri Naphelle, ada seseorang yang ingin bertemu dengan Anda. Dia seorang Kardinal, beliau sudah menunggu di ruangan tamu, Putri" Tutur pelayan tersebut menginformasikan.
__ADS_1
Tanpa berpikir panjang, Naphelle yang saat itu tengah menikmati secangkir teh seorang diri pun segera bergegas menuju ruangan tamu di mana Kardinal yang dimaksud oleh pelayan tersebut berada. Ia duduk di sebuah kursi yang memang sudah disediakan. Sosok Kardinal yang tak lain adalah Okeanos pun menoleh begitu menyadari bahwa Naphelle sudah berada di hadapannya.
Keduanya saling terdiam begitu melihat wajah mereka satu persatu. Kini, pertanyaan pun mulai bermunculan di dalam benak mereka masing-masing ketika menyadari bahwa sebelumnya mereka pernah bertemu di suatu tempat.
"Bukankah dia lelaki yang waktu itu tidak sengaja aku tabrak, dan dia hanya pergi begitu saja?" Gumam Naphelle dalam hati sembari mengingat kembali hal yang terjadi beberapa minggu yang lalu.
"Apakah dia wanita yang saat itu menabrak ku ketika berada di desa? Ternyata dia seorang Putri, ya?" Pikir Kardinal Okeanos yang juga merasa heran akan pertemuan mereka saat itu.
#Flashback On
Karena terlalu lama berdiri dan membuatnya cukup lelah, Naphelle pun memutuskan untuk lebih dulu menaiki kereta kuda yang tak jauh dari posisinya memberikan dana bantuan. Ia yang berjalan kurang hati hati, membuatnya tak sengaja menabrak seorang lelaki berambut merah dengan bola mata hijau yang nampak asing di matanya.
Tapi anehnya, raut wajah lelaki berambut merah itu mendadak berubah setelah menatap wajah Naphelle. Kedua matanya terbelalak seakan melihat sesuatu yang sangat mengerikan.
"Bayangan hitam di sekeliling nya begitu tebal. Aura nya juga berbeda dengan yang lain, aku baru pertama kali melihat seseorang yang penuh dosa seperti ini" Gumam lelaki berambut merah itu yang kemudian langsung pergi tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Naphelle yang mendapati hal itu hanya sedikit meluapkan emosinya lantaran lelaki itu tidak mempunyai sopan santun begitu menabrak seorang Putri Kerajaan dan pergi begitu saja.
"Memangnya dia pikir dia siapa? Berani seenaknya berbuat seperti itu pada ku! Bukannya menyapa atau meminta maaf! Awas saja jika lain kali kita bertemu lagi, tidak segan segan aku menghabisi mu!" Geram Naphelle dengan tatapan penuh ambisi.
#Flashback Off
Masih dengan pertanyaan dalam benak mereka masing-masing, tiba-tiba saja Kardinal Okeanos dikejutkan oleh aura yang sebelumnya ia rasakan. Tak lama setelah ia merasakan aura yang begitu kuat berada tak jauh darinya, warna hitam pekat muncul di sekeliling tubuh Naphelle yang saat itu sedang fokus menatapnya.
𝙱𝚎𝚛𝚜𝚊𝚖𝚋𝚞𝚗𝚐....
__ADS_1
𝚃𝚎𝚛𝚒𝚖𝚊 𝚔𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚝𝚎𝚕𝚊𝚑 𝚖𝚎𝚖𝚋𝚊𝚌𝚊 𝚜𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚊𝚔𝚑𝚒𝚛, 𝚓𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚒𝚔𝚊𝚗 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚋𝚎𝚛𝚞𝚙𝚊 𝚕𝚒𝚔𝚎, 𝚐𝚒𝚏𝚝, 𝚔𝚘𝚖𝚎𝚗, 𝚟𝚘𝚝𝚎 𝚍𝚊𝚗 𝚏𝚊𝚟𝚘𝚛𝚒𝚝! 𝚂𝚊𝚖𝚙𝚊𝚒 𝚓𝚞𝚖𝚙𝚊 𝚍𝚒 𝚎𝚙𝚒𝚜𝚘𝚍𝚎 𝚜𝚎𝚕𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚗𝚢𝚊!!!𝙹𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚕𝚞𝚙𝚊 𝚍𝚞𝚔𝚞𝚗𝚐𝚊𝚗 𝚍𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚛𝚊𝚗 𝚗𝚢𝚊 𝚢𝚊🍀